No Lie

Standar

Author : Faa_teuki_teuki

___________________

pagi-pagi sekali aku sudah mengambil ponselku. tentu saja aku ingin menghubungi orang yang ku sukai. Donghae-oppa. keebtulan sekalli eonni ku belum bangun. hehehe~~ dia pasti marah kalau tahu aku punya pacar.
“yobosaeyo!” sapa ku saat hae-oppa mengangkat telepon dariku.
“min yeon? moseunikka? hoaamm!!” sepertinya dia baru bangun dari tidurnya.
“apa kau masih ngantuk? maaf aku mengganggumu.” aku berniat memutuskan teleponku.
“aniyo!! jangan tutup teleponnya!” hahaah~ oppa ku ini!
“nae~ apa kau tidur nyenyak tadi malam?” pertanyaan bodoh, tapi aku benar-benar ingin bicara dengannya.
“tentu saja… karena aku memimpikan dirimu… hehee~~ bagaimana denganmu??” ahhh… jawabannya membuat hatiku melayang.
“kau ini bisa saja oppa!! tidur ku cukup nyenyak.”
“apa kau memimpikanku? hehehe… hanya ingin tahu…” dia ini jahil sekali! sejujurnya. aku memimpikannya setiap hari.
“untuk apa?? hhehehe!!” aku sedikit bercanda.
“aishh! jahat sekali kau… umhh… min yeon? kita kencan hari ini.. ottohkaeyo?” umhh….
“MIN YEON!! MIN YEON!!” AIGOO!!! Mi Yeong eonni!!!!
“oppa… ku harus pergi… annyeong!!” ku segera mematikan telepon dari hae-oppa. aishh!! baboya. aku belum menjawab pertanyaan hae-oppa.
“Min Yeon!! cepat buka pintunya!!”
“nae eonni!! jamkkan!!” aku segera lari membuka pintu buat eonni kesayanganku.
“aigoo!! lama sekali… kau sedang apa hah?? dasar nakal!!” eonni mengacak-acak rambutku yang baru ku sisir.
“aishh!! hentikan eonni!! moseumnikka? pagi-pagi sekali sudah mengetuk kamarku…” kataku kesal sambil merapihkan rambut.
“kau lihat pelurus rambut ku??” tanya Mi Young eonni sambil menengok-nengok ke kamarku.
“mollayo!!” jawabku singkat.
“aigoo!! kau tidak pinjam??” tanyanya lagi, aku ingin menelpon hae oppa lagi!!
“aniyo eonni!!” ku coba sabar.
“hehehe~~ arasseo!! gomawo!!” akhirnya dia keluar dari kamarku. umhh? sebuah pesan?? hae oppa?? apa isinya??
“Min Yeon! kita kencan ke jembatan Han ok malam ini~ karena ku tahu kau pasti melarangku untuk menjemputmu. ku tunggu kau di sana. hehehe~~ jangan terlambat. -saranghaeyo!-” umhh? jembatan Han? tumben sekali Hae-oppa mengajakku kencan malam2. hahahaha~~ aku tidak bisa berhenti tersenyum. lalu aku pergi mandi.
*****


selesai mandi. ku turun untuk sarapan di mana jam menunjukkan jam 10 pagi. di ruang makan tak ada siapa-siapa. sepertinya eonni sudah pergi kerja. eomma-appa? ahh~~ mereka masih ada di incheon.
tapi, apa yg ingin hae-oppa lakukan di sungai Han? aku benar-benar penasaran. apa hanya kencan?? kkkkk… aku mulai memikirkan hal-hal yang romantis. ponsel ku berbunyi…
“hae oppa??” omo! kenapa aku memanggil hae oppa? bahkan aku tidak tahu siapa yg menelpon ku?
“hae oppa?? nuguyo??” benar dugaanku! Mi Young eonni!!
“ahh~~ aku kira…ahh…” apa yang harus ku jawab.
“ahh!! terserah kau saja!! hey! aku akan menginap hari ini!! kau tak apa sendiri d rumah??” MO???
“chinchayo eonni??” ku coba memastikan dengan nada biasa.
“nae… aku harus ke rumah temanku. sudah ya~ aku masih ada kerjaan.” ahahahah!! nomu haengbokhae!!! tak ada Mi Young eonni!! aku bisa berkencan dengan Hae-oppa malam ini. hoaa… sesange!!
******
jam menunjukkan pukul 5 sore. masih lama menuju jam 8 malam. sedikit kesal kenapa hae-oppa mengajakku kencan semalam itu. padahal aku sudah ingin bertemu dengannya… bahkan dia tidak menelponku sama sekali. apa dia sangat sibuk dengan pekerjaannya?? aku tahu dia harus mengurus perusahaan ayahnya. humhh…
“ku lihat TV saja!” kata ku sambil duduk di sofa.
“aigoo~~ baru aku memikirkannya, perusahaan keluarga Hae-oppa sedang ada di Televisi saat ini.” apa Hae-oppa muncul pula di TV?? pasti banyak wanita histeris melihatnya. ahh!! aku harus tahan dengan semua ini!!
“ahhh!!! itu dia!! siaran langsung???” MO??? apa saat ini dia sedang berdiri di sana dengan pakaian formal itu?? pantas saja Hae-oppa tidak menghubungi atau mengirimku pesan pendek.
“Mi Young eonni!!!!!!!” wae… ahh?? apa itu sebabnya eonni harus menginap? apa dia harus menyusun berita tentang Hae-oppa?? tapi, eonni bekerja di sebuah redaksi majalah. apa berita yang eonni dapatkan?? apa soal pribadi??? aigoo!!!
“Lee Donghae! bisa kah kau ceritakan tentang kehidupan pribadimu??” omo!! dugaanku benar. memang itu berita yang di cari Mi Young Eonni…
“ahahaha~~ itu bukan hal yang mudah untuk dibagikan.” hahahha… dia pandai mencari alasan. seandainya Hae-oppa tahu dia eonniku. kkkkkk~~
“kalau begitu, apa kau sedang dekat dengan seorang wanita?? kau kan masih muda… tentu saja ada seorang wanita yang sedang bersamamu saat ini kan??” ahh Eonni!! berhentilah bertanya!!
“sepertinya itu termasuk hal pribadi. bisa kita bahas tentang yang lainnya?”
“HAHAHAHAAH!!” aku tidak bisa berhenti tertawa. humhh… pertanyaan sudah mulai serius. dia benar-benar hebat! aigoo… sedangkan aku?? mahasiswa biasa-biasa saja… humhh…
*******
pukul 7 malam. rumah benar-benar sepi tapi aku sudah berpakaian rapih dan berdandan secantik mungkin. aku ingin sekali menghubugni Hae-oppa ku. hanya saja… aku takut mengganggunya. Aigoo!! ottohkaeyo… aku benar-benar rindu padanya… satu jam bukan waktu yang sebentar jika ku tunggu tanpa melakukan apa-apa. haah!! sebaiknya aku mengecek dandananku… ponsel ku?? aigoo!! pasti ada di ruang tamu.
“haah… yobosaeyo?” aku yakin ini Hae-oppa. karena aku tidak melihat nama orang yang menelponku.
“hahaha… Donghae imnida! heheeh~~” huaaa~~ Hae-oppa!!
“aigoo~ oppa!! aku melihatmu hari ini di televisi… umhh.. kau sangat tampan.” hehehe… benar-benar tampan oppa.
“arasseo… kkkkkk~~” dia percaya diri sekali.
“kau ini!! oppa~~” kata ku manja.
“bisa kau datang sekarang? aku sudah ada di sini.” mo??
“aigoo??? chinchayo?? ahh~~ jamkkan oppa!! aku akan ke sana segera.” kata ku terburu-buru sambil bersiap meninggalkan rumah.
“hey… tenang saja tidak usah terburu-buru! jangan sampai dandananmu rusak. mianhae aku tidak menjemputmu.”
“anieyo!! gwenchanah~~”
“nae~~ aku akan menunggumu sampai kau datang…”
“gomawo!! aku akan berangkat sekarang.”
“bisakah kau tak menutup teleponmu??”
“umhh wae??” benar-benar membingungkan.
“aku ingin menemanimu saat kau dalam perjalanan ke sini. aku tidak ingin kau kesepian.” dia berbicara dengan suara yang lembut. membuat hatiku sangat nyaman.
“ahhh… n.. nae…” jawabku sedikit gugup.
*******
aku mulai melangkahkan kakiku keluar dari pintu rumah. suara Hae oppa membuatku nyaman. dan aku mulai menaiki bis di halte depan rumahku. aku masih berbicara dengannya. blum ku matikan sama sekali, meskipun kuping ku sudah mulai panas dari ponselini. tapi, tak apa asal aku masih mendengar suaranya. bis sudah meninggalkan rumahku jauh sekali. dan tidak lama lagi aku sampai d sungai Han.
“Min Yeon. kau tahu lagu ini??” umhhh… semua lagu kesukaan ku ada lagu kesukaan donghae.
“mo norae??” tanya ku.
“I… Can’t…” lagu ini… lagu yang sering kami dengar bersama. “Leave…” kenapa Hae-oppa menyanyikannya terputus-putus. dan kini dia hanya diam. “Without You…” ahhh?? bis berhenti, aku segera turun. saat ku turun, tepat di hadapanku, seorang pria yang belum membereskan nyanyiannya.
“My All Is In You…” suaranya begitu lembut. dan tak lama, sebuah kembang api menyala. dan ku lihat di awan sebuah tulisan. “saranghaeyo”
“Hae-oppa??” aku benar-benar gugup dan tidak bisa berbicara. senyum Hae-oppa saja sudah membuat hatiku berdebar kencang.
“maukah menjadi milikku selamanya? Min Yeon-sshi?” dia menggenggam kedua tanganku. erat dan semakin erat. tanganku sangat hangat.
“nae…” jawaban yang tentu saja akan ku ucapkan.
“akan ku umumkan besok di depan para wartawan. kaulah wanita yang akan menemaniku selamanya.” umhh?? aku sangat kaget! selamanya berarti menikah??
“dan aku akan melamarmu segera di hadapan para wartawan.” MO?? aigooo~~ wajahku terus memerah!!
“ah… apa perlu di depan wartawan? aku sangat malu, aku hanya seorang mahasiswa… sedang…” umhh… Hae-oppa?? menciumku?? ah?? mataku masih terbuka lebar.
“bukan itu yang ingin ku dengar dari mulutmu. jika kau mengatakan hal itu lagi… aku akan menciummu lebih lama seperti ini…” dia menicumku lagi?? aku memejamkan mata. tapi, bibirnya masih menempel cukup lama. tunggu!! jika wartawan, itu berarti.
“ahh!! oppa!!” aku melepas bibirku dengan paksa dan membuang muka.
“aishh… mianhaeyo…” bukan itu, bukan karena ciuman itu…
“jika itu wartawan… apa oppa masih ingat wanita yang menanyakan pertanyaan soal urusan pribadimu tadi sore?”
“nae… waeyo??”
“ah!! apa dia akan datang lagi??” kumohon tidak. kumohon tidak. setidaknya eonni tidak pingsan melihatku.
“nae! semua wartawan yang hari ini datang memang akan datang.” OMO!! ANDWE!!!
“begitukah… umhh…” aku benar-benar takut. apa harus ku katakan sekarang?? ahh… tapi…
“Min Yeon? moseumnikka? kau terlihat pucat?”
“aku ingin jujur.” tak apa meskipun dia akan membatalkannya.
“marebwayo…” omo~ dia masih tersenyum saja.
“aku memiliki seorang eonni. Hwang Mi Young. hanya beda beberapa tahun. aku tahu, aku belum pernah menceritakan ini sebelumnya. dan yang menjadi masalahnya adalah… dia adalah wartawan itu dan dia tidak tahu kau adalah pacarku.” kepala ku tertunduk begitu saja. aku takut melihat raut waja Hae-oppa. marahkah?? aigoo!! aku rela jika dia membatalkan niatnya itu.
“HAHAHAHAHA!!! chinchayo??? AHAHAHAHHA!!” umhh??? kepalaku kembali terangkat!!!
“kenapa tertawa???” aku sedikit kesal.
“seharusnya aku tidak beralasan saat eonnimu itu bertanya padaku. hahahaha…” tawanya sangat keras. “kkkkk!!” kini dia terkikik. aku hanya memandanginya.
“ah? Min Yeon? Min Yeon-sshi?? aigoo.. mianhaeyo…” entah kenapa aku menjadi diam seperti ini. tapi, air mataku… keluar…
“kau menangis Min Yeon? mianhaeyo!” donghae memegang kedua bahuku. menenangkanku lalu memelukku. air mataku semakin keluar. baju Hae-oppa menjadi basah karena air mataku.
“jangan menangis lagi!” kata Oppa pelan. Ia mengelus kepalaku.
“aku takut kau membenciku… karena sudah berbohong padamu.”
“itu bukan kebohongan… itu hanya sebuah perlindungan diri. aku menyadari, bahwa kau melakukan itu, agar aku tidak kehilanganmu. gomawoyo!” ahhh… mungkin sebaliknya oppa. aku tidak ingin kehilanganmu…
“sudahlah!” donghae menegakkan badanku. “aku akan menanganinya. bisa kau berikan no ponsel eonnimu?”
“umhh? n.. nae” aku menyerahkan ponselku. tapi, apa yang akan Ia lakukan?? ohh!! ANDWE!!
“yobosaeyo… choneun Lee Donghae imnida. Mi Young sshi! aku sedang ada di sungai Han saat ini. aku akan menceritakan seluruh hal pribadiku kepadamu! kau bisa?” aigoo!!!!! eonni akan kemari???
“baguslah… aku akan menunggumu…” apa kau ingin membunuhku oppa!!!! aku badanku benar-benar gemetaran.
“tenanglah~~” donghae menggenggam tanganku erat.
******
kurang dari setengah jam, eonni pun tiba. seperti yang ku sangka. dia hampir pingsan. aku segera menopang tubuhnya. dan kami pergi ke sebuah kedai untuk menenangkan eonni. dia terus menatapku tajam. aku hanya menunduk, wajahnya benar-benar menyeramkan.
“kenapa hanya menunduk?? hah??” nadanya tinggi sekali.
“tenanglah…” donghae oppa menenangkan eonni. tapi mata eonni masih tertuju padaku.
“neoya chincha!! eonni mianhaeyo!! bukan maksudku.”
“aissh!!!” keluh eonni. “mengapa hanya aku saja yang tidak tahu?” umhh…
“aku takut kau melarangku berpacaran.” jawaban bodoh! tapi itulah kenyataannya. setelah umur ku 21 lah syarat dari eonni untukku.
“untuk apa aku melarangmu?? lalu apa yang akan kalian lakukan??”
“aku akan melamarnya di depan wartawan. termasuk kau bukan??” aku mengerti. Hae-oppa mencoba bernegosiasi.
“oenjena??” wajah eonni benar-benar terlihat sangat kaget.
“besok siang. dan akan ku pastikan, majalahmu mendapat foto dan berita terbaik.” kata Hae oppa.
“aigoo!! kau benar!! tapi…” ahh… aku tidak ingin mendengar apa yang Ia lanjutkan. terlalu menakutkan.
“benar-benar bahagia, Min Yeon bisa menemukan lelaki seperti kau. aku tidak mungkin kecewa. yah… silakan lakukan yang kalian inginkan. akku akan mendukungnya. lagipula hanya lamaran kan? asal jangan mendahului ku!! hehehe…” eonni tertawa. dia tidak marah.
“NAE!!” jawabku semangat.
“hahahaahha!!” donghae oppa hanya tertawa. tapi aku tidak bisa melepas pandangan darinya.
******
siang hari, aku sudah berdiri bersama donghae oppa. dan Mi Young eonni berdiri bersama kami. para wartawan pun tak kelewatan memotret eonni ku. wajah kami sangat bahagia. eomma dan appa masih ada di Incheon. hanya ada Appa donghae yang sudah ku kenal sangat dekat. kamera wartawan terus mengambil gambar kami berdua, mataku sedikit silau. heheheeh…
“Hwang Min Yeon… bersediakan kau menjadi tunanganku??” tanya Hae-oppa yang sedang berhadapan denganku di hiasi lampu-lampu kamera wartawan.
“aku bersedia…” perlahan Donghae memakaikan cincinnya di jari manisku. setelah itu, Ia mencium keningku lama. lalu meninggalkan para wartawan yang sudah berkumpul. aku yakin wajah ku akan muncul di acara-acara televsi. kkkkkk… ada-ada saja…
dan setelah istirahat, Mi Young eonni segera melakukan wawancara sebagai ucapan maaf ku dan terima kasih dari kami.
*******
dan keesokan harinya, wajah kami berdua menjadi cover majalah Mi Young eonni. tentang berita pertunangan kami. hahahaha… ini bennr-benar menggelikan. dan setiap saat aku melihat televisi. wajah ku dan Hae-oppa lah yang menjadi penghias para penonton. aku dan donghae hanya tersenyum.

-the end-No Lie

pagi-pagi sekali aku sudah mengambil ponselku. tentu saja aku ingin menghubungi orang yang ku sukai. Donghae-oppa. keebtulan sekalli eonni ku belum bangun. hehehe~~ dia pasti marah kalau tahu aku punya pacar.
“yobosaeyo!” sapa ku saat hae-oppa mengangkat telepon dariku.
“min yeon? moseunikka? hoaamm!!” sepertinya dia baru bangun dari tidurnya.
“apa kau masih ngantuk? maaf aku mengganggumu.” aku berniat memutuskan teleponku.
“aniyo!! jangan tutup teleponnya!” hahaah~ oppa ku ini!
“nae~ apa kau tidur nyenyak tadi malam?” pertanyaan bodoh, tapi aku benar-benar ingin bicara dengannya.
“tentu saja… karena aku memimpikan dirimu… hehee~~ bagaimana denganmu??” ahhh… jawabannya membuat hatiku melayang.
“kau ini bisa saja oppa!! tidur ku cukup nyenyak.”
“apa kau memimpikanku? hehehe… hanya ingin tahu…” dia ini jahil sekali! sejujurnya. aku memimpikannya setiap hari.
“untuk apa?? hhehehe!!” aku sedikit bercanda.
“aishh! jahat sekali kau… umhh… min yeon? kita kencan hari ini.. ottohkaeyo?” umhh….
“MIN YEON!! MIN YEON!!” AIGOO!!! Mi Yeong eonni!!!!
“oppa… ku harus pergi… annyeong!!” ku segera mematikan telepon dari hae-oppa. aishh!! baboya. aku belum menjawab pertanyaan hae-oppa.
“Min Yeon!! cepat buka pintunya!!”
“nae eonni!! jamkkan!!” aku segera lari membuka pintu buat eonni kesayanganku.
“aigoo!! lama sekali… kau sedang apa hah?? dasar nakal!!” eonni mengacak-acak rambutku yang baru ku sisir.
“aishh!! hentikan eonni!! moseumnikka? pagi-pagi sekali sudah mengetuk kamarku…” kataku kesal sambil merapihkan rambut.
“kau lihat pelurus rambut ku??” tanya Mi Young eonni sambil menengok-nengok ke kamarku.
“mollayo!!” jawabku singkat.
“aigoo!! kau tidak pinjam??” tanyanya lagi, aku ingin menelpon hae oppa lagi!!
“aniyo eonni!!” ku coba sabar.
“hehehe~~ arasseo!! gomawo!!” akhirnya dia keluar dari kamarku. umhh? sebuah pesan?? hae oppa?? apa isinya??
“Min Yeon! kita kencan ke jembatan Han ok malam ini~ karena ku tahu kau pasti melarangku untuk menjemputmu. ku tunggu kau di sana. hehehe~~ jangan terlambat. -saranghaeyo!-” umhh? jembatan Han? tumben sekali Hae-oppa mengajakku kencan malam2. hahahaha~~ aku tidak bisa berhenti tersenyum. lalu aku pergi mandi.
*****
selesai mandi. ku turun untuk sarapan di mana jam menunjukkan jam 10 pagi. di ruang makan tak ada siapa-siapa. sepertinya eonni sudah pergi kerja. eomma-appa? ahh~~ mereka masih ada di incheon.
tapi, apa yg ingin hae-oppa lakukan di sungai Han? aku benar-benar penasaran. apa hanya kencan?? kkkkk… aku mulai memikirkan hal-hal yang romantis. ponsel ku berbunyi…
“hae oppa??” omo! kenapa aku memanggil hae oppa? bahkan aku tidak tahu siapa yg menelpon ku?
“hae oppa?? nuguyo??” benar dugaanku! Mi Young eonni!!
“ahh~~ aku kira…ahh…” apa yang harus ku jawab.
“ahh!! terserah kau saja!! hey! aku akan menginap hari ini!! kau tak apa sendiri d rumah??” MO???
“chinchayo eonni??” ku coba memastikan dengan nada biasa.
“nae… aku harus ke rumah temanku. sudah ya~ aku masih ada kerjaan.” ahahahah!! nomu haengbokhae!!! tak ada Mi Young eonni!! aku bisa berkencan dengan Hae-oppa malam ini. hoaa… sesange!!
******
jam menunjukkan pukul 5 sore. masih lama menuju jam 8 malam. sedikit kesal kenapa hae-oppa mengajakku kencan semalam itu. padahal aku sudah ingin bertemu dengannya… bahkan dia tidak menelponku sama sekali. apa dia sangat sibuk dengan pekerjaannya?? aku tahu dia harus mengurus perusahaan ayahnya. humhh…
“ku lihat TV saja!” kata ku sambil duduk di sofa.
“aigoo~~ baru aku memikirkannya, perusahaan keluarga Hae-oppa sedang ada di Televisi saat ini.” apa Hae-oppa muncul pula di TV?? pasti banyak wanita histeris melihatnya. ahh!! aku harus tahan dengan semua ini!!
“ahhh!!! itu dia!! siaran langsung???” MO??? apa saat ini dia sedang berdiri di sana dengan pakaian formal itu?? pantas saja Hae-oppa tidak menghubungi atau mengirimku pesan pendek.
“Mi Young eonni!!!!!!!” wae… ahh?? apa itu sebabnya eonni harus menginap? apa dia harus menyusun berita tentang Hae-oppa?? tapi, eonni bekerja di sebuah redaksi majalah. apa berita yang eonni dapatkan?? apa soal pribadi??? aigoo!!!
“Lee Donghae! bisa kah kau ceritakan tentang kehidupan pribadimu??” omo!! dugaanku benar. memang itu berita yang di cari Mi Young Eonni…
“ahahaha~~ itu bukan hal yang mudah untuk dibagikan.” hahahha… dia pandai mencari alasan. seandainya Hae-oppa tahu dia eonniku. kkkkkk~~
“kalau begitu, apa kau sedang dekat dengan seorang wanita?? kau kan masih muda… tentu saja ada seorang wanita yang sedang bersamamu saat ini kan??” ahh Eonni!! berhentilah bertanya!!
“sepertinya itu termasuk hal pribadi. bisa kita bahas tentang yang lainnya?”
“HAHAHAHAAH!!” aku tidak bisa berhenti tertawa. humhh… pertanyaan sudah mulai serius. dia benar-benar hebat! aigoo… sedangkan aku?? mahasiswa biasa-biasa saja… humhh…
*******
pukul 7 malam. rumah benar-benar sepi tapi aku sudah berpakaian rapih dan berdandan secantik mungkin. aku ingin sekali menghubugni Hae-oppa ku. hanya saja… aku takut mengganggunya. Aigoo!! ottohkaeyo… aku benar-benar rindu padanya… satu jam bukan waktu yang sebentar jika ku tunggu tanpa melakukan apa-apa. haah!! sebaiknya aku mengecek dandananku… ponsel ku?? aigoo!! pasti ada di ruang tamu.
“haah… yobosaeyo?” aku yakin ini Hae-oppa. karena aku tidak melihat nama orang yang menelponku.
“hahaha… Donghae imnida! heheeh~~” huaaa~~ Hae-oppa!!
“aigoo~ oppa!! aku melihatmu hari ini di televisi… umhh.. kau sangat tampan.” hehehe… benar-benar tampan oppa.
“arasseo… kkkkkk~~” dia percaya diri sekali.
“kau ini!! oppa~~” kata ku manja.
“bisa kau datang sekarang? aku sudah ada di sini.” mo??
“aigoo??? chinchayo?? ahh~~ jamkkan oppa!! aku akan ke sana segera.” kata ku terburu-buru sambil bersiap meninggalkan rumah.
“hey… tenang saja tidak usah terburu-buru! jangan sampai dandananmu rusak. mianhae aku tidak menjemputmu.”
“anieyo!! gwenchanah~~”
“nae~~ aku akan menunggumu sampai kau datang…”
“gomawo!! aku akan berangkat sekarang.”
“bisakah kau tak menutup teleponmu??”
“umhh wae??” benar-benar membingungkan.
“aku ingin menemanimu saat kau dalam perjalanan ke sini. aku tidak ingin kau kesepian.” dia berbicara dengan suara yang lembut. membuat hatiku sangat nyaman.
“ahhh… n.. nae…” jawabku sedikit gugup.
*******
aku mulai melangkahkan kakiku keluar dari pintu rumah. suara Hae oppa membuatku nyaman. dan aku mulai menaiki bis di halte depan rumahku. aku masih berbicara dengannya. blum ku matikan sama sekali, meskipun kuping ku sudah mulai panas dari ponselini. tapi, tak apa asal aku masih mendengar suaranya. bis sudah meninggalkan rumahku jauh sekali. dan tidak lama lagi aku sampai d sungai Han.
“Min Yeon. kau tahu lagu ini??” umhhh… semua lagu kesukaan ku ada lagu kesukaan donghae.
“mo norae??” tanya ku.
“I… Can’t…” lagu ini… lagu yang sering kami dengar bersama. “Leave…” kenapa Hae-oppa menyanyikannya terputus-putus. dan kini dia hanya diam. “Without You…” ahhh?? bis berhenti, aku segera turun. saat ku turun, tepat di hadapanku, seorang pria yang belum membereskan nyanyiannya.
“My All Is In You…” suaranya begitu lembut. dan tak lama, sebuah kembang api menyala. dan ku lihat di awan sebuah tulisan. “saranghaeyo”
“Hae-oppa??” aku benar-benar gugup dan tidak bisa berbicara. senyum Hae-oppa saja sudah membuat hatiku berdebar kencang.
“maukah menjadi milikku selamanya? Min Yeon-sshi?” dia menggenggam kedua tanganku. erat dan semakin erat. tanganku sangat hangat.
“nae…” jawaban yang tentu saja akan ku ucapkan.
“akan ku umumkan besok di depan para wartawan. kaulah wanita yang akan menemaniku selamanya.” umhh?? aku sangat kaget! selamanya berarti menikah??
“dan aku akan melamarmu segera di hadapan para wartawan.” MO?? aigooo~~ wajahku terus memerah!!
“ah… apa perlu di depan wartawan? aku sangat malu, aku hanya seorang mahasiswa… sedang…” umhh… Hae-oppa?? menciumku?? ah?? mataku masih terbuka lebar.
“bukan itu yang ingin ku dengar dari mulutmu. jika kau mengatakan hal itu lagi… aku akan menciummu lebih lama seperti ini…” dia menicumku lagi?? aku memejamkan mata. tapi, bibirnya masih menempel cukup lama. tunggu!! jika wartawan, itu berarti.
“ahh!! oppa!!” aku melepas bibirku dengan paksa dan membuang muka.
“aishh… mianhaeyo…” bukan itu, bukan karena ciuman itu…
“jika itu wartawan… apa oppa masih ingat wanita yang menanyakan pertanyaan soal urusan pribadimu tadi sore?”
“nae… waeyo??”
“ah!! apa dia akan datang lagi??” kumohon tidak. kumohon tidak. setidaknya eonni tidak pingsan melihatku.
“nae! semua wartawan yang hari ini datang memang akan datang.” OMO!! ANDWE!!!
“begitukah… umhh…” aku benar-benar takut. apa harus ku katakan sekarang?? ahh… tapi…
“Min Yeon? moseumnikka? kau terlihat pucat?”
“aku ingin jujur.” tak apa meskipun dia akan membatalkannya.
“marebwayo…” omo~ dia masih tersenyum saja.
“aku memiliki seorang eonni. Hwang Mi Young. hanya beda beberapa tahun. aku tahu, aku belum pernah menceritakan ini sebelumnya. dan yang menjadi masalahnya adalah… dia adalah wartawan itu dan dia tidak tahu kau adalah pacarku.” kepala ku tertunduk begitu saja. aku takut melihat raut waja Hae-oppa. marahkah?? aigoo!! aku rela jika dia membatalkan niatnya itu.
“HAHAHAHAHA!!! chinchayo??? AHAHAHAHHA!!” umhh??? kepalaku kembali terangkat!!!
“kenapa tertawa???” aku sedikit kesal.
“seharusnya aku tidak beralasan saat eonnimu itu bertanya padaku. hahahaha…” tawanya sangat keras. “kkkkk!!” kini dia terkikik. aku hanya memandanginya.
“ah? Min Yeon? Min Yeon-sshi?? aigoo.. mianhaeyo…” entah kenapa aku menjadi diam seperti ini. tapi, air mataku… keluar…
“kau menangis Min Yeon? mianhaeyo!” donghae memegang kedua bahuku. menenangkanku lalu memelukku. air mataku semakin keluar. baju Hae-oppa menjadi basah karena air mataku.
“jangan menangis lagi!” kata Oppa pelan. Ia mengelus kepalaku.
“aku takut kau membenciku… karena sudah berbohong padamu.”
“itu bukan kebohongan… itu hanya sebuah perlindungan diri. aku menyadari, bahwa kau melakukan itu, agar aku tidak kehilanganmu. gomawoyo!” ahhh… mungkin sebaliknya oppa. aku tidak ingin kehilanganmu…
“sudahlah!” donghae menegakkan badanku. “aku akan menanganinya. bisa kau berikan no ponsel eonnimu?”
“umhh? n.. nae” aku menyerahkan ponselku. tapi, apa yang akan Ia lakukan?? ohh!! ANDWE!!
“yobosaeyo… choneun Lee Donghae imnida. Mi Young sshi! aku sedang ada di sungai Han saat ini. aku akan menceritakan seluruh hal pribadiku kepadamu! kau bisa?” aigoo!!!!! eonni akan kemari???
“baguslah… aku akan menunggumu…” apa kau ingin membunuhku oppa!!!! aku badanku benar-benar gemetaran.
“tenanglah~~” donghae menggenggam tanganku erat.
******
kurang dari setengah jam, eonni pun tiba. seperti yang ku sangka. dia hampir pingsan. aku segera menopang tubuhnya. dan kami pergi ke sebuah kedai untuk menenangkan eonni. dia terus menatapku tajam. aku hanya menunduk, wajahnya benar-benar menyeramkan.
“kenapa hanya menunduk?? hah??” nadanya tinggi sekali.
“tenanglah…” donghae oppa menenangkan eonni. tapi mata eonni masih tertuju padaku.
“neoya chincha!! eonni mianhaeyo!! bukan maksudku.”
“aissh!!!” keluh eonni. “mengapa hanya aku saja yang tidak tahu?” umhh…
“aku takut kau melarangku berpacaran.” jawaban bodoh! tapi itulah kenyataannya. setelah umur ku 21 lah syarat dari eonni untukku.
“untuk apa aku melarangmu?? lalu apa yang akan kalian lakukan??”
“aku akan melamarnya di depan wartawan. termasuk kau bukan??” aku mengerti. Hae-oppa mencoba bernegosiasi.
“oenjena??” wajah eonni benar-benar terlihat sangat kaget.
“besok siang. dan akan ku pastikan, majalahmu mendapat foto dan berita terbaik.” kata Hae oppa.
“aigoo!! kau benar!! tapi…” ahh… aku tidak ingin mendengar apa yang Ia lanjutkan. terlalu menakutkan.
“benar-benar bahagia, Min Yeon bisa menemukan lelaki seperti kau. aku tidak mungkin kecewa. yah… silakan lakukan yang kalian inginkan. akku akan mendukungnya. lagipula hanya lamaran kan? asal jangan mendahului ku!! hehehe…” eonni tertawa. dia tidak marah.
“NAE!!” jawabku semangat.
“hahahaahha!!” donghae oppa hanya tertawa. tapi aku tidak bisa melepas pandangan darinya.
******
siang hari, aku sudah berdiri bersama donghae oppa. dan Mi Young eonni berdiri bersama kami. para wartawan pun tak kelewatan memotret eonni ku. wajah kami sangat bahagia. eomma dan appa masih ada di Incheon. hanya ada Appa donghae yang sudah ku kenal sangat dekat. kamera wartawan terus mengambil gambar kami berdua, mataku sedikit silau. heheheeh…
“Hwang Min Yeon… bersediakan kau menjadi tunanganku??” tanya Hae-oppa yang sedang berhadapan denganku di hiasi lampu-lampu kamera wartawan.
“aku bersedia…” perlahan Donghae memakaikan cincinnya di jari manisku. setelah itu, Ia mencium keningku lama. lalu meninggalkan para wartawan yang sudah berkumpul. aku yakin wajah ku akan muncul di acara-acara televsi. kkkkkk… ada-ada saja…
dan setelah istirahat, Mi Young eonni segera melakukan wawancara sebagai ucapan maaf ku dan terima kasih dari kami.
*******
dan keesokan harinya, wajah kami berdua menjadi cover majalah Mi Young eonni. tentang berita pertunangan kami. hahahaha… ini bennr-benar menggelikan. dan setiap saat aku melihat televisi. wajah ku dan Hae-oppa lah yang menjadi penghias para penonton. aku dan donghae hanya tersenyum.

-the end-
Gomawo

4 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s