Our Protector Part 1

Standar

Author: Faa_teuki_teuki

___________________
Setiap pagi di rumah ini, puluhan pengawal dan pelayan sudah berpakaian rapih berbaris di depan pintu utama. Baik pelayan maupun para penjaga. Hari ini seseorang memang akan datang. Anak tunggal dari pemilik rumah yang megah ini. Pewaris semua harta kekayaan satu-satunya ini akan pulang dari Jerman hari ini.
“haizz… aku sudah pegal berdiri… dan dia belum datang juga. Aigoo!! aku tidak tahan untuk buang air kecil… umhh… sebaiknya aku mundur perlahan dan segera pergi ke toilet.” Kata YeonSae dalam hatinya.
Dan tak lama rombongan mobil mewah yang bertugas menjemput tuan muda itu tiba. Kemudian, salah satu dari pelayan membukakan pintu untuk salah satu dari mobil itu. Seorang pria bertubuh tinggi dan berdada bidang turun dari salah satu mobil itu.
Ia berjalan masuk ke dalam rumah, dan semua pengawal dan pelayan yang berdiri di kedua sampingnya membungkuk memberikan hormat dan tanda ucapan selamat datang. Belum tiba di ujung karpet merah, Ia berhenti di antara deretan pengawal. Kemudian Ia menoleh dan dengan segera melangkah ke arah sebuah celah. Dan tak lama YeonSae kembali dari toilet dan kembali berdiri di tempatnya. Ia menyadari ada seseorang berdiri di depan tempatnya berdiri.
“ireumeun??” tanya pria itu.
“ahh?? Hwang YeonSae imnida. Neoya??” YeonSae kembali bertanya.
“ahh?? chinchayo!! apa jabatanmu di sini, sampai kau berani untuk bertanya padaku??”
“aku kepala pengawal di sini. Meskipun aku seorang perempuan. Sekarang berhentilah menanyai ku dan jawab pertanyaanku!!” perintah YeonSae.
“baiklah! Nan ireumeun… Choi Siwon imnida… anak tunggal dari keluarga Choi Hyundae. Siwon kembali melangkah lalu Ia berhenti di ujung karpet merah itu. “Mulai hari ini, aku akan tinggal di rumah ini dan aku akan memecat salah satu dari pengawal yang ada di sini. Apa kalian semua mengerti??”
“nae!!!” jawab seluruhnya serentak.
“mo?? jika pria itu anak tunggal dari tuan Choi… tentu saja dia bisa memecatku?? Umhhh!! ottohkaeyo??” kata YeonSae dalam hatinya sambil menggembungkan pipinya.
Tak lama turunlah seorang pria lain, terlihat berumur sebaya dengan Siwon dari mobil lain yang baru saja datang. Tubuhnya cukup tinggi meski tidak setinggi Siwon. Ia melangkah di atas karpet merah itu. Lalu menoleh ke arah YeonSae yang sedang panik. YeonSae segera menghilangkan gembungan pipinya.
“siapa lagi pria itu?? Tidak mungkin dia adik atau kakak dari pria yang tadi. Dan kenapa dia menoleh ke arahku?? Ahhh… membingungkan….” Gumam YeonSae dalam hatinya. Pria itu melanjutkan langkahnya dan berdiri di samping Siwon lalu membisikkan sesuatu padanya.
“kau tidak bisa memecat pengawal itu??” bisiknya.
“umh?? Wae?? Itu sudah keputusanku!!” gertak Siwon.
“yang berhak memecat pengawal dan pelayan yang ada di rumah ini, hanyalah Appamu.”
“mo?? jangan bercanda Kyuhyun-sshi!! Aku tidak mau wanita itu menjadi salah satu pengawal di keluargaku apalagi menjadi pengawal pribadiku!! Pengawal sepertimu saja sudah membuatku jengkel.” Siwon yang kesal menghentakkan kakinya.
“kau tidak bisa menolak… dan saatnya kau beritahu siapa diriku sebenarnya.” Bisik Kyuhyun.
“kau tidak berubah, dasar tukang cari pamor!!” balas Siwon dan Kyuhyun hanya tersenyum. “baiklah… yorobun… biar ku perkenalkan pria yang berdiri di sampingku ini, dia adalah Cho Kyuhyun, kepala pengawal tingkat 1 dan dia bertugas untuk menjadi pengawal pribadiku dan sekarang Ia akan ditemani oleh kepala pengawal tingkat 2…”
“mo???” kaget YeonSae dalam hatinya dan Ia segera menegakkan kepalanya.
“dan ku mohon… Untuk kepala pengawal tingkat 2 segera berdiri di sampingku. Ppali…” perintah Siwon. Siwon dan Kyuhyun menunggu pengawal itu untuk muncul di hadapan mereka, tapi tidak ada seorang pun yang berpindah dari tempatnya berdiri. “nuguyo? Ppali!!” Siwon mulai kesal.
“choneun…” kata YeonSae tiba-tiba yang sudah berdiri di samping Siwon.
“neoya!!?? kenapa tiba-tiba kau ada di sampingku??” Siwon menggelengkan kepalanya.
“aaah… kau menyuruh kepala pengawal tingkat 2 untuk berdiri di sampingmu kan?? aku sudah berdiri di sampingmu sekarang.”
“baiklah, jika memang kau yang akan menemaniku…. tapi, Kenapa kami tidak melihatmu meninggalkan tempat kau berdiri??” tanya Kyuhyun.
“hehehe… aku memang sengaja menyelinap dari belakang… mianhaeyo…” jawab YeonSae.
“kau ini seperti hantu saja… ahh!! Seandainya aku bisa memecatmu!! Pasti bukan kau yang akan menjadi pengawal pribadiku yang lain!!”
“apa itu berarti… kau tidak akan memecatku?? Hoaaa…. gomawo!!!” teriak YeonSae senang kepada Siwon.
“kau tidak akan dipecat. Karena hanya Tuan Besar Hyundae-lah yang berhak memecat pengawal dan pelayan yang ada di sini. Sebaiknya, kau meminta maaf sekarang.” Perintah Kyuhyun.
“ahhh… nae… umhhh…. maafkan aku atas ketidaksopananku sebelumnya….” kata YeonSae.
“terserah kau saja!!” balas Siwon. Lalu Ia segera menaiki tangga, meninggalkan ruangan utama.
“haizz!! Menyebalkan sekali orang itu!!” gerutu YeonSae dalam hatinya.
“untuk semuanya… silahkan kembali kepada pekerjaan kalian… terima kasih sudah menyambut kedatangan Tuan Muda Choi Siwon.” Jelas Kyuhyun lalu Ia membungkukkan badannya. Dan semua kembali ke pekerjaannya masing-masing.
“Jika ini alasannya aku dipilih sebagai kepala pengawal tingkat 2. Lebih baik aku menolaknya. Haizz…” keluh YeonSae.
“kerjakanlah sesuatu yang sudah dipercayakan kepadamu.” Kata Kyuhyun dingin.
“ahh! nae… arasseo!! Umhh?. lalu… apa yang harus kulakukan sekarang?? Aku benar-benar bingung.”
“tak perlu bingung, kau hanya akan mendapatkan perintah dariku. Hanya saja, jika Siwon sendiri yang menyuruhmu, tak lain harus kau kerjakan saat itu juga. Apa itu terdengar sulit?”
“ahh?? aniyo… umhh… baiklah kalau begitu… pengawal Cho… mohon kerjasamanya.” Kata YeonSae sambil membungkuk.
“siapa namamu??” tanya Kyuhyun.
“Hwang YeonSae Imnida!” jawab YeonSae.
“nae… panggil saja aku Kyuhyun-Sunbei! sekarang kau ikut aku!” perintah Kyuhyun.
“ah… arayo!” YeonSae berjalan mengikuti Kyuhyun dari belakang. “dingin sekali pengawal ini. Haah!! Lengkaplah sudah… seorang Tuan Muda yang keras kepala dan tempramen juga kepala pengawal senior yang dingin. Entah bagaimana jadinya ini.” keluh YeonSae dalam hatinya.
# # # # # #


Kyuhyun pergi ke kamar Siwon bersama YeonSae. Siwon terlihat sedang berganti pakaian yang terlihat sangat formal. Kemudian, Kyuhyun dan YeonSae masuk ke dalam kamar Siwon. YeonSae yang melihat Siwon dalam kamarnya langsung menundukkan kepalanya karena ketakutan.
“ah!! mianhaeyo Kyuhyun-Sunbei!” kata YeonSae yang menabrak punggung Kyuhyun pelan.
“Tuan Siwon! Apa kau sudah siap??” tanya Kyuhyun.
“hey! Panggil saja aku Siwon!! Kau sudah mengenalku sejak lama.” kata Siwon yang sedang bercermin. Kemudian Ia berbalik menghadap Kyuhyun. “neoya!!! Untuk apa kau masuk ke kamarku??” bentak Siwon sambil menunjuk YeonSae.
“ah??” YeonSae segera bersembunyi di belakang Kyuhyun. “aku pengawalmu… uhmm… Tuan Siwon.” Kata YeonSae sambil ketakutan.
“jangan panggil aku tuan!!! Sekarang kau tunggu saja di luar!!!” perintah Siwon.
“turuti saja perintahnya.” Kata Kyuhyun pelan.
“baiklah!!” jawab YeonSae. YeonSae pun mengikuti perintah Siwon untuk menunggu di luar. #brak!!!# Pintu kamar pun Siwon tutup. “aaaah!!!!! Mengesalkan sekali pria bernama Siwon itu!!!!!” gerutu YeonSae sambil menggembungkan pipinya.
“dia sedikit ceroboh…” kata Kyuhyun.
“kalau kau tidak ingin wanita itu menjadi partnermu. Aku akan sangat mendukungmu!!”
“sepertinya dia butuh bantuanku, agar kau bisa menerimanya. Karena, suatu saat dia akan menjadi pengawalmu sepertiku. Sepertinya semua pengawal baru kau perlakukan sama, termasuk diriku….”
“tapi, aku tidak berpikir untuk mengganti dirimu dengan pengawal bodoh seperti dia.” Kata Siwon sambil menunjuk ke arah pintu.
“kau tidak bisa menolak! kau sudah siap? Kita akan segera pergi mengunjungi perusahaan Appamu.”
“Kyuhyun-sshi!! Sejak kecil! kau benar-benar menjengkelkan!!”
“aku akan keluar, memerintahkan YeonSae untuk bersiap. Berhentilah membentaknya, karena Appamu akan merasa aneh. Dan jangan melarang dia untuk memanggil mu dengan Tuan. Karena itu yang memang seharusnya dilakukan seorang pengawal kepada Tuannya.” Pinta Kyuhyun.
“wanita itu memang harus berterima kasih padamu!! baiklah aku akan melakukannya.” Balas Siwon. Kyuhyun pun keluar dari kamar Siwon lalu menutup pintunya dengan pelan.
“ahh!! Kyuhyun-Sunbei!!” seru YeonSae sambil menundukkan kepala.
“bersiaplah… kita akan mengunjungi perusahaan Tuan Besar Hyundae bersama Siwon. Dan jangan lupa untuk memanggilnya Tuan.” Jelas Kyuhyun.
“bukankah, dia tidak ingin aku panggil tuan??” tanya YeonSae.
“ini demi kebaikannya.” Jawab Kyuhyun dingin. Tak lama Siwon pun keluar dari kamarnya. Tanpa menutup pintu kamarnya Ia berjalan meninggalkan Kyuhyun dan YeonSae.
“ku tunggu kalian di mobil!” kata Siwon Kyuhyun mengikuti Siwon. Lalu Ia menoleh ke belakang, terlihat YeonSae sedang menutup pintu kamar Siwon.
“ppali!!” kata Kyuhyun yang menunggu YeonSae.
“ahh… nae…” YeonSae pun berlari. Dan pergi menuju mobil bersama Kyuhyun.
# # # # # #
YeonSae dan Kyuhyun sudah berada di luar. Mereka segera naik ke mobil dan Siwon sudah menunggu mereka berdua. Kyuhyun duduk di bangku paling depan. Sedangkan YeonSae duduk bersama Siwon di belakang.
“mau apa kau??” tanya Siwon. “Kyuhyun-sshi!! Bertukar tempat duduk-lah denganku! Kali ini kau tidak bisa menolak!” pinta Siwon.
“mo?? soal tempat duduk saja dia permasalahkan! Neoya chincha!!!” gerutu YeonSae dalam hati sambil menggembungkan pipinya lagi. Siwon pun keluar dari mobil begitu pula dengan Kyuhyun. Mereka bertukar tempat duduk.
“tak perlu kesal.” Kata Kyuhyun kepada YeonSae pelan.
“ah!” YeonSae segera berhenti menggembungkan pipinya. “aniyo…” kata YeonSae. Mobil pun menyala dan segera berangkat menuju perusahaan milik keluarga Siwon itu.
# # # # # #
Akhirnya, mobil itu tiba, tepat di depan sebuah perusahaan yang sangat megah. Perusahaan milik keluarga besar dari Choi Siwon. Ini merupakan pertama kalinya bagi Siwon untuk melihat perusahaan milik Appanya yang berada di Korea. Dan ini pun pertama kalinya bagi Kyuhyun dan YeonSae untuk mengawal Siwon ke perusahaan milik keluarganya.
Semua turun dari mobil mewah itu. Siwon melangkah memasuki perusahaan itu dengan gagahnya. Diikuti Kyuhyun dan YeonSae yang bersiap mengawal Siwon setiap waktu. Siwon tiba di depan pintu sebuah ruangan. Ketika Ia membukanya, sang Appa bersama klien bisnisnya sedang berdiri menunggu kedatangannya.
“selamat datang Choi Siwon, pewaris perusahaanku satu-satunya. Juga Cho Kyuhyun serta Hwang YeonSae pengawal putra tunggalku.” Sambut Choi Hyundae yang merupakan Appa dari Siwon. Saat itu juga, Siwon, Kyuhyun dan YeonSae membungkuk menunjukkan rasa hormat mereka.
“jeongmal kamsahamneeda Appa serta para klien bisnis sekalian atas sambutan kalian atas kedatangan ku.” Kata Siwon.
Kemudian Siwon menegakkan badannya. Diikuti oleh Kyuhyun dan YeonSae. Siwon pun duduk di kursi yang sudah disiapkan untuknya. Dan Kyuhyun bersama YeonSae berdiri tegak di belakang dekat Siwon.
“omo!! aku sangat gugup… kakiku gemetaran.” Kata YeonSae dalam hatinya.
Lalu, Kyuhyun memperhatikan YeonSae. Kemudian Ia membisikkan sesuatu kepada Siwon. Terlihat Siwon mengangguk. Kyuhyun menghampiri YeonSae.
“ikut aku keluar! jangan lupa untuk membungkuk terlebih dahulu.” bisik Kyuhyun.
Kemudian Kyuhyun mebungkukkan badannya diikuti YeonSae. Lalu Kyuhyun menarik tangan YeonSae dan pergi meninggalkan ruangan rapat.
“moseumnikka Kyuhyun-Sunbei??” tanya YeonSae.
“tenangkan dirimu!” suruh Kyuhyun.
“ahhh??? waeyo?? Aku sedang tidak merasa kesal kepada Siwon. Kita kembali saja ke dalam.” YeonSae berusaha membuka pintu ruang rapat.
“jamkkan!!” Kyuhyun menarik kembali tangan YeonSae.
“ahh?? waeyo??” tanya YeonSae lagi dengan suara keras. Kyuhyun segera membungkam mulut YeonSae.
“kau ini benar-beanr ceroboh!! Cepat ikut aku!!” perintah Kyuhyun sambil menarik YeonSae ke ruang tunggu perusahaan. Dan mereka pun duduk di kursi.
“mianhaeyo… tapi, aku benar-benar tidak mengerti kenapa Kyuhyun-Sunbei menyuruhku keluar? apa aku bertindak memalukan?” tanya YeonSae.
“aniyo… hanya saja, aku mencegahmu sebelum terjadi hal seperti itu.” Jelas Kyuhyun.
“mo? kenapa sunbei berkata seperti itu??” kata YeonSae.
“sudahlah, kau tak usah berbohong padaku. Aku melihat kakimu gemetaran saat kau berada di ruang rapat. Kau sangat gugup bukan? Sepertinya ini pertama kalinya bagimu, berdiri mengawal seseorang di hadapan banyak orang penting.”
“ah?? kenapa sunbei tahu kalau kakiku gemetaran? Jeli sekali mata sunbei… dan seperti yang Kyuhyun-sunbei katakan tadi, ini pertama kalinya bagiku dan aku sangat gugup.” Jelas YeonSae.
“lagipula… aku tidak ingin melihat kau menggembungkan pipimu di sana… itu akan sangat memalukan untuk Siwon dan kau bisa dimarahi olehnya.”
“ahh… kenapa Kyuhyun-sunbei berkata seperti itu?? Tentu saja aku tidak akan menggembungkan pipiku!!” tapi YeonSae menggembungkan pipinya.
“sudah ku bilang kan kau akan menggembungkan pipimu!! Lihat saja wajahmu sekarang ini. Hahhaa… Hahahaha….” Kyuhyun tertawa sambil menekan pipi YeonSae dengan telunjuknya hingga pipinya tidak lagi menggembung.
“umhh??” YeonSae memperhatikan Kyuhyun. “dia tertawa karena pipiku menggembung? Jahat sekali kau sunbei!” kata YeonSae dalam hatinya.
Tak lama Siwon pun muncul dengan wajah kesal dan lelah. Ia melonggarkan dasinya.
“baguslah kalian ada di sini!! Cepatlah kita pulang!!” perintah Siwon.
“moseumnikka? Kenapa wajahmu kesal seperti itu??” tanya Kyuhyun yang beranjak dari kursi diikuti YeonSae.
“sudah kubilang kan… aku tidak menyukai hal seperti ini. Ini membuatku depresi…” jawab Siwon.
“Appamu tahu kan, kalau kau ingin kembali pulang?” tanya Kyuhyun lagi untuk memastikan.
“tentu saja! Aku beralasan bahwa aku sangat lelah setelah perjalanan dari Jerman dan ingin beristirahat. Aku akan masuk ke mobil.” Siwon pergi meninggalkan Kyuhyun dan YeonSae. Kemudian mereka mengikuti Siwon.
“selain mudah marah ternyata dia juga mudah terkena depresi. Tapi, hal ini sudah menjadi tanggung jawabnya kan? apa dia bisa seenaknya seperti ini?? Bukan urusanku lagipula…” gumam YeonSae dalam hatinya.
Lalu YeonSae membuka pintu belakang mobil, Ia melihat Siwon berada di dalamnya. Dan Ia melihat Kyuhyun duduk di bangku depan.
“untuk apa kau berdiri di situ?? Ppali! Masuk dan duduklah!!” bentak Siwon yang melihat YeonSae masih berdiri.
“bukankah kau tidak ingin duduk denganku??” tanya YeonSae.
“lalu kau mau duduk di mana lagi?? Di atas mobil ini?? Atau di bagasi?? Aishh… neoya chincha!”
“ahh… baiklah!!” YeonSae pun masuk dan duduk bersama Siwon di belakang. Mobil pun meninggalkan perusahaan itu.
“apa kau benar-benar ingin pulang??” tanya Kyuhyun di tengah perjalanan pulang.
“sepertinya begitu. Aku benar-benar lelah sekali…” jawab Siwon.
“baiklah kalau begitu…”
Tak lama Siwon tertidur dengan nyenyaknya. Ia memang tidak sempat tidur ketika di pesawat. Sibuk mempelajari hal-hal yang akan Ia bahas di rapat perusahaan milik Appanya hari ini. Lalu, tanpa terasa, kepala Siwon menempel di bahu YeonSae.
“umhh??” YeonSae menoleh. “ahh!! kenapa dia harus tertidur di pundakku? Ahh beratnya… mana berani aku membangunkannya. Dia pasti memarahiku. Haizz… tapi, wajahnya aneh juga ketika tertidur. Hahaha…” gumam YeonSae dalam hati. Dia pun tersenyum melihat wajah Siwon yang terlihat aneh menurutnya.
“kenapa dia tersenyum??” tanya Kyuhyun dalam hatinya sambil memperhatikan YeonSae dari kaca spion.
“omo!! Kyuhyun-sunbei memperhatikanku dari kaca spion!! Dia pasti akan memarahiku karena menertawai orang ini. Lebih baik aku berhenti tertawa.” Kata YeonSae dalam hati.
# # # # # #
Mereka pun tiba di rumah. Siwon terlihat masih tertidur. Lalu Kyuhyun membopong tubuh Siwon perlahan. YeonSae turun dari mobil dan melihat Kyuhyun yang terlihat kesulitan membopong Siwon. YeonSae pun berlari menghampiri Kyuhyun.
“Kyuhyun-sunbei… izinkan aku membantumu…” kata YeonSae.
“tidak perlu!” balas Kyuhyun.
“ahh!! buatlah aku terlihat lebih berguna… untuk apa aku menjadi partnermu Kyuhyun-sunbei?? Ayo kita bopong dia bersama.” YeonSae pun meletakkan tangan Siwon di pundaknya. Dan membantu Kyuhyun membopong Siwon ke kamarnya.
“lakukan saja semaumu!” kata Kyuhyun.
Akhirnya mereka berdua membopong Siwon menuju kamarnya. Setelah tiba di kamar Siwon. Mereka membaringkan Siwon perlahan agar tidak terbangun. Setelah itu, Kyuhyun melepas jas Siwon sedangkan YeonSae melepaskan sepatu Siwon. Lalu, Kyuhyun menyelimuti Tuannya itu. Dan YeonSae memper-hatikannya.
“ayo kita keluar!” perintah Kyuhyun.
“ahh! nae…” Kyuhyun dan YeonSae keluar dari kamar Siwon. Lalu Kyuhyun menutup pintu kamar Siwon perlahan. Mereka pun berjalan perlahan meninggalkan ruangan tersebut.
“kenapa kau memperhatikanku tadi?” tanya Kyuhyun tiba-tiba.
“umhh? Aniyo… hanya saja…”
“kau tidak berpikiran bahwa aku menyukai Siwon kan??”
“ahh… sunbei selalu bisa membaca pikiranku… hehehe… mianhae…”
“pikiranmu menjijikan sekali soal kedekatanku dengan Siwon!!” kata Kyuhyun dingin, kemudian Kyuhyun mempercepat langkahnya dan meninggalkan YeonSae.
“ahh!! aku kan sudah meminta maaf… jangan marah sunbei!! Umhhh!!” YeonSae lagi-lagi menggembungkan pipinya. Tiba-tiba Kyuhyun menghentikan langkahnya, lalu berjalan kembali ke arah YeonSae.
“jangan pernah kau gembungkan pipimu lagi!” kata Kyuhyun sambil menekan gembungan pipi YeonSae hingga pipi YeonSae tidak menggembung. Kemudian Kyuhyun tersenyum. Dan kembali melangkah meninggalkan YeonSae yang terdiam.
“kenapa kau melarangku untuk menggembungkan pipiku?? Kyuhyun-sunbei beruntung sekali aku menjadi partnermu!!” kata YeonSae dalam hatinya yang bercampur rasa heran dan senang. Dan Ia kembali melangkah menuju kamarnya.
# # # # # #
Pagi harinya, YeonSae merasa sangat lapar. Lalu, Ia memutuskan untuk pergi ke dapur untuk sarapan. Tapi, tidak jauh dari dapur YeonSae mendengar suara ribut.
“aigo!! Siapa yang kau suka?? Tuan Muda Siwon atau Kepala pengawal Kyuhyun??” seru para pelayan wanita yang terdengar dari dapur.
“sepertinya mereka sedang membicarakan Siwon dan Kyuhyun-sunbei… aku akan mengupingnya. Hehehehe…” usil YeonSae pelan sambil mendekat ke arah pintu di sampingnya.
“tentu saja aku memilih Tuan Muda Siwon. Aku tidak bisa melupakan wajahnya saat pertama kali bertemu!” seru pelayan yang lain.
“bagiku Kepala pengawal Kyuhyun lah yang paling terbaik!! Sudah tampan, dia juga pasti bisa mengawalku dengan baik dan dia akan melindungi ku dari segala bahaya. Ahh!!” seru pelayan satunya.
“waa… tak ku sangka mereka bisa mendapatkan penggemar dalam satu hari. Humhh… tapi jika aku di suruh memilih. Tentu saja, aku akan memilih Kyuhyun-sunbei…. hahaha…” kata YeonSae pelan.
“apa maksudmu?? Siapa yang menyuruhmu untuk memilih hah?? Memangnya ada orang yang berharap untuk kau pilih??” gertak seseorang.
“aissh!! Suara ini… umhhh!!” YeonSae kembali menggembungkan pipinya lalu berjalan pelahan tanpa melihat orang yang ada di belakangnya.
“mau kemana kau?? Hah??” Ia menarik baju YeonSae. YeonSae pun mencoba untuk melepaskan tangan yang menarik bajunya.
“AAAH!!!! mianhaeyo!! Tuan Muda Siwon!! Tolong lepaskan bajuku!!” mohon YeonSae yang masih mencoba berjalan.
“huh!! Baiklah!!” Siwon melepaskan baju YeonSae hingga Ia tersungkur. Pada saat itu, Kyuhyun melewat di hadapan YeonSae, dan tak sengaja YeonSae memeluk Kyuhyun.
“kau sudah bisa berdiri sekarang?” tanya Kyuhyun.
“ahh!! sunbei!! Mianhae… aku tidak bermaksud…” YeonSae melepaskan pelukannya pada Kyuhyun. “umhh!!” #plup# YeonSae berniat untuk menggembungkan pipinya lagi. Tapi kedua tangan Kyuhyun menekan kedua pipi YeonSae.
“apa kau melupakan perkataanku?” tanya Kyuhyun yang masih menekan pipi YeonSae hingga bibirnya menjadi rapat dan memipih.
“uku mengungutnyu… hunyu suju… sanbui membwatku kusulutun berbucuru. Busukuh sunbui burhuntu munukun pupuku??” tanya YeonSae yang kesulitan untuk berbicara dengan wajah pasrah.
“hahahaah!! Kau ini ada-ada saja!! Mianhaeyo…” #Plup! Plup! Plup! Plup!# tawa Kyuhyun sambil menekan-nekan pipi YeonSae berulang-ulang kali lalu berhenti.
“apa yang kau lakukan Kyuhyun-sshi?? Kalian berdua sama anehnya… lebih baik aku pergi ke kamarku!!” kata Siwon kesal. Kemudian Ia menuju kamarnya. Dengan sengaja Ia berjalan menyela Kyuhyun dan YeonSae yang berdiri berdekatan. Dan menabrak bahu YeonSae.
“kau pikir tidak ada jalan lain?? Kenapa menabrakku?” teriak YeonSae kesal.
“humhh??” Siwon menadahkan kepalanya. Lalu Ia berjalan mendekati YeonSae dan menarik tangannya dan mereka berada di atas tangga. “dengarkan aku!! Hari ini kau sudah membuat banyak kesalahan. Dan aku belum memaafkan satupun dari kesalahan yang kau buat. Dan lihat saja, aku akan memberi tahu kepada Kyuhyun soal kata-katamu tadi. Hah!! Lihat saja…” bisik Siwon yang mengancam YeonSae.
“ahhh?? andweyo!!” mohon YeonSae sambil berbisik. Kyuhyun terus memperhatikan YeonSae dan Siwon. “kumohon jangan katakan hal itu padanya!!” mohon YeonSae lagi dengan berbisik.
“baiklah!! Tapi, lihat saja apa yang akan ku perintahkan kepadamu, untuk menebus semua dosamu itu! Hah!!” Siwon melepas tangan YeonSae lalu berjalan menuju kamarnya.
“haizzz!! Orang itu!!!” YeonSae melihat ke arah bawah tangga dan masih melihat Kyuhyun yang berdiri di depan pintu dapur, lalu menghampirinya. “Kyuhyun-sunbei!! Apa yang sunbei lakukan??” tanya YeonSae.
“dengarlah… sepertinya mereka sedang membicarakanmu…” jawab Kyuhyun.
“chinchayo?? memangnya ada apa denganku??” YeonSae bertanya-tanya kemudian kembali menguping.
“kau benar sekali!! Aku iri sekali kepada YeonSae-noona… seandainya aku diterima sebagai pengawal. Aku pasti bisa menjadi seperti dia sekarang ini??” kata pelayan itu.
“kau benar… aku menyesal kenapa aku menolak menjadi pengawal pada saat itu. Baboayo!!” kata pelayan yang lain.
“seandainya mereka tahu bagaimana sifat kedua orang ini!” gumam YeonSae dalam hati.
“sifat kami yang bagaimana?? Ppali… katakan padaku!” suruh Kyuhyun.
“ahh?? aniyo…” tiba-tiba… #gruuukk# “haizz… perutku lapar sekali…” keluh YeonSae.
“suara apa itu?? Perutmu?? Kau kelaparan?” tanya Kyuhyun.
“hehehehe… mianhae, jika aku tidak sopan. Mungkin jika aku pergi mandi, rasa lapar ini akan hilang. Hehehe… nae permisi Kyuhyun-sunbei!!”
“jamkkan!! Mana boleh kau membiarkan perutmu kelaparan.” Gertak Kyuhyun.
Kemudian, Kyuhyun membuka pintu dapur itu dan pada waktu yang bersamaan, para pelayan itu segera berhenti mengobrol. Mereka membungkukkan badan mereka lalu keluar dari dapur. Kemudian Kyuhyun masuk ke dapur.
“kau juga lapar Sunbei??” tanya YeonSae lalu mengikuti Kyuhyun masuk ke dapur.
“mendengar suara perutmu itu, aku jadi lapar.” Jawab Kyuhyun.
“haizz!! Apa mereka berdua sudah saling jatuh cinta?? Haizz…” keluh Siwon yang memperhatikan Kyuhyun dan YeonSae dari lantai 3. “sebaiknya ku pastikan jika itu tidak benar.” Siwon pun kembali turun ke lantai dasar.
“berhentilah membahas suara perutku. Kau membuatku malu saja Kyuhyun-sunbei.” Keluh YeonSae.
“aku hanya bercanda. Duduklah!! Biar kumasakkan kau Omelet. Berjanjilah untuk tidak menertawai masakanku!!” kata Kyuhyun memperingati. Dan Ia mulai memasak.
“nae Kyuhyun-sunbei!!” jawab YeonSae.
“aaah!! Apa perasaanku itu benar?? Aku akan mengetes Kyuhyun!!” kata Siwon dalam hatinya yang sedang bersembunyi di samping pintu dapur.
“baiklah!! Omelet buatan ku sudah siap!! Ayo kita makan bersama-sama.” Ajak Kyuhyun.
“wah!! Kebetulan sekali… aku juga belum sarapan dan perutku sangat lapar.” Kata Siwon yang masuk ke dapur.
“ah?? kau makan saja punyaku!!” kata YeonSae tiba-tiba kemudian pipinya menggembung. Kyuhyun pun memperhatikan tingkah keduanya dengan alis yang mengerut.
“chinchayo??” baiklah kalau begitu.” Siwon pun duduk di sebelah YeonSae.
“Siwon!! Makan saja omelet milikku!!” kata Kyuhyun tiba-tiba.
“waeyo?? Bukankah sama saja, meskipun itu milikmu atau milik YeonSae. Hah??” balas Siwon.
“ahh! Kyuhyun-sunbei… gwenchanayo…” kata YeonSae.
“bukankah kau sendiri yang bilang bahwa kau lapar???” #BRAK!!!# Kyuhyun memukul meja makan dengan keras. “Terserah kau saja!!!” bentak Kyuhyun.
Lalu Ia meninggalkan dapur dengan wajah dingin. YeonSae dan Siwon terdiam.
“hauff… hauff…” YeonSae terlihat agak sesak.
“hey!! Waeyo?? Ada apa denganmu??” tanya Siwon panik.
“UMHHHH!!!!!” YeonSae menggembungkan pipinya sekuat tenaga. “kumohon tahanlah!!” mohon YeonSae dalam hatinya.
“hey!! Kenapa kau melakukan hal itu lagi??” Siwon bertambah panik. Tapi, YeonSae hanya menggelengkan kepalanya. Dan tak lama, air matanya pun keluar lalu Ia berhenti menggembungkan pipinya. “kenapa kau menangis!! Yeoja chincha!!!” Siwon terlihat panik.
“sudahlah… jangan pedulikan aku… kau tinggalkan saja aku sendiri…. hiks… hiks…” kata YeonSae yang masih menangis terisak-isak.
“aku tidak setega itu!! Lagipula, aku tidak benar-benar ingin memakan omeletmu!! Untuk apa kau menangis? Ini ku kembalikan!!” kata Siwon.
“bukan itu bodoh maksudku!!!! Hiks… hiks… sudah pergilah sana!!!”
“kenapa kau memanggilku bodoh?? Aku tidak akan pergi sampai kau berhenti menangis!!”
“mo?? terserah kau saja… perutku lapar sekali…” YeonSae mulai memakan omelet buatan Kyuhyun dengan air mata yang masih menetes.
“aneh sekali kau… makan sambil menangis… tapi, perutku juga lapar. Ku makan saja omelet milik Kyuhyun. Mianhae Kyuhyun… selamat makan!” kata Siwon.
Akhirnya YeonSae dan Siwon sarapan bersama-sama. Siwon pun lupa dengan tujuan sebelumnya.
“omo… omelet ini lezat sekali!! Hiks… hiks…” puji YeonSae.
“kau benar!! Kyuhyun memang pandai memasak!! Dia ahli dalam segala hal!!” puji Siwon.
“perutku kenyang!!” kata Siwon dan YeonSae bersamaan.
“baguslah kau sudah berhenti menangis. Kau bersiaplah! Kita akan pergi ke perusahaan Appaku!!” Siwon beranjak dari kursinya dan meninggalkan dapur.
“chincayo!! memalukan!! Menangis di depan orang seperti dia… tapi, wajah Kyuhyun-sunbei chincha!! menakutkan. Omo… apa dia marah padaku?? Sebaiknya aku bersiap terlebih dahulu.”
YeonSae pun meninggalkan dapur dan pergi ke kamarnya untuk bersiap. Setelah YeonSae bersiap, Ia pergi ke ruang dengan pintu utama menunggu Kyuhyun dan Siwon turun.
“kemana mereka??” tanya YeonSae.
“YeonSae!!” panggil Kyuhyun dari atas tangga.
“ahh… Kyuhyun-Sunbei!!” YeonSae pun menghampiri Kyuhyun. “uhm.. mianhae soal tadi pagi…” YeonSae menundukka kepalanya.
“kaja! Siwon menyuruh kita ke kamarnya.” Kata Kyuhyun lalu dia melangkah menuju kamar Siwon.
“ahh… nae…” kata YeonSae. “apa dia benar-benar marah padaku?? Sifat mereka berdua benar-benar mirip!” keluh YeonSae dalam hati. Lalu Ia mengikuti Kyuhyun dari belakang. Kemudian, YeonSae masuk ke kamar Siwon.
“darimana saja kau??” bentak Siwon.
“aku menunggu kalian berdua di bawah!!” jawab YeonSae.
“terserah kau saja!! Tolong kalian dengarkan! Hari ini adalah hari pertamaku bekerja di perusahaan ayahku. Aku mohon bantuan kalian agar aku, bisa bekerja hanya separuh dari waktu kerjaku. Setelah itu, aku akan pergi pulang bersama kalian. Kalian mengerti?” tanya Siwon setelah menjelaskan keinginanya.
“kita lihat saja nanti.” Kata Kyuhyun.
“aah?? Ada apa dengan kedua orang ini?? Mereka benar-benar seenaknya.” Gerutu YeonSae dalam hati.
“hey!! Kau!! Siapa namamu tadi??” tanya Siwon.
“Hwang YeonSae…” jawab YeonSae.
“ah… apa kau mengerti?? Jika rencana gagal karena kau lihat saja!! Kau akan, tamat!!” ancam Siwon. Lalu Ia keluar dari kamarnya.
“saramiya!!!!!!!! Chincha!!!!!!!!!” kesal YeonSae dalam hatinya.
“kau ingin menggembungkan pipimu lagi?? Lakukan itu jika tidak ada aku di hadapanmu!!! Ppali!!” perintah Kyuhyun. Kemudian Ia menyusul Siwon.
“arayo!!” jawab YeonSae lalu mengikuti Kyuhyun dari belakang.
Mereka tiba di luar lalu terlihat Siwon duduk di bagian depan. Sehingga Kyuhyun dan YeonSae duduk di belakang bersama. Mereka berdua masuk. Terlihat YeonSae yang menghela nafasnya lega.

…..to be countinue…..

5 responses »

  1. boleh izin copy gk?
    aku pake full credit kok. yayaya? ^^
    sekalian ngenalin FF2 keren ke temen2 aku
    siapa tau entar temen2 aku ketagihan baca FF
    jadi sering mampir sini. yayayya?
    gk boleh juga gk papa deh🙂
    abisnya keren bgt X)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s