Our Protector Part 2

Standar
Author : Faa_teuki_teuki
___________________
Setibanya di perusahaan, Siwon diikuti Kyuhyun dan YeonSae segera melangkah menuju ruangan milik Siwon. Serentak seluruh pegawai yang berkumpul di ruang utama, memperhatikan kedatangan mereka. Dan tak diragukan, semua pegawai wanita kembali memperbincangkan Siwon dan Kyuhyun.
“omo!! mereka bagaikan artis terkenal saja… sedangkan aku? Haizz…” keluh YeonSae dalam hatinya. dan Kyuhyun memperhatikan partnernya itu dan tersenyum kecil.
Beberapa lama kemudian, mereka tiba di depan sebuah pintu yang sangat tinggi. Lalu, Siwon membuka pintu itu. Setelah pintu terbuka, terlihat ruangan yang sangat besar dengan barang-barang mewah yang akan Siwon gunakan sebagai ruang kerjanya.
“ruangan ini tidak sebesar kamarku di Jerman. Membosankan sekali!! Bahkan, sepertinya ruangan ini masih kalah dengan kamar milikmu Kyuhyun??” kata Siwon.
“begitukah?? Sepertinya kau benar…” jawab kyuhyun sambil tersenyum.
“mo??? apa kalian berdua tahu? Ruangan ini lebih besar dari rumah orang tuaku di Pusan. Apa kalian tinggal di sebuah istana, saat di Jerman hah??” pikir YeonSae sambil mengerutkan kening.
“ayo kita masuk.” Suruh Kyuhyun.
Setelah mereka memasuki ruangan. Siwon segera duduk di kursi kerjanya. Sedangkan YeonSae dan Kyuhyun duduk di sofa berhadapan.
“lalu apa yang kita lakukan Kyuhyun-sunbei??” tanya YeonSae dengan suara pelan.
“menunggu perintah Siwon.” Jawab Kyuhyun sambil membaca sebuah buku.
“ahhh…” YeonSae mengangguk lalu memperhatikan Siwon. “apa tuan muda pemarah seperti ini bisa memimpin perusahaan ini sebaik ayahnya?? Aku meragukannya.” Pikir YeonSae.
Saat itu juga, Siwon menyadari bahwa YeonSae memperhatikannya. Kemudian Ia melihat mata YeonSae.
“waeyo?? Kenapa kau memperhatikanku??” tanya Siwon dengan kesal. Lalu, Kyuhyun melihat ke arah YeonSae.
“ahh… aniyo!!” jawab YeonSae lalu menundukkan kepalanya.
Kyuhyun kembali membaca buku miliknya.
“semua terlihat sibuk. Sedangkan aku? Ahh!! umhh…”
YeonSae melirik ke kanan dan ke kiri. Lalu mengeluarkan sesuatu dari saku bajunya.
“mini rubik-box ini belum sempat ku selesaikan. Hahaa…” pikirnya sambil tersenyum.
Lalu Ia memainkan rubik-box miliknya itu, dengan kesulitan tetap saja YeonSae tidak bisa menyelesaikannya. Tanpa disadari olehn YeonSae Siwon dan Kyuhyun sedang memperhatikan dirinya. Tapi, YeonSae tetap memutar-mutar mini rubik-box miliknya.
“babo!!!” gertak Kyuhyun dan Siwon bersamaan. Lalu, YeonSae yang terkejut melihat ke sebelah kirinya.
“Siwon??? Sejak kapan kau ada di sampingku??” lalu, YeonSae melirik ke sebelah kanan. “Kyuhyun-Sunbei??? Sejak kapan kau duduk di sampingku. Omo!! kalian berdua mengagetkanku!! Kalian berdua juga, memanggilku babo. Jahat sekali kalian.”
“berikan mini rubik-box itu padaku!!” perintah Siwon.
“bolehkah aku meminjammnya?” tanya Kyuhyun.
“bagaimana aku meminjamkannya kepada kalian berdua? Mini rubik-box ini hanya satu. Sudahlah, aku akan menyimpan rubik-box ini. Kita kembali bekerja.”
“ppali… berikan padaku!!” Siwon merampas mini rubik-box itu. Dan kurang dari sepuluh menit semua sudah berhasil Ia selsesaikan. “kau memang bodoh!! Ini!!”
Siwon melemparkan mini Rubuk-box itu kepada YeonSae. Dan YeonSae pun menyimpannya ke dalam saku bajunya. Pipinya tak lama menggembung meskipun Kyuhyun ada di hadapannya. Tapi, Kyuhyun hanya memperhatikannya.
Jam menunjukkan pukul 12 siang. Siwon sudah terlihat selesai dengan pekerjaannya. Ia merapihkan mejanya. Kyuhyun pun beranjak dari sofa itu diikuti dengan YeonSae yang melihat Kyuhyun berdiri.
Tiba-tiba Kyuhyun merendahkan badannya seperti orang yang ingin kembali duduk, yeonSae mengikuti tingkah Kyuhyun dan ternyata Kyuhyun kembali berdiri lagi sedangkan YeonSae sudah terlanjur untuk duduk kemudian Ia segera berdiri. Kyuhyun pun tersenyum menertawai YeonSae.
“kau ini sunbei!!” kesal YeonSae sambil merapihkan seragamnya.
“apa-apaan mereka berdua ini??” tanya Siwon dalam hatinya dengan mengerutkan keningnya.
“kau sudah selesai dengan perkerjaanmu?” tanya Kyuhyun.
“sepertinya begitu… aku kira akan serumit apa… ayo kita pergi…” suruh Siwon lalu keluar dari ruang kerjanya.
“baiklah kalau begitu… kaja YeonSae.” Kyuhyun meninggalkan ruangan Siwon diikuti YeonSae.
“ternyata dia punya selera humor juga. Setidaknya dia tidak terlihat marah padaku! Hehehe…” gumam YeonSae dalam hati.
# # # # # #

Mereka semua sudah masuk ke dalam mobil. Dengan posisi duduk sama seperti saat mereka sebelum berangkat. Mobil pun menyala dan meninggalkan perusahaan siang itu juga. Siwon yang terlihat lelah melonggarkan dasinya lalu memakai kaca matanya.
“YeonSae! Itu namamu kan??” tanya Siwon tiba-tiba.
“ahh… nae… moseumnikka?” kata YeonSae.
“kau pasti tahu kan tempat-tempat menarik di kota ini?”
“aah? N..nae… kau ingin pergi ke sana?”
“sepertinya begitu… ajak aku dan Kyuhyun ke tempat yang menyenangkan.”
“ada sebuah taman hiburan di sini… kita pergi ke sana saja… setelah melalui jalan ini, kita ambil jalan ke sebelah kanan.” Jelas YeonSae.
“begitukah?? Kau saja yang urus. Aku akan tidur sebentar.” Balas Siwon.
“kalau begitu, sebaiknya kita jangan berpenampilan seperti ini. YeonSae! Kau tahu kan pusat perbelanjaan yang tidak jauh dari sini?” kata Kyuhyun.
“ahh.. nae… sebelum kita menuju taman hiburan itu, kita akan melewati pusat perbelanjaan terlebih dulu.” Jelas YeonSae.
“terserah kalian saja… kalian berdua yang urus semuanya.” Siwon pun tertidur.
# # # # # #
Tak lama, mobil berhenti di sebuah pusat perbelanjaan yang dijelaskan oleh YeonSae. Mereka turun dari mobil dan segera mencari toko pakaian terdekat. Siwon dan Kyuhyun segera memilih-milih pakaian agar tidak terlihat mencolok. Sedangkan YeonSae berdiri di depan pintu toko tersebut menunggu Kyuhyun dan Siwon.
“aishh…. kenapa dia hanya berdiri di situ??” tanya Siwon yang melihat YeonSae berada di luar.
“umhh?” Kyuhyun pun ikut menoleh. Lalu, meninggalkan Siwon dan menghampiri YeonSae. “sedang apa kau di sini??” tanya Kyuhyun.
“aku menunggu kalian… lagipula untuk apa aku masuk?” jawab YeonSae.
“babo! ppali masuklah!!” Kyuhyun menarik tangan YeonSae.
“hajiman…” teriak YeonSae.
“kau ini!! Ppali, pilih pakaian yang ada di sini!! Percuma saja jika kau tetap memakai seragam itu. Cepatlah sedikit, aku akan ganti pakaian dulu.” kesal Siwon sambil pergi ke ruang ganti.
“kau sudah dapat pakaian yang kau inginkan??” tanya Kyuhyun yang sudah ingin pergi ke ruang ganti.
“bagaimana aku bisa memilih… uangku saja tidak cukup.” Jawab YeonSae.
“potong saja dari gajimu… ppali pilihlah…” suruh Kyuhyun lagi.
“sunbei kau pikir aku tidak punya keluarga?? Lebih baik ku berikan pada mereka!! Ahh…”
“kau pikir perkataanku itu serius… tenang saja…. Kau tidak ingin Siwon bertambah marah padamu kan?? cepatlah, ku tunggu kau memilih pakaian…”
“baiklah… mianhae sudah merepotkan…” YeonSae pun segera memilih pakaian.
Akhirnya, YeonSae memilih untuk membeli celana Jeans sepanjang lutut dan kaos panjang berwarna biru. Lalu kembali menghampiri Kyuhyun.
“aku sudah selesai Kyuhyun-sunbei…” kata YeonSae.
“pakailah ini… tenang saja aku yang akan membayarsemuanya.” Kata Kyuhyun sambil menyerahkan sebuah kaca mata. Lalu, Ia pergi ke ruang ganti.
“ahhh…. gomawo Kyuhyun-sunbei!!” YeonSae membungkukkan badannya.
# # # # # #
Tak lama, Kyuhyun, Siwon, dan YeonSae keluar dari ruang ganti. Lalu Siwon dan Kyuhyun pergi ke kasir sedangkan YeonSae menunggu Siwon dan Kyuhyun di luar. Penjaga Kasir yang melayani Siwon dan Kyuhyun tak henti-hentinya menatap mereka berdua.
“ini…” kata Siwon menyerahkan kartu kredit miliknya.
“kau bayar saja pakaianmu… biar aku yang membayar pakaian milikku dan YeonSae. Ini…” kata Kyuhyun sambil menyerahkan kartu kredit miliknya.
“apa-apaan kau ini?? Sudahalah… aku yang akan membayar semuanya…” bantah Siwon.
“kau tidak bisa menolak…” balas Kyuhyun.
“terserah kau saja… hey!! Kau dengar itu kan?? lebih cepatlah sedikit.” Bentak Siwon pada penjaga kasir itu.
Setelah selesai membayar Siwon dan Kyuhyun keluar dari butik itu.
“bawa ini!!” perintah Siwon yang menyerahkan kantung berisi pakaian formal miliknya kepada YeonSae. Lalu pergi menuju mobil miliknya.
“uhhm… Kyuhyun-sunbei… nomu gomawoyo…” kata YeonSae.
“sudahlah tak usah kau pikirkan…” Kyuhyun dan YeonSae pun mengikuti Siwon dari belakang.
# # # # # #
Setelah selesai berganti penampilan. Mereka segera meninggalkan pusat perbelanjaan itu dan berangkat menuju taman hiburan yang dikatakan YeonSae sebelumnya. Dengan jarak yang tidak begitu jauh dari pusat perbelanjaan, mereka tiba di taman hiburan itu tanpa menghabiskan waktu yang lama. Siwon pun keluar dari mobilnya diikuti dengan Kyuhyun dan YeonSae.
“YeonSae kemari kau!!” suruh Siwon. YeonSae pun menghampiri Siwon. “berdirilah di sampingku… kau harus menunjukkan padaku tempat yang tidak akan membuatku jenuh!!” perintah Siwon.
“ahh! baiklah…” jawab YeonSae. Dan saat itu juga Kyuhyun berdiri di samping YeonSae. “ah? Kyuhyun-sunbei??” hati YeonSae bertanya-tanya. “mengapa aku merasa seperti orang yang dikawal?? Ahh!!” keluhnya dalam hati, YeonSae pindah ke sisi yang satunya.
“ada apa denganmu???” tanya Siwon yang aneh.
“jika aku berdiri di sini… kau benar-benar terkawal oleh kami berdua…” jawab YeonSae.
“terserah kalian saja… lagipula aku membutuhkanmu sebagai penunjuk jalan saja…. bukan pengawal…. cepatlah kita pergi…”
“ahh…. nae…” kata YeonSae. Dan mereka mulai mengelilingi taman hiburan.
“YeonSae… apa kau tidak ingin aku berdiri di sampingmu?” kata Kyuhyun dalam hatinya sambil menoleh ke arah YeonSae.
Setelah berjalan cukup lama, YeonSae pun berhenti di sebuah wahana. Ia memandangi wahana tersebut. Siwon dan Kyuhyun pun ikut berhenti karena hanya YeonSae yang mengetahui seluk-beluk taman hiburan itu.
“apa ini menegangkan?” tanya Siwon yang ikut memperhatikan wahana tersebut.
“menurutku ini menegangkan!” jawab YeonSae. #plak# “awww!!! Kenapa kau memukulku???” teriak YeonSae kesakitan.
“ini hanya sebuah komidi putar!!! Apa menegangkannya yang seperti ini??” bentak Siwon kesal.
“siapa yang ingin naik komidi putar ini!!!??? Lihat ke atas sana!!! BABO!!!!!” balas YeonSae menunjuk wahana yagn Ia maksud.
“kenapa kau berhenti di…” Siwon pun melihat wahana itu. “woaaaah!! Ppali… kita ke sana!!! sudah lama aku tidak naik rollercoaster.” Siwon pun berlari menuju wahana itu.
“aigooo!! Kepalaku sakit sekali!!! Awas ya kau!!!” kesal YeonSae. “umhh??” YeonSae mengurungkan niatnya untuk menggembungkan pipinya karena dia merasakan seseorang mengelus kepalanya.
“kau tidak menggembungkan pipimu??” tanya Kyuhyun yang mengelus kepala YeonSae.
“Kyuhyun-sunbei?? Ahhh…. sepertinya tidak perlu…. hehehe… gomawo sunbei….”
“baiklah kalau begitu…”
Kyuhyun dan YeonSae pun menyusul Siwon. Terlihat Siwon sudah mengantri dan sudah bersiap untuk menaiki rollercoaster itu. Lalu tiba giliran Siwon, Kyuhyun dan YeonSae untuk naik. Siwon menduduki kursi yang keduanya nampak kosong.
“YeonSae… duduklah di sini!!” perintah Siwon.
“baiklah… jangan pukul kepalaku lagi!!” mohon YeonSae.
“asal kau tidak bertindak bodoh!! Ppali… duduklah… Kyuhyun kau duduk di belakang saja…”
“sepertinya memang hanya kursi itu yang bisa kududuki…” kata Kyuyun dalam hatinya. lalu Ia duduk di kursi yang agak jauh dengan kursi Siwon dan YeonSae.
Setelah semuanya duduk, mesin rollercoaster pun dinyalakan. Perlahan rollercoaster mulai bergerak. Terlihat wajah YeonSae dan Siwon sangat tegang. Mereka berdua tidak berhenti menghela nafas. Sedangkan Kyuhyun terlihat tenang dan terus memperhatikan Siwon dan YeonSae. Dan tak lama, rollercoaster mulai melewati lintasan yang menanjak. Sangat tinggi, dan tiba saatnya rollercoaster untuk menuruni lintasan itu.
“eommmmaaaa!!!!!!!!!!!!!!!
” teriak YeonSae sekencang-kencangnya.
“wooaaaaaaaaaaaahhhh!!!!” teriak Siwon sekencang-kencangnya.
“aishh….” kata Kyuhyun dingin.
“ini menyenangkan sekali!!!!!!” teriak Siwon dengan wajah senang.
“kepalaku pusing sekali… kenapa semuanya nampak berputar-putar??” kata YeonSae.
“apa yang terjadi dengan YeonSae?” tanya Kyuhyun cemas di tengah rollercoaster yang masih melaju. “sial!!! kapan rollercoaster ini akan berhenti???” kata Kyuhyun kesal. “bertahanlah YeonSae, seandainya aku duduk denganmu…” gumam Kyuhyun dalam hati.
Lalu, rollercoasterpun berhenti melaju. Pengaman dan pintu rollercoaster pun terbuka. Kyuhyun segera beranjak dari kursinya. Tapi, YeonSae yang tidak sadar sudah tertidur di bahu Siwon.
“hey!! Bangunlah…” kata Siwon sambil menyenggol tubuh YeonSae.
“kepalaku…” kata YeonSae.
“sudah ku bilang jangan berbuat hal yang bodoh!! Ahh!! Terpaksa aku harus membopongmu.” Siwon pun beranjak dari kursinya dan membopong tubuh YeonSae keluar dari rollercoaster itu.
“biar aku saja yang membopongnya.” Kata Kyuhyun.
“akhirnya kau muncul!! Cepatlah bopong dia… tubuhnya berat sekali!!” kata Siwon sambil menyerahkan YeonSae kepada Kyuhyun. “aku kira dia tahan menaiki wahana ini… payah sekali dia…”
“mungkin tubuhnya sedang lemah…” bela Kyuhyun.
Mereka bertiga pun meninggalkan wahana tersebut. Dan Kyuhyun terus membopong YeonSae. Siwon memperhatikan pengawalnya yang sudah bersamanya sejak kecil itu.
“YeonSae… bangunlah….” kata Kyuhyun berulang-ulang, semenjak mereka meninggalkan wahana tersebut. “haizz… sepertinya kepalanya benar-benar pusing.”
“sepertinya kau sangat mencemaskan wanita ini?” tanya Siwon tiba-tiba.
“begitukah?? Mungkin seperti itu…” jawab Kyuhyun.
“kau selalu mengelak…” balas Siwon.
“humhh…” Kyuhyun hanya tersenyum dingin. Tak lama YeonSae menegakkan badannya. Kyuhyun pun terpaksa melepas badan YeonSae.
“aaah… kepalaku…” badan YeonSae kembali terkulai lemas lalu YeonSae memeluk badan Siwon tanpa di sadarinya.
“YeonSae!!” kata Kyuhyun kaget.
“umhh??” mata Siwon melebar lalu melihat ke arah YeonSae.
“uhm… uhmm…”
“ahhhh????? Neoya!!!!!” Siwon mengangkat tangannya untuk memukul kepala YeonSae…
“gotjiman!!” kata Kyuhyun menahan tangan YeonSae.
“aissh!!! Kau urus dia!! Babo yeoja!! Seenaknya saja dia muntah di bajuku. Ssshh!!!” gerutu Siwon. Lalu Ia pergi menuju mobil.
“YeonSae… kenapa kau harus memeluk Siwon?? Ada-ada saja kau ini…” keluh Kyuhyun.
Lalu Ia membopong YeonSae yang tidak sadarkan diri menuju mobil. Setelah mereka tiba di mobil itu, Kyuhyun dan YeonSae duduk di belakang. Kyuhyun menidurkan kepala YeonSae di pundaknya.
Setelah semua masuk ke dalam mobil, mereka segera kembali pulang dikarenakan hari yang sudah sore. Siwon masih memasang wajah marah tapi Ia pun tertidur karena kelelahan. Sedangkan Kyuhyun masih terjaga Ia terus menggenggam tangan YeonSae semenjak mobil meninggalkan taman hiburan dan wajahnya tersenyum.
Setibanya di rumah, Siwon segera pergi ke kamarnya dan membersihkan tubuhnya. Sedangkan Kyuhyun membopong YeonSae menuju kamarnya, lalu menidurkan YeonSae di atas tempat tidurnya. Kyuhyun yang mencemaskan keadaan YeonSae, segera membuatkan secangkir teh untuk YeonSae agar YeonSae bisa segera sadarkan diri. Tapi tak lama kemudian, YeonSae pun terbangun.
“AH!!!! nan eodikhayo??” tanya YeonSae.
“tenanglah kita sudah ada di rumah. kau hanya tidak sadarkan diri, karena kepalamu pusing sejak tadi siang.” Jelas Kyuhyun.
“begitukah? Tapi.. tetap saja hatiku tidak tenang…”
“YeonSae… tolong jawab pertanyaanku…” pinta Kyuhyun.
“mo??” kata YeonSae, tapi wajahnya seperti memikirkan sesuatu.
“maukah kau pergi ke taman hiburan hanya berdua denganku hari minggu ini?”
“ah?? nae… hajiman… apa yang sebenarnya terjadi tadi??” tanya YeonSae saat itu juga.
“semua baik-baik saja… sekarang, minumlah ini…” kata Kyuhyun sambil menyerahkan teh yang baru selesai Ia buat. “apa kau benar-benar mendengar dan menjawab pertanyaanku YeonSae??” tanya Kyuhyun dalam hatinya.
“gomawo…” sebelum Ia menelan teh yang Ia minum YeonSae teringat sesuatu. “Siwon?? Ahhh!!! aku harus meminta maaf padanya!!! Mianhaeyo sunbei. Aku akan minum tehnya nanti.”
“kenapa hanya dan selalu Siwon???” kesal Kyuhyun lalu Ia melemparkan garpu yang Ia pegang.
YeonSae bangun dari tempat tidurnya lalu keluar dari kamar. Ia berlari menuju kamar Siwon. Dengan perasaan takut Ia memberanikan diri untuk melihat tuan mudanya itu. Saat Ia tiba di depan pintu kamar Siwon, YeonSae berhenti sebentar. Ia mendengar sesuatu dari dalam kamar.
“sepertinya Ia sedang menerima sebuah telepon. Lebih baik, ku tunggu saja dulu. Tapi…” YeonSae pun mendengar pembicaraan Siwon.
“nae… Appa moseumnikka??…. Mo??…. aku tidak mau!!! Aku benci acara seperti itu….. ahh?? seorang kekasih? Appa tahu kan aku baru saja pulang dari Jerman, mana mungkin aku sudah memiliki kekasih?? Hajiman!! Appa?? Yobosaeyo?? Aissh…. dia menutup teleponnya!!” Kata Siwon.
Setelah YeonSae mendengar Siwon selesai menerima sebuah telepon. YeonSae mengetuk pintu kamar Siwon.
“masuklah!!” suruh Siwon.
“ahh… mianhae… umhh…”
“kau lagi?? Mau apa kau?? Bau muntahmu masih menempel..” bentak Siwon.
“aaah… mianhaeyo… jebal… mianhaeyo… jebal…” mohon YeonSae.
“meskipun kau me… ahh… jamkkan!”
“mo?? kau tidak ingin berbuat jahat padaku kan??” curiga YeonSae.
“aniyo!!! minggu depan… kau harus ikut aku ke sebuah pesta!! Dan… aissh… berpura-puralah jadi kekasihku!” jelas Siwon.
“umhhhhh??? Naneun waeyo??” tanya YeonSae yang bingung.
“karena kau sudah melakukan kesalahan besar dan kau harus membalasnya dengan mengikuti perintah yang ku berikan padamu!!” jawab Siwon.
“baiklah… lagipula, apapun perintahmu memang harus aku lakukan.”
“baguslah jika kau mengerti. Dan satu lagi, aku harap kau sudah bisa mempelajari B. Inggris dan dansa dengan benar sebelum minggu depan.”
“mo??? ottohkaeyo?? Aku bodoh dalam kedua hal itu.”
“Kyuhyun yang akan mengajarimu. Aku akan bicara padanya. Dan ku mohon jangan kau per-malukan aku untuk satu ini. Sekarang kau boleh keluar.”
“hajiman… kau sudah memaafkanku kan??”
“kita lihat saja minggu depan. Cepatlah keluar…”
“ahh… baiklah…” YeonSae keluar dari kamar Siwon. Dan berjalan kembali ke kamarnya. “omo… bahasa Inggris dan dansa?? Ottohkaeyo… selain itu… berpura-pura menjadi kekasih orang itu?? Meskipun itu hanya pura-pura aku tidak mau!!!!” gerutu YeonSae dalam hatinya.
Setelah tiba di kamarnya, YeonSae melihat secangkir teh yang Kyuhyun buatkan sebelumnya. Ia pun meminumnya. Lalu, YeonSae melihat secarik kertas. Kemudian Ia baca.
“mo??? kapan dia mengajakku? Ahh…?? aku harus menjelaskan semuanya dan meminta maaf…” kata YeonSae panik.
Lalu, YeonSae mencari Kyuhyun di seluruh ruangan. Tapi, Ia tidak menemukannya dan Ia terus mencari Kyuhyun.
“Kyuhyun! aku terpaksa meminta tolong padamu.” kata Siwon yang sedang berbicara berdua dengan Kyuhyun dalam kamarnya.
“itu memang tugasku. Lagipula, tak lama lagi aku akan berhenti menjadi pengawalmu. Baiklah, apa yang bisa ku bantu?” tanya Kyuhyun.
“mo?? jamkkan!! Apa maksud perkataanmu tadi? Kau tidak akan berhenti secepat itu kan??” Siwon balik bertanya.
“kenapa kau bertanya seperti itu? Bukankah itu ketentuan yang kau buat dengan Appamu?”
“aku tahu soal itu. Hanya saja… apa tidak terlalu cepat? Selain itu… ah? YeonSae si bodoh itu, akan menjadi pengawal pribadiku? Jangan main-main kau Kyuhyun!!” bentak Siwon.
“sepertinya kau sudah terbiasa dengannya. Humhh… baiklah, apa yang ingin aku bantu?”
“kau ini memang keras kepala… Appaku, mengajakku untuk menghadiri pesta yang dibuatnya untuk menyambut kedatanganku. Kau pasti tahu, aku membenci acara seperti itu. Tapi, dia memaksaku. Dan yang paling aku benci, dia menyuruhku untuk membawa seorang kekasih.”
“lalu? Kau ingin memintaku untuk mencarikanmu seorang kekasih?? Tentu saja itu urusan mudah bagimu kan?” tanya Kyuhyun.
“diamlah!! sudahlah, kau tidak berpikiran bahwa aku akan meminta tolong hal seperti itu padamu kan??”
“hahaha… baiklah. Lalu apa masalahmu?”
“aku menyuruh YeonSae untuk berpura-pura menjadi kekasihku…” untuk itu tolong bantu dia mempelajari B. Inggris juga ajari dia berdansa. aku tidak ingin dibuat malu olehnya.” Jelas Siwon sambil melihat ke arah cermin merapikan rambutnya. Lalu, Ia melihat bayangan Kyuhyun yang sedikit kaku di cermin. “Kyuhyun?? Moseumnikka?” tanya Siwon.
“YeonSae?? Neoya chincha?? bagaimana reaksinya??” tanya Kyuhyun.
“dia menyetujuinya. Dia bilang karena itu perintah dariku. Umhh… waeyo??”
“ahh… ani… jika memang itu yang bisa ku bantu… sepertinya YeonSae merasa sangat senang saat ini.” Jawab Kyuhyun.
“begitukah? Aaahh… mungkin kau benar. Bagaimanapun juga, dia tetap seorang perempuan.” Kata Siwon kembali bercermin.
“humhh…” Kyuhyun tersenyum datar. “ada yang bisa ku bantu selain itu?”
“sepertinya tidak ada… hanya saja, ku mohon. Ajari dia sebaik-baiknya. Aku tidak ingin mengecewakan siapapun.”
“kau bisa mengandalkanku. Baiklah, jika hanya itu, aku akan kembali ke ruanganku.”
“ah… baiklah.” Kata Siwon.
# # # # # #
“Kyuhyun sunbei?? Di mana kau…? aissh…” YeonSae masih sibuk mencari Kyuhyun.
YeonSae pun berhenti di lorong menuju kamar milik Siwon. Tak lama, pintu kamar Siwon terbuka dan Kyuhyun pun keluar dari sana. YeonSae menghampirinya dengan nafas terengah-engah.
“akhirnya aku menemukan sunbei… umhh… miianhaeyo…” kata YeonSae sambil menundukkan kepala.
“tak perlu… anggap saja aku tidak pernah mengajakmu.” Jawab Kyuhyun dingin.
Lalu Kyuhyun berlalu dari hadapan YeonSae. YeonSae yang masih menundukkan kepalanya, tidak berani mengangkat kepalanya bahkan menatap Kyuhyun. Tak lama, pipi YeonSae menggembung lalu, Ia berjalan kembali ke kamarnya dan menangis.
“ahhh… Cara menjawabnya sangat berbeda. Sunbei… seandainya aku diminta untuk memilih, aku akan memilih pergi bersamamu ke taman hiburan. Meskipun kau membatalkannya, gomawo telah mengajak ku untuk berkencan.” kata YeonSae dalam hatinya.
# # # # # #
Malam harinya. Kyuhyun sedang berdiam diri di ruang kerjanya sendiri. Duduk di kursi kerjanya, memikirkan YeonSae.
“kenapa kau lakukan itu YeonSae? Ternyata kau benar-benar menyukai Siwon? Aissh… aku benar-benar tidak tahan lagi tinggal di Korea. Aku pikir, setelah bertemu denganmu meskipun dalam waktu singkat… hah… ternyata hanya membuat semuanya memburuk.” Gumam Kyuhyun dalam hatinya.
Kyuhyun bersandar di sofanya sambil membuka kancing kerahnya dan melonggarkan dasinya. Tak henti-hentinya Ia menarik nafas. Wajahnya terlihat marah. Tapi, Kyuhyun tidak berbuat apa-apa. Tak lama, terdengar suara seseorang mengetuk pintu ruangannya.
“nugusaeyo?” tanya Kyuhyun.
“bukalah!” jawab Siwon. Kyuhyun pun membuka pintu itu. Siwon pun duduk di sofa sedangkan Kyuhyun berdiri melihat ke arah jendela.
“moseumnikka? Kenapa kau ke ruangannku?” tanya Kyuhyun.
“aku tahu, aku tidak bisa melarang keinginanmu untuk berhenti. Hanya saja, apa setelah kau berhenti, kau akan kembali ke Jerman?”
“humhh… tentu saja. Aku tidak ingin tinggal di sini.” Jawab Kyuhyun.
“wae? Karena MyuRi? Matji??”
“kau tidak berhak ikut campur terhadap urusan pribadiku meskipun kau atasanku.”
“dengar!! Aku datang ke sini bukan sebagai atasanmu. Tapi, sebagai temanmu. Ppali, jawab aku. Apa karena MyuRi?”
“mungkin…” jawab Kyuhyun dingin.
“ternyata kau belum bisa melupakannya. Apa hanya dia wanita yang ada di hatimu? Bukankah kau melihat sendiri apa yang sudah Ia lakukan di belakangmu? Dia… ahh… mianhaeyo… aku yakin kau sudah mengetahui maksudku kemari sesungguhnya adalah untuk… jangan berhenti secepat ini… aku yakin, ada wanita yang lebih baik dari MyuRi menantimu. Baiklah, aku akan kembali ke kamarku.” Siwon beranjak dari kursinya.
“jamkkan!! Ini semua bukan karena MyuRi, benar-benar tak ada hubungannya dengan dia. Hanya saja, aku takut untuk kecewa untuk yang kedua kalinya.” Jelas Kyuhyun.
“baguslah jika itu bukan karena MyuRi. Tapi, apa yang akan membuatmu kecewa?” tanya Siwon.
“aku menyukai seorang gadis, hanya saja… aku berpikir bukan aku orang yang dia suka. Aku menyadari, pria itu memang tidak bisa aku tandingi. Dia yang terbaik untuknya. Mianhae, sepertinya aku mengganggu waktumu… jika kau ingin kembali ke kamarmu silahkan…”
“humhh… tapi hatimu tidak bisa berbohong… mungkin kau harus memperhatikan sekelilingmu. Terkadang, apa yang terlihat tak selalu benar. Dan terkadang yang tersembunyi menanti kita untuk menemukannya. Kau harus mencarinya. Chal ja Kyuhyun…” kata Siwon Ia, kemudian meninggalkan ruangan Kyuhyun.
“hey!! Aku akan mulai mengajari YeonSae besok pagi…” teriak kyuhyun.
“baguslah!! Terserah kau saja…” kata Siwon lalu Ia menutup pintu ruangan Kyuhyun.
“aku tidak bisa melihat apa yang kau sembunyikan YeonSae…” pikir Kyuhyun.
# # # # # #
Pagi harinya, YeonSae sudah bersiap di halaman rumah. Ia menggunakan waktu istirahat di pagi harinya untuk berolah raga. Setelah melakukan pemanasan, YeonSae mulai berlari-lari kecil di halaman depan rumah.
“omo… badanku pegal sekali… melelahkan sekali mengawal orang seperti dia…” keluh YeonSae. “umhh… apa Kyuhyun-sunbei masih marah padaku ya? Ottohkaeyo…” kata YeonSae.
“YeonSae!!” panggil Kyuhyun.
“ahh!! Kyuhyun-sunbei??” YeonSae berlari menghampirinya.
“cepat bersihkan tubuhmu, aku harus mulai mengajarimu hari ini… ku tunggu kau di meja makan.” Jelas Kyuhyun lalu Ia kembali masuk ke dalam rumah.
“arasseo… umhh… gomawo sunbei…” kata YeonSae.
YeonSae pun masuk ke dalam dan segera membersihkan tubuhnya. Setelah itu, Ia menuju ke ruang makan sesuai perintah Kyuhyun. Ia membawa sebuah buku catatan dan beberapa kamus yang sangat Ia butuhkan. YeonSae pun membuka pintu lalu melihat Kyuhyun sedang duduk di sana, dengan dua piring omelet.
“Kyuhyun-sunbei??” panggil YeonSae.
“sarapan lah terlebih dahulu!” suruh Kyuhyun.
“ahh… tidak perlu… aku belum lapar…”
“kalau begitu temani aku…”
“aah… baiklah… umhh… gomawoyo sunbei…”
Selesai sarapan Kyuhyun segera mengajarkan YeonSae. Kyuhyun terlihat serius. Hanya saja YeonSae kebingungan, karena dia benar-benar lemah dalam mempelajari bahasa Inggris.
“perkenalkan dirimu!” suruh Kyuhyun.
“nan ireumeun…”
“aish… dalam bahasa Inggris!!” kata Kyuhyun sedikit keras.
“mo?? uhmm… my name is YeonSae… hahaha…”
“itu kurang sopan!! Hello, my name is Cho Kyuhyun. Nice to meet you…” jelas Kyuhyun.
“ahhaha… aku tidak mengerti… mianhae…”
“annyeong, nan ireumeun Cho Kyuhyun imnida, manasseo bangap sumnida… arasseo?”
“begitukah?? Sepertinya itu benar, sunbei tidak mungkin salah… uhhmm… baiklah… akan ku catat itu!!” kata YeonSae sambil memulai untuk menulis.
“ahh… sepertinya akan sangat sulit untuk mengajarimu.”
“hwaiting sunbei!!!” kata YeonSae sambil menulis.
“humhh.. kaulah yang seharusnya berjuang, karena kau tidak boleh mempermalukan Siwon saat di acara itu…” kata Kyuhyun.
“haaah… aku juga tidak tahu kenapa dia memilihku… tapi aku tidak bisa menolaknya… seperti yang kau perintahkan kepadaku, aku harus mengerjakan apapun yang Ia perintahkan.”
“sepertinya kau sudah siap menjadi pengawal pribadinya. Aku bisa tenang…”
“apa maksudmu Kyuhyun-sunbei??” tanya YeonSae saat menulis.
“ani… gwenchanayo…” jawab Kyuhyun. Lalu, YeonSae kembali menulis.
Beberapa menit kemudian, Kyuhyun kembali memberikan kata-kata baru untuk YeonSae dan YeonSae tidak melewatkan satu huruf pun untuk Ia tulis.
“berikan bukumu.” Kata Kyuhyun.
“yeogi!” YeonSae memberikan bukunya.
Kyuhyun mulai menulis sesuatu Ia terlihat serius membuatnya. Tapi, Ia pun sedikit tersenyum.
“bacalah ini!!” kata Kyuhyun sambil memberikan buku itu.
Kyuhyun melihat YeonSae yang tertidur. Dia hanya tersenyum. Lalu, menghapus kembali apa yang baru saja Ia tulis.
“I Love You… seandainya kau membaca ini… apa kau akan menggembungkan pipimu??” Kyuhyun pun tersenyum lagi.
# # # # # #
4 hari telah YeonSae habiskan untuk mempelajari bahasa Inggris bersama Kyuhyun. Tetap saja YeonSae masih kebingungan. Terutama berlatih dalam segi berbicara. Logat Korea yang masih banyak keluar membuat Kyuhyun tertawa tiap kali YeonSae mencobanya.
“kita mulai!! hello! my name is Cho Kyuhyun. Nice to meet you.” kata Kyuhyun mengawali pembicaraan.
“uhmm… hello! My name is Hwang YeonSae. Nice to meet you too.”
“how are you?” tanya Kyuhyun singkat.
“uhmm..” YeonSae kebingungan. Ia mencoba membuka bukunya.
“tutup bukumu!!” gertak Kyuhyun dan dengan segera YeonSae menutup bukunya.
“sunbei… apa yang harus ku jawab?” kata YeonSae yang menyerah.
“cobalah untuk mengingatnya!!”
“ahh!! sunbei!! Ini terlalu sulit untukku!! Sudah 4 hari, tapi aku selalu melupakan jawaban I’m fine thank you. Dan kembali bertanya how about you?.” Kata YeonSae dengan cepat.
“I’m fine thank you.”
“umhhh?? Sunbei!!! Hoaah!! Akhirnya… aku bisa menjawab pertanyaan itu…” wajah YeonSae terlihat senang.
“omo!! apakah sesulit itu…?? kalau begitu ku ucapkan selamat untukmu.”
“berhentilah mengejekku!! Sudah kubilang sunbei harus berjuang…”
“terserah kau saja… dan satu lagi, tolong ingat ini.”
“apa lagi??”
“berhentilah mengeluh kalau kau tidak ingin malu nanti!! Dengarkan!! Ini untuk berjaga-jaga jika ada seseorang yang akan mengajakmu berdansa. kau hanya perlu menjawab seperti ini. Thank you, It’s a pleasure.”
“apa semua tamu Tuan besar Choi berasal dari luar Korea??” tanya YeonSae.
“sepengetahuanku, para penanam saham di perusahaan Tuan besar Choi kebanyakan dari mereka berasal dari Prancis dan Jerman. Waeyo??”
“ahhh??? chinchayo?? mulutku bisa berbusa…”
“sudah kubilang berhentilah mengeluh! Dan ingat! Jangan kau gembungkan pipimu itu!!” kata Kyuhyun.
“aniyo… humh! Thank you, It’s my pleasure… Thank you… It’s… baiklah!! Aku bisa mengingatnya!!”
“sudah ku bilang itu tidak sulit. dan ini…” Kyuhyun mengeluarkan sebuah kaset. “pelajari ini, agar memudahkan mu untuk mempelajari dansa. Baiklah, hari ini sampai di sini. Untuk besok, datanglah ke ruanganku pukul 7 malam.” Kyuhyun pun meninggalkan ruang makan.
“nae… umhh… aku lupa bertanya untuk apa… haah… baboayo!!” kata YeonSae.
Kemudian Ia membawa kaset itu ke kamarnya dan meletakkannya di meja. Setelah itu, Ia segera naik ke tempat tidurnya. Tanpa sadar YeonSae tertidur.
# # # # # #
Keesokan harinya, pukul 7 malam sesuai perintah, YeonSae kembali menemui Kyuhyun. YeonSae pun masuk ke ruang kerja milik Kyuhyun. Ia melihat Kyuhyun yang sudah berpakaian sangat rapih sedang berdiri. YeonSae semakin bertanya-tanya mengapa Kyuhyun menyuruh untuk menemuinya tidak di ruang makan seperti biasa.
“baiklah, hari ini aku akan mengajarimu dansa. Aku harap…”
“MO!!!?? hari ini??” seru YeonSae tiba-tiba.
“tentu saja!!” jawab Kyuhyun.
“sunbei tidak memberi tahuku soal pelajaran dansa…”
“mo?? jadi…. aissh!! Kau ini… aku sudah menyuruhmu untuk mempelajari video yang sudah kuberikan, kenapa kau tidak melakukannya??” Kesal Kyuhyun
“mianhaeyo!! Aku benar-benar tidak tahu… umhh… lalu, Ottohkaeyo?” tanya YeonSae cemas.
“terpaksa aku harus mengajarimu dari awal… ppali! Kemari!!” kata Kyuhyun.
“ahh… nae…” jawab YeonSae ketakutan. YeonSae pun menghampiri Kyuhyun. Dia berdiri tepat di hadapan Kyuhyun.
“tenangkan dirimu… baiklah aku akan mulai mengajakmu berdansa…” Kyuhyun membungkukkan badannya dengan sedikit wajah memerah. “Excuse me, Hwang YeonSae? You are… so beautiful tonight.
.. My I… dance with you?” lalu mengulurkan tangan kanannya.
Saat itu juga, tubuh YeonSae menjadi gugup dan jantungnya berdebar.
“ahh… ada apa denganku? Meskipun aku tidak tahu apa artinya itu, tapi jantungku berdebar-debar saat ini. Ahh!! Dan tiba-tiba aku lupa apa yang harus aku jawab. omo…” pikir YeonSae.
YeonSae masih memikirkan perkataan yang harus Ia jawab. Kyuhyun sudah terlihat kesal.
“ah!! I’m fine thank you. How about you? Hehe…” jawab YeonSae. Kyuhyun pun menegakkan badannya. “aahh??”
“kenapa jawaban itu yang kau ingat?? Apa yang ku katakan tadi adalah, permisi… Hwang YeonSae? Oneulbam, Nege jeongmal yeppoh… bolehkah aku berdansa denganmu? Setelah itu kau jawab dengan thank you It’s a pleasure, itu berarti terima kasih itu suatu kehormatan. Ijeya Arasseo??”
“n… nae… nan arasseo!” jawab YeonSae. “omo!! jantungku semakin berdebar…”
“baiklah kita ulangi.” Kyuhyun merendahkan badannya sekali lagi. Lalu, Ia mengulurkan tangannya. “Hwang YeonSae, May I dance with you tonight?” tanya Kyuhyun.
“It’s a pleasure.” Jawab YeonSae.
Kyuhyun pun menegakkan tubuhnya. Lalu Ia melangkah mendekat ke arah YeonSae. YeonSae yang panik mencoba untuk melangkah mundur. Tapi Kyuhyun segera melingkarkan tangannya di pinggang YeonSae kemudian menariknya.
“ahh… mianhae…” kata YeonSae yang kaget.
“jaga jarakmu, kau tidak boleh terlalu jauh…. letakkan lenganmu pada pundakku.” Suruh Kyuhyun.
“ba… baiklah…” sahut YeonSae.
YeonSae menyimpan tangannya di pundak Kyuhyun. Lalu, Kyuhyun menggenggam tangan kanan YeonSae. Dan mulai mengajarinya untuk mengatur langkah kakinya. YeonSae yang merasa sangat gugup terus menundukkan kepalanya.
“angkat kepalamu!!” kata Kyuhyun. YeonSae dengan segera mengangkat kepalanya lurus menghadap ke depan. “tatap pasanganmu! Siapapun itu…” lanjut Kyuhyun.
“n… nae…” jawab YeonSae.
Dengan perlahan YeonSae mengangkat kepalanya dan menatap mata Kyuhyun. Kyuhyun yang lebih tinggi dari YeonSae, sedikit menundukkan kepalanya. Kyuhyun pun tersenyum pada YeonSae. YeonSae membalas senyumannya. Ia merasa sedikit tenang dan tidak terlihat gugup.
Satu jam mereka habiskan bersama. Jam menunjukkan pukul 8 malam. Kyuhyun pun selesai mengajari YeonSae berdansa.
“dansamu tidak begitu buruk.” Komentar Kyuhyun.
“syukurlah… haah…” YeonSae menghela nafasnya.
“pergilah beristirahat. Temui aku lagi besok malam. Sekarang pergilah tidur.”
“apa sunbei akan mengajari ku berdansa lagi??” tanya YeonSae saat ingin keluar dari ruang kerja Kyuhyun.
“kita lihat saja besok…” kata Kyuhyun.
“baiklah… hoamm… Gomawoyo… Chal Ja Kyuhyun-sunbei….” YeonSae melambaikan tangannya dan pergi ke kamarnya.
# # # # # #
Hari ke-6. Tak lama lagi acara yang akan di hadiri Siwon dan YeonSae akan segera tiba. Siang harinya, YeonSae pergi ke dapur untuk makan siang. Kemudian, Ia memutuskan untuk memasak. Saat memasak YeonSae berusaha mengingat segala percakapan yang Kyuhyun berikan padanya.
“Excuse me, Hwang YeonSae? You are so beautiful tonight. May I dance with you?” kata YeonSae sambil meniru gaya Kyuhyun. “Thank you, It’s my pleasure… aku menyukai bagian ini… hahaha… You are so beautiful YeonSae… hahaha….” kata YeonSae sambil memasak.
“siapa yang mengatakan hal itu padamu?? kau tidak berharap itu aku kan?” tanya Siwon yang tiba-tiba masuk ke dapur.
“haizz… dia lagi… syukurlah aku tidak menyebut nama Kyuhyun-sunbei kali ini…” keluh YeonSae dalam hati sambil memasak.
“ppali!! Na ttaraebwayo!!” perintah Siwon yang berdiri di depan pintu.
“tunggulah sampai aku selesai makan siang… perutku lapar sekali…”
“tidak ada waktu lagi… kita makan siang di luar saja. Ppali!!!” bentak Siwon.
“kau ini!!!” YeonSae pun berhenti memasak lalu menghampiri Siwon. “eodillo?” tanya YeonSae.
“sudah ikut saja!!”
Siwon menarik tangan YeonSae. YeonSae pun mengikuti Siwon yang masih menarik tangannya. Siwon berjalan ke ruang utama.
“mana Kyuhyun?”
“molla…”
“aisshh… hey kau!!” panggil Siwon pada seorang pelayan. “katakan, aku pergi bersama YeonSae jika Kyuhyun pulang.” Perintah Siwon.
Pelayan itu pun mengangguk dan memperhatikan Siwon yang masih menggenggam tangan YeonSae. Setelah berada di luar, Siwon masuk ke dalam mobil duduk di tempat untuk mengemudi. Kemudian, Ia membuka kaca mobil.
“masuklah!!” perintah Siwon.
“n… nae..” jawab YeonSae lalu Ia duduk kursi depan.
Siwon menyalakan mobil dan mereka pun meninggalkan rumah. Ternyata, Kyuhyun sedang berada di kamarnya melihat mereka berdua dari jendela. Ia mengeluarkan sesuatu dari sakunya.
“waktuku sudah habis YeonSae… dan kini aku menemukanmu sesuai dengan apa yang terlihat.” Kata Kyuhyun dalam hatinya lalu Ia memasukkan sesuatu itu kembali ke saku jasnya.
# # # # # #
Siwon memberhentikan mobilnya di sebuah pusat perbelanjaan. Ia pun turun dari mobil itu. Kemudian menyuruh YeonSae untuk turun. YeonSae pun mengikuti Siwon dari belakang. Siwon mengajak YeonSae ke sebuah butik ternama di Korea milik eommanya.
“kau tunggu di sini.” Perintah Siwon. Lalu, Siwon berbicara dengan seorang wanita di sana. “noona… tolong kau pilihkan baju yang sesuai dengannya. Aku akan kembali lagi ke sini besok, agar kau mendandaninya.” Bisik Siwon.
“sepertinya kekasihmu itu sudah terlihat cantik. Aku bisa menyelesaikannya dengan cepat.” Bisik Shin Noona.
“noona saja yang urus semuanya.”
“baiklah… akan ku panggil kekasihmu…” kata Shin Noona.
Siwon kembali ke tempat YeonSae menunggu. YeonSae beranjak dari kursinya karena noona itu memanggilnya. Dan kini saatnya Siwon untuk duduk beristirahat menunggu YeonSae.
“kau yang tentukan. Seleranya cukup aneh…” kata Siwon.
“baiklah…” jawab YeonSae.
Setelah cukup lama menunggu, YeonSae pun keluar dari kamar ganti dengan pakaian yang telah dipilihkan Shin Noona.
“Shiwon-sshi!!” panggil Shin Noona.
Siwon pun segera menoleh dan Ia melihat YeonSae berdiri di samping Shin Noona. Siwon memperhatikan YeonSae cukup lama. Sedangkan YeonSae sendiri memperhatikan Siwon dengan wajah ketakutan.
“gaun itu memberikan pengaruh besar padanya.” Kata Siwon dalam hati.
“kau tahu betapa mahalnya gaun ini? Aku tidak ingin memakainya.” Gerutu YeonSae.
“untuk apa kau membayarnya!!? Kau hanya harus memakainya di acara besok. Cepat lepaskan. Kita makan siang.”
“lakukan apapun kemauanmu!!! Ssshh!!” YeonSae kembali ke ruang ganti.
Hari sudah mulai malam. Setelah Siwon selesai memilih pakaian untuk YeonSae untuk acara besok, mereka segera pergi ke sebuah kafe untuk makan siang. Setelah memesan makanan, YeonSae pun segera memakannya karena Ia menahan rasa laparnya semenjak tadi.
“besok sebelum acara di mulai, kita akan datang kembali ke sini. Shin Noona akan mendandanimu!” jelas Siwon.
“apapun perintahmu!!” jawab YeonSae.
“jangan pikir aku melakukan ini untukmu bahkan untukku. Bukan keduanya!! Neon arasseo??”
“nae…”
“hey!! Bisakah kau makan tidak terlalu cepat. Kau memalukan sekali!!”
“sudah ku bilang aku sangat lapar. Kau ini selalu mengomentariku! Makan saja milikmu!!” gertak YeonSae.
“ssshh!! Kau ini!! Umhh… bagaimana hasil belajarmu? Setidaknya kau bisa berdansa…”
“tenang saja! Aku sudah mempelajari keduanya dengan baik. Tenang saja…” kata YeonSae.
“baguslah… Kyuhyun pasti bekerja sangat keras.”
“sepertinya begitu… ssshhh…” kesal YeonSae.
# # # # # #
Sesampainya di rumah. YeonSae yang kelelahan segera menuju kamarnya. Dengan membawa sebuah tas berisi gaun yang sudah Siwon belikan untuknya. Tapi, sebelumnya YeonSae ingin menemui Kyuhyun untuk meminta maaf.
YeonSae pun pergi ke ruang kerjanya meskipun jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. YeonSae membuka pintu ruangan itu dan ternyata tidak terkunci. YeonSae lalu masuk dan tidak ada lampu yang menyala hanya cahaya dari jendela saja yang menerangi.
“Kyuhyun-sunbei??” panggil YeonSae tapi tidak ada yang menjawab.
YeonSae pun masuk. Lalu, berjalan menuju meja kerja Kyuhyun. Ia menemukan sebuah foto di atasnya. Foto seorang wanita yang terlihat sebaya dengannya.
“nuguyo??” tanya YeonSae.
Kemudian YeonSae membalik foto itu. Tertulis sesuatu di belakangnya. YeonSae membacanya.
“MyuRi naui…” YeonSae tak melanjutkannya. “ahh… ternyata… wanita itu yang ada di hatimu.” pikir YeonSae.
Kyuhyun pun memasuki ruangannya. Ia merasa ada sesorang di dalam ruang kerja miliknya.
“apa ada orang selain aku di sini??” teriak Kyuhyun.
“ahh… Kyuhyun-sunbei!!! Ottohkaeyo??” panik YeonSae dalam hatinya.
Lalu Ia segera menyimpan foto itu kemudian Ia berlari untuk duduk di sofa. Belum YeonSae duduk, seluruh ruangan menjadi terang. Kyuhyun yang telah menyalakan lampu ruang kerjanya melihat YeonSae yang masih setengah berdiri.
“YeonSae??” tanya Kyuhyun kebingungan.
“aahhh… sunbei… apa aku harus berdiri atau lebih baik duduk heehehe…?”
“ppali… apa yang ingin kau katakan?” YeonSae pun berdiri.
“ahh… mianhaeyo aku tidak bisa menemuimu hari ini…” kata YeonSae lalu membungkuk.
“huh… pergilah ke kamarmu… kau harus segera tidur… dan… selamat menikmati acara itu bersama Siwon.” Kata Kyuhyun dingin.
“sunbei benar… Chal Ja!!” balas YeonSae dingin. Kyuhyun pun terdiam.
YeonSae menahan air matanya dan meninggalkan Kyuhyun di ruang kerjanya. Kemudian, Ia menuju kamarnya. Kyuhyun merasakan keanehan pada YeonSae. Lalu Ia duduk di kursi kerjanya. Dan menyandarkan badannya.
“ada apa dengan YeonSae, nada menjawabnya sangat berbeda. Haahh…” keluh Kyuhyun.
Kemudian, Ia menegakkan duduknya. Saat itu juga, Kyuhyun melihat sesuatu yang aneh. Ia memperhatikan foto yang YeonSae lihat sebelumnya.
“sejak kapan aku meletakkan foto MyuRi seperti ini?? Sepertinya aku belum pernah lagi menyentuhnya? Haah… memang lebih baik foto ini ku buang…” kata Kyuhyun.
Kyuhyun beranjak dari tempat duduknya dan membuang foto MyuRi yang ada di meja kerjanya ke tempat sampah. Kemudian Kyuhyun meninggalkan ruang kerjanya kemudian pergi menuju kamarnya.

…..to be countinue…..

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s