Soulmate and Love is Different Part 1

Standar

Ini adalah kisah nyata yang ku alami, sebuah kisah cinta yang akan mengubah hidupku dari kesendirian. Namaku Lee Sunha, saat ini aku bersekolah di salah satu SMA ternama di korea, kelas 2. Aku hanyalah seorang gadis pemalu dan tertutup disekolah. Teman yang ku miliki pun dapat di hitung dengan jari. Percaya tidak percaya, aku paling takut dengan makhluk yang bernama ‘Namja’. Entahlah apa yang membuatku takut dengan mereka, tapi setiap kali ada didekat seorang namja aku pasti merasa canggung, bodoh, kikuk, keringat dingin, merinding, dll. Aku seorang yeoja yang suka menyendiri. Walau terkadang teman-teman mengajakku untuk makan bersama di kantin, tapi aku lebih suka membaca buku diperpustakaan seorang diri.

Sampai suatu hari ada seorang siswa baru yang dibawa songsaengnim ke kelasku, namanya Lee Donghae. Dia namja yang cukup tampan, pembawaannya sopan dan ramah. Aku yakin dia tidak butuh waktu yang lama untuk terkenal dan memiliki banyak fans disekolah ini.

~~~~~~~~~~

Pagi ini seperti biasa, aku melihat Donghae sedang dikerumuni para yeoja berisik dikelas, mereka terlihat seperti lalat yang mendapatkan mangsa. “Huft…” Aku mendesah kesal mendengar teriakan-teriakan manja yeoja-yeoja itu kepada Donghae. Aku bangkit dari kursi dan pergi meninggalkan kelas. Kulangkahkan kaki menuju tempat terfavoritku di sekolah, yaitu perpustakaan. Meja yang berada diujung ruang perpustakaan selalu menjadi incaranku.

“Disini jauh lebih nyaman.” Ku ambil salah satu buku dari rak yang terletak paling dekat lalu membacanya. Ya, aku suka sekali membaca, terutama novel dan komik. Saat membaca novel imajinasiku akan mulai berpetualang kedunia fiksi seolah menyaksikan secara langsung kisah-kisah yang tertuang ke dalam novel tersebut. Lama berada didalam suasana perpustakaan yang tenang dan sunyi membuatku mengantuk, sampai aku tidak sadar kalau mata ini entah kapan sudah terpejam.

‘Sreet…Sreet…Sreet…’

Aku terbangun mendengar sebuah suara seperti gesekkan kertas dihadapanku. “Kau sudah bangun?” Tanya seseorang yang suaranya tidak asing lagi ditelingaku. Aku mengerjap-ngerjapkan mata perlahan, memperjelas penglihatanku yang agak buram.

“Kau?!” Aku terkejut melihat sosok Donghae yang tersenyum manis tepat berada dihadapanku.

“Kau Lee Sunha… teman sekelasku kan?” Tanyanya sambil membolak-balikkan buku yang tadi ku baca. “Apa isi buku ini bagus?”

Aku tidak menjawab pertanyaannya, langsung saja kuraih buku itu dari tangannya dengan paksa dan bersiap pergi dari tempat itu. Rasa gugup menjalar keseruluh tubuhku dengan cepat.

“Ya! Kau mau kemana?” Tanpa menjawabnya, aku melangkahkan kakiku meninggalkannya.

~~~~~~~~~~

Sejak kejadian di Perpustakaan, namja yang bernama Donghae itu terus mengganggu ketenanganku. Setiap aku ke perpustakaan, dia pasti akan selalu mengikutiku.

“Apa aku boleh duduk disini?” Tanya Donghae sambil menunjuk kursi kosong yang ada dihadapanku.

“Tidak.” Jawabku singkat, jelas, dan padat. Tapi tetap saja dia duduk di kursi itu tanpa seizinku. Aku bangkit dari dudukku hendak meninggalkannya, namun ada sebuah tangan hangat yang mencegah kepergianku. Aku berbalik menatap Donghae yang menggenggam tanganku, seketika jantungku berdegup sangat cepat. Rasa takut itu muncul lagi…

“Kenapa kau selalu seperti ini kepadaku?” Tanya Donghae menatap tangannya yang menggenggap pergelangan tanganku. “Apa kau sangat membenciku?” Kali ini kepala Donghae mendongak menatap mataku dengan nanar.

“Tidak.” Lagi-lagi kata Tidak terlontar dari mulutku. Aku palingkan wajah ketakutanku, berusaha untuk mengontrol degup jantungku yang berdetak tidak karuan. Aku tidak ingin dia mengetahui kelemahanku. “Hanya saja… kau mengganggu ketenanganku.” Jawabku jujur.

“Tapi aku ingin berteman denganmu.” Kata-kata itu meluncur dengan riang dari mulutnya. Baru pertama kali ini sejak aku dilahirkan ke dunia ada seorang namja yang ingin berteman denganku. Bukankah itu aneh? Mengingat dia adalah siswa populer yang mempunyai banyak teman. Bahkan aku berani bertaruh tidak ada murid yang tidak mengenal seorang Lee Donghae di sekolah. Dan sekarang namja populer ini ingin berteman dengan yeoja buruk rupa yang tidak pandai bergaul seperti aku. Benar-benar sebuah mimpi indah….

“Sayangnya aku tidak pernah ingin punya teman yang selalu dikejar-kejar para yeoja, terlalu berisik.” Ujarku sambil memalingkan wajah, lebih tepatnya berusaha menghindar dari tatapannya yang selalu menatap tepat di manik mataku.

Sesaat kemudia hening menyelimuti suasana perpustakaan, tidak ada lagi kata-kata yang terlontar baik dari mulutnya maupun dari mulutku. “Lepaskan tanganmu, aku mau kembali ke kelas.” Aku berusaha melepaskan tangan Donghae yang masih menggenggam erat pergelangan tanganku.

“Lee Sunha, aku pasti akan membuatmu menerimaku sebagai teman.” Donghae tersenyum lebar, lalu melepaskan tanganku. Aku pun tanpa berbicara lagi segera meninggalkannya sendiri.

‘Kau memang gadis yang berbeda… Lee Sunha.’

~~~~~~~~~~

Benar-benar menyebalkan, sudah 2 minggu ini Donghae gencar mengikutiku kemana pun aku pergi. Rasanya risih dan malu akan tingkahnya yang terkadang menimbulkan kehebohan di Sekolah. Seperti saat ini dia tiba-tiba membopongku dan berlari di sepanjang koridor. “Donghae turunkan aku…!!!”

“Tidak akan sebelum kita sampai dikantin.”

“Ya! Sebenarnya apa maumu???”

“Tidak ada, aku hanya ingin di temani makan oleh mu.”

“Mwo?! Aish… kau kan bisa pergi makan sendiri!!!” Teriakku yang sudah kehabisan kesabaran dan malu. Bayangkan seluruh penghuni sekolah terpaku memandang kami, terutama para fansnya Donghae.

“Yup, sudah sampai.” Donghae menurunkan tubuhku ketika kami sampai di kantin.

PLAAAAKKK!!!

Entah setan apa yang merasuki tubuhku, tanganku melayang tak terkendali begitu saja menampar pipi mulusnya. Aku terkesiap menyadari tingkahku sendiri.

“Apa aku salah jika ingin makan di temanimu…? Apa aku salah jika ingin berteman denganmu secara tulus…?” Nada ucapan Donghae terdengar sangat lirih dan sedetik kemudian matanya terlihat berkaca-kaca. Donghae membalikkan badan lalu melangkahkan kakinya dengan kepala tertunduk.

Aku terpaku memandang ke pergiannya, rasa amat bersalah menyeruak di dalam hatiku. ‘Aku sudah keterlaluan terhadapnya…” Ku kejar Donghae yang sudah berjalan sangat jauh dariku.

Setelah berhasil mengejarnya ku tarik lengannya. “Lee Donghae, mianhe. Aku… jeongmal mianhe… sikapku sudah sangat keterlaluan padamu tadi.” Donghae tidak merespon ucapanku, bahkan dia tidak membalikkan tubuhnya menghadapku. “A… aku… aku bukannya tidak mau menjadi temanmu. Hanya saja… baru pertama kali ini ada namja yang mengajakku untuk berteman. Rasanya agak aneh… Dan tingkahmu tadi membuatku sangat malu.” Haaah… akhirnya aku mengatakannya juga.

Donghae berbalik dengan tampang cemberut lalu menjulurkan jari kelingkingnya kearahku tanpa mengucapkan sepetah kata. Aku mengerutkan alis tidak mengerti apa maunya.

“Kalau kau ingin aku maafkan, bertemanlah denganku mulai hari ini.”

Aku menggigit bibir bawahku, menimbang-nimbang perkataannya. Dan akhirnya aku menghela nafas panjang, mau bagaimana lagi, lagi pula dia kan hanya memintaku untuk jadi temannya. Ku anggugkan kepalaku pelan. Dia menarik tanganku dan mengaitkan kelingkingnya dengan kelingkingku. ‘Kekanak-kanakan sekali dia.’ Pikirku dalam hati.

“Hari ini kita resmi berteman ya?” Senyum simpul menghiasi wajah Donghae, membuat dirinya semakin terlihat tampan. ‘Deg!’ Jantungku berdetak tidak beraturan lagi, rasa gugup dan takut akan ‘Namja’ itu muncul lagi. Keringat dingin mulai bermunculan dari pelipis keningku.

“Ya! Sunha-ya gwaenchana? Wajahmu pucat.” Tubuh Donghae agak menunduk memperhatikan wajahku yang sudah seperti mayat hidup. ‘Aigo… wajahnya dekat sekali dengan wajahku. Bagaimana ini…? Eomma tolong aku!!!’ Teriakku dalam hati.

“Lee Sunha jawab aku, kau sakit?”

“A…a…ani…aniyo…” Aku berusaha sekuat tenaga untuk menjawab pertanyaannya, nafasku terasa sesak, dan semua pandanganku berubah menjadi gelap.

“Sunha-ya!”

 

…..to be countinue…..

 

Buat Haejin maaf ya aku pinjem Bang Ikannya dulu bentar, cy evil lagi ngambek jadi dia lum mau muncul di part ini. Tapi tetep cinta sejati Sunha cuma kepada cy evil magnae. ^^

Koment dan saran sangat dibutuhkan agar aku lebih semangat bikin FF’na.

Gomawo chingu~

Fb: Shania De Granger

Twitter: @shania9ranger

4 responses »

  1. *clingak-clinguk* Haejin, Donghae disewain yak??? ckckck…

    Dibopong menuju kantin? Yampun Donghaeeee… inget bini dirumah… PD amat yak bopong” cewek di dlm skolah.. ga dmarahin guru tuh??

    Ini mpe akhir sama Donghae ato ntr Kyu muncul?

    Aduh Sunha kenapa pingsan gtu cuma krna ktmu namja?? ada trauma apakah di masa lalu? Ayo part 2… mau tau alesan Sunha mpe segitunya takut sama namja…

    Shanshan hwaiting ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s