Our Protector Part 3 End

Standar

Author : Faa_teuki_teuki

___________________

Hari di mana acara penyambutan itu akan di laksanakan nanti malam. Siwon dan YeonSae pergi mengunjungi butik itu lagi sore ini. Sedangkan Kyuhyun hanya mempersiapkan segalanya di rumah sebelum hadir di acara itu.
Siwon terlihat sibuk mengurus pengawal pribadinya itu. Dia ingin merubah penampilan YeonSae agar Ia tidak mempermalukan dirinya serta Appanya nanti malam. Tak lama, Siwon pun tiba di butik milik eommanya, lalu Ia menyuruh Shin Noona untuk mengubah penampilannya.
“Siwon-sshi!!” seru Shin Noona yang tengah berdiri bersama YeonSae. Siwon pun menoleh.
“umhhh??” Siwon membesarkan matanya karena terkejut melihat perubahan YeonSae. “ppali, kita segera pergi atau kita akan terlambat.” Perintah Siwon.
“nae…” jawab YeonSae. “apa dia tidak memberi tanggapan apa-apa? Ahh… aku pasti terlihat jelek sekali… matanya saja sampai seperti itu melihatku…” kata YeonSae dalam hati.
Acara akan segera di mulai. Siwon dan YeonSae segera masuk ke mobil dan menyuruh supir itu untuk segera pergi menuju hotel mewah yang di pesan Appanya untuk acara penyambutan Siwon. Dalam perjalanan Siwon terus memperhatikan YeonSae.
“berhenti menatapku seperti itu… bukan salah Shin Eonni jika aku tetap terlihat jelek. Aishh…” kata YeonSae kesal.
“tentu saja Shin Noona yang harus ku salahkan. Karena tidak mampu menangani wanita secantik kau…” Siwon segera membuang wajahnya yang memerah ke arah jendela mobil. “tenanglah, kau tidak terlihat seperti seorang pengawal hari ini…” tambahnya.
“umhh?? Ireohhkaeyo…?? aaahh… johayo…” balas YeonSae sedikit gugup. “aku tidak bisa berhenti memikirkan Kyuhyun-sunbei… apa dia akan menertawakanku dengan penampilan seperti ini??” pikir YeonSae cemas.
Tepat saat acara mulai Siwon dan YeonSae tiba. Siwon pun turun terlebih dahulu dari mobil. Kemudian seorang penjaga membukakan pintu untuk YeonSae. YeonSae pun turun. Siwon berdiri dengan tangan bertolak di pinggang.
“cepat lingkarkan tanganmu di tanganku!!” bisik Siwon.
“baiklah…” kata YeonSae.
Siwon dan YeonSae berjalan bersama memasuki hotel. Siwon tetap tersenyum menyapa para tamu yang Ia temui begitu pula dengan YeonSae. Para tamu tak berhenti memperhatikan mereka berdua dengan rasa senang. Temasuk Kyuhyun, yang menatap mereka berdua dari kejauhan. Ia terkagum-kagum melihat YeonSae.
Appa Siwon memulai acara itu setelah melihat Siwon dan kekasihnya tiba. Siwon mulai berbincang-bincang dengan tamu Appanya yang kebanyakan berasal dari luar Korea. YeonSae memperhatikan Siwon dengan rasa kagum. Ia meliat Siwon yang sangat lancar dalam berbicara dalam bahasa Inggris.
“omo… kapan aku bisa berbicara selancar itu??” pikir YeonSae. “sebaiknya aku pergi mencari minuman saja sebelum orang-orang ini menanyaiku sesuatu yang sulit.” Pikirnya lagi.
YeonSae pun meninggalkan Siwon sendiri bersama tamu Appanya.
“Siwon lama sekali… umhh… sepertinya aku tidak melihat Kyuhyun-Sunbei…. dimana dia?? Dia pasti terlihat sangat tampan malam ini.” tanya YeonSae dalam hatinya sambil mencari Kyuhyun.
Beberapa lama kemdian setelah acara lainnya selesai dilaksanakan, tibalah waktu untuk berdansa bagi pasangan-pasangan yang telah hadir.
“YeonSae… kenapa dia hanya diam sendiri?” tanya Kyuhyun yang memperhatikan dari kejauhan.
Ia pun berniat untuk menghampiri YeonSae untuk mengajaknya berdansa. Tapi, Kyuhyun pun menghentikan langkahnya. Ia melihat Siwon melangkah menghampiri YeonSae terlebih dahulu.
“ayo ikut aku!!” ajak Siwon. “Aku takut jika ada tamu Appaku yang berasal dari luar Korea mengajakmu berdansa. Kau tidak mungkin hanya diam jika mereka mengajakmu berbicara…” jelas Siwon sambil memegang tangan YeonSae.
“tapi, kau ingin mengajakku ke mana??” tanya YeonSae yang sedikit berusaha untuk menolak.
“cepat ikut saja!! Lagipula Appaku dan para tamu akan curiga jika kau dan aku berjauhan.”
“baiklah…”


YeonSae mengikuti Siwon yang memegang tangannya. Tiba-tiba Siwon berhenti melangkah di tengah kerumunan. YeonSae kebingungan. Kemudia, Siwon melepaskan tangan YeonSae. Siwon membalikkan tubuhnya. Lalu merendahkan badannya.
“Hwang YeonSae… May I dance with you?” tanya Siwon dengan suara lantang sambil mengulurkan tangannya.
Sebuah lampu sorot menyoroti Siwon dan YeonSae. Seluruh tamu kemudian mengalihkan perhatiannya kepada Siwon dan YeonSae termasuk Appa Siwon dan Kyuhyun. Sedangkan YeonSae sendiri masih tidak percaya yang sedang dilakukan Siwon.
“It’s a pleasure for me…” jawab YeonSae sambil menggapai tangan Siwon. “aku masih berarap Kyuhyun-sunbei lah yang mengajakku berdansa. meskipun itu tidak mungkin.” Pikir YeonSae.
Siwon pun berdiri. Dan mereka berdua mulai berdansa bersama para pasangan tamu yang hadir. Sementara YeonSae dan Siwon sedang berdansa Kyuhyun hanya berdiri memperhatikan mereka berdua. Tak lama, seseorang menghampirinya dan menutup mata Kyuhyun.
“ah?? nugusaeyo??” tanya Kyuhyun. “tolong lepaskan tanganmu!!” suruhnya.
“ahh… kenapa secepat itu kau melupakan kelembutan tanganku?? Kyuhyun-oppa!!” kata seorang wanita. Kyuhyun pun segera menoleh. “ottohkae jinalsaeyo Kyuhyun-oppa?”
“kau!! Sejak kapan kau memanggilku oppa?.” Jawab Kyuhyun dingin.
“Oppa tetap saja dingin. Umhh… Kapan oppa kembali ke Korea? Kenapa oppa tidak mengabari ku?” tanya wanita itu.
“ku pikir kau tidak akan tertarik.”
“kenapa kau berpikiran seperti itu?? Nan oppa nomu bogoshipeoyo!!” lalu Ia menggenggam tangan Kyuhyun.
“begitukah??” Kyuhyun menarik tangannya hingga tangannya terlepas.
“aisshh… apa kau masih membenciku?? Sudah ku bilang Eommaku yang memaksa untuk bertunangan dengan pria sialan itu.”
“bukankah pria itu yang membenciku, hingga dia hampir saja berhasil meracuni Siwon agar dia bisa menuduhku sebagai pelakunya. Dan sepertinya, sekarang kau membenci pria itu, apa dia berusaha meracuni kau juga??” kata Kyuhyun. Ia pun berhenti memperhatikan Siwon dan YeonSae. Dan mulai menghadap ke arah wanita yang sedang mengajaknya berbicara dengan memasang wajah dingin.
“kumohon jangan kau ungkit masalah itu lagi!! Kau benar! Aku sangat membenci pria itu sekarang. Dan ku mohon… kembalilah padaku!!” mohon MyuRi sambil memeluk Kyuhyun.
Saat itu juga, YeonSae yang masih berdansa dengan Siwon melihat Kyuhun yang sedang berpelukan dengan seorang wanita. YeonSae mengenal wajah wanita itu, wajah yang Ia lihat dalam foto yang terpajang di meja kerja Kyuhyun.
“MyuRi?? Itukah wanita yang dicintai Kyuhyun-sunbei?? Ahhh… aku… mianhaeyo Siwon sepertinya aku akan membuatmu malu.” pikir YeonSae yang terus memperhatikan Kyuhyun.
YeonSae yang masih berdansa dengan Siwon, merasakan cemas dalam hatinya. Perlahan, Ia kembali menggembungkan pipinya, berusaha menahan tangisnya. Siwon melihat ke arah YeonSae begitupun Kyuhyun yang memperhatikan YeonSae setelah Ia memaksa MyuRi untuk berhenti memeluknya.
“kau?? Benar-benar menyukainya??” Kyuhyun bertanya-tanya dalam hatinya.
“Kyuhyun!!!” teriak Myuri.
“Aisshh!! Semoga aja itu hanya perasaanku.” Kata Kyuhyun sambil membuang mukanya.
Myuri hanya bisa memperhatikan Kyuhyun. Sedangkan Siwon masih bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi pada YeonSae.
“Apa yang sedang Ia perhatikan?? kenapa dia menggembungkan pipinya? Ahh?? Apa dia ingin menangis? Hajiman, waeyo? Kau membuatku cemas!” Siwon bertanya-tanya dalam hatinya.
Lalu Shiwon sengaja berputar arah saat berdansa untuk memastikan. Kemudian, Ia melihat MyuRi bersama Kyuhyun.
“sedang apa MyuRi di sini? Ah! tentu saja, karena Appanya…” dalam hati Siwon. Lalu Ia melihat YeonSae yang sedang menangis di hadapannya. “peluklah aku lalu rapatkan kepalamu di dadaku! Jangan sampai para tamu melihatmu menangis.” bisik Siwon.
“mianhaeyo… jangan pukul kepalaku.” kata YeonSae sambil memeluk dan merapatkan kepalanya kepada Siwon.
“aku pasti melakukannya jika orang-orang ini tidak ada. Haah… aku hanya bercanda.” Siwon pun tersenyum. “ternyata kau benar-benar menyukai Kyuhyun.” Pikir Siwon. Dan saat itu, Kyuhyun kembali melihat ke arah YeonSae.
“ternyata sainganku yang mendapatkannya!! YeonSae, this is goodbye… kau mengerti kata-kata ini kan?” gumam Kyuhyun dalam hatinya lalu Ia pergi meninggalkan MyuRi dan Acara itu.
“Siwon… izinkan aku pulang…” mohon YeonSae yang masih memeluk Siwon.
“itu tidak mungkin… penjaga ada di mana-mana termasuk pintu keluar… sebenarnya, aku juga sedang memikirkan hal ini…” jawab Siwon yang saling berbisik.
“kau pasti ingin meninggalkan acara ini tanpaku kan?? jahat sekali kau…”
“meskipun begitu, kau lihat sendiri… tetap saja aku masih berada di sini. Aisshhh…”
“berbohonglah… katakan kalau kekasihmu ini sakit! Heehhe..”
“maksudmu… kekasih palsu? Ide yang bagus… kaja. Kita pergi YeonSae.”
Siwon menggenggam tangan YeonSae. Mereka berjalan menuju pintu keluar. Terlihat penjaga sudah berdiri di pintu. Siwon segera membopong YeonSae dan YeonSae segera memasang wajah pucat. Penjaga itu pun mencegah mereka berdua.
“mianhaeyo Tuan Muda Choi… Tuan Besar tidak mengizinkanmu untuk meninggalkan pesta ini.” Kata penjaga pintu.
“sejujurnya aku masih ingin menikmati pesta ini. Hanya saja… kekasihku sedang sakit. Kau lihatkan badannya sangat lemah. Bahkan Ia menangis kesakitan saat kami berdansa. aku sangat tidak tega melihatnya.” Jelas Siwon panjang lebar.
“ternyata dia pandai berbohong juga… aissh… pewaris macam apa dia…” pikir YeonSae.
“hajiman…”
“Appaku pasti mengerti… tolong bukakan pintunya…” mohon Siwon.
“ba… baiklah…” penjaga itu pun membukakan pintu untuk Siwon dan YeonSae.
“kamsahamneeda!!” kata Siwon dan YeonSae mereka pun berhasil keluar dari hotel.
“tuan muda!!” panggil penjaga itu. Siwon memasang wajah cemas. “semoga kekasihmu cepat sembuh!! Jagalah dia tuan muda… aku senang jika bisa melihat kalian terus bersama.” Kata penjaga itu sambil tersenyum.
“ahh… nae…” kata Siwon dan YeonSae dengan perasaan aneh.
Mereka segera berjalan menjauh dari pandangan penjaga pintu dan bersembunyi dari semua pengawal yang ada.
“cepat kita masuk ke mobil!!” bisik Siwon.
“babo!! Supirmu akan melaporkan kita berdua. Sudahlah kita naik bis saja!!” saran YeonSae.
“mo?? aku tidak mau!!”
“kalau begitu biar aku pulang saja sendiri.”
“pengawal macam apa kau?? Haah!! Baiklah!!!!”
Akhirnya Siwon dan YeonSae memutuskan untuk kembali pulang tanpa menaiki mobil milik Siwon dan memutuskan untuk menaiki bis. Tapi, mereka harus berjalan terlebih dahulu menuju halte. Dan jaraknya cukup jauh dari hotel.
“kau pandai berbohong juga! Tapi, mengapa kau sulit mendapatkan kekasih?” sindir YeonSae.
“wajahmu juga seperti orang sakit! Tapi, mengapa ayahku bisa menerimamu menjadi pengawal pribadi?” balas Siwon dengan wajah sinis.
“terserah apa yang ingin kau katakan!” kesal YeonSae.
“kenapa kau menangis?” tanya Siwon. YeonSae mulai merasakan sakit di kakinya karena Ia menggunakan sepatu berhak cukup tinggi.
“aigooo!!! Sepatu ini merepotkan sekali!!! Kakiku pegal!!”
“kau ini kampungan sekali!!!”
“ah… aaah!!!!” tiba-tiba hak sepatu bagian kanan itu patah. YeonSae melepasnya. “Siwooon….” kata YeonSae ketakutan.
“NEOYA!!!!” #plak# Siwon memukul kepala YeonSae. “kau tahu kan harga sepatu itu mahal sekali!!!?? Kau malah mematahkannya!! Ceroboh sekali!!!” bentak Siwon.
“mianhaeyo!! Akan ku ganti…”
“tak perlu kau ganti… sayang sekali kau tidak bisa memiliki sepatu ini!!”
“umhhh?? Sepatu ini untukku??” tanya YeonSae.
“gaun, liontin, dan sepatu yang sudah kau pakai itu tentu saja harus kau ambil. Tidak mungkin aku menyimpan kembali di butik eommaku.
“aigooo!! Gomawoyo… hajiman… bagaimana aku bisa berjalan. Kau jalanlah saja terlebih dahulu. Kakiku masih… umhhh??” YeonSae melihat Siwon jongkok di hadapannya.
“naiklah ke punggungku!! Ppali… kalau tidak kita akan mendapatkan bis…”
“gomawo…” Siwon lalu menggendong YeonSae sampai ke halte.
# # # # # #
Sesampainya di rumah, YeonSae tertidur saat Siwon menggendongnya. Siwon pun membawa dia ke kamarnya dan membaringkan YeonSae di tempat tidur lalu menyelimutinya. Setelah itu, Ia keluar dari kamar YeonSae
Lalu Siwon dengan rasa kesal dan terburu-buru, Ia menuju kamar Kyuhyun. Ia membuka pintu kamar Kyuhyun dengan cukup keras. Dan Siwon melihat Kyuhyun di dalam.
“baguslah kau ke sini… sehingga aku tidak perlu menemuimu.” Kata Kyuhyun.
“kenapa kau datang bersama MyuRi??” tanya Siwon dengan emosi.
“bukan urusanmu…” jawab Kyuhyun dingin.
“berhentilah menganggap aku sebagai atasanmu.”
“aku akan berhenti menjadi pengawalmu dan kembali ke Jerman besok. Saat itulah kau bukan atasanku. Aku sudah membicarakan ini dengan Appamu.”
Tanpa sepengetahuan Siwon dan Kyuhyun, YeonSae mendengar pembicaraan mereka berdua. Tapi, YeonSae tidak bisa menahan air matanya karena mendengar Kyuhyun yang akan kembali ke Jerman. Dan seluruh tubuhnya dingin dan gemetaran.
“mo?? apa ini ada hubungannya dengan MyuRi?? kau bilang kepulanganmu tidak ada hubungannya dengan dia??” tanya Siwon.
“bukan MyuRi yang menyebabkan kepulanganku…” jawab Kyuhyun sambil mengemas barang-barangnya.
“YeonSae?? Wanita yang kau ceritakan padaku waktu itu… dan yang kau maksud dengan sainganmu adalah aku?? Jawab aku!!!” Kyuyun pun diam sejenak.
“aku tidak akan mengambil sesuatu yang Tuanku inginkan.”
#buk# Siwon memukul pipi Kyuhyun hingga terluka.
“meskipun aku menginginkannya tapi, kaulah yang dia inginkan.” Siwon lalu Ia keluar dari ruang kerja Kyuhyun.
“ah??” Kyuhyun tidak bisa bicara lagi.
YeonSae yang ternyata bersembunyi di balik tembok sudah terduduk di lantai. Tubuhnya lemas dan air matanya tidak berhenti menetes. YeonSae segera berdiri Ia memberanikan diri masuk ke ruang kerja Kyuhyun.
“entah apa yang harus ku katakan… hatiku terlalu takut… karena aku hanyalah sesuatu di mata Kyuhyun-sunbei.” pikir YeonSae.
YeonSae yang sudah berada di ruangan Kyuhyun hanya berdiri memperhatikan Kyuhyun.
“Kyuhyun…. sunbei….” kata YeonSae pelan.
“ah?? YeonSae!!!!!” Kyuhyun menoleh ke arah YeonSae. Dan YeonSae hanya tersenyum lemas. Kyuhyun segera berdiri, dan mulai melangkah menuju YeonSae.
“ahh… Annyeong Hikasaeyo…” ucap YeonSae sambil membungkuk. Kyuhyun menghentikan langkahnya.
“berapa kali kau harus menghentikan langkahku untuk menghampirimu??” tanya Kyuhyun dalam hati.
“selama ini sunbei telah banyak membantuku… kamsahamneeda…” YeonSae pun menegakkan tubuhnya.
“ahh… chinchayo… baiklah… dengan begitu aku bisa meninggalkanmu dengan tenang untuk mengawal Siwon seorang diri.” Balas Kyuhyun. “ada apa dengan ku??” tanya Kyuhyun dalam hatinya.
“arasseo… nae… aku akan kembali ke kamarku, mianhae sudah mengganggu…” YeonSae membalikkan badannya.
“YeonSae!” Seru Kyuhyun. Dan YeonSae segera menghentikan langkahnya. “jika aku pergi, neon gwenchansumnikka?” tanya Kyuhyun.
“aaahh… mullon… sunbei tak usah mencemaskanku… aku tidak ingin membuat sunbei membatalkan kepergian sunbei…” jawab YeonSae tanpa menoleh kepada Kyuhyun.
“ah… ireohkaeyo? Nan arasseo…” jawab Kyuhyun. “hajiman, naneun gwenchanah animyeon…” ucap Kyuhyun dalam hatinya sambil menatap YeonSae.
“meskipun aku mengatakan yang sebenarnya, kau akan tetap pergi bukan??” pikir YeonSae.
Ia lalu pergi meninggalkan ruang kerja Kyuhyun. Tanpa di sadari olehnya, pipinya telah menggembung lalu Ia menangis di kamarnya. Dan tak lama, YeonSae segera mengambil ponselnya dan menghubungi Choi Hyundae.
“apa yang baru saja ku katakan?? Apa aku benar-benar menginginkan YeoSae?? Ani,,, ini tidak mungkin… hajiman… perkataanku saat di mobil dan dansa itu?? Aisshh!!! Kenapa aku bisa melakukan itu?? Kau membuatku kepala ku pusing YeonSae!!!! Lebih baik aku pergi tidur!!!” pikir Siwon yang sedang berada di kamarnya.
“nae… aku akan pulang ke Pusan esok hari…” kata YeonSae yang sedang berbicara dengan Choi Hyundae di telepon.
“hajiman… waeyo?? Kenapa tiba-tiba seperti ini??” tanya Choi Hyundae.
“ahh… naneun… ada sesuatu yang harus aku urus di sana… nae..”
“chinchayo… arasseo… geurom, sepertinya putraku akan kesepian tanpa kekasih palsunya…”
“jeongmal mianhaeyo… ahh???” YeonSae terkejut mendengar perkataan itu.
“haha… gwenchanayo… hanya itu??”
“ahh nae… mianhaeyo telah menggangu…” YeonSae pun mengakhiri pembicaraannya. “aku benar-benar harus kembali ke Pusan!!!” seru YeonSae panik. “umhh… aku tahu ini egois. Tapi, semoga saja, kepulanganku ke Pusan adalah hal yang terbaik.” Pikirnya.
# # # # # #
Keesokan harinya, Kyuhyun sudah bertolak ke bandara pagi-pagi sekali. Sedangkan Siwon dan YeonSae masih tertidur. Tak ada yang mengetahui kepergian Kyuhyun ke bandara. YeonSae pun terbangun dari tidurnya dan segera bersiap untuk kembali ke Pusan.
“sebaiknya aku meninggalkan pesan untuk Siwon. Haah… dia pasti akan sangat senang melihatku pergi… tapi… mungkin itu lebih baik untuknya… juga untukku. Mianhaeyo aku tidak bisa terus mengawal Siwon. karena aku tidak bisa tinggal di sini tanpa Kyuhyun-sunbei…” pikir YeonSae.
Setelah Ia memasukkan seluruh pakaiannya, YeonSae menulis sebuah pesan untuk Siwon, kemudian Ia letakkan di atas seragam pengawal miliknya. Dan YeonSae pun pergi ke bandara tanpa sepengetahuan Siwon. Tak lama, Siwon pun terbangun dan segera pergi ke dapur.
“umhh?? Moseumnikka? Mengapa rumah ini sepi sekali??” Siwon pun meninggalkan dapur. “Kyuhyunnie!!!! Aish… dia pasti sudah berangkat ke bandara… Yeo… ahh…. untuk apa aku memanggilnya…” pikir Siwon.
Lalu, Siwon kembali duduk di ruang makan. Tapi, Siwon benar-benar merasa bahwa rumahnya sangat hening sekali.
“YeonSae??” seru Siwon saat Ia memasuki kamar YeonSae. “aaah… kenapa aku masuk ke kamarnya…” keluh Siwon.
lalu Siwon melihat sebuah surat di atas seragam pengawal milik YeonSae.
“surat apa ini?” Siwon melihat sekelilingnya. “biar ku baca…” kata Siwon. Setelah itu, Ia membaca surat yang YeonSae tinggalkan. “Dia pulang ke Pusan?? Hah! Seharusnya aku senang mengetahui ini… hajiman… akan ku tunjukkan, bahwa aku menginginkan mu YeonSae…”
Saat itu juga, Siwon segera bersiap untuk mencegah kepergian YeonSae ke Pusan. Meskipun Siwon tidak tahu bandara apa yang akan di kunjungi YeonSae. Hanya saja, Siwon merasa yakin bahwa YeonSae akan mengunjungi bandara paling dekat dengan rumahnya untuk menghebat biaya perjalannya.
“syukurlah ada bandara di sekitar sini…” kata YeonSae yang baru saja tiba di bandara. Kemudian dia duduk di ruang tunggu.
Sementara itu Kyuhyun masih duduk di ruang tunggu di bandara yang sama. Wajahnya terlihat dingin dan sedang memikirkan sesuatu.
“annyeong hikasaeyo? Siapa yang menyuruhmu mengatakan itu padaku?” pikir Kyuhyun.
“sepertinya aku melupakan sesuatu…” pikir YeonSae sambil memeriksa saku bajunya.
“jamkkan!! bagaimana YeonSae tahu aku akan pergi?? AH!! mungkinkah dia mendengar semua pembicaraanku dengan Siwon?? Aku harus memastikannya terlebih dahulu.” Kyuhyun beranjak dari kursinya.
“mini rubik-box milikku!!! Pasti tertinggal dalam saku seragam itu… haizzz… aku terpaksa harus mengambilnya…” dan YeonSae beranjak dari kursinya.
Kyuhyun dan YeonSae pun pergi ke luar meninggalkan bandara. Tak di sangka mereka saling bertabrakan di luar bandara.
“aissh… jeongmal mianhaeyo…” kata YeonSae membungkuk.
“ahh… aniyo…” jawab Kyuhyun. Kemudian keduanya saling bertatap wajah.
“Kyuhyun-sunbei….” kata YeonSae pelan.
“YeonSae? Uhmm… sedang apa kau di sini? Apa kau bersama Siwon?” tanya Kyuhyun dingin sambil melihat ke sekelilingnya.
“ani!” jawab YeonSae dingin. “ahh… mianhae aku harus segera pergi…”
“jamkkan!!” Kyuhyun menarik tangan YeonSae. YeonSae pun berhenti saat itu juga.
“pada akhirnya… kalian mendapatkan apa yang kalian berdua inginkan.” Kata Siwon dalam hatinya. Ia baru saja tiba di bandara dan melihat Kyuhyun dan YeonSae sedang bersama. Setelah itu, Siwon segera pergi meninggalkan bandara dan kembali pulang.
“kenapa kau ingin kembali ke Pusan?” tanya Kyuhyun yang sedang duduk di kursi luar bersama YeonSae.
“ahh!! jeongmal mianhaeyo… aku… tidak bisa mengawal Siwon lagi…” kata YeonSae.
“chinchayo??” tanya Kyuhyun.
“aku membutuhkan Kyuhyun-sunbei di sampingku….” jawab YeonSae pelan.
“geurae?” kata Kyuhyun dingin.
“ahh!! sudahlah lupakan saja… seharusnya aku tidak mengatakannya… sebaiknya sunbei segera masuk ke pesawat”
Tiba-tiba Kyuhyun melihat sebuah pesawat melintas.
“pesawat ku sudah lepas landas. Kau lihat itu? Itu pesawat yang seharusnya ku naiki. Dan ini semua gara-gara kau!”
“a!! Kenapa sunbei menyalahkanku? Lagipula bagaimana sunbei tahu? sunbei berbohong?”
“untuk apa aku berbohong. Arah pesawat itu adalah arah menuju Jerman.”
“aku bukan anak kecil…” kesal YeonSae. Tak lama YeonSae melihat pesawat lain yang melintas. “Sunbei lihat itu?? Sepertinya pesawatku juga sudah berangkat.” tanya YeonSae sambil menunjuk ke arah pesawat.
“tapi pesawat milikmu terbang ke arah yang sama dengan pesawatku. Kau berbohong!” balas Kyuhyun.
“ternyata Kyuhyun-sunbei tidak sepintar yang ku pikirkan. Tentu saja aku tidak berbohong. karena setiap pesawat menuju Jerman akan melewati Pusan bukan? Hehehhe…”
“jika itu memang benar, aku akan mengingatnya. Dan ketika aku kembali ke Jerman nanti, akan ku pastikan kau tidak berbohong.”
“umhhh?? Kau tidak akan pernah bisa memastikannya!!”
“waeyo??”
“karena aku… tidak akan membiarkan sunbei pergi lagi…” YeonSae menatap Kyuhyun.
“beraninya kau melarangku pergi setelah membuatku batal kembali ke Jerman. Kau harus membayarnya!!”
“umhhh??? Ottohkaeyo??”
“kau harus menerima ajakanku berkencan ke taman hiburan. Dan ku pastikan tidak ada hal yang bisa membatalkannya.”
“baiklah…” jawab YeonSae dengan senyum lebar. “ini seperti mimpi,… berkencan dengan Kyuhyun-sunbei…. woaah…” pikir YeonSae.
“akan ku pastikan tak akan ada yang membatalkannya. Meskipun itu Siwon.” Pikir Kyuhyun. “YeonSae! Kaja kita pulang… sepertinya kita memang harus tetap menjadi pengawal pribadi Siwon.” Kata Kyuhyun.
“ah… arasseo!!”
“kaja!!” ajak Kyuhyun dengan senyum sambil mengulurkan tangannya.
“nae… kaja!!” Dan akhirnya mereka berdua kembali pulang menuju rumah Siwon.
# # # # # #
Setiba di halam rumah, YeonSae menghentikan langkahnya. Kyuhyun pun menoleh ke arah YeonSae. YeonSae terlihat ketakutan untuk melihat Siwon. Sedangkan Siwon sendiri sedang memperhatikan dari jendela kamarnya.
“Siwon pasti memarahiku!” kata YeonSae.
“jika dia melakkukan itu, itu berarti dia tidak ingin kau berhenti menjadi pengawalnya.”
“ahh… tapi aku takut…”
“aku ada di sampingmu!” kata Kyuhyun.
“gomawo sunbei… mianhae aku sudah menyusahkan sunbei lagi.”
“jika kau tidak segera masuk, kau semakin menyusahkanku…”
Lalu YeonSae dan Kyuhyun masuk ke dalam rumah.
“kenapa kau masih di sini?? Kau pikir rumahku ini ada di Pusan?” tanya Siwon yang berada di atas tangga, kemudian Ia turun menghampiri Kyuhyun dan YeonSae.
“aissh… mianhaeyo…”
“jika kau memang ingin pergi, kau tak perlu meninggalkan surat… kau berharap aku akan menyusulmu ke bandara?? Tch, mana mungkin.”
“aniyo… hajiman… apa kau baru pergi dari suatu tempat? Kenapa kau memakai baju serpeti itu?” tanya YeonSae. Kyuhyun segera melihat ke arah Siwon.
“a? A… Apa urusanmu?? Mana mungkin aku pergi ke bandara dengan pakaian seperti ini!!”
“bukan itu maksudku!! Aku hanta takut tidak ada yang mengawalmu!!” jawab YeonSae.
“lupakan saja!! Cepat kau pakai seragammu! Kau ingin pengawal yang lain melihatmu seperti ini??”
“ahh!! kau benar!! Kyuhyun-sunbei… permisi…” YeonSae menundukkan kepalanya dan segera pergi ke kamarnya.
“Kyuhyun… senang melihatmu kembali…” kata Siwon sambil mengangkat tangannya dan mereka berdua bersalaman.
“gomapta kau masih menerimaku…” balas Kyuhyun.
Setelah itu, Siwon pergi ke kamarnya. Dan Kyuhyun segera memasuki ruang kerjanya untuk menyimpan segala barang yang Ia miliki. Beberapa lama kemudian, Kyuhyun segera pergi ke kamar Siwon dengan berpakaian seorang pengawal. Kyuhyun mengetuk pintu.
“masuklah!” kata Siwon.
“sepertinya kau sudah tahu apa yang akan aku bicarakan?” tanya Kyuhyun.
“ireohkae…” jawab Siwon.
“kau datang ke bandara itu untuk mencegah YeonSae pergi kan?”
“nae… waeyo?? Kau takut aku merebutnya darimu??”
“sepertinya begitu… untuk itu aku ingin meminta satu hal padamu. Mulai hari ini, segala perintah untuk YeonSae harus kau katakan terlebih dahulu padaku. Ottohkaeyo?”
“kalian berdua saja yang atur!” jawab Siwon dingin.
“johayo!! Permisi, aku akan kembali ke kamarku.”
“jamkkan!!” Siwon menoleh ke arah Kyuhyun, “Ingatlah satu hal, YeonSae tetap pengawalku… tidak hanya kau yang harus dia lindungi…” Siwon pun tersenyum begitu pun dengan Kyuhyun. Kemudian Ia pergi meninggalkan kamar Siwon.
“dua pengawal tetap tidak bisa melindungi hatiku…” gumam Siwon.
# # # # # #
Keesokan paginya, di taman hiburan Kyuhyun dan YeonSae menghabiskan waktunya berdua. Mereka mengunjungi tempat-tempat yang menyenangkan. Dan mereka mengunjungi sebuah akuarium raksasa yang ada di sana.
“sunbei kau lihat ikan hiu itu?? Dia mirip Siwon ya? Hehehe…” canda YeonSae.
“kau ini… hey lihat ikan itu!! Itu mirip denganmu…” seru Kyuhyun.
“mo??? waeyo?? Neon nappeun sunbei…. shhh… badanku tidak sebesar itu.” kesal YeonSae.
“aniyo… tapi pipimu sebesar itu… matji??” tanya Kyuhyun.
“ireohkaeyo?? Umhhh…” YeonSae mencoba menggembungkan pipinya.
“sudah ku bilang… kau mirip sekali… hahahah…”
“terserah sunbei saja!! Kaja… kita pergi dari sini…” kesal YeonSae sambil berjalan meninggalkan Kyuhyun.
“hey!! Kau marah? Hey!! Jamsi man-ayo!!!” seru Kyuhyun yang mengejar YeonSae.
Malam hari tiba. Kemudian mereka memutuskan untuk pergi ke kedai es krim.
“YeonSae… boleh aku bertanya sesuatu??”
“mo??”
“apa… kau pernah menyukai Siwon??”
“ah?? kenapa sunbei bertanya seperti itu?? Tentu saja aku tidak pernah… dia terlalu menakutkan bagiku… meskipun Kyuhyun-sunbei cukup menakutkan… hehehe…”
“chinchayo?? geurom… mengapa kau selalu menggembungkan pipimu saat kau membicarakan atau saat kau berada bersama Siwon??”
“hahaha… moseumnikka??”
“marhaebwayo!!!”
“nae… umhh… geuge… membantuku untuk menahan tangis… tapi, selalu gagal jika itu karena sunbei…” wajah YeonSae sedikit terlihat sendu.
“neon mareun??” tanya Kyuhyun yang kaget.
“ahhh… aniyo…” jawab YeonSae.
“ikut aku…”
“eodikhayo??”
“kita akan melihat kembang api…”
“chinchayo!! hahaha… kaja sunbei!!”
“umhh… dengan satu syarat!! Mulai hari ini… panggil aku… Kyuhyun-oppa… ottohkae?”
“nae!!! arasseo!!! oppa!!!” jawab YeonSae semangat.
Setelah meninggalkan kedai es krim, Kyuhyun mengajak YeonSae ke sebuah jembatan di atas sungai. Mereka menyaksikan kembang api bersama di malam hari. Kyuhyun menatap YeonSae yang terlihat sangat menikmati kembang api itu.
“aku hanya ingin melihat wajahmu seperti ini.. hajiman ottohkaeyo?” tanya Kyuhyun dalam hatinya.
“Kyuhyun-sunbei?? Aissh… oppa!! moseumnikka?” tanya YeonSae yang sadar bahwa Kyuhyun terus memperhatikannya.
“ah! YeonSae!! Karena kau telah menemaniku berkencan hari ini. Aku akan mengajarkan sesuatu padamu. Semoga ini bisa membuatmu berhenti menggembungkan pipimu…”
“umhh?? Ottohkaeyo?” tanya YeonSae. Kyuhyun hanya tersenyum dan kembang api pun keluar dengan suara yang keras. “OPPA!!! OTTOHKAEYO???” teriak YeonSae. YeonSae yang kesal lalu menggembungkan pipinya.
Kyuhyun melangkahkan kakinya mendekati YeonSae. Ia menekan pipi YeonSae lalu mencium bibirnya. Tak lama Kyuhyun berhenti mencium YeonSae.
“jangan kau gembungkan pipimu!” suruh Kyuhyun. Lalu, Ia kembali mencium bibir YeonSae. YeonSae memejamkan matanya.
“oppa… apa kau akan menciumku setiap aku menggembungkan pipiku?? Hehehhe…” pikirnya dalam hati.

THE END GOMAWO

3 responses »

  1. curi waktu dikantor buat bca ni ff…*gk da yg nanya* huaaa…ganti judul aja….”fallin love with my partner” wkwkwk…aq ska banget ni ff…untung wonnie msh punya gw, jd dia gk perlu lm2 bersedih…*hug wonnie*hehehe …nice ff chingu,I like it..^^

  2. ….Wonnie oppa….kcian, cinta brtepuk sblah tngan….tpi tnang aja, psti ad wanita yg lbih pas dgnmu……. ….slmat deh buat kyuyun ‘n yeonsae…^^ ttp jdi pngawal yg baik..arraseo!!!^___^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s