[T.A.L.E.S.] [Behind the scene] .:♥ Say You Love Me ♥:. Part. II [End]

Standar

.:♥ Say You Love Me ♥:. Part. II

Sudah sebulan aku menjalani hubungan ajaib dengan leader boyband Super Junior. Setelah konferensi pers yang menjelaskan tentang hubungan kami, hidupku benar-benar berubah.

ELF sampai mengirimiku paket berdarah. Jujur, sebenarnya aku tidak terlalu terkejut melihat reaksi fanbase kedua yang terkenal ekstrim dalam membashing di Korea. Tetapi aku terkejut karena melihat perlakuan Eeteuk padaku. Semenjak aku memberitahunya tentang surat-surat kaleng yang dikirim ke rumahku, hampir setiap hari dia mengunjungiku, bahkan mengantar jemputku ke kampus. Aku sudah memberitahunya bahwa aku sebenarnya adalah ELF dan dia adalah biasku tetapi ternyata dia tidak memperdulikan kenyataan ini.

Setiap kali aku bertanya mengenai alasannya melakukan semua hal itu ia hanya akan menjawab, “Karena aku adalah kekasihmu.”

***

Aku mencintai Yuki, namun aku tidak berani memberitahunya. Meski hubungan ini awalnya hanya sebuah tindakan penyelamatan diri, namun seiring berjalannya waktu rasa cinta inipun datang.

Sewaktu ia memberitahuku tentang surat-surat kaleng yang dialamatkan kepadanya, kekhawatiran akan keselamatan dirinya merasuki seluruh tubuhku. Aku tidak ingin Yuki menderita karena diriku.

***

Hari ini Eeteuk kembali menjemput Yuki di kampus untuk kesekian kalinya. Yuki hanya menurut saja ketika tangan Eeteuk merangkul di pundaknya. Mereka berdua berjalan menuju lapangan parkir tanpa memperdulikan yeoja-yeoja yang melihat kearah mereka dengan tatapan iri.

***

“Memangnya hari ini ada apa sampai kau menjemputku?” tanya Yuki begitu sudah di dalam mobil.
“Kita akan pergi makan malam. Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu.” jawab Eeteuk sambil mulai mengemudikan mobil keluar gerbang.

***

Akhirnya mereka berdua sampai di sebuah bistro di kawasan Myeongdong. Tidak biasanya tempat ini sepi karena bistro ini adalah tempat makan malam kesukaan Yuki dan hampir setiap hari tempat ini sangat ramai dengan pengunjung.

“Saat ini dunia entertaiment sudah melupakan kasus kita.” ucap Eeteuk memulai pembicaraan.

Aku tahu suatu saat ini akan terjadi. Jujur, meskipun pada awalnya aku masih enggan menjalani hubungan ini dengan Eeteuk, namun kini hatiku semakin mencintainya. Bukan sebagai seorang fans terhadap idola, tetapi sebagai yeoja yang mencintai seorang namja. Kuharap ia tidak akan mengatakan apa yang tidak ingin kudengar.

“Kita akhiri saja hubungan ini.” ucap Eeteuk tegas.

Deg! Ternyata benar ia mengatakannya. Aku harus bagaimana sekarang?

“Jujur, sebenarnya aku mulai mencintaimu. Tetapi aku khawatir akan keselamatan dan masa depanmu jika kita terus menjalani hubungan ini. Aku tidak ingin kau menderita karena diriku, Yuki.” jelasnya sambil menggenggam erat tanganku.

Aku melepas genggaman tangannya. Aku tidak ingin hubungan ini berakhir. Tuhan, kini apa yang harus kupilih? Cinta atau masa depan?

***

Aku harap Yuki menyetujui keputusanku ini. Walaupun sebenarnya hatiku berharap bahwa ia menolaknya dan berkata bahwa ia juga mencintaiku. Tuhan, apakah aku terlalu berharap lebih?

“Baiklah.. kita akhiri saja.” jawab Yuki memecah kesunyian.

Sekarang aku harus menyadarkan diriku bahwa cintaku bertepuk sebelah tangan. Aku hanya bisa tersenyum miris dan pergi meninggalkan Yuki begitu saja yang masih duduk terdiam. Memang inilah yang terbaik.

***

Setelah aku menyetujui usulnya, ia langsung pergi begitu saja. Kini hanya tinggal diriku sendiri disini. Air mataku langsung jatuh tanpa kuminta. Aku menangis. Hatiku sakit melihat senyum miris Eeteuk sebelum pergi meninggalkannya tadi. Apakah Eeteuk benar-benar telah jatuh cinta padanya?

Meskipun itu benar, aku tetap tidak sanggup untuk mempercayainya. Bagiku bisa berkuliah di Korea dan bertemu dengan biasku bahkan terlibat dalam hubungan ajaib itu sudah membuatku sangat bahagia. Aku bahkan tidak peduli jika saja Eeteuk terpaksa menjalani hubungan ini.

***

“Eeteuk-ya, kau akan biarkan yeoja itu menangis sendirian, huh?” tanya Heechul saat kami bertemu di luar bistro.
“Lebih baik ia menangis sekarang daripada menderita selamanya jika terus bersamaku.” ucapku sambil masuk kedalam mobil.

“Kau bawa saja mobilnya.. aku ingin pergi ke suatu tempat dulu.” ucapnya sambil memberikan kunci mobil padaku.
“Tolong jaga dia…” pintaku.
Setelah itu aku langsung menyalakan mobil dan melaju menuju kantor.

***

Jadi ini yeoja chingu Eeteuk. Asal kalian tahu aku sangat tertarik setiap kali Eeteuk menceritakan setan kecilnya ini. Akupun menghampirinya yang masih menangis.

***

“Annyeong Yuki-ssi…” sapa seorang namja.

Akupun mengadahkan kepalaku. Ternyata namja itu adalah Heechul SJ.

“Annyeong…” balasku sambil menghapus air mata.
“Kau sudah putus dengan Eeteuk?” tanya Heechul.

Aku hanya bisa mengangguk. Rasanya hatiku masih terasa sakit mengingat kejadian tadi.

“Kalau begitu kau denganku saja. Ini bukan permintaan, tapi perintah dan aku tidak peduli meskipun kau menolaknya.” ucap Heechul sambil menarikku keluar bistro.

“Kau memaksaku.” ucapku dingin.
“Tentu saja dan kau tidak akan bisa menolaknya. Akan kubuktikan bahwa aku lebih baik daripada Eeteuk.” ucapnya sambil menghentikan taksi yang melintas.

“Tolong antarkan kami ke Everysing” ucap Heechul begitu kami masuk ke dalam taksi.

***

Eeteuk-ssi, aku telah mengambil Yuki darimu. Kalau kau ingin merebutnya kembali, temui kami berdua di Everysing begitu syutingmu selesai. Kim Hee Chul

Aku hanya tersenyum melihat pesan yang dikirimkan oleh Heechul. Aku tidak bisa kesana karena sekarang aku sudah dalam perjalanan ke kantor KBS untuk siaran Sukira. Lagipula aku sudah memutuskan untuk melepaskannya walaupun kini aku masih mencintainya.

***

“Yuki-ssi.. ayo temani aku bernyanyi…” pinta Heechul.
“Aniyo oppa.. aku tidak bisa menyanyi..” tolak Yuki halus.

“Kata Eeteuk kau sangat pintar menyanyi.. ayolah..” pinta Heechul lagi.

Tiba-tiba Yuki menangis begitu Heechul menyebut nama Eeteuk.

“Aigoo… mianhae…” ucap Heechul yang merasa bersalah.
“Ini bukan salah oppa…” ucap Yuki sambil menghapus air mata.

Mereka terdiam selama beberapa saat. Heechul sibuk dengan handphonenya sedangkan Yuki hanya menunduk lesu.

“Oppa.. boleh aku menanyakan sesuatu padamu?” tanya Yuki memecah kesunyian.
“Apa?” tanya Heechul balik.
“Apakah menurutmu…. Eeteuk oppa benar-benar mencintaiku?” tanya Yuki lagi.

“Tentu saja.. dia bahkan sangat menyebalkan karena dia selalu bercerita tentangmu di dorm.. aku saja sampai tidak tahan lagi mendengar suaranya..” jawab Heechul sambil memasang wajah kesal.

“Kau juga mencintainya kan?” tanya Heechul kemudian.
“Uhm.. tapi aku masih ragu dengan perasaanku ini..” jawab Yuki.

“Haaah.. sepertinya memang aku tidak akan bisa mendapatkanmu.. ayo kita pergi sekarang..” ucap Heechul sambil menarik tangan Yuki dan keluar pergi.

***

Eeteuk: “Annyeonghaseyo para pendengar.. Bertemu lagi dengan saya Eeteuk dan juga..”

Eunhyuk: “Eunhyuk dalam acara kesayangan kita, Super Junior Kiss The Radio..!”

Eeteuk: “Eunhyuk-ssi, aku ingin menceritakan sesuatu kepada para pendengar..”

Eunhyuk: “Apakah itu?”

Eeteuk: “Aku akan bercerita tentang seorang yeoja..”

Eunhyuk: “Wah pendengar, sepertinya ini akan sangat menarik. Kalau begitu silahkan bercerita Eeteuk-ssi.”

Eeteuk: “Sebulan lalu, aku tertangkap oleh paparazzi sewaktu berjalan-jalan pada malam hari. Tetapi berkat bantuan seorang yeoja, aku berhasil menghindar. Aku bersembunyi di rumahnya. Kami berdua mengobrol di meja makan. Waktu sudah menunjukkan pukul tiga pagi dan yeoja itu tertidur sambil menopang dagunya. Karena aku merasa kasihan, maka aku menggendongnya ke kamarnya.”

Eunhyuk: “Lalu?”

Eeteuk: “Selesai menaruhnya dikasur, mataku terpaku pada kotak besar disamping jendela. Saat aku ingin membukanya, terdengar suara blitz kamera. Wartawan kita memang sangat hebat. Aku langsung menuju yeoja itu dan memeluknya agar wajahnya tidak terfoto, namun sepertinya terlambat. Karena aku tidak ingin membuat yeoja itu terlibat masalah, maka aku menawarinya untuk menjadi kekasihku sungguhan, dan ia menyetujuinya.”

Eunhyuk: “Eeteuk-ssi.. kau sedang menceritakan awal pertemuanmu dengan kekasihmu itu rupanya. Kuharap para ELF tidak cemburu karena leader kita memang sudah saatnya memiliki pendamping hidup, bukan begitu Eeteuk-ssi?”

Eeteuk: “Hahaha.. tentu saja.. tetapi hari ini aku telah putus dengannya.”

Eunhyuk: “Kau yang memutuskan atau kau diputuskan?”

Eeteuk: “Aku yang memutuskannya. Kau mungkin akan menganggapku jahat tetapi ini semua kulakukan karena aku sangat mencintainya.”

Eunhyuk: “Ini sangat membingungkan. Kau mencintainya tetapi kau yang memutuskannya?”

Eeteuk: “Ya. Karena aku hanya ingin yang terbaik untuk dirinya. Kuharap para ELF kita tidak akan mengganggunya lagi setelah hubungan ini berakhir. Kau tahu Eunhyuk-ssi, cinta itu terkadang tidak perlu memiliki. Jika kau sedang mendengarkan siaran ini Yuki-ssi, maka dengarkan ini sekali lagi. Aku mencintaimu.”

Eunhyuk: “Pendengar sepertinya kisah cinta leader kita kembali kandas ditengah jalan. Kalau begitu kau ingin aku memutarkan lagu apa untuk mantan kekasihmu Eeteuk-ssi?”

Eeteuk: “Tolong putarkan lagu kita yang berjudul All My Heart. Itu lagu kesukaannya.”

Eunhyuk: “Baiklah kalau begitu, untuk para pendengar yang sangat mencintai Super Junior. Dan jika anda sedang mendengarkan siaran ini Yuki-ssi, percayalah bahwa Eeteuk-ssi benar – benar mencintaimu.”

***

Begitu lagu diputar, Heechul memaksaku untuk masuk ke dalam studio. Eeteuk terkejut melihat kedatanganku.

(Ajik kkaji mothaejun geu mal. Mogi meyeo shikeunhan keu mal.
Nuguboda saranghae. Ojik neowa na nannana nannana nanna.)
(I still can’t say those words. The words that make me voice run dry.
I love you more than anyone else. Only you and me nannana nannana nanna.)

Ya, tadi aku memang tidak bisa untuk mengucapkannya. Tetapi kini, hatiku sudah tidak bisa menutupinya lagi. Aku memang mencintainya.

***

I sungani haengbokhae jeongmal. Naege waseo gomawo jeongmal.
Nareul da jul han saram. Ojik neowa na nannana nannana baro neo.
(I’m happy this time, really. Thank you for coming to me, really.
The one who gives everything to me. Only you and me nannana nannana it’s you.)

Aku terkejut melihat kedatangan Yuki. Eunhyuk menepuk pundakku dan menyuruhku menghampirinya. Akupun langsung menghampiri Yuki dan memeluknya. Tuhan, mengapa aku berpikir bahwa kini aku merasa aku tidak akan bisa untuk melepaskannya lagi?

***

“Eeteuk-ssi, aku juga mencintaimu.” ucap Yuki begitu Eeteuk telah melepaskan pelukannya.
“Geuraeyo?” tanya Eeteuk tidak percaya.
“Tentu saja.. aku kan sedang tidak bercanda..” ucap Yuki sambil menyentil dahi Eeteuk.
“Aigoo… kau ini memang.. siapa yang mengantarmu kesini?” tanya Eeteuk.

“Aku daritadi duduk disana mendengarkan siaranmu bersama Heechul oppa.” jawab Yuki sambil menunjuk ke sebuah sofa yang sekarang kosong.
“Tapi kemana dia sekarang?” tanya Yuki bingung.

Tiba – tiba handphone Eeteuk bergetar. Ada pesan yang masuk.

Eeteuk-ssi, kini aku relakan Yuki kepadamu. Tetapi jika kau membuat Yuki menangis sekali lagi, aku akan merebutnya kembali darimu dan tak kan pernah ku kembalikan padamu. Oh ya, jika Yuki mencariku, bilang padanya aku sudah kembali ke dorm. Kim Hee Chul.

Eeteuk kembali tersenyum melihat isi pesan dari Heechul. Iapun memasukkan kembali handphonenya kedalam saku.

“Heechul bilang dia sudah pulang ke dorm. Barusan ia mengirimiku pesan.” ucap Eeteuk sambil menarik Yuki duduk di sofa.

“Syukurlah.. aku sangat mengkhawatirkan keadaannya.” ucap Yuki lega.
“Jadi, kita sekarang….”
“Berpacaran lagi maksudmu?” ucap Yuki memotong perkataan Eeteuk.

“Tentu saja. Kau tidak akan menolak kan, setan kecil?” tanya Eeteuk.
“Eeteuk-ssi! Mengapa kau selalu menyebutku setan kecil huh?!” ucap Yuki kesal.

“Itu karena aku adalah malaikat yang tidak akan bisa melepaskan setan kecilnya lagi sekarang.” jawab Eeteuk sambil mengusap lembut kepala Yuki.
“Andwae.. itu panggilan yang sangat jelek kau tahu..” ucap Yuki sambil mencubit pipi Eeteuk.

“Aigoo.. neomu aphayo..” rintih Eeteuk sambil mengusap pipinya.
“Itu adalah tanda sayangku padamu, malaikat bodoh” ucap Yuki sambil menjulurkan lidah dan kabur sebelum Eeteuk sempat membalasnya.

“Kau mau kemana setan kecil?” tanya Eeteuk.
“Aku? Tentu saja pulang. Bukankah kau masih ada siaran?” tanya Yuki balik sambil menghentikan langkahnya.

Eeteuk menoleh kearah Eunhyuk yang masih siaran. Eunhyun memberi sinyal bahwa semuanya akan baik – baik saja dan menyuruh Eeteuk pergi saja.

“Kata Eunhyuk aku harus mengantarmu pulang.” ucap Eeteuk sambil menyusul Yuki yang berjalan menuju lift.
“Kau ini memang malaikat bodoh…” ucap Yuki sambil tersenyum.
“Dan kau adalah setan kecil yang akan selalu mencintai malaikat bodohnya.” balas Eeteuk sambil menggandeng tangan Yuki memasuki lift.

~FIN~

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s