[T.A.L.E.S.] .:♥ When They Meet Each Other ♥:

Standar

(The Angel and Little Evil’s Story)
.:♥ When They Meet Each Other ♥:
Yuki berjalan tergesa-gesa menuju rumahnya. Ini semua bukan tanpa alasan. Di perjalanan pulang tadi ia menerima pesan dari kekasihnya bahwa ia dan teman-temannya akan main ke rumah. Sebenarnya ia senang kekasihnya mengunjunginya, tetapi jika mengingat pesannya yang tidak pernah dibalas membuatnya ingin membakar kekasihnya itu hidup-hidup.

***
“Hyung tidak apa-apa kalau kita masuk duluan?” tanya Ryeowook hati-hati.
“Geokjeongma.. Yuki pasti akan mengerti..” jawab Eeteuk santai.
Eeteuk pun mengeluarkan kunci cadangan dan membuka pintu rumah didepannya. Kemudian ia pun masuk lebih dulu diikuti yang lainnya.

***
Begitu Yuki membuka pintu rumahnya, ia terlonjak kaget karena tidak biasa melihat rumahnya yang tiba-tiba ramai.

“Kapjagi! Aigoo.. kenapa oppadeul sudah masuk duluan sih?” tanya Yuki sambil mengelus dada.
“Mianhae Yuki-ya.. tadi Eeteuk hyung yang menyuruh kami masuk..” ucap Ryeowook yang
menghampirinya yang sedang melepas sepatu.

“Sini aku bawakan tasmu..” ucap Ryeowook sambil menggendong tas Yuki.
“Gomawo…” ucap Yuki.

Ia pun berjalan ke ruang tengah yang kini penuh sesak dengan manusia. Setelah menyandarkan tubuh di sofa, Yuki mulai mengamati keadaan sekitarnya. Kyuhyun dan Eunhyuk oppa sedang asyik bermain PS3, Heechul dan Donghae terlihat bermain ayunan di taman, Ryeowook dan Sungmin oppa memasak di dapur, Yesung dan Siwon oppa sepertinya sedang ada di kamar studio, sedangkan Shindong oppa asyik ber-twitter ria di komputernya.

Rumah Yuki memang seperti dorm kedua bagi anak-anak Super Junior. Semua fasilitas yang ada di dorm tersedia juga disini. Dengan berbekal kunci cadangan yang dipegang Eeteuk, tak jarang terkadang beberapa member sering datang sendiri ketika ia sedang kuliah.

“Yuki-ya.. tidak mencari Eeteuk hyung?” tanya Shindong yang sudah selesai bermain komputer.
“Buat apa aku mencari dia? Aku ingin dia yang mencariku…” ucapnya
kesal.
“Saat ini jadwalnya sangat padat.. seharusnya kau bisa memahami keadaannya..” ucap Siwon tiba-tiba seperti bisa menebak kekesalan yang sedang dialami Yuki.

“Tapi Shindong oppa saja masih bisa menyapa Nari eonni lewat twitter.. Seminggu sekali Kyuhyun oppa mengajak Inhyun ke game station, lalu Donghae selalu menelepon Hyera tiap malam, Eunhyuk oppa mengajak Eunri ke taman bermain minggu lalu, dan Siwon selalu bersikap romantis pada Raena, sedangkan aku? membalas pesanku saja dia tidak sempat. Aku iri setiap mendengar cerita dari teman-temanku yang bisa bermesraan dengan oppadeul…” keluh Yuki.

Semua member diruang tengah menghela nafas panjang. Kyuhyun dan Eunhyuk pun mematikan PS3nya dan sekarang perhatian semua member tertuju kepada satu-satunya yeoja dirumah ini yang mulai curhat mengenai hubungannya dengan Eeteuk. Mereka tahu hubungan mereka berdua tidak pernah akur akibat jarang sekali bertemu.

***

Kini mereka semua sedang menikmati makan malam yang dibuat oleh Ryeowook dan Sungmin.

“Dimana sebenarnya orang aneh itu?” gerutuku dalam hati melihat kursi disampingku masih kosong.
“Eeteuk hyung masih tidur dikamar.. sepertinya dia kelelahan Yuki-ya..” ucap Heechul yang langsung membuatku terkaget.
“Aku tidak mencarinya kok.” kilahku sambil kembali meneruskan makan.
“Sepertinya hyung sedikit demam…” ucap Donghae yang langsung membuat tubuhku kaku.
“Sesudah makan sebaiknya kau tengok hyung..” bujuk Siwon.

Aku pun segera menyelesaikan makan dan langsung menuju kamar Eeteuk. Kulihat ia masih tertidur pulas di kasur. Kutempelkan punggung tanganku didahinya. Sepertinya tidak parah, ia hanya terlalu lelah. Perlahan aku pun naik keatas kasur dan mengambil handphonenya.

“Kau sudah membuka pesanku tapi kau tidak membalasnya.” ucapku dingin sambil memandang kearahnya yang masih saja tidur.
“Kalau kau sudah bangun, akan kubakar kau hidup-hidup arasseo?” ancamku sambil menaruh kembali handphonenya.

“Kalau begitu aku tidak akan bangun karena aku tidak ingin melihat setan kecil marah-marah pada malaikatnya ini.” ucap Eeteuk tiba-tiba masih dengan mata tertutup.
“Aish.. ternyata kau mendengarnya.. cepatlah kau bangun sebelum kehabisan makan malam..” ucapku sambil mengguncang-guncangkan tubuhnya.
“Arasseo…..” sahutnya sambil bangun dari kasur dan berjalan keluar kamar menuju ruang makan.

Rasanya aku ingin sekali menjahilinya.

***

“Oppa.. sebenarnya aku hamil.” ucap Yuki yang membuatku menatap kaget wajahnya.
“Mwo?? Kau hamil?” tanyaku tak percaya.

Semua member yang lain juga menatap Yuki tidak percaya.

” Wah ternyata hyung sudah berani melakukannya.. Aku dan Hira saja hanya baru pernah berciuman..” goda Donghae.
“Aku tidak menyangka kalau hubungan kalian sudah sejauh itu…” goda Shindong juga.
“Sepertinya aku harus cepat-cepat melakukannya bersama Inhyun..” ucap Kyuhyun dengan senyum evilnya.
“Pabo-ya..! Kau itu masih anak kecil tauu..” protes Heechul.

“Kau harus bertanggung jawab Park Jeong Su..” ucap Yuki serius.

Aku hanya terdiam mendengar perkataannya. Bertanggung jawab berarti aku harus segera menikahinya. Bukannya aku tidak mau menikahi setan kecil itu tapi umurnya masih terlalu muda untuk menikah. Aku khawatir akan menghancurkan masa depannya. Aigoo.. Jeongsu-ya, kau benar-benar bodoh!

“Sehabis kau makan temui aku dikamarku.” ucap Yuki sambil meninggalkan meja makan menuju
kamarnya.
“Hyung.. seharusnya kau lebih memberi perhatian pada Yuki..” ucap Siwon.
“Aku hanya bingung harus melakukan apa.. ia tidak  pernah sekalipun meminta sesuatu padaku..” jawabku lesu.
“Ia tidak pernah meminta macam-macam padamu karena ia tahu kau sangat sibuk. Katanya kau tidak pernah membalas pesannya.” ucap Shindong.
“Aku tidak ingin membuatnya khawatir dengan keadaanku yang selalu sibuk..” ucapku sambil memandang langit-langit.
“Tapi sekarang ia hamil.. Aigoo.. sepertinya aku namja yang sangat buruk..” ucapku penuh putus asa.

“Sebenarnya kau itu polos atau bodoh, huh?” celetuk Heechul.
“Museun marya?” tanyaku tidak mengerti.
“Yuki itu sedang menjahili hyung karena dia kesal hyung tidak pernah meluangkan waktu untuknya.” jelas Sungmin”Aigoo..!” ucapku sambil menepuk dahi.

Aku lupa kebiasaan jelek Yuki adalah menjahiliku dengan hal-hal yang luar biasa yang selalu bisa membuat jantungku lepas saat mengetahui ulahnya itu. Mana mungkin anak yang sangat terobsesi dengan prestasinya di kampus bisa dengan tenang mengatakan bahwa ia hamil? Setiap kali setan kecil itu menjahiliku pasti karena dia merasa aku sudah melupakan keberadaanya.

Aku segera menuju kamarnya dan ketika aku membuka pintu, aku melihatnya sedang tertawa penuh kemenangan karena berhasil menjahiliku untuk kesekian kalinya.

“Kau itu malaikat terbodoh yang pernah kutemui..” ejeknya.
“Dan kau adalah setan kecil yang suka sekali menjahiliku..” balasku.
“Jadi sekarang kau sudah tahu alasanku menjahilimu kan?” tanyanya sambil tersenyum manis.
“Arasseo.. aku juga merasa kehilangan setan kecilku beberapa hari ini..” ucapku sambil memeluknya.
“Kalau begitu kau seharusnya membalas pesanku bodoh!” umpatnya sambil melepas pelukanku.

“Jika aku mengirimu pesan bahwa aku sedang kelaparan menunggu jadwal syuting selesai apakah kau akan segera mendatangiku?” tanyaku sambil berbaring dipangkuannya.
“Hmm.. jika aku sempat. Tapi itu lebih baik daripada aku tidak tahu keadaanmu sama sekali. Kau kan tahu aku bukan ELF yang setia mencari kabarmu. Aku sibuk dengan kuliahku dan tidak sempat untuk menghabiskan waktu hanya untuk itu.” jawabnya sambil menyentil dahiku.

“Sakit tahu….” keluhku sambil mengusap-usap dahi.
“Biarin.. kalau kau mengharapkan aku akan bersikap romantis setelah kau membuatku kesal, itu sia-sia Park Jeong Su..” ucap Yuki.

***

“Sepertinya mereka sudah baikan.. ” bisik Eunhyuk pada yang lainnya.
“Mana-mana aku juga ingin lihat…” pinta Heechul.

Eunhyuk, Heechul dan yang lainnya sedang mengamati perkembangan hubungan malaikat dengan setan kecilnya yang sepertinya sudah membaik.

“Ah.. baiklah.. sudahan yuk.. aku bosan..” ucap Heechul sambil berjalan menuju ruang tengah lalu menonton TV. Yang lainnya akhirnya ikut menonton di ruang tengah setelah mereka yakin tidak akan ada perang antara surga dan neraka.

***

“Malaikat bodoh.. sudah pagi.. cepat bangun!” teriak Yuki di telinga Eeteuk.
“Kapjagi!” teriak Eeteuk kaget yang langsung tersentak duduk.
“Yang lainnya sudah berangkat kerja tadi pagi.. Aku tidak yakin kau tidak ada jadwal hari ini..” ucap Yuki sambil menarik Eeteuk dari kasur.
“Bisa nggak sih kamu bangunin aku dengan cara yang wajar? Aigoo..” keluh Eeteuk.
“Aku sudah bersusah payah bersikap lembut membangunkanmu daritadi tetapi kau tidak juga bangun.. cepat sana kau mandi aku harus segera pergi kuliah..” ucap Yuki sambil mendorong Eeteuk ke kamar mandi.

Eeteuk pun hanya tertawa kecil melihat sikap kekasihnya itu dan masuk ke kamar mandi.

“Aku sudah menyiapkan sarapan di dapur dan baju gantimu.. jangan lupa kau kunci rumahnya nanti.. aku pergi dulu..” pamit Yuki dari balik pintu.
“Hey tunggu dulu!” panggil Eeteuk dari dalam kamar mandi dan ia pun langsung mengambil handuk lalu membuka pintu.
“Wae?” tanya Yuki.
Eeteukpun langsung menyambar tubuh Yuki dan memberikan kecupan kilat. Wajah Yuki memerah seketika.
“Cepatlah kau berangkat sana.. urusanku sudah selesai..” ucap Eeteuk sambil menepuk-nepuk Yuki dan ia kembali masuk ke kamar mandi sebelum Yuki tersadar.

“Malaikat bodoh! Jangan pernah kau lakukan itu lagi padaku!” umpat Yuki dan Eeteuk mendengarkan dari dalam kamar mandi sambil tertawa. Akhirnya dia bisa membalas kejahilan setan kecilnya. Terdengar suara pintu ditutup, itu berarti Yuki telah keluar dari kamar. Eeteukpun segera keluar dari kamar mandi dan bersiap untuk bekerja.

~FIN~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s