Ye-Won (Your Maid) Part 7

Standar

Annyeong yorobunn..
Aku narik-narik dua orang ganteng lagi nih..
FF ini Shounen Ai, dibaca ya..
Komen donkk,, sedih nih kalo FF aku sepi mulu..
Enjoy ya..

*******

Disclaimer: Capek bikinnya. Haha.. Mereka punya diri mereka sendiri kali.

PART 7

Sudah sehari penuh aku menunggui Yesung di ruangannya namun dia belum juga sadar. Dalam hati aku terus berdoa agar Yesung tidak apa-apa dan segera membuka matanya lagi. Hatiku sakit hanya dengan melihat Yesung terbaring lemah dengan wajah pucat seperti orang kesakitan. Padahal aku sudah berjanji akan melindungi Yesung, tapi semakin aku berusaha melindunginya malah semakin banyak hal buruk yang terjadi padanya.

Aku ingat perkataan dokter yang menangani Yesung tadi. Dia keracunan. Keracunan? Bahkan kemungkinannya saja hampir tidak ada menurutku. Bagaimana bisa dia keracunan sedangkan yang menyiapkan makanan itu adalah dia sendiri? Atau dia diracuni? Tapi siapa yang tega meracuninya? Ah.. ini pasti kerjaan salah satu koki di rumahku. Aish.. Apa sih yang mereka masak sampai membahayakan nyawa orang lain begini? Lihat saja. Mereka semua akan aku pecat.

“Emmh..” aku mendengar lenguhan Yesung. Dia mengerjapkan matanya sejenak,lalu menatapku setelah dia benar-benar sadar. Tiba-tiba dia duduk, lalu dengan sekali gerakan dia melepaskan selang infus yang tertancap di tangan kirinya secara paksa. Dia merintih sedikit, lalu mengambil ancang-ancang untuk berdiri.

“Hyung, kau mau apa?” tanyaku khawatir melihatnya yang sepertinya masih sangat lemah.

“Kita pulang sekarang.” Katanya. Aku kaget mendengarnya. Untuk bicara saja sepertinya dia tidak punya tenaga, sekarang dia malah mau pulang. Tidak puas dengan reaksiku, dia langsung berdiri sambil terhuyung dan berjalan menuju pintu. Hampir saja dia terjatuh kalau aku tidak menahan bahunya.

“Hyung, jangan sok kuat begitu, kau masih perlu istirahat. Kau baru saja memuntahkan semua isi perutmu, kau harus mengumpulkan tenagamu lagi sebelum pulang. Aku akan menemanimu di sini hyung.. Jangan khawatir..” kataku, tapi Yesung masih tetap berusaha melepaskan tanganku dari tubuhnya. Tenaganya sudah hampir tidak tersisa lagi, tapi dia masih saja bersikeras untuk pulang. Akhirnya terpaksa aku membopongnya untuk membaringkannya kembali di tempat tidurnya. Dalam boponganku dia tidak melawan lagi, tapi dia menyurukkan wajahnya ke dadaku dan menangis di sana. Ada apa sebenarnya hyung? Ah.. Aku membuatnya menangis lagi.. Aku yang jahat atau dia yang cengeng?

“Aku mohon.. kita pulang..” bisiknya lemah karena tidak punya tenaga untuk melawan lagi. Kenapa sebenarnya? Aku tidak tega juga melihatnya menangis seperti ini.. tapi..

“Hyung..” kataku mulai putus asa. Aku bisa melihat airmatanya jatuh satu-satu dan aku tidak tahan lagi. Dia terlihat sangat menderita, tertekan.. Aku semakin tidak tega..

“Baiklah, kita pulang…” aku mengaku kalah sekarang. Dia tersenyum sedikit lalu berterimakasih padaku. Aku lalu membelakanginya dan memberi isyarat agar dia naik ke punggungku.

“Aku.. aku bisa jalan sendiri..” katanya gugup. Orang ini memang keras kepala ya..

“Kalau begitu kita tidak akan pulang.” kataku lalu kembali duduk di kursi sebelah tempat tidurnya.

“Baiklah..” katanya pasrah. Kali ini dia yang kalah. Dia akhirnya naik ke punggungku dan aku menggendongnya ke mobilku. Sepanjang perjalanan pulang dia tertidur, jelas sekali kalau dia masih sangat lemah. Aku menggendongnya lagi ke kamarku. Aku akan menjaganya sendiri, bahkan Kim Ahjussi saja tidak akan aku izinkan menyentuhnya. Mukanya hanya akan memperburuk keadaan orang yang sedang sakit.

“Yesungie kenapa Tuan Muda?” tuh kan? Bahkan sebelum aku selesai berandai-andai saja dia sudah datang. Aku tau Kim Ahjussi ini hanya berpura-pura di depanku.

“Dia keracunan.” Jawabku sekenanya lalu segera meninggalkan Kim Ahjussi yang entah sedang memikirkan apa sekarang. Dia bahkan tidak terlihat terkejut atau apapun. Kalau aku yang ada di posisi Yesung, appaku pasti sudah kalang kabut, bahkan aku yakin dia akan segera membawaku berobat ke Amerika.

Aku menidurkan Yesung di kasurku, lalu memandanginya sebentar. Kenapa Kim Ajhussi bersikap seperti itu pada anak sebaik Yesung? He’s the best kind of son that anyone could ever wish. Dan menyia-nyiakan anak sepertinya? Benar-benar sebuah kesalahan.

Atau malah Kim Ajhussi yang meracuni Yesung? Ah.. Tidak mungkin.. Sebenci-bencinya seorang ayah pada anaknya dia tidak akan membunuhnya.. Tidak mungkin.. Choi Siwon,, singkirkan pikiran itu dari kepalamu.. Ah, benar, lebih baik aku bertanya langsung pada orang-orang yang sepatutnya aku curigai.

Aku segera menuju ke dapur, dan tidak lama kemudian semua pelayanku sudah berkumpul di tempat itu. Aku memandangi mereka berlima satu persatu. Mereka terlihat bingung dengan tindakanku yang tiba-tiba ini.

“Yesung keracunan.” Kataku. Aku bisa melihat ekspresi kaget di wajah mereka. “Dia keracunan setelah memakan bekal yang kalian siapkan. Sekarang, siapapun yang melakukannya mengakulah. Sebelum aku marah dan melaporkan kalian semua pada polisi.” Ancamku, namun tidak ada yang angkat suara.

“Aku tidak bercanda. Siapapun yang melakukan itu akan membusuk di penjara. Sekarang mengakulah daripada semua kalian akan kukirim ke polisi malam ini juga!” masih hening. Mereka benar-benar mengira aku bercanda ternyata.

“Aishh!!! AYO MENGAKU!!! ATAU SEMUANYA AKAN AKU PECAT!!!” teriakku. Mereka semua terlihat takut, tapi tetap saja tidak ada yang berani bicara.

“Tuan muda.. Saya..” Oh Ahjumma mulai bicara. Dia adalah koki utama di rumah kami, dialah yang punya kesempatan terbesar untuk melakukan itu pada Yesung.

“AHJUMMA!! PASTI AHJUMMA ORANGNYA!!” teriakku emosi. Emosiku memuncak saat bayangan Yesung kesakitan muncul di otakku.

“Siwon..” tiba-tiba aku mendengar suara Yesung memanggilku. Aku melihat ke belakang, mendapatinya sedang berdiri dengan tangan kanan berpegangan di dinding dan tangan kiri di dadanya. Aishh.. Orang ini.. Sudah tau sakit malah sok-sok jadi pahlawan pembela kebenaran.

“Siwon.. itu bukan salah ahjumma.. Aku~..” dia hampir saja jatuh kalau aku tidak segera berlari ke arahnya dan menopang tubuhnya. “Jangan salahkan ahjumma.. Aku tidak apa-apa..” katanya lagi. Oke, karena dia sudah seperti orang mau mati begini lebih baik aku turuti saja kemauannya. “Jebal yo…” sambungnya lagi, kali ini dengan nada sangat memelas.

“Aish.. Oke. Oke! Kita lupakan semuanya! Kalian boleh kembali bekerja lagi. Tapi kalau sampai hal buruk terjadi lagi pada Yesung, hanya Tuhan yang tau apa yang aku lakukan pada kalian.” Aku lalu memapah Yesung kembali ke kamarku.

Yesung POV

Perasaanku kacau sekali, ditambah lagi dengan kekhawatiran kalau appa menghajarku lagi karena tidak berhasil mencelakai Tuan Muda. Aku takut sekali appa akan melakukan hal yang buruk pada Siwon. Appaku bukanlah orang yang suka main-main dengan apa yang dikatakannya. Aku tidak bisa menempatkan Siwon dalam bahaya seperti itu. Bagaimanapun caranya, walaupun aku harus mengorbankan diriku sendiri, aku tetap akan melindunginya.

Siwon kembali membawaku ke kamarnya, dan aku menurut saja. Dia sangat baik padaku, bahkan untuk hari ini saja entah sudah berapa kali dia menggendongku. Aku penasaran, apa aku ini tidak berat? Perlakuannya yang seperti ini yang membuatku merasa bersalah telah berniat jahat—melaksanakan niat jahat appaku—padanya.

Dia membaringkanku di king-sized bed nya lalu menyelimutiku. Aku bahkan masih kurang percaya orang sesombong Choi Siwon bisa bersikap begitu lembut padaku yang notabene bukan siapa-siapanya—malahan aku adalah pembantunya—

“Sleep!.” perintahnya, lalu dia beranjak dari tempat tidur. Mau kemana dia? Oh, dia lalu menuju sofa yang tidak jauh dari tempat tidur, dan mulai membaringkan tubuhnya di sana.

“Siwon-ah.. Lebih baik aku ke kamarku saja..” kataku, tapi dia bertindak seolah-olah dia tidak mendengar apapun. Dia lalu menutup matanya seperti sudah tertidur pulas.

“Siwon-ah..” panggilku lagi. “Si~..”

“Shut up and sleep.” Katanya singkat. Aku tidak punya pilihan lain selain menuruti perintahnya. Aku lalu memandangi wajahnya, dia terlihat polos saat tertidur begitu. Aku harus berterimakasih padanya karena telah menyelamatkan hidupku. Dan untuk selanjutnya adalah tugasku melindunginya dari ayah kandungku sendiri.

=3 days later=

Hari ini Siwon baru mengizinkanku untuk pergi ke kampus. Selama tiga hari dia melarangku pergi ke manapun dan dia pun juga tidak pergi ke mana-mana. Reaksi anak ini terlalu berlebihan dalam hal apapun.

Aku berjalan di sampingnya yang sedang asik dengan ponselnya. Kami sekarang menuju perpustakaan untuk menunggu kelas selanjutnya. Tiba-tiba ada seseorang memanggil nama Siwon. Dia segera berhenti memainkan ponselnya dan berbalik ke arah suara lembut itu. Ah, jelas saja reaksinya pasti begitu. Biasanya Siwon tidak akan mengacuhkan siapapun yang memanggil namanya, tapi yang memanggilnya kali ini adalah Yuri. Orang yang selama ini dia cintai.

Yuri berlari kecil ke arah kami dan segera meraih tangan Siwon. Apa-apaan dia? Bukankah dia sendiri yang bilang kalau dia tidak menyukai Choi Siwon? Apa mugkin perasaannya berubah secepat itu?

“Oppa..” panggilnya manja. Kuakui dia memang manis, laki-laki mana yang tidak bisa melihat itu. Dia sekarang bergelayut di tangan Siwon, sedangkan Siwon masih terlihat tidak percaya dengan apa yang dia hadapi. Pasti karena Yuri tiba-tiba memanggilnya Oppa, padahal biasanya Yuri memanggil namanya dengan kasar.

Siwon tersenyum padanya. Dia pasti bahagia sekarang, orang yang selama ini dia kejar-kejar sekarang malah menunjukkan respon yang bahkan lebih dari yang dia harapkan.

“Yuri-ya.. Ada apa?” tanyanya dengan nada lembut. Entah kenapa hatiku kesal sekali melihat apa yang sedang terjadi, apalagi Yuri tidak henti-hentinya memasang puppy-eyes yang dibuat-buatnya itu.

“Oppa.. Aku merindukanmu..” katanya manja. Aish.. Aku tidak percaya padanya. Dia menatapku dengan pandangan aneh. Entah apa yang sedang dia rencanakan. Tapi sialnya, Siwon sepertinya percaya dan sekarang dia tersenyum lebar. Tuan Muda bodoh, bisa saja tertipu dengan masalah yang seperti ini.

“Aku.. aku pun juga..” what? Aku tidak bisa menahannya lagi. Lama-lama di sini aku yang akan muntah. Aku berjalan sendiri ke perpustakaan, sedangkan Siwon sibuk dengan Yuri-nya itu. Dia bahkan tidak sadar kalau aku sudah meninggalkannya? Yah, benar. Aku hanya pembantunya, memang sudah seharusnya dia tidak mempedulikanku.

Aku masuk ke perpustakaan dengan langkah gontai. Ada perasaan aneh menusuk-nusuk hatiku setelah kejadian tadi. Lebih baik aku menenangkan pikiranku di sini dulu. Aku mengambil sebuah kursi di tempat yang paling pojok dan duduk di sana. Tidak begitu ramai, sekarang ini perpustakaan sudah tidak tren lagi.

Tiba-tiba aku teringat tentang kejadian kemarin. Sebenarnya aku sudah tau sejak lama kalau ayahku itu adalah seorang psikopat, tapi aku tidak menyangka akan separah itu. Baru saja anaknya keluar dari rumah sakit karena ulahnya, besoknya dia langsung menyuruhku melakukan hal yang sama lagi. Ah.. Otakku sakit memikirkannya.

“Sunbae-nim?” suara seseorang mengejutkanku dari lamunan. Aku menoleh ke belakang. Ah, Kim Ryeowook. Anak ini sedang bicara padaku kan?

“Annyeong Ryeowook-ssi..” balasku ramah. Dia tersenyum, ah.. imut sekali dia.

“Mind if I join?” tanyanya. Aku mengangguk lalu dia duduk di sebelahku. “Sunbae sedang memikirkan apa? Serius sekali?” tanyanya. Begitukah?

“It’s ‘hyung’ for you, Wookie. Jangan bicara terlalu formal padaku.”

“Aku akan memanggilmu Yesungie hyung kalau begitu.”

“Hm.. Terdengar lebih baik.” Kami lalu membicarakan banyak hal. Mulai dari masalah kuliah sampai masalah tidak penting seperti makanan kesukaanku, kenapa aku memilih jurusan kedokteran, dan bahkan dia juga bercerita tentang kegemarannya memasak. Dia juga berjanji suatu hari akan membuatkan makanan untukku. Anak ini sangat baik dan ceria, aku menyukainya. Berbeda 180 derajat dengan Choi Siwon yang pemarah dan egois. Taunya Cuma memerintah dan marah-marah saja.

“KIM YESUNG!” baru saja dibahas sudah langsung memanggil-manggil. Aku menoleh ke arah pintu perpustakaan dan mendapatinya seperti sedang menahan marah. Kenapa dia? Tadi dia baik-baik saja dengan ‘Yuri-nya’ itu. Dia dengan segera menghampiriku dan Ryeowook, lalu menarik tanganku kasar sampai aku berdiri. Apa-apaan dia ini. Berubah lagi jadi seperti dulu. Orang ini memang sangat aneh.

“Kau, anak kecil,” dia menunjuk Ryeowook. “Kau, aish.. siapa namamu? Pokoknya kau jangan mendekati dia lagi. Dia ini memiliki penyakit menular, lebih baik kau jaga jarak dengannya. Arra?” Siwon menarikku menjauh. Penyakit menular? Sejak kapan aku terinfeksi HIV? Haish.. Aku melemparkan tatapan maafkan-orang-bodoh-yang-sedang-menarikku-ini kepada Ryeowook dan dia membalas dengan tatapan gwaenchana-aku-tau-seberapa-bodohnya-dia.

Di luar perpustakaan dia melepaskan tanganku dengan sekali hentak. Aku diam saja, sudah terbiasa dengan aksi-aksi anehnya.

“Kenapa kau tinggalkan aku tadi?” tanyanya ketus. Hah? Tidak salah?

“Bukannya kau yang sibuk dengan wanita impianmu itu?” kataku tak kalah ketus.

“Wanita impian apa maksudmu?” tanyanya. Oke, sekarang dia pura-pura lupa ingatan.

“Yuri lah, memangnya kau pikir siapa? Marilyn Monroe?” aku meninggalkannya sambil berjalan dengan memnghentak-hentakkan kakiku. Awas saja kalau dia tidak mengejarku, aku tidak akan mau mengikutinya lagi.

“YA!! KIM YESUNG!! TUNGGU!!” bagus, seperti itu. Kejar aku cepat. Dan akhirnya dia sejajar denganku.

“Heh.. Bahkan sekarang kau sudah jadi lebih tua daripada aku.” Sindirku. Biasanya dia memanggilku hyung,. Dia sendiri yang minta begitu.

“AISH! YESUNG! Aku ini MAJIKANmu, sudah seharusnya kau menurutiku! Bukan aku yang malah mengejar-ngejarmu seperti ini!” great, Choi Siwon. Kata-kata itu terdengar sangat indah di telingaku.

“Justru karena aku adalah PEMBANTUmu, maka kaulah yang harus berhenti mengejar-ngejar aku!” darahku mulai mendidih. Aku kesal, bayangan Yuri bergelayut di tangannya membuatku mau muntah.

“Aku bisa memecatmu sekarang juga!” tambahnya. Oh, jadi dia ingin memutuskan hubungan kerja denganku? FINE!

“OKE!! KAU DAPAT APA YANG KAU MAU!!” aku berjalan dengan cepat, setengah berlari. Ingin rasanya kutinju muka Siwon yang ada di dekatku ini, atau muka Yuri saja? Aish.. Tidak biasanya aku begini. Biasanya aku adalah orang yang sabar dan tidak mudah meledak. Tapi sekarang? Ah. Jinjja..

”YESUNG!!” bersamaan dengan aku mendengar namaku, tanganku disentakkan dengan kuat sehingga aku tertarik ke belakang.

“CHOI SI~..” aku mematung, mendadak jantungku tidak bisa diajak kompromi. Mataku membulat, tidak percaya bahwa sesuatu tengah menekan bibirku. Bibirku terkunci, dan butuh waktu beberapa detik untukku menyadari kalau yang mengunci nya adalah.. CHOI SIWON!

TBC

Gimana? Sengaja aku panjangin karena udah berapa taun gitu aku gak apdet.
Dikomen yah.. kalo gak dikomen aku nagis guling2 di jalan tol loh *emang ada yang peduli gitu?*

19 responses »

  1. kyaaaas!!!! nihh ff dah gw tunggu2,tp..tp kok part 6’na gk da mana ching??! apa gw yg lupa ya..aishh,siwon kok betubah jadi…jadi,mmmm..jadi..ahhh..gk rela!!!! cepetan part 8’na ching!!! *ngancem*

    • Masa sih gak ada part 6 nya? Atau aku lupa post ya eonn? Nanti aku cek lagi deh..
      Hehehe.. Won-won kisseu Sungie.. AKu sih sebenernya juga gak rela T.T

      Oke oke.. Ditunggu ya eonn..🙂

  2. @yokyuwon…part 6’a ada kok… aku dah baca…

    @author..
    jadiiiiiiiiiiii????????????

    siwon????

    ah…cepat lanjut ke part 8…

    jangan lama2 chingu..

    tak sabar…tak sabar…tak sabar…

    hehe..

  3. oh my….
    siwon-yesung????
    author
    apakah nanti jadi yaoi?
    ihir, siwon ternyata sudah jatuh cintrong a yesung;
    *awas won ntar dimarahin wookie lho*

  4. annyeonghaseyo chingu, perkenalkan aku niken..
    aku reader baru diblog ini,, ceritanya seru” sih, apa lgi yg protected brother. pengen banget baca kelanjutan ceritanya yg ini sama yang protected brother..
    hhhe di tunggu ya chingu.. hhe ^_^

  5. @Ri3chy: iya iya.. Ditunggu yea.. Hoho

    @sihyun: ini emang udah yaoi dari awal say.. Hehe.. Wookie udah tanda tangan kontrak ama author, udah dikasi uang tu2p mulut. Khkhkhkh

    @niken: makasi udah mampir ke blog ini ^^, sering2 baca + komen yah.. Hehe

  6. Nah loh, ,kok dibagian akhirnya scene nya kyak gitu..??
    Nggak rela….!!
    Hehehe…

    Ceritanya seru, bikin penasaran, nggak sabar pengen baca part 8 nya….
    Appanya yesung jhat bnget, curiga deh, kalo dia bkan appa kandungnya yesung..!!
    Kelanjutannya cepet-cpet di posting yach….!!
    Hehehe…
    Gomawoo..

  7. Nah loh, ,kok dibagian akhirnya scene nya kyak gitu..??
    Nggak rela….!!
    Hehehe…

    Ceritanya seru, bikin penasaran, aku jdi nggak sabar pengen baca part 8 nya….
    Appanya yesung jhat bnget, curiga deh, kalo dia bkan appa kandungnya yesung..!!
    Kelanjutannya cepet-cpet di posting yach….!!
    Hehehe…
    Gomawoo..

  8. @Run12: pastinya chingu, tp utk akhir” ini kyk’a aku bkalan jarang mampir k sni deh coz sbntar lg kan UN… Hehe *maaf jd curcol…:-)

  9. Author kapan chapter 8-nya *nunggun sampe jamuran*
    Update soon,please…the story was so great,interesting and worth to be wait.
    I’m so curious,what will happen next…*can’t breath,dying*

  10. annyeong,^^ readers bru,.^^
    bru nmu ff unnie, bru ska bca ff, and bru bsa kmen ff yg q bca..^^

    wh, yewon, i like it…
    Q ska yeppa, n nth knpa q ska yewon pa lgi yeppa jdi uke.. Hehe
    wk part 8 xa mna?
    Lnjtkn… Lanjtkn…
    Please…

  11. annyeong,^^ readers bru,.^^
    bru nmu ff unnie, bru ska bca ff, and bru bsa kmen ff yg q bca..^^

    wh, yewon, i like it…
    Q ska yeppa, n nth knpa q ska yewon pa lgi yeppa jdi uke.. Hehe
    wh part 8 xa mna?
    Suru nec, siwon oppa kiss yeppa, 0h n0, tpi q rla, kn cma krjaan xa author…
    Lnjtkn… Lanjtkn…
    Please…

  12. hi author! baru nemu ff ini hari ini… yah sayang belum ada kelanjutannya ya? please diupdate, ya… ditamatin sekalian yah… ini ficnya bagus banget aku suka Yeye-ku disiksa begini hihihi. ditunggu yah Thor😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s