(SiRae’s Story) .:♥ Always be My Princess ♥:. Part. I [NC-17]

Standar

Saat ini Raena sedang duduk di bangku taman menunggu kedatangan kekasihnya. Tiba-tiba seorang namja dari belakang menuntup kedua mata Raena dengan lembut.

“Oppa…” panggil Raena saat mengetahui bahwa tangan yang menutupinya adalah adalah tangan kekasihnya.
“Mianhae baby aku terlambat..” ucap namja itu sambil memberikan sebucket mawar merah pada Raena.

“Gomawo Siwon oppa..” ucap Raena sambil mencium mawar merah yang diberikan Siwon padanya.
“Kau suka?” tanya Siwon sambil duduk disampingnya.
“Tentu saja.. Mengapa oppa terlambat? Aku hampir saja pergi dari sini..” tanya Raena.
“Tadi Eeteuk hyung bersikeras untuk menyelesaikan koreografi untuk album terbaru hari ini juga.. Aku sangat lelah sekarang baby..” jawab Siwon sambil menyandarkan kepalanya di bahu kekasihnya.

“Oppa.. aku malu..” bisik Raena.
“Aku sedang mengisi ulang tenagaku sekarang..” ucap Siwon. Akhirnya Raena hanya bisa tersenyum dan membiarkan Siwon bersandar dibahunya.

***

“Oppa… sudah sore.. apakah kau ingin disini terus?” tanya Raena sambil mengelus lembut kepala Siwon.
“Ah.. ternyata sudah sore.. tenagaku sudah terisi penuh..” ucap Siwon sambil merentangkan tangannya.

“Kajja…” ucap Siwon kemudian sambil menarik lembut Raena menuju mobilnya. Siwon membukakan pintu untuk Raena terlebih dahulu baru kemudian ia masuk lalu memasang sabuk pengaman.
“Kita mau kemana?” tanya Raena.
“Ke suatu tempat yang pasti kau akan menyukainya..” jawab Siwon sambil tersenyum ke arah Raena.

***

Hari ini Siwon terlihat berbeda dari biasanya. Ia lebih banyak diam dan berkonsentrasi pada jalan didepannya. Padahal biasanya Siwon selalu mengajaknya berbicara mengenai banyak hal. Mungkin ia memang sedang lelah.

“Baby.. mengapa kau memandangiku terus?” tanya Siwon tiba-tiba.
“Ah.. aniyo oppa.. aku hanya merasa ada yang berbeda denganmu hari ini” kata Raena sambil terus memandangi Siwon.
“Ah aku tidak apa-apa, hanya saja………..” kata Siwon sambil tetap memandang lurus ke jalan.
“Hanya saja apa? Mengapa tidak di lanjutkan?” seru Raena.
“Tidak apa-apa..” jawab Siwon sambil tersenyum jahil kepada Raena.

“Huft….” keluh Raena melihat reaksi aneh Siwon.
“Waeyo?” tanya Siwon bingung.
“Aniyo..” jawab Raena sambil mengibaskan tangannya.

Raena sudah menyerah untuk menanyakannya pada Siwon walaupun didalam hati ia masih bertanya-tanya.

***

“Ya, apakah persiapannya sudah selesai?” tanya Eeteuk kepada member lainnya. Mereka sekarang sedang membantu Siwon untuk mempersiapkan sebuah kejutan untuk Raena.

Setelah selesai latihan untuk album kelima, mereka langsung bergegas menuju daerah Pusan, pantai terdekat dari Seoul. Siwon bersikeras untuk menggunakan pantai dan akhirnya Pusan menjadi pilihan mereka karena selain dekat, Pusan merupakan pantai yang indah dan memiliki pemandangan yang sangat romantis.

Eeteuk berkeliling melihat hasil kerjanya bersama member lainnya. Ia berjalan menuju meja yang berada di pinggir tebing. Ada yang kurang, pikirnya. Ia pun mengamati keadaan meja itu selama beberapa menit dan akhirnya ia tahu apa yang salah.

“Siapa yang mendapat tugas untuk menaruh bunga mawar?” tanya Eeteuk pada member lainnya.

Heechul menunjuk kearah Yuki yang sedang duduk sambil menunjuk kearah bunga – bunga mawar secara bergantian.

“Hey, mengapa kau duduk seperti ini? Cepat kau taruh bunganya di vas!” suruh Eeteuk sambil menepuk pundak Yuki.
“Kapjagi! Oppa.. kau mengejutkanku!” bentak Yuki.
“Kau ini sedang apa sih?” tanya Eeteuk sambil duduk disamping Yuki.
“Aku bingung mawar apa yang akan ditaruh didalam vas.” jawab Yuki sambil menopang dagu dengan tangannya.
“Mawar putih saja..” usul Eeteuk.
“Itu karena kau suka warna putih…” cibir Yuki.
“Mawar putih itu memiliki arti cinta suci.. kau tidak tahu?” tanya Eeteuk.
“Ani…” jawab Yuki sambil menggelengkan kepalanya.

Eeteuk yang gemas melihat wajah bingung Yuki langsung mengacak rambut Yuki. Sebelum Yuki bisa membalas perlakuan Eeteuk, Eeteuk sudah berdeham dan mengambil beberapa tangkai mawar yang ada dihadapan Yuki.

“Baiklah, malaikat bodoh akan menjelaskan arti warna mawar kepada setan kecil.. Mawar putih memiliki arti cinta suci dan persahabatan, Mawar merah memiliki arti cinta yang romantis, Mawar pink memiliki arti kasih sayang, dan Mawar biru memiliki arti perpisahan..” jelas Eeteuk sambil memegang tangkai mawar itu satu persatu.

“Oh.. baiklah.. aku akan menaruh mawar biru..” ucap Yuki setelah mendengar penjelasan Eeteuk.
“Kau ini bodoh atau tidak mendengar penjelasanku tadi?! Memangnya kau ingin Siwon dan Raena putus, huh?!” tanya Eeteuk setengah membentak.
“Aniyo.. ini karena aku suka warna biru..” jawab Yuki tenang sambil menaruh mawar biru kedalam vas.
“Tetapi Siwon dan Raena suka mawar merah..” ucap Eeteuk sambil menaruh mawar merah kedalam vas.

“Ah.. masukkan juga mawar putih.. aku suka warna putih..” lanjut Eeteuk sambil memasukkan mawar putih.
“Aku tidak suka angka ganjil..” protes Yuki sambil memasukkan mawar pink. Eeteuk hanya menggelengkan kepala melihat hasil kerjanya bersama Yuki.

Seharusnya hanya ada satu mawar yang ditaruh didalam vas tetapi ternyata kini didalam vas tersebut ada empat mawar dengan warna yang berbeda.

***

Setelah sekali lagi Eeteuk berkeliling dan merasa bahwa semuanya telah siap, iapun menelepon Siwon namun ternyata yang mengangkat telepon adalah Raena.

“Yeoboseyo Teuk oppa..”
“Ah.. yeoboseyo Raena-ssi apakah Siwon ada?”
“Uhm.. tapi dia sedang menyetir jadi tidak bisa mengangkat telepon..”
“Oh.. tolong katakan padanya bahwa semuanya telah siap.. annyeong..” ucap Eeteuk lalu ia langsung memutuskan telepon sebelum Raena bertanya macam-macam

***

drt..drt..

“Raena.. tolong kau angkat teleponnya..” pinta Siwon yang masih berkonsentrasi menyetir. Raena pun mengambil handphone Siwon yang ditaruh di dashboard.

“Yeoboseyo Teuk oppa..”
“Ah.. yeoboseyo Raena-ssi apakah Siwon ada?”
“Uhm.. tapi dia sedang menyetir jadi tidak bisa mengangkat telepon..”
“Oh.. tolong katakan padanya bahwa semuanya telah siap.. annyeong..” ucap Eeteuk lalu ia langsung memutuskan telepon yang membuat Raena tidak sempat menanyakan apa yang sedang dibicarakan Eeteuk.

“Eeteuk hyung bilang apa tadi?” tanya Siwon.
“Bagaimana kau tahu kalau yang tadi menelepon itu Eeteuk oppa?” tanya Raena bingung.
“Kau tadi menyebutkan namanya baby..” jawab Siwon sambil tersenyum jahil.
“Oh iya.. aku lupa..” ucap Raena begitu menyadarinya.

“Apa kata Eeteuk oppa?” tanya Siwon lagi.
“Tadi kata Eeteuk oppa semuanya telah siap..” jawab Raena. Siwon hanya tersenyum mendengarnya. Sebelum Raena membuka mulutnya untuk bertanya, Siwon sudah memotongnya, “Jangan bertanya apapun sekarang..” ucapnya yang langsung membuat Raena mendengus kesal.

***

“Oppa, mengapa harus seperti ini?” tanyaku ketika Siwon menutup mataku dengan kain hitam.
“Bersabarlah sedikit.. kau tidak boleh merusak kejutan yang telah kupersiapkan..” ucap Siwon sambil merangkul dan membantunya berjalan.

Aku hanya tersenyum mendengar penjelasan dari Siwon oppa. Sudah satu tahun lebih kami menjalin hubungan ini. Pada awalnya aku bukanlah seorang fans dari Siwon ataupun ELF. Pertemuan kami berawal dari tabrakan yang tidak disengaja saat Super Junior datang ke Seoul University, tempat aku dan Yuki kuliah.

Sejak pertemuan itu, kami pun semakin dekat sampai akhirnya Siwon mengutarakan perasaannya padaku dengan cara yang paling romantis yang pernah kulihat. Kata Yuki, aku adalah yeoja yang paling beruntung di dunia karena menjadi kekasih seorang pangeran berkuda putih dari Super Junior dan aku tahu itu.

Siwon selalu memberiku kejutan dengan cara yang tidak pernah kulihat di drama atau film manapun. Ia selalu bisa membuatku tersenyum bahagia di setiap kejutannya. Dan kini ia kembali membuat sebuah kejutan tepat di tanggal yang sama ketika kami pertama kali bertemu. Mungkin aku terlalu berlebihan sampai mengingat tanggal pertemuan pertama kali dan aku tidak yakin jika Siwon juga mengingatnya.

“Kita sudah sampai…..” ucap Siwon sambil membuka lepas ikatan kain di kepalaku.

Dihadapanku terhampar pantai yang luas dan indah. Dari atas tebing, pemandangan laut pada malam hari terlihat begitu romantis. Siwon lalu merangkul pundakku dan membawaku menuju meja yang sudah disiapkan sebelumnya entah oleh siapa.

Setelah menarikkan kursi dan mempersilahkanku duduk, Siwon kemudian duduk tepat dihadapanku. Entah kenapa, Siwon terlihat sangat tampan malam ini. Ia selalu memperlakukanku seperti seorang putri. Ia benar-benar pangeran yang mendekati sempurna.

Siwon menghubungi seseorang melalui handphonenya, dan tak lama kemudian Donghae keluar dari villa yang letaknya tidak jauh dari tempat kami berada sambil membawa nampan berisikan makanan.

“Silahkan dinikmati, putri Raena..” ucap Donghae saat menyondorkan sepiring steak kearahku.
“Gomawoyo Donghae oppa..” ucapku padanya.

Donghae pun langsung pergi setelah terlebih dahulu menepuk pundak Siwon dan berbisik ‘hwaiting’ padanya. Aku semakin bingung tentang apa yang sebenarnya terjadi sekarang.

“Kau habiskan dulu makanannya.. masih ada satu kejutan lagi yang telah kupersiapkan padamu..” ucap Siwon yang sepertinya mengetahui rasa penasaranku ini. Akupun akhirnya mengikuti perkataannya dan kembali menikmati steak dihadapanku.

***

Setelah selesai makan, Eunhyuk oppa datang untuk mengambil piring dan ia menuangkan red wine untuk kami berdua. Namun, karena aku tidak bisa minum, aku hanya menggoyangkan gelasnya sampai aku menyadari bahwa ada sesuatu di dalam gelasku. Setelah kuamati, ternyata itu adalah cincin! Tetapi apa maksudnya?

“Oppa.. ada sesuatu di dalam gelas wine ku..” ucapku pada Siwon yang sedang menikmati wine nya.
“Sesuatu seperti apa?” tanya Siwon pura-pura tidak mengerti.
“Apa maksudnya cincin ini?” tanya ku sambil mengangkat gelas wineku.
“Kau harus meminum wine nya terlebih dahulu untuk bisa mengetahui tulisan yang terikat pada cincin itu..” jelas Siwon.
“Tapi aku baru pertama kali ini meminum red wine, apakah akan baik-baik saja?” tanyaku lagi.
“Kau tidak akan mati hanya karena meminum wine, baby.. ayo cepat kau minum..” bujuk Siwon.

Akhirnya aku mencoba meninumnya seteguk demi seteguk. Wine itu membuat badanku terasa sedikit hangat dan membuat kepalaku sedikit sakit. Setelah berhasil menghabiskannya, aku pun mengambil cincin itu dan membaca tulisan yang terikat disana.

Raena, you’re always be my princes, would you marry with me?

Aku langsung meneteskan airmata karena terharu. Kulihat Siwon tersenyum penuh arti kearahku sebelum ia menggenggam tanganku.

“Aku tahu mungkin ini terlalu cepat bagimu, baby.. tetapi cintaku ini sungguh-sungguh kepadamu.. maukah kau menerimanya?” tanya Siwon.
Aku hanya bisa mengangguk mengiyakan karena aku tidak sanggup untuk berkata-kata. Senyum Siwon terkembang dan ia langsung memakaikan cincin itu di jari manisku.

To always stay in your side, I do
To loving you, I do
To protect you from snow and rain, I do
I’m there for you, my love

Eeteuk oppa dan oppadeul lainnya datang dan menyanyikan lagu Marry U secara accapella. Aku hanya bisa tersenyum bahagia atas kejutan Siwon malam ini. Yuki memasangkan tiara dan tudung yang indah diatas kepalaku. Kini aku benar-benar seperti seorang putri yang sedang bersanding dengan seorang pangeran.

***

“Choi Siwon, apakah kau bersedia menerima Kim Raena sebagai pasangan hidupmu?” tanya seorang pastur yang ternyata juga dipersiapkan dalam kejutan malam ini.
“Aku bersedia.” jawab Siwon mantap sambil menggenggam erat tanganku
“Kim Raena, apakah kau bersedia menerima Choi Siwon sebagai pasangan hidupmu?” tanya pastur padaku.
“Aku bersedia..” jawabku sambil tersenyum kearah Siwon oppa yang juga tersenyum pada ku.
“Kalau begitu, malam ini kalian sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Untuk mempelai pria dipersilahkan untuk mencium mempelai wanita.” ucap pastur menyudahi acara ini.

Siwon mendekat kearahku dan membuka tudungku. Perlahan wajahnya semakin dekat dan ciuman manis itu mengenai bibirku. Setelah beberapa menit, akhirnya Siwon menyudahi ciumannya. Para member langsung bersorak bahagia. Aku hanya bisa tersenyum melihatnya.

***

“Siwonnie.. tugas kami sudah selesai.. selanjutnya itu urusanmu..” ucap Eeteuk saat berpamitan pulang bersama dengan Yuki dan lainnya.
“Baiklah.. terimakasih atas bantuannya hyung..” jawab Siwon.
“Kalau begitu kami pulang dulu.. sepertinya Yuki sudah sangat mengantuk.. Annyeong..” pamit Eeteuk yang kemudian merangkul Yuki yang bersandar dibahunya dan memapahnya menuju mobil. Member yang lainnya juga ikut berpamitan.

Setelah semua orang telah pergi, Siwon mengajak Raena masuk ke dalam villa. Mungkin karena pengaruh alkohol, tiba-tiba tubuh Raena terhuyung dan jatuh di sofa di ruang tengah. Siwon dengan sigap memapah Raena ke dalam kamar.

“Gwaenchana?” tanya Siwon sambil memberikan segelas air putih pada Raena.
“Ne.. kepalaku hanya sedikit pusing saja..” jawab Raena setelah meminum air putih itu.
“Mianhae karena aku memaksamu meminum wine.. aku tahu bahwa kau sebenarnya tidak bisa minum..” ucap Siwon dengan nada menyesal.
“Aniyo.. ini bukan salah oppa..” ucapku sambil mengelus sayang pipinya sambil tersenyum.

Siwon oppa lalu memelukku dengan erat dan aku membalasnya. Setelah beberapa lama kami berpelukan, Siwon oppa melepas pelukannya dan langsung mencium lembut bibirku. Awalnya hanya ciuman biasa, tetapi lama kelamaaan lidah Siwon memaksa masuk kedalam mulutku. Karena pengaruh alkohol, aku membalas ciumannya dan membiarkan lidah Siwon menjelajahi seluruh rongga mulutku.

Sesekali lidah kami bertemu dan saling bertaut. Siwon pun akhirnya melepaskan ciumannya untuk menghirup udara.

“Baby.. bisakah kita melakukannya sekarang?” pinta Siwon.

To be continued.

11 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s