Diposkan pada 로맨스 ♥ Romance, 계속 ♥ Countinue, Fanfiction

Ever Never part 6

Author : Indri FishyHae
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Panggung itu dipenuhi lampu-lampu yang berkelap kelip seakan tau bahwa dua insan yang bernyanyi di sana pantas dimanjakan dengan situasi manis seperti sekarang. Teriakan-teriakan para fans yang melengking di telinga siapapun yang mendengarnya membuat situasi semakin ramai dan gaduh. Semua artis yang datang dan melihatpun ikut tersenyum-senyum kecil melihat couple di atas panggung. Iri dan sangat menggemaskan. Jika di tanya adakah yang tidak suka. Tentu saja ada …. namun ia hanya memaksa senyum membiarkan dirinya bersantai sejenak melupakan. Ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk mulai melupakan kyuhyun. Jika semua orang menyukai seokyu. Jika semua membernya di grup mengakui kecocokkan mereka. Kenapa ia tidak bisa. Jadi ia akan berusaha melupakan semuanya ….segalanya tentang kyuhyun.
Diposkan pada 로맨스 ♥ Romance, 계속 ♥ Countinue, Fanfiction

Cake Of Love part 13

Author  : Hye Ri

~~~~~~~~~~~~

—- Seohyun POV —-

Aku mengangguk menyetujui tawarannya. Ya Tuhan, dia menawariku belajar bikin cake ?! Mimpi apa coba aku semalam ? Hhuah !!! Jantungku makin tidak karuan. Bisa mati aku kalau lama-lama di sini karena namja itu. Mana senyumnya tadi manis banget lagi. Aiih ~

Aku berjalan lagi dan menuju pintu sampai tiba-tiba kurasakan sebuah tatapan menusuk dari seseorang yang memperhatikanku. Aku melirik ke arah tatapan orang itu dan ternyata…

Yoo Yi !!! Kenapa dia menatapku seperti itu ? Dia pasti cemburu melihatku dekat dengan Kyuhyun. Ah, peduli amat. Justru bagus kalau dia jadi marah. Malah membuat rencanaku berjalan lebih lancar.

Aku bicara dalam hati. Waktunya mengerjakan rencanaku karena korban mulai terpancing. Kau hebat, Seo !!! =)

Soo Young dan Sunny menungguku di luar ruangan. Mereka langsung heboh begitu melihatku keluar.

“Ya ! Seohyun ! Kau ini benar-benar gila ya ? Di dalam itu ada si nenek sihir, kau tahu ? Kau benar-benar cari mati apa gimana sih ?” Soo Young langsung meributiku. Aku mendesis.

“Ssssht ! Jangan keras-keras ! Justru bagus kan kalau dia marah ? Kalau dia terpancing, rencana kita akan berjalan lancar tanpa harus susah-susah membuatnya kesal. Lagian, awalnya juga aku nggak tau kalau ada dia. Maksudku ke dalam kan memang mau ketemu sama…”

“Ya ya ya…, kami tau siapa. Aigoo~ yang lagi jatuh cinta. Bawaanya pengen deket terus. Dia itu magnet atau apa sih sampai-sampai kau ingin ketemu dan dekat dengannya terus ? Padahal 3 harian yang lalu kau begitu benci padanya. Ck ck ck, memang kekuatan cinta itu kuat banget.” Sunny menceracau. Aku memukul bahunya.

“Tapi kan nggak perlu motong kalimat orang kaya’ gitu.” Aku memasang wajah kesal. Sunny langsung murung.

“Iya deh, mian. Mianhae.” Katanya menyesal. Aku tersenyum dan mengangguk memaafkan dia.

“Kaya’nya sebentar lagi Yoona datang deh.” Tebak Soo Young. Aku mengerutkan kening.

“Bagaimana kau tahu ?” Tanyaku. Dia menunjuk seorang yeoja yang sedang berjalan ke arah kami.

“Tebakan yang beruntung ?” Jawabnya.

Yoona sampai di dekat kami. Ia menyapa kami.

“Chingudeul, annyeong. Eh, ada apa kalian ngumpul di sini ?” Tanyanya. Kami tidak menjawab malah berpandangan. Seolah sepemikiran, kami langsung menarik Yoona pergi menjauhi ruangan itu. Mungkin ke toilet lagi. Dia bingung dan sedikit memberontak ketika kami tarik.

“Eh…, eh ! Ada apa ini ?! Kalian mau mengajakku ke mana ? Ya !” Dia terus berontak *tapi nggak terlalu brutal sih*. Kami tidak peduli. Pokoknya, dia harus mau membantuku menjalankan rencanaku itu.

Kami sampai di toilet. Kusuruh dia duduk dulu di meja wastafel. Soo Young yang bertugas memberitahu semuanya.

“Ada yang ingin kami beritahu padamu. Tapi, jangan kaget ya ?” Soo Young mulai. Aku menjauh dari mereka. Karena saat ini Soo Young baru akan memberitahukan perasaanku pada Kyuhyun itu padanya. Dan aku yakin itu pasti sangat memalukan.

Soo Young membisikannya pada Yoona. Aku menutup wajahku dengan kedua telapak tangan sambil antisipasi. Aiissh ! Ini memalukan.

“OMONA !!! Jinjja ?!” Yoona langsung terkejut begitu Soo Young selesai memberitahukan beritanya. Aku tidak berani membuka kedua tanganku. Tapi aku bisa melihat dari sela-sela jari kalau sekarang Yoona memandangku dengan wajah terkaget-kaget.

Perlahan, kubuka kedua tanganku dan kulihat dia *mereka* masih melihat ke arahku. Aku nyengir. Yoona nerubah ekspresi kagetnya menjadi ekspresi lega *kurasa. Dia tersenyum.

“Seohyun ssi, chukkae… !!!” Yoo mendekatiku lalu memelukku. Aku cukup terkejut karena sikapnya yang tiba-tiba, tapi kubalas pelukannya dan mengucapkan terima kasih.

Lanjutkan membaca “Cake Of Love part 13”