Cake Of Love part 13

Standar

Author  : Hye Ri

~~~~~~~~~~~~

—- Seohyun POV —-

Aku mengangguk menyetujui tawarannya. Ya Tuhan, dia menawariku belajar bikin cake ?! Mimpi apa coba aku semalam ? Hhuah !!! Jantungku makin tidak karuan. Bisa mati aku kalau lama-lama di sini karena namja itu. Mana senyumnya tadi manis banget lagi. Aiih ~

Aku berjalan lagi dan menuju pintu sampai tiba-tiba kurasakan sebuah tatapan menusuk dari seseorang yang memperhatikanku. Aku melirik ke arah tatapan orang itu dan ternyata…

Yoo Yi !!! Kenapa dia menatapku seperti itu ? Dia pasti cemburu melihatku dekat dengan Kyuhyun. Ah, peduli amat. Justru bagus kalau dia jadi marah. Malah membuat rencanaku berjalan lebih lancar.

Aku bicara dalam hati. Waktunya mengerjakan rencanaku karena korban mulai terpancing. Kau hebat, Seo !!! =)

Soo Young dan Sunny menungguku di luar ruangan. Mereka langsung heboh begitu melihatku keluar.

“Ya ! Seohyun ! Kau ini benar-benar gila ya ? Di dalam itu ada si nenek sihir, kau tahu ? Kau benar-benar cari mati apa gimana sih ?” Soo Young langsung meributiku. Aku mendesis.

“Ssssht ! Jangan keras-keras ! Justru bagus kan kalau dia marah ? Kalau dia terpancing, rencana kita akan berjalan lancar tanpa harus susah-susah membuatnya kesal. Lagian, awalnya juga aku nggak tau kalau ada dia. Maksudku ke dalam kan memang mau ketemu sama…”

“Ya ya ya…, kami tau siapa. Aigoo~ yang lagi jatuh cinta. Bawaanya pengen deket terus. Dia itu magnet atau apa sih sampai-sampai kau ingin ketemu dan dekat dengannya terus ? Padahal 3 harian yang lalu kau begitu benci padanya. Ck ck ck, memang kekuatan cinta itu kuat banget.” Sunny menceracau. Aku memukul bahunya.

“Tapi kan nggak perlu motong kalimat orang kaya’ gitu.” Aku memasang wajah kesal. Sunny langsung murung.

“Iya deh, mian. Mianhae.” Katanya menyesal. Aku tersenyum dan mengangguk memaafkan dia.

“Kaya’nya sebentar lagi Yoona datang deh.” Tebak Soo Young. Aku mengerutkan kening.

“Bagaimana kau tahu ?” Tanyaku. Dia menunjuk seorang yeoja yang sedang berjalan ke arah kami.

“Tebakan yang beruntung ?” Jawabnya.

Yoona sampai di dekat kami. Ia menyapa kami.

“Chingudeul, annyeong. Eh, ada apa kalian ngumpul di sini ?” Tanyanya. Kami tidak menjawab malah berpandangan. Seolah sepemikiran, kami langsung menarik Yoona pergi menjauhi ruangan itu. Mungkin ke toilet lagi. Dia bingung dan sedikit memberontak ketika kami tarik.

“Eh…, eh ! Ada apa ini ?! Kalian mau mengajakku ke mana ? Ya !” Dia terus berontak *tapi nggak terlalu brutal sih*. Kami tidak peduli. Pokoknya, dia harus mau membantuku menjalankan rencanaku itu.

Kami sampai di toilet. Kusuruh dia duduk dulu di meja wastafel. Soo Young yang bertugas memberitahu semuanya.

“Ada yang ingin kami beritahu padamu. Tapi, jangan kaget ya ?” Soo Young mulai. Aku menjauh dari mereka. Karena saat ini Soo Young baru akan memberitahukan perasaanku pada Kyuhyun itu padanya. Dan aku yakin itu pasti sangat memalukan.

Soo Young membisikannya pada Yoona. Aku menutup wajahku dengan kedua telapak tangan sambil antisipasi. Aiissh ! Ini memalukan.

“OMONA !!! Jinjja ?!” Yoona langsung terkejut begitu Soo Young selesai memberitahukan beritanya. Aku tidak berani membuka kedua tanganku. Tapi aku bisa melihat dari sela-sela jari kalau sekarang Yoona memandangku dengan wajah terkaget-kaget.

Perlahan, kubuka kedua tanganku dan kulihat dia *mereka* masih melihat ke arahku. Aku nyengir. Yoona nerubah ekspresi kagetnya menjadi ekspresi lega *kurasa. Dia tersenyum.

“Seohyun ssi, chukkae… !!!” Yoo mendekatiku lalu memelukku. Aku cukup terkejut karena sikapnya yang tiba-tiba, tapi kubalas pelukannya dan mengucapkan terima kasih.

Kami duduk bersama di meja wastafel.

“Sudah kuduga akhirnya kau akan menyukainya.” Yoona tersenyum padaku.

“Oh ya ? Kok bisa gitu ?”

Dia mengedikkan bahu. “Molla. Aku hanya menduga dan ternyata kejadian. Aku belum pernah bertemu dengan orang yang membenci Kyuhyun sunbae. Begitu aku tau kau membencinya, aku justru merasa malah suatu saat, kau akan menyukainya. Dan ternyata benar kan ? Itu kejadian sekarang.” Jelasnya. Aku hanya tersenyum dan memandangi lantai. Malu.

“Tenang saja. Aku mendukungmu kok. Aku rasa kalian itu cocok. Entah kenapa ya ? Tapi, begitu melihatmu, aku merasa…, ah susah menjelaskannya. Maksudku, ketika teman-temanku ada yang menyukai Kyuhyun sunbae atau jadi fans-nya, aku selalu merasa kalau mereka tidak cocok dengan sunbae. Tapi kau ? Berbeda saja menurutku. Dan sekali lagi kubilang, kalian itu cocok. Hwaiting, Seo ssi !” Yoona menyemangatiku.

“Geundae, Yoo Yi Unnie…” lanjutnya. Aku memotongnya.

“Itulah masalahnya.” Kataku. Soo Yong menghela napas.

“Ada lagi yang ingin kuberitahu padamu. Eumm…, sebuah rencana.” Soo Young turun dari meja wastafel dan kini berhadapan dengan Yoona.

“Rencana ? Rencana apa ?” Tanya Yoona. Soo Young mendekatkan dirinya dan mulai menjelaskan rencana kami. Rencanaku.

“Kau yakin ?” Yoona kelihatan ragu.

“Sangat yakin.” Kali ini aku yang menjawab. Yoona mengalihkan tatapannya dari Soo Young ke aku. Aku tersenyum yakin. Yoona masih menampakan raut tidak yakin

“A…, aku…”

“Jangan takut. Semuanya aku yang tanggung. Kau pasti aman dari jangkauannya. Tidak akan kubiarkan dia menyentuhmu walau itu cuma sedikit. Kau bantu aku ya ?” Aku memohon padanya. Yoona terlihat berpikir. Aku melanjutkan.

“Aku…, tidak ingin Kyuhyun…”

“Aku tau.” Yoona memotong kalimatku. Dia tersenyum dan menatapku, “aku akan membantumu. Dan kumohon, buat Kyuhyun sunbae sadar kalau selama ini Yoo Yi Unnie itu bukan gadis baik.”

Aku membalas tatapannya dan tersenyum lebar. “Pasti. Aku janji.”

Kami menumpuk tangan kami dan member semangat.

“HWAITING !!!”

Jadi, begini rencananya. Yoona akan mendekati Kyuhyun di ruang tata boga *sebagai yonbae maksudku*, lalu membuat Yoo Yi menjadi sebal melihatnya. Setelah itu, Yoona akan pergi ke lorong tempat aku dan Yoo Yi berseteru waktu itu. Kami yakin, Yoo Yi pasti akan melabrak Yoona lagi karena hal itu. Yoona sudah tahu bagaimana sifat Yoo Yi.

Aku akan bersiap di sana dan ketika Yoo Yi siap melabrak Yoona dan melindunginya sesuai janjiku. Lalu Soo Young dan Sunny bersembunyi di balik pot setelah Yoo Yi datang dan merekam semua yang kami lakukan di sana. Dan akan kubuat dia bicara alasan sebenarnya dia menginginkan Kyuhyun juga kucoba membuatnya bertindak tidak baik padaku. Setelah itu, rekamannya akan kuberikan pada Kyuhyun. Ya ya ya, cukup berbahaya…

Eumm, aku mau langsung saja. Saat ini, aku sedang bersembunyi di balik pintu menuju keluar di lorong itu. Soo Young dan Sunny juga sudah di tempatnya. Aku menunggu mereka.

Tak lama, aku mendengar langkah kaki seseorang dan ketika kuintip, itu Yoona. Seseorang memanggilnya. Yoo Yi.

“Ya ! Kau ! Im Yoona !” Panggil nenek sihir itu dengan suara menyebalkannya yang khas. Aku bersiap.

Kulihat Yoona sudah cemas. Yoo Yi semakin mendekatinya.

“Sudah berapa kali kubilang jangan dekati Kyuhyun ! Kau ini pabo ya ? Apa tuli ? Kau sudah sering kuperingati tapi ternyata kau masih berani. Maumu apa hah yonbae tidak tau diri ?!” Yoo Yi sudah mulai mendorong Yoona. Yoona terdorong sedikit dan kini dia menunduk ketakutan. Dia menangis.

Yoo Yi mengangkat dagu Yoona dan kini mereka bertatap muka. Yoo Yi mendengus.

“Kau cari mati ya ?”

“HENTIKAN !!!” Aku sudah marah. Sekarang saatnya aku keluar dan memberinya pelajaran. Aku harus melindungi Yoona.

Kudengar dia berdecak.

“Cih ! Kau lagi. Kau mau jadi pahlawan ?! Aissh ! Kau juga, ngapain tadi kau dekat-dekat Kyuhyun ?! Hah ?! Kau pikir kau bisa mendekati Kyuhyun seenaknya. Ingat ya gadis jelek, kau itu dibenci olehnya. Jadi, jangan kecentilan bisa mendekatinya.” Dia menudingku. Aku menahan marah yang meluap di diriku sekarang. Gadis jelek ? Asssh ! Bisa-bisanya…

“Kau tidak berhak berkata begitu padaku dan juga Yoona !!! Apa yang membuatmu istimewa ?! Hanya karena kau populer, bukan berarti kau bisa bersikap begini !” Aku mulai memekik. Dia mendorongku. Aku dan Yoona yang di belakangku terdorong cukup keras.

“Kau menantangku ?! Kuberitahukan padamu ya, gadis sok pahlawan, tidak ada yang bisa melwanku di sini. Kyuhyun itu milikku dan akan selamanya milikku. Jadi, kau sudah tidak punya kesempatan untuk mendapatkannya. Lagipula, yang ada dihatinya dan dipikirannya cuma aku, aku, dan aku. Oke, selain cake. Tapi selebihnya, tidak. Aku masih bersikap lembut pada kalian ya. Kalau aku mau aku bisa saja lebih daripada ini.” Dia mendorongku lagi.

Aissh ! Sudah habis kesabaranku.

“YA ! Kau pikir Kyuhyun akan menerima sikapmu yangs seperti ini ? Kau itu seperti ular berkepala dua. Kau selalu baik di depannya tapi di belakangnya, cih, memuakkan. Kau masih berpikir Kyuhyun akan jadi milikmu ?! Dia Tidak Pantas Denganmu !!!” Suaraku meninggi. Tidak terima.

PLAK !!!

Dia menamparku untuk kedua kalinya. Kali ini lebih keras dan benar-benar membuat airmataku tiba-tiba sudah di pelupuk. Pipiku panas dan pasti memerah sekarang. Aku membelalakan mataku shok. Dia…, menamparku lagi !

Aku menatapnya lagi dengan mata berair. Yoona mengkhawatirkanku. Aku bilang tidak apa-apa, tapi tidak rasa marahku pada gadis sok kuasa di hadapanku ini. Ini sudah cukup.

“Jaga ucapanmu ! Aku tidak akan berbaik hati lagi denganmu, Seohyun !! Kau sudah tau akibatnya kemarin setelah kau berurusan denganku. Aku bisa saja bertindak lebih kejam dari kemarin !! Camkan itu !” Yoo Yi meninggikan suaranya. Jarinya menuding tepat di depan wajahku.

TES ! Airmataku tak terasa menetes.

“Jadi kau yang menyuruh mereka untuk memukuliku dan menganiayaku kemarin ?! Cih ! Tidak kusangka kau begitu pengecu….”

PLAK !!!

Dia menamparku sekali lagi dan sama kerasnya. Sekarang ke arah berlawanan dari tamparan yang tadi.

“Kenapa kau menamparnya lagi ??!” Yoona memekik dan merangkulku. Kudengar suaranya bergetar. Yoo Yi tidak memperdulikannya. Yeoja licik di depanku itu justru malah mencekram pipiku dan mengangkat kepalaku yang tertunduk.

“Apa yang kubilang soal jaga ucapanmu, hah ?! Dan sudah kubilang juga kalau aku bisa lebih kejam dari ini…”

Aku menepis tangannya.

“Kau pengecut !” Aku melanjutkan kalimatku yang tadi. “Kau hanya berani menyakiti gadis-gadis lemah yang hanya sekedar mengidolakan Kyuhyun. Siapa kau ? Kau bukan siapa-siapanya. Hey, ingat ! Hanya karena kau tau dia menyukaimu lalu kau bisa berbuat seperti ini pada siapapun yang mencoba mendekatinya, hah ?! KATAKAN !!! APA YANG KAU MAU DARINYA ??!!” Aku mulai lebih keras. Suaraku terdengar seperti jeritan sekarang.

Dia berdecak. Tidak ada rasa takut sedikitpun di wajahnya. Malah wajah kesal yang sangat kentara.

“Apa yang aku mau darinya ?! Hah ! Kau bercanda ?! Dia populer. Orang nomor satu di sekolah. Aku bisa jadi gadis terpopuler juga jika bersamanya. Dan tidak ada yang bisa bersamanya selain…, aku !! Jadi kuperingatkan kau untuk menjauh darinya atau aku bisa lebih kejam lagi padamu dan padamu !!!” Yoo Yi menudingku lagi dan Yoona. Dia berbalik pergi dengan langkah arogan yang sangat menyebalkan didengar di telingaku.

Jujur, aku kesal, marah, dan sebal setengah mati dengannya tapi aku senang. Dia terpancing, kataku riang dalam hati. Walau pipiku masih sakit dan panas, aku tetap merasa lega bisa membuatnya mengaku dan membuatnya terpancing untuk berbuat kejam padaku. Dan aku yakin, Kyuhyun pasti akan percaya jika melihat ini.

Soo Young dan Sunny langsung bergegas menujuku dan heboh melihat kejadian tadi.

“Gwaenchanayo ? Sakit ya ? Ya ampun, Seo !!! Kau berani banget tadi !! Hebat kau bisa tahan dibentak-bentak tadi. Yoona, gwaenchanayo ? Kau tidak di apa-apain kan ??” Sunny heboh. Ia benar-benar mengkhawatirkanku dan Yoona. Aku hanya tersenyum miris sambil menahan sakit di pipiku.

“Tamparannya mantap ya ? Ya ! Seo Joo Hyun, kau DAEBAK !!! Rencanamu seribu persen berhasil. Tinggal ku masukan di laptop lalu ku burn ke CD. Sekarang tugasmu adalah memberikan rekaman ini pada Kyuhyun sunbae. Eh ? Maksudku nanti setelah aku burn di CD. Geundae…, kau benar-benar tidak apa-apa kan ?” Soo Young memegang pipiku yang merah.

“Gwaenchana sih, tapi tetep aja sakit. Yaaah, asal bisa bikin Kyuhyun sadar, aku rela harus di tampar nenek sihir itu ratusan kali.” Kataku mencoba menghibur dan mengurangi kekhawatiran sahabat-sahabatku itu. Soo Young tersenyum.

“Aah, gamsahe…, aku khawatir sekali kau kenapa-kenapa. Kalau gitu, aku ambil laptopku dulu ya ? Kalian tunggu aku saja. Nih, bawa HPku. Nanti biar aku yang cari alasan buat bilang ke sunbaenim di sana, ara ?” Soo Young memberikan handphonenya padaku dan bergegas pergi.

Yoona mengajakku dan Sunny duduk bersandar di dekat pintu. Aku masih memegangi pipiku yang panas dan memerah sekarang. Sakit…

Kuhela napas berat. Apakah perjuangan untuk hal semacam ini memang berat ??

Soo Young kembali. Dia terengah-engah setelah berlari dari lapangan mengambil tasnya. Dia duduk sambil meluruskan kaki di depan kami.

“Kau bawa laptop ? Dan CD kosong  juga ?” Tanya Sunny. Dia membuka tas Soo Young dan menemukan jawabannya. “Ngapaian kau bawa ?”

“Molla…” jawabnya sambil terengah. “Tiba-tiba aku ingin saja membawanya dan ternyata di pakai kan ? Hhh, hh, aissshh ! Capeknya…”

Aku menepuk bahunya dan tersenyum.

“Gomapta…”

“Nggak usah. Kita kan sahabat. Sudah seharusnya aku membantumu. Ja ! Kita langsung burn saja video rekamannya.” Soo Young mengambil laptopnya dan menyalakannya. Aku menggeser dudukku menjadi di sebelahnya. Kulihat dia bekerja dengan cekatan.

Tak sampai 15 menit, Soo Young sudah selesai mem-burn video itu. Dia menghela napas.

“Aah~ akhirnya…, ja ! Kau bawa ini dan berikan pada Kyuhyun sunbae. Yakinkan dia kalau Yoo Yi itu memang bukan gadis baik-baik. Arachi ?” Soo Young menyodorkan CD berisi video itu padaku. Aku menatap lekat CD itu.

Kini tatapanku berpindah ke mereka. Satu persatu kutatap mereka dan tersenyum. Mereka membalasnya.

“Aku…, molla, jinjja molla harus bilang apa… Naneun saranghaeyo. Jeongmal saranghaeyo chingu…” Aku memeluk mereka.

“Sudahlah. Pokoknya hari ini juga harus kau berikan padanya. Mungkin nanti agak sore. Biasanya Yoo Yi Unnie pulang lebih awal dari Kyuhyun sunbae. Kau berikan saja ketika sekolah sudah agak sepi.” Yoona memberitahuku. Aku melepas pelukanku.

“Ne. Doakan aku ya ?” Pintaku yang langsung di jawab dengan anggukan kepala mereka.

#dicepetin aja ya………. Sssssssssrrrrrrrrrrrrrsssssssssuuuuuuuuuussssssssttttttssssss#

Kulirik jamku. Sudah jam 2. Kyuhyun masuk shift di café sore ini. Mungkin dia akan pulang sebentar lagi. Kulihat sekolah sudah tidak seramai lagi. Apalagi ini agak mendung dari tadi, pasti banyak yang sudah pulang.

Sunbaenim juga sudah pulang. Latihan selesai sejam yang lalu. Dan yang tersisa di lapangan saat ini hanya aku dan kedua sahabatku yang heboh yang kini sedang saling bersandar satu sama lain karena kelelahan. Aku membulatkan tekadku.

Aku berdiri dan bersiap pergi. Soo Young memanggil.

“Ya ! Nan eodiga [mau kemana] ?” Tanyanya. Aku menunjukan CD video tadi yang sudah berada dalam wadah dari kertas itu. Soo Young langsung mengerti.

“Hwaiting ya ! Kau pasti bisa.” Sunny menyemangati. Aku tersenyum dan bergegas meninggalkan mereka dan menuju ruang tata boga. Tempat di mana saat ini *aku yakin sekali* Kyuhyun berada. Ku pegang CD itu hati-hati dan erat. Aku tidak mau sampai bukti ini rusak. Kalau sampai rusak, wah, bisa-bisa pipiku yang chubby ini jadi kemps lagi #jiah, seohyun PD.

Kulihat sosoknya sedang berdiri membelakangiku. Sepertinya dia sedang bikin kue #ya ampun, kyu masak terus kerjaanya dari tadi. Kudekati dia. Seperti menyadari kedatanganku, Kyuhyun membalikkan tubuhnya.

“Oo ! Seohyun ah ?!” Dia membelalakan matanya melihatku datang. Aku mengembangkan senyum dan berdiri tepat di sampingnya.

“Oppa, annyeong. Sedang bikin cake lagi ya ?” Tanyaku basa-basi #nggak usah ditanyaain kan juga udah keliatan, seo…

Dia tersenyum sambil memandang hasil karyanya yang sempurna *menurutku* di hadapannya.

“Aku sudah selesai. Ne, ini kueku hari ini.” Jawabnya singkat.

“Lho ? Oppa baru aja buat ? Pakai bahan yang tadi pagi itu ?” Aku bertanya lagi sambil menaikan alis mataku. Dia mengangguk dan kembali melihat ke arahku. Ya ampun, tatapanya !!! Kyaaa… > <

“Ne, aku pakai bahan yang tadi pagi itu. Sebenarnya aku ingin membuatnya dari tadi, tapi yonbae dan hoobaeku memintaku mengajarkan mereka membuat beberapa cake dasar. Kau mau coba kuenya ?” Tawarnya.

Aigoo~ pengen sih. Ya ! Seohyun ! Ingat tujuan awalmu kesini. Aku menggeleng dan mencoba menepis bisikan-bisikan menggoda yang memintaku untuk menerima tawarannya.

“Emm, ani Oppa. Nanti aku ketagihan lagi makan cake buatanmu.” Alasanku membuatnya sediki terkekeh. Aku jadi ikutan ketawa kecil melihatnya.

“Ada apa kau kesini lagi ? Jangan bilang kau mau minta diajarkan bikin cake lagi ? Aku harus segera ke café karena sore ini aku ada shift, kau ingat kan ?” Kata Kyuhyun sambil membereskan peralatan dan barang-barang yang ada di dekitar meja itu tanpa melihat ke arahku. Aku mencoba membantu sedikit-sedikit.

“Aniyo, Oppa. Aku bukan ingin minta diajarin bikin cake lagi kok.” Kataku.

“Lalu ? Untuk apa kau ke sini ? Hm ?” Tanyanya lagi tanpa melihatku. Aku berhenti membantunya. Setelah menghela napas sejenak, aku menyodorkan sesuatu di depannya. Dia menghentikan pekerjaanya dan tertegun melihat CD yang kusodorkan padanya itu *aku tidak tau dia sudah sadar belum kalau itu CD*

“Apa ini ?”

Aku mulai serius tapi aku belum menjawab pertanyaanya. Dia beralih padaku. Menatapku dengan tatapan ingin tahu.

“Ini…, sebuah CD.” Ya ! Pabo banget kau Seo ! Tanpa kau bilangpun dia juga pasti tau itu CD. Aku menggigit bibir bawahku dan merasa pabo. Kyuhyun tertawa kecil.

“Aku tau ini CD. Tapi apa isinya ? Kenapa kau berikan padaku ? Ada apa sebenarnya ?” Dia mulai serius. Aku juga harus mulai serius. Ini penting. Demi masa depanku dan masa depannya #jiiah, lebay banget ni mbak seo…

Aku menghela napas sejenak.

“Aku minta kau menjauhi Yoo Yi.” Pintaku dengan suara pelan namun tegas. Dia tertegun.

“Apa maksudmu ?”

Aku menelan ludah. “Aku mohon kau untuk menjauhinya. Dia berbahaya. Dia punya niat jahat padamu, Oppa. Dia tidak benar-benar tulus padamu. Aku tau dan semua orang juga tau kalau kau menyukainya sejak lama. Tapi dia bukan gadis baik.”

Kyuhyun mencoba menyangkalku.

“Jangan menyebutnya begitu ! Dia yeoja yang baik. Dia selalu baik dan selalu ada saat aku mebutuhkannya. Kau tidak pernah tau dia seperti apa. Aku sudah lama berteman dengannya dan dia selalu baik dimataku…”

“Iya dimatamu. Dimata orang lain tidak ! Cobalah kau lihat sekitarmu. Banyak yang tidak suka dengannya karena dia gadis yang licik dan arogan. Dia hanya baik padamu, Kyuhyuh ! HANYA PADAMU !!” Aku memotong kalimatnya. Suaraku meninggi. Kyuhyun terlihat sangat kaget dengan sikapku dan dia juga terlihat mulai kesal.

“Apa yang kau tahu tentangnya ? Dia bukan gadis yang seperti kau bilang itu ya ! Asal kau tahu, Yoo Yi tidak akan bersikap seperti itu karena dia adalah gadis yang lembut !”

“Lembut kau bilang ?!” Aku sedikit tertawa sinis, “Cih ! Kau lihat dulu isi CD itu dan aku jamin kau akan bilang kebalikannya. Dia bukan gadis yang baik dan lembut. Dia pernah menamparku. Dia menyakiti Yoona, temanku dan juga yonbae kesayanganmu itu. Dia itu jahat dan kasar. Kau ingat kejadianku terkurung di gudang dan terluka ? ITU SEMUA  KARENANYA !!! Dia menyuruh teman-temannya untuk menyakitiku dan mengurungku di gudang itu !! Dia semua yang lakukan ! DIA DALANGNYA !!!” Aku memekik. Kyuhyun terlihat makin jengkel setelah mendengar perkataanku.

“CUKUP !! Kau keterlaluan Seohyun ! Sudah terlalu banyak tuduhan yang berikan pada Yoo Yi. Dan itu semua salah !!! Aku tahu Yoo Yi ! Aku tahu dia seperti apa ! Tarik ucapanmu padanya !”

“Kau dibutakan olehnya, Kyu !! Kau terlalu mengaguminya sampai-sampai kau tidak tahu dia seperti apa sebenarnya di belakangmu. Dia punya niat yang tidak baik padamu saat dia mendekatimu ! ARASEOYO ! Aku tahu semua !!”

“CUKUP SEOHYUN CUKUP !!!! Aku tidak mau dengar lagi dan sekarang kuminta kau pergi ! Aku tidak mengira. Kau sudah mengecewakan aku, Seohyun. Aku senang kita bisa berteman tapi ternyata tidak. Aku salah menilaimu. Kukira kau gadis polos dan baik, ternyata…, cih,” Dia membuang muka. “YA !! KAULAH YANG KASAR DAN AROGAN !!!”

JDEERRRR !!!

Seperti habis terkena petir yang sangat keras, kata-katanya sempurna membuatku terpaku. Diam karena begitu terkejut. Dia…, menyebutku kasar dan arogan ? Dia marah padaku ? Ya Tuhan, bukan seperti ini yang kuinginkan. Aku tidak ingin dia menjauh dariku. ANDWAE !!!

Aku menjerit dalam hati. Hatiku perih. Sangat perih. Seperti diiris oleh pisau yang paling tajam didunia. Sakit. Jantungku berdegup sangat kencang. Tapi berbeda dengan biasanya saat aku berdekatan dengannya. Kali ini lebih sakit. Aku merasa dadaku juga makin menyesak.

Mataku berair. Dan aku tidak sanggup lagi membendungnya. Ia menetes begitu saja dan saat itulah aku menangis. Tidak sesenggukan seperti biasa, hanya saja airmataku terus menetes satu-satu.

“Sudah kubilang, PALLI GA !!” Suruhnya dengan nada pelan namun sangat tegas dan marah. “Kau tidak tahu apapun tentang perasaanku padanya. Aku menyukainya, mencintainya, jadi jangan campuri urusanku lagi.Aku tidak mau melihatmu lagi, Seohyun. Kau mengecewakanku.”

Kata-katanya kembali membuatku shok. Perasaannya ? Aku teringat kembali setiap saat aku berdebar dan bahagia yang membuncah ketika dekat dengannya. Itu yang namanya cinta. Aku tidak tahu apakah dia juga merasa seperti itu jika dengan Yoo Yi. Aku menghapus airmataku dan mendongak menatapnya.

“Kau tidak mencintainya. Kau hanya kagum padanya. Kau hanya suka !! Apa kau pernah berdebar-debar jika dekat dengannya ? Berdebar-debar yang rasanya selalu beda. Apa kau selalu malu ketika mengingatnya ? Apa kau terus memikirkannya ? Apa jantungmu pernah berdetak ribuan kali lebih cepat dan darahmu mengalir ratusan kali lebih cepat jika bersamanya ? Apa dadamu selalu sesak karena ada sesuatu di dalam dirimu yang ingin meloncat keluar karena terlalu senang bisa dekat dengannya dan kau selalu sesak napas jika bersamanya ? Pernahkah kau merasa begitu padanya ?! Hah !! Ya, Cho Kyuhyun !!! AKU MENGALAMI SEMUANYA SEKARANG !!!!”

Aku menjerit lalu pergi. Aku berlari meninggalkannya yang saat ini aku tidak tahu bagaimana ekspresinya. Aku kesal, marah, kecewa, sedih, semuanya. Aku tidak ingin semua jadinya begini. Tidak.

Airmataku masih mengalir membasahi pipiku. Apa harus begini akhirnya ?

—- End POV —-

—- Kyuhyun POV —-

Aku benar-benar tidak habis pikir, bagaimana gadis polos sepertinya bisa begitu jahat menuduh yang tidak-tidak pada Yoo Yi ? Aku benar-benar kecewa melihat sikapnya barusan. Baiklah, dia memang pernah melakukan ini sebelumnya. Tapi tak pernah aku sangka dia bisa melakukan ini lebih dari sebelumnya. Ya Tuhan…

Aku duduk untuk meredakan emosiku. Kenapa aku begitu emosi tadi ? Kenapa dia juga sangat ngotot ? Apa sih maksudnya begitu ngotot menunnjukkan kalau Yoo Yi itu yeoja yang tidak baik ? Aisshh !

Tidak sengaja tanganku menyenggol CD yang tadi diberikannya padaku. Aku langsung teringat katanya tadi yang bilang kalau isi CD itu adalah bukti kejahatan Yoo Yi. Aissh ! Dia itu benar-benar ingin menjauhkanku dari Yoo Yi atau gimana sih ? Aku penasaran. Jujur aku benar-benar penasaran jadinya.

Apa dia benar-benar membuktikannya ? Aku memandang CD itu dengan tatapan kosong. Otakku berpikir keras dan batinku berperang. Apa aku harus melihatnya ? Untuk apa sih Seohyun melakukan ini ? Apa dia sangat membenci Yoo Yi karena masalah Yoona itu ? Aiissh, Kyu ! Kenapa kau dihadapkan dengan urusan seribet ini sih ?

Kuputuskan untuk segera membereskan peralatan di sana dan pulang. Setelah itu aku membungkus cake buatanku tadi dan berniat akan memberikannya pada anak-anak di kos. Kuambil tasku dan bersiap pergi sampai pandanganku kembali ke arah CD itu lagi. Batinku kembali berperang. Kubawa tidak ya ? Tapi, untuk apa ? Aku percaya dengan Yoo Yi dan tidak mungkin aku melihat isinya. Apa kubawa saja ? Aisshh ! Aku bingung.

“Kau menyusahkanku !” Kataku pada sekeping CD pemberian gadis itu. Akhirnya, setelah beberapa detik perang batin, aku menyambar keeping CD itu dan menyelipkannya diantara barang-barang di tasku. Kutinggalkan ruang tata boga.

Kuhela napas panjang dan berat. Hari ini benar-benar hari yang diluar dugaanku.

Malamnya, di kos…

Baiklah, ini kosku. Sebenarnya, aku tidak perlu tinggal di kos ini *atau biasa kusebut dorm karena letak kosku ini yang ada di lantai teratas sebuah apartement*. Rumahku tepat di depan apartement tempat dormku berada dan hanya perlu menyebrang saja. Apartemen ini *maksudku, dorm ini* adalah milik Appaku. Dia membelinya lalu menjadikannya kos-kosan khusus cowok. Tapi, ada satu makhluk lain di kos ini yang tidak lain adalah adikku.

Jadi, ketika Appaku memintaku untuk tinggal di kos ini *sebagai yang punya kos* eommaku memaksa Hye Ri untuk ikut tinggal. Alasannya untuk menjagaku (?). Eommaku memang aneh. Di dorm ini ada 13 penghuni cowok termasuk aku dan tentu saja Hye Ri. Tujuh diantaranya satu sekolah di SMA yang sama denganku dan kami semua bersahabat. Sisanya, sudah kuliah. Sudah tau kan ? Segini aja ya kisahnya.

Aku hanya duduk diam di sofa ruang keluarga. Padahal, semua penghuni kos kecuali Hye Ri lagi heboh nonton bola. Aku cuma bisa duduk terpekur dan tidak berniat sama sekali ikutan heboh. Pikiranku kacau sejak tadi sore. Semua yang aku kerjakan jadi nggak sempurna dan salah. Di café tadi aku sudah berapa kali ditegur karena banyak melamun dan tidak fokus. Aissshh ! Seo Joo Hyun, kau membuatku gila !

“GOOOOOLLL……..!!!” Teriak semua penghuni dorm di depanku itu heboh. Mereka saling berpelukan dan tos saking senangnya tim yang mereka dukung memasukan gol. Donghae dan Eunhyuk bahkan sampai melonjak-lonjak saking senangnya. Aku tidak tahu yang sedang main itu tim darimana saja. Yang kutahu, tim kesebalasannya Seoul sedang main, itu saja. Aku mendengus.

“Lama-lama di sini aku bisa ikutan gila” gumamku. Aah~ penat ! “AISSH !” Aku mengutuk kondisiku saat ini. Semua melihat ke arahku.

“Kenapa kau ? Kusut banget sih mukamu ? Wae ? Ada masalah ?” Donghae mendekatiku. Dia bertanya khawatir. Sungmin juga ikutan khawatir.

“Iih, Kyunnie, kau kenapa ?”

Aku menggeleng lemah. “Eobseo.” Kataku agak berbisik dan beranjak pergi meninggalkan mereka yang melongo heran melihatku. Ah, aku tidak peduli. Aku mempercepat langkahku menuju kamar. Aku capek.

Di ruang keluarga *author POV*

“Kenapa tu anak ?” Kangin melongo heran dan dijawab dengan gelengan kepala Donghae.

“Sejak pulang dari café, wajahnya memang sudah kusut, hyung.” Ryeowook menjawab pertanyaan Kangin.

“Dia sedang punya masalah deh kaya’nya. Aigoo~ Kyunnieku kenapa ya ?” Tanya Sungmin agak genit dan langsung dapat timpukan bantal dari Heechul.

“Ya ! Lee Sungmin ! Nggak pake genit bisa nggak sih ? Udahlah, biarin aja dia. Biarin dia nyelesein masalahnya sendiri. Weh !! Udah maen lagi nih !” Heechul menunjuk TV sambil teriak-teriak heboh.

Akhirnya, mereka sejenak melupakan sikap aneh Kyuhyun barusan dan kembali memandangi TV dan kembali heboh.

*end author POV*

Aku duduk lagi di ranjangku yang empuk masih dengan pikiran kacau. Tiba-tiba, aku teringat CD pemberian Seohyun tadi. Kuseret tasku yang tergeletak di ranjangku mendekat padaku. Setelah kuacak-acak isinya, akhirnya aku menemukan barang yang kucari. Tanpa pikir panjang aku langsung ke kamar adikku yang berada di lantai 2 untuk melihat isi CD itu.

Aku sampai di atas dan langsung menuju kamar Hye Ri. Pintunya terbuka sedikit. Aku mengetuk pintu kamarnya.

“Hye Ri ah~ kau belum tidur kan ?” Tanyaku dari balik pintu. Ada balasan dari dalam sana setelah beberapa detik.

“Masuk aja, Oppa ! Aku belum tidur kok.” Suruhnya. Aku mendorong sedikit pintunya lalu masuk. Kulihat dia sedang asyik mengetik di laptopnya sambil mendengarkan lagu menggunakan headset. Dia melihat ke arahku.

“Ada apa, Oppa ? Tumben malem-malem main ke kamarku ?” Tanyanya begitu melihatku. Aku duduk di kasurnya. Dia membalikan kursinya mengahadapku. Aku menghela napas panjang.

“Pasti ada masalah lagi kalau wajahnya Oppa udah jutek kaya’ gini. Kenapa kenapa, Opp ?” Dia menggeser kursinya mendekat ke arahku.

Aku baru mau cerita tentang kejadianku hari ini tapi sebuah ingatan terlintas di otakku. Kata-kata terakhirnya terulang dengan jelas. Entah kenapa, tiba-tiba hatiku jadi berdesir mengingatnya.

“Kau tidak mencintainya. Kau hanya kagum padanya. Kau hanya suka !! Apa kau pernah berdebar-debar jika dekat dengannya ? Berdebar-debar yang rasanya selalu beda. Apa kau selalu malu ketika mengingatnya ? Apa kau terus memikirkannya ? Apa jantungmu pernah berdetak ribuan kali lebih cepat dan darahmu mengalir ratusan kali lebih cepat jika bersamanya ? Apa dadamu selalu sesak karena ada sesuatu di dalam dirimu yang ingin meloncat keluar karena terlalu senang bisa dekat dengannya dan kau selalu sesak napas jika bersamanya ? Pernahkah kau merasa begitu padanya ?! Hah !! Ya, Cho Kyuhyun !!! AKU MENGALAMI SEMUANYA SEKARANG !!!!”

Kuputuskan untuk bertanya padanya. Entah mengapa tapi tiba-tiba ada dorongan untuk bertanya tentang hal ini padanya. Aku juga tidak tahu, itu terjadi saja. Aku percaya padanya. Jadi, kuputuskan untuk menceritakan masalahku padanya.

“Eumm, Hye ah, aku mau tanya sesuatu tapi kau tidak boleh ketawa mendengar pertanyaanku, keuruchi ?”

“Tergantung pertanyaanya sih. Ya udah, apa Oppa ?”

Aku menarik napas panjang dan siap bertanya.

“Menurutmu, ini menurutmu lho, apa bedanya suka dan cinta ? Memangnya kalau kau berdebar dan jantungmu berdetak lebih cepat karena seseorang itu namanya cinta ya ?” Tanyaku dengan nada pelan. Kulihat Hye Ri berpikir dulu.

“Ne. Biasanya orang yang sedang jatuh cinta itu akan merasa begitu jika dekat-dekat dengan orang yang dicintainya. Bahkan nggak dekat-dekatpun, saat kita mengingatnya atau memikirkannya, hati kita ikut berdebar dan rasanya aneh gimana gitu. Terus ada rasa senang yang berbeda dari rasa senang biasnya. Terus dia juga suka malu-malu gitu. Dan semua akan terasa lebih manis jika sedang jatuh cinta. Itu juga tanda-tanda orang jatuh cinta sih.” Jawabnya panjang. Aku mengerutkan keningku. Lho, kok sama ?

“Geuraeyo ? Bahkan jika orang itu baru kau kenal dan sempat kau benci ?” Aku penasaran. Dia mengagguk dengan wajah yakin.

“Iya. Kalau sudah ada rasa-rasa seperti itu, bisa aja memang jatuh cinta. Kadang itu, cinta datang diam-diam. Tau-tau udah seneng aja gitu. Biasanya juga sih, menurut pengamatanku, orang yang awalnya benci-benci pas ada rasa-rasa seperti itu, dia bakal menyangkal terus. Tapi sebenarnya memang suka, hanya saja nggak mau mengakui. Ya, gitulah intinya. Benci itukan rasa cin…”

“…ta yang berlebihan. Araseo.” Aku melanjutkan sendiri kalimatnya. Aku sudah tahu. Dia sering sekali bilang kalimat itu ketika anak-anak kos yang lain ada masalah dengan orang lain sampai membencinya.

Aku menunduk merenungi kata-katanya. Jawabannya bisa sama dengan apa yang kurasakan. Apa aku jatuh cinta padanya ? Aiissh !

Dia mendekat padaku dan berjongkok tepat di depanku.

“Oppa, kau sedang jatuh cinta ya ? Ini semua tentang Oppa kan ? Pertanyaan-pertanyaan tadi itu untuk Opp kan ? Ciie~ Oppa…” Goda Hye Ri. Dia berpindah duduk di sampingku. Kucubit pipinya gemas.

“Aiissh ! Kau ini ya ?! Apaan coba maksudnya ?” Kataku mengelak. Dia makin gencar.

“Aduduh…, Oppa sakit ! Alah, bilang aja iya. Keliatan tau dari mata Oppa. Keliatan banget kalau Oppa lagi…”

“Apa ?” tanyaku sewot.

“Lagi…, galau hatinya. Ciieeee~” Godanya lagi lebih heboh. Aku menjitak kepalanya.

“Ya ! Kau, Cho Hye Ri ! Awas kau ya !”

“Memang sama siapa sih Oppa ? Tau nggak ? Masalah Oppa ini mengingatkan aku sama seseorang yang juga sama masalahnya. Dan ternyata beneran kalau dia itu memang jatuh cinta sama orang yang dibencinya itu. Bagus deh,”

“Siapa memangnya ?” Tanyaku cepat. Dia terlihat tidak ingin menjawab.

“Rahasia dong. Ntar aja deh kukasih taunya.” Tuh kan ?

Aku perang batin lagi. Apa aku memang mencintainya ?

“Eh, kau belum jawab pertanyaanku yang awal tadi. Apa bedanya suka dan cinta ?”

“Menurutku sih, kalau orang jatuh cinta, cirri-cirinya seperti tadi. Masih lebih kompleks malah. Kalau suka, biasanya cuma sekedar kagum tapi yang sangat tapi nggak pernah merasa seperti orang jatuh cinta. Beda banget lah pokoknya. Oppa bisa mbedain sendiri kan ?”

Aku tersentak. Berarti selama ini aku bukan mencintai Yoo Yi ? Selama aku suka dengannya, aku tidak pernah merasakan rasa seperti saat aku dengan Seohyun. Ya, hanya suka, kagum, senang bisa berteman, bukan rasa seperti ciri-ciri jatuh cinta itu. Apa berarti aku memang jatuh cinta sama Seohyun ? Kenapa aku masih merasa terus mengelak ya ? Bener tidak sih ?

Aku bingung !!

“Eh, Oppa bawa apaan tu ? Pinjem !” Hye Ri menarik CD yang dari tadi terus kupegang dan aku bahkan lupa kalau aku bawa barang itu. Aku ingat tujuan awalku ke sini adalah untuk melihat isi CD itu. Kuambil lagi CD yang direbut adikku itu.

“Aku mau pinjam laptopmu. Aku harus melihat isi CD ini. Pinjam ya ?” Pintaku. Hye Ri melongo lalu protes.

“Kenapa laptopku ? Aku lagi sibuk nih.” Protesnya. Aku berdecak.

“Yaaah, sebentar saja. Aku nggak mungkin pakai laptopku, soalnya kan lagi di servis. Kalau pakai punya Shindong, aku nggak nyaman. Laptopnya dia kan abis dirusakin Donghae kemarin. Boleh ya ? Jebal…” Pintaku sambil menelungkupkan kedua tanganku. Entah kenapa aku jadi penasaran sekali dengan isi CD itu.

Hye Ri menyerah akhirnya.

“Tapi jangan lama-lama ya ? Aku lagi bikin tugas soalnya.” Dia member syarat. Aku tersenyum dan menepuk kepalanya.

“Sip. Araseo.” Aku bergegas menuju laptopnya.

Kubuka sebuah file di dalam CD itu. Sebuah rekaman ternyata. Walau agak pecah, tapi aku bisa melihat dengan jelas siapa saja yang ada dalam rekaman itu. Pertama-tama, ada Yoona sendirian lalu ada seorang gadis yang meanggilnya. Itu Yoo Yi ?!

Dia melabrak Yoona dan saat itulah Seohyun datang dan membela Yoona. Aku terus menonton isi rekaman itu. Hye Ri yang penasaran ikut juga melihatnya. Sampai pada bagian ketika Yoo Yi menampar Seohyun.

Ya Tuhan ?! Mungkinkah iu Yoo Yi ?!

“Hah ?! Seohyun Unnie ditampar ?!” Hye Ri heboh. Aku terkejut melihat bagian itu.

Itu benar Yoo Yi ??

….tbc….

6 responses »

  1. mampus ntu yo yi…
    bentar lgi kedokny bakalan ketawan sama kyuhyun…

    jd gag sbar nue nnggu lanjutany…

    part selanjutny jgn lma2 ych…

    gomawo…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s