Protected Brother . . . Part 14

Standar

Akhirnya bisa posting lanjutan Protected Brother lagi, maaf ya buat reders yang udah nunggu lama. ^^

~~~~~~~~

 

Tok… Tok… Tok…

Eeteuk mengetuk pintu kamar Kyuhyun dengan senampah makanan ditangannya. “Kyu, hyung membawakanmu makanan, kau harus makan.” Tidak ada jawaban dari dalam kamar. “Hyung masuk ya?” Eeteuk membuka knop pintu kamar Kyuhyun perlahan. Dilihatnya Kyuhyun tengah bebaring sambil memainkan sehelai pita berwarna pink yang di yakini Eeteuk adalah milik Minji.

“Kenapa tidak menjawab hyung?” Tanya Eeteuk pelan, lalu berjalan mendekati Kyuhyun dan duduk ditepi ranjang. “Ayo makan, Sungmin sudah memasakan bubur terenak untukmu.”

Kyuhyun terpaksa menatap Eeteuk. “Aku tidak lapar hyung…” Ujar Kyuhyun lemah hampir seperti sebuah bisikkan.

“Aish… kau ini sedang masa pemulihan, jadi harus makan yang banyak supaya cepat sembuh.” Kata Eeteuk sambil membantu meninggikan bantal Kyuhyun. “Ayo aaaaaa….” Kyuhyun yang awalnya enggan untuk membuka mulut pun akhirnya menyerah dan menuruti perintah hyungnya untuk membuka mulut.

Saat sedang menyuapi, Eeteuk terus memperhatikan tingkah dongsaengnya yang masih memainkan pita yang ada ditangannya dengan tatapan sedih. “Hyung sebenarnya tidak ingin ikut campur masalah pribadimu, tapi melihatmu seperti ini juga hyung tidak akan tinggal diam. Kenapa kau bersikap kasar seperti itu pada Minji tadi siang?”

“…..” tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Kyuhyun.

“Hahh… kau tau wajah Minji terlihat sedih sekali saat kau mengusirnya.” Eeteuk menghela nafas mengingat kejadian siang ini.

“Aku hanya tidak ingin terus bergantung pada dirinya hyung.” Akhirnya Kyuhyun mau bicara juga mengenai kejadian tadi siang. “Selama ini… aku sudah merepotkannya dengan menjagaku setiap saat. Itu membuat diriku terlihat lemah dan bodoh dihadapannya.” Kyuhyun memejamkan matanya agar Eeteuk tidak dapat melihat bahwa hatinya sedang menangis. “Disini…” Tangan Kyuhyun memegang dadanya. “Entah bagaimana muncul perasaan ketergantungan pada dirinya yang amat sangat besar. Sedangkan mana mungkin Minji mau terus berada disisi pria lemah sepertiku, karna aku hanya akan menjadi beban baginya, hyung. Jika dia berada disisiku lebih lama lagi… aku takut nanti tidak akan bisa melepaskannya…” Kyuhyun membuka matanya dengan senyuman yang dipaksakan.

“Kyu, jujurlah pada hyung sebagai laki-laki. Apa kau… mencintai Minji?”

“……”

“Kalau kau diam, hyung akan menganggap jawabanmu adalah ‘iya’.”

Kyuhyun tersenyum miris. “Tapi mulai saat ini aku harus mengubur perasaan itu dalam-dalam, hyung.”

“Wae?” Eeteuk terkejut mendengar ucapan Kyuhyun barusan. ‘Jadi benar selama ini Kyuhyun mencintai Minji.’ Batin Eeteuk di dalam hatinya.

“Sudahlah hyung jangan membicarakan hal itu terus. Lagi pula buburnya juga sudah habis, aku mau tidur.”

“Arraseo, aku tidak akan memaksamu membicarakan Minji lagi. Sekarang kau minum obatnya dulu baru tidur.”

“Aish…aku tidak mau minum obat hyung.”

“Harus!!!”

Ceklek!

Tiba-tiba pintu kamar Kyuhyun terbuka dan diambang pintu terlihat Sungmin tersenyum simpul sambil menyembunyikan seseorang dibalik tubuhnya.

“Eeteuk hyung, Kyunnie, aku ingin memperkenalkan seseorang kepada kalian.” Ujar Sungmin yang tetap tersenyum.

“Nuguya?” Tanya Eeteuk penasaran.

“Namanya Kang Hee Joon, dia yeojachinguku hyung.” Sungmin menarik sesosok yeoja cantik yang disembunyikannya sejak tadi.

“Annyeonghaseo, choneun Kang Hee Joon imnida.” Sapa Hee Joon dengan sopan.

“Kau kan yeoja yang waktu itu di tolong oleh Sungmin, iya kan?”

“Ne oppa.”

“Annyeong, Eeteuk imnida. Aku hyungnya Sungmin, dan ini Kyuhyun dongsaeng kami.”

“Ne oppa, aku sudah tau. Sungmin oppa sudah menceritakan banyak hal tentang kalian.” Sungmin mengajak Hee Joon masuk kedalam kamar Kyuhyun dan duduk di sebuah sofa mini.

“Kyunnie, Hee Joon ini adalah sunbaemu disekolah. Kau pasti pernah melihatnya di sekolah, iya kan?” Tanya Sungmin dengan antusias. Tapi Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya pelan sebagai jawaban.

“Oppa, sekolah itu kan besar sekali, ada ratusan anak yang bersekolah disana. Jadi mana mungkin Kyuhyun pernah melihatku. Annyeong Kyuhyun, ku dengar kau sedang sakit. Semoga cepat sembuh ya?”

“Gomawo sunbae.” Ujar Kyuhyun singkat.

“Jangan panggil aku dengan sebutan sunbae, terdengar terlalu formal. Kau bisa memanggilku dengan nama saja.”

“Andwae, Kyunnie harus memanggilmu noona.”

“Aish…oppa jangan memaksa Kyuhyun.”

“Gwaenchana, noona.”

“Hampir lupa, Kyu cepat minum obatnya, setelah itu kau tidur.” Eeteuk menyerahkan beberapa kapsul obat kepada Kyuhyun.

“Ne… ne… ne…” Jawab Kyuhyun malas.

~~~~~~~~~~

Ditempat yang berbeda…

Hyorin berkumpul bersama teman-temannya semasa Kuliah, yang sudah sangat lama tidak dijumpainya. Setelah berjalan-jalan seharian, rombongan ajhuma-ajhuma ini memutuskan untuk makan malam bersama disebuah rumah makan jepang. Disana mereka memesan sebuah meja untuk 5 orang. Hyorin terlihat sangat bahagia sekali dapat berbagi cerita kehidupannya kepada teman-temannya itu.

“Kau…ada disini?” Seseorang menunjuk Hyorin dengan seenaknya. Orang itu adalah mantan suaminya yang kini telah menjadi musuh bebuyutannya, siapa lagi kalau bukan Cho Yujin.

Hyorin yang tidak suka di tunjuk seperti itu pun menjawabnya asal. “Kau sendiri sedang apa disini?”

“Aish…eomma macam apa kau, jam segini masih berkeliaran diluar. Sebaiknya kau cepat pulang!” Ujar Yujin sambil menarik paksa tangan sang mantan istrinya itu untuk segera pulang.

“Sireoh!” Hyorin menepis tangan Yujin, dia melirik jam yang ada di pergelangan tangannya, jam 9 malam. “Ya! Ini baru jam 9 babo!”

“Kau pulang atau…”

“Apa? Atau apa? Kau tidak akan pernah bisa memaksaku!” Teriak Hyorin menggema dalam restoran itu. Kesabaran Yujin terhadap tingkah Hyorin yang menentangnya pun habis, tanpa berkata apa-apa lagi Yujin langsung menggendong Hyorin di bahunya ala penculik dan membawanya pergi keluar dari restoran.

“Kyaaaaaa… turunkan aku! Yujin berengsek, cepat turunkan aku!!!” Hyorin terus meronta-ronta di bahu pria paruh baya yang menggendongnya.

Saat sampai didepan pintu restoran Yujin berbalik sekilas lalu berkata santai pada rekan bisnisnya. “Tuan Kang, kita lanjutkan pembicaraan mengenai projek baru itu besok di kantorku. Aku harus mengurus wanita ini dulu.”

“Saya mengerti tuan Cho.”

 

Sesampainya di tempat parkiran Yujin menghempaskan tubuh sang mantan istri kedalam mobilnya. Hyorin berusaha melarikan diri, namun Yujin tidak memberinya kesempatan sedikit pun karna tidak lama kemudian laki-laki itu sudah melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.

“Sebenarnya apa maumu?!” Teriak Hyorin didalam mobil.

“Aku hanya ingin membawamu pulang.” Ujar Yujin singkat dan pandangannya tetap fokus pada jalanan.

“Berhenti, turunkan aku sekarang!!! Aku bisa pulang sendiri.”

“Tidak, sebelum kita sampai dirumah.”

“Ya! Cho Yujin, berhenti kataku!!!”

Yujin tidak mendengarkan teriakan-teriakan mantan istrinya, dia tetap menjalankan mobilnya dengan santai. Hyorin yang kesal pada sikap namja keras kepala itu pun berusaha merebut setir mobil dari tangan Yujin. Pada akhirnya kedua orang ini saling tarik menarik satu sama lain, tingkah keduanya persis seperti anak kecil yang berebutan lollipop. Mereka tidak sadar bahwa ulah tersebut dapat mengakibatkan kecelakaan yang sangat fatal, tidak main-main karna nyawa yang akan jadi taruhannya. Dan benar saja ketika keduanya sedang asik berebut setir mobil ada sebuah Truk yang sejak tadi sudah mengklakson mobil mereka yang berjalan oleng ke kiri dan ke kanan.

Tiiiiiiiiinnnn…Tiiiiiiiiinnnn…!!!

Mata Hyorin membelalak lebar saat menyadari maut kini berada tepat dihadapannya.

“YUJIN AWAAAASSS!!!”

Tangan Yujin sigap membanting stir mobil ke kiri untuk menghindari Truk itu.

“Kyaaaaaaaaa…!!!” BRUUUUUUGH!

Naas, mereka memang berhasil menghindari Truk itu, namun mobilnya tidak dapat menghindari sebuah pohon besar yang ada di tepi jalan. Mobil Yujin pun menghantam pohon itu dengan sangat keras hingga bagian depan mobil hancur tak berbentuk.

“Hosh…Hosh…Hosh…” Bersyukur mobil ini dilengkapi dengan balon pengaman yang menahan tubuh keduannya saat hendak terhempas ke depan menabrak kaca. Masih dalam keadaan syok, Yujin dan Hyorin keluar dari dalam mobil mengatur nafas masing-masing.

Kini keduanya berdiri berhadapan dan saling menatap dengan sinis.

“Ini semua gara-gara kau! Kita hampis saja kehilangan nyawa tau!!!” Bentak Yujin membuncah di udara.

“Mwo, gara-gara aku?! Apa aku tidak salah dengar??? Kau kan yang memaksaku.”

“Aish…sudahlah.”

Yujin menatap sekitarnya, jalanan yang gelap, sepi, dan jarang dilalui kendaraan. Kemudian dia melihat jam yang ada dipergelangan tangannya. ‘Pantas saja sepi, ini sudah hampir jam setengah 11 malam.’ Batin Yujin dalam hati. Kemudian Yujin merogoh-rogoh saku celananya untuk mengambil ponsel, menghubungi bengkel agar menggerek mobil miliknya. Belum sempat terhubung ponsel itu berbunyi ‘Piiip’ sebagai tanda batreinya habis. ‘Akh…Sial!!!’

“Ya! Cepat hubungi bengkel mobil, ponselku mati.”

“Ckck…” Hyorin berdecak kesal. Dia mengambil tas kecil yang dibawanya tadi, dan mencari ponselnya, namun barang mini itu pun tidak ada didalam tas. Hyorin mencari dan terus mencari.

“Ada apa?”

“Ponselnya tidak ada.”

“Mwo?!”

Hyorin menggangguk pelan. Sedetik kemudian wanita itu seperti mengingat sesuatu. “Aigo~ ponselku tertinggal di restoran tadi.”

“Huuuhh…” Yujin menghela nafas berat, ternyata sifat ceroboh dan semberono mantan istrinya tidak berubah sedikit pun.

“Jangan salahkan aku. Ponselku tertinggal juga karna salahmu yang menggendongku dengan paksa.”

Yujin malas berdebat lagi dengan Hyorin. Hari ini sudah sangat melelahkan baginya dan sekarang dia masih harus berdebat dengan wanita yang menyebalkan dalam hidupnya.

“Lalu sekarang bagaimana…?” Tanya Hyorin takut-takut.

“Terpaksa, kita jalan kaki.”

“??????”

~~~~~~~~~~

“Jagi, mianhe aku tidak bisa mengenalkanmu pada appa dan eommaku malam ini. Mereka sepertinya akan pulang sangat larut.” Ujar sungmin pada Hee Joon saat keduanya berbincang di ruang tengah dengan segelas coklat hangat.

“Gwaenchana oppa, lagipula perkenalannya masih bisa dilakukan kapan saja.” Jawab Hee Joon santai.

“Tapi aku merasa jadi tidak enak kepadamu..”

“Oppa, aku tidak apa-apa. Sungguh!”

“Sudah malam, sebaiknya kau ku antar pulang sekarang ya?” Hee Joon mengangguk setuju. Beberapa saat kemudian keduanya melihat Eeteuk menuruni anak tangga.

“Minnie, appa dan eomma belum pulang?” Tanya Eeteuk.

“Belum hyung, Siwon dan Kibum juga belum pulang.”

“Aish… kemana mereka semua?”

“Entahlah… Hyung, Kyunnie sudah tidur?”

“Dia sudah tertidur sejak tadi.”

“Syukurlah… Kalau begitu aku antar Hee Joon pulang dulu ya hyung? Sudah malam.”

“Arraseo, kalian berdua hati-hati di jalan.”

“Ne hyung.”

“Eeteuk oppa, aku pulang dulu ya. Semoga Kyuhyun cepat sembuh.” Hee Joon membungkukkan kepalanya singkat kepada Eeteuk.

“Gomawo Hee Joon-ah, lain kali sering-seringlah datang kemari.”

Hee Joon menganggukkan kepalanya beberapa kali sambil tersenyum, dia sangat senang bahwa hyung dan dongsaeng dari kekasihnya dapat menerima kehadiran dirinya di rumah ini.

“Ayo jagi!”

~~~~~~~~~~

Keesokan harinya Kyuhyun tetap pergi ke sekolah seperti hari-hari biasa, walaupun dia terlihat tidak bersemangat hari ini.

Saat dia datang sudah ada beberapa siswa dan siswi di dalam kelasnya. Kyuhyun langsung duduk di mejanya yang masih kosong karna Minji belum datang, dia melirik ke meja yang ada di depannya, ternyata penghuni meja itu juga masih belum datang.

Beberapa saat kemudian Donghae datang tanpa menegur Kyuhyun sama sekali. Entah itu karna merasa takut pada tatapan sinis yang Kyuhyun lontarkan terhadap dirinya, atau justru karna tersinggung oleh tatapan tersebut. Berselang beberapa menit Minji datang dengan penampilan yang agak berantakan. Gadis itu terlihat murung, matanya juga terlihat agak sembab dan ada lingkaran hitam menghias disana. Sejenak Kyuhyun merasa khawatir melihat keadaan Minji, namun rasa ego lebih kuat menguasai dirinya untuk bersikap acuh tak acuh terhadap gadis itu.

Selama jam pelajaran tidak ada satu kata pun yang terlontar baik dari mulut Kyuhyun, Minji, maupun dari mulut Donghae. Ketiganya seolah menjadi orang asing yang tidak saling mengenal satu sama lain.

 

“Kyuhyun, ada yang mencarimu!” Panggil salah seorang teman sekelasnya pada saat jam istirahat. Kyuhyun segera beranjak dari kursinya menemui orang itu.

“Annyeong Kyuhyunie!”

“Hee Joon noona.”

“Ya! Kalau di sekolah jangan panggil aku noona, panggil namaku saja. Arraseo?!”

Kyuhyun mengangguk singkat. “Ada apa kau mencariku?” Tanya Kyuhyun.

“Ini!” Hee Joon mengangkat tinggi-tinggi tangan kanannya yang menenteng bekal makanan. “Sungmin oppa bilang kau melupakan bekalmu, jadi ku antarkan ini ke kelasmu.”

“Gomawo Hee Joon-ssi.” Ujar Kyuhyun sambil mengambil kotak bekal itu dari tangan Hee Joon.

“Cheonmaneyo, tapi jangan ada embel-embel ssi-nya segala ah~ cukup panggil aku dengan Hee Joon saja.”

Kyuhyun menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. “Mian, Hee…Joon-ah.”

“Nah begitu.” Hee Joon memamerkan deretan gigi putihnya dengan tersenyum manis kepada Kyuhyun. “Sekarang cepat makan bekalmu, aku tidak akan mengganggumu lagi.” Ujar Hee Joon sambil mengacak rambut Kyuhyun asal.

“Tunggu!” Kyuhyun menahan lengan Hee Joon saat gadis itu hendak meninggalkannya. “Hee Joon-ah, maukah kau menemaniku makan?” Ucap Kyuhyun garu-ragu.

Hee Joon sedikit terkejut dengan permintaan Kyuhyun, tapi melihat tingkah namja itu seperti anak kecil pun seulas senyum tersungging di ujung bibirnya. “Arrata! Tapi apa kau tidak takut jika nanti ada gossip tentang kita?”

“Aku tidak akan perduli tentang itu, lagi pula kau ini kan calon kakak iparku.”

Mendengar Kyuhyun mengatakan dirinya sebagai calon kakak ipar, membuat wajah Hee Joon seketika merona merah. “Jangan mengatakan hal itu, aku jadi malu. Yasudah, ayo kita makan di taman!”

Kyuhyun mengikuti langkah kaki Hee Joon di belakang. Tanpa Kyuhyun sadari dari arah mejanya, Minji terus menyaksikan kejadian itu dengan perasaan tercabik. Dia letakkan kepalanya di atas meja menghadap keluar jendela, perlahan air mata jatuh membasahi pipi untuk kesekian kalinya pagi ini.

~~~~~~~~~~

“Minji-ah, gwaenchanayo? Kau sakit ya?” Tanya Donghae ketika dia mendengarkan isakan pelan dari arah meja yang ada di belakangnya.

Minji buru-buru menghapus air matanya supaya Donghae tidak semakin khawatir. “Aniyo… aku baik-baik saja Hae.”

“Kalau begitu temani aku ke kantin ya?”

“Ne?” Minji agak bingung mendengar perkataan Donghae.

“Huuuuh… aku bosan disini.”

“Tapi…”

“Ayo, ku traktir kau makan.” Dengan semangat Donghae pun menarik lengan Minji dan menyeret gadis itu mengikutinya menuju kantin.

Di kantin Donghae banyak memesan makanan, dia memakan semua makanannya dengan sangat lahap. Donghae sepertinya belum makan sejak kemarin. Minji yang sejak tadi hanya memeperhatikan Donghae makan, akhirnya dapat tersenyum melihat tingkah namja yang satu ini.

“Ya! Minji-ah, gomawo sudah menemaniku makan tadi.” Ujar Donghae yang sudah puas memanjakan perutnya.

“Hehehehe… Ternyata makanmu banyak juga ya?” Keduanya berjalan beriringan di koridor-koridor sekolah. Ketika mereka melewati taman belakang, tatapan Minji tidak sengaja menangkap pemandangan yang tidak enak baginya. Dia melihat seorang gadis sedang membujuk Kyuhyun untuk menghabiskan makanannya, sampai namja tersebut mau membuka mulut dengan terpaksa. Gadis itu terlihat senang karna Kyuhyun mau menerima suapannya.

Tiba-tiba air mata Minji menetes lagi tanpa bisa ditahannya…

Donghae yang baru sadar disampingnya tidak ada sosok Minji pun berbalik dan mendapati gadis itu tengah menangis menatap sesuatu. Kemudian dia berjalan mendekati Minji.

“Minji-ah, gwaenchanayo?”

Minjin menggeleng pelan. Donghae penasaran dengan apa yang di lihat Minji hingga membuat gadis itu menangis. ‘Ternyata dia menangisi Kyuhyun…’ batin Donghae dalam hati. “Sudahlah, ayo kita kembali ke kelas.” Ajak Donghae sambil merangkul Minji, mencoba menghibur gadis itu.

Dan ternyata dari kejauhan Kyuhyun pun tidak sengaja melihat saat-saat dimana Donghae merangkul gadis yang diam-diam dia cintai selama ini. Hatinya terasa sesak, perih, dan sakit, seolah ada ratusan pisau yang menyayat-nyayat hatinya tersebut. Kyuhyun mengepal tangannya kencang hingga ujung kuku-kukunya memutih.

~~~~~~~~~~

“Yeoboseo.”

“Yeoboseo Sungmin hyung, ini aku Kibum.”

“Ya! Kemana saja kau? Kenapa semalam tidak pulang? Aku dan Eeteuk Hyung sangat mengkhawatirkanmu, babo!” Ujar Sungmin kesal.

“Mian hyung, sudah membuat kalian khawatir. Semalam aku menginap di rumah Eunhyuk, banyak tugas kuliah yang harus ku kerjakan bersama dengannya. Dan kemungkinan aku tidak akan pulang beberapa hari ini sampai tugas tersebut selesai, hyung.” Mau tidak mau Kibum harus berbohong pada Sungmin agar misinya berhasil.

“Begitu rupanya, baiklah nanti akan ku sampaikan pada Eeteuk hyung. Kau jangan merepotkan keluarganya Eunhyuk disana ya?”

“Ne hyung, gomawo.” Ujar Kibum singkat lalu memutuskan sambungan teleponnya.

‘Aish…dasar anak itu membuatku khawatir saja.’ Gerutu Sungmin menatap layar ponselnya. ‘Semalam appa dan eomma juga pulang jalan kaki karna mobil mereka menabrak pohon, sedangkan Siwon pulang dalam keadaan mabuk berat.’ Sungmin menghela nafas mengingat kejadian kemarin malam.

Akhir-akhir ini banyak kejadian yang sudah menimpa keluarganya….

Walaupun keluarganya sudah berkumpul dan keadaan Kyuhyun makin membaik, namun entah kenapa masih ada perasaan yang mengganjal didalam hatinya. Seperti…. ada sesuatu yang belum terselesaikan dengan tuntas. ‘Apa akan terjadi hal buruk yang akan menimpa keluargaku lagi ya?’ Kata Sungmin dalam hatinya.

“Ahhh~ lebih baik aku jemput Kyuhyun sekarang.”

 

. . . . to be continued . . . .

 

Twitter: shania9ranger

FB: Shania De Granger

7 responses »

  1. kirain ini yang baru shan… =.=
    kalo ini aq udah baca…
    yang 15 manaaaaaaaaaaaa????

    tapi tetep komen deh…

    kyuuuuu qmu nakal deket” pacar kakak sendiri buat bkin minji cemburu >.<
    haeeeee…… *bingung mo komen apa ke hae :p*
    kyu's parents… kasiaaaannnn jalan kaki..hahaha udah kayak anak kecil berantem di depan umum..pake gendong"an pula…
    bummie nae dongsaeng! ayo temukan kebenaran.. hwaiting!! \(^o^)/
    minnie…ayo jemput kyu…. kyu broken heart lagi =.= *lempar kyu ke shanshan*

    part 15 buruan!!! *tukang maksa* *kabur sblum digorok shanshan* :p

  2. Onnie! Hiksu hiksu T_T
    jahad!! Napa gag bilang kalo PB uda publish?? Mana dh nyaris sebulan lalu~ *tepatna 19 hari yg lalu #plakk -lebe Lu Ay-*

    jd makin complicated gtu ceritana, yakin! Nh cerita bkal panjang~
    hohoho
    kirain nh part bkal bahas KiHyuk n d mission~

    aahh~
    jd trmotivasi bwt ngelanjotin CSB2~

    Sha-Eon~
    My Everything gag dipublish full ya dsni??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s