Sincerity of Love

Standar

Cinta dan Kebencian…

Dua kata yang memiliki makna yang berbeda, namun perbedaan itu sebenarnya hanya setipis selembar kertas. Cinta bisa menjadi kebencian, dan begitu sebaliknya kebencian bisa berubah menjadi cinta.

Cinta seseorang dapat dengan mudah berubah menjadi kebencian hanya sekejap mata oleh cinta buta, obsesi memiliki, dan keegoisan. Lalu bagaimana dengan kebencian? Untuk merubah kebencian menjadi cinta di butuhkan suatu proses yang panjang, hingga hati yang keras dapat diluluhkan. Seperti kisah seorang pria bernama Kim Heechul yang memiliki hati sedingin es, tidak perduli dengan sekitarnya, serta tidak percaya akan adanya cinta. Dia pria tenang yang suka menyendiri dari kebisingan orang-orang. Tidak ada seorang pun yang pernah bisa menembus pertahanan hatinya yang keras. Emosinya yang kadang naik turun membuat dirinya di takuti oleh semua orang, karna dia tidak akan segan-segan memukul orang yang mengganggu hidupnya.
Akankah ada seseorang yang dapat meluluhkan hatinya dengan cinta?

~~~~~~~~

Seoul, 10:00 AM

“Berhenti mengikutiku!!!”

“Shireo!”

“Aish…kau benar-benar gadis muka tembok.”

“Biarin.”

“Ya! Gadis menyebalkan, berhenti mengikutiku!!!”

“Shireo! Shireo! Shireo!”

Batas kesabaran Heechul sudah habis, dia pun melayangkan bugem mentahnya tepat di samping wajah gadis itu.

BUUUUK!

Kepalan tangan Heechul mendarat mulus ke tembok yang ada di belakang gadis itu dengan sangat keras. “Jangan pernah kau mengikutiku lagi atau aku tidak akan segan-segan menyakitimu, arraseo?!” Ujar Heechul pelan hampir seperti bisikan, namun penuh penekanan ancaman. Gadis itu tidak menjawab apa-apa, dia hanya menutup matanya menahan rasa takut. Kemudian Heechul pergi dengan mata yang masih memantau gerak-gerik gadis yang ada didepannya, memastikan dirinya tidak akan di ikuti lagi.

Gadis yang bernama Lee Hyera itu perlahan membuka matanya, di tatapnya tubuh namja yang ia cintai sudah menjauh. “Aku tidak akan pernah menyerah mengejarmu, Kim Heechul. Ya…tidak akan, sebelum aku mendapatkan cintamu!”

Sudah 2 bulan ini Hyera berusaha mendekati dan mengejar Kim Heechul, namja yang terkenal berhati dingin sedingin es di sekolahnya. Banyak yang sudah dilakukan Hyera demi mendapatkan perhatian Heechul, dari merubah dirinya secantik mungkin, belajar memasak, sampai mengikuti namja itu pergi kemana pun. Namun seluruh usahanya tidak membuahkan hasil sama sekali. Boro-boro mendapatkan perhatiannya, Heechul bahkan sangat membenci kehadiran Hyera.

Hyera melakukan hal itu bukannya tanpa sebab, dia telah mengikat kontrak dengan hatinya sendiri. Ini semua bermula sekitar 2 bulan yang lalu, dimana dia tidak sengaja melihat perkelahian sengit antar laki-laki ketika pulang sekolah. Sebenarnya Hyera takut dan ingin segera meninggalkan tempat itu secepatnya, baginya perkalahian itu terlalu menyeramkan. Tapi entah kenapa matanya tidak pernah lepas dari sosok namja yang hanya tersenyum pada saat di pukul. Senyuman itu terlihat sangat indah dalam benaknya. ‘Dia hebat…’ Seketika jantung Hyera berdebar kencang, dan ada sensasi luar biasa yang menggelitik perutnya. ‘Perasaan apa ini? Mungkin kah… aku jatuh cinta padanya.’ Detik itu juga Hyera mengikat kontrak dengan hatinya, bahwa dia akan mendapat kan hati namja yang diketahuinya bernama Kim Heechul, seniornya di sekolah.

Kriiiiiing….! Kriiiiiing….!

Hyera tersadar dari lamunannya. Ternyata jam istirahat telah usai, dan dia pun memutuskan kembali ke kelas.

~~~~~~~~

Setelah jam pelajaran usai, Heechul memutuskan mampir terlebih dahulu ke perpustakaan untuk meminjam beberapa buku. Dia berjalan dengan angkuhnya sepanjang koridor tanpa memperdulikan tatapan beberapa anak yang tertuju padanya. Tidak sedikit yeoja yang tergila-gila dengan sosok Heechul yang terkesan misterius itu. Sesampainya di perpustakaan Heechul segera mengambil buku yang dicarinya dan duduk salah satu meja yang terletak di ujung ruangan.

“Sunbae.”

“KAU…!”

“Sssssstt!!!” Seluruh penghuni perpustakaan menyuruh Heechul agar tidak berisik.

“Mau apa kau datang kesini? Kau tidak mendengarkan acamanku tadi pagi hah??!!” Ujar Heechul dengan suara sepelan mungkin.

“A..aku…hanya ingin memberikanmu ini.” Ucap Hyera yang muncul dihadapan Heechul menyerahkan sekotak bekal makanan. “Sejak istirahat tadi kau belum makan kan? Makanan ini aku masak sendiri khusus untukmu.” Heechul terdiam, tidak mengatakan sepatah kata pun. Hyera meletakkan kotak itu di atas meja lalu pergi meninggalkan Heechul yang menatapnya dengan tatapan ingin membunuh.

“Cih… Gadis gila.” Gerutunya sambil menatap kepergian Hyera. Sesaat kemudian matanya tertuju pada kotak bekal yang diberikan Hyera kepadanya. “Huuuft…” Heechul mendesah pelan lalu bangkit dari kursinya membawa beberapa buku dan kotak bekal itu meninggalkan perpustakaan.

Heechul yang biasa hidup menyendiri merasa terganggu dengan kehadiran Hyera yang terus mengikutinya selama beberapa bulan ini. Awalnya dia berusaha cuek dan tidak memperdulikan tingkah Hyera, namun lama-lama Heechul merasa jenuh juga karna terus dibuntuti. Sudah berkali-kali dia membentak, memarahi, bahkan mencacimaki gadis itu. Hasilnya, Hyera tetap bersih kukuh mengikuti Heechul tanpa rasa takut sedikit pun. Pernah suatu kali Heechul menanyakan kenapa gadis itu terus mengikutinya, dan jawaban yang terlontar dari mulut Hyera adalah karna dia telah jatuh cinta kepadanya.

Cinta…? Cih! Aku tidak akan pernah percaya dengan yang namanya cinta.

Saat melewati tempat sampah, Heechul berniat membuang kotak bekal yang di berikan Hyera.

Tapi… ‘Krucuuuk~’

Tiba-tiba perut Heechul berbunyi, menandakan jika dirinya memang sudah lapar. Heechul menatap kotak bekal yang masih dipegangnya, perlahan ia buka tutupnya.

“Kelihatannya makanan ini tidak buruk.” Ucapnya setelah melihat isi yang ada didalam kotak bekal tersebut. Dia duduk disalah satu bangku taman lalu memakannya dengan lahap.

~~~~~~~~

“Aku pulang..”

Rumah yang dimasuki Heechul tampak sepi tidak berpenghuni. Tanpa memperdulikan apa pun dia langsung melangkahkan kaki menuju kamar.

Drrrrrrrrt…. Drrrrrrrrt…. Drrrrrrrrt….

Ponsel Heechul bergetar, dia mengambilnya dan melihat siapa yang menghubungi dirinya.

Appa is calling, itulah yang tertulis dilayar ponselnya.

“Yeoboseo.”

“Yeoboseo Chulie-ah, pagi ini appa dan eomma harus berangkat ke Amerika, dongsaengmu sedang sakit disana.”

“Oo..arraseo appa.”

“Kau tidak apa-apa kan kami tinggal sendirian di rumah untuk beberapa hari ini?”

“Gwaencahana, appa dan eomma tidak usah khawatir.”

“Baguslah kalau begitu, appa dan eomma bisa tenang sekarang.”

“Appa, sampaikan salamku untuk Wokkie.”

“Kau memang hyung yang baik. Oke, nanti appa sampaikan salammu kepada Wookie. Sudah ya…”

Tuuut-Tuuut-Tuuut

Heechul menatap sebuah bingkai foto bersama keluarga yang mengangkatnya menjadi anak. Benar, keluarga Heechul yang sekarang bukanlah keluarga kandung. 8 tahun yang lalu tuan Kim mengadopsinya karna tidak memiliki seorang anak. Tuan Kim beserta sang istri sangat menyayangi Heechul sepenuh hati. Setelah 1 tahun keluarga ini mengadopsi Heechul, mereka di karuniai seorang anak laki-laki yang diberi nama Kim Ryeowook. Sebenarnya tuan Kim ingin menyekolahkan kedua anaknya di Amerika, tapi Heechul menolak dan ingin tetap bersekolah di Korea saja. Sedangkan Ryeowook mengenyam pendidikan di Amerika, otomatis sebulan sekali ke dua orang tua angkatnya selalu berkunjung ke Amerika untuk menjenguk dongsaengnya itu.
Heechul memang berhati sedingin es, tapi tidak kepada keluarganya. Dia sangat berterimakasih kepada keluarga ini karna sudah mau menampung dirinya di rumah mereka serta membiayai sekolahnya. Sebenarnya Heechul memiliki hati yang hangat, namun kejadian beberapa tahun silam yang menimpanyalah yang membuat hatinya dingin.

-flashback-

“Hei bocah, pergi kau dari rumah ini sekarang!” Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun jatuh terdorong dari dalam sebuah rumah.

Ini sudah yang kesekian kalinya dia terusir dan tidak diterima oleh sanak keluarganya sendiri. Anak itu meratapi nasib menyedihkan akibat ulah kedua orang tuanya. Dengan lunglai anak itu bangkit perlahan agar dapat berdiri dan melangkahkan kakinya kembali sambil menyeret sebuah koper kecil yang berisi baju miliknya.

“Haaah…yang tersisa hanya tinggal rumah Yeorin ajhuma.. Semoga dia mau menampungku…” Ujar sang anak dengan nada lirih. Sudah seharian dia berjalan mencari rumah-rumah saudaranya tanpa makan dan minum, membuat tubuhnya yang kelelahan semakin terasa lemas.

Ting… Tong… Ting… Tong… !

Ceklek

“Annyeonghaseo, Yeorin ajhuma.”

“Kau…?” Wanita paruh baya yang membukakan pintu tadi menatap sang anak dari ujung kaki hingga ujung kepala. “Mau apa kau datang kesini???” Tanyanya terdengar sangat ketus.

“Mmmm… Ajhuma, bolehkan saya….”

“Tidak, boleh!”

“Ta… Tapi saya belum…”

“Tidak boleh ya tidak boleh! Aku tahu niat kedatanganmu kesini tanpa kau beritahu.” Wanita itu melipat kedua tangannya di dada. “Dengar, appa dan eommamu sudah membuat nama keluarga kami tercoreng. Cih…tidak menyangkan ternyata dongsaengku melakukan hal sekotor itu demi kekayaan. Husst…husst…pergi kau dari sini! Aku tidak mau menampung anak dari orang kotor seperti appamu.” Dengan kasar wanita itu mendorongnya hingga terjatuh.

‘Sebegitu hinanya kah diriku?’

Hari semakin gelap dan udara pun semakin dingin, tapi anak itu belum juga mendapatkan rumah untuk berteduh dari dinginnya angin malam. Dia melangkahkan kakinya lagi meninggalkan rumah keluarganya yang terakhir dengan perasaan campur aduk, antara sedih, marah dan kecewa menjadi satu. Langkah kakinya kali ini tanpa tujuan, tanpa arah. Anak itu sudah pasrah akan hidupnya. Mati sekarang pun rasanya lebih baik.

Langkah kakinya terhenti saat melewati taman kota, kemudian anak itu masuk kedalam salah satu lorong mainan, berharap mendapatkan sedikit kehangatan. Dikeluarkannya selembar foto dari dalam saku jaket yang dia kenakan. Foto keluarga yang bahagia saat ulangtahunnya yang ke 8. Dirinya bersama appa dan eomma tersenyum sangat bahagia.

“Appa, eomma, kalian benar-benar jahat membiarkanku menanggung segalanya sendirian. AKU BENCI KALIAN!!!” Teriak anak itu memecahkan kesunyian malam.

Ya, anak itu adalah Heechul. Appanya melarikan diri entah kemana karna kedapatan mengkorupsi sejumlah uang perusahaan. Sedangkan eommanya bunuh diri 4 hari yang lalu karna terkait kasus penipuan dan penganiayaan terhadap seseorang. Heechul yang tidak tau apa-apa tentang masalah appa dan eommanya terkejut saat petugas bank datang pagi ini untuk menyita rumah yang dia huni. Semua harta benda habis tersita kecuali beberapa helai baju miliknya.

~~~~~~~~

Tuan Kim yang sedang mencari anjingnya yang hilang, tidak sengaja menemukan seorang anak laki-laki dengan keadaan mengenaskan didalam lorong mainan yang ada di taman. Tubuh anak itu menggigil kedinginan dan membiru, karena kasihan akhirnya tuan Kim membawa anak itu pulang ke rumahnya.

-end of flashback-

~~~~~~~~

Takk! Takk! Takk!

Sepertinya ada yang menimpuk kaca jendela kamar Heechul. Penasaran, Heechul pun mendatangi jendelanya untuk mengecek.

“Gadis itu… mau ngapain dia kesini malam-malam?” Heechul melirik sekilas jam yang ada di dinding kamarnya, waktu sudah menunjukan pukul 9 malam.

Hyera melambaikan tangannya ke arah Heechul, lalu dia mengeluarkan gitar yang dibawanya dan menyanyikan sebuah lagu untuk namja itu.

‘Suaranya indah…’ Batin Heechul tanpa ia sadari.

“Aish… Ya! Kim Heechul, apa yang sedang kau pikirkan?! Hatiku tidak akan luluh semudah itu.” Gerutu Heechul pada dirinya sendiri. “Dia benar-benar harus kuberi pelajaran!” Heechul bersiap turun menemui Hyera, namun belum sempat berbalik dia melihat gadis itu di ganggu oleh beberapa preman. “Sepertinya aku tidak harus turun tangan.”

Heechul melihat pemandangan itu dengan seringai jahat yang tersungging manis dibibirnya. Pemandangan dimana Hyera terus meronta dari para preman yang mengganggunya itu. Tidak lama Heechul pun menutup tirai di jendelanya. “Lebih baik aku nonton TV.”

Langkah kaki Heechul terhenti saat melewati cermin besar yang dipajang di ruang tengah. ‘Ya! Kau jahat Heechul membiarkan seorang gadis dipermainkan seperti itu oleh mereka!!!’ Mata Heechul terpaku mendapati dirinya yang lain sedang membentaknya dalam cermin. ‘Dia memang sudah mengganggu ketenangan hidupmu, tapi kau tidak boleh membiarkannya tersakiti oleh orang lain. Biar bagaimana pun kau ini masih punya hati. Ayo cepat selamatkan dia!!!’ Heechul tersentak dari lamunannya. Dia menatap ngeri pada cermin itu, tapi tidak mendapati hal aneh yang terjadi. Apa tadi itu hanya sekedar halusinasinya saja…

Heechul bergegas mengambil mantel dan segera keluar rumah. Sepi, sudah tidak ada siapa-siapa lagi disini. Dia menatap berkeliling mencari jejak gadis itu, namun yang tertinggal hanyalah gitar milik Hyera. “Sial, kemana dia?” Heechul pun mulai berlari mencari Hyera.

~~~~~~~~

Berlari dan terus berlari, entah sudah berapa lama dia berlari tapi belum juga menemukan sosok gadis itu. “Aish…kau dimana Lee Hyera?!” Ujar Heechul frustasi.

KYAAAAAAA!

“Suara itu…” Heechul bergegas mencari sumber suara yang di kenalnya.

Ternyata Hyera terpojok di sebuah gang buntu oleh preman-preman yang siap menodai tubuhnya.

“Hosh…Hosh…Hosh… Akhirnya aku menemukanmu.” Heechul datang dengan nafas yang terengah-engah.

“Ya! Siapa kau??? Beraninya mengganggu kesenangan kami.” Kata salah seorang preman itu.
Heechul berdiri tegap setelah mengatur nafasnya. “Cepat serahkan dia! Gadis itu milikku.”

Mata Hyera membelalak tidak percaya dengan kata-kata yang baru saja dilontarkan oleh Heechul.

“Mwo?! Hahahahaha… sok jadi pahlawan dia. Baiklah kalau itu mau mu… Teman-teman, habisi dia!” 3 orang laki-laki langsung menyerang Hechul secara bersamaan. Heechul yang sudah terbiasa berkelahi melayani ketiganya tanpa rasa takut sedikit pun. Terjadilah perkelahian sengit diantara mereka. Heechul seorang diri melawan 3 orang sekaligus, berusaha sekuat tenaga mengalahkan lawan-lawannya.

Tanpa Hyera sadari air mata menetes membasahi pipinya melihat Heechul mati-matian menyelamatkan dirinya.

Perkelahian itu berlangsung selama 30 menit, dan Heechul berhasil mengalahkan ketiganya walaupun dia juga mengalami babak belur. Hyera langsung memapah Heechul yang berjalan tertatih-tatih pergi meninggalkan tempat itu.

BRUUUK!

Tubuh Heechul jatuh di aspal, tenaganya habis, bahkan untuk berjalan pun dia sudah tidak sanggup.

“Sunbae! Sunbae! Sunbae bangun… Kau tidak boleh mati… bertahanlah. Sunbae!!!” Hyera mengguncang-guncang tubuh Heechul sambil menangis.

PLETAK!

“Auww…” Ringis Hyera kesakitan setelah kepalanya mendapatkan jitakan.

“Aku belum mati, Babo! Lagi pula mana mungkin aku mati hanya karna luka memar seperti ini. Dasar bodoh!” Maki Heechul saking kesalnya.

Hyera mengerucutkan bibir. “Ya! Jangan mengataiku bodoh, sunbae sendiri yang bodoh.” Dengus Hyera tidak mau kalah. Heechul hanya diam, dia malas berdebat dengan Hyera saat ini. “Sunbae… kenapa tadi kau menyelamatkanku?” Tanya Hyera pelan.

“Babo!”

“Apa hatimu sudah luluh sunbae?”

“Cih… tidak akan!”

“Bohong, lalu kenapa kau peduli padaku.”

“…..”

“Baiklah kalau kau tidak mau menjawabnya, aku tidak akan memaksamu. Aku sudah sangat bersyukur kau telah menolongku, jika tidak… mungkin tubuhku sudah terkoyak oleh mereka.”

“Kau…”

“Ne?”

“Kenapa kau bisa menyukaiku…?”

“Itu… itu karena aku menyukai senyumanmu saat kau berkelahi.”

“Mwo?!”

“Ne, waktu pertama aku melihatmu adalah saat sunbae berkelahi dibelakang gedung sekolah. Aku tidak sengaja melihat senyuman sunbae saat mendapat pukulan, dan jantungku seketika berdebar sangat cepat. Senyuman itu adalah yang paling menyeramkan sekaligus menawan di hati ku.”

“Kau gadis yang aneh.”

“Terserah, tapi aku tidak akan berhenti meluluhkan hatimu agar kau mau menerima cintaku.

“….”

“Ayo sunbae, kita pulang. Aku akan mengobati lukamu.”

“Ak…aku sudah sedikit membuka pintu hatiku untukmu.”

“Jinchayo?!”

Heechul menganggu lemah. “Hanya terbuka sedikit, ya…sekitar 20%” Heechul tampak berpikir sejenak.

“Ommo… KYAAAAAA!!! Senangnya…” \(^o^)/

“Ya! Kau jangan senang dulu, karna masih ada 80% lagi untuk dapat membuka lebar-lebar pintu hatiku.”

“Tenang saja sunbae, aku akan berusaha sekuat tenaga, sampai kau mau memberikan 80% sisanya itu dengan setulus hatimu untukku.” Ujar Hyera penuh semangat.

“Dan… mulai sekarang berhenti memanggilku sunbae, panggil aku dengan sebutan oppa. Arraseo?!”

Hyera tersenyum lebar. “Ne!”

Gadis itu pun memeluk Heechul dengan perasaan bahagia.

-the end-

 

See, kalian lihat kan! Cinta yang tulus pasti dapat mengubah dinginnya hati seseorang asalkan kita mau terus berusaha mencairkannya. Jadi bagi kalian sedang jatuh cinta, berusahalah untuk mendapatkan cinta itu dengan kasih sayang. ^^

FB: Shania De Granger

Twitter: @shania9ranger

4 responses »

  1. wah author bikin ff baru lg ya?
    udah lama ga baca ff heechul hehe
    aye baca dulu ya
    oya lanjutan protected brothernya mana? *puppy eyes*

  2. Iyaaa….kgen bca FF chulie nih…………cinta dan benci itu bahkan tipis kyak serat halus…gk nyangka chulie sprti itu…. Keren deh critanya…

    Bner tuh,,protected brother dong lnjutannya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s