Black Heart . . . Part 5

Standar

Rika terus menatapi wajah Kyuhyun yang sudah tertidur pulas. Seulas senyum tersungging di bibirnya melihat namja galak dan dingin itu tertidur manis seperti anak kecil. Dia senang karna Kyuhyun sudah tidak menolak kehadirannya lagi di rumah ini. Entah kenapa melihat Kyuhyun tertidur pulas membuat dirinya juga mengantuk, akhirnya Rika merebahkan kepalanya ditepi ranjang Kyuhyun dan perlahan memejamkan mata.

~~~~~~~~~

Saat ku bangun aku melihat gadis itu tertidur di tepi ranjangku. ‘Dia pasti kelelahan karna menjagaku seharian.’ Kataku dalam hati. Hari sudah gelap, sepertinya aku tertidur cukup lama. Ku ambil kompresan yang masih berada di dahiku dan meletakkannya kedalam baskom lalu ku sentuh dahiku dengan punggung tangan. ‘Ku rasa demamnya sudah turun, kepalaku juga tidak sepusing tadi. Ini berkat dia…’ Ku tatap sosok Rika lekat-lekat untuk sesaat. “Rika, gomawo…” Ujarku sepelan mungkin agar dia tidak terbangun.

Aku haus, tenggorokanku rasanya kering sekali. Ku pedarkan penglihatanku ke segala sisi ruangan, berharap bisa menemukan sesuatu yang dapat ku minum. ‘Ah…itu dia!’ Ku lihat di meja belajarku ada gelas yang masih terdapat sisa air didalamnya. Perlahan aku bangun dan mencoba beranjak dari ranjangku dengan hati-hati. Syukurlah, kursi rodaku tidak begitu jauh dari sisi ranjang, jadi aku dapat meraihnya hanya dengan menjulurkan tangan saja. Aku turunkan kedua kakiku satu-persatu, kemudian bersiap memindahkan tubuhku ke kursi roda. Namun pada hitungan ke 3 aku gagal memindahkannya dan terhempas kembali ke ranjang, sepertinya aku masih terlalu lemas, mengangkat tubuhku sendiri saja aku belum mampu.

“Kyuhyun-ssi, kau mau kemana?” Rika terbangun merasakan ranjangku berdecit. Kemudian dia mendekatiku. “Kau ini masih sakit, sebaiknya jangan banyak bergerak dulu.”

“Aku hanya ingin mengambil itu.” Kataku sambil menunjuk gelas yang ada di atas meja belajar. “Aku haus…”

“Kalau kau haus, kenapa tidak membangunkanku saja?” Tanyanya lagi. Aku diam tidak menjawab pertanyaannya. “Kau tunggu disini, biar ku ambilkan air dengan gelas yang baru.” Rika segera beranjak dari tempatnya tertidur, lalu mengambil mangkuk kotor dan gelas yang ku tunjuk tadi kemudian keluar peninggalkan kamar.

‘Dia memang baik atau hanya merasa kasihan padaku?’ Pertanyaan itu terus berputar-putar dalam benakku. Ku tatap lesu kedua kaki yang tak berdaya ini, merutuki nasib menjadi orang yang paling tidak berguna di dunia. ‘SHIT!’ Bulir-bulir airmata keluar begitu saja membasahi pipiku. “Aish…aku tidak boleh cengeng! Tidak boleh!”

“Kyuhyun-ssi, maaf agak lama.” Sosok Rika muncul di ambang pintu. Buru-buru ku seka airmata yang mengalir di pipiku. “Ini air minumnya.” Rika menyodorkan segelas air kepadaku. Aku mengangguk pelan dan meraih gelas itu lalu meneguk air yang ada didalamnya hingga habis.

Tiba-tiba Rika menjulurkan tangannya menyentuh dahiku. “Syukurlah demammu sudah turun.” Dia… begitu dekat. Beberapa saat kemudian tatapan mata kami bertemu, Rika menatapku tepat di manik bola mata, begitu juga dengan yang ku lakukan. Waktu seolah berhenti, membiarkan kami terhanyut dalam pikiran masing-masing.

Drrrrrrrrtt . . . . Drrrrrrrrtt . . . . Drrrrrrrrtt . . . . Drrrrrrrrtt . . . .

Ponsel Rika bergetar, bunyi getarannya berhasil membuyarkan tatapan kami satu sama lain. Gadis itu beranjak menjauhiku dan meraih ponsel yang dia letakan di atas meja.

“Yoboseo.”

“Yoboseo Rika, ini ajhuma.”

“Ajhuma, bogosippoyo.”

Haaah…wanita tua itu rupanya yang menelpon. Dia pasti akan menangisiku lagi karna terlalu khawatir.

“Nado bogosippo. Ajhuma ingin memberitahukanmu, mungkin baru besok pagi kami pulang.”

“Ne ajhuma, gwaenchana.”

“Oh iya, bagaimana keadaan disana? Apa Kyuhyun merepotkanmu?”

“Kyuhyun?! Di..dia…”

Ku raih ujung baju yang Rika pakai. Sepontas Rika menoleh ke arahku mengerutkan keningnya. Aku tau dia ingin mengatakan kondisi tubuhku yang sempat demam tinggi semalam kepada eomma. Hal itu pasti akan membuat eomma panik setengah mati. Aku tidak mau itu terjadi, terlalu bosan mendengar kepanikan-kepanikan dari mulut eomma. Ku gelengkan kepalaku beberapa kali untuk melarangnya berbicara tentang diriku yang demam. Dan kelihatannya gadis itu mengerti dengan gelengan kepalaku.

“Kyuhyun-ssi baik-baik saja ajhuma, dia tidak merepotkanku sama sekali.”

“Baguslah kalau begitu, ajhuma dan ajhussi jadi tenang disini. Sudah malam lebih baik kau tidur sekarang.”

“Ne ajhuma.”

Tuuut…tuuut…tuuut…

“Haaah… aku jadi berbohong pada ajhuma, bagaimana ini? Maafkan aku ajhuma…” Rika menatap ponsel digenggaman tangannya dengan menyesal. “Kyuhyun-ssi, kenapa kau tidak membiarkanku mengatakan yang sebenarnya pada ajhuma?”

Ku picingkan mata, menatapnya tajam. “Kalau aku memang merepotkanmu, kau bisa meninggalkan kamar ini tanpa harus peduli padaku.” Ujarku ketus.

“Ya! Bukannya begitu… Bagiku kau tidak merepotkanku sama sekali, hanya saja ajhuma kan eommamu sendiri. Setidaknya dia harus mengetahui keadaanmu yang sebenarnya.”

“Aku sudah lelah mendengar tangisan-tangisan kepanikannya!” Suaraku meninggi. Pembicaraan ini seolah membuat emosiku naik. Ku palingkan wajahku dari tatapannya sambil mengatur nafas dalam-dalam. “Sebaiknya kau keluar dari kamarku.”

“Tidak, karna aku perduli padamu.” Perlahan Rika berjalan mendekatiku lalu duduk di pinggir ranjang. Dapatku rasakan tatapan Rika terus tertuju padaku. Rika menghela nafas panjang, setelah itu dia meraih kedua tanganku. Hangat…

“Ajhuma seperti itu karna rasa sayangnya terhadapmu begitu besar, baginya dirimu adalah segalanya Kyuhyun-ssi.”

“Cih! Mana mungkin dia sayang padaku. Aku ini cacat…” Kataku yang masih memalingkan wajah dari tatapannya.

“Kau tau, sebelum bertemu ajhuma aku sama sekali tidak mengerti bagaimana kasih sayang seorang eomma kepada anaknya. Tapi setelah melihat tatapan ajhuma ketika membicarakan tentang dirimu, aku dapat melihat kasih sayang itu terpancar sangat jelas. Rasa sayang yang begitu tulus dari lubuk hatinya hanya untuk dirimu.”

“Jangan menghiburku… Aku ini anak cacat yang tidak berguna. Mereka hanya merasa kasihan terhadap orang cacat sepertiku.” Ku lepaskan kedua tanganku dari genggamannya. Pandanganku kini tertuju pada kedua kakiku. “Kaki ini… Kaki ini… Kaki ini benar-benar membuat hidupku MENDERITA!!!” Teriakku frustasi. Kemudian ku pukul-pukul kaki bodoh ini sekuat tenaga tanpa ampun. Menyebalkan, airmataku mengalir lagi bahkan kali ini lebih deras.

“Hentikan… Kyuhyun-ssi!”

Tidak ku perdulikan ucapannya. Ku pukul kaki terkutuk ini lebih keras dari sebelumnya.

“Kyuhyun-ssi hentikan, ku mohon jangan memukul kakimu lagi.” Rika berusaha menahan gerakkan tanganku lalu meraih wajah keterpurukanku dan dibenamkannya kedalam pelukan tubuhnya. Aneh… airmataku terus mengalir tidak berhenti, bahkan isakan tangis ku mulai terdengar semakin keras.

“AAAAAAKH!”

Aku menumpahkan segala kesedihan hatiku yang sudah ku simpan terlalu dalam selama bertahun-tahun.

“Menangislah sepuasmu, Kyuhyun-ssi. Jangan ditahan lagi…” Kurasakan tangan gadis itu membelai lembut kepalaku.

.

.

.

“Kyuhyun-ssi, ayo tidur. Ini sudah malam..” Selama hampir 2 jam aku menangis dalam dekapannya dan aku masih belum mau melepaskan diri dari pelukannya. Sebenarnya aku malu dengan penampilanku sekarang, pasti terlihat sangat cengeng dan menyedihkan. “Kau pasti lelah…” Ku gelengkan kepalaku pelan. “Bagaimana kalau ku temani kau tidur malam ini?” Rika pun menggerakkan tubuhnya hingga berbaring diranjang bersamaan dengan tubuhku dan membenarkan posisi kakiku. Ku rengkuh pinggang mungilnya lebih dekat. Gadis itu kemudian menarik selimut untuk menutupi sebagian tubuh kami.

“Kau harus tidur sekarang, aku tidak mau kalau kau sampai demam lagi.” Ucapannya seperti sebuah hipnotis yang membuatku memejamkan mata perlahan.

Hari ini benar-benar sangat melelahkan bagiku…

~~~~~~~~~

“Kyu, eomma pu… Ommo!!!” Eomma Kyuhyun yang baru saja pulang terkejut mendapati anaknya dan Rika tidur bersama dalam keadaan berpelukan. Dia kembali keluar, lalu menuruni anak tangan dengan tergesa-gesa. “Yeobo camera digital mana?”

“Emmm… camera? Untuk apa?”

“Aish…yeobo cepat! Camera digitalnya kau letakkan dimana?” Tanya eomma Kyuhyun lagi.

“Bukannya ada dilaci meja riasmu?”

Eomma Kyuhyun segera membuka laci meja rias, dilihatnya camera tersebut tergeletak manis di dalam. Kemudian dia berlari lagi menaiki anak tangga menuju kamar Kyuhyun. Sedangkan suaminya hanya memandang heran kelakuan sang istri.

‘Clik!’

‘Clik!’

‘Clik!’

Tanpa Kyuhyun dan Rika sadari ternyata eomma Kyuhyun memotret keduanya.

“Aih…mereka manis sekali!” Ujar eomma Kyuhyun melihat hasil jepretannya sambil tersenyum senang. Setelah itu dia keluar kamar dan menutup pintunya kembali.

~~~~~~~~~

Rika membuka mata perlahan. Awalnya dia agak terkejut mendapati sosok Kyuhyun berada dalam pelukannya, namun ingatannya dengan cepat memutar memori saat Kyuhyun menangis semalam. Dia memandang wajah namja yang masih tertidur mendekapnya itu leka-lekat. Rika benar-benar tidak menyangka bahwa selama ini Kyuhyun memendam kesedihan yang amat mendalam. Perlahan gadis itu menggerakkan tangannya lalu menyentuh kelopak mata Kyuhyun yang masih terlihat sembab dan agak bengkak.

‘Kyu, aku janji akan menyembuhkan luka hatimu.’ Ujar Rika dalam hati.

Perlahan Rika melepaskan tangan Kyuhyun dan bangkit dengan hati-hati. Dia tidak ingin membangunkan Kyuhyun yang masih tertidur dengan pulas. Kemudian gadis itu kembali ke kamarnya, mandi, lalu turun untuk membuatkan  Kyuhyun sarapan.

 

“Ajhuma? Ajhussi? Kapan kalian sampai?” Ujar Rika terkejut saat menuruni anak tangga melihat kedua orang tua Kyuhyun di meja makan.

“Rika, kau sudah bangun? Kami sampai sekitar 1 jam yang lalu.” Kata appa Kyuhyun sambil menyeruput kopi hangatnya.

“Mwo?! Kenapa kalian tidak menghubungiku dulu? Aku kan bisa menjemput kalian…”

“Kami tidak ingin merepotkanmu, sayang.” Ujar eomma Kyuhyun yang duduk di samping suaminya dengan lemah lembut.

“Sudahlah, ayo sarapan dulu!” Ajak appa Kyuhyun.

Pada saat sarapan Rika memandang aneh pada ajhumanya yang sejak tadi terus menatap dan tersenyum-senyum misterius kearahnya. ‘Ada apa dengan ajhuma?’

~~~~~~~~~

Tangan ku meraba-raba mencari tubuh Rika dengan mata yang masih terpejam. ‘Tidak ada, apa dia sudah bangun?’ Ku buka mataku dan melihat sisi ranjang disebelahku sudah kosong.

“Kenapa dia tidak membangunkanku? Ah… yasudahlah lebih baik sekarang aku pergi mandi.” Ujarku sambil meraih kursi rodaku, memindahkan tubuhku, lalu masuk kamar mandi.

 

“Segarnya~” Aku menggerakkan kursi roda meninggalkan kamar mandi. Sehabis mandi tubuhku terasa jauh lebih baik dari sebelumnya.

Cklek!

‘Itu pasti Rika! Aku harus ucapkan terimakasih padanya atas kejadian semalam.’ Segera ku rapikan baju dan rambut yang masih acak-acakan.

‘Aku akan memberikan senyuman termanis untuknya hari ini.’

“Kyunnie, kau sudah bangun sayang?” Kepala eomma menyembul dari balik pintu yang terbuka sedikit.

‘Eomma?! Jadi appa dan eomma sudah pulang…’ Aku merasa sedikit kecewa karna yang datang bukanlah Rika melainkan eomma.

“Aigoo… anak eomma sudah rapi rupanya.” Eomma memasuki kamarku dengan membawa senampah makanan di tangannya. “Kyunnie, bogosippoyo!” Kata eomma sambil memelukku. “Kau baik-baik saja selama eomma dan appa pergi kan?”

Aku hanya menggagukkan kepala sebagai jawaban. Eomma mengusap-ngusap kepalaku seperti anak kecil dan menurutku reaksinya ini terlalu berlebihan.

“Sekarang kau sarapan ya.” Eomma mendorong kursi rodaku menghadap meja belajar. Dia mengambil makanan itu bersiap menyuapiku, namun tangannya ku cegah.

“Eomma, aku bisa makan sendiri.” Ujarku mengambil makanan itu dari tangannya kemudian memakannya sendiri. Eomma menatapku dengan mimik wajah keheranan. Aku sudah bisa menduga ekspresinya akan seperti itu karna biasanya setiap kali eomma masuk kedalam kamar, aku selalu mengusirnya atau berteriak marah di hadapannya, tapi kali ini tidak. Entahlah… hari ini aku tidak bisa marah kepadanya. Apa ini pengaruh dari kata-kata Rika semalam…?

“Ommo~ Rika, apa yang kau lakukan disana? Ayo cepat turun! Nanti kau jatuh.” Teriakan eomma membuyarkan lamunanku. Aku melihat eomma sudah berada di teras kamarku dan meneriaki Rika.

“Gwaenchana ajhuma, aku hanya ingin menolong anak kucing itu.”

Memang apa yang sedang di lakukan gadis itu? Penasaran, aku pun mendekati jendela untuk melihatnya. Ternyata Rika sedang memanjat pohon yang ada di halaman rumah ini dan di atasnya ada seekor anak kucing yang ketakutan karna tidak bisa turun.

“Rika, nanti kau jatuh sayang…”

“Ajhuma tenang saja, sejak kecil aku sudah sering memanjat pohon. Jadi ajhuma tidak usah khawatir.”

“Aish…anak ini. Terserah… nanti kalau jatuh, ajhuma tidak akan mengobatimu arraseo!”

“Aku tidak akan jatuh ajhumaku sayang.”

“Oh iya Rika, ajhuma dan ajhussi mau mengantarkan oleh-oleh ke rumah Ahra. Kau dan Kyunnie jaga rumah ya?”

“Ne ajhuma.”

Mereka berdua berisik, tapi aku juga tidak bisa protes. Ku putuskan kembali menyantap makananku.

“Kyunnie, eomma dan appa pergi ke rumah noonamu dulu ya.” Eomma mencium puncak kepalaku, lalu dia melangkahkan kakinya meninggalkan kamarku.

 

Setelah menghabiskan makanan yang dibawa eomma tadi, perlahan ku gerakkan kursi roda menuju teras kamar. Dari sini aku bisa melihat Rika sudah berada di atas pohon. Dia turun dengan hati-hati sambil menggendong anak kucing ditangannya, namun dahan ranting yang dia pijak rapuh hingga akhirnya Rika terjatuh.

BRUUUK!

“Aduh sakit…” Ringisnya kesakitan.

Dan Rika masih bisa tersenyum kepada anak kucing yang dia lindungi padahal dirinya sendiri sedang terluka? ‘Dasar yeoja babo!’ Gerutuku tanpa sadar dalam hati.

~~~~~~~~~

“Aish…kenapa perasaanku jadi resah begini?!” Ku acak rambutku dengan frustasi. Sejak tadi yang ada di pikiranku cuma Rika. Mikirkan apa gadis itu baik-baik saja atau justru sebaliknya. ‘Tapi…bagaimana jika kakinya terluka? Atau tulang tangannya patah?’

Deg… Deg…

Deg… Deg…

Deg… Deg…

Jantungku berdetak kencang hanya dengan membayangkan hal-hal buruk yang mungkin terjadi kepada Rika sekarang. Aku harus melihat kondisinya sekarang. “Ya, aku harus menemuinya.” Ku gerakkan kursi roda menghadap pintu kamar dan mengulurkan tangan untuk meraih kenop pintu.

Aku menelan ludah berat.

Sudah 2 tahun aku tidak pernah keluar dari kamar karna perasaan malu akan kondisi kakiku yang cacat ini. Apa sekarang aku harus keluar dari kamar hanya untuk mengetahui kondisinya?

 

. . . . . to be countinue . . . . .

FB : Shania De Granger

Twitter: Shania9ranger

13 responses »

  1. *prook-prook-prook*
    akhirnya salah satu author fav gw sekaligus author termahal diblog ini muncul jg,dgn memposting ff yg sdh berabad – abad kutunggu..untung part ini agak panjang klu gk,dahh gw sekap tu sikyuhyun,buat koleksi gw…
    wkwkwk kwkwkwk …..
    *kabur sblm dirajam shanshan* ^_^

    ps: next ff must be PB 15!!! *ngancam mode: ON*

  2. ALHAMDULILLAAH..
    Akhirny publish jg
    *sujudsukur

    sip, kyuhyun udah mulai suka sm rika
    pdhl aku brharap pas rika jatuh si kyuhyun tiba2 bs jalan..

    Okelah gpp, dipublish aj udah sukur bgt..
    Next partny JANGAN LAMA-LAMA

  3. aigoo~
    lama nian diriku tidak melihat epep ini, eh ternyata publish jg bT_Td
    i give you my big hug \^^/ chu~
    kekekeke~
    author daebak ^^

  4. woah~ author, i like this part very very very very much >pq<
    ceritanya semakin seru, kyu ayo nak kamu pasti bisa (?)
    oya btw, a mysterious girl di part yg kmrn sapa?kok ga ada ceritanya lagi -_-a

  5. woaaaa…
    oenni…saia suka..saia suka…
    aishhh…kyu mulai tergerak hatinya???
    ahhhh..oenni lagi seru koq tbc…
    saia minta lanjutannya*mohon” sama author*..^^

  6. maap baru bacaaaaaaaaaaaaaaaaa *dirajam shanshan

    wkwkwkwkwkwkkk… lama beut yak lanjutannya?!
    ayo ayo ayo…
    eh eh eh posisi tidurnya tuh gmn y??? agak sulit membayangkan posisi dari duduk ke tidurnya? @.@ *abaikan!!
    “Sudah 2 tahun aku tidak pernah keluar dari kamar karna perasaan malu akan kondisi kakiku yang cacat ini. Apa sekarang aku harus keluar dari kamar hanya untuk mengetahui kondisinya?” — Kyu, bahasamu lebay *PLAKK//
    Keluar tinggal keluar, sapa suruh ngurung diri di kamar sampe 2 taon??? *beneran bakal digorok gw kyknya =p

    ayo lanjutannya! lanjutannya!! lanjutannyaaaaaaa!!!!!!!!!!!! *PLAKK

  7. hai, semuanya..
    aku reader baru disini.
    aku pernah baca ff ini di sjff tapi cuma ampe part 4, dan aku cari-cari lanjutannya ternyata ada disini hehe-
    aku suka banget ff ini, mohon lanjutannya ya author soalnya udah lama banget aku nungguin ff ini😦

  8. eon lnjutin critanya donk,,
    kereeeeeeeeeeeeeeeeennnnnnn…
    tulisan eonnie thu emank kereeeeeen kereeeeeeenn ,,,
    gk da tndngan’a deuah,,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s