[HyukRi’s Story] Eunri’s birthday : You and Me

Standar

7 April 2011
23.00 p.m
Seoul

Hari yang melelahkan akhirnya berakhir. Setelah selesai menyiapkan buku untuk besok, aku berniat untuk segera tidur tetapi tiba-tiba ponselku berdering.

“Ckck.. hanya orang bodoh yang akan menelepon selarut ini…” gerutuku sambil mengangkat telepon dari nomor yang tidak kukenali.

“Yeoboseyo Eunri-ya~” sapa orang disebelah sana.
“Dasar kau pabo! Ini sudah larut malam kau tahu?!” bentakku kesal saat tahu yang menelepon adalah Eunhyuk.
“Aigoo.. beginikah caramu membalas sapaan hangatku?” tanyanya tidak terima. Aku memandang sinis kearah ponselku sebelum aku mulai memarahinya lagi.
“Hyaa.. itu karena kau tidak tahu waktu.. kau pikir ini jam berapa, huh?” balasku.

“Hehe.. mianhaeyo.. aku sedang merindukanmu sekarang, jadi aku meneleponmu..” jawabnya dengan suara khasnya.

Aku terdiam sesaat. Eunhyuk merindukanku? Dunia ini pasti sudah terbalik.

“Kau sedang demam? Atau kepalamu habis terbentur sesuatu?” tanyaku heran.
“Hyaa.. aku baik-baik saja.. apa salahnya jika aku merindukan kekasihku sendiri..” ucapnya yang langsung membuatku tersenyum.

“Eunri-ya, kau tidak terbang kan? Apa kepalamu terbentur langit-langit kamar?” tanyanya kemudian dan itu langsung membuatku mendengus kesal.
“Kau ini benar-benar… bodoh!” bentakku sambil bersiap untuk mematikan telepon.

“Jankaman!” ucap Eunhyuk tiba-tiba yang sepertinya tahu apa yang akan kulakukan.
“Waeyo??” tanyaku.

“Saat ini aku berada di bandara Incheon. Temui aku setengah jam lagi di restoran di sudut jalan Sam-dong. Oh ya, Leeteuk hyung akan mengantarkanmu kesana jadi bergegaslah dan dandan yang cantik ya jagi.. annyeong..” ucapnya panjang lebar lalu ia langsung memutuskan hubungan teleponnya.

Aku termanggu sesaat, mencerna setiap kata yang tadi diucapkan oleh Hyukjae. Apa yang sedang dia rencanakan? pikirku dalam hati. Namun segera kutepis semua bayangan buruk yang tiba-tiba melintas dipikiranku. Aku pun bergegas menuju lemari baju dan memilih gaun yang cocok untuk kukenakan malam ini.

***

Lima belas menit kemudian Yuki datang menjemput Eunri. Ternyata Leeteuk sedang kelelahan karena jadwal kerjanya yang padat akhir-akhir ini sehingga ia meminta kekasihnya untuk menggantikannya menjemput Eunri.

“Mianhae eonni.. jadi merepotkan kau dan Leeteuk oppa..” ucap Eunri tidak enak hati.
“Geokjeongma..” jawab Yuki datar tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan dihadapannya. Eunri merasa bahwa Yuki-eonni sedang tidak dalam good mood. Ia jadi tidak berani untuk mengajaknya berbicara.

***

Akhirnya kami berdua pun sampai di sebuah restoran kecil di sudut jalan Sam-dong. Kulihat restoran itu dari luar jendela. Sepi. Saat kuingin meminta Yuki-eonni menemaniku, ia sudah lebih dulu menacapkan gas dan pergi meninggalkanku begitu saja. Aku pun menghela nafas panjang sebelum kumasuki restoran itu sendirian.

Aku mengikuti pramusaji yang mengantarku ke sebuah meja kecil di tengah ruangan. Setelah menarikkan kursi untukku, ia pun pergi begitu saja tanpa menanyakan pesanan atau apapun kepadaku. Aneh.

Kulirik jam tanganku, tinggal sepuluh menit lagi sebelum tengah malam. Sudah beberapa kali aku menguap karena aku sangat mengantuk. “Mana orang bodoh itu hah?” desisku kesal. Seharusnya aku tidak menuruti keinginannya tadi. Apa kabarnya bantal dan gulingku di rumah? gumamku dalam hati sambil menyilangkan kedua tanganku diatas meja dan menjadikannya bantal untuk kepalaku bersandar.

***

Karena terlalu lelah, Eunri pun akhirnya tertidur pulas. Padahal setelah jarum detik bergerak melewati jarum menit dan jam sedang bersatu diangka dua belas nanti adalah hari ulang tahunnya. Ya, Shim Eunri berulang tahun pada tanggal 18 April yang akan datang beberapa menit lagi dan Eunhyuk sudah mempersiapkan kejutan untuk kekasihnya itu. Ia bahkan harus meminta izin kepada managernya untuk meninggalkan Taiwan padahal ia seharusnya ikut bersama member Super Junior M lainnya mempromosikan album terbaru mereka.

***

23.59 p.m

Lampu restoran mendadak mati. Namun Eunri yang tertidur pulas tidak menyadarinya. Dan saat jam dinding yang ada di restoran berdentang menandakan hari telah berganti, lampu kembali menyala dan Lee Hyuk Jae berdiri di depan Eunri dengan memakai jas hitam berdasi kupu-kupu putih sambil memegang sebuket mawar putih. Namun wajah Eunhyuk langsung berubah jadi kesal ketika tahu Eunri malah tertidur.

“Hyaa.. bangun!” bentak Eunhyuk sambil memukul kepala Eunri dengan buket mawar yang ada ditangannya.

“Hhrghh.. waeyo-a.. Eunhyuk-a!” ucap Eunri tak kalah keras begitu tahu orang yang sudah membuatnya menunggu terlalu lama telah datang.

“Mengapa kau tertidur, huh?” tanya Eunhyuk kesal sambil duduk dihadapan Eunri.

“Itu karena kau yang terlalu lama berdandan!” jawab Eunri sinis saat melihat penampilan kekasihnya itu berbeda dari biasanya.

“Wajar saja jika aku ingin terlihat lebih tampan untuk merayakan ulang tahun kekasihku!” ucap Eunhyuk kesal sambil membuang mukanya.

“Hyaa.. walau kau berdandan setahun pun, kau tidak akan terlihat tam.. tunggu dulu, apa yang kau maksud dengan ulang tahun kekasihku?” tanya Eunri tidak mengerti.

“Ya Tuhan.. kasihanilah kekasih hamba ini.. otaknya sudah sempit karena diisi oleh dosa yadongnya sampai-sampai ia lupa hari disaat ia dilahirkan ke dunia ini..” ucap Eunhyuk sambil mengadahkan tangannya untuk berdoa. Eunri tidak terima dengan ejekan Eunhyuk. Ia memang lupa hari ulang tahunnya tetapi bukan karena cerita atau video yadong yang selalu ditontonnya tetapi karena saat ini ia sedang mempersiapkan dirinya untuk ujian semester kuliahnya.

“Jadi kau mengajakku kesini hanya untuk mengejek keyadonganku? Kalau begitu aku pulang saja!” ucap Eunri kesal sambil beranjak dari kursinya namun Eunhyuk langsung memegang tangan kekasihnya itu.

“Hyaa.. aku hanya bercanda.. ayo duduklah kembali dan kita rayakan ulang tahunmu..” pintanya sambil mengeluarkan puppy eyesnya.
“Heeh.. oke..” ucapku sambil kembali duduk. Eunhyuk lalu memberikanku buket mawar yang daritadi dipegangnya.

“Mana kuenya?” tanya Eunri.
“Kue apa?” tanya Eunhyuk balik.
“Kue ulang tahunnya pabo.. mana bisa kita merayakan ulang tahun tanpa kue ulang tahunnya..” ucap Eunri kesal.

“Ah ya aku lupa!” ucap Eunhyuk lalu ia pun menjentikan jarinya. Seketika itu lampu kembali mati.
“Hyaa Lee Hyuk Jae jangan bermain-main denganku!” teriak Eunri ketakutan. Eunri sangat takut gelap. Berkali-kali ia meneriakan nama Eunhyuk namun orang yang dicari tidak menyahut.

Akhirnya lampu kembali menyala dan Eunhyuk ternyata masih berada dihadapan Eunri sambil menyalakan lilin diatas chocolate cake.
“Yup, sekarang cepatlah kau ucapkan permohonanmu dan segeralah tiup lilinnya..” pinta Eunhyuk sambil mendekatkan kue ulang tahun pada Eunri. Eunri menghela nafas sejenak sebelum ia mulai mengucapkan permohonannya.

“Tuhan, terima kasih karena Engkau masih memberiku kehidupan hingga saat ini. Berkatilah selalu kesehatan dan umurku. Dan aku mohon sadarkanlah Lee Hyuk Jae atas dosa-dosanya. Amin.” ucap Eunri lalu ia langsung meniup habis lilin dihadapannya.

“Ya! Apa maksud dari doa mu yang terakhir tadi?” tanya Eunhyuk kesal.
“Hyaa.. bukankah aku sudah mengucapkannya dengan sangat jelas tadi?” tanya Eunri balik sambil memotong kue dan memberikan potongan pertama untuk Eunhyuk.

“Mana hadiah untuk ku?” tanya Eunri saat mereka sedang menikmati kuenya.
“Ah.. ini dia.. saengil chukahanda! ucap Eunhyuk sambil menyerahkan kotak berukuran sedang berwarna baby blue dengan pita putih pada Eunri.

“Gomawoo..” ucap Eunri senang dan ia pun langsung membuka kotak tersebut. Dan apakah kalian tahu hadiah apa yang diberikan oleh Eunhyuk?

“Ya! Mengapa kau memberikan benda semacam ini sebagai hadiah ulang tahun!” bentak Eunri sambil mengangkat tinggi-tinggi hadiah yang diberikan oleh kekasihnya itu. Ternyata Eunhyuk memberikan Eunri bikini! Bikini bertali berwarna putih dengan motif polkadot kecil berwarna biru dan kerut di bagian atasnya serta underwear bertalinya dengan warna dan motif yang sama.

“Aku pikir kau akan terlihat imut jika memakainya jadi…” ucap Eunhyuk terpotong.
“Dasar kau otak yadong!” ucap Eunri kesal sambil kembali memasukkan bikininya kedalam kotak lalu menutupnya kembali.

“Hyaa.. seharusnya kau berterima kasih padaku.. harganya sangat mahal kau tahu?” ucap Eunhyuk kesal yang merasa hadiahnya tidak dihargai.
“Mianhae..” ucap Eunri lirih. Seharusnya ia tahu bahwa kekasihnya sudah bersusah payah untuk memberikan kejutan di hari ulang tahunnya ini tetapi daritadi ia hanya bisa marah dan mengatai Eunhyuk pabo.

“Na do mianhaeyo..” ucap Eunhyuk sambil mengusap lembut kepala Eunri. Eunri langsung memeluk Eunhyuk erat dan Eunhyuk membalasnya.

***

“Eunri-ya.. nanti jika ada waktu, kita pergi ke pantai berdua.. kau harus memakai hadiah tadi..” ucap Eunhyuk sambil menyetir.
“Mana ada pantai yang sepi untuk kita datangi..” ucap Eunri.
“Kalau begitu kita bawa pantainya kerumahmu..” balas Eunhyuk.
“Mweo?” tanya Eunri tidak mengerti.
“Akan kubawa ombak ke kasurmu lalu kita akan ‘berenang’ disana..” ucap Eunhyuk lagi.

“Ya! Lee Hyuk Jae!” bentak Eunri yang sadar apa yang sedang kekasihnya itu bicarakan. Berenang diatas kasur? Ckck.. memang sulit jika berpacaran dengan otak yadong seperti dia. Eunri memandang Eunhyuk disampingnya dengan kesal namun Eunhyuk hanya tertawa melihat kelambatan kekasihnya itu dalam berpikir.

Love is a relay, the passing on of happiness
Sweetness anytime and anywhere
One to one, just me and you, you and me
While chasing you, not forgetting to cheer you on
The reward at the end is a happy ending

~FIN~

One response »

  1. aku baca senyum-senyum sendiri. hahaha😄

    dasar yadong couple. hahaha suka suka suka😄
    ah yuki~ thanks for your birthday’s present for me😀 *kisshugs
    gomawooo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s