[KyuIn’s Story] Inhyun’s birthday : The Last Smile from You

Standar

5 April 2011
Seoul

Pagi ini aku bangun lebih awal dari biasanya. Setelah mandi, aku sarapan bersama eomma dan appaku di ruang makan. Hari ini adalah hari ulang tahunku. Aku sangat bersyukur pada Tuhan karena hingga detik ini Ia tetap memberikanku kehidupan dan keluarga yang lengkap. Andai saja Kyuhyun ada disini bersamaku tetapi sekarang ia sedang sibuk di China bersama member Super Junior M lainnya.

“Inhyun-a.. tadi ada telepon dari Yuki..” ucap Eomma saat memberikan semangkuk nasi padaku.
“Jeongmal?? Baiklah aku akan menghubungi Yuki dulu..” ucapku sambil cepat-cepat menyelesaikan sarapannya lalu bergegas menuju telepon rumah dan menekan beberapa tombol yang sudah kuhafal luar kepala.

“Yeoboseyo?” tanya orang diseberang sana.
“Uhm.. Eeteuk oppa, apakah Yuki ada dirumah?” tanyaku.
“Ini Inhyun?” tanya Eeteuk memastikan.
“Ne.. ini Inhyun..” jawabku.

“Ah.. ada berita buruk Inhyun-a, SJ-M mengalami kecelakaan lalu lintas saat akan berangkat ke lokasi filming dan Kyuhyun mendapat luka yang paling parah..” ucap Eeteuk lirih.
“O.. Oppa ini bukan April Fools kan?” tanyaku terbata-bata.
“Anieyo.. sekarang bergegaslah kau bersiap, setengah jam lagi kami akan menjemputmu..” ucap Eeteuk lalu telepon itu pun terputus. Telepon yang ada di tanganku langsung jatuh ke lantai. Kaki ku gemetar dan aku pun jatuh terduduk.

“Kyu.. Kyuhyun-ah.. mengapa kau bisa terkena kecelakaan lagi? Pa.. Padahal dua minggu lagi adalah peringatan empat tahun kecelakaan van SJ..” gumamku disela isak tangis.
“Inhyun-ah.. waeyo??” tanya eommanya khawatir. Aku langsung memeluk eomma dan menangis sejadi-jadinya.

“Kyu eomma.. Kyu kecelakaan lagi..” ucapku sambil sesenggukan.
“Jeongmal??” tanya eommanya tidak percaya.
“Keurae eomma..” jawabku sambil melepas pelukanku pada eomma dan mengusap air mataku yang tadi jatuh begitu saja.

“Aku harus ke China untuk menjenguknya eomma..” pintaku.
“Baiklah.. lekas kau bersiap..” ucap eomma setuju.
“Aku akan berangkat dengan Yuki dan Eeteuk oppa..” ucapku sambil beranjak berdiri.
“Uhm..” jawab eommanya sambil mengangguk.

Dengan sisa jiwanya yang masih tersisa, aku beranjak ke kamar dan menyiapkan segala sesuatu yang mungkin kuperlukan. Tidak lama kemudian, Yuki dan Eeteuk oppa pun sampai ke rumahku dan tanpa menunggu lebih lama kami langsung pergi ke bandara.

***

Aku hanya bisa terdiam saat kami sudah ada di pesawat menuju China. Yuki dan Eeteuk oppa yang duduk disampingku sedang asyik bercengkrama, seakan tidak merasa bersedih atas kecelakaan yang menimpa Kyuhyun.

Empat tahun yang lalu, 19 April 2007 empat member Super Junior mengalami kecelakaan lalu lintas dan Kyuhyun mengalami luka terparah. Ia terlempar dari van sejauh lima meter dan mengalami patah pada enam tulang rusuknya dan salah satu rusuknya yang patah hampir mengenai jantungnya. Waktu itu aku sudah hampir kehilangan harapan karena kata dokter harapan Kyuhyun untuk hidup hanya dua puluh persen.

Tapi ternyata Tuhan berkata lain, setelah lima belas hari koma, Kyu kembali membuka matanya. Tiga bulan ia mendapat perawatan dirumah sakit untuk pemulihan pasca operasi. Aku selalu ada disampingnya dan terus menghiburnya saat member Super Junior yang lain sibuk membuat film perdana Super Junior. Aku hanya berharap tidak akan ada kecelakaan kedua untuk Kyuhyun.

Tetapi kini ternyata Kyu kembali mendapat kecelakaan. Kalian pasti tahu seberapa sakitnya hatiku ini. Apakah ini karena Super Junior memiliki tiga belas member yang merupakan angka sial? Apakah semua masalah yang pernah terjadi pada Super Junior karena ada Kyuhyun yang merupakan member ketiga belas? Tuhan, tolong biarkan kekasihku hidup untuk ketiga kalinya.

***

Akhirnya setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua jam dari Seoul. Kini aku sedang dalam perjalanan menuju Shanghai Hospital, tempat Kyuhyun dirawat. Setelah kami bertanya pada resepsionis dimana kamar inap Kyuhyun, kini aku berjalan sendiri di sebuah lorong rumah sakit. Yuki dan Eeteuk meminta izin untuk pergi membeli bunga. Saat aku hampir sampai, terlihat di depan kamar inap Kyuhyun dirawat ada member Super Junior M yang lain dan juga manajer Kim.

Siwon datang menghampiriku dan memelukku erat sebagai tanda simpati. Aku mengangguk dan melepas pelukannya.
“Siwon oppa, bagaimana kronologis kejadiannya??” tanyaku khawatir.
“Begini.. kami semua sebenarnya sudah sampai terlebih dahulu di lokasi filming, dan Kyuhyun yang telat bangun karena semalam bermain game menyusul kami dengan menumpang mobil manajer. Saat mereka sedang dijalan tol, tiba-tiba ada mobil dari jalur berlawanan menabrak pembatas jalan dan menabrak mobil yang ditumpangi oleh Kyuhyun dan manajer. Karena Kyuhyun sedang asyik dengan PSPnya, maka saat kecelakaan itu terjadi ia tidak sempat menyelamatkan dirinya..” jelas Siwon panjang lebar.

Aku hanya terdiam dan menatap Kyuhyun yang terbaring lemah melalui jendela ruang ICU. Dokter yang merawat Kyu bilang bahwa Kyu telah melewati masa kritisnya namun beliau belum tahu kapan Kyu akan bangun. Yuki menepuk pundakku dan mengajak ku untuk mencari makan siang tetapi aku menolaknya. Aku tidak ingin meninggalkan Kyu walau hanya sejengkal pun.

***

23.45 p.m

Kini aku telah diizinkan masuk kedalam ruang tempat Kyu dirawat. Aku duduk disampingnya dan terus menatap wajahnya yang terbalut dengan selaput oksigen. Perlahan kusentuh dahinya, lalu turun ke hidungnya, bibir, lalu ke dagunya. Entah mengapa aku tidak menangis melihat keadaannya seperti ini. Mungkin karena aku sudah terlalu lelah menangisi dirinya.

“Inhyun-a..” panggil Kyuhyun lirih tiba-tiba. Aku langsung terbangun dari tidurku dan menatap wajah Kyuhyun.
“Inhyun-a..” panggil Kyuhyun lagi.
“Kyuhyun-a, aku disini…” balasku sambil menggenggam erat tangan Kyu sedangkan satu tanganku yang lain hendak menekan tombol untuk memanggil dokter namun Kyuhyun menahanku.

“Ani.. Kini aku hanya ingin berdua saja denganmu..” ucap Kyuhyun yang membuatku kembali menatap wajahnya.
“Inhyun-a.. Saranghaeyo..” ucap Kyu sambil tersenyum lemah.
“Na do saranghaeyo Kyuhyun-a..” balas ku sambil menggenggam erat tangannya.
“Mianhae aku selalu membuatmu khawatir..” ucap Kyuhyun minta maaf.
“Geokjeongma.. asal kau baik-baik saja, aku tidak peduli seberapa besar pengorbananku untukmu..” hiburmu sambil tetap menahan isak tangis.

“Argh.. Inhyun-a.. sepertinya kini aku bisa melihat malaikat pencabut nyawa datang menghampiriku..” erang Kyuhyun lemah.
“Andwae.. tolong jangan katakan itu Kyuhyun-a.. aku percaya kau akan tetap hidup..” ucapku dan kini aku sudah tidak bisa lagi menahan untuk tidak mengeluarkan air mata.
“Uljima..” pinta Kyuhyun sambil tersenyum lemah kearahku.
“Hiks.. ne..” jawabku sambil mengusap air mata.

“Inhyun-a.. sebelum aku pergi ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu dan ini hanya akan kuucapkan sekali saja..” ucap Kyuhyun sambil menatap lekat mataku. Aku hanya terdiam menunggu Kyu melanjutkan ucapannya.

“Inhyun-a.. Saengil chukahaeyo..” ucap Kyuhyun kemudian dengan senyuman terindahnya dan setelah itu ia pun menutup kedua matanya sambil tetap tersenyum. Sedetik kemudian aku langsung menangis keras disamping Kyuhyun, aku tidak ingin dia pergi! Aku rela mengorbankan apapun bahkan nyawaku asal Kyuhyun tetap hidup. Jika Kyu meninggal, bukan hanya aku yang akan kehilangan, tapi oppadeul, keluarganya, dan para ELF akan sangat kehilangan dirinya. Tuhan, berikanlah sedikit keajaibanMu untuk Kyu.

Tiba-tiba kudengar suara pintu yang dibuka lalu diikuti dengan suara nyanyian. Tunggu! bukankah itu nyanyian untuk ulang tahun? Aku pun langsung mengarahkan padangan kearah pintu dan kulihat Yuki, Raena, Eunri, Hyera, dan member Super Junior M lainnya menghampiriku dan Kyuhyun sambil membawakan kue coklat dengan lilin diatasnya sejumlah umurku.

Kyuhyun yang ada disampingku langsung bangun dari tidurnya dan tertawa dengan keras.

“Hahahaha.. jika saja tadi ada yang merekam, pasti saat kau menangisiku adalah adegan terburuk yang pernah ada.. hahaha..” ejek Kyuhyun sambil tertawa. Aish.. dasar evil Kyu! Aku hanya bisa menangis terharu melihat kejutan yang diberikan Kyu padaku walau menurutku ini adalah kejutan ter-evil yang pernah kudapatkan darinya.

“Ayo tiup lilinya eonni..” ucap Yuki sambil menyodorkan kue ulang tahun kehadapanku. Aku terdiam sejenak lalu meniup habis semua lilin dalam satu tiupan. Kyu memelukku singkat lalu ia pun turun dari kasur dan merenggangkan otot-ototnya.

“Saengil chukahamnida eonni-ya..” ucap Yuki.
“Inhyun-a.. happy birthday.. semoga Tuhan selalu memberkatimu..” ucap Raena dan Siwon bersamaan.
“Inhyun-a.. saengil chukahamnida! Cepatlah membuat anak bersama Kyuhyun..” ucap Yadong couple sambil tersenyum iseng.
“Happy birthday to you Inhyun~” ucap Hyera dan Donghae bersamaan dan Henry, Ryeowook, dan Zhoumi menyanyikan lagu ulang tahun dalam bahasa mandarin.

“Ah.. gomawoyo yeoreobun..” ucapku terharu. Kyuhyun yang melihatku menangis, tertawa penuh evil.

“Kyuhyun-a.. kau tidak ingin mengucapkan selamat ulang tahun padaku?” tanyaku sambil mengeluarkan muka aegyoku.
“Aish.. sudah kubilang tadi bahwa aku hanya akan mengucapkannya sekali saja..” ucapnya sambil membuang muka dariku.

“Hanbeondo Kyuhyun-a..” pintaku merajuk. Kyuhyun pun menghampiri diriku dan tiba-tiba saja ia mengecup lembut keningku lalu ia kembali tertawa.

“Aish.. Kyuhyun-a..!” ucapku kesal dan memukulinya.
“Aigoo.. beginikah caramu berterima kasih padaku?” tanya Kyu sambil menahan pukulanku.
“Hyaa.. kau itu benar-benar menyebalkan!” ucapku sambil memeluknya.

“Gomawo.. ” bisikku saat dalam pelukannya.
“Semua ini harus ada imbalannya..” balas Kyuhyun.

“Belikan aku Ipad 2.” ucap Kyuhyun setelah melepas pelukanku dengan senyum evilnya.

“Hee?!”

~FIN~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s