[SiRae’s Story] Siwon’s birthday : The Greatest Gift For Me

Standar

7 April 2011
Seoul

“Saengil chukahamnida~
Saengil chukahamnida~
Saranghaneun Siwonie-ya~
Saengil chukahamnida~”

Aku terbangun dan melihat semua hyungku berada di kamarku dan menyanyikan lagu selamat ulang tahun untukku. Aku melirik ke arah jam wekerku dan ternyata sekarang masih jam empat pagi.

“Aigoo.. aku masih ingin tidur..” keluhku saat Eeteuk hyung memaksaku untuk keluar kamar. Maklum karena kemarin aku baru sampai dari China dan langsung disibukkan oleh berbagai kegiatan yang membuatku tidak bisa langsung beristirahat di dorm.

Diruang tengah mereka telah menyiapkan kue ulang tahun berukuran besar dengan gambar kuda putih di tengahnya di atas sebuah meja.

“Siwon-a, cepat kau tiup lilinnya..” ucap Heechul sambil mendorongku kearah kue.
“Araa..” ucap ku sambil menutup mata sejenak lalu kutiup habis semua lilinnya. Tiba-tiba Shindong yang ada disampingku mengangkat kue dan kue itu pun menghujam wajahku.

“Yaa!” teriakku kesal karena sekarang seluruh muka ku kotor terkena kue. Member yang lain hanya tertawa dan pergi menjauhiku karena mereka takut aku membalas dendam. Tetapi kemudian aku tertawa dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan muka.

***

“Raena-ya.. gwaechana?” tanya Yuki khawatir saat Raena sudah bangun. Kemarin Raena dan Yuki pergi ke Bali untuk berlibur tetapi tiba-tiba saat mereka tiba di hotel, Raena mendadak muntah-muntah. Akhirnya mereka tidak jadi pergi ke pantai Kuta untuk melihat matahari terbit dan lebih memilih untuk tetap tinggal di hotel.

Tiba-tiba Raena kembali mual dan ia langsung pergi ke kamar mandi. Yuki mendesah berat karena Raena sama sekali tidak mau pergi ke rumah sakit untuk berobat. Ia hanya mau ke dokter jika Siwon yang mengantarnya sedangkan Siwon saat ini berada di Seoul.

Yuki pun akhirnya mencari nomor Siwon di kontak handphonenya dan langsung menghubunginya.

“Yeoboseyo Siwon oppa.. ” sapa Yuki saat Siwon mengangkat teleponnya.
“Uhm.. ada apa kau meneleponku?” tanya Siwon ramah.
“Saengil chukahamnida oppa..” ucap Yuki.
“Gomawoyo..” balas Siwon.

“Oh ya.. bukankah Raena bersamamu?” tanya Siwon kemudian.
“Uhm, ne.. keureom..” jawab Yuki terpotong.
“Keureom wae?” tanya Siwon lagi.
“Saat baru tiba di hotel kemarin, Raena tiba-tiba muntah.. dan sampai sekarang ia tidak mau dibawa ke rumah sakit..” jawab Yuki.

“Raena bilang dia hanya mau ke dokter bersama mu, Oppa..” lanjut Yuki hati-hati.
“Ne?? Baiklah aku akan segera kesana.. mungkin aku baru sampai nanti malam..” jawab Siwon dan ia langsung memutus teleponnya.

“Hee? Benar-benar seorang gentleman.. sedangkan jika aku sakit, Eeteuk oppa hanya meneleponku saja..” ucap Yuki setengah kesal. Raena yang baru keluar dari kamar mandi memandang heran kearah Yuki.

“Wae? Siapa yang kau sebut gentleman?” tanya Raena.
“A.. Aniyeyo.. Raena-ya, apakah kau sudah mengucapkan selamat ulang tahun untuk Siwon oppa?” tanya Yuki.
“Belum.. aku sedang malas dengannya..” jawab Raena datar dan ia pun kembali tiduran di kasurnya.

“Berantem lagi? Kenapa?” tanya Yuki lagi.
“Malam sebelum kita kesini, dia menghubungiku ke telepon rumah tetapi karena sudah larut malam, aku malas untuk turun ke ruang tengah dan aku langsung tidur. Keesokkan harinya saat diperjalanan ke bandara, dia menelepon ke handphoneku dan langsung memarahiku..” ucap Raena sambil mendekap bantal dengan kesal.

“Lalu mengapa kau tidak mau kerumah sakit jika tidak ditemani olehnya?” tanya Yuki lagi.
“Hmm.. aku hanya ingin mengetahui seberapa besar rasa cintanya padaku..” jawab Raena.
“Terkadang aku tidak mengerti mengapa kalian disebut sebagai Romantic Couple..” ucap Yuki kesal.

“Aku juga tidak tahu.. Oh ya, apakah Siwon tadi menghubungimu?” tanya Raena kemudian.
“Ne.. dan aku sudah menceritakan keadaanmu padanya dan ia berkata akan sampai disini nanti malam..” jawab Yuki.
“Jeongmal? Ternyata dia memang pangeran bermobil jaguar putih..” ucap Raena senang.
“Hee.. bukankah seharusnya pangeran berkuda putih?” tanya Yuki heran.
“Pangeran berkuda putih itu sudah ketinggalan zaman kau tahuu..” jawab Raena setengah mengejek.
“Aish.. aku keluar dulu mencari udara segar..” ucap Yuki kesal sambil pergi meninggalkan Raena yang menertawainya.

***

Malam pun menjelang. Keadaan Raena semakin parah karena daritadi pagi ia sama sekali tidak mau makan dan ia terus saja muntah-muntah. Siwon yang sudah sampai di bandara Ngurah Rai menelepon Yuki untuk menanyakan hotel tempat mereka menginap.

“Yuki-ya, bagaimana keadaan Raena?” tanya Siwon khawatir saat ia sampai di depan pintu kamar.
“Sebaiknya ia cepat dibawa kerumah sakit..” jawab Yuki sambil membukakan pintu untuk Siwon.

Siwon langsung masuk dan menemukan Raena yang terbaring lemah di atas kasur.
“Raena-ya.. ini aku..” ucap Siwon sambil mengusap lembut kening Raena. Raena pun terbangun dan tersenyum lemah kearah Siwon.
“Mianhae karena aku tidak mengangkat telepon darimu malam itu..” ucap Raena menyesal.
“Aku sudah memaafkanmu setelah aku memarahimu.. Mianhae karena aku marah hanya karena itu..” balas Siwon.

“Hyaa.. ini bukan saatnya untuk saling memaafkan..” ucap Yuki menyadarkan Romantic Couple dihadapannya.
“Ah.. sebaiknya kita segera ke rumah sakit..” ucap Siwon lalu ia pun menggendong Raena dan keluar dari kamar. Yuki mengikuti dari belakang sambil memasang tampang antara khawatir dan sedikit cemburu melihat perlakuan Siwon kepada Raena.

***

Aku menunggu di ruang tunggu sementara Raena diperiksa oleh Dokter Kim, dokter keluargaku yang kubawa serta ke Bali. Jantungku berdetak lebih cepat sambil menunggu Dokter Kim keluar dari ruang periksa. Aku khawatir dengan keadaan istriku.

Beberapa menit kemudian, Dokter Kim mendatangiku dan langsung menjabat tanganku.
“Selamat Tuan Choi Siwon..” ucap Dokter Kim saat menjabat tanganku.
“Ne?” tanyaku tidak mengerti.
“Nona Kim Raena saat ini sedang mengandung dua bulan..” jawab Dokter Kim.

“Jeongmal?” tanyaku tidak percaya. Dokter Kim mengangguk mengiyakan dan ia menepuk pundakku, menyuruhku untuk menemui Raena. Aku pun segera berjalan menuju tempat dimana Raena berada.

“Raena-ya.. jeongmal gomawoyo..” ucapku sambil memeluk Raena yang masih terbaring lemah. Raena tersenyum dan membalas pelukanku.

“Uhm.. sebenarnya aku ingin memberitahukan sendiri sebagai kejutan untuk ulang tahunmu, tetapi saat baru sampai kemarin aku sudah terkena syndrome ibu hamil..” ucap Raena dengan memasang tampang kesal.

“Hyaa.. jika kau memang sudah tahu lebih awal mengapa tidak memberitahukannya padaku?” tanyaku.
“Kau itu terlalu sibuk oppa.. kau jarang sekali pulang kerumah, saat aku menghubungimu ponselmu tidak aktif, saat kau menelepon ke rumahku sudah larut malam dan aku sudah tertidur.. kapan aku bisa memberitahukanmu?” tanya Raena balik.

“Mianhae..” jawabku tertunduk.
“Saengil chukahamnida hubby~” ucap Raena tiba-tiba sambil memelukku erat. Aku tersenyum dan membalas pelukannya.

“Ehm.. siapa yang mau meniup lilin?” tanya Yuki tiba-tiba dari belakangku. Aku pun menoleh ke belakang dan kulihat Yuki membawa sebuah kue cheese cake dengan lilin-lilin kecil berjumlah 25. Ia memberikan kue tersebut kepada Raena dan Raena menyuruhku untuk lekas meniup lilin yang hampir habis. Aku terdiam sejenak untuk membuat permohonan lalu kutiup semua lilin yang ada dalam satu kali tarikan nafas.

“Oppa, mianhae aku tidak menyiapkan kado apapun untukmu..” ucap Raena menyesal.
“Ani.. kau sudah menyiapkan kado yang paling menakjubkan untukku..” hiburku sambil mengusap lembut kepalanya.
“Ne??” tanya Raena tidak mengerti.
“Kau sudah memberikan Siwon junior untukku.. itu sudah lebih dari cukup jagii..” jawabku sambil mengacak rambutnya gemas. Raena hanya tertawa kecil menyadari kelupaannya yaitu kini ia telah mengandung anak dari seorang Choi Siwon, orang yang paling ia cintai.

“Aku berjanji bahwa kita akan merawatnya bersama-sama dengan penuh kasih sayang dan bimbinganNya..” ucapku.
“Ne.. sebentar lagi kita akan menjadi appa dan eomma..” ucap Raena sambil mengelus lembut perutnya. Aku pun melakukan hal yang sama.

“Saranghaeyo..” ucapku sambil mencium perut Raena dan kemudian kucium lembut bibirnya.
“Nado saranghaeyo oppa..” balas Raena sambil memelukku.

Terima kasih Tuhan, karena di hari ulang tahunku ini Engkau telah memberikan hadiah yang paling menakjubkan dari semua hadiah yang pernah kuterima yaitu seorang anak dari istri yang paling kucintai didunia ini.

~FIN~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s