(T.A.L.E.S.) ♥ Cold War ♥

Standar

“Brrr… dingin sekali musim dingin tahun ini…” keluh Ryeowook sambil merapatkan jaketnya. Ia mempercepat langkahnya memasuki sebuah rumah. Tetapi bukan kehangatan yang ia rasakan, melainkan hawa dingin yang dinginnya melebihi hawa musim dingin.

***

Yuki dan Eeteuk masih duduk berhadapan dalam diam. Mata Yuki masih menatap tajam Eeteuk seakan ia akan menerkamnya sedangkan Eeteuk tampak tidak peduli dan sibuk memainkan IPhonenya.

Ryeowook hanya bisa menggelengkan kepala pasrah melihat keadaan ini. Ia langsung menuju lantai dua dan ternyata hawa dingin itu tidak sampai kesini. Ternyata Heechul sedang menemani Kyuhyun bermain PS3.

“Hyung.. Eeteuk hyung dan Yuki kenapa sih? Dingin sekali dibawah…” tanya Ryeowook sambil duduk disamping Heechul.
“Gak tau tuh.. tadi pas aku datang juga sudah seperti itu..” jawab Heechul yang masih sibuk menyerang gawang Kyuhyun. Ternyata mereka berdua sedang main Winning Eleven.

“Hyung.. kita main starcraft saja ya? Aku tidak bisa main bola…” keluh Kyuhyun yang terlihat kepayahan melawan Heechul.
“Hahahaha… sekali-kali aku ingin mengalahkanmu dalam permainan yang tidak kau bisa..” ucap Heechul penuh kemenangan.

“Kyuhyun-a… apakah kau tidak tau apa yang sedang terjadi dibawah, huh?” tanya Ryeowook. Ia sangat penasaran mengapa hyungnya dan Yuki seperti itu.
“Ah.. aku tahu mengapa mereka bertengkar..” ucap Kyuhyun tenang.

Heechul dan Ryeowook langsung memandang kaget kearah Kyuhyun.
“Kalau kau tahu mengapa kau tidak menceritakannya daritadi?!” bentak Heechul kesal.
“Hyunnie-a.. ayo cepat ceritakan pada kami..” pinta Ryeowook sambil menarik-narik baju Kyuhyun.

Dengan senyum evilnya Kyuhyun langsung mematikan PS3 dan membuat Heechul langsung terbelalak kaget melihat kelakuannya. Tetapi sebelum Heechul siap menerkam hoobaenya, Kyuhyun berdeham sebelum mulai bercerita, “Jadi sebenarnya begini….”

***

Kyuhyun sedang memperhatikan Yuki yang sedang bermain Harvest Moon diruang tengah. Tiba-tiba Eeteuk menghampiri mereka berdua sambil melambai-lambaikan surat. “Yuki-ya.. ayo kita berlibur berdua saja.. lihat aku sudah dapat izin cuti dari Han sajangnim..” ucap Eeteuk gembira namun yang diajak bicara tidak menanggapinya.

“Lee Yu Ki!” panggil Eeteuk kesal karena didiamkan oleh kekasihnya. Yuki membanting stick yang sedang dipegangnya dan membuat Kyuhyun tersentak kaget, ia takut stick PS3 itu rusak. Yuki menoleh kearah Eeteuk, “Sikkereo.. kau tidak lihat jika aku sedang sibuk?”. Lalu Yuki kembali melanjutkan permainannya.

Eeteuk yang sudah tidak tahan didiamkan seperti itu langsung mematikan paksa PS3 dengan mencabut stekernya dari saklar. Kyuhyun yang sadar akan terjadi sesuatu yang menyeramkan mulai mundur kebelakang. Yuki masih terdiam menatap layar TV yang menghitam. Dia menghela nafas dan berpaling kearah Eeteuk.

“Puas sekarang kau mengganggu hidupku, malaikat bodoh?” ucap Yuki dingin.
“Aigoo. Yuki-ya! Kau itu harus bersikap sopan pada kekasihmu! Berani-beraninya kau..” ucap Eeteuk kesal
“Bukannya kau terlalu sibuk sampai melupakan kekasihmu? Mengapa sekarang kau kesal melihat aku bersenang-senang dengan hadiahmu?” tanya Yuki asal. Dia tidak tahu harus membalas ucapan kekasihnya itu dengan apa. Yuki sudah terlalu lelah berdebat dengan Eeteuk. Apalagi jika topiknya mengenai hubungan mereka berdua.

***

“Kau masih marah padaku karena aku tidak membalas pesanmu?” tanyaku hati-hati. Tidak ada gunanya berdebat dengan Yuki dalam keadaan bad mood. Yuki masih terdiam. Aku hanya bisa menghela nafas melihat keadaannya sekarang. Tidak akan ada gunanya, gumamku dalam hati. Akhirnya aku duduk di sofa dan mulai memainkan IPhone.

***

“Kau masih marah padaku karena aku tidak membalas pesanmu?” tanya Eeteuk hati-hati. Marah? Tentu saja aku marah! Padahal dia berjanji untuk selalu mengirim kabar secara rutin atau paling tidak membalas pesanku tetapi ternyata itu hanya berjalan selama satu bulan. Setelah itu ia tidak pernah mengirimiku pesan apapun bahkan membalas pesanku saja tidak sempat.

Kulihat Eeteuk menghela nafas lalu ia duduk dan mulai sibuk kembali dengan IPhonenya. Aigoo.. apakah dia tidak tahu jika kekasihnya ini sangat butuh perhatiannya?! Akupun mengikutinya duduk di sofa dan aku terus menatap tajam kearahnya yang sepertinya sudah tidak memperdulikanku lagi.

***

“… nah, begitu ceritanya.” ucap Kyuhyun menyelesaikan flashback kejadian beberapa jam yang lalu.
“Jadi sumber masalahnya itu lagi-lagi karena Eeteuk hyung tidak membalas pesan Yuki?” tanya Ryeowook memastikan.

“Uhm..” jawab Kyuhyun sambil mengangguk.

“Aigoo.. berarti kita hanya bisa menunggu Yuki kembali good mood dan menyelesaikan masalahnya dengan Eeteuk sendiri..” ucap Heechul pasrah.

***

Aku sudah lelah menatapnya. Aku pun pergi ke kamar untuk mandi, meninggalkan Eeteuk yang masih sibuk dengan Iphonenya. Huh! pacaran saja sana sama Iphone!, gerutuku dalam hati.

***

Yuki akhirnya menyerah dan pergi ke kamarnya. Aku segera meletakkan Iphoneku dan pergi ke lantai dua untuk meminta nasihat pada member yang lainnya.

“Teuki hyung.. gwaenchana?” tanya Ryeowook cemas.
“Yuki sedang ke kamarnya.. sepertinya ia ingin mandi.. huft.. aku bingung sebenarnya ada apa dengan dia..” ucapku putus asa.

“Hyung tidak lupa untuk membalas pesannya lagi kan?” tanya Kyuhyun. Eomona! Aku lupa memberitahunya jika handphone LGku rusak jadi sekarang aku menggunakan IPhone yang baru kubeli beberapa hari yang lalu.

“Hyung?” tanya Kyuhyun lagi membuyarkan lamunanku.
“Oh.. Uhm..” jawabku menggelengkan kepala.
“Lalu?” tanya Kyuhyun lagi yang sepertinya tidak puas dengan jawabanku.

“Tetapi aku lupa memberitahunya bahwa handphoneku rusak dan memberinya nomorku yang baru..” jawabku sambil meringis.

Ctak! Heechul menyentil dahiku.
“Aigoo.. pantas saja dia marah kepadamu! Kau ini… sudah jarang memperhatikan Yuki, sekarang kau pelihara sifat pelupamu itu..” ucap Heechul penuh emosi.

Wajar jika ia marah, karena sebetulnya Heechul dulu mencintai Yuki tetapi ternyata Yuki menyukaiku. Akhirnya Heechul menyerah dan mulai menyayangi Yuki hanya sebagai kakaknya.

“Lalu apa yang harus kulakukan.. Hyunnie-ya.. kau pasti bisa memberikan nasihat pada sunbaemu ini..” pintaku pada Kyuhyun.
“Berikan apa yang dia suka saat ini.. Sudah ya hyung aku mau ngajak Inhyun ke game station dulu..” ucap Kyuhyun yang beranjak pergi meninggalkan kami.

Memberikan apa yang dia suka saat ini? tanyaku dalam hati. Selama beberapa menit aku berpikir. Ah, aku tahu!

***

Selesai mandi moodku sudah kembali baik. Aku tahu seharusnya tadi aku tidak bersikap seperti anak kecil dihadapan Eeteuk. Tapi apa boleh buat semua ini sudah terjadi.

Ketika aku keluar dari kamar mandi kulihat Eeteuk duduk dikasurku sambil memegang nampan berisi susu coklat hangat dan chocolate cake. Aku tersenyum menghampirinya.

“Gomawo oppa..” ucapku lalu meninum susu coklatnya dan kemudian memakan chocolate cake.
“Jadi kita akan pergi kemana besok?” tanya Eeteuk.

***

“Pulau Jaeju..” ucap Yuki ketika mereka berempat sedang makan malam.
“Aku sudah sering kesana… bagaimana kalau kita keluar negeri saja?” usul Eeteuk.
“Memangnya kau ingin pergi kemana?” tanya Yuki.
“Hmm.. aku ingin ke Indonesia. Disana ada banyak sekali objek wisata yang bisa kita kunjungi..” jelas Eeteuk.
“Aigoo.. bilang saja kalau kau ingin bertemu dengan orang tuaku.. ani, aku belum ingin pulang..” tolak Yuki.

“Kalau begitu kita ke rumahmu saja…” usul Yuki kemudian.
“Minggu lalu aku baru kesana.. andwae..” tolak Eeteuk.

Yuki langsung menatap tajam ke arah Eeteuk. Hawa dingin mulai menaungi ruang makan. Heechul langsung mengambil alih keadaan sebelum bertambah parah.

“Itu usul yang bagus Yuki-ya! Kebetulan ada yang ingin kuberikan pada Inyoung noona.. Jika kalian kesana, aku kan bisa menitipkannya karena aku tidak punya waktu kalau harus memberikannya sendiri..” ucapnya sambil memberikan sinyal pada Eeteuk agar menyetujui saja usul Yuki.

“Aish.. ara ara.. kita akan pergi ke rumahku besok. Kau puas?” tanya Eeteuk pada Yuki.
“Puas sekali.. terimakasih malaikat bodoh…” jawab Yuki sambil tersenyum senang.
“Sama-sama setan kecil..” balas Eeteuk.

Dan mereka kembali menikmati makan malam dengan tenang. Akhirnya keadaan dirumah kembali seperti sediakala, aman dan damai.

~FIN~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s