[T.A.L.E.S.] ♥ Should It will be The End? ♥

Standar

Sidang skripsiku telah berakhir dengan sukses. Tetapi itu tidak membuatku tenang sedikitpun. Bukan berarti aku tidak senang karena semua dosen memberikan pujian untuk skripsiku yang menurut mereka sangat brilian, tetapi karena walaupun aku sudah berhasil menyelesaikan tugas akhirku, bukan berarti kehidupanku sebagai mahasiswi penerima beasiswa bisa berlanjut begitu saja.

Untuk memperpanjang beasiswa yang kuterima ini, aku harus mengajukan perpanjangan beasiswa kepada Dekan Fakultas dengan melampirkan nilai-nilaiku selama berkuliah. Tetapi meskipun aku tahu bahwa nilai yang kuperoleh selama kuliah cukup bagus, aku tidak yakin untuk bisa lolos karena pasti banyak sekali mahasiswa lainnya yang mengajukan perpanjangan beasiswa dan jika aku gagal diterima, satu-satunya jalan yang tersisa adalah mengikuti tes tertulis.

“Hyaa.. apa yang sedang kau pikirkan?” tanya Eeteuk yang sedang duduk dihadapanku sambil berhenti memainkan iPad2nya dan memandangiku.
“A.. anieyo..” ucapku terbata saat aku kembali kealam sadarku.

“Aigoo.. setan kecilku ini memang selalu ingin terlihat tegar..” ucapnya sambil duduk disampingku dan memegang bahuku.

“Ceritakanlah..” ucapnya lagi sambil menidurkan kepalaku dibahunya.

“Uhm.. oppa tahu kan jika aku harus memperpanjang beasiswaku agar aku tetap berada di Korea?” tanyaku sambil menatap wajahnya.
“Aku tahu..” balasnya.
“Dan aku sudah mengajukan perpanjangan beasiswa itu pada Dekan Fakultasku kemarin..” lanjutku.
“Lalu?” tanyanya.
“Tapi aku takut jika tidak diterima karena pasti banyak sekali mahasiwa yang mengajukannya..” ucapku lirih.

“Apakah tidak ada cara lain?” tanya Eeteuk dengan nada khawatir.
“Ada.. jika seandainya aku tidak diterima, aku bisa mengikuti tes tertulis.. tetapi..” ucapku terpotong.
“Tetapi?” tanyanya tidak mengerti.
“Tetapi entah mengapa aku sangat malas belajar untuk menghadapi tes tertulis itu..” keluhku.

“Kalau tidak belajar, bagaimana mungkin kau bisa lolos tes tertulis?” tanya Eeteuk gemas.
“Molla.. setiap aku memaksakan diriku untuk belajar, kepalaku selalu terasa sakit..” keluhku lagi sambil memegang kepalaku.

“Hyaa.. itu karena kau tidak sungguh-sungguh dalam belajar.. mana bisa berhasil kalau kau belajar dengan setengah hati seperti itu?” ucap Eeteuk.

“Jika kau tidak berhasil memperpanjang beasiswamu, berarti kau harus kembali ke Indonesia kan?” tanya Eeteuk kemudian. Aku hanya bisa terdiam, tidak tahu harus menjawab apa.

“Aku tidak yakin kita bisa menjalani hubungan jarak jauh..” ucap Eeteuk sambil mengadahkan kepalanya, mencoba memikirkan sesuatu. Deg! Entah mengapa ucapannya begitu mengena dihatiku. Apakah berarti hubungan ini harus berakhir?

“Apa maksud oppa sebenarnya?” tanyaku sambil menatap wajahnya.
“Padahal meski kita berada di satu kota seperti ini, kita jarang sekali bisa bertemu. Aku sibuk dan kau juga sibuk. Kita bahkan pernah putus bukan? Apa kau yakin hubungan kita masih bisa berjalan jika kita telah terpisahkan oleh lautan nanti?” tanya Eeteuk sambil menatap lekat wajahku.

Aku menggelengkan kepalaku sambil menunduk. Eeteuk memelukku erat, membiarkanku untuk bersandar padanya. Aku tidak ingin menjalani hubungan jarak jauh dan aku juga tidak ingin berpisah dengannya. Lalu apa yang harus kulakukan?

“Belajarlah dengan serius.. Kau harus lulus dalam tes tertulis itu demi hubungan kita..” ucapnya yang sepertinya tahu akan kegelisahanku. Aku pun menarik tubuhku dari dirinya dan menatap wajahnya.

“Oppa.. apa kau yakin aku bisa mendapat perpanjangan beasiswa itu?” tanyaku.
“Tentu saja.. kau itu sangat pintar Yuki-chan.. kau hanya perlu belajar sungguh-sungguh..” jawab Eeteuk sambil mengusap lembut kepalaku.
“Gomawo..” ucapku senang sambil memeluknya erat.

Kini aku berjanji pada diriku sendiri bahwa aku harus mendapatkan perpanjangan beasiswa itu walaupun harus mengikuti tes tertulis. Aku akan belajar dengan lebih serius mengingat waktuku hanya tinggal satu bulan lagi. Ini semua kulakukan hanya untuk Eeteuk, kekasihku.

“Aku berjanji akan mendapatkan beasiswa itu.. aku berjanji akan selalu berada disisi oppa selamanya..” ucapku pada Eeteuk oppa.
“Ne.. oppa tahu..” balasnya.

Aku tidak tahu kapan kisah cintaku bersama Eeteuk oppa akan berakhir, tetapi yang jelas tidak dalam waktu dekat.

“Hmm.. kapan tanggal wisudamu?” tanyanya kemudian.
“Kalau tidak salah 26 Mei nanti..” jawabku.
“Berarti kita akan menikah tanggal 2 Juni..” ucap Eeteuk gembira.

Ah iya! Eeteuk oppa benar. Sesuai dengan perjanjian yang kami buat dengan appanya Eeteuk, seminggu setelah hari kelulusanku kami akan menikah.

“Ah.. oppa jadi tidak sabar menunggunya…” ucapnya lagi. Aku hanya bisa ikut tersenyum mendengar ucapannya itu. Hmm.. semoga saja Tuhan memberkati pernikahan kami nanti.

~FIN~

annyeong… ^^

author kembali~~~😄
setelah sibuk ngurusin UAN (alhamdulillah lulus) dan skarang lagi nyiapin bwt SNMPTN, akhirnya author bisa posting2 lagi di blog kita yang tercinta…XD /pelukreaders

dengan postingan ini admin mau ngumumin kalo author terpaksa nge-skip beberapa cerita TALES dikarenakan udah terlalu lama nggak update dan sebentar lagi mau ditamatin.. dan TALES Story bakal diganti dengan Our Marriage…😄 /author tepuk tangan

sampai ketemu di Our Marriage Part I yaa..😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s