Different Love Part 1

Standar

Author         : Cho Hae Kyu

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Bertemu lagi dengan saya (?) haha… di ff ini saya akan menceritakan lee donghae lagi dan pasangannya Kim Hyun Na. Maaf kalo ceritanya agak aneh dan kurang bagus, namanya juga pemula hehhe… oia elf dsini bukan elf penggemar suju, tapi elf yang telinganya panjang (yang kayak di The Lord Of The Ring) *promosi tingkat tinggi #plakkk

sekali lagi Happy Reading😀

oia, mampir ke blog ku ya, kimhyunnaelfsuju.blogspot.com

***

Dunia ku memang agak sedikit berbeda dengan dunia manusia, ya, dunia elf. Dunia dimana seseorang yang bertelinga panjang dan mirip manusia tinggal di suatu negeri bernama Gordor. Negeri yang dimana terdapat banyak bunga dan kami yang tinggal disini memiliki sayap dan dapat terbang tentu saja.

Dunia kami dan dunia manusia hanya dipisahkan dengan sebuah cermin berbentuk persegi panjang yang terdapat di ujung negeri ini. Namun, hanya seseorang yang baik hati dan tidak pernah berbohonglah yang bisa melewatinya. Yah, sepertiku. Aku tidak pernah berbohong dan menurutku, aku selalu berlaku baik kepada orang lain.

Tapi melewati itu, tidak mudah. Cermin itu dijaga oleh seekor singa besar dan bisa berbicara. Setiap ada orang yang melewati itu, akan ditanya 1 pertanyaan, jika dia bisa menjawabnya, maka dia akan dipersilahkan memasuki cermin itu. Namun, jangan salah, kalau kita tidak bisa menjawabnya ataupun kita salah menjawab, maka nyawa taruhannya, dan aku bukan orang bodoh yang mau memasuki cermin itu. Aku merasa sudah cukup bahagia disini mempunyai banyak teman dan orang-orang yang menyenangkan. Lagipula, apa yang akan aku lakukan di dunia manusia? Kurasa tidak ada.

Ketika nanti kita sudah melewati cermin itu, sayap kita akan hilang, tapi telinga kita tetap telinga elf. Lalu, jika kita ingin pergi ke dunia manusia, disana kita harus menemui seseorang yang berjenis kelamin sama dengan kita dan menyuruhnya pergi ke dunia kita. Jadi ada semacam pertukaran makhluk.

Misalnya kau seorang yeoja elf yang ingin ke dunia manusia. kau harus mencari seorang yeoja pula yang mau pergi ke dunia mu. Kau diberi waktu 3 bulan untuk mencarinya, dan kalau tidak ketemu juga, maka kau akan mati. Jika kau berhasil menemukannya, kau akan hidup. Saat yeoja manusia yang kau dapatkan, memasuki cermin (yang dulu kau keluar dari sana), yeoja itu akan mempunyai telinga elf dan sayap sepertimu. Sedangkan kau akan terlihat seperti manusia biasa (tidak ada lagi telinga elf dan sayap). Yah begitulah kira-kira.

Kim Hyun Na POV

“Hei Hyun Na… ayo kita berburu mencari bunga, siapa tahu ada jenis bunga baru lagi yang akan kita temukan disekitar hutan Gordor ini” ajak Sungmin, salah satu teman akrab ku dari kecil. Dia memang selalu bermain denganku dan tidak pernah bermain dengan anak laki-laki. Mungkin karena itu dia bilang padaku kalau dia sangat suka warna pink. Terutama bunga berwarna pink. Dan aku tidak keberatan untuk bermain dengannya karena aku merasa dia anak yang baik.

“jincha? Baiklah, kajja kita pergi.” Kami berdua pun terbang sambil membawa keranjang untuk membawa bunga yang kami dapat. Terkadang saking banyaknya bunga, kami sampai menjualnya atau memberikannya kepada tetangga-tetangga kami.

Sebenarnya hutan yang kami tuju adalah hutan yang terlarang. Orang-orang terutama eomma ku sering melarangku kesini karena katanya ada makhluk-makhluk aneh yang bisa jadi berbahaya. Tapi aku dan sungmin tetap saja kemari karena disini kami dapat menemukan banyak bunga. Lagipula, kami juga belum pernah melihat secara langsung makhluk yang dibilang orang-orang itu.

“Sungmin-ah… ayo kita berpencar! Kau kesana, lalu aku kesana! Nanti kita akan bertemu lagi ditempat ini, oke?” kataku sambil menunjuk arah jalan.

“oke, berikan satu keranjang untukku.” Kemudian aku memberikan keranjang untuknya satu dan sisanya untukku.

Setelah berpencar, aku kagum melihat banyak bunga yang belum pernah aku lihat sebelumnya selain di hutan ini.

“Omo… indah sekali bunga-bunga ini. Sayang sekali jika dipetik haha. Bunga, aku minta kamu satu ya? hehe” ucapku kepada salah satu bunga. Dia tidak mendengar tentu saja. Bunga kan tidak punya telinga hehe.

Setelah memetik beberapa bunga, aku kembali lagi ke tempat pertemuan aku dan sungmin, tapi dia belum datang. ‘mungkin sebentar lagi’ pikirku. Tiba-tiba… “SRAKKK…SRAKKK” kudengar ada suara dari arah belakang ku, akhirnya Sungmin datang juga.

“Sungmin-ah akhirnya kau…” setelah kulihat ternyata yang dibelakangku bukanlah sungmin, tapi seekor monster besar yang hanya berjarak 2 meter dari tempat ku berdiri.

“HUAAAAA… MONSTER!!!” aku langsung mengambil seribu langkah menjauh dari sana. Tapi bagaimana dengan Sungmin? Ah masa bodo.

“BRUKKK” tiba-tiba aku menabrak sesuatu, aih ternyata Sungmin, kebetulan sekali.

“Hyun Na, ini aku sudah dapat bunganya, ayo kita…”

“KABURRR!!!” ucapku sembari menarik tangannya dengan keras.

“Memangnya ada apa?” tanyanya polos.

“Lihat saja di belakangmu!!!” ketika Sungmin melihat kebelakang…

“HUAAA EOMMA!!! ADA MONSTERRR!!! HUAAAA!!!” aku diam sebentar karena keanehan dengan sikapnya itu, baru kali ini aku melihat dia ketakutan seperti itu! Haha lucu sekali. Oh iya, kabur!

Aku kira setelah kami keluar dari hutan, monster itu tidak mengejar lagi. Dia terus mengejar kami dan sayapnya dua kali lebih besar dari kami, tentu saja terbangnya akan secepat kilat.

Setelah beberapa lama terbang, aku berhenti. Sayapku seperti mau patah karena terlalu di paksakan untuk terbang. Aku sudah sangat lelah, dan aku baru sadar bahwa kami berlari sampai ke ujung negeri ini.

“Sungmin-ah… ayo kita istirahat… a-aku sudah sangat lelah… huft…” kataku sambil terengah-engah karena kehabisan nafas.

“Kita harus sembunyi dimana? Tidak ada tempat bersembunyi disini… kecuali jika kau mau masuk kesana…” Sungmin menunjuk cermin besar berbentuk persegi panjang yang berada di ruangan yang tidak jauh dari tempat kami berdiri.

“Mwo??? Kau gila! Itu kan cermin ke dunia manusia! Aku tidak mau mengambil resiko! Kau saja yang masuk!” kataku sambil menyilang kan tangan didepan dada. Dia kerasukan apa sampai menyuruhku ke dunia manusia? Apa dia sudah gila?

“Kumohon Hyun Na… aku tak mau sesuatu terjadi padamu… masuklah kesana… aku tidak bisa mengikutimu, karena aku pernah berbohong padamu” berbohong? Astaga… kau berbohong apa dengan ku, Sungmin?

“Bagaimana kalau aku dicarikan eomma dan appa ku? Memangnya apa yang kau sembunyikan, sampai kau berbohong padaku?” tanyaku lagi. Aku sangat-teramat-sangat (?) penasaran dengan yang disembunyikannya itu.

“aku akan bilang pada orang tuamu. Aku yakin mereka bisa mengerti. Sudahlah… monster tadi sebentar lagi akan datang, sepat masuk ke ruangan itu.”

“Tunggu dulu! Aku mau tahu apa yang kau rahasiakan dariku! Atau aku tidak akan masuk ke cermin itu!” bentakku kepadanya.

“Sssttt… baiklah aku akan mengatakannya, tapi kau harus masuk ke ruangan itu, arasseo?”

“Ne, arasseo.” Kulihat dia mengambil nafas dalam-dalam. Untuk apa? Bukannya disini banyak udara ya? Sebegitu rahasia kah sampai dia menyembunyikannya?

“Saranghae… Kim Hyun Na…”

“MWOYA???!!!” aku kaget setengah mati. Dia cinta padaku? Tidak mungkin! Aku kira dia mencintai Se Hyoung itu, jadi aku mengubur dalam-dalam perasaanku padanya. Dan sekarang… aku tidak cinta lagi dengannya. Aih…

“Cepat masuk… ” lalu dia mendorong tubuhku cepat, ke dalam ruangan yang sedikit gelap itu.

“Tapi Sungmin, berarti aku tidak bisa bertemu denganmu lagi?” dia tersenyum. Aih… aku tak butuh senyummu, aku butuh jawaban mu!

“berbahagialah untukku Hyun Na… aku selalu di hatimu” dia memelukku hangat dan meninggalkanku sendirian di ruangan ini. Eomma… aku takut…

‘Oke Hyun Na… kau tinggal memasuki cermin itu lalu masuk ke dalam dan tara… kau akan selamat’ gumamku sendiri dalam hati. Oh iya, bukankah kata orang-orang, disini ada singa ya? Mana singanya? Dia takut denganku? Haha…

Baru beberapa langkah aku mendekati cermin itu, tiba-tiba ada ada sesuatu yang bergerak-gerak di belakang cermin… apa itu? Bentuknya seperti tali tambang dan berwarna kuning kecoklatan dan ada lorengnya. Tunggu! Loreng?

“apa yang kau lakukan disini, gadis kecil?” dia menampakkan wajahnya dari balik cermin. Astaga… dia besar, ah tidak-tidak, dia raksasa… aduh bagaimana ini?

“a-anu… aku mau i-itu, ma-masuk kedalam ce…cermin” kataku menahan takut. Aigoo… tinggiku saja baru setengah badannya, bayangkan saja sendiri betapa besarnya dia. Ngomong-ngomong dia makannya apa ya?

“kau harus menjawab 1 pertanyaan dariku gadis kecil” singa itu pun duduk menghadapku. Tolong jangan makan aku…

“mwo?” tanyaku. Aku takut tidak bisa menjawabnya. Tiba-tiba…

BRAKKKKK

Monster tadi? Dia kesini? Mau ngapain? Aduh gawat ini.

“siapa kau! Berani-berani nya kau…” belum selesai si singa itu berbicara, monster itu menghajarnya. Mereka berdua berkelahi dan pertempuran berlangsung lama. Aku harus bagaimana?

“ma-masuklah kedalam cermin itu gadis ke-kecil…” ucap singa itu terbata-bata. Sepertinya dia sekarat.

“mwo? Lalu bagaimana dengan pertanyaannya?”

“a-aku mengizinkanmu… cepat masuk, dan ingat… ka-kau harus mengembalikan seorang yeoja manusia kesini dalam waktu kurang dari 3 bulan. Kalau tidak, ka-kau akan mati” kulihat tubuhnya langsung jatuh ke tanah. Terkulai lemas, dan sekarang sasaran monster itu adalah aku.

Aku harus cepat masuk ke cermin itu! Aku tidak takut diikuti lagi karena monster tidak bisa masuk ke cermin, yang bisa hanyalah elf.

1…

2…

3…

Aku menerobos cermin itu, banyak cahaya yang menyilaukan dan kemudian cahaya itu membawaku… ke suatu tempat, ke cermin lain lebih tepatnya. Cermin di dunia manusia…

Lee Donghae POV

Aih… apa ya yang akan aku lakukan siang ini? Aku sedang libur kerja (hari ini hari minggu). Di rumah hanya sendirian (aku tinggal sendiri di rumah, sedangkan orang tuaku ada di kampung halamanku). Mungkin lebih baik kalau aku keluar rumah hari ini, menghirup udara segar.

Dengan cepat aku mengganti baju dan berkaca sebentar, tampan sekali wajahku haha. Aku pun langsung melangkah ke arah pintu. Tapi, belum kupegang gagang pintu kamarku, aku mendengar sesuatu. Kulihat kebelakang…

“DUKKK” seorang yeoja berambut panjang keluar dari kaca. MWO??? Kaca? Bagaimana caranya? Yeoja ini membuatku takut.

“Si-siapa ka-kau…” tanyaku terbata-bata. Astaga… aku baru menyadari kalau telinganya panjang. Sebenarnya dia ini siapa? Dia manusia atau apa?

“ah… mianhe telah mengganggu… perkenalkan, namaku Hyun Na, Kim Hyun Na” katanya sambil tersenyum padaku. Wah, dia bisa bicara bahasa manusia. Lalu? Kalau dia manusia, kenapa telinganya panjang? Dia di kutuk?

“em… Lee Donghae imnida… kau dari mana? Kau manusia? Kenapa bisa keluar dari cermin? Telingamu kenapa tidak sepertiku?” tanya ku banyak. Aku benar-benar penasaran sekaligus merinding melihat kejadian yang tadi (keluar dari cermin).

“mianhe membuat mu takut… baiklah akan ku ceritakan, tapi kuharap kau bisa jaga rahasia…” dia kemudian duduk di tempat tidur, dan menepuk-nepukkan tempat kosong di sebelahnya, menyuruhku untuk duduk. Baiklah, sebenarnya ini kamar siapa?

Dia menceritakan semuanya padaku, mulai dari negerinya yang bernama, godrol eh gondor, eh entahlah… lalu temannya yang bernama Sungmin itu, dan bagaimana dia bisa sampai kesini. Dan juga tentang dia diberi 3 bulan untuk menemukan yeoja manusia sebagai pengganti dirinya di dunia manusia.

“elf? Jadi kau itu elf?” tanyaku.

“yup… oh iya, tolong bantu aku mencari yeoja itu ya? Kau tidak keberatan bukan?” kulihat matanya penuh harapan. Dia sangat butuh bantuanku.

“oke… baiklah… dan pakailah ini…” kuberikan dia kerudung kepala untuk menutupi telinga elfnya itu. Kan tidak enak kalau kubawa dia keluar dengan telinga seperti itu.

“ah… untuk menutupi telinga ku ya? Gomawoyo… oh iya, satu lagi Donghae-ssi” kuputar tubuhku kearahnya. Huft padahal aku baru berjalan beberapa langkah.

“panggil Donghae saja, apa lagi?”

“boleh aku tinggal disini?” setelah kupikir-pikir, mungkin tidak apa-apa membiarkan yeoja elf ini di rumah ku sementara, karena satu-satunya manusia yang mengetahui kalau dia itu elf hanyalah aku (baru aku maksudnya).

“baiklah, tapi kau tidak tidur disini, kau tidur di kamar tamu saja. Sudah dulu, aku mau ke luar sebentar” kataku kembali melanjutkan langkahku.

“gamsahamnida” akupun hanya tersenyum padanya. Kurasa hari-hari akan dilalui dengan menyenangkan karena aku punya teman di rumah.

***

Pagi hari~

“YAK! IREONA!” kubuka mataku sedikit, aihhh ternyata yeoja elf itu. Berani sekali dia membentakku, padahal aku sudah berbaik hati menyediakan tempat tinggal untuknya.

“Donghae… bangunlah… aku sudah mempersiapkan sarapan pagi untuk mu.” Suaranya kali ini lebih pelan. Hey-hey… dia kenapa? Tunggu dulu, sarapan?

“sa-sarapan? Kau bisa masak?” tanyaku tak percaya. Aku hanya takut dia memasukkan sesuatu yang aneh di makananku.

“tentu saja. Makanan elf dan manusia itu sama. Kau kira aku makan apa? Makan daun? Haha jangan bercanda! cepatlah bangun!” dia langsung menghilang di balik pintu kamarku. Kurasa dia harus sabar membangunkanku.

Kulangkahkan kakiku dengan malas ke ruang makan, ingin melihat bagaimana hasil masakannya, apakah aneh, enak, lezat, atau…?

“i-ini…”

“ini bulgogi dan kimchi buatan ku, aku harap kau suka. Selamat makan…” dia langsung duduk di tempat duduk dan makan dengan perlahan. Ngomong-ngomong kalau begini dia cantik juga. Eh? Ngomong apa sih aku ini?

“wah enak…” aku kaget, ternyata bulgogi dan kimchi buatannya enak. Baguslah sekarang aku punya koki di rumah, jadi aku tidak perlu merusak perutku dengan jajangmyeon tiap hari.

“gomawoyo… kalau begitu lain kali aku akan masak lagi.” Dia pun tersenyum, senyum yang tulus.

Beberapa menit kami habiskan untuk diam. Kami larut dalam pikiran masing-masing. Yang aku pikirkan adalah keajaiban di depan ku ini. Aku masih merasa bertemu dengannya adalah mimpi.

“hari ini kau akan kemana?” akhirnya dia membuka percakapan diantara kami.

“em… aku mau berangkat kerja jam 9 pagi ini. Aku kerja di cafe, dan aku pulang sore hari sekitar jam 4. Memangnya kenapa?”

“kurasa aku akan bosan di rumah ini sendirian. Tolong ajak aku ke cafe mu itu, sekaligus juga aku mau melamar pekerjaan disana. Aku menjadi tidak enak kalau lamalama merepotkanmu” ujarnya.

“mwo? Bekerja? Bagaimana kalau nanti orang-orang akan tahu kalau kau adalah elf? Aku tidak mau kau kenapa-kenapa. Lagi pula aku tidak merasa direpotkan.”

“sudah kuputuskan, dan keputusanku tidak dapat diganggu gugat!” aishhh… yeoja ini betul-betul egois.

“baiklah, nona keras kepala”

***

Kim Hyun Na POV

Haha… Donghae pasti marah denganku. Aku memaksanya untuk membawaku ke cafe tempat dia bekerja. Asal kau tahu saja, semua itu kulakukan agar aku bisa selalu dekat dengannya. Pertama kali ku melihatnya, hatiku serasa langsung direnggut semua olehnya. Wajah teduhnya itu, matanya aihhh… Tidak dapat ku sangkal lagi, aku jatuh cinta padanya pada pandangan pertama.

Pagi ini, dia membawaku ke cafenya dengan berjalan kaki. Yah… walaupun dia mempunyai motor, dia lebih memilih jalan kaki karena cafenya terbilang cukup dekat dengan rumahnya. Dia hanya memakai motornya untuk bepergian jauh, jadi bisa dibilang dia itu hemat… atau pelit ya? Ah aku tidak perduli! Yang penting aku bisa berdua dengannya.

Aku berjalan dengannya berdampingan. Kulihat, dia hanya memakai kaos oblong biasa dan celana jins yang warnanya agak luntur dan sedikit robek di lututnya. Tapi…walau bajunya terbilang biasa, kalau Donghae yang memakai, jadi lebih keren haha. Sedangkan aku? Aku hanya memakai baju dress selutut yang dibelikan oleh Donghae tadi, wahhh baik sekali. Dan juga aku memakai kerudung kepala untuk menutupi telingaku tentu saja.

“Donghae-a…”

“hhhmmm?”

“gomawoyo…”

“untuk?” aduh dia ini, tidak mengerti sekali -.-

“untuk sudah menolongku, dan mau membantuku”

“kau kira, aku memberinya dengan cuma-cuma? Semua itu ada imbalannya, Hyun Na!” imbalan? Aish dia ini, ternyata tidak sebaik yang kukira.

“mwo? Imbalan? Imbalan apa?” awas saja kau kalau sampai meminta yang aneh-aneh!

“kita lihat saja nanti!” kulihat dia menyeringai dan tertawa evil sambil mempercepat langkahnya. Dasar…

“YAK! AWAS KAU!” kukejar dia yang sudah jauh didepanku. Awas kau Lee Donghae!

Setelah beberapa lama berjalan (tentu saja diselingi dengan gurauan-gurauan ala Donghae) kami sampai di suatu tempat yang dari luar terlihat seperti cafe. Hmmm lumayan, interiornya bagus.

“tara… ini tempatnya!” kenapa dia senang sekali? Harusnya kan aku yang senang karena perjalanan ini sudah selesai, dasar orang aneh.

“ruang manager dimana?” tanyaku. Aku harus melamar pekerjaan disini, semoga diterima. Kalau bisa aku mau langsung bekerja hari ini. Aku ingin melihat Donghae memakai baju waiter. Pasti lucu haha.

Donghae menunjuk sebuah ruangan yang pintunya ditutup rapat. Terlihat tulisan di depan pintunya ‘Ruang Manager’. Ayo siapkan mentalmu Hyun Na! Aku melihat donghae hanya mengepalkan tangannya keatas, tanda memberi semangat kepadaku.

TOK TOK TOK… kuketuk pintu ruangan manager itu.

“masuk!” kata suara dari dalam. Sepertinya suara yeoja. Kubuka pintu itu, ada kulihat seorang yeoja yang duduk dikursi dengan laptop didepannya. Rambutnya dikepang dua dan menggunakan pita bandana di kepalanya. Hem… sepertinya dia masih SMA. Berarti lebih tua aku dong, aku kan 19 tahun. Haha tapi hebat juga ya, baru sekecil dia sudah mengurus cafe seperti ini. Kuacungkan jempol untuknya.

“silahkan duduk, apa kau ingin melamar pekerjaan?” katanya langsung to the point.

“iya… aku ingin menjadi pelayan disini kalau boleh.”

“apa kau bisa melayani tamu dan mencuci piring?” tanyanya. Aih yang benar saja! Hanya itu? Tentu saja aku bisa. Kau suruh aku memasak makanan di restoran ini juga aku bisa!

“tentu saja aku bisa” kataku antusias.

“baiklah kau diterima. Kau bisa langsung kerja dan ambil seragammu di ruang pelayan.” Dia langsung kembali berkutat dengan laptopnya itu.

“ha-hanya itu?” aku kebingungan. Hanya itu pertanyaannya?

“tentu saja. Kau mau aku berbuat apa? Melihat sertifikat atau melihat ijazahmu atau apa? Itu tidak berarti apa-apa karena yang aku butuhkan adalah pelayanan yang baik. Aku akan melihat hasil kerjamu nanti apakah kau layak atau tidak bekerja disini.” Hem begitu ya? Baiklah… aku akan berusaha agar aku tetap bekerja disini.

“ba-baiklah… terima kasih” aku membungkukkan badanku dihadapan nya lalu pergi kebelakang.

“tunggu!” aku membalikkan tubuhku kebelakang, melihat kearahnya.

“siapa namamu?” tanyanya. Oh iya aku lupa memperkenalkan namaku! Baboya!

“Kim Hyun Na imnida, kau bisa memanggilku Hyun Na”

“nama yang bagus… namaku Song Ma Rie… senang bertemu denganmu Hyun Na. Semoga berhasil” dia tersenyum padaku. Gadis ini ternyata manis juga. Padahal tadi dia bersikap dingin padaku.

“gomawoyo” kataku membungkuk lagi dan berjalan ke ruang para pelayan.

Akhirnya aku diterima juga, aku senang sekali. Aku jadi bisa melihat Donghae setiap harinya haha setiap hari akan jadi indah bagiku. Aku memasuki ruangan pelayan dengan senyum sumringan.

“Oethokeh?”

“aih Donghae-a aku senang sekali! Aku diterima!” tanpa disadari aku memeluk Donghae dengan sangat erat saking senangnya. Setelah sadar, aku langsung melepaskan pelukanku darinya. Kulihat mukanya kaget (sangat kaget lebih tepatnya).

“mi-mianhe…” aduh pasti mukaku sudah merah sekali. Ceroboh sekali aku ini! Babo babo!

“n-ne gwencana…” dia gelagapan sekali, kenapa ya?

“kau kenapa? Oh iya, baju seragamku mana?” tanyaku, mencoba melupakan kejadian tadi.

“ah bukan apa-apa. Itu disana. Bekerja yang baik ya disini!” dia tersenyum dan menepuk-nepuk kepalaku lembut. Aigoo aku senang sekali. Aku janji, malam ini aku akan membuat makan malam spesial untuknya hehe. Sepertinya aku benar-benar gila. Ya… gila karenanya.

“kau baik-baik saja? Kenapa bengong?” dia menggerakkan tangannya di depan mukaku. Aduh salah lagi.

“sudah sana kerja! Jangan menggangguku lagi!”

“baik lah nona cerewet! haha” akhirnya punggung indah itu menghilang di balik pintu. Kenapa aku mengusirnya? Babo!

Author POV

Pekerjaan hari ini dijalani Hyun Na dengan semangat tentu saja rasa lelah dan capek semuanya hilang hanya karena melihat Donghae. Walaupun Donghae tidak melihatnya karena Donghae memang selalu serius dengan pekerjaannya.

Setelah sore hari, mereka pulang. Tapi sebelum pulang, mereka ke supermarket terdekat karena Hyun Na ingin membeli bahan-bahan untuk makan malam. Setelah semuanya selesai mereka pulang ke rumah Donghae dengan berjalan kaki. Dan kembali ke rumah dengan selamat.

Sampai di rumah mereka membersihkan diri dan mandi. Kemudian memasak (yang memasak Hyun Na tentu saja). Dia akan membuat makanan spesial untuk Donghae karena tadi dia senang sekali.

Semua bahan-bahan telah disiapkan dan Hyun Na memasak dengan serius. Dia tidak mau ada kesalahan yang membuat makanannya menjadi hancur lebur. Dia harus konsentrasi.

Setelah makanan jadi, Hyun Na membersihkan meja makan dan semuanya telah siap di atas meja. Hyun Na berharap makanannya membuat Donghae mimpi indah malam ini haha.

Dia naik ke atas (rumah Donghae ada 2 lantai) menuju kamar Donghae. Dan…

Kim Hyun Na POV

Akhirnya selesai juga aku memasak ddeokbokki. Entah kenapa tiba-tiba di pikiranku ada ddeokbokki hem… aku juga membuat beberapa kimbab. Kuharap dia suka… aku membuatkan ini spesial untuknya. Aih aku benar-benar mabuk cinta (?).

Sudahlah dari pada aku memikirkan yang aneh-aneh, lebih baik aku mengajak Donghae makan. Dia sudah selesai mandi belum ya? Ah pasti sudah… masa’ dia madi hampir 1 jam… tidak mungkin kecuali, kalau dia luluran haha.

Aku menuju kamar Donghae yang terletak di lantai dua karena rumahnya ada dua tingkat. Capek juga sih harus naik tangga, tapi ya bagaimana, ini kan bukan rumah ku -.-

TOK TOK TOK… kuketuk kamar pintu Donghae.

“masuk…” kata orang di dalam. Hem bagus, berarti dia sudah selesai mandi. Ku buka gagang pintu dan mendapatkan dia sedang…

“YAK! Kenapa kau tidak pakai baju! Hanya celana pendek selutut! Kau ini!” namja ini benar-benar bodoh. Menyuruhku masuk sedangkan dia belum memakai baju. Dia mau menggoda ku? Oke, kuakui dia punya otot yang… yah… besar.

“memangnya kenapa? Kau tergoda ya? haha” deg… dia bisa menebak pikiranku. Aku harus cepat-cepat keluar dari sini, mukaku panas rasanya.

“terserah apa katamu! Pokoknya cepat pakai baju! Aku sudah menyiapkan makan malam!” aku langsung menutup pintunya dengan keras. Haduh-haduh mukaku panas.

Aku kembali ke ruang makan, menunggunya turun. Aduh… kenapa lama sekali? Aku sudah lapar. Apa aku makan duluan ya? Ah jangan-jangan… tidak sopan, ini kan bukan rumahku, jadi aku tidak boleh seenaknya.

“maaf menunggu lama nona…” seringaian itu. Ingin aku pukul mukanya dengan piring di meja ini, tapi kuurungkan niatku karena aku sudah capek-capek menatanya tadi.

“wah apa ini? Ddeokbokki? Dan… kimbab? Kau ini… benar-benar tau apa yang ingin aku makan sekarang” dia tersenyum padaku. Wah dia senang, bagus! Jadi aku tidak sia-sia memasakkan semua ini.

“kau suka? Makanlah… habiskan ya” aku tidak bisa menahan senyum bahagia ku. Aku benar-benar senang sekali. Makanan buatanku disukai oleh orang yang aku sukai.

“kau juga makan” aku mengangguk. Tentu saja aku harus makan! Sebenarnya kan aku sudah menahan lapar dari tadi. Makanan… masuklah ke mulutku! Haha…

“hei! Pelan-pelan! Kau jorok sekali!” ah saking laparnya aku jadi tidak pelan-pelan makan. Huft hancur sudah image ku. Aku hanya tersenyum innocent padanya.

“ngomong-ngomong… masakanmu enak juga. Kenapa kau tidak jadi koki saja di cafe tempat ku bekerja? Kenapa harus jadi pelayan sepertiku?” karena aku mau dekat-dekat denganmu!

“ah tidak apa-apa… aku hanya tidak ingin” jawabku berbohong.

“ohhh begitu… sayang juga sih tapi, kau kan sudah jadi koki untukku, jadi kau tidak bisa jadi koki ditempat lain”

“maksudmu?” aku semakin tidak mengerti dengan nya.

“lupakan saja, tidak penting haha… habiskan makananmu! Aku tidur duluan” dia meninggalkan ku sendiri, disini. Aih… dia makan cepat sekali. Aku kan takut kalau sendirian.

Aku cepat-cepat menyelesaikan makananku lalu mencuci piring. Akhirnya selesai sudah. Aku pun kembali ke kamar. Sudah jam 10 malam tapi aku tetap tidak bisa tidur.

Tiba-tiba aku teringat appa dan eomma ku, juga Sungmin. Aku merindukan mereka. apa mereka menghawatirkanku? Apa yang mereka sedang lakukan sekarang. Aku bahkan belum berpamitan dengan mereka, anak macam apa aku ini! Benar-benar menyedihkan.

Basah… pipiku basah… ternyata aku menangis. Tidak. Aku tidak boleh menangis. Kalau Donghae mendengar, bisa-bisa aku di tertawakan olehnya. Tapi… aku benar-benar merindukan mereka semua.

“hiks hiks. Oemma… Appa… Sungmin… mianhamnida… ” aku menyender di tempat tidur dan memeluk lututku. Sungguh aku benar-benar yeoja bodoh. Tapi mau bagaimana lagi. Aku tidak bisa kembali ke cermin itu. Aku terkurung disini.

Lee Donghae POV

Huah… makanannya enak sekali. Darimana ya dia belajar masak? Mungkin kalau nanti dia jadi istriku, aku akan menunggu setiap masakannya. Mwo? Apa yang aku pikirkan? Donghae-donghae… kau saja baru kenal dengan yeoja itu.

Aku kembali ke kamarku dengan perut kenyang. Siap-siap tidur huah… eh tiba-tiba aku teringat sesuatu, apa ya? Oh iya, apa semua pintu terkunci dengan rapat? Lebih baik aku periksa dulu.

Ternyata semuanya sudah dikunci, mungkin Hyun Na yang menguncinya, baiklah aku kembali kekamar. Sebelum aku masuk ke kamarku, aku melewati pintu kamar Hyun Na.

‘seperti suara tangisan’ pikirku. Apa dia menangis? Dia kenapa? Apa aku salah? Apa aku harus masuk? Ah tidak-tidak. Memangnya aku perduli! Kujalankan kakiku beberapa langkah. Tapi, baiklah aku akan memeriksanya, apa dia benar-benar menangis.

Krekkk… kubuka pintunya perlahan dan…

“Hei… kau kenapa??? Hei! Bangun!” kutemukan dia tergeletak disamping tempat tidurnya. Semoga dia tidak apa-apa. Aku menggendongnya ke atas tempat tidurnya. Kulihat matanya bengkak seperti habis menangis. Sebetulnya dia kenapa.

Sepertinya aku harus menunggui dia tidur malam ini. Kuambil kursi di dekat ku dan mundudukinya di samping tempat tidur Hyun Na. Kalau dilihat dari dekat, ternyata dia lebih cantik dari yang kukira.

***

“Hei! Sedang apa kau disini!” aku mengerjap-ngerjapkan mataku. Ooohhh ternyata sudah pagi, dan sepertinya yeoja ini tidak apa-apa.

“tidak apa-apa. Mungkin semalam aku jalan sambil tidur, jadi tidak sadar kalau aku tidur disini” ucapku berbohong. Bisa-bisa aku ditertawakan kalau aku menugguinya tidur. Aku langsung bergegas ke kamarku dan tak perduli dengan teriakkannya memanggilku.

Aku baru ingat kalau hari ini aku harus bekerja, jadi mungkin lebih baik kalau aku mandi sekarang karena sudah jam 8. Lagi pula agar aku lebih segar.

Setelah selesai mandi, aku memakai baju biasa, kaos oblong dan celana jins. Kuketuk kamar Hyun Na dan memastikan kalau dia sudah mandi.

“heh… kau sudah mandi belum? Mau berangkat denganku tidak?” kataku sambil mengetuk pintunya.

Tiba-tiba pintunya terbuka. Dia keluar dari kamar dengan baju dan celana panjang selutut. Bau harum badannya begitu harum. Ah… mulai deh aku memikirkan yang aneh-aneh.

“kajja”

@kafe

Kim Hyun Na POV

Huahhh lelah sekali ya melayani tamu. Tadi sempat ada pelanggan yang komplain karena tadi si Eun Ji tidak sengaja menumpahkan kopi di meja pelanggan, ckck dia benar-benar ceroboh.

Sekarang sedang istirahat, aku ingin mencari Donghae dan menagjaknya makan siang bersama. Sekarang dia dimana ya?

“haha kau ini!” kudengar ada suara yeoja tertawa. Berasal dari ruang manager. Ada apa ya? Aku jadi penasaran.

“hahha memangnya kenapa?” kali ini suara namja. Chakkaman! Aku kenal suara ini. Mungkinkah?

Kuberanikan diriku mengintip dari jendela. Ternyata benar. Donghae dan Ma Rie sedang berdua di ruangan ini. Tapi apa yang mereka lakukan?

DEG… aku tersentak ketika melihat Donghae mengacak-ngacak kepala Ma Rie. Mereka kelihatan akrab sekali. Jadi? Cintaku bertepuk sebelah tangan? Hiks… sedihnya…

Kulihat mereka berpelukan, hati serasa remuk. Seperti di tusuk sebilah pisau, sakit. Kukira Donghae mengetahui perasaanku kepadanya, tapi kurasa tidak. Aku salah. Donghae tersenyum ternyata bukan untukku, tapi untuk Ma Rie. Tiba-tiba aku teringat Sungmin.

“Sungmin-ah… kau tahu? Aku sedang sakit hati sekarang. Mianhe aku tidak bisa bahagia disini untukmu…” aku berlari keluar kafe ini. Aku ingin pergi ke suatu tempat untuk mencurahkan sakit hatiku ini. Aku ingin mengeluarkan semuanya. Aku…

Tiba-tiba, sebuah mobil datang dari arah sampingku. Sepertinya aku tertabrak. Darah mengalir dari keningku. Aku mual mencium bau darah itu. Aku pusing, dan kemudian… semuanya menjadi gelap

TBC

Huah akhirnya selesai juga, oh iya, tolong coment ya😀 aku pengen tahu fanfict ku ini gimana di mata readers. Gomawoyo😀

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s