I’m Not Your Wife, But I Love You ♥ [Part-1]

Standar

 

Title: I’m not your wife, but i love you ♥ [part1]

Author: Vdlitanasuciara

Cast: Eunhyuk Super Junior, Lee Chunghee, Donghae Super Junior, Chaekyung and other cast :)

»♥«»♥«»♥«»♥«»♥«

“Hyuk, aku mau ngomong” kataku.

“Apa lagi ? Kau mau bilang kalau laki laki itu lupa ingatan dan mengira kamu istrinya ?” tanya Eunhyuk emosi.

“Memang itu yang terjadi ! Kau benar benar tidak mengerti posisiku dan keadaanku, Hyuk. Aku mohon mengertilah” aku bingung harus menjelaskan seperti apa lagi pada Eunhyuk.

“Harus mengerti seperti apa lagi ? Dia bisa memelukmu dan menciummu sesuka hatinya. Terlebih lebih dihadapanku. Seharusnya kau yang mengerti keadaanku” kata Eunhyuk.

“Apalagi dia menginap dirumahmu. Tidur satu kamar dan satu ranjang kan ? Apa kau sudah melakukannya ?” tanya Eunhyuk.

“Hyuk, aku ini tunanganmu. Berani beraninya kau berkata seperti itu ? Kau harus tahu, aku nggak pernah tidur sama dia. Dan aku nggak pernah ngelakuin apa pun” jawabku dengan sedikit kesal.

Nunmuri da mareugi juhne ddo heullyuhya haessuhdduhn geu nare

Uhdoom sogesuh nae soneul jabajwuhsuh

Amu maruhbshi jikyuh bwajwuhsuh

“Apa ?” aku mengangkat telpon dengan ketus.

“Pulanglah” kata laki laki itu singkat.

“Aku lagi ada urusan” jawabku pendek.

“Tapi aku kesepian di rumah” kata laki laki itu lagi.

“Yasudah, keluarlah” kataku.

“Kemana ?” tanyanya.

“Terserah. Sudah ya, aku mau melesaikan urusanku dulu” jawabku dan langsung menutup telponku.

“Suamimu tercinta ya yang menelponmu ?” tanya Eunhyuk ketus.

“Hyuk, aku mohon. Aku cuma sayang sama kamu. Cintaku hanya untukmu” jawabku sambil menangis.

“Apa aku perlu berlutut dihadapanmu supaya kamu percaya ? Aku sudah putus asa meyakinkanmu, Hyuk” tangisku semakin pecah.

Eunhyuk hanya diam.

Satu kata pun tidak keluar dari mulutnya saat ini.

Aku rasa satu satunya cara untuk membuat Eunhyuk yakin akan perasaan dan cintaku hanya dengan berlutut dihadapannya.

Tanpa ragu ragu lagi, aku berlutut dihadapannya.

Dengan wajah yang sudah banjir dengan air mata,

aku memohon padanya agar dia percaya akan perasaanku ini.

Eunhyuk terlihat kaget saat melihatku berlutut dihadapannya.

“Aku percaya denganmu. Maafkan aku yang sudah berkata tidak tidak padamu” Eunhyuk memelukku dan mulai menangis.

“Saranghaeyo, Chunghee” lanjutnya.

“Naddo” jawabku singkat.

»♥«»♥«»♥«»♥«»♥«

“Aku pulang” kataku saat memasuki rumah.

“Chunghee, Chunghee” panggil laki laki itu.

“Apa, Hae ?” tanyaku santai.

“Aku punya sesuatu untukmu” jawabnya semangat.

“Tunggu sebentar ya” lanjutnya.

Tak lama kemudian dia kembali kehadapanku dengan membawa satu kotak dengan pita berwarna merah jambu.

“Untukmu. Hanya untuk istriku seorang” katanya sambil menyodorkan kotak itu padaku.

“Untukku ? Untuk Lee Chunghee ?” tanyaku heran bingung tidak mengerti *Chunghee dodol, heran;bingung;tidak mengerti itu satu makna = shock!*.

“Aduh, iya sayang” jawabnya gemas.

“Boleh aku buka ?” tanyaku lagi.

“Ya memang harus kamu buka” jawabnya datar.

“Baiklah” aku membuka kotak yang diberikan oleh ‘suami’ku, Donghae.

Isi dari kotak itu adalah gaun berwarna putih yang dipenuhi dengan pita biru muda.

Ini gaun termanis yang pernah aku dapatkan.

Warnanya bersih sekali.

“Kau tidak suka ? Kok diam ?” tanya Donghae.

“Ani. Aku diam karena kagum. Aku nggak pernah dapet gaun seindah ini. Kamu beli dimana gaun ini ? Bagus sekali” jawabku.

“Pingin tahu saja. Biar lebih afdol, kamu cobain deh. Pasti kamu lebih keliatan cantik” kata Donghae.

Aku mengangguk senang dan langsung berlari ke kamar untuk mencoba gaun itu.

Setelah memakai gaun itu,

aku langsung menunjukkan pada Donghae.

“Donghae, bagus nggak ?” tanyaku semangat.

“Banget. Pas di kamu. Kamu kelihatan lebih cantik” jawab Donghae.

“Jinja ?” aku tersipu malu.

Kedua pipiku mungkin sekarang sudah berubah menjadi merah.

Wajahku sudah seperti kepiting rebus yang ada di restaurant seafood.

“Kau terlihat sangat cantik” kata Donghae sambil mendekatiku.

“Donghae, terima kasih” kataku sambil tersenyum manis.

»♥«»♥«»♥«»♥«»♥«

FLASHBACK~

Kalau tahu bakal kehujanan seperti ini, aku tadi bawa payung Upin-Ipinku -.-”

Aku terus berlari menerjang hujan yang sedari tadi menyerangku.

Langkah kakiku terhenti karena seorang laki laki terkulai lemas di jalan.

Untung jalan sepi,

coba tidak dia bisa tertabrak mobil.

Aku mendekati laki laki itu.

“Tuan, bangunlah” aku berusaha membuat laki laki itu sadar.

“Tuan” panggilku lagi.

“Kau siapa ?” tanya laki laki itu.

“Aku Lee Chunghee. Bangunlah, sekarang sedang hujan. Pulang” jawabku sambil membantunya duduk.

“Chunghee ? Istriku” katanya sambil memelukku.

“Mwo ? Istri ? Bukan” jawabku sambil melepas pelukannya.

“Iya. Kau istriku. Kau lupa aku ? Aku Lee Donghae” laki laki itu masih ngotot dan terus mengira aku istrinya.

“Rumahmu dimana ?” tanyaku.

“Entahlah. Aku lupa. Aku hanya ingat namaku dan namamu. Itu saja. Yang lain aku tidak ingat” jawabnya.

Dia amnesia ?

Tapi amnesia macam apa ini,

kok inget namanya dan namaku bukan tapi nama istrinya saja ?

“Tidak ada yang lain ?” tanyaku lagi.

Dia hanya menggeleng pelan.

Aku menghela nafas panjang.

“Baiklah. Ayo ikut aku. Kita harus cepat pulang sebelum kita sakit. Kkaja” aku mengajak laki laki itu pulang.

“Berdirilah. Nanti kalau kau sakit siapa yang repot ? Aku. Kau ingin aku repot ?” tanyaku.

Dia hanya menjawab pertanyaanku dengan gelengan kepala.

“Mangkanya. Ayo, pulang” ajakku.

Dia langsung berdiri dan tersenyum.

Aku harap ingatanmu cepat kembali.

“Berlari di tengah guyuran hujan bersamamu terasa romantis” katanya pelan.

“Biar romantis kita langsung pulang pake taksi” godaku.

Aku langsung mencegat taksi dan langsung pulang.

»♥«»♥«»♥«»♥«»♥«

“Keringkan badanmu” kataku sambil memberinya handuk.

“Ini handukku ? Kenapa warnanya pink ?” tanyanya.

“Ah cerewet, dari pada sakit. Sudah cepat ganti baju sana” jawabku.

“Bajuku diletakkan dimana ya ?” tanyanya lagi.

Aigoo~

Aku nggak punya baju cowok.

Mana dia nggak bawa apa apa lagi.

Mungkin ada bajunya Eunhyuk ketinggalan disini.

Aku cek dulu deh.

“Sebentar ya, aku cari dulu” kataku seadanya.

Dia mengangguk mengerti.

Aku langsung mencari baju yang pas untuknya.

“Seingetku Eunhyuk pernah numpang nyuci di sini trus ketinggalan. Dimana ya sekarang ?” gumamku pelan sambil terus mencari baju yang aku maksut.

“Nah ini. Cukup nggak ya ? Cukup kayanya” kataku sambil melihat kaos milik Eunhyuk yang bergambar monyet.

“Celananya juga” tambahku sambil mengambil celana hitam milik Eunhyuk (juga).

Aku langsung kembali kehadapan Donghae dan menyodorkan kaos serta celana milik Eunhyuk.

“Pakai ini untuk sementara waktu. Nanti kalau aku udah mandi, aku ajak ke Mall buat beli pakaian untukmu. Sekarang cepat keringkan badanmu. Mau aku buatkan coklat hangat ?” kataku.

“Boleh. Terima kasih” jawabnya sambil memelukku.

“Sudah sana keringkan badanmu” kataku sambil melepaskan pelukannya.

Donghae langsung pergi tapi tak lama kemudian dia kembali.

Padahal aku belum bergerak sama sekali.

“Kamar mandinya dimana ?” tanya Donghae.

“Sini aku tunjukkin” kataku sambil menariknya ke depan pintu kamar mandi.

“Nih. Bisa kan buka pintunya ?” sindirku.

“Ya bisa dong, sayang” jawabnya.

“Yaudah, sana sana masuk” kataku.

Dia langsung masuk ke dalam kamar mandi.

Aku langsung ke dapur untuk membuatkan coklat hangat untuknya.

Setelah itu ganti baju dan bersiap mengantarkannya membeli pakaian.

»♥«»♥«»♥«»♥«»♥«

@Mall …

“Mau beli pakaian yang seperti apa ?” tanyaku.

“Yang murah saja” jawabnya.

Pasrah sekali orang ini.

“Yaudah, ikut aku” aku menariknya menuju toko pakaian langganan Eunhyuk.

“Pilih yang kamu suka” kataku singkat saat sampai di toko pakaian favorit Eunhyuk.

“Tapi pakaian ini bermerk semua. Mahal” katanya.

“Kalau gitu, aku yang milihin buat kamu” kataku sambil melihat lihat pakaian yang cocok untuk Donghae.

Setelah memilih beberapa pakaian yang cocok,

aku langsung membayarnya.

“Chunghee, apa nggak mahal ? Satu pakaian saja sudah segitu. Kamu beli banyak banget” tanya Donghae.

“Dari pada kamu nggak pake baju” jawabku seadanya.

“Yuk pulang” ajakku setelah membayar semua belanjaan hari ini.

“Bawa sendiri nih” lanjutku sambil memberikan tas belanjaan padanya.

FLASHBACK END …

»♥«»♥«»♥«»♥«»♥«

“Donghae, apa sudah ada sesuatu yang kamu ingat ?” tanyaku saat makan malam.

“Belum. Kenapa ?” tanyanya datar.

“Nggak. Aku cuma ingin ingatanmu cepat kembali” jawabku.

Aku melanjutkan makanku dan diam.

Untuk waktu yang cukup lama kami terdiam di meja makan dan mengunyah makanan masing masing.

Nunmuri da mareugi juhne ddo heullyuhya haessuhdduhn geu nare

Uhdoom sogesuh nae soneul jabajwuhsuh

Amu maruhbshi jikyuh bwajwuhsuh

Eunhyuk ?

Ah senangnya.

Bogoshippo, Hyuukkk X)

“Donghae, aku ngangkat telpon diluar sebentar ya” kataku.

Dia hanya mengangguk.

Aku langsung keluar dan mengangkat telponnya.

“Hai, My monkey. Apa kabar ?” kataku saat baru mengangkat telponnya.

“Baik. Lama sekali mengangkatnya ?” tanya Eunhyuk.

“Mianhae. Tadi ada Donghae” jawabku.

“Oh. Kamu ada waktu sebentar nggak ? Aku mau ketemu. Sebentar saja kok” tanya Eunhyuk.

“Bisa. 15 menit lagi di taman dekat rumah ya ?” jawabku.

“Oke. Yaudah sana kembali ke suami palsumu. Aku mau makan dulu. Udah makan ?” tanya Eunhyuk.

“Tadi lagi makan terus kamunya nelpon jadi ta tinggal. Hehehe. Sana sana makan. Nanti sakit lagi” kataku.

“Iya iya. Lanjutkan makanmu” sambungnya dan setelah itu dia menutup telponnya.

Aku kembali ke ruang makan dan melanjutkan makanku.

“Siapa yang menelpon ?” tanya Donghae.

“Temen. Kenapa ?” tanyaku balik.

“Nggak apa apa. Hanya saja kamu keliatan ceria” jawabnya.

“Memang kalau aku senang gembira riang ceria nggak boleh ? Atau jangan jangan kamu cemburu ya ?” tanyaku menylidik sambil mengarahkan sendokku ke wajahnya.

“Mwo ? Ani” jawabnya.

Seandainya kamu cemburu pun,

bukan masalah untukku, Lee Donghae.

“Donghae” panggilku.

Dia menoleh.

“Kau benar benar mencintaiku ?” tanyaku.

Dia terdiam mendengar pertanyaanku.

“Jujur saja. Seandainya kamu nggak cinta aku itu bukan masalah” sambungku.

Aku malah senang jika kamu tidak mencintaiku.

“Aku bingung” jawabnya.

Ah,

semakin rumit.

“Aku selalu yakin kalau kamu istriku tapi kamu tidak berlaku seperti istriku. Aku mencintaimu tapi aku takut. Sebenarnya, kamu istriku atau bukan ?” tanyanya balik.

Aku harus jawab apa ?

Aku harus berhenti bersandiwara sekarang ?

Seharusnya aku tidak bertanya seperti itu tadi.

Aku langsung pergi masuk ke kamar.

“Chunghee” panggil Donghae.

Aku tidak menoleh sama sekali.

Aku terduduk di pinggir tempat tidurku.

“Chunghee, kau marah karena aku bertanya seperti itu ?” tanya Donghae.

Aku masih terdiam.

“Chunghee. Mianhae. Jangan marah lagi ya” lanjutnya sambil memelukku.

Oke, aktingku rupanya berhasil.

“Iya. Aku nggak marah. Udah malem, Hae. Tidurlah” kataku.

“Kamu ?” tanyanya.

“Aku masih harus mengerjakan sesuatu. Ayo tidur” jawabku.

“Tunggu disini sampai aku tidur dulu. Maukan ?” pintanya.

“Baiklah” kataku pasrah.

Tak lama kemudian Donghae sudah tertidur pulas.

“Tidur yang nyenyak ya. Mimpi indah” gumamku pelan.

Aku langsung pergi menemui Eunhyuk.

»♥«»♥«»♥«»♥«»♥«

“Hyuk, maaf telat” kataku dengan nafas ngos ngosan.

“Nggak apa apa” jawabnya sambil tersenyum.

“Ada apa ? Kok malem malem gini mau ketemu ?” tanyaku.

“Aku kangen sama kamu” jawabnya sambil memelukku.

“Aku juga. Maaf ya, gara gara terlalu sibuk sama rumah tangga palsuku aku jadi susah ketemu sama kamu” kataku.

“Nggak apa apa kok. Oiya, aku punya sesuatu untukmu” kata Eunhyuk.

“Apa ?” tanyaku penasaran.

Eunhyuk langsung mengeluarkan sebuah kotak kecil dan memberikannya padaku.

“Buka” pintanya.

Aku hanya mengangguk senang dan langsung membukanya.

“Kalung ?” tanyaku.

Dia tersenyum.

Aku masih terkagum kagum dengan kalung itu.

“Kau tidak suka ? Kok diam ?” tanya Eunhyuk. “Ani. Aku suka banget, Hyuk. Ini bagus banget. Terima kasih ya” jawabku sambil memeluk Eunhyuk.

Eunhyuk kemudian memakaikan kalung itu kepadaku.

Eunhyuuukk, kau membuatku benar benar tidak berkutik.

Aku mencintaimu.

Sangat mencintaimu.

“Kau kini terlihat cantik” kata Eunhyuk sambil tersenyum.

“Ya ampun, baru tau ada monyet yang punya senyum mematikan” godaku.

“Dan monyet itu diciptakan hanya untuk kamu seorang” balasnya sambil mencubit pipiku.

“Eunhyuk” kataku gemas.

“Aku sayang kamu” lanjutku.

“Aku juga” balasnya.

Dan kebersamaan kita malam ini disaksikan oleh ribuan bintang yang melimpah di langit malam.

»♥«»♥«»♥«»♥«»♥«

“Donghae, ayo bangun” aku terus berteriak teriak.

Anak ini dari tadi dibangunin nggak bangun bagun.

“Di grujuk air baru tau rasa tuh anak” gumamku sambil memasang senyum evil ala Cho Kyuhyun *apa apaan ini Kyu dibawa bawa*.

Seember air sudah di tangan.

“Tapi kalau di grujuk nanti kasurku basah. Trus digimanain ya ?” pikirku.

“Ahaaa~” aku sudah menemukan cara.

Aku ciprat cipratkan air di depan wajahnya.

Tapi masih belum bagun juga.

“Diapain lagi nih” aku memikirkan cara untuk membangunkannya.

“Cring” kataku setelah menemukan cara yang ampuh.

“Ya ampun, cewek itu cantik banget. Seksi pula” teriakku di depan jendela.

Seketika Donghae langsung bangun dan berlari kearahku.

“Mana ?” tanya Donghae semangat.

“Kalau denger cewek aja langsung bangun” kataku kesal.

Eh?

Kenapa aku jadi kesal ?

Apa aku mulai menyukainya ?

Nggak mungkin …

“Tuh kan ngambek” kata Donghae singkat.

“Ya kamu sih. Udah di bangunin dari 2 jam yang lalu tapi baru bangun setelah denger cewek seksi. Jahat” balasku.

“Iya deh maaf. Jangan ngambek lagi dong” pintanya.

“Baiklah. Aku nggak akan ngambek lagi. Tapi jatah sarapan hari ini buat kamu nggak ada” jawabku.

“Nggak makan dong ?” tanyanya melas.

“Nggak” jawabku santai.

“Ya Chunghee, aku laper nih” katanya melas.

“Nggak ngurus” jawabku singkat.

“Maaf deh maaf. Chunghee, jangan marah trus bolehin aku makan yaa” pintanya dengan sangat melas plus mengeluarkan puppy eyesnya.

Aku jadi nggak tega.

“Yaudah deh. Sekarang mandi terus habis itu makan. Kalau kelamaan aku tinggal makan dan nggak ada jatah buatmu” kataku.

“Oke Chunghee. Gomawo” jawabnya sambil memelukku.

“Udah sana mandi” usirku (?).

Aku harus masak apa yaa ?

Aku jadi bingung =.=

»♥«»♥«»♥«»♥«»♥«

“Kok belum ada makanannya ?” tanya Donghae.

“Berasnya habis. Terus toko disebelah yang ngejual beras, penjualnya masih mudik” jawabku.

“Yaudah dari pada nggak makan, kita makan diluar aja. Kita ke restoran kesukaanmu” ajak Donghae.

Ya memang bener sih dari pada nggak makan, mending makan diluar.

Sekali sekali makan diluar bareng Donghae boleh lah~

Tunggu tunggu ,

dia tau restoran favoritku ?

Mungkin yang dia maksut restoran favorit istrinya.

Bukan aku …

»♥«»♥«»♥«»♥«»♥«

“Ayam Goreng Upin Ipin” kata Donghae saat sampai direstoran yang dimaksut Donghae tadi.

Dia tahu dari mana kalau aku suka makan Ayam Goreng Upin Ipin ?

Atau mungkin istrinya yang dulu itu juga suka makan ini.

“Restoran favoritmu kan ?” tanya Donghae.

“Iya. Kamu tahu dari mana kalau aku suka Ayam Goreng Upin Ipin ?” tanyaku balik.

“Aku suamimu. Jadi aku tahu apa yang kamu suka dan tidak” jawabnya sambil menarikku masuk.

Orang ini kenapa bisa ngerti apa yang aku suka sih ?

Kalau semua ini sebuah kesamaan antara aku dan istrinya itu rasanya tidak mungkin.

Rumit rumit rumittttt !!

»♥«»♥«»♥«»♥«»♥«

“Makannya yang banyak ya. Aku nggak mau kamu sakit” kata Donghae.

Aku hanya mengangguk dan melanjutkan makanku.

“Kamu nggak makan ?” tanyaku.

“Nggak. Uangku cuma cukup buat beli makanmu. Sudah makanlah. Aku nanti saja” jawabnya.

Uangnya ?

Hanya cukup untuk membeli makanku ?

“Tunggu sebentar ya” aku langsung pergi membeli makanan untuknya.

“Makan ya. Aku juga nggak mau kamu sakit. Kalau kamu sakit, aku tambah repot” kataku sambil memberikan makanannya.

“Terima kasih” jawabnya lembut.

“Sama sama” balasku sambil mengacak acak rambutnya pelan.

Aku melanjutkan makanku lagi.

Donghae mulai menyantap makanannya dengan lahap.

“Donghae, makannya pelan pelan dong. Kaya anak kecil aja” kataku.

Dia hanya nyengir nggak jelas dengan mulut yang penuh dengan makanan.

“Nih, nasinya kemana mana” kataku sambil mengambili nasi yang menempel disekitar mulut Donghae.

“Kamu sekarang jadi berubah, Chunghee” kata Donghae tiba tiba.

“Berubah ? Aku berubah kaya gimana ?” tanyaku.

“Kamu berubah jadi lebih romantis dan perhatian ke aku” jawabnya sambil memegang kedua pipiku.

Aaaww …

Mukaku merah >,<

Apa apaan ini ?

Kok mukaku merah seperti kepiting rebus ?

“Tetaplah seperti ini” lanjutnya sambil mendekatkan wajahnya ke wajahku.

“Hayo mau ngapain ? Ini tempat umum. Nanti diliatin orang” kataku sambil menjauhkan wajahnya dari wajahku.

“Udah ayo makan. Aku mau ngerjain pekerjaan rumah. Apa kamu nggak liat rumah berantakan ?” omelku.

“Iya iya” jawabnya pasrah.

Setelah selesai makan,

aku langsung mengajaknya pulang.

»♥«»♥«»♥«»♥«»♥«

“Cuci baju bareng aku yuk” ajakku sesampainya dirumah.

“Aku saja yang nyuci. Kamu istiahat. Baru sampai kok sudah mau nyuci” jawabnya.

“Aku nggak manja. Ayo mau ikut nggak ? Kalau nggak aku nyuci sendiri” tanyaku.

“Aku temenin kamu nyuci aja” jawabnya.

Aku tersenyum dan berjalan menuju kamar dan berniat untuk mengambili baju baju kotor.

“Ini bajuku yang pas kehujanan itu kan ?” tanya Donghae saat menemukan pakaiannya ketika aku menemukannya dulu.

“Lo belum kamu cuci ? Aku kira sudah” kataku.

“Belum. Dicuci sekarang aja” jawabnya.

“Diperiksa dulu. Ada uangnya atau sesuatu yang berharga apa nggak. Biar nggak hilang pas dicuci” aku mengingatkannya.

Dia mencek kantong celana dan bajunya.

“HP dan dompet. Tapi HPnya konslet” katanya polos.

“Sini” kataku.

Aku cek dompet dan HPnya.

Ada KTP nya looo *pamer KTPnya Donghae*.

“Lee Donghae” aku membaca identitasnya dengan volume suara yang pelan.

“Menikah” “Blok Z nomer 16″ lanjutku.

Jadi dia tinggal tidak jauh dari sini.

Tapi kok nggak pernah tau orang ini ya ==

Eh ada fotonya dengan istrinya.

Istrinya tinggi, cantik, putih dan berambut panjang.

Beruntung sekali perempuan itu.

“Fotoku dengan siapa itu ?” tanyanya.

“Kau tidak tahu ini siapa ?” tanyaku balik.

“Entahlah. Yang pasti bukan kamu” jawabnya.

“Coba kamu inget inget. Perempuan ini siapa” kataku halus sambil menunjuk wanita yang ada di foto itu.

Donghae mulai berfikir.

Tak lama kemudian dia memegang kepalanya dan merasa kesakitan.

“Donghae” panggilku khawatir.

“Sudah deh, jangan inget inget itu siapa. Aku nggak mau kamu sakit” kataku sambil membantunya duduk.

“Kalau nggak bisa inget, jangan dipaksa” lanjutku sambil memeluknya.

Dia meletakkan kepalanya dibahuku.

“Sudah jangan di ingat” kataku lagi.

Dia tersenyum.

“Sekarang nyuci baju yuk” ajaknya sambil menarik tanganku.

Aku tersenyum lebar saat dia menatap mataku.

Aku merasakan sesuatu yang selalu aku rasakan saa bersama Eunhyuk.

Dan itu berarti …

»♥«»♥«»♥«»♥«»♥«

-Donghae POV-

Cuciannya banyak sekali ==

Apa yang akan terjadi dengan tubuhku setelah aku selesai mencuci semuanya.

“Ayo nyuci, jangan ngelamun aja” kata Chunghee sambil menyolekkan sabun diwajahku.

Setelah itu dia tertawa.

“Sini kamu, aku balas” ancamku.

Akhirnya rebutan sabun colek (?) pun terjadi.

“Donghae, nggak mauu” teriaknya.

Dia mengguyurku dengan satu ember air.

Aku basah kuyup.

“Tadi nyolek pake sabun sekarang mengguyurku” kataku.

“Tunggu pembalasanku” lanjutku.

Aku balas seperti apa yaa?

Haha.

Ada selang !

“Hae, nggak boleh pake selang. Curang kamu” protes Chunghee.

“Nggak ada yang ngelarang kok” jawabku sambil menyemprotkan air ke arah Chunghee.

Dia juga basah kuyup sekarang.

“Sudah, Hae. Dingin tau” omelnya.

“Dingin ya ? Sini peluk aku” godaku.

Dia langsung memelukku.

Mukjizat datang hari ini.

Semenjak aku kehilangan semua memoriku,

baru sekali ini Chunghee memelukku.

“Kau juga basah” katanya manja.

“Bajunya kasiin laundry aja deh. Aku mau mandi. Kamu juga mandi” lanjutnya sambil mengambil handuk.

Dia menatapku dalam waktu yang agak lama.

Dia tersenyum manis.

“Aku … Aku …” entah apa yang ingin dia katakan saat dia mengusap butir butir air yang ada diwajahku.

“Kamu kenapa ?” tanyaku sambil memegang kedua pergelangan tangannya.

“Nggak. Aku nggak apa apa” jawabnya seraya pergi.

»♥«»♥«»♥«»♥«»♥«

TeBeCe a.k.a To Be Continue alias Bersambung …

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s