I’m Not Your Wife, But I Love You ♥ [part2]

Standar

 

Title: I’m not your wife, but i love you ♥ [part2]

Author: Vdlitanasuciara

Cast: Eunhyuk Super Junior, Lee Chunghee, Donghae Super Junior, Chaekyung and other cast :)

»♥«»♥«»♥«»♥«»♥«

“Suntuknya” kata Chunghee saat duduk disebelahku.

“Jalan jalan ke taman kota ?” tanyaku.

Sejenak ia berfikir.

“Boleh deh” jawabnnya.

Kamipun langsung pergi ke taman kota.

 

»♥«»♥«»♥«»♥«»♥«

 

Taman kota memang terlihat ramai.

Tapi tidak telalu ramai juga.

“Hae” panggil Chunghee.

“Apa ?” tanyaku.

“Itu” jawabnya dengan tangan menunjuk kesuatu arah.

Aku mengarahkan pandanganku pada arah yang ditunjuknya.

“Es krim ?” tanyaku.

Dia mengangguk.

“Tunggu, aku belikan sebentar” kataku.

“Ada uangnya ? Ini nih pake uangku aja” katanya.

“Ada kok. Udah nggak usah. Pakai uangku” jawabku.

Aku langsung pergi membeli 2 es krim.

Satu untukku dan satu untuk Chunghee.

“Gomawo” kata Chunghee senang.

Tak lama kemudian,

ada anak kecil yang kira kira umurnya masih 5 tahun menangis.

“Kenapa kau menangis ?” tanya Chunghee pada anak laki laki itu.

“Aku mau es krim. Tapi es krimnya sudah habis” jawab anak itu sesenggukan.

“Yah, maaf ya anak manis. Es krim ku sudah tinggal setengah” kata Chunghee polos.

Aku memberika es krimku pada anak laki laki itu.

Bocah itu tersenyum senang.

“Namamu siapa ?” tanyaku.

“Lee Chaekyung” jawabnya.

“Namamu lucu sepertimu” puji Chunghee.

Aku menggendong Chaekyung yang lucu ini.

“Kamsahamnida, noona” katanya.

“Ah, panggil ahjumma juga nggak apa apa kok. Aku sudah tua. Kalau panggil dia ahjussi boleh, haraboji juga boleh” canda Chunghee.

“Mwo ? Kau kira aku setua itu ?” kataku kesal.

Sedangkan Chaekyung hanya bisa tertawa melihat tingkah kami.

“Oiya, orang tuamu mana ?” tanya Chunghee sambil memakan es krimnya.

“Appa di rumah” jawabnya.

“Eommamu ?” tanyaku.

“Pergi” jawab Chaekyung dengan polos.

“Ke ?” tanyaku lagi.

“Aku nggak tau. Tapi kata appa, eomma pergi ke surga menemui halmoni” jawabnya.

“Aku antar pulang ya ?” tawarku.

“Tidak merepotkan ahjussi dan ahjumma ?” tanyanya.

Anak ini sangat sopan.

Seandainya aku memiliki anak seperti dia.

“Tidak kok. Gendong ahjumma mau nggak ?” tanya Chunghee.

“Aku berat ahjumma” katanya.

“Ahjumma kuat kok. Ayo. Ahjumma ingin menggendongmu” paksa Chunghee.

Chunghee langsung menggendong Chaekyung.

Mereka seperti ibu dan anak.

Aku dan Chunghee mengantar Chaekyung pulang.

Sepanjang perjalanan Chunghee selalu mengajak Chaekyung bercanda.

Mereka tertawa dan saling menjahili.

Mereka cepat sekali akrab.

Benar benar lucu tingkah mereka.

Andai Chaekyung itu anakku.

“Ahjumma, itu rumahku” kata Chaekyung sambil menunjuk satu rumah yang sederhana.

Chunghee langsung mengantar Chaekyung masuk.

Aku masih tetap berdiri di luar.

“Ahjussi, ayo masuk” teriak Chaekyung.

Aku hanya mengangguk dan tersenyum.

“Dimana appamu ?” tanya Chunghee.

“Dikamarnya” jawab Chaekyung.

Chunghee mengantar Chaekyung ke kamar appanya.

Seorang laki laki terkulai lemas di tempat tidur besar.

“Appa, Chaekyung pulang. Ini ahjumma dan ahjussi yang baik. Mereka mengantar Chaekyung pulang. Ahjussi ini juga memberi Chaekyung es krim” cerita Chaekyung pada appanya.

“Sudah berterima kasih pada ahjumma dan ahjussi ?” tanya laki laki itu pelan.

Chaekyung mengangguk dan tersenyum.

“Appa, Chaekyung boleh bermain diluar dengan ahjumma ini ?” tanya Chaekyung ramah.

Appanya hanya mengangguk lemah dan tersenyum.

Chunghee dan Chaekyung keluar.

Tinggal aku dan appanya Chaekyung yang ada diruangan ini.

“Maaf ya, Chaekyung merepotkan” kata appa Chaekyung.

“Ah, tidak kok. Tadi saya yang menawarkan untuk mengantarnya pulang” jawabku.

“Dia anak yang lucu dan juga manis” sambungku.

“Iya. Sayangnya saya tidak bisa merawat Chaekyung lagi. Tapi di usianya yang masih 5 tahun, dia sudah bisa mandiri” jelasnya.

“Anda sakit ?” tanyaku.

“Iya. Sebenarnya saya sudah tidak ingin bertahan. Tapi karena Chaekyung tidak ada yang merawat dan mengawasi jadi saya harus bertahan” jawabnya.

“Boleh aku merawat Chaekyung ?” tanyaku lagi.

Namun kali ini aku bertanya dengan sedikit berhati hati.

“Aku ingin memiliki anak” lanjutku.

“Berjanjilah untuk menjaganya dan merawatnya dengan baik” jawabnya.

“Aku berjanji. Aku akan merawatnya seperti anakku sendiri” balasku.

Aku tahu melepaskan anak pada seorang yang baru dikenal itu sangat sulit.

“Baiklah. Jaga dia baik baik ya” katanya.

“Tentu. Sekarang, kita kerumah sakit” ajakku.

“Buat apa ?” tanyanya.

“Kau harus dirawat dirumah sakit” jawabku.

“Tidak perlu. Setelah mendengar akan ada yang merawat Chaekyung. Aku sudah lega. Tuhan akan mempertemukanku dengan istriku” katanya.

“Appa” teriak Chaekyung tiba tiba.

“Chaekyung, sekarang kamu punya appa dan eomma baru. Ahjumma dan ahjussi ini eomma dan appamu yang baru” jelas appa Chaekyung.

Chunghee yang tidak mengerti apa apa hanya bengong mendengar perkataan appanya Chaekyung.

“Berarti eomma dan appa Chaekyung ada 4. Banyak sekali” Chaekyung terlihat kagum akan dirinya yang memiliki banyak orang tua.

“Nama kalian siapa ?” tanya appa Chaekyung.

“Lee Donghae, ini istriku, Lee Chunghee” jawabku.

“Oh. Namaku Lee Hyunji” kali ini dia yang memperkenalkan diri.

“Chunghee-ssi. Tolong jaga Chaekyung baik baik ya” lanjutnya.

Chunghee tersenyum dan mengangguk.

Setelah itu Hyunji memeluk Chaekyung untuk waktu yang lumayan lama dan menyusul istrinya setelah dia melepas pelukannya.

“Appa” panggil Chaekyung.

“Appa kok nggak bangun ? Appa bangun” lanjut Chaekyung.

“Ahjumma, appa kok nggak bangun ?” tanya Chaekyung pada Chunghee.

“Appa pergi, Chaekyung. Menyusul eomma Chaekyung” jawabku.

Chunghee tidak mengerti apa yang terjadi.

“Appa nggak boleh pergi” Chaekyung kemudian mengangis di pelukanku.

Aku mengajak Chaekyung keluar dan menenangkannya di luar.

Sedangkan Chunghee masih shock dengan apa yang sedang terjadi saat ini.

 

»♥«»♥«»♥«»♥«»♥«

 

Chaekyung masih terduduk di sebelah makam appanya.

Dia memang tidak menangis.

Namun kesedihan sangat terlihat diwajahnya.

Aku tahu dia belum mengerti apa apa,

tapi aku yakin dia sangat merasa kehilangan.

“Sayang, pulang yuk. Eomma nggak mau Chaekyung sakit” kata Chunghee sambil berjongkok disebelah Chaekyung.

Chaekyung menoleh dan langsung menangis dipelukan Chunghee.

“Eh, anak eomma nggak boleh nangis. Anak eomma harus jadi power ranger. Ya kan ?” Chunghee terus saja menghibur Chaekyung.

“Chaekyung nggak mau jadi power ranger eomma. Chaekyung maunya jadi Batman” jawab Chaekyung sesenggukan.

Tiba tiba sebuah gambaran terlintas di kepalaku.

Aku pernah merasakan apa yang dirasakan oleh Chaekyung.

Tak lama kemudian,

kepalaku sakit.

“Donghae” Chunghee langsung berdiri dan menghampiriku.

“Gwenchana?” tanyanya khawatir.

“Appaku” hanya itu yang keluar dari mulutku.

Appaku sudah meninggal.

Tapi aku masih belum bisa ingat yang lain.

“Appa, appa nggak apa apa kan ?” tanya Chaekyung khawatir juga.

“Appa baik baik saja.Oiya, kalau mau jadi Batman, anak appa nggak boleh nangis” jawabku.

Chaekyung tersenyum dan memelukku.

“Tuhan, terima kasih engkau memberi Chaekyung eomma dan appa baru. Mereka sangat baik pada Chaekyung. Nanti kasih Chaekyung adik ya, Tuhan” doa Chaekyung.

“Adik ?” kata Chunghee kaget.

“Adiknya nanti kalau Chaekyung sudah besar saja ya. Hehehe” lanjut Chunghee cengengesan.

Chaekyung memasang wajah kesal dan manyun.

Chaekyung langsung mengajakku pulang.

Mungkin ia sudah mengantuk.

Akhirnya kamipun pulang.

 

-Donghae POV end-

 

»♥«»♥«»♥«»♥«»♥«

 

Rumahku semakin ramai dengan hadirnya Chaekyung.

Aku tahu,

Donghae pasti ingin memiliki anak mangkanya dia mengangkat Chaekyung sebagai anaknya.

Tapi aku senang.

Sekarang kalau aku sedang bosan ada yang menghibur.

“Waah, ahjussi ganteng” decak kagum Chaekyung membuyarkan lamunanku.

Aku berjalan ketempat Chaekyung berada.

“Eomma, ahjussi ini ganteng ya ? Dia tadi bisa nari dengan keren, eomma. Chaekyung kalau sudah besar mau jadi seperti ahjussi ini” Chaekyung langsung bercerita ketika aku datang.

“Sudah berkenalan dengan ahjussi ini belum ?” tanyaku.

Dia menggeleng polos.

“Ayo perkenalkan dirimu” kataku.

“Annyeong ahjussi. Namaku Lee Chaekyung. Umurku 1 … 2 … 3 … 4 … 5 tahun! Aku punya 2 eomma dan 2 appa” Chaekyung memperkenalkan dirinya.

“Kau lucu sekali, Chaekyung. Nama ahjussi Lee Hyuk Jae. Tapi lebih keren kalau dipanggil Eunhyuk” kini giliran Eunhyuk yang memperkenalkan dirinya.

“Hyuk, ayo masuk” aku mempersilahkan Eunhyuk untuk masuk.

Kamipun duduk diruang tamu.

“Eunhyuk ahjussi, ini kue nya. Eomma sama Chaekyung yang buat. Dimakan ya” Chaekyung menyodorkan satu toples kue kering yang aku dan Chaekyung buat.

“Chunghee, kau bisa bikin kue ? Wah, keajaiban” kata Eunhyuk.

Niat meledekku nih orang.

“Jangan meledekku ya. Aku bisa bikin kue. Kue ulang tahunmu yang kemarin itu aku yang buat” kataku kesal.

“Hei Chaekyung, lihat eommamu kalau lagi kesal. Seperti bebek” kata Eunhyuk pada Chaekyung.

“Iya ahjussi” Chaekyung malah mengiyakan.

“Donghae mana ?” tanya Eunhyuk tiba tiba.

“Kerja. Sekarang dia bekerja” jawabku.

“Kalau aku mengajakmu makan berati boleh dong ?” tanya Eunhyuk dengan penuh harap.

“Chaekyung mau makan sama ahjussi tidak ?” kali ini Eunhyuk bertanya pada Chaekyung.

“Mau ahjussi. Tapi tidak merepotkan ahjussi ?” tanya Chaekyung sopan.

“Asalkan Chaekyung tidak nakal, pasti tidak merepotkan” jawab Eunhyuk sambil memberikan Chaekyung permen.

“Kamsahamnida, ahjussi” kata Chaekyung sambil mengambil permen yang diberikan oleh Eunhyuk.

“Tunggu sebentar ya Hyuk. Aku ganti baju dulu. Chaekyung mau ganti baju ?” tanyaku.

“Nggak deh, eomma. Chaekyung mau maen sama Eunhyuk ahjussi” jawab Chaekyung.

Setelah itu aku langsung pergi ke kamar dan ganti baju.

Aku melihat Eunhyuk dan Chaekyung dari kejauhan.

Mereka terlihat akrab sekali.

Seandainya yang menjadi appa nya Chaekyung sekarang itu Eunhyuk.

Ya Tuhan,

sampai kapan aku harus begini.

“Chunghee” panggil Eunhyuk.

“Kenapa ?” tanya Eunhyuk.

“Apanya yang kenapa ?” tanyaku balik.

“Kok ngelamun ?” tanya Eunhyuk lagi.

“Nggak. Aku cuma berharap kamu yang akan menjadi appa dari Chaekyung. Bukan Donghae” jawabku.

“Kalau kita memang dijodohkan oleh Tuhan, suatu hari nanti, aku akan menikah denganmu” kata Eunhyuk.

“Kau tak akan berhenti mencintaiku kan ?” tanyaku.

Eunhyuk menggeleng dan tersenyum.

Aku menitikkan air mataku tanpa sebab.

“Kenapa menangis ?” tanya Eunhyuk sambil menghapus air mataku.

“Seandainya semua tidak seperti ini, hari ini aku akan menikah denganmu. Kita kan sepakat kalau kita akan meikah dihari ini, tanggal ini dan tahun ini. 4 April 2010″ jawabku sambil menangis.

“Sudahlah. Kan aku sudah bilang, kalau kita benar benar berjodoh. Tuhan akan menikahkan kita” kata Eunhyuk.

“Eomma, eomma kenapa nangis ? Ahjussinya ngapain eomma ?” tanya Chaekyung tiba tiba.

Aku langsung melepas pelukanku.

“Eunhyuk ahjussi baik kok. Eomma juga nggak apa apa” jawabku sambil menghapus air mataku.

“Chaekyung nakal ya ? Sampe sampe eomma menangis ?” tanya Chaekyung lagi.

“Ani. Chaekyung nggak nakal. Chaekyung manis dan sopan” jawabku sambil menggendong Chaekyung.

“Ayo, kita makan” kataku sambil menarik Eunhyuk keluar.

 

»♥«»♥«»♥«»♥«»♥«

 

“Makannya yang banyak ya” kataku pada Chaekyung.

“Eomma, ayamnya Chaekyung terlalu besar” kata Chaekyung.

Eunhyuk langsung menukar ayamnya dengan ayam Chaekyung.

“Segini cukup kan ?” tanya Eunhyuk pada Chaekyung.

“Cukup ahjussi. Kamsahamnida” jawab Chaekyung.

Sekarang Chaekyung sudah asyik memakan ayam gorengnya.

“Makan nih” kataku sambil menyodorkan satu mangkuk sop pada Eunhyuk.

“Nggak mau. Ada wortelnya” tolak Eunhyuk.

“Nanti kalau kita benar benar menikah, aku akan memberimu wortel setiap hari” kataku.

“Eomma mau nikah sama ahjussi ?” tanya Chaekyung dengan mulut penuh dengan makanan.

Sama seperti Donghae saat dulu.

“Ani Chaekyung” jawabku singkat.

“Makannya dilanjut ya” lanjutku.

Chaekyung mengangguk dan langsung melanjutkan makannya.

Setelah selesai makan,

Eunhyuk mengajak kami ke toko coklat.

Chaekyung sangat antusias.

“Chaekyung boleh mengambil coklat yang mana saja” kata Eunhyuk.

Chaekyung langsung berlari memilih coklat yang ia ingini.

“Hyuk, kalau dia minta banyak jadi mahal nanti” kataku khawatir.

“Sudahlah. Sekarang kau ikut aku” jawabnya sambil menarikku ke sebuah sudut dimana banyak coklat yang berbentuk hati.

“Ambil satu” pinta Eunhyuk.

Aku mengambil satu coklat berbentuk hati yang ditengahnya ada tulisan ‘I Love You’

“Kau tahu ini artinya apa ?” tanya Eunhyuk.

Aku hanya menggelengkan kepalaku.

“Ini hatiku yang telah kamu ambil. Saat kau makan nanti, hatiku akan bersatu denganmu” jelasnya.

“Tulisan ditengah itu menunjukkan perasaanku terhadapmu” lanjutnya.

Aku tersenyum mendengar penjelasan Eunhyuk.

“Aku terlalu mencintaimu, Hyuk. Sampai sampai aku tidak bisa menghilangkan gambaran wajahmu dipikiranku” kataku.

Eunhyuk memelukku.

Kemudian kami mencari Chaekyung yang asyik memilih coklat.

“Eomma” panggil Chaekyung.

“OMO, banyak sekali coklat yang kamu ambil nak” kataku kaget.

“Nanti kita bagi eomma. Ada yang buat eomma, appa dan Chaekyung” jawabnya.

“Mahal itu pasti” gumamku pelan.

“Nggak kok. Itu semua gratis” kata Eunhyuk.

“Gratis ?” tanyaku.

“Ne. Toko ini milikku” jawabnya.

Aku masih shock.

Tunanganku memiliki toko coklat sebesar ini ?

Waaah~

“Kamsahamnida, Eunhyuk ahjussi” kata Chaekyung.

Eunhyuk hanya mengangguk dan tersenyum.

“Aku antar kalian pulang sekarang” kata Eunhyuk sambil menggendong Chaekyung dan menarikku.

 

»♥«»♥«»♥«»♥«»♥«

 

Setelah memakan coklat Chaekyung langsung tertidur.

Pasti dia capek sekali.

“Aku pulang” Donghae sudah pulang rupanya.

“Chaekyung mana ?” tanya Donghae.

“Sudah tidur” jawabku.

“Air hangatnya sudah siap tuh. Cepetan mandi. Habis itu makan” lanjutku.

Donghae tersenyum dan mencium keningku.

Seandainya Eunhyuk yang melakukan ini.

 

»♥«»♥«»♥«»♥«»♥«

 

“Donghae, tadi Chaekyung cerita kalau bulan depan dia ulang tahun. Kau punya hadiah untuknya ?” tanyaku.

“Belum. Kalau kamu ?” tanya Donghae balik.

“Belum juga” kataku sambil meletakkan kepalaku dipundaknya.

“Kasih hadiah dia apa ya ?” tanyaku.

“Kasih adik baru saja” jawab Donghae sambil memasang senyum evil.

“Mmwwo?” apa apaan Donghae ini.

“Iya. Adik baru” katanya lagi.

“Aku tidur duluan ya” aku berjalan menuju kamar Chaekyung.

Aku memang sengaja tidur dengan Chaekyung karena aku tidak mungkin tidur dengan Donghae.

Pasti Donghae sudah manyun seperti bebek.

“Chunghee, ayolah” pintanya melas.

“Sudah tidur. Besok kamu kerja” kataku.

“Baiklah” katanya pasrah.

Untung saja ~

 

»♥«»♥«»♥«»♥«»♥«

 

“Chunghee” panggil beberapa orang.

Suaranya sangat familiar.

“Eomma” panggilku.

“Appa” lanjutku.

“Eomma, siapa ?” tanya Chaekyung sambil menarik bajuku.

“Ini halmoni sama haraboji nya Chaekyung” jelasku.

Eomma dan appaku sudah mengerti dengan apa yang terjadi.

“Ini yang namanya Chaekyung ya ?” tanya eomma.

“Ne, halmoni” kata Chaekyung.

“Donghae mana ?” tanya appa.

“Kerja, appa” jawabku.

“Halmoni sama haraboji duduk dulu. Nanti kalau berdiri terus capek” kata Chaekyung sopan.

“Terima kasih, Chaekyung” appa mengacak acak rambut Chaekyung pelan.

Chaekyung bermain dengan appa.

Anak ini cepat akrab dengan siapa saja.

Aku duduk disebelah eomma.

Eomma tersenyum.

“Pasti ada yang mau diceritakan” eomma rupanya sudah tau kalau aku ingin bercerita sesuatu.

Aku menjawab perkataan eomma dengan anggukan kepala dan senyum manisku.

“Eomma, aku nggak bisa seperti ini terus. Aku seharusnya menikah dengan Eunhyuk sebulan yang lalu. Tapi sekarang aku harus menjadi ibu dari seorang Chaekyung dan istri bohongan dari Donghae. Bukannya aku nggak senang menjadi ibunya Chaekyung, tapi aku nggak bisa selamanya menjadi istrinya Donghae” curhatku pada eomma.

“Eomma mengerti keadaan dan posisimu. Eunhyuk pasti mengerti. Dan eomma yakin ingatan Donghae akan segera pulih. Masalah Chaekyung, jika ingatan Donghae sudah pulih, biarkan dia memilih ingin hidup dengan Donghae atau denganmu dan Eunhyuk” eomma memang tidak memberikan solusi yang bisa mengeluarkanku dari segala masalah ini.

Tapi paling tidak sedikit menenangkanku.

“Dan satu lagi. Jangan pernah libatkan Chaekyung dalam masalah kalian” pesan eomma.

“Pasti eomma” kataku mantab.

 

»♥«»♥«»♥«»♥«»♥«

 

-Donghae POV-

 

Hari ini tanggal 12 Mei 2010.

Itu artinya hari ini ulang tahun Chunghee.

Aku harus memberi kado apa ya ?

“Donghae” panggil seorang yeoja.

“Donghae. Aku mencarimu kemana mana. Ternyata aku bertemu denganmu disini” kata yeoja itu.

“Maaf ya nona. Anda siapa ?” tanyaku.

“Donghae, aku ini istrimu. Kau lupa ya ? Aku Park Chunghee. Tapi sekarang namaku sudah ganti jadi Lee Chunghee karena aku sudah menikah denganmu” cerocos yeoja itu.

“Maaf ya nona, aku tidak mengerti dengan yang anda katakan. Bagaimana kalau sekarang nona menjelaskan dirumah saya saja” jawabku.

“Rumahmu ? Rumah kita, Hae” yeoja itu memeluk lenganku.

Yeoja ini maunya apa sih.

Tanpa berkata apapun, aku langsung berjalan pulang.

 

You are my everything
Nothing your love won’t bring
My life is yours alone
The only love I’ve ever known
Your spirit pulls me through
When nothing else will do
Every night I pray
On bended knee
That you will always be
My everything

 

Hpku berdering.

“Yeoboseyo” angkatku.

“Yeoboseyo. Appa, cepat pulang. Kita makan bersama di restauran yang baru buka itu. Ayo appa cepat pulang” terdengar suara Chaekyung disana.

“Ne, Chaekyung. Ini appa sudah dekat rumah” jawabku.

“Baiklah, appa. Hati hati dijalan” pesannya.

Kemudian ditutup deh telponnya sama Chaekyung.

“Donghae, siapa yang menelpon ?” tanya yeoja itu.

“Anakku” jawabku singkat.

“Anak ? Kita kan nggak punya anak” yeoja itu terus saja berkicau.

Aku berjalan tanpa menghiraukan kicauannya.

“Donghae, rumahmu itu dimana sih ? Aku capek nih jalan” yeoja ini sangat manja.

Membuatku kesal saja.

“Sudah tidak jauh” aku menjawab pertanyaannya dengan nada yang datar datar saja.

“Ini rumahku” kataku saat sampai dirumah.

Yeoja itu terlihat ke bingungan.

Aku tidak menghiraukannya dan langsung mengetuk pintu rumah.

 

-Donghae POV end-

 

»♥«»♥«»♥«»♥«»♥«

 

Tok…Tok..Tok…

 

Ada yang mengetuk pintu.

Sepertinya itu Donghae karena ini sudah jam pulang.

“Dongh…” kata kataku terputus saat melihanya pulang dengan seorang yeoja.

“Appaaaa” teriak Chaekyung saat melihat Donghae pulang.

Tapi langkah kakinya berhenti saat dia melihat appanya pulang seorang yeoja.

Dan sepertinya aku pernah tahu wajah yeoja itu.

Tapi lupa ==

“Sudah pulang ya ?” tanyaku dengan nada tidak semangat.

“Sudah menunggu dari tadi ? Maaf ya aku telat pulang. Ada sedikit masalah” jawabnya sambil tersenyum.

“Aku tidak menunggu. Ini nih yang menunggu” kataku sambil menunjuk Chaekyung.

“Appa, ini siapa ?” tanya Chaekyung sambil melihat yeoja yang sedari tadi nempel ke Donghae terus.

“Annyeong. Namaku Park Chunghee. Tapi karena sudah menikah dengan Lee Donghae, jadi margaku berubah jadi Lee. Intinya, aku istrinya Donghae” yeoja itu memperkenalkan diri dan akhir akhirnya memeluk Donghae.

Namun Donghae terlihat sedikit risih.

Dan aku langsung ingat sesuatu.

Aku ingat dimana aku pernah melihat yeoja ini.

Yeoja ini kan istrinya Donghae,

jadi dia yang ada di foto dompet Donghae.

“Eomma” panggil Chaekyung.

Pasti setelah ini akan ada masalah.

Sebaiknya Chaekyung jangan sampai masuk kedalam masalah itu.

Aku ungsikan saja anak ini.

“Main diluar sama Jihyeon yuk” ajakku.

“Aku boleh main sama Jihyeon, eomma ? Asyikk” Chaekyung terlihat antusias.

“Masuklah dulu. Aku mau mengantar Chaekyung ke tetangga sebelah” kataku pelan pada Donghae.

Kemudian, aku mengajak Chaekyung untuk bermain di rumah Jihyeon, tetangga sebelah.

Setelah menitipkan Chaekyung di tetangga sebelah, aku langsung kembali kerumah.

“Mau minum apa ?” tanyaku pada yeoja itu.

“Jus Jeruk ada ? Kalau ada aku ingin Jus Jeruk” jawab yeoja itu.

Aku kedapur dan kembali dengan 2 gelas Jus Jeruk.

Satu untuk Donghae dan satu lagi untuk yeoja itu.

“Untukmu ?” tanya Donghae.

“Nggak. Aku sudah tadi” jawabku.

“Baiklah, sekarang jelaskan apa yang terjadi. Kenapa Donghae bisa disini ? Dan kamu siapa ?” tanya yeoja itu bertubi tubi.

Aku tidak bisa menjawab.

Aku bingung harus menjawab seperti apa.

Untung saja ada telpon yang berbunyi.

Donghae langsung mengangkat telponnya dan asyik berbicara.

“Begini, jadi sekitar dua bulan yang lalu aku menemukan Donghae ditengah jalan. Dia tidak ingat apapun kecuali namanya dan namamu. Karena namaku dan namamu sama, dia mengira aku istrinya. Trus anak yang tadi itu anak angkat kami” aku mulai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi kepada yeoja itu.

“Kau sudah melakukan apa saja dengan suamiku ?” tanya yeoja itu menyelidik.

“Aku belum melakukan apa apa. Tidur dengannya saja tidak pernah” jawabku.

“Baguslah. Trus apa selama ini belum ada yang dia ingat ?” yeoja itu bertanya padaku sambil meminum jus jeruknya.

“Dia hanya ingat kalau appanya meninggal. Itu saja” jawabku singkat.

“Tidak ada yang lain ?” yeoja itu kaget.

Aku hanya menggelengkan kepalaku pelan.

“Trus, apa kau mencintai Donghae ?” yeoja itu bertanya pertanyaan yang tidak pernah aku bayangkan.

“Tidak, aku tidak pernah mencintainya” aku hanya menundukkan kepalaku.

Tak lama kemudian terdengar suara barang pecah.

Aku reflek menoleh ke sumber suara itu.

Dan yang kulihat Donghae berdiri disana.

Tempat dimana vas bungaku pecah.

Dan itu berada dibelakangku.

“Selama ini kau membohongiku ?” tanya Donghae dengan mata berkaca kaca.

“Bukan gitu, tapi …” aku berusaha menjelaskan semuanya.

Tapi terlambat.

Kata kataku terputus saat Donghae menampar pipiku.

“Kau terlalu tega !” ucapnya.

“Maafkan aku, Donghae” kataku dengan wajah yang sudah basah dengan air mata.

“Kau keterlaluan” aku rasa Donghae benar membenciku sekarang.

“Eommaaaa” Chaekyung berlari kearahku dan memelukku.

“Appa mau pukul eomma ? Appa jahat” Chaekyung memandang Donghae tajam.

“Eomma yang salah kok. Sudah Chaekyung masuk ke kamar ya” kataku.

“Nggak ! Eomma nggak boleh disakiti sama appa. Chaekyung nggak mau kehilangan eomma lagi” anak 5 tahun ini bisa berbicara seberani itu ? Benar benar mengejutkan.

Donghae mungkin juga terkejut mendengar perkataan Chaekyung.

“Hei, anak kecil. Ini masalah orang dewasa. Kau tidak boleh ikut campur” kata istri Donghae yang sesungguhnya.

“Kau nenek sihir. Pasti gara gara kamu eomma sama appa bertengkar” Chaekyung memanggil yeoja itu nenek sihir. Hahahaha.

“Seenaknya kau kalau berbicara. Awas kamu ya” yeoja itu terlihat kesal dan hampir memukul Chaekyung.

Aku langsung memeluk Chaekyung.

Aku melindunginya.

Lebih baik aku yang kena daripada Chaekyung.

Namun,

tak ada pukulan yang datang.

Saat kulihat,

tangan yeoja itu ditahan oleh Donghae.

“Jangan pernah menyakiti Chaekyung” kata Donghae.

“Sudahlah. Jangan diperpanjang” lanjutnya.

“Eomma, ayo kita ke kamar. Eomma ikut Chaekyung ke kamar” sambil menghapus air matanya, Chaekyung mengajakku ke kamarnya.

“Mulai sekarang, appa nggak boleh mukul eomma” lanjut Chaekyung.

Ya Tuhan,

terima kasih engkau mengirimkan aku seorang malaikat kecil yang imut dan baik hati ini.

Entah seperti apa aku sekarang jika Chaekyung tidak ada.

“Eomma jangan menangis lagi ya. Kan ada Chaekyung disini. Chaekyung akan menjaga eomma” Chaekyung menghapus air mataku dan langsung memelukku.

2 responses »

  1. masih TBC kah???
    jadi sedih😦
    Eunhyuk dsni ga pelit!!!😀
    Chaekyung pinter banget c bru 5 thun udh bisa ngomong kea gtu😀
    ayo thor dilanjut😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s