Harusnya Kau Pilih Aku

Standar

Title : Harusnya Kau pilih Aku (judulnya diambil dari judul lagu Terry)

Author : Metha’kyuyunjae04’Putri

Rated : T

Cast : MinKyuMIn

Disclaimer : milik Tuhan, orang tuanya, keluarganya, diri mereka sendiri, E.L.F dan Cassie.

Warning : yaoi. OOC.

Inspirasi ni ff dari lagu Terry yang judulnya sama dengan Judul ff ini ‘Harusnya Kau pilih Aku’. Author lagi suka banget ama lagunya.

Selamat membacaa.

***MP***

Sungmin Pov

“Sungmin hyung?”

“eh, Kyu sudah pulang? Dari mana saja?”

“kenapa hyung belum tidur?”

“aku sedang tidak bisa tidur. Kyuhyun-ah, kau terluka?”

“aniyo. Aku tidak apa-apa hyung. ”

“karena Changmin lagi kan?”

“bukan hyung. Tadi aku hanya terpeleset di kamar mandi apartemen Changmin.”

“kau tidak bisa bohong padaku Kyu. Mana ada orang terpeleset seperti mu. Pipimu lebam Kyu. Sudut bibirmu juga berdarah. Sini aku obati!”

“aku sungguh-sungguh tidak apa-apa hyung. Nanti juga sembuh sendiri.”

“jangan membantah ucapanku Cho Kyuhyun.”

Aku segera mengobati wajah dongsaengku Kyuhyun. Yah, dongsaeng. Memang hanya seorang dongsaeng. Paling tidak, dia yang menganggap dirinya sebagai dongsaengku. Sedangkan aku menganggap hubungan kami seperti dua namja dewasa yang seharusnya bisa menjadi sepasang kekasih. Tak ada salahnya bukan aku menyukainya? Kami sama sekali tidak punya hubungan darah. Memang kami tinggal seapartemen, tapi itu karena aku yang tidak tega membiarkan Kyuhyun tinggal sendirian dengan keadaan yang sering sakit dan sama sekali tidak bisa masak.

“aww. Sakit hyung.” Rintihan Kyuhyun menghentikan lamunanku.

“mianhae Kyu. Dan sudah ku katakan berulang kali Kyu, putuskan Changmin, dia itu seperti seorang psikopat!”

“jangan begitu hyung. Changmin marah karena aku menjatuhkan foto ia dan ibunya.”

“kau tidak sengaja melakukannya bukan? Dan dia langsung memukulmu hingga seperti ini. Sebentar lagi dia pasti bisa membunuhmu.”

“Changmin hanya terbawa emosi hyung. Lagian ini juga salahku.”

“ini bukan pertama kalinya dia membuatmu babak belur seperti ini!”

“sudahlah hyung. ini bukan sepenuhnya salah Changmin.”

“kau masih saja membelanya, melindunginya. Jangan menjadi pahlawan kesiangan Kyu!” aku tidak menyangka Kyuhyun bisa seperti ini. Tetap saja membela Changmin, kekasih psikopatnya itu.

“hyung, Changmin itu butuh kasih sayang. Ibu dan kakak kesayangannya sudah tidak ada. Sedangkan ayahnya sama sekali tidak mempedulikan Changmin. Dia butuh kehangatan. Dan Tidak ada yang peduli padanya. Lagipula,dia hanya tidak bisa mengendalikan emosinya. ”

“aku tau itu! Tapi itu semua bukan alasan untuk bisa menghajar kekasihnya sendiri!”

“hyung! jangan mengurusi urusanku lagi! aku ngantuk. Aku ke kamar dulu.”

BRAKK. Kyuhyun membentakku dan membanting pintu kamarnya sendiri.

Begitulah Kyuhyun. Sangat keras kepala kalau menyangkut kekasih b*****tnya itu. Padahal Kyuhyun bukan orang yang keras kepala. Dia selalu mengikuti semua perintah dan arahanku. Hampir setiap hari Kyuhyun pulang dalam keadaan babak belur, kalau bukan pipinya lebam terkena tamparan paling ringan lukanya adalah dahinya yang berdarah entah karena apa.

Kyuhyun bukannya punya masalah dengan penjahat atau semacamnya. Itu semua karena si psikopat Shim Changmin.

Kyuhyun benar, Changmin berubah menjadi tidak berperasaan setelah ibu dan kakaknya tewas dibunuh oleh ayahnya. Changmin -saat itu masih SMA- syok berat dengan kejadian itu. Awalnya ia anak yang sangat manis, aku masih bisa rela membiarkan Kyuhyun berpacaran dengannya. Tapi setelah kejadian itu, Changmin berubah . dia mulai sering mabuk-mabukan dan mulai menganiaya Kyuhyun. Aku masih ingat untuk pertama kalinya Changmin menyakiti Kyuhyun.

=Flashback=

“Kyuhyun-ah, ayo kita pulang. Semua keperluan sudah dibelikan?”

“sudah. Ayo hyung.” aku menggenggam tangan Kyuhyun dan menariknya ke mobil.

“ya! Cho Kyuhyun! Apa yang kau lakukan dengan pria ini, ha? Mau mencoba selingkuh kau rupanya!” seseorang menarik Kyuhyun dengan paksa sehingga genggamanku terlepas.

“Changmin-ah. Kau mabuk lagi ya?”

“apa pedulimu br*****k!”

“jaga mulutmu Changmin!” aku mulai kesal karena Changmin seenaknya saja berbicara kasar pada Kyuhyun.

“memangnya kau siapa ha? ”

“Changmin-ah jangan seperti itu.”

PLAKK. Satu tamparan keras mendarat di pipi Kyuhyun.

“apa yang kau lakukan bodoh?” aku menarik kerah baju Changmin dan bersiap untuk memukulnya.

“jangan hyung!” Kyuhyun melepas cengkramanku dan berdiri di antara Changmin dan aku.

“jangan melindunginya Kyu!”

Kyuhyun menarik Changmin dan pergi dari hadapanku. Tapi dia masih sempat berkata

“kau pulang duluan saja hyung. aku akan mengantar Changmin pulang dulu.”

=Flashback end=

Hei Cho Kyuhyun! Harusnya kau memilih aku bukan? Aku tidak akan menyakitimu seperti ia meyakitimu. Karna Kau tak pantas tuk disakiti. Kau pantas tuk dicintai.

Sungmin pov end

***MP***

Kyuhyun pov

Sungmin hyung, mianhae. Aku tidak bermaksud membentakmu tadi. aku benar-benar tidak bermaksud kasar padamu hyung.

Aku terduduk didepan pintu kamarku. Luka yang ditimbulkan Changmin masih terasa sakit. Tapi, dibalik luka itu masih tersisa kehangatan hasil pengobatan Sungmin hyung. aku tidak tau, hatiku yang merasa hangat atau memang luka itu yang terasa hangat.

Hah,, Sungmin hyung, andai saja aku tidak pernah tau kalau kau mencintaiku, andai juga aku tidak menyayangimu seperti ini, pasti semuanya tidak akan sesulit sekarang.

Aku tidak tau kalau kau menyukaiku hyung. ku pikir, kau hanya menganggapku seorang dongsaeng. Kalau aku tau, aku tak mungkin menerima Changmin menjadi kekasihku. Kalau aku tau, kau memiliki perasaan yang sama denganku, mungkin kita sekarang sudah menikah, memiliki keturunan, mempunyai keluarga yang bahagia. Benarkan hyung?

Aku ingat ketika kau menyatakan kata-kata itu

=Flashback=

Aku mencoba untuk tidur. Aku terbaring di rumah sakit. Lagi. Untuk kesekian kalinya. Sungmin hyung yang selalu setia menemaniku. Bukannya keluargaku tidak peduli, hanya saja mereka terlalu sibuk dengan urusan mereka, dan tidak tau kalau anaknya terbaring lagi di rumah sakit. Bukan terkena penyakit berbahaya aku ada disini, tapi karena Changmin secara sengaja menendang perutku yang menyebabkan sakit yang luar biasa dan sampailah aku di rumah sakit ini. Aku tidak meyalahkan Changmin karena ini. Mungkin karena aku terlalu lemah dan ceroboh. Aku terlambat menemuinya tadi. Dia sudah menunggu sedikit lama dan mulai kesal. Changmin bukan termasuk namja penyabar soalnya.

“Kyuhyun-ah..” Sungmin hyung menggenggam tanganku. Ada air menetes di tanganku. Air mata? Sungmin hyung menangis? Kenapa? Aku memutuskan untuk tidak menjawab panggilan Sungmin hyung. mencoba berpura-pura tidur.

“jangan dekati Changmin lagi Kyu, tak taukah kau aku merasa sakit melihat kau seperti ini? Melihat namja yang ku cintai terluka dan aku tidak bisa berbuat apa-apa? Aku yang selalu ada di sampingmu kyu, selalu menemanimu, selalu ada saat kau butuh aku. Tak bisakah kau melihatku seperti seorang pria? Bukan sebagai kakak? Kyuhyun-ah saranghaeyo. Jeongmal saranghae..”

“…”

“jawab aku Kyu! Aku tau kau tidak tidur.”

Aku membuka mataku. Terlalu syok untuk berkata-kata. Jadi, sebenarnya kau menyukaiku hyung? kenapa baru sekarang hyung? sudah sangat terlambat hyung. aku sudah mencintai Changmin dan mulai melupakan perasaanku padamu.

“a. aku..”

“mi. an. hae hyung..”

=Flashback end=

Menyesalkah aku? Aku tidak tau. Di satu sisi aku tidak sanggup melepaskan Changmin dan di sisi lain aku juga tidak ingin menyakiti Sungmin hyung. aku tidak tau harus memilih siapa. Dan ku putuskan dengan mengikuti alur seperti ini, pasti lebih baik.

Kyuhyun pov end

***MP***

Sungmin pov

Sudah waktunya sarapan.

“Kyu. Ayo sarapan.”

“ne. Sebentar lagi hyung.”

Kyuhyun duduk di meja makan, dan menyantap makanan yang ku buat. Ku tunggu ia selesai makan.

“hyung tidak makan?”

“aku sudah selesai tadi. Kau sudah selesai?”

“mm. Aku kenyang sekali.”

“Kyu, ada yang ingin ku bicarakan.”

“tentang apa hyung?”

“tetang kita. Aku, kau dan Changmin. Aku tidak ingin berpura-pura lagi. Kau sudah tau bagaimana perasaanku padamu. Bagaimana denganmu?”

“hyung. a. ku..”

“jawab saja Kyu.”

“dulu hyung. jauh sebelum aku mengenal Changmin, aku sudah mempunyai perasaan padamu. Aku menganggapmu lebih dari sekedar hyungku sendiri. Tapi bagaimana denganmu? Apa kau juga menganggapku seperti itu? Melihatmu dekat dengan Siwon hyung, membuat aku merasa tidak percaya diri. Apa pantas aku menjadi kekasihmu? Kau terlihat sangat akrab dengan Siwon hyung dan ku putuskan untuk melupakan perasaanku. Bagaimanapun juga aku hanyalah seorang dongsaeng. Dan kemudian Changmin datang, dia yang membantu melupakan perasaanku padamu. ”

“kenapa kau tidak pernah mengatakannya Kyu?” jadi, selama ini dia menyukaiku. Kenapa aku baru tau sekarang?

“..”

“sekarang bagaimana?”

“aku tidak tau hyung.”

“kalau kau ingin bersamaku, putuskan Changmin. Aku bisa memberikan segala yang Changmin tidak bisa berikan. Aku tidak akan menyakitimu. Aku tidak mungkin menganianayamu.”

“a. aku. tidak bi. sa hyung.”

“kenapa? Harusnya kau memilih aku, yang lebih menyayangimu. Tinggalkan saja dia. Lupakan dia. Kau takut padanya, ha?”

“ani.”

“lalu kenapa?” aku berteriak histeris. Harusnya kau itu memilih aku Kyu! Bukan si Changmin itu.

“a. aku. tidak bis. sa hyung.”

Kyuhyun berdiri dan menuju pintu keluar.

Sungmin pov end

***MP***

Kyuhyun pov

aku berlari Meninggalkan apartemen yang ku tempati bersama Sungmin hyung. KACAU. Mungkin itu kata yang tepat untuk mengungkapkan perasaannku sekarang.

Tanpa disadari, aku berlari sangat jauh. Tujuanku apartemen Changmin. Mungkin disana aku bisa mendapat sedikit ketenangan atau sedikit kekerasan.

aku membuka pintu apartemen Changmin dengan mudahnya karena aku sudah punya kuncinya.

Cklek.

“Chang. min-ah.”

Hei readers, bagaimana perasaanmu ketika mendapati kekasihmu sedang berciuman dengan orang lain dengan tidak berpakaian? Sudah bisa membayangkannya? Itu yang ku rasakan saat ini.

SYOK. Tidak percaya.

“Changmin-ah.” Air mataku jatuh. Beginikah balasan untukku? Untuk kesabaran atas setiap tindakan kasar Changmin? Untuk kesedian ku memilihnya dibandingkan Sungmin hyung?

“K. Kyu” Changmin menghentikan aktifitasnya dan menoleh syok padaku. Ia segera memakai pakaiannya.

Aku keluar dari apartemen itu. Aku semakin Kacau.

“Kyuhyun-ah..” Changmin menarik lenganku.

“lepaskan aku Changmin.” Aku menghentakkan tangannya dan mulai berlari.

“Kyu. Mianhae. Aku salah. Maafkan aku.” Dia berhasil menghalangi jalanku.

“minggir Changmin! Aku mau pulang!”

“Kyu. Aku bisa jelaskan semuanya.”

“tidak ada yang perlu kau jelaskan! Apa salahku,Shim Changmin! Aku sudah bersabar menghadapi semua prilakumu. Aku bertahan dengan semuanya! Tidak puaskah kau menyakitiku? Masih kurangkah? Bunuh saja aku kalau begitu!” aku membentaknya. Mengeluarkan semua emosi ku.

“kyu. Maaf. Aku. ”

“aku tidak kuat lagi Changmin. Aku tidak bisa lagi.”

“kyuhyun-ah. Mianhae. Aku janji tidak akan melakukannya lagi. Aku janji akan berubah.” Changmin berlutut dihadapanku. Menahan langkahku untuk tidak pergi. Air mata juga sudah membasahi wajahnya.

“..”

“aku mohon Kyu. Maaf. maaf. maaf. aku janji Kyu. Aku akan berubah. Aku tidak akan menyakitimu lagi. Jangan tinggalkan aku Kyuhyun. Aku mohon.”

“lepas Changmin!” aku mendorong tubuhnya sehingga tangannya yang menahan kakiku terlepas. Aku langsung berlari keluar.

Aku tidak bisa lagi Changmin. Aku sungguh tidak bisa lagi. Aku tidak sekuat yang kau kira. Aku tidak sekuat itu Changmin.

Aku berlari sekencang-kencangnya. Tanpa mempedulikan keadaan.

CKITTT. BRAKKK.

Kyuhyun pov end

***MP***

Sungmin memandang sedih tubuh Kyuhyun yang terbaring lemah.

“Kyuhyun-ah. Bangunlah. Kau harus sadar Kyu.”

“..”

“aku mohon Kyu. Kau tidak ingin melihat ku bersedih kan? Kau tidak akan meninggalkan ku kan Kyu? Kau berjanji untuk selalu menemaniku Kyu. Kyu. Ayo bangun. Kau tau. Changmin tadi berlutut meminta maaf padaku? Dia itu psikopat Kyu. Kau jangan mendekatinya lagi ya. Kau harus bersamaku Kyu. Aku akan membuatmu bahagia. Ayo bangun Kyuhyun-ah.” Jari tangan Kyuhyun yang digenggam Sungmin bergerak. Dan Kyuhyun mencoba membuka kedua matanya.

“Kyu? Kau sudah bangun? Aku panggil dokter dulu.” Kyuhyun menahan Sungmin yang akan berlari memanggilkan dokter.

“hyu. hyung.” bisik Kyu yang mencoba dengan seluruh kekuatannya untuk berbicara.

“kenapa Kyu?” Sungmin mendekatkan telinganya ke arah Kyuhyun agar Kyuhyun tidak bersusah payah mengeluarkan suaranya.

“mi. an. hae. hyu. ng. ak. ku. mo. hon. ma. af. kan. a. ku. Hyu . ng.” setelah itu Kyuhyun tidak bicara apa-apa lagi.

***MP***

Kau.. harusnya memilih aku.

Yang lebih mampu menyayangimu.

Berada disampingmu.

Kau. Harusnya memilih aku.

Tinggalkan dia.

Lupakan dia.

Datanglah kepadaku.

(Terry, Harusnya Kau pilih Aku)

***END***

Selesaiiii…

Annyeong yorobun! Saya datang lagi dengan oneshoot. Gimana? Suka gak? Jelek gak? Changmin jahat gak? Saya gak tega sebenernya bikinnya.

Saya ngebuat ni ff masih dalem keadaan sakit. Sakit tu emang gak enak yah. Gak enak makan, gak enak tidur, gak enak ngapa-ngapain deh. Jadi ngerepotin ortu juga. Saya juga jadi berpikir, ntar lagi saya jauh dari mamapapa buat kuliah, ntar kalo saya sakit gimana? Huaa.. #curcol.

Buat readers harus jaga kesehatan ya, jangan ampe sakit. Kalo buat readers yang lagi sakit, cepet sembuh ya. Arisa Adachi lagi sakit sariawan juga ya? Samaa. Sariawan tu emang menyakitkan chingu..

Buat Run Maharani dan seluruh readers yang bakalan ikut SeNaMPeTeeN (serasa jadi orang alay) berjuang ya. HWAITING! Semoga masuk ke univ yang diinginkan!

Makasi buat readers yang uda ngeriview ff saya sebelumnya. #bows.

Review dong.. ya.. please…

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s