Cake Of Love Part 16

Standar

Cake Of Love

Author  by : Hye Ri

~o~

—- Kyuhyun POV —-

“Mianhae, Yoo Yi. Aku tidak bisa.” Aku berbalik untuk pergi setelah menolak pernyataan cintanya. Hatiku sudah berpaling dan aku tidak mau terjebak dalam keadaan seperti ini. Bagaimanapun, aku dulu pernah menyukainya walau aku yakin hatiku tidak akan bisa kembali lagi padanya.

Belum sampai selangkah, Yoo Yi tiba-tiba saja memelukku dari belakang. Jujur, aku sangat kaget saat itu. Aku memegang kedua tangan Yoo Yi yang melingkar di pinggangku sangat erat. Aku mencoba melepasnya.

“Lepaskan, Yoo Yi ! Apa yang kau lakukan ?!” Aku masih sedikit berontak dan ingin melepas pelukannya. Tapi dia sangat erat memelukku. Kurasakan kepalanya bersandar di punggungku. Haassh ! Aku sudah tidak bisa apa-apa kalau begini.

“Saranghaeyo, Kyu. Sudah sejak lama.” Katanya lagi. Tidak cukupkah sekali aku menolak ? Aku tidak tega jika harus menolaknya lagi.

Aku hanya bisa diam. Apa yang harus kulakukan sekarang ?

Kurasakan pelukannya sangat erat. Aku tidak bisa terus diam seperti ini. Aku harus memberinya penegasan. Iya, aku harus tegas padanya.

“Nna do…” Kataku, “…Saranghae. Tapi hanya sebagai teman, Yoo Yi. Tidak lebih.” Aku mencoba melepas lagi pelukannya.

Dia melepas pelukannya saat itu juga. Aku berbalik menatapnya. Dia menatapku dengan tatapan tidak terima.

“Wae ? Kau menyukaiku kan ? Semua orang bilang begitu. Wae, Kyu ? Apa yang salah denganku sampai kau menolakku ? Kita saling mencintai, Kyu.” Nada suaranya meninggi. Sepertinya dia benar-benar tidak terima dengan pernyataanku.

       Aku menggeleng.

“Kau tidak tau arti cinta yang sebenarnya, Yoo Yi. Aku memang mencintaimu, tapi sebagai teman yang selalu ada saat aku butuhkan. Bukan cinta seperti yang kau maksud. Dulu aku memang menyukaimu. Hanya suka. Simpati. Bukan cinta. Dan sekarang…”

“Sudah ada gadis lain yang kau cintai ? Iya kan ? Jawab, Kyu !!” Dia memotong kalimatku dan memaksaku menjawab.

Aku hanya bisa mengangguk tanpa melihat ke matanya lagi. Dia berdecak.

“Cih ! Sudah kuduga. Aku benci kau, Kyu !! Kau jahat !!” Yoo Yi menjerit di depanku lalu berlai meninggalkanku yang menunduk dan terpaku.

Aku menoleh ke arahnya yang sekarang sudah masuk ke dalam pintu itu dan kudengar suara derap langkahnya di tangga.

Aku menggumam.

“Maaf, Yoo Yi. Tapi untuk hal ini, aku tidak mau dipermainkan lagi. Ini masalah perasaan. Perasaanku… Hhh ~” Aku menghela napas.

Aku mengikutinya turun. Panas juga lama-lama di sini.

Kudorong sedikit pintu itu dan masuk. Tidak sengaja kakiku menendang sesuatu. Tidak sampai terlempar jauh sih, hanya terdorong sedikit. Sebuah kotak.

Kotak apa ini ? Siapa yang menaruhnya di sini ? Perasaan tadi aku tidak melihatnya. Aku bertanya-tanya dalam hati.

Kuangkat kotak itu. Oh ? Kotak kue ? Kutemukan secari kertas dibawah kotak itu. Aku jadi teringat kotak kue yang mau kuberikan ke Seohyun itu. Aku juga menaruh kertas di bawah kotaknya kan ?

Kuambil kertas itu dan kubaca isinya.

     Untuk Kyuhyun :

 

     Maaf juga sudah lancang padamu ^^

 

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dari Seohyun

DEG !

Aku membelalakan mataku begitu tau isi tulisan kertas itu. Untukku, dari…

Seohyun sempat kesini ?! Apa tadi dia melihatnya ?! Ya Tuhan, jangan sampai dia tadi…

Tanpa pikir panjang, aku menaruh lagi kotak itu dan bergegas berlari ke bawah dan mencarinya. Dia tidak boleh salah paham. Tidak boleh.

Aku harus menjelaskan semuannya padanya. Harus.

Tempat pertama yang kutuju adalah lapangan. Aku tahu dia disana. Dia pasti di sana. Aku berlari ke lapangan dan melihat beberapa anak di sana. Tidak banyak. Tapi hanya satu yang kucari dan kulihat sosoknya sedang bermain bola sendirian di tengah lapangan. Sendirian. Dan dilihat dari permainannya menunjukan dia sedang kesal.

Aku masuk ke lapangan. Eun Ho memanggilku. Haassh ! Aku sedang terburu-buru.

“Ya ! Cho Kyuhyun ! Ada apa kau kesini ?!” Panggilnya. Aku sempat melihat lagi ke arah Seohyun yang sepertinya tau kalau aku di sini. Dia sempat melihatku sebelum akhirnya dia pergi menjauh dari aku dan Eun Ho.

Tidak ! Jangan pergi ! Teriakku dalam hati.

Aku mengacuhkan Eun Ho dan segera berlari mengejar Seohyun yang semakin jauh meninggalkanku. Aku sampai di dekatnya. Kutarik tangannya.

“Gajima ! Kita harus bicara !”

Dia menatap cengkraman tanganku di pergelangan tangannya itu dengan tatapan kesal.

“Siapa kau ?” Dia menarik tangannya kembali dariku.

Hah ? Kenapa dia jadi seperti ini ? Apa dia marah padaku ?

“Aku harus menjelaskan semuanya padamu. Aku tau kau tadi ke atap dan melihatku dengan Yoo Yi. Itu semua tidak seperti yang kau pikirkan.” Aku mencoba menggenggam pergelangan tangannya lagi. Tapi dia sigap menghindar.

“Aku tidak mengenalmu dan apa yang harus kau jelaskan ? Semua sudah jelas.” Nada suaranya mulai meninggi.

Ada apa dengan gadis ini ? Kenapa tiba-tiba dia jadi amnesia begini sih ?

“Jangan berpura-pura, Seo ! Kau ini kenapa sih ?” Tanyaku khawatir. Dia berdecak.

“Aku tidak kenapa-kenapa. Pergilah ! Aku tidak mengenalmu.” Dia berbalik dan pergi lagi. Aku sudah diambang batas kesabaran atas sikap menyebalkannya barusan. Aku harus memaksanya kalau begini.

Kutarik lagi tangannya dan kugenggam pergelangannya erat. Biar dia tidak bisa pergi lagi. Kutarik dia dan kubawa dia ke atap lagi. Aku harus bicar dengannya. Dan benar kata Yoo Yi tadi. Di atap sepi dan aku bisa membicarakan masalah ini dengannya di sana.

Dia berontak, meronta, dan mencoba melepaskan genggamanku pada tangannya. Aku tidak peduli. Dia harus ikut.

“YA ! LEPASKAN !! AKU MAU DIBAWA KEMANA ?!” Dia meronta dan terus berteriak. Aku lihat kedua sahabtanya yang baru datang langsung menyerbuku.

“Ya ! Sunbae ! Mau kau apakan Seohyunnieku ?! Ya !!” Sahabatnya yang heboh dan lebih pendek, atau yang kutahu namannya Sunny itu mencoba menarikku. Soo Young, juga mendekatiku dengan wajah cemas. Belum sempat dia bertanya, aku sudah menjawab pertanyaanya yang akan dia katakan.

“Aku ada urusan dengannya. Aku tidak akan melukainya. Tenang saja.” Yakinku sambil sedikit tersenyum padanya. Dia mengangguk. AKu menarik Seohyun lagi yang masih meronta.

*Author POV*

“Kenapa kau membiarkannya sih ?!” Sunny bertanya heboh pada Soo Young. Yang ditanya hanya mengedikkan bahunya. Dia beralih ke Eun Ho.

“Sunbae…”

“Biarkan saja. Mereka harus segera menyelesaikan masalah mereka.” Katanya bijak. Soo Young mengangguk menyetujui

*End Author POV*

“Kau mau membawaku kemana ?! Ya ! Cho Kyuhyun ?!” Teriaknya lagi. Aku sudah mendengar ini berkali-kali. Aku tersenyum evil.

“Akhirnya kau ingat padaku.” Jawabku.

Kami sampai di atap dan segera kulepas genggamanku padanya. Dia menggenggam pergelangan tangannya yang tadi kucengkram.

“Kau ini kasar sekali sih ? Tanganku jadi sakit tau.” Gerutunya. Dia memasang wajah kesal padaku. “Kau mau apa ?!” Tanyanya galak.

“Kenapa sikapmu jadi seperti ini padaku ?” Aku bertanya balik. Dingin. Dia diam. Menunduk dan tidak berani melihatku.

“Jawab aku, Seo Joo Hyun !” Aku menyentak.

“KARENA KAU MENYEBALKAN !!!!” Dia memekik lalu mulai menangis.

Aku menghela napas. Aduuuh ~ Jangan menangis lagi. Aku tidak tega melihat gadis menangis. Apalagi melihat gadis yang kusukai menangis. Itu menyakitkan.

“Menyebalkan apa ? Aku salah apa padamu ? Aku sudah minta maaf padamu lewat kue yang kutitipkan pada Hye Ri kemarin. Kau pikir aku tidak tau kau ada disana saat itu ?” Tanyaku masih sambil menekan emosi kuat-kuat.

“K-kau…. hiks…  k-kau…, a-aku… aaaaarrrrrgghh !!! Pokoknya kau menyebalkan !!” Dia frustasi karena tidak berhasil membela diri.

“Lalu untuk apa kau memberiku video itu ? Apa alasanmu memberikannya padaku ?” Tanyaku telak.

     Ayo, Seohyun… Katakan kalau kau memberikan video itu padaku karena kau mencintaiku, karena kau tidak mau aku bersamanya. Ayo bilang, Seo ! Ayo bilang… Aku berharap dalam hati. Dia diam. Menunduk dan menangis.

Kami berdiri berhadapan sekarang.

“Karena apa…”

“KARENA AKU MAU KAU MENYADARKANMU KALAU DIA BUKAN GADIS BAIK, KYUUU !!!! KAU PUAS ???!!! SEKARANG JANGAN PERNAH MENEMUIKU DAN LUPAKAN SAJA SEMUA !!! ANGGAP KITA TIDAK PERNAH BERTEMU, TIDAK PERNAH BERMASALAH, DAN TIDAK PERNAH SALING KENAL !!!” Dia memekik lagi. Kali ini lebih nyaring.

Kurasakan jantungku berdegup sangat kencang. Kaget mendengarnya berkata seperti itu. Aku tau dia menyukaiku tapi kenapa dia ingin aku menjauhinya ? Dia sebenarnya kenapa ?

“Wae ? Kenapa aku harus menjauhimu ? Kita baru saja jadi teman, kenapa kau malah mau aku menjauhimu dan menganggap kita tidak pernah saling kenal ?” Aku juga sedikit berteriak. Dia menjawab lagi disela isak tangisnya.

“KARENA KAU SUDAH BERSAMANYA !!! AKU TAU SEMUA !! KAU DAN YOO YI SUDAH BERSAMA SEKARANG, KAN ??!! YA KAN ?! AKU KECEWA KYU !! AKU SUDAH MEMBERIMU VIDEO ITU AGAR KAU SADAR BETAPA JAHATNYA YOO YI DI BELAKANGMU !! TAPI KAU… KAU…”

“Aku apa ?” Tanyaku menunggu lanjutan kalimatnya.

Dia tidak melanjutkannya lagi. Malah menangis lebih keras.

Aku tidak bisa diam seperti ini melihatnya menangis. Aku berjalan ke arahnya, menarik tangannya dan membawanya ke dalam pelukanku. Aku mendekapnya.

Dia meronta. Terus memukul-mukul punggungku.

“Kau cemburu ?” Tanyaku pelan. Kubelai rambut panjangnya. Dia masih menangis tapi tidak seberontak tadi walau masih terus memukul punggungku.

“Aku tidak cemburu. Untuk apa aku cemburu ? Ya ! Lepaskan aku !!” Dia terus berontak. Aku makin erat memeluknya.

“Kau bohong.” Kataku. Seketika itu juga dia berhenti memukul punggungku. Isakannya sedikit menghilang tapi aku masih bisa mendengarnya tersengal-sengal. Aku tersenyum penuh kemenangan. Aku tau semua, Seo Joo Hyun.

“A-aku… t-tidak…” Dia mencoba membela diri. “Kau bohong, Seohyun. Aku tau. Kau pasti cemburu melihatku dengannya tadi kan ? Geotjimal…”

Kubisikan sesuatu di telinganya. Harus kusampaikan perasaanku padanya saat ini. Saat inilah kesempatanya. Saat ini…

“Saranghae…” Bisikku. Kucium kepalanya pelan dan kupeluk dia lebih dalam.

Dia diam. Aku bisa merasakan tangannya melemas dan sekarang dia terpaku di dalam pelukanku. Isakannya sudah berhenti tapi napasnya yang tersengal masih bisa kudengar. Kenapa dia diam ?

“Katakan kalau kau juga mencintaiku, Seohyun.” Pintaku.

—- End POV —-

 

—- Seohyun POV —-

“Saranghae…” Dia membisikkan kata itu di telingaku dan membuatku tidak bisa bergerak. Kata itulah yang selalu aku harapkan keluar dari mulutnya untukku. Dan sekarang…., benar-benar terjadi…

Aku merasakan dadaku sesak. Aku sangat bahagia. Dia…, dia mengucapkan kata itu padaku ??? Aku… tidak bisa berkata apapun.

“Katakan kalau kau juga mencintaiku, Seohyun.”

Iya ! Iya, aku juga mencintamu !!! Aku hanya bisa berteriak dalam hati. Entah kenapa lidahku terlalu kelu untuk hanya menjawabnya saja. Aku benar-benar mencintaimu.

Kenapa aku tidak bisa bilang ?

Tiba-tiba aku teringat sesuatu. Dia kan sudah bersama Yoo Yi ? Bagaimana mungkin dia menyatakan perasaannya padaku ? Tidak. Aku tidak boleh menjadi orang lain dalam hubungan mereka. Kalau ada yang harus dikorbankan, aku lah orangnya.

Aku kembali berontak. Memukul lagi punggungnya dan kembali menangis.

“Wae ? Kenapa kau nyatakan padaku ? Kenapa kau bilang padaku kalau kau mencintaiku ? Kau sudah bersama Yoo Yi. Aku… hiks… tidak bisa…..” Tangisku pecah lagi. Dia menenangkanku dan memelukku lebih erat.

“Sssst ! Seohyun, kau bicara apa ? Aku dan Yoo Yi tidak ada hubungan apa-apa. Aku mencintaimu sekarang dan sudah tidak ada hubungannya lagi dengan Yoo Yi. Dengarkan aku ! Aku mencintaimu !!” Tegasnya.

Tangisku berhenti seketika. Hah ? Dia bilang apa ?

Aku medorong tubuhnya sedikit dan menatapnya dengan mata penuh air. Aku benar-benar tidak mengerti. Dia tersenyum padaku. Manis sekali.

“Eh ? Ap-apa maksud-mu ? T-tadi kau bilang ‘nna do’ padanya ketika d-dia menyatakan perasaanya padamu.” Tanyaku terbata. Dia tertawa kecil menanggapi pertanyaanku.

Dia menarikku lagi kedalam pelukannya dan entah kenapa, aku tidak lagi menolak. Tidak lagi berontak. Dia sedikit tertawa menjawab pertanyaanku.

“Kau salah paham, Seo. Jadi kau melihat yang bagian itu ? Kenapa kau tidak melihat lanjutannya ? Aku bilang padanya kalau aku juga mencintainya. Sebagai teman, Seo. Hanya sebagai teman. Yang aku cintai itu, kau.” Jelasnya.

Entah bagaimana aku harus menjelaskan perasaanku sekarang. Aku harus bilang apa lagi ? Aku terlalu bahagaia. Lega mendengar penjelasannya.

Yang bisa kulakukan sekarang hanya membalas pelukannya, tersenyum dan kembali menangis tanpa suara di dalam pelukannya. Tangis bahagia.

Aku bisa mendengar helaan napas kelegaan darinya.

“Jadi, kau juga mencintaiku, kan ?” Tanyanya berbisik lagi. Aku tersenyum dan mengangguk. Dia melepas pelukannya dan menatapku sekarang. Matanya berbinar bahagia. Dia menatapku dalam. Aku balas menatapnya.

“Aku tau. Kau juga mencintaiku. Aku bahkan tau sebelum kau mengangguk barusan. Makanya aku berani bilang kalau kau cemburu.” Dia tersenyum dengan senyum evilnya. Hah ? Bagaimana bisa dia… ?

“Ya ! Bagaimana kau tahu ?” Tanyaku. Aku bisa merasakan wajahku memanas karena malu. Aigoo~ ini memalukan sekali.

“Kau tidak perlu tau bagaimana aku bisa tau. Yang penting sekarang kau tau kalau aku juga mencintaimu. Saranghaeyo, Seo Joo Hyun.” Dia tersenyum manis sekali. Aku terpana.

Ya Tuhan, ganteng banget sih namja ini ??

Dia mengajakku duduk bersandar di dekat pintu. Disitu tidak terlalu panas karena ada atap yang cukup besar.

Dia mengambil sesuatu dari balik pintu dan itu membuatku terkejut. Kue-ku ??

“Kau meninggalkannya saat mengintipku tadi kan ?” Katanya sambil menenteng kotak itu. Aku hanya bisa tertawa sambil menahan malu.

“Kau ini. Jangan meninggalkan jejak kalau sedang mengintip orang.”  Aku mencoba membela diri.

“Aku tidak mengintip. Aku…”

“Tidak sengaja mengintip. Itu sama saja, Seo.” Potongnya. Dia membuka kotak itu. “ Wah ?! Kue ya ? Kau yang buat ?” Tanyannya dengan nada tertarik.

Aku tersenyum lebar dan mengangguk.

“Itu…, first snow lho. Aku buat sendiri.” Jawabku. Dia mengangguk dan mengambil sebuah sendok roti kecil yang memang kusiapkan di dalam kotak itu.

Dia menyendok sedikit dan memasukkannya ke dalam mulutnya. Wajahnya terlihat berpikir.

“Eotteokhae ? Massisseoyo ?” Tanyaku agak khawatir. Dia berdecap.

“Jadi begini ya rasanya first snow ?”

Hah ?

“Kau belum pernah mencobanya ? Kau kan yang buat ? Kau ini gimana sih ?” Protesku heran. Bisa-bisanya orang ini.

“Kau kan tau kalau aku tidak memakan kue buatanku sendiri. Enak kok. Kau berbakat juga.” Pujinya. Aku tersipu malu. Kurasa wajahku memerah sekarang.

“Dapat resep dari mana ?”

DEG !!

Aduh~

—- End POV —-

 

—- Kyuhyun POV —-

Dia diam begitu aku melontarkan pertanyaan itu. Sudah kuduga dia biingung mau menjawab apa.

“Dari Hye Ri ya ?” Tanyaku lagi. Dia cuma bisa mengangguk pelan sambil menunduk.

“Haassh ! Sudah kuduga. Anak itu…” Aku mengepalkan tanganku.

“Hajima ! Kau jangan apa-apakan dia ! Ini salahku memintanya mencarikan resep first snow itu. Bukan salahnya.” Dia membelanya mati-matian. Aku tertegun.

“Kau…, sangat menyayanginya ya ? Sampai-sampai khawatir dia kuapa-apakan. Aku tidak akan melakukan apapun padanya. Aku sudah menganggap itu bukan suatu hal yang penting. Itu hanya resep.”

Dia mengangguk. “Aku memang sayang padanya. Dia sudah kuanggap adik sendiri. Selain karena aku tidak punya adik, dia selalu menyemangatiku dan menjadi tempatku curhat. Bahkan dia yang membuatku yakin kalau aku menyuakaimu waktu itu.”

Aku tersenyum, teringat padanya. “Kita harus berterima kasih padanya. Dia juga yang membuatku yakin kalau aku mencintaimu. Dia…, benar-benar cupid kecil.” Aku menghela napas setelah mengingatnya.

“Oh iya, Kyu. Kita…, sudah pacaran ya ?” Tanyanya polos. Aku melongo. Ya ampun !! Jadi dari tadi kau anggap kita ngapain ??

“Terus dari tadi kau anggap hubungan kita saat ini apa ?” Tanyaku gemas. Kutarik pipi chubbinya.

“Aigoo~ Sakit, Kyu ! Habis, kau tadi tidak bilang dan memintaku jadi pacarmu sih. Mana aku tau kalau sekarang kita sudah pacaran. Kau kan cuma bilang kau mencintaiku.” Jelasnya.

Ya Tuhan, gadis ini ? Innocent sekali sih. Aku membelai lagi kepalanya.

“Geurae, kalau begitu… Mau kah kau jadi…”

“Mau.” Jawabnya sebelum aku selesai  bertanya.

“Ya ! Aku belum selesai…”

Dia memotongku lagi.

“Tidak usah diselesaikan juga aku sudah tau kau akan tanya apa. Ya sudah, kujawab saja mau. Berarti, sekarang kita resmi pacaran. Ya kan, Kyu Oppa ???” Dia menatapku dengan tatapan innocentnya dan dengan wajah imutnya yang membuatku terpaku memandangnya. Dia memasang senyuma yang sangat manis dan membuat jantungku jadi berdetak sangat kencang.

“Iya, iya. Kita pacaran sekarang, Jagi.”

“Kau memanggilku apa ? Jagi ? Kyaaaaaaaa……… !!! Kau memanggilku jagi ?!” Dia heboh sambil mengguncang-guncang tubuhku.

“Iya, memang kenapa ? Ya ! Hentikan mengguncangku !”

“Anio. Aku hanya senang saja. Hehe ^^” Dia menunjukan cengirannya. Ya ampun gadis ini.

Dia malah bersikap seperti anak kecil seperti ini. Padahal tadi, dia sempat menejrit-jerit dan menangis. Yah, Hye Ri bahkan kalah jauh sikap anak kecilnya ketimbang Seohyunku sekarang ini. Hahaha, dasar.

“Kau ini.” Aku mengacak rambutnya. Kami tertawa bersama. Matanya menyipit dan tawanya terdengar indah di telingaku.

Aku menghentikan tawaku dan hanya memandangnya tertawa dengan senyum tipis diwajahku. Aku tidak percaya, saat ini aku sudah bersamanya. Menjadi namjachingunya. Cepat sekali. Aku bahkan tidak berencana menyatakan perasaanku padanya hari ini. Aku lega kalau akhirnya bisa seperti ini.

“Kok berhenti ketawanya ?” Dia bertanya lagi masih dengan nada polosnya. Ya ampun !! AKu tidak kuat terus-terusan dihadapkan dengan kepolosan dan ke innocenantnya terus. Aku menatap dalam ke arah matanya.

Entah dorongan dari mana, aku melihat ke arah bibir mungilnya. Ya ampun !! Kau mikir apa Kyu !!! Apa aku harus menciumnya sekarang ??

Hassshh !!!

Kudekatkan wajahku ke wajahnya. Dia terlihat bingung.

“Ya ! Oppa ! Kau mau apa ?” Dia sedikit menjerit dan menutup matanya erat. Bibirnya terkatup rapat.

Jarak bibir kami sangat dekat. Hasssh !!! Aku tidak bisa menciumnya sekarang. Dia belum siap. Aku langsung mundur dan menghirup udara sebanyak-banyaknya. Jantungku terus berdegup keras dan berdetak sangat keras. Aku membuang muka.

Dia membuka matanya dan menelan ludah. Aku sempat mendengarnya menghela napas lega. Atau apa aku tidak tahu.

“Oppa, tadi kau…”

“Iya, araseo. Mianhada. Tidak seharusnya aku bersikap padamu seperti barusan. AKu tau kau belum siap. Maaf ya ?” Jelasku masih sambil membuang muka. AKu tau pasti wajahku memerah saat ini. Ya Tuhan, aku malu sekali.

“Hmm, nggak apa-apa, Oppa. Aku juga minta maaf masih belum siap. Aku…, jadi nggak enak sama Oppa.” Katanya.

Aku bisa merasakan antara kami jadi canggung sekarang. Aiisshh !! Ini semua gara-gara kau, Kyu !! Memalukan.

“Oppa jangan lihat sana terus ! Masa aku dicuekin ?” Protesnya. Aku pun berbalik dan menatapnya sekarang.

“Maaf ya.” Katanya. Aku tersenyum dan mengangguk.

“Nna do. Aku juga minta maaf.” Aku menariknya dalam pelukanku lagi. Kami berpelukan lagi sekarang. Kucium kepalanya sayang. Aku benar-benar mencintainya.

“Saranghaeyo…”

Sangat mencintainya…

~o~

TBC

     Akhirnyaaaaaaaaaaa………. Kelar juga ni part #helaan napas lega author

Mian banget ya author lama banget publishnya… Mian juga kalo ceritanya ancur, nggak greget, aneh, rancu, lebay banget, panjang banget, bertele-tele, kaya’ sinetron, dll, dst, dsb…

Pokoknya author sangat minta maaf sebesar-besarnya *bow bow..* kalo banyak banget kekurangannya…

Maaf juga kalau Hye Ri di sini agak banyak perannya… mian banget #author pengen eksis hehe ^^

Yang nungguin adegan kissu nya Seo Unn en Kyu Opp, bakal ada di part 14 yang notabenenya PART TERAKHIR !!! KYAAAAAAA…………. >< Nggak kerasa udah mau part terakhir…

Tapi nanti ada bonus partnya juga kok.. ^^

Gomawo yang udah mbaca… Harus R C L !!! Read, Comment, Like !! #haha maksa ya ? Habis author capek bikinnya sih

Yang udah di tag harus KOMEN !!! HARUS KOMEN !!! Kalo nggak, Part 14 nya nggak mau aku publish ah #huehehe, becanda ding ^^V

JEONGMAL GOMAWOOO…. ^^

5 responses »

  1. kyaaaaa…..akhiirnya muncul jg!! dahh lumutan sy nunggunya…huhuhu…

    eaaaaa…seneng akhirnya kyu jadian jg sma si seo….kkkk~ kirain td dah ending ajj ternyata blm…lanjut dahh…

  2. Mmmmmm,,
    senenk bgt akhirnya di publish jg lnjtannya,,
    tpie eon koq kiss nya pas part 14???? bkn’a udh part 17 ????
    shrus’a khan part 18 ???
    pie ggk mslah deh,,
    yank pnting cpet publishin ea,,,
    Hmmmm Mkien pnsran gmna ending nya ney,,,,
    bkin jntung ku deg deg an.,,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s