Changmin Story – Chapter 1

Standar

My Life”

Cast : Minkyu, Yunjae, Kangteuk, dan other couple.

Author : Shania9ranger

~o~

Seorang namja masih tertidur pulas saat matahari mulai terbit, dia tidak terganggu sedikit pun oleh sinar matahari yang masuk dari celah jendelanya. Sesekali ia menggeliat dan menarik selimutnya lebih tinggi. Namja tersebut benar-benar sangat mengantuk akibat semalam ia bermain game hingga jam 3 pagi.

Kriiiiiing…. ! Kriiiiiing…. ! Kriiiiiing…. !

Jam weker berbentuk bola basket yang terletak dimeja samping ranjangnya berdering sangat kencang hingga dapat terdengar sampai ke lantai bawah, tapi namja tersebut tetap tidak terganggu sedikit pun dengan bunyi keras yang memecahkan kesunyian di pagi hari itu.

“Aish… anak itu pasti bergadang main game lagi!”

Di lantai satu ada eomma sang namja yang mulai kesal mendengar kebisingan yang berasal dari kamar anaknya. Sesaat dia menghela nafas sebentar, lalu melangkahkan kakinya menaiki anak tangga menuju kamar anak sematawayangnya.

Ceklek!

“Yak! JUNG CHANGMIN BANGUUUUUUUNNN!” Suara namja paruh baya itu menggema diruangan karna teriakannya. Ya, eomma Changmin adalah seorang namja yang bernama Jung Jaejoong dan appanya bernama Jung Yunho.

Di jaman yang serba modern saat ini tidak ada yang tidak mungkin bukan? Bahkan pernikahan antar namja pun sudah bukan masalah lagi di berbagai negara belahan dunia. Seiring bertambah banyaknya pasangan sesama jenis, tim medis yang tergabung dari beberapa dokter ternama di dunia pun mengembangkan sebuah teknologi yang sulit di nalar oleh otak. Yaitu membuat seorang namja hamil dan melahirkan. Dan inilah yang terjadi di dalam keluarga pasangan Yunho dan Jaejoong.

“Emmhh…” Yang di bangunkan hanya menggeliat pelan lalu tertidur lagi.

“Aish… anak ini benar-benar minta amukkan dariku.” Jaejoong mengedarkan pandangannya ke segala sisi ruangan itu, sampai dia menemukan sesuatu yang ia yakini bisa membangunkan Changmin. Ternyata yang ditemukannya adalah segelas air yang ada di meja belajar anaknya. Jaejoong memandang air itu dengan senyuman licik, dia segera meminumnya namun tidak ditelan, tapi….

Hana…

Deul…

Set…

BRUUUUUUUUSSS!

Dia semburkan air yang ada di dalam mulutnya tepat di wajah Changmin.

“Yaisss eomma…!” Pekik Changmin ketika merasakan jurus semburan Jaejoong.

“Hahahaha… rasakan itu! Ayo cepat bangun, kalau tidak nanti kau bisa terlambat ke sekolah Minie.” Jaejoong menarik paksa tangan Changmin untuk bangun dan mendorong tubuh itu masuk ke kamar mandi.

“Eomma jahat~” Dengus Changmin lalu menutup pintu kamar mandi dengan kesal. Jaejoong mengulum senyum gemas melihat tingkah laku anak kesayangannya itu. ‘Dia memang anakku, sangat menggemaskan seperti eommanya.’ Batin Jaejoong bangga.

Tapi sedetik kemudian senyum Jaejoong menghilang dan digantikan dengan tatapan kesal. “Aigo~ kapan dewasanya anak itu?” Gumam Jaejoong saat kedua bola matanya menatap ke sekeliling kamar Changmin yang super berantakan. Selimut menjutai kemana-mana, kaset-kaset game berserakan dilantai, belum lagi serpihan snack yang bertaburan dikarpet. Ruangan ini lebih pantas disebut kandang daripada sebuah kamar.

.

x~o~o~o~x

.

Setelah selesai memakai seragam dan menyiapkan segala keperluan sekolahnya, Changmin segera keluar dari kamar dan menuruni anak tangga.

“Annyeong appa.” Sapa Changmin kepada appanya yang sedang membaca Koran. Sesekali dia menguap menahan kantuknya.

“Kau pasti bergadang main game lagi, ya kan Minie?” Tegur Yunho sang appa ketika melihat anaknya masih terkantuk-kantuk.

“N-ne…” Jawab Changmin takut-takut.

“Aish… kau ini sudah besar Minie, bahkan sekarang kau sudah kelas 2 SMA. Kurangilah hoby bermain gamemu itu. Lagipula sering bergadang itu tidak bagus untuk kesehatanmu.” Ujar Yunho memberikan nasihat kepada Changmin.

“Mianhe appa, tapi…”

“Tidak ada tapi-tapian. Mulai besok jika kau bergadang main game lagi, appa tidak akan segan-segan membanting X-boxmu itu.”

Glek!

Changmin menelan ludah mendengar ancaman appanya yang terdengar seperti sebuah vonis hukuman mati. Dan yang bisa dilakukan Changmin hanya menganggukkan kepalanya pelan.

“Sarapannya sudah SIAP!” Tiba-tiba teriakkan Jaejong terdengar dari arah dapur. Yunho dan Changmin bergegas menuju dapur menyantap masakan namja cantik yang mereka cintai itu.

“Wah…” Changmin terkesima memandang masakan eommanya yang terlihat sangat menggiurkan. Dia langsung mengambil makanan yang terhidang dan memakannya dengan lahap.

“Minnie, makannya pelan-pelan saja sayang. Eomma tidak mau melihatmu tersedak nanti.” Ujar Jaejoong sambil mengelus lembut kepala Changmin.

“Tidak akan eomma, aku kan jago makan.” Jawab Changmin dengan mulut yang penuh makanan. “Oh iya, appa belikan aku handphone merk terbaru ya?”

“Mwo? Memang handphone yang seminggu lalu appa belikan untukmu kemana, hah?”

“Sudah rusak appa, kemarin aku tidak sengaja menjatuhkannya di toilet.”

“Ya! Kau ini kenapa tidak hati-hati sih?” Ucap Yunho agak kesal.

“Sudah-sudah… Yeobo belikan saja Minie handphone yang baru, kasian dia tidak bisa berhubungan dengan teman-temannya.” Jaejoong selaku eomma yang begitu mencintai anaknya berusaha membela Changmin.

“Arraseo, tapi ini yang terakhir kalinya aku belikan. Biar bagaimana pun juga kau harus bisa merawat barang-barangmu, Minie.”

“Ne, aku janji tidak akan ceroboh lagi. Gomawo appa, gomawo eomma.” Changmin tersenyum puas, bahkan di dalam hatinya ia tertawa terbahak-bahak saking senangnya. Sebenarnya handphone Changmin tidaklah rusak melainkan lenyap dalam balapan motor bersama teman-temannya kemarin malam. Dia menggunakan handphone tersebut sebagai barang taruhan di arena balapan. ‘Hahahaha… eomma memang angelku’

“Hah… kenyangnya~” Changmin membersihkan mulutnya lalu meraih ransel yang dia letakkan di atas sofa. “Appa, eomma, aku berangkat!”

“Ne, hati-hati di jalan Minie!”

.

x~o~o~o~x

.

BRUUUUUM . . . BRUUUUUM . . . BRUUUUUM . . .

Bunyi suara motor sporty milik Changmin terdengar sangat nyaring di sepanjang halaman sekolah. Siswa dan siswi sekolah tersebut sudah sangat hapal dengan bunyi deruan motor Changmin, sebagian dari mereka menatap kagum sedangkan sebagian lainnya menatap jengkel pada namja yang selalu membuat onar di sekolah tersebut.

Yup, saat ini Changmin bersekolah di SM high school, salah satu sekolah terelit di kota Seoul, kelas 2-A. Jika di rumah Changmin sangat manja terhadap kedua orang tuanya, berbeda saat ia berada di Sekolah. Di sekolah Changmin terkenal nakal, tukang bolos, dan selalu berkelahi. Namun biar pun begitu, Changmin memiliki banyak fans yeoja yang tergila-gila pada wajahnya yang tampan.

“Changmin-ah!”

Panggil seseorang di belakang Changmin saat namja tinggi itu sudah memarkirkan motornya. Changmin membalikan badannya dan menemukan seorang namja yang bernama Junsu, sahabat Changmin sejak kecil.

“Junsu-ah, tumben kau tidak terlambat?”

“Aku tidak mau dihukum oleh mak lampir menyeramkan itu lagi.” Ujar Junsu sepelan mungkin.

“Nuguya?” Tanya Changmin tidak mengerti siapa yang di maksud Junsu.

“Masa kau tidak tau? Julukan mak lampir di sekolah kita hanya melekat pada Heechul songsaengnim, babo!”

“Oh… si Cinderella sadis itu.”

“Ssssssssttt! Kecilkan suaramu, kalau sampai terdengar olehnya bisa mati kita.”

“Ah~ aku tidak perduli, paling saat ini Cinderella sadis itu sedang sibuk berkaca.” Ujar Changmin santai. Namun entah kenapa tiba-tiba Changmin merasakan bulu roma yang ada ditengkuk lehernya berdiri, dia mengusapnya perlahan. ‘Aneh, kenapa perasaanku tidak enak ya?’

“Eheeem… Eheeem…” Sebuah dehaman seseorang sontak membuat keduanya terlonjak kaget. Suara dehaman itu sudah sangat familiar ditelinga mereka. Seolah sudah mengetahui siapa yang berdeham di belakang mereka, baik Changmin maupun Junsu saling menatap ngeri.

“Kalian tahu, membicarakan seseorang di belakangkangnya itu tidak baik, apalagi di pagi hari seperti ini.” Tegur orang itu yang kini sudah melipat kedua tangannya didada sambil tersenyum manis.

Changmin dan Junsu membalikkan badan perlahan dan menatap sosok cantik dihadapan keduanya dengan takut-takut. “A-any…annyeong… He…Heechul Se-seon… seonsaengnim…!” Suara keduanya terbata saat menyapa orang itu.

“Annyeong Changmin-ah, Junsu-ah!”

“Hehehehe…”

“Pagi-pagi begini kalian berdua sudah memujiku. Baiklah aku akan memberikan hadiah terbaik untuk kalian. Bagaimana kalau lari mengelilingi lapangan sekolah sebanyak 20 putaran dan berdiri dengan satu kaki ditengah lapangan sampai jam istirahat usai?” Kata namja cantik yang bernama Kim Heechul itu sambil memainkan kuku-kuku indahnya.

“M…MWOOO?”

“Kenapa, masih kurang? Kalau begitu aku tambah dengan membersihkan toilet sepulang sekolah nanti.”

“Tapi seonsaengnim…”

“Tidak ada tapi-tapian, cepat laksanakan sekarang JUGAAAAAA!”

Changmin dan Jungsu melangkahkan kakinya menuju lapangan sekolah dengan gontai.

“Ini salah mu, Junsu-ah!” Changmin menatap kesal pada Junsu.

“Ya! Kenapa menyalahkanku? Padahal kau sendiri yang mengatainya dengan suara lantang kan?”

“Aish… menyebalkan!” Changmin menggaruk kepalanya kasar lalu mulai berlari mengitari lapangan dan Junsu mengikutinya di belakang. ‘Lihat saja nanti, aku akan mengerjai si Cinderella sadis itu habis-habisan.’ Batin Changmin dalam hati.

“Oh iya, nanti malam kau ikut balapan lagi?” Tanya Junsu saat keduanya sedang berlari.

“Tentu saja. Apa taruhannya kali ini?” Changmin bertanya balik. Balapan liar merupakan hoby Changmin selain bermain game, jadi dia tidak akan pernah melewatkan jika Junsu mengajaknya.

“Aku juga belum tau.” Ucap Junsu singkat.

“Kyaaaaaa~ Kyaaaaaa~ Kyaaaaaa~ Changmin oppa, SARANGHAE!” Tidak jauh dari mereka terdapat sekelompok yeoja yang sibuk meneriaki Changmin. Changmin segera menunjukkan senyum termanisnya yang selalu berhasil membuat para yeoja kelepek-kelepek.
“Oppa, tangkap ini!” Salah seorang yeoja melemparkan minuman kaleng ke arah Changmin. “Aku mencintaimu oppa, jangan sampai kelelahan!” Teriak yeoja itu lagi.

Changmin menangkap minuman tersebut lalu meminum isinya. “Siapa namamu?”

“Yuri… Kwon Yuri oppa, kelas 1-A.”

“Oke, nanti aku akan menemuimu.” Tak ayal setelah mengatakan itu para yeoja semakin berteriak histeris, bahkan sampai ada yang menangis.

Junsu yang sejak tadi menyaksikan hanya memutar kedua bola matanya bosan. Changmin menyodorkan minuman tersebut dan Junsu menerimanya. “Changmin-ah, kau tidak bosan berkencan dengan yeoja-yeoja itu?”

“Tidak, toh mereka cukup menyenangkan.”

“Iya aku tau, tapi kau selalu mencampakannya setelah itu. Iya kan?”

“Hahahaha… aku kan hanya bermain-main saja dengan mereka.”

“Dasar playboy!”

Changmin tersenyum sambil menatap langit. Dalam hidup, Changmin memiliki motto “Nikmati hidup sebaik-baiknya.” yang selalu di junjungnya tinggi-tinggi. Tidak perduli itu baik atau salah asalkan dirinya senang, Changmin akan melakukannya. Tanpa Changmin perduli bahwa semua itu ada batasannya. Hingga suatu hari ia bertemu dengan Cho Kyuhyun, seseorang yang akan mengubah segala pola hidupnya yang buruk. Bisa dikatakan itu adalah anugerah sekaligus hukuman untuk dirinya yang Tuhan berikan.

~to be continue~

4 responses »

  1. omona… changmiin..!! nappeun namja,, ckck
    keren banget ff nya Cx
    komawo udah di share🙂
    eh, ff ini pernah d share d FFm kan yah?
    lanjutin dong..
    sayang kan klo ff bagus ini berhenti d tengah cerita?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s