Diposkan pada 로맨스 ♥ Romance, 계속 ♥ Countinue, Fanfiction

Ye-Won (Your Maid) Part 6

Annyeong rederrr….

Aku balik lagi sambil narik-narik Yeobo aku.. Yesungie..

Ini Part ke 6 dari FF gajebunn aku..

Di

YeSung POV

Setiba di rumah, Tuan muda langsung menuju kamarnya, dan sampai sekarang belum keluar. Sekarang sudah hampir jam duabelas, sedangkan dia belum makan malam. Tiba-tiba saja terdengar suara mobil Tuan Besar memasuki halaman.

Tuan Besar Choi selalu saja pulang larut malam karena kesibukannya. Karena itu pula Tuan Besar tidak terlalu sering berinteraksi secara langsung dengan Tuan Muda. Ditambah lagi dengan kenyataan bahwa istri Tuan Besar berseligkuh dengan pria lain, dan saat Tuan Muda berumur sepuluh tahun mereka bercerai. Sampai saat inipun Tuan Muda Siwon tidak pernah menanyakan tentang ibunya, begitu pula Tuan besar. Itu membuat Tuan Muda Siwon semakin merasa kesepian dan kurang kasih sayang. Di satu sisi aku merasa Tuan Muda memahami kesibukan ayahnya, tapi di sisi lain aku merasa ada sakit hati tersendiri yang dipendam Tuan Muda karena kurangnya perhatian dari ayahnya.

Tuan Besar Choi memasuki rumah, dan aku memberi salam padanya. Dia tersenyum padaku. Tuan Besar Choi adalah orang yang sangat baik bagiku. Dia selalu memperlakukanku dengan baik. Dia juga mengizinkanku kuliah di universitas miliknya, dan walaupun aku adalah anak seorang pelayan aku tidak pernah dianggap seperti pelayan. Dia tidak pernah menyuruhku melakukan apapun, dan karena aku merasa tidak enak, akulah yang menawarkan diri untuk mengawasi Tuan Muda Siwon.

Supir pribadi Tuan Besar juga memasuki rumah dengan membawa sebuah box yang cukup besar di tangannya. Apa itu?

“Yesungie, mana Siwon?” tanya Tuan Besar, dia sepertinya agak tergesa-gesa.

“Ada di kamarnya Tuan Besar. Apa perlu saya panggilkan?” tawarku. Tuan besar lalu menggeleng.

“Tidak usah. Biar aku menemuinya sendiri.” Tuan Besar lalu memberi isyarat agar supir pribadinya membuka box itu. Ternyata di dalamnya ada kue ulang tahun yang cukup besar. Tuan besar lalu meyalakan lilin di atasnya. Dia lalu membawa kue itu sendiri ke kamar Tuan Muda. Aku hanya menatapnya dari jauh.

Lanjutkan membaca “Ye-Won (Your Maid) Part 6”

Diposkan pada 로맨스 ♥ Romance, 가족 ♥ Family, 계속 ♥ Countinue, 불안감 ♥ angst, Fanfiction

Ye-Won (Your Maid) Part 5

I’m back dengan lanjutannya….

Silakan dibaca ya..

Siwon POV

Aku sudah bersiap ke kampus, dan ketika aku sarapan Kim ahjussi memberikan sesuatu padaku, sebuah amplop dan sebuah kertas kecil.

Siwon anakku..

Saengil chukkahamnida..

Maafkan appa, tidak bisa menemanimu hari ini,

Tapi appa berjanji akan pulang secepat mungkin dan merayakannya bersama, OK?

Itu uang cash untuk mentraktir teman-temanmu.

Heh? Sekarang aku ulang tahun? Bahkan aku tidak ingat. Tapi appa.. ah.. Dengan ini berarti sudah tiga kali aku melewati ulang tahunku sendiri. Aku ingin sekali memotong kue dan menyuapi appa sebagai orang yang paling kusayangi dalam hidupku. Tapi selalu saja tidak sempat. Ya sudah lah.. Aku mengambil amplop itu, isinya uang. Dalam jumlah yang banyak. Cih!! Dia kira ini cukup untuk membayar semua kasih sayang yang tidak dia berikan padaku?

Mana Yesung hyung? Tiba-tiba saja dia muncul dari arah dapur membawa dua kotak bekal. Haha.. Sejak waktu itu aku selalu menyuruh Ahjumma untuk menyiapkan dua bekal setiap hari. Agar Yesung yang kecil ini tidak kekurangan gizi lagi.

“Hyung…” panggilku saat kami ada di dalam mobil. Yesung hyung menoleh ke arahku yang sedang mengemudikan mobil. “Kau tau sekarang hari apa?” tanyaku. Ah.. Bodoh. Mana mungkin dia tau ulang tahunku..

“Hari ulang tahunmu kan?” katanya. Jadi dia ingat? Tapi kenapa dari tadi dia malah tidak memberi selamat sedikitpun? Menyebalkan.

“Kau tidak berniat memberiku selamat? Jangankan memberi kado, Saengil chukka saja tidak kau ucapkan. Hyung macam apa..”

“Saengil chukkahamnida Tuan Muda..” katanya memotong ucapanku. Aku menarik napas panjang.

“Semakin hari kau semakin meyebalkan saja Yesung!” kataku, lalu dia terkikik.

“Mau pergi ke suatu tempat?” katanya, aku menoleh skeptis.

“Kemana? Jangan aneh-aneh!!”

Lanjutkan membaca “Ye-Won (Your Maid) Part 5”

Diposkan pada News

Teukie dan Chullie Mengalami Kecelakaan

Super Junior Leeteuk & Heechul Mengalami Kecelakan
oleh SAPPHIRE BLUE = ELF pada 29 Januari 2011 jam 11:29

jadi seperti yang kita semua tahu kali akhir pekan ini Untuk temen-Temen ELF singapur bakal di kunjungi oleh SUPER JUNIOR tuk SS3 di sana dan banyak juga loh temen-temen ELF Ina yang nonton di sana. DANN uri Leader beserta Mr. Hee telah sampai di Singapura. Na`asnya 83 line ini mengalami kecelakan… tapiii tenang duluu ya…. kecelakaan ini kecelakann kecil…

secara garis besarnya kronologis kejadian seperti ini, Saat mereka dalam perjalanan ke Hotel Swiss di Singapura, Heechul dan Leeteuk berada 1 van, karena antusias dari Fans disana cukup besar maka banyak Fans yang mengikuti mereka dan iring-irangan mobil Fans menabrak van yang di dalamnya ada uri Leader dan Mr. Hee .

kemudian Fans lebih lanjut menegaskan bahwa ke dua member baik-baik saja atas kecelakaan yang terjadi hanya rusak van. dan Leeteuk pun langsung melambailan tangan kepada para penggemar yang khawatir dan bergegas datang ke tempat kejadian.

Kemudian, kedua oppa-oppa tercinta kita ini mengungkapkan kekhawatiran mereka atas keselamatan fans mereka di Twitter.

Lanjutkan membaca “Teukie dan Chullie Mengalami Kecelakaan”

Diposkan pada 가족 ♥ Family, Fanfiction, 한방 ♥ Oneshoot, 형제 ♥ Brothership

Kyu-Hae (My Forever Hyung)

Cast: KyuHyun, DongHae, EunHyuk, JungSu dikit.. khkh..
Disclaimer: mereka punya Tuhan, SUJU punya SM, dan ceritanya punya saya.. Jadi kalo gaje, ya wajar..
KyuHyun POV
Sudah satu minggu Appa dan Umma pergi ke luar kota untuk menjenguk Halmoeni yang sedang sakit. Aku tinggal di rumah bersama kakakku, DongHae. Hubungan kami tidak begitu dekat, kami hanya berbicara seperlunya, dan segalanya serba seperlunya. Bukan karena aku tidak menyayangi DongHae, hanya saja aku sedikit tidak suka dengan perlakuannya yang terlalu memanjakanku.
Aku tidak pernah terlalu memperhatikan DongHae. Yang aku tau hanyalah dia selalu merepotkan Appa dan Umma. Dia selalu saja sakit, seringkali dia mimisan atau bahkan pingsan tanpa sebab. Dia bahkan juga tidak pernah ikut kegiatan olahraga di sekolah. DongHae selalu saja terlihat pucat dan lemah, berbeda denganku. Aku adalah bintang sepakbola. Bahkan di tahun pertamaku di Sekolah menengah aku sudah menjabat sebagai kapten. Tapi DongHae selalu bisa mengalahkanku dalam prestasi akademik. Dia pintar, bahkan tanpa harus sekolah.
Dibalik semua sikap tidak acuhku pada DongHae, dia tetap saja berlaku sebagai kakak bagiku. Dia selalu mengurusiku, menasehatiku, baik padaku. Dia tidak peduli pada sikapku yang dingin padanya. Tapi tingkah lakunya yang seperti ini yang aku tidak suka, aku tidak suka diperlakukan seperti adik.
Umma mengatakan pada kami bahwa Halmoeni harus dirawat di rumah sakit. Mereka belum bisa pulang ke rumah dalam waktu dekat, jadi aku harus tinggal berdua dengan DongHae dalam waktu yang lebih lama. Kami tidak pernah benar-benar berinteraksi secara langsung. Hanya pagi-pagi saat sarapan, DongHae akan bertanya-tanya tentang pelajaranku, atau dia bertanya bagaimana rasa nasi goreng yang dibuatnya. Malam harinya aku ada di kamarku dan dia juga ada dalam kamarnya.
Malam ini cukup dingin. Aku hanya membaca majalah otomotif sambil berbaring di kamarku. DongHae mungkin sudah tidur, karena dari tadi dia tidak mengeluarkan suara sedikitpun. Lama-lama aku bosan juga di dalam kamar. Aku akhirnya memutuskan untuk keluar dan menuju ruang keluarga untuk menonton televisi.
Saat aku melewati kamar DongHae, pintunya sedikit terbuka. Akupun menlihat sedikit ke dalamnya. DongHae membelakangiku, dia sedang berbicara di telepon.

Lanjutkan membaca “Kyu-Hae (My Forever Hyung)”

Diposkan pada 로맨스 ♥ Romance, 가족 ♥ Family, 계속 ♥ Countinue, 불안감 ♥ angst, Fanfiction

Ye-Won (Your Maid) Part 4

Anyeongg… Ini lanjutannya.. Kalo pada bosen sama ceritanya bilang aja ya…

Ye-Won (Your Maid) Part 4

*********

YeSung sudah kembali ke rutinitasnya semula, kuliah sambil menjadi pelayan pribadi untuk SiWon. Dan SiWon juga sudah kembali menjadi dirinya yang semula, angkuh, dingin, sombong, dan tukang perintah.

“Ya! Cepat sedikit.. Aku bisa telat masuk ke klub Taekwondo.” Kata SiWon ketus. Seperti biasa, yeSung selalu menuruti apa yang diperintahkan SiWon. Dia membawakan semua perlengkapan SiWon, dan setelah itu baru kembali ke kelasnya.

Aku pikir dia sudah berubah.. ternyata masih sama saja.. Aish.. Orang sepertinya mana mungkin bisa berubah?’ pikir YeSung.

Dua jam kemudian YeSung keluar dari kelasnya dan mendapati SiWon sudah menunggu di depan pintu. Tanpa berkata apapun SiWon menarik tangan Yesung dan menuju kantin. Dia menyuruh Yesung duduk di salah satu kursi, dan Siwon duduk di kursi sebelahnya. Yesung hanya menuruttinya tanpa membantah. Siwon kemudian membuka tasnya dan mengambil kotak bekal yang dibawanya dari rumah, membukanya kemudian menyodorkannya ke dekat Yesung.

“Cepat makan.” Perintahnya. Yesung hanya bengong tidak percaya akan apa yang barusaja didengarnya.

“Aish.. Lama sekali orang ini..” Siwon mengambil kotak bekal itu lalu mulai menyuapi Yesung. Yesung benar-benar terkejut melihat aksi Siwon, dia menatap Siwon heran sebelum Siwon memberi isyarat untuk membuka mulut. Dia patuh saja, dia mulai makan dengan tenang dengan disuapi Siwon. Semua mahasiswi-mahasiswi yang melihatnya terheran-heran, ada yang menatap cemburu, ada juga yang men-death-glare Yesung karena merebut pangeran mereka.

Yesung mulai terlihat makan dengan terpaksa. Tiba-tiba dia tersedak, dan Siwon segera memberikan—tepatnya, meminumkan—segelas air padanya.

“Gwenchana?” tanya Siwon khawatir. Yesung mengangguk sambil mengatur napasnya. “Sudah kenyang?” tanya Siwon lagi. Yesungpun mengangguk lagi. Siwon lalu menghentikan suapannya. Dia lalu memanggil pelayan, kemudian pelayan itu datang dengan segelas besar susu. Siwon menyodorkannya juga pada Yesung.

Lanjutkan membaca “Ye-Won (Your Maid) Part 4”

Diposkan pada 로맨스 ♥ Romance, 가족 ♥ Family, 계속 ♥ Countinue, 불안감 ♥ angst, Fanfiction

Ye-Won (Your Maid) Part 3

Anyeongg lagi… Mianhae tadi aku salah post… Ini yang benernyah..

Aku mau lanjutin ceritanya yah…

Pada mau baca kan….

**********

Ye-Won (Your Maid) Part 3

***********

Sekitar jam tiga pagi Yesung terbangun dan kaget mendapati dirinya tertidur di kasur Siwon sedangkan Tuan Mudanya itu tertidur di sofa. Yesung bangkit dari posisi tidurnya dan kain kompres terjatuh ke pangkuannya.

‘Apa ini kerjaan Tuan Muda? Aku hanya ingat dia menggendongku, dan mengataiku merepotkan. Bukankah dia sangat sombong dan dingin? Kenapa bisa berubah 180 derajat seperti ini?’ pikir Yesung. Dia lalu memutuskan untuk keluar dari kamar Siwon sebelum dia bangun dan memarahinya lagi. Kondisinya sekarang sedang tidak baik untuk mendapatkan hal-hal buruk seperti itu.

Yesung masuk ke kamarnya dan segera berbaring di tempat tidur sambil menarik selimutnya sampai batas leher. Yesung masih belum tertidur saat appanya masuk ke dalam kamarnya dan duduk di tepi tempat tidurnya. Appanya mungkin tau kalau Yesung belum tidur. Tidak seperti biasa, appanya tidak menunjukkan tanda-tanda kemarahan.

“Aku melihat apa yang dilakukan tuan muda padamu tadi.” Kata appanya. Yesung hanya diam dengan posisi membelakangi appanya. “Tuan muda sepertinya sangat perhatian padamu.” Lanjutnya.

Yesung kemudian duduk dan menatap appanya. “Baru kali ini dia seperti itu. Memangnya kenapa?” tanya Yesung. Tidak biasanya appanya berbicara dengan nada biasa seperti itu.

“Ini bisa menjadi kesempatan. Kau harus bisa menggunakannya.” Kata appanya dengan senyuman licik di wajahnya. Yesung mengerutkan keningnya pertanda tidak mengerti maksud appanya.

“Aku tidak mengerti.” Kata Yesung datar. Appanya menghembuskan napas berat.

Lanjutkan membaca “Ye-Won (Your Maid) Part 3”

Diposkan pada Uncategorized

Kyu-Min (Meant to be Together) One Shoot

Cast       : KyuHyun, SungMin, EeTeuk, KangIn

Warnings: Yaoi, Cheesy lines. (DON’T READ if you don’t like, and no bashing please..)

Disclaimer: Kyumin punya Tuhan, dan Suju punya SM, tapi ceritanya punyaku. Jadi kalo gaje, maklum aja. Authornya kan juga gaje. Khkhkhkh.. Semuanya fiktif, kecuali eksistensi tokohnya.

——————–

SungMin POV

Namaku Lee SungMin. Umurku 18 tahun. Ini adalah tahun pertamaku di Universitas. Aku bukan orang yang populer, bahkan orang yang mengenalku di kampus ini tidak lebih dari penghuni kelasku. Invisibel. Tapi terkadang menjadi invisibel itu baik, tidak ada yang terlalu peduli akan apa yang kau kerjakan. Tapi yang paling mengganggu dari profesi ini adalah, kau akan menjadi sasaran yang empuk untuk di-bully. Dan itu terjadi padaku hampir setiap hari. Semakin lama semakin parah. Dan bodohnya aku tidak bisa membela diriku sendiri. Aku tidak takut, hanya saja aku tidak menyukai kekerasan.

Hari ini aku pulang agak larut setelah menyelesaikan kerja part time-ku. Aku berjalan sendiri, namun aku menemukan seseorang yang sangat familiar bagiku tidak jauh dari rumahku. Dia adalah Cho KyuHyun. Bullier paling terkenal di kampusku. Tapi kali ini aku melihatnya dalam keadaan yang berbeda. Dia duduk di lantai bersandar ke tembok sambil memegangi mukanya. Ada memar di sana, darah juga keluar dari sudut bibirnya. Kenapa dia? Karma itu benar-benar ada kah?

Entah kenapa aku malah mendekatinya. Dia memejamkan matanya terlihat kesakitan. Jarak mukaku dengannya hanya beberapa sentimeter saja, apa dia tidak merasakan kedatanganku?

Tiba-tiba dia memegang pergelangan tanganku erat, hampir saja aku berteriak karena kaget.

“Lee SungMin..” panggilnya lemah. Kenapa dia bisa tau kalau ini aku? “Kenapa melihatku begitu hah? Kau kasihan melihatku?” tanyanya tanpa membuka matanya. Orang ini,, kenapa dia bisa tau tanpa melihat?

“Lepaskan tanganku. Aku mau pulang.” Aku menarik tanganku tapi dia menahannya.

“Temani aku SungMin-ah.. Badanku sakit semua..” apa ini? Cho KyuHyun, orang yang paling jahil sejagat raya sekarang malah memintaku untuk menemaninya. Anehnya, aku malah duduk di sebelahnya, dia tetap tidak melepaskan tanganku. Dia lalu menyandarkan kepalanya ke bahuku. Napasnya cepat, dan badannya agak panas.

“KyuHyun-ssi..” genggamannya di tanganku terlepas, dia sepertinya sudah tertidur. “Ya! KyuHyun-ssi, jangan tidur di sini..” aku menepuk pipinya pelan. Aku baru bisa melihat mukanya dengan jelas, penuh memar seperti habis dipukuli. Tidak lama kemudian dia terbatuk, lalu dari mulutnya keluar darah. Aku panik seketika. Yang terpikir olehku adalah membawanya ke rumahku yang tidak jauh dari sini.

Setiba di depan pintu aku memanggil kakak sepupuku. Kami tinggal berdua saja di rumah ini, orang tua kami sedang bekerja di luar kota. Aku memapah KyuHyun dengan susah payah, karena ukuran badanku yang lebih kecil darinya tidak mungkin aku menggendongnya. Tidak lama kemudian EeTeuk hyung membukakan pintu dan matanya membulat melihat orang yang kubawa.

“Siapa?” tanyanya.

“Bolehkah kita bawa dia masuk dulu? Berat hyung..” lalu EeTeuk hyung membantuku memapahnya dan membaringkannya di kamarku.

“Parah sekali keadaannya. Kau yang memukulinya?” tanya EeTeuk hyung. Aku menggeleng cepat dan dia tersenyum jahil.

“Aku tidak mungkin melakukan itu.” Kataku. Aku lalu duduk di tepi tempat tidur, sedangkan EeTeuk hyung mengambilkan kompres dan kotak P3K. Untung saja dia seorang dokter, jadi dia bisa menolong KyuHyun. Aku memandangi wajah KyuHyun yang penuh luka dan memar. Dia pasti dipukuli oleh banyak orang.

EeTeuk POV

SungMin membawa seorang laki-laki ke rumah. Kondisinya sangat memprihatinkan. Entah kenapa sejak pertama aku melihatnya aku merasa sangat simpati padanya. Aku masuk ke kamar SungMin sambil membawa kompres dan kotak P3K. Aku mulai mengompres memar dimukanya, badannya juga agak panas. Aku lalu menyuruh SungMin membuatkan bubur untuknya sedangkan aku melanjutkan pekerjaanku mengobati lukanya.

Aku membuka kemejanya, dan aku terkejut melihat bekas luka besar di dadanya. Apa ini luka bekas operasi? Perlahan dia membuka matanya dan terlihat heran melihatku. Dia berusaha bangkit dari tempat tidur tapi aku menahannya.

“Berbaring saja dulu. Aku kakak sepupunya SungMin, EeTeuk. Kau tadi pingsan dan dibawa SungMin ke sini. Ini rumahku dan SungMin.” Jelasku tanpa perlu mendengar pertanyaannya.

“Maaf sudah merepotkanmu hyung..” katanya. Ada rasa damai dalam hatiku saat mendengarnya memanggilku hyung. Dia memegang luka di mukanya lalu dia menyadari aku yang tengah menatap bekas luka di dadanya.

“Itu bekas luka operasi. Aku mendapatkan transplantasi jantung dua tahun yang lalu. Lukanya sangat besar ya?” tanyanya. Transplantasi jantung? Dua tahun yang lalu?

“Transplantasi untuk apa?” tanyaku.

“Sejak kecil aku menderita lemah jantung, dua tahun yang lalu aku hampir mati, untungnya ada orang berhati malaikat yang bersedia mendonorkan jantungnya padaku.” Dia tersenyum kecil, aku juga. Tak lama kemudian SungMin datang dengan semangkuk bubur dan segelas susu.

“KyuHyun-ssi, kau sudah sadar..” tanya SungMin sambil memberikan bubur itu padaku. KyuHyun mengangguk kecil. “Aku tidak tau bubur apa yang kau suka, jadi ku buatkan saja bubur labu kesukaanku.” Kata SungMin. Aku segera menyuapkan bubur itu padanya setelah membantunya untuk duduk di tempat tidur.

“Jadi, apa yang terjadi sampai kau babak belur begini?” tanyaku. SungMin sekarang duduk di sisi lain tempat tidurnya yang bercover pink ini.

“Ada segerombolan anak nakal menghajarku karena aku mengerjai salah satu diantara mereka. Mereka ingin balas dendam, tapi untungnya aku bisa menyelamatkan diri.”

“Anak nakal? Bukannya yang cari masalah itu awalnya kau? Kau kan yang mengerjai mereka duluan?” kata SungMin memojokkan.

“Dia menghina kakakku. Aku tidak bisa tinggal diam untuk itu.” Kata KyuHyun. Anak ini ternyata sangat menyayangi kakaknya.

“Kau punya kakak?” tanyaku. Dia lalu mengangguk.

“Seharusnya berumur 23 sekarang. Kalau umur hyung sekarang berapa?” tanyanya.

“24.” Jawabku singkat. “Seharusnya 23? Maksudnya?” tanyaku.

“Kakakku meninggal dua tahun yang lalu.” Jawab KyuHyun. Wajahnya menyiratkan kesedihan yang dalam. Aku dan SungMin hanya terdiam melihatnya.

“Mi..mianhae..” kata SungMin terbata-bata. Dua tahun yang lalu?

“Tidak apa-apa, lagipula bagiku dia masih tetap hidup dalam diriku. Karena jantungnya sekarang ada di dalam dadaku.” Kata KyuHyun sambil tersenyum. Jadi yang ditransplantasikan padanya itu adalah jantung kakaknya?

Tiba-tiba handphoneku bergetar. Aku memberikan mangkuk bubur pada SungMin agar dia bisa melanjutkan kegiatanku tadi. Ternyata ada telepon dari rumah sakit yang memintaku untuk segera ke sana. Ada pasien gawat yang harus aku tangani.

“SungMin-ah, aku mau ke rumah sakit sebentar. Ada panggilan darurat. Kau jaga KyuHyun-ssi di sini ya. KyuHyun-ssi, kalau SungMin melakukan apa-apa padamu langsung saja pukul kepalanya dengan kunci inggris. Oke??” kataku disambut tawa KyuHyun dan omelan kecil SungMin.

 

KyuHyun POV

Kakak SungMin sungguh baik, sama sepertinya. SungMin memiliki wajah putih yang imut dan polos, dia bahkan lebih manis dari perempuan. EeTeuk hyung memiliki wajah cantik seperti malaikat dengan lesung pipi kecil menghiasi setiap senyumannya. Mereka berdua bisa membuat laki-laki maupun perempuan jatuh hati dengan mudah. Laki-laki? Ya, laki-laki. Aku juga laki-laki dan aku menyukai SungMin. Setiap hari aku mengganggunya di kampus, dan wajah kesalnya semakin membuatku menyukainya.

“Kenapa memandangiku seperti itu?” tanyanya salah tingkah.

“Kau manis sekali SungMin..” kataku, seketika mukanya berubah merah. Benar-benar polos.

“A..aku mau mandi..” katanya sebelum berdiri. Aku memegang pergelangan tangannya dengan kuat sehingga langkahnya tertahan.

“Gomawo, SungMin-ah..” kataku tulus, dia mengangguk kecil sebelum berlari ke luar kamar. Anak itu, aku bisa gila dibuatnya.

Kakak beradik itu sangat baik. Bahkan SungMin yang sering kuganggu saja bersedia menolongku. EeTeuk hyung yang bahkan tidak pernah melihatku sebelumnya mau merawatku. Aku tau EeTeuk hyung adalah seorang dokter. Tapi mengapa saat dia melihat luka bekas operasi di dadaku dia terlihat kaget? Bukankah seorang dokter seharusnya sudah sangat familiar dengan hal seperti ini? Ditambah lagi saat aku bercerita tentang kakakku, matanya terlihat meredup, ada kesedihan di sana. Kesedihan yang sepertinya sudah lama dia tahan. Tapi mengapa? Ah, lebih baik aku tidur. Luka dan memar yang ada di tubuhku sudah mulai terasa sakit. Ah, kenapa SungMin harus mandi segala? Melihatnya saja sudah sama seperti painkiller bagiku.

 

Author POV

EeTeuk pulang ke rumah sudah agak larut. Dia lalu pergi ke kamar SungMin seperti rutinitasnya, namun dia lupa kalau yang ada di sana adalah KyuHyun. Dia memandangi KyuHyun yang sedang tertidur dari pintu. Luka memar pada wajahnya, caranya memejamkan mata, caranya memanggil ‘hyung’, bekas luka di dadanya.. Semuanya mengingatkan EeTeuk pada seseorang yang selama ini berusaha keras untuk dia lepaskan. Seseorang yang sangat dia cintai. Perlahan wajahnya basah karena airmata. Mengingatnya kembali sama saja seperti membuka luka yang bahkan tidak punya kemungkinan untuk sembuh.

EeTeuk memutuskan untuk kembali ke kamarnya mencegah agar dia tidak memeluk sosok KyuHyun yang ada di tempat tidur. Di dalam kamarnya sudah ada SungMin yang tidur dalam balutan piyama pink bermotif kotak-kotak. Dia lalu naik ke tempat tidur setelah mengganti bajunya dengan piyama putih bergaris-garis. Dia membawa SungMin ke dalam pelukannya, bagaimanapun dia butuh seseorang untuk dipeluk sekarang. Dia meluapkan seluruh emosinya dengan menangis dalam diam.

“Hyung kenapa menangis?” tanya SungMin pelan.

“Tidur saja SungMin-ah.. Besok saja hyung ceritakan.” Kata EeTeuk disela tangisannya. SungMin lalu menempelkan wajahnya ke dada EeTeuk dan mulai tidur lagi. EeTeuk memeluk SungMin lebih erat dan mencoba untuk melupakan kesedihannya.

 

Pagi hari saat EeTeuk turun dari kamarnya ke ruang makan, sudah ada SungMin dan KyuHyun yang sudah bersiap untuk pergi. Di meja makan sudah ada makanan yang dimasak SungMin. EeTeuk lalu bergabung dengan mereka di meja makan.

“KyuHyun-ssi, bagaimana dengan lukamu? Jangan lupa minum obat yang sudah aku berikan kemaren.”

“Baik hyung. Terimakasih.” EeTeuk lalu membetulkan letak kacamatanya. Dia harus memakai kacamata untuk menyembunyikan matanya yang bengkak setelah menangis semalaman. “Hyung, mata hyung bengkak. Hyung tidak apa-apa? Hyung habis menangis ya?” tanya KyuHyun khawatir. Jantung EeTeuk berdetak lebih kencang. Kalimat yang sudah sangat lama tidak dia dengar lagi. Kalimat yang penuh dengan nada khawatir sekaligus rasa sayang.

EeTeuk menghela napasnya. “Tidak apa-apa.” Jawabnya tenang. KyuHyun melemparkan tatapan aku-bukan-orang-bodoh-yang-bisa-ditipu.

“Bohong ya?” tanyanya lagi. EeTeuk hanya tersenyum lalu menggeleng. SungMin memandang EeTeuk dengan pandangan penasaran. Dia berjanji akan menceritakan apa yang terjadi pada SungMin. Tapi SungMin hanya diam seolah mengetahui kalu EeTeuk sedang tidak ingin membahas masalah itu.

SungMin lalu menuangkan susu ke dalam tiga buah gelas. Saat dia menuangkan ke gelas yang ketiga, KyuHyun menyuruhnya untuk berhenti setelah gelas itu berisi setengahnya.

“Setengah gelas saja.” Kata KyuHyun. SungMin memberikan tatapan pertanyaan. “Biasanya aku hanya minum setengan gelas di pagi hari, aku tidak terlalu suka susu.” Jelas KyuHyun. Mata EeTeuk kembali melebar, satu kesamaan lagi.

“Hyung, gwaenchanayo?” tanya SungMin menyadarkan EeTeuk dari lamunannya. Dia lalu mengangguk dan meminum susu yang ada di gelasnya. Sungmin tau kalau hyungnya sedang berusaha keras menahan tangisnya.

“Aku pergi dulu. KyuHyun-ssi, jaga kesehatanmu baik-baik. Jangan  berkelahi lagi dan jangan lupa minum obatmu. SungMin-ah.. Hyung pergi dulu. Nanti datang saja ke rumah sakit.” Lalu EeTeuk berlalu. Sebelum dia membuka pintu, KyuHyun memanggilnya.

“EeTeuk hyung.. Gamshahamnida.” KyuHyun sedikit membungkukkan badannya. EeTeuk hanya tersenyum lalu pergi.

SungMin menatap KyuHyun yang sedang fokus dengan makanannya. Cho KyuHyun.. Apa yang telah kau lakukan padaku? batin

“Aku tidak melakukan apa-apa.” Kata KyuHyun seolah bisa membaca pikiran SungMin. SungMin terkejut. “Kau menyukaiku kan SungMin?” tanya KyuHyun mendekatkan wajahnya ke wajah SungMin. Otomatis SungMin menjauhkan wajahnya yang sudah memerah.

“Ki..kita sudah terlambat..” SungMin segera mengambil tasnya dan berlari ke luar.

 

 

EeTeuk POV

Flashback, 3 tahun yang lalu.

Aku meletakkan segelas susu di atas meja makanku. Si KangIn ini, pagi-pagi sudah datang ke rumahku minta dibuatkan makanan.

“Minum susunya, aku sudah capek membuatkannya untukmu.” Kataku. KangIn lalu meminum susu itu, tapi setelah dia meminum setengahnya dia meletakkannya di atas meja.

“Ayo habiskan..” suruhku, lalu dia menggeleng.

“Setengah gelas saja. “Biasanya aku hanya minum setengah gelas di pagi hari, aku tidak terlalu suka susu.” Katanya. Ya sudah, aku percaya saja pada si Rakun ini. Tidak lama kemudian, dia minta izin untu segera pergi untuk latihan panjat tebing. Entah apa yang dia sukai dari kegiatan memanjat-manjat itu. Hhh.. Jadi dia ke sini hanya numpang makan saja? Dasar..

 

Flashback, dua tahun yang lalu.

Aku ke kampus mengenakan kacamata pagi ini. Semalaman aku menangis gara-gara merindukan SungMin. Sudah dua minggu dia menghabiskan libur sekolahnya di tempat appa dan ummanya bekerja, sedangkan aku harus tinggal di rumah sendiri. Aku juga merindukan appa dan ummaku!! Ah, seandainya aku murid SMA seperti SungMin.. Belum lagi nilaiku yang hancur belakangan ini. Kalau begini terus aku tidak akan pernah bisa menjadi dokter. alhasil, mataku sekarang jauh lebih parah daripada mata panda. Bengkak, sembap, lingkaran hitam mengelilinginya, .

KangIn memanggilku dari jauh, lalu berlari ke arahku.

“Oh.. Jadi calon dokter kita ini sudah pakai kacamata sekarang?” tanyanya sambil mengangkat daguku, agar bisa melihat mukaku dengan lebih jelas. “OMONA! Hyung, mata hyung bengkak. Hyung tidak apa-apa? Hyung habis menangis ya?” tanyanya. Aku tersenyum lalu menggeleng. Tapi dia kelihatan tidak percaya.

“Bohong ya?” tudingnya, aku kembali menggeleng. Dia lalu berhenti bertanya walaupun sepertinya dia tidak puas dengan jawabanku. Itulah KangIn, selalu mengkhawatirkanku, dan selalu tau jika aku sedang berbohong.

 

Flashback, dua tahun yang lalu.

Malam-malam, saat aku hampir tertidur, ada yang mengetuk pintuku. Aku mengabaikannya saja, malam-malam seperti ini bukan waktunya lagi untuk bertamu.

“Teuk hyung! Ya! Buka pintunya! Aish.. Dingin sekali!!” hah? Suara KangIn? Aku segera turun dari tempat tidurku dan segera membuka pintu. Di dalam saja dingin, apalagi di luar. Kasihan KangIn, tapi kenapa harus bertamu malam-malam begini?

Setelah pintu terbuka, aku terkejut melihat KangIn yang berdiri di depan pintu. Dia terlihat kesal, mungkin karena aku membuka pintu terlalu lama. Tapi mukanya.. apa dia barusaja berkelahi?

“Hampir saja aku mati beku di luar sini!” katanya sambil menyelonong masuk ke dalam rumah.

“Eh, mukamu kenapa?” tanyaku setelah menutup pintu. Dia sekarang duduk di sofa sambil menekan-nekan memar di wajahnya.

“Makanya aku ke sini. Kau kan dokter, jadi tolong obati lukaku.” Katanya santai.

“Calon dokter. Itupun kalau lulus. Tapi kalau aku terus-terusan kau ganggu begini itu tidak akan pernah terjadi.” Kataku sambil mengambil kotak P3K dan kain kompres. Aku mulai mengompres memar di mukanya dengan keras.

“YA! Kau mau membunuhku ya? Hati-hati dengan wajah tampanku!” katanya, aku tertawa kecil. “Aish.. Kau sama saja dengan orang yang memukuliku tadi. Aku benci dengan orang yang mengejekku.” Katanya.

“Aku tidak mengejekmu.”

“Tapi kau tertawa waktu ku bilang wajahku tampan.” Sahutnya. Aku tersenyum sambil melanjutkan pekerjaanku.

End of Flashback.

 

SungMin POV

Jantungku menggila karena kata-kata KyuHyun tadi pagi. Aku bahkan tidak bisa konsentrasi di semua pelajaran yang aku ikuti hari ini. Dulu ketika pertamakali aku bertemu dengan KyuHyun aku sangat tidak menyukainya. Anggapanku adalah KyuHyun itu anak orang kaya yang nakal dan tidak tau apa-apa selain berhura-hura. Tapi ternyata aku salah. KyuHyun memang anak orang kaya, namun dia tidak mau sepenuhnya bergantung pada orang tuanya. KyuHyun kerja part time di dua tempat, dia juga belajar dengan baik. Hanya saja dia sangat jahil, dia juga tidak pernah kulihat berjalan dengan temannya. Atau dia memang tidak punya teman? Ah, SungMin! Kalau kau tidak berhenti memikirkan anak itu kau tidak akan lulus di semua mata kuliah!

Tiba-tiba aku teringat pada EeTeuk hyung. Apa yang membuatnya menangis sesedih itu kemarin? Aku tidak pernah melihatnya menangis sesedih itu lagi sejak dua tahun yang lalu. Ya, sejak KangIn hyung meninggal. KangIn hyung adalah orang yang sangat dicintai EeTeuk hyung. Sudah lebih dua tahun mereka bersama, dan dua tahun yang lalu KangIn hyung meninggal karena kecelakaan. EeTeuk hyung tidak henti-hentinya merindukan KangIn hyung. Setiap malam selama setahun setelah kecelakaan itu EeTeuk hyung hampir tidak pernah tersenyum, bahkan di acara kelulusannya. Namun akhirnya dia sudah mulai bisa melupakan KangIn hyung sedikit demi sedikit. Meskipun aku tau di hati EeTeuk hyung masih ada luka yang belum sembuh, dan mungkin tidak akan sembuh.

Setelah kelasku selesai, aku menelepon YeSung hyung untuk meminta izin bolos kerja. YeSung hyung adalah pemilik cafe tempat aku bekerja, dan untungnya dia sangat baik. Aku segera menuju ke rumah sakit tempat EeTeuk hyung bekerja.

Aku sangat terkejut melihat EeTeuk hyung terduduk di lantai, menangis sambil memegang kertas-kertas dan sebuah medali. Yang aku tahu itu adalah medali yang diberikan KangIn hyung pada EeTeuk hyung sebelum dia meninggal.. Aku segera memeluknya, mencoba menenangkan tangisannya. Dia menangis tersedu-sedu, sepertinya dia sudah tidak memiliki tenaga lagi.

“SungMin-ah…” EeTeuk hyung mencoba untuk bicara walaupun masih tersedu. “KangIn.. KangIn..” dia tidak bisa melanjutkan kata-katanya, namun dia memberikan kertas-kertas itu padaku. Aku membacanya, dan aku terkejut. Di sana tertulis bahwa KangIn hyung bersedia mendonorkan jantungnya saat dia sudah meninggal.

“Jantung KangIn… KyuHyun..” EeTeuk hyung kesulitan melanjutkan kata-katanya. “KangIn mendonorkan jantungnya pada KyuHyun.. Ternyata adik KangIn itu adalah KyuHyun..” dia memelukku erat dan menangis di dadaku. “KangIn ku.. sekarang dia hidup di raga KyuHyun.. Dia KangIn ku SungMin-ah.. Jantung KangIn berdetak dalam dadanya.. Dia KangIn ku..”

Jadi orang yang mendonorkan jantungnya pada KyuHyun adalah KangIn hyung?

“Sudah sejak aku melihatnya untuk pertama kali, aku melihat KangIn pada dirinya.. Tuhan menggantikan KangIn ku dengannya SungMin..” sekarang nada suara EeTeuk hyung seperti sedang bersyukur dan lega. Tapi perlahan dadaku sakit. Dia itu adalah KyuHyun.. Dia KyuHyun-ku..

“SungMin-ah..” dia mengagetkanku dari lamunanku. “Bisakah kau bawa KyuHyun ke rumah? Aku sangat ingin bersamanya.” Kata EeTeuk hyung sambil menghapus air matanya. Aku tersenyum lalu mengangguk. Apa ini? Jantungku terasa sangat sakit mendengarnya. EeTeuk hyung terlihat bahagia, mana mungkin aku mengambil kebahagiaan ini? Sudah sejak dua tahun yang lalu aku memimpikan senyuman Teuk hyung lagi, dan sekarang saat waktunya tiba haruskah aku menghalanginya demi perasaanku sendiri?

 

KyuHyun selalu datang ke rumahku setiap malam. Terkadang dia akan menonton DVD dengan Teuk hyung, main game, mencicipi masakan Teuk hyung, atau hanya sekedar bercerita tentang segala hal. Mereka selalu mengajakku bergabung, tapi aku selalu menolak. Aku tidak suka melihat KyuHyun bermanja-manja dengan Teuk hyung. Teuk hyung terlihat bahagia akhir-akhir ini, dan hatiku semakin sakit rasanya tiap kali KyuHyun melangkahkan kakinya di rumahku untuk Teuk hyung. Aish! Kenapa aku ini? Apa aku mengaharapkan KyuHyun datang ke sini untukku? Aku pasti sedang bermimpi.

Belakangan ini aku jadi banyak pikiran. Tugas-tugas kuliahku terbengkalai, aku juga tidak fokus saat bekerja. Aku tidak belajar, aku menangis tiap malam sampai mataku bengkak pagi harinya. Aku mulai mengenakan kacamata utuk menyembunyikannya seperti yang dilakukan Teuk hyung. Aku juga menghindari pertemuan dengan Teuk hyung dan KyuHyun  sebisaku.

Dan sekarang, konsekuensi yang harus kubayar adalah begadang untuk menyelesaikan tugasku yang sudah menumpuk. Sudah dua hari penuh aku mengerjakannya tapi belum juga selesai. Aku masih mendengar tawa Teuk hyung dan KyuHyun dari ruang tamu. Aku memutuskan untuk pergi ke dapur membuat secangkir kopi. Namun ketika aku berdiri, kepalaku mulai berputar-putar, ini pasti karena aku kurang tidur belakangan.

Saat akan menuruni tangga, pandanganku berkunang-kunang, badanku terasa sangat berat. Oh tidak, tidak di sini. Tidak sekarang. Seketika aku kehilangan keseimbangan. Aku merasakan punggung dan kepalaku terbentur keras, sakit sekali. Aku menggigit bibir bawahku agar aku tidak berteriak. Ah.. hyung.. tolong aku..

 

KyuHyun POV

Aku mendengar suara gaduh dari arah belakang. Aku dan Teuk hyung segera melihat apa yang terjadi. Dan aku sangat terkejut melihat SungMin tergeletak di dekat tangga tidak bergerak sedikitpun. Aku segera berlari menghampirinya dan mengangkat kepalanya ke pangkuanku. Aku terkejut karena merasakan tanganku basah. Darah?

“Bawa SungMin ke kamarnya Kyu.” Aku segera menggendong tubuh kecil SungMin ke kamarnya di lantai dua dan membaringkannya di tempat tidurnya. Pelipis kanannya mengeluarkan darah. Aku segera mengambil saputanganku dan mengelap darah yang keluar.

“Hh..hyung.. Sakit..” dia mulai mengerang kesakitan. SungMin menggapai tanganku, dan aku menggenggam tangannya erat. Tak lama kemudian Teuk hyung datang membawa peralatannya. Aku hanya bisa melihatnya membersihkan darah dan mengobati luka SungMin kemudian membalutnya dengan perban. SungMin masih mengerang lemah, mukanya pucat dan matanya tertutup. EeTeuk hyung selesai mengobati lukanya.

“Hyung, SungMin gwaenchana?” tanyaku sambil terus memegang tangan SungMin. Aku sangat khawatir melihat SungMin begitu pucat dan kesakitan.

“Dia tidak apa-apa. Lukanya tidak perlu dijahit. Dia hanya phobia dengan darah, makanya sampai pucat seperti ini. Aku sudah memberikannya obat penenang dan dia tertidur sekarang. Sepertinya dia kelelahan.” Jelas Teuk hyung. Aku sedikit lega mendengarnya.

“Hyung..” panggilku saat Teuk hyung mengemasi peralatang dokternya. “Bolehkah aku menunggui SungMin di sini sampai dia sadar?” tanyaku. EeTeuk hyung tersenyum lembut.

“Tentu saja boleh. Dia akan sangat senang melihatmu begitu dia sadar nanti. Kau jangan lupa tidur ya, mungkin dia baru akan sadar besok pagi.” Aku mengangguk kemudian Teuk hyung keluar dari kamar SungMin.

Aku memandangi wajahnya yang sudah tidak sepucat tadi. Dia terlihat sangat cute saat tertidur. Aku menaikkan selimutnya sampai menetupi dadanya, namun tanganku masih mengenggam tangannya.

“SungMin-ah.. Kata EeTeuk hyung kau menyukaiku kan? Kenapa menghindariku? Padahal aku ke sini untuk melihatmu, kau malah sibuk dengan urusanmu sendiri. Aku juga suka padamu, Minnie.. Aku akan menemanimu di sini, kau jangan takut.. Saranghae, Minnie-ah..” aku lalu tertidur di tepi tempat tidunya, tepat di sebelah tanganku dan tangannya.

 

Aku merasakan tangan SungMin bergerak, lalu aku terbangun.

“Hyung.. Teuk hyung..” panggilnya lemah. Aku membelai lembut kepalanya.

“Ini aku. Kyu.. Aku KyuHyun Minnie..” dia lalu membuka matanya dan terlihat sedikit terkejut.

“KyuHyun-ah? Mana hyung-ku?” dia mencoba untuk duduk, namun tidak bisa. Dia kembali berbaring sambil memegangi kepalanya.

“Ah.. Apa kepalaku pecah? Kenapa sakit sekali?” tanyanya membuatku tersenyum.

“Kau hanya luka sedikit. Teuk hyung sedang memasakkan bubur untukmu. Kau lapar kan?” tanyaku, tapi dia tidak menjawab. Dia hanya memandangiku. “Apa aku setampan itu di pagi hari?” tanyaku. Muka SungMin memerah.

“Teuk hyung sudah mengatakan semuanya padaku. Kau menyukaiku kan Minnie? Ayolah.. mengaku saja..” kataku, dia terlihat salah tingkah.

“Teuk hyung? Apa saja yang dia katakan?” tanyanya.

“Semuanya.” Jawabku singkat.

Tiba-tiba Teuk hyung masuk sambil membawa semangkuk bubur dan segelas susu. “Iya, hyung sudah bilang semuanya pada Kyu. Kalau hyung menunggumu untuk mengatakannya sendiri, entah kapan akan terjadi.”

“Tapi.. Hyung.. Kukira..” SungMin terbata-bata.

“Apa? Kau kira hyung menyukai KyuHyun? Hahaha.. Ayolah Minnie.. KyuHyun adalah KyuHyun. Orang yang hyung cintai adalah KangIn, kakaknya. Selamanya akan tetap KangIn. Apapun yang terjadi, walaupun jantung KangIn sekarang berdetak dalam dada Kyu, dia tetaplah Kyu. Dan Kyu ditakdirkan untukmu, Minnie..” Teuk hyung tersenyum, memperlihatkan wajah malaikatnya.

“Aku menyayangimu Minnie..” kataku. Muka SungMin semakin merah. Lalu dia mengangguk kecil.

“I love you too, kyu..” aku memeluk SungMin yang masih berbaring.

“Hei.. hei.. Nanti saja adegan NC-nya. Ini Minnie, segera habiskan bubur dan susu ini, dan minum obatmu. Hyung akan pergi ke rumah sakit. Kyu, jaga Minnie. Seperti biasa, kalau dia macam-macam..”

“Pukul kepalanya dengan kunci inggris..” aku menyambung kalimat Teuk hyung lalu kami tertawa bersama. Aku melihat tawa SungMin, dia begitu manis, laki-laki manapun akan bersedia jadi gay demi dia.  Dan SungMin ini adalah milikku sekarang, dan akan selalu begitu.

 

******

Mohon komennya… :))