Diposkan pada 로맨스 ♥ Romance, 가족 ♥ Family, 불안감 ♥ angst, Fanfiction, 한방 ♥ Oneshoot, 우정 ♥ Friendship, Straight

Waiting For Sun

Pernahkah?
Pernahkan kalian dihadapi akan kenyataan yang menjadi momok bagimu? Kenyataan bahwa pria yang kaucintai tidak lagi bersamamu? Tidak lagi menemanimu? Meninggalkanmu dalam kesunyian? Meninggalkanmu dengan gadis lain.
Sesak. Sakit. Perih. Luka. Kecewa. Dan Marah. Ya. Mungkin kalian akan marah terhadap pria itu. Tapi tidak dengan gadis ini. Dia merasakan semuanya. Merasakan sesak yang membuatnya kehilangan nafas.  Merasakan sakit yang memedihkan. Merasakan sakit yang memilukan. Merasakan luka yang membuatnya terasa lebih baik mati. Merasakan kecewa hingga ia tidak ingin melanjutkan hidupnya. Tapi dia tidak merasa marah. Dia tidak marah dengan pria itu.
Sebagian dari kalian mungkin berkata bila gadis ini, itu bodoh. Masih banyak pria yang berkeliaran diluar sana. Masih banyak pria yang ingin membahagiakannya. Tapi entahlah. Gadis ini serasa dibutakan oleh cinta. Gadis ini tetap menunggu. Tidak sedikitpun berniat untuk berpaling. Gadis ini adalah bunga matahari. dan bunga matahari ini terus setia menunggu mataharinya. Menunggu pria yang ia cintai.
-=.=-

Lanjutkan membaca “Waiting For Sun”

Diposkan pada 로맨스 ♥ Romance, 불안감 ♥ angst, Fanfiction, 한방 ♥ Oneshoot

My Immortal (SongFic)

I’m so tired of being here

Suppressed by all my childish fear

And if you have to leave

I wish that you would just leave

Because your presence still lingers here

And it won’t leave me alone

Aku meringkuk didalam kamar. Entah mengapa aku merasa ketakutan. Ku rapatkan kaki ku seraya melirik jam dinding. Rambutku terurai berantakan namun aku tak peduli. Disini, ku menangis. Menangisi seorang namja yang telah meninggalkanku. Namja bodoh yang lebih mementingkan dirinya. Namja bodoh yang tak pernah peka dengan perasaanku.

Lanjutkan membaca “My Immortal (SongFic)”

Diposkan pada 가족 ♥ Family, 계속 ♥ Countinue, 불안감 ♥ angst, Fanfiction

FF/ FLOWERS / CHAPTER 1

Annyeong yorobuunnn… Author yang paling disayang ama Yesung oppa balik lagii…. *plaks! Digampar clouds*.. Kali ini nyeretin Heechul sama Jaejoong—dua cowok yang ditakdirkan punya muka lebih cantik dari cewek—.. Sebelumnya aku mau ngingetin lagi,, kalo ini FF gengerswitch.. Bagi yang gak berkenan, lebih baik mundur secara teratur sebelum terlambat *apaan sih*.. Ini FF mengadaptasi film My Sister Keeper *bener itu ga sih judulnya?*,, but don’t worry.. Alurnya beda, semuanya beda, Cuma ide ceritanya aja yang rada sama. Dan buat semua medical error di FF ini saya minta maap ya.. Secara saya masii SMA, jadi ga terlalu tau masalah beginian.. Udah deh, daripada author gajeh ini kebanyakan bacot, capcuss ke ceritus.. Enjoy readinggg…. 

CHAPTER 1

Jaejoong menarik-narik baju appanya merengek menagih janji appanya untuk membawanya ke taman bermain pada hari libur. Appanya yang sedang menyusun berkas-berkas penting perusahaan di ruang kerjanya hanya bisa membujuk Jaejoong pelan sambil terus meneruskan pekerjaannya.

“Appa.. Ayolah.. Appa sudah berjanji padaku kan? Ayolah appa.. Ajak umma dan Chullie juga..” Jaejoong terus-terusan menarik baju appanya. Kangin lalu menghentikan pekerjaannya sejenak lalu berlutut di dekat anak itu agar muka mereka sejajar. Dia meletekkan kedua tangan besarnya di bahu kecil anak perempuannya yang sedikit tomboy itu.

“Iya Joongie sayang.. Appa masih menyelesaikan pekerjaan appa.. Sebentar lagi kita pergi, okay? Tunggu appa di kamarmu ya..” bujuk Kangin. Jaejoong terlonjak bahagia lalu memeluk appanya erat. Dia dengan cepat berlari ke luar ruang kerja appanya. Kangin hanya tersenyum melihat perilaku putri bungsunya yang baru berusia sepuluh tahun itu. Dia lalu meneruskan pekerjaannya.

Jaejoong pergi ke kamarnya dan Heechul untuk menyuruhnya berkemas-kemas. Dia sangat bersemangat untuk pergi ke taman bermain, karena sudah lama dia memimpikan untuk pergi ke sana dengan keluarganya. Dia membuka pintu kamar, dan menemukan Heechul masih tidur di atas kasurnya. Jaejoong langsung naik ke kasur Heechul sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya pelan.

“Chullie.. Ayo bangun.. Cepat mandi, kita akan pergi ke taman bermain.. Chullie..” Jaejoong terus menggoyangkan tubuhnya. Heechul menggeliat sedikit lalu membuka matanya. Dia terlihat pucat dan sedikit menggigil di bawah selimutnya.

“Joongie.. Aku capek.. Kamu saja yang pergi dengan appa dan umma ya..” kata Heechul lalu kembali tidur. Jaejoong yang heran melihat kakaknya pucat seperti itu menaruh tangannya di kening dan leher Heechul.

“Omona.. Chullie demam..” Jaejoong melompat turun dari kasur Heechul lalu berlari ke kamar umma dan appanya. “Ummaaaa.. Appaaaaa…” dia langsung menerobos masuk ke kamar orang tuanya dan mendapati Eeteuk sedang merapikan tempat tidurnya.

“Kenapa Joongie?” tanya Eeteuk.

“Umma.. hosh.. hosh.. Chullie demam umma.. Badannya panas sekali..” kata Jaejoong sambil ngos-ngosan. Eeteuk terlihat sedikit terkejut.

Lanjutkan membaca “FF/ FLOWERS / CHAPTER 1”

Diposkan pada 로맨스 ♥ Romance, 불안감 ♥ angst, 비극 ♥ Tragedy, Fanfiction, 한방 ♥ Oneshoot, Uncategorized

DEAR GOD / SONGFICT / KYUMIN / 1SHOT

Yeah.. This is my first song-fic..
I don’t own Super Junior, but in GOD’s name I really wish I do.
Please read,, and leave marks..
And this is it..

DEAR GOD
Ala Author RUN DEPIL RUN RUN *upsss*
RUN12 maksudnya..

Enjoy..

***

A lonely road crossed another cold state line..
Miles away from those I love purpose hard to find..

Aku berjalan sendiri. Sepi, sunyi, dingin.. Aku kembali memikirkan namja itu.. Ah, siapa aku? Hanya seorang namja bodoh yang dengan brengseknya bisa mempermainkan namja sebaik dia. Aku menyesal,, tapi apa ini sudah terlalu terlambat?

While I recall all the words you spoke to me..
Can’t help but wish that I was there where I’d love to be..

Semua kata-kata tulusnya terulang lagi dalam ingatanku. Caranya berbicara, caranya tertawa, suara seraknya saat dia menahan tangis.. Semuanya terdengar seperti alunan musik pilu yang semakin merobek-robek hatiku. Seandainya aku bisa kembali lagi ke saat itu.. Saat dimana dia tertawa karena ulahku, saat dia marah karena candaanku, saat dia menangis karena mengkhawatirkanku. Tapi sayangnya.. tidak bisa lagi..

Lanjutkan membaca “DEAR GOD / SONGFICT / KYUMIN / 1SHOT”

Diposkan pada 가족 ♥ Family, 계속 ♥ Countinue, 불안감 ♥ angst, Fanfiction, 프롤로그 ♥ Prolog

FF / FLOWERS / PROLOG

Ini FF ku yang lainnya.. Sengaja FF ini kubuat genderswitch karena menurutku memang yang cocok memerankan ini adalah perempuan.. FF ini mengambil alur cerita salah satu film hebat (yang maaf, saya lupa judulnya), ceritanya sama, dengan plot dan cast yang berbeda. Sangat banyak Medical Error dalam FF ini, yang dibuat semata-mata untuk mendukung alur cerita.. Jadi sebelumnya saya minta maap, karena saya notabene hanyalah murid SMA biasa yang buta sama sekali tentang masalah medis rumit seperti ini. Bagi yang tidak suka genderswitch saya minta maap ya.. Cuma imajinasi aja kok.. I don’t own anything in this fict except the words and plot. The casts belong to SMEt and the story belongs to a Film—and I dont know the title—.. Enjoy reading ya.. RCL donk.. Sedih banget kalo FF aku sepi mulu.. hehehehe..

Prolog

Aku memiliki setangkai bunga kecil yang sangat cantik. Tapi sayang.. dia sangat rapuh.. Sepanjang hidupnya dia harus berusaha keras untuk tetap bertahan.. Aku takut.. Aku sangat takut kehilangannya.. Bunga kecilku tidak boleh layu dalam usia yang begitu muda. Sampai suatu saat aku mengetahui bahwa bungaku bisa tetap hidup dengan dibantu oleh bungaku yang lain yang sama cantiknya.. Bungaku yang lain itu ternyata bisa menopang kehidupan bungaku.. Lalu suatu saat aku mulai bertanya-tanya pada diriku sendiri.. Apa keputusan ini benar? Aku dengan egoisnya ingin bunga kecil rapuhku tetap hidup dengan menyiksa bunga cantikku yang lainnya? Aku bahkan tidak pernah merawat dan memperhatikan bungaku yang lain itu karena terlalu sibuk dengan bunga kecil rapuhku.. Aku tidak pernah peduli akan rasa sakit dan penderitaannya,, dengan pengorbanannya,, dan dengan cintanya padaku.. Sampai suatu saat, aku begitu takut untuk kehilangan bungaku yang lain itu.. Di saat aku hampir kehilangan kedua bunga itu karena keegoisanku.. Apa aku memang harus merelakan salah satu diantaranya? Atukah aku terpaksa harus hidup tanpa keduanya?

Keluarga Kim, keluarga kaya raya yang memiliki satu orang putri kecil cantik jelita bernama Kim HeeChul. Tapi saat dia berumur satu tahun, dokter memvonisnya menderita penyakit yang bisa menyebabkan sebagian organ tubuhnya tidak berfungsi dengan baik. Park Eeteuk, istri dari Kim Kangin sang pengusaha kaya itu bahkan sudah pasrah dengan keadaan putri kecilnya. Sampai suatu saat kemajuan teknologi kedokteran memberikan alternatif untuk bisa memperpanjang umur Heechul. Dengan jalan mencari donor yang tepat untuk setiap kebutuhan organ Heechul. Orang itu tidak lain adalah adiknya sendiri, Kim JaeJoong, yang secara kebetulan memiliki struktur tubuh dan organ yang sangat cocok dengan Heechul. Dari kecil sampai dewasa Jaejoong-lah yang membantu Heechul untuk tetap hidup. Tapi sayang perhatian Mr. Dan Mrs Kim terlalu tersedot untuk Heechul, sehingga Jaejoong tidak sengaja diabaikan. Sampai suatu saat peristiwa yang membuat Mr. Dan Mrs. Kim menyesali keegoisan mereka.. Sampai suatu saat mereka diharuskan memilih salah satu diantara putri mereka.. Atau malah kehilangan keduanya..

Gimana? Kalau reader mau aku ngelanjutin FF ini, aku bakal lanjutin.. Tapi kalo nggak,, yah kita liat nanti deh.. Hehehe.. Ini karena aku lagi buntu banget mikirin kelanjutan YeWon.. Maklum lah author amatiran, satu FF belum kelar udak berani-beraninya bikin yang lain.. mohon maklum ya.. Gomapseumnida.. 

Diposkan pada 계속 ♥ Countinue, 불안감 ♥ angst, Fanfiction, 형제 ♥ Brothership

My Everything Part 1

Author            : Ayuka Sorahyunnie

Ost.                    : My Everything

Disclaimer   : Special Val – Day (Telat)

AN                      : This is special for all KyuHae biased…

Author lg gag ada mood bikin epep Romance buat Valentine – an

Yg ada di otak cuma cerita tragic duand =_=”

Mianhae~ *bow*

Siapin tissue n Boneka Teddy (Serius deh!!)

****************************************************************

 

Prolouge…

Kadang kita tidak tahu betapa kita menyayangi seseorang sampai kita kehilangannya. Dia yang selalu menyayangi kita, melindungi, bahkan rela menukakan kehidupan yang ia miliki untuk menyelamatkan nyawa kita. Tapi, apa hal itu adil? Saat kita baru menyadarinya, orang itu telah pergi meninggalkan kita. Meninggalkan perasaan bersalah yang mendalam. Juga sebuah penyesalan panjang. Andai waktu dapat berputar kembali, ingin rasanya menebus segala kesalahan yang telah diperbuat. Tapi, sekali lagi, segalanya akan terasa percuma saat memang semuanya sudah terlambat…

==***==

 

Seoul… 3rd February, 2000…

“Saengil chukkahamnida.. Saengil chukkahamnida.. Saranghaneun Kyuhyun-ah.. Saengil chukkahamnida!!”

 

Hari ini adalah hari ulang tahun Kyuhyun yang ke-12. Ulang tahunnya kali ini dirayakan dengan meriah. Ia mengundang teman – teman sekolahnya. Heechul, ayahnya dengan setia mendampinginya. Tampak jelas raut kegembiraan di wajah manis Kyuhyun.

 

“Nah, sekarang tiup lilinnya.” Pinta ayahnya.

 

Blooww~

 

Kyuhyun meniup lilin – lilin itu hingga padam semua yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari para tamu undangannya. Setelah itu Kyuhyun memotong kue ulang tahunnya dan menyuapkannya pada ayahnya. Ayahnya langsung mencium keningnya dan mengusap kepalanya dengan penuh kasih sayang.

Lanjutkan membaca “My Everything Part 1”

Diposkan pada 로맨스 ♥ Romance, 불안감 ♥ angst, 비극 ♥ Tragedy, Fanfiction, 한방 ♥ Oneshoot

Eun-Hae (Life Couldn’t Get Better)

Anyyeonggg readerrr… Kali ini aku narik-narik simpanan suami ke dua aku, Lee DongHae..

 

This is originally Jong-Key fic made by me, but since our blog post SUJU fanfic only, I replace my cast and the choosen members are…

Cast: Eunhyuk (clapping hands.. Finally I MADE it!! Finally Hyukkie become my MAIN CAST),, Donghae,, Siwon,, Kibum

Disclaimer: I don’t own them. If I do, you will not read this, cos I will be so busy taking care of them. Kekeke..

 

So sorry if this is so LAME, but I tried my best.. Kekeke..

Happy readingg…

 

 

Eunhyuk POV

 

Darah.. Aku selama ini selalu takut dengan darah. Tapi sekarang tidak lagi. Aku menikmati rasanya darah mengalir dari tubuhku, juga bau darah itu sendiri. Sakit.. Rasanya sakit.. Tapi ringan.. Aku sudah tidak ingin apa-apa lagi. Hanya menantikan orang yang kucintai menemukan tubuh bersimbah darahku ini, dan aku ingin mengatakan bahwa aku mencintainya untuk yang terakhir kali.

 

Kenapa aku memilih mati dengan cara seperti ini? Mengiris urat nadi dan mati perlahan kehabisan darah. Sakitnya akan lebih lama.. Tapi itu yang ingin aku rasakan.. Rasa sakit.. Alasannya? Simpel saja. Karena ini nyawaku, dan aku berhak menentukan bagaimana caraku mati. Agar orang yang kucintai itu nantinya akan selalu mengingatku.

 

Pandangan mataku mulai mengabur. Sakit di pergelangan tanganku menjalar sampai ke jantung. Tapi dia belum juga datang.. Siwon.. Jangan sampai aku mati sebelum melihat wajahnya untuk terakhir kalinya. Sebelum dia tau betapa aku mencintainya..

 

Senyum getir sengaja kusunggingkan. Aku teringat semua kenangan yang telah aku lalui bersamanya. Indahnya suaranya,, tatapan matanya,, caranya tertawa,, tampannya wajahnya.. Ah.. Sesuatu yang tidak akan aku temukan lagi setelah aku mati.. Di surga apa aku masih bisa melihatnya tertawa?  Hahaha.. Aku pasti bermimpi.. Bukannya orang yang mati bunuh diri itu akan masuk neraka?

 

Aaarrgghhh…. Sakit sekali ternyata.. Choi Siwon… Hahaha.. Bukankah aku menyedihkan? Aku mencintainya, bahkan lebih dari apapun. Tapi karena aku seorang Lee Eunhyuk yang pengecut,, seseorang yang tidak mampu untuk sekedar menunjukkan rasa cintanya, aku harus mati di sini sendiri.. Aku begitu sangat mencintainya, dan aku tidak bisa menghadapi kenyataan kalau dia memilih Kim Kibum, orang yang selama ini kuperlakukan seperti adik kandungku sendiri.

 

Uhuk.. Darah kental kehitaman keluar dari mulutku. Rasanya.. parah. Rasa darah ternyata tidak enak. Darah keluar dari mana-mana.. Bagus,, kematianku hanya menghitung menit saja. Dan dia belum juga datang. Tuhan.. Ah, masih berhakkah aku memohon pada Tuhan untuk melihat wajahnya sekali lagi? Aku.. sejujurnya.. ingin mati di pelukan orang itu..

 

Air mataku menetes satu-satu dari mataku yang terpejam. Sakit menghujam di sekujur tubuhku. Darahku tinggal berapa? Setengahnya? Sepertiganya? Oksigen sepertinya sudah berhenti dialirkan ke seluruh tubuhku. Aku takut penglihatanku menghilang.. Napasku tinggal satu-satu.. Hhh.. Siwon.. Aku melihat Siwon tersenyum dalam pejaman mataku.. Kenapa?? Kenapa harus Kim Kibum, Siwon????

 

Aku masih mendengar suara pintu dibuka, derap langkah kaki.. Ada berapa orang? Aku juga tidak tau.. Tapi suara itu.. Bukan.. Suara itu bukan suara Siwon, tapi.. Donghae ??

 

“Eunhyuk-ssi!!” Ya Tuhan, haruskah dia berteriak sekeras itu? Kepalaku berdenyut nyeri mendengarnya. Dia berlutut di dekat tubuhku yang penuh noda darah, dia melilitkan sapu tangannya ke pergelangan tangan kiriku. Napasku semakin sesak, aku ingin mengatakan kalau aku akan menunggu Siwon di sini, tapi untuk bernapas saja aku sulit.

 

Tiba-tiba aku merasakan udara mengisi paru-paruku. Donghae  meniupkan udara ke paru-paruku. Apa yang dilakukan orang ini? Ah… Dia mengangkat tubuhku dengan satu gerakan. Apa aku seringan itu? Tidak… Jangan Donghae ..

 

“A..ku.. ingin.. Siwon.. Choi Siwon.. hh…” kata-kataku tercekat, aku kehabisan udara. Lagi-lagi, Donghae  meniupkan udara ke mulutku yang sekarang berada dalam bopongannya. Dia akan membawaku kemana?

 

“Jangan bicara lagi, Eunhyuk-ah.. Tahan sedikit lagi ya..” Tidak.. Donghae  aku mohon.. Air mata jatuh ke pipiku, aku terisak lemah. Suara Donghae  bernada sangat cemas, dan dia menangis. Dia menangisiku? Bodoh, untuk apa dia menangisi Eunhyuk pengecut yang hampir mati ini?

 

Aku ingin sekali meminta maaf padanya.. Karena tidak memiliki kemampuan untuk membalas cintanya. Aku terlalu terperangkap dalam imajinasiku akan Siwon. Aku hanya mencintainya.. Tapi disaat memalukan seperti ini kenapa malah Donghae  yang menangisiku? Yang memberiku udara berkali-kali agar organ-organ tubuhku tidak mati?

 

“Arrrgghhh…” sakit.. sudah dekat.. Aku.. aku tidak kuat lagi.. Aku memejamkan mataku rapat-rapat tapi kemudian Donghae  mengguncang-guncangkan tubuhku yang digendongnya.

 

“Jangan tidur dulu, Eunhyuk.. Sebentar lagi..” Di mana aku? Oh.. DI dalam mobil.. Aku tidak tau butuh berapa lama agar kami sampai di rumah sakit.. Ya.. Rumah sakit.. Meskipun aku tidak melihatnya, tapi dari baunya saja aku bisa tau.. Ajaib.. Mengapa aku bisa bertahan selama ini? Apa persediaan darahku segitu banyaknya? Aku merasakan Donghae  memegang tanganku, dan dia berbisik pelan di telinga kiriku.

 

“Kau akan selamat Eunhyuk.. Kau kuat.. Berjuang, Jewel.. Sa.. saranghae..” haha, aku menyeringai sedikit.. Donghae .. Cinta apa yang sedang kau bicarakan pada orang yang sudah sekarat sepertiku? Aku sudah tidak ingin hidup lagi Donghae .. Tidak dengan kenyataan Siwon mencintai Kibum.. Hatiku akan sangat tersiksa,, jauh lebih tersiksa daripada sakit yang kurasakan sekarang..

 

“Siwon.. hh.. hh..” aku mencintainya.. Dia dimana? Aku membutuhkannya.. Ah.. Apa ini? Kakiku mati rasa, dan perlahan seluruh tubuhku ikut mati rasa.. Jangan bilang ini pengaruh obat bius.. Hei.. Jangan.. Tolong jangan selamatkan aku.. Aku mohon.. Lalu gelap, dan tanpa suara apapun..

 

xxXXxx

 

Donghae  POV

 

Aku terus menangis dan berdoa untuk Eunhyuk.. Tuhan.. Apa yang sedang terjadi? Eunhyuk.. Dia pasti selamat kan Tuhan? Kau tidak sejahat itu kan padaku? Ambil semuanya Tuhan, tapi aku mohon jangan Eunhyuk.. Jangan..

 

Siwon.. Ya.. Dia yang harus aku cari sekarang. Aku akan membuatnya meminta maaf di depan Eunhyuk.. Aku akan memaksanya mencintai Eunhyuk.. Memang hatiku pasti akan sakit membiarkan orang yang kucintai bersama orang lain. Sakit hati? Apa itu penting bagiku? Kebahagiaan Eunhyuk adalah kehidupan bagiku. Dan melihat Eunhyuk begini? Artinya kematian bagi Siwon.

 

Aku mengendarai mobilku ke rumah Kim Kibum. Aku tau jelas Siwon ada di sana. Aku buka pintu rumah itu dengan paksa. Kulihat Siwon duduk di sofa. Segera kuraih kerah bajunya sampai dia berdiri.

 

“Siwon!!” apa? Kenapa dia seperti ini? Kenapa dia sepucat ini? Apa yang sedang terjadi? Matanya memancarkan kesedihan yang sangat.. Dan raut wajahnya lelah.. Aku.. aku kasihan melihatnya..

 

“Lee Donghae..” panggilnya lemah sambil tersenyum getir. Melihat senyumannya jantungku bagaikan berdecit.. Sakit.. Senyumannya ini.. senyuman yang paling disukai Eunhyuk di dunia.. Kenapa harus dia? Kenapa harus bajingan ini Eunhyuk?

 

“Lihat keadaannya sekarang gara-gara kamu!! GARA-GARA KAU SIWON!!” aku berteriak dan kemudian meninju mukanya sampai dia terduduk di sofa. Dia tidak membalas. Wajahnya masih sama seperti tadi, tenang namun terlihat sedih.. Sangat sedih.. Dia lagi-lagi tersenyum. Cih!!

 

“Jangan bunuh aku sekarang Donghae.. Dia.. dia..” aku meninju mukanya sekali lagi. Saat ini Eunhyuk sedang berjuang melawan maut karena dia, dan dia memintaku untuk tidak membunuhnya? Hahaha.. Dia kira dunia akan berpihak sebanyak itu padanya? Tidak.. Yang dia butuhkan sekarang adalah kemurahan hatiku.. Tapi sayang.. Lee Donghae  tidak memiliki belas kasihan bila itu sudah menyangkut LEE EUNHYUK.

 

Dia menangis. Siwon menangis. Bangsat ini menagis di hadapanku? Mau muntah aku melihat tangisannya. Apa yang membuat dia begini? Merasa bersalah?

 

“Dia di rumah sakit sekarang!! Ikut aku!!” aku menarik pergelangan tangannya menggunakan seluruh tenaga yang kumiliki. Namun kemudian dia berontak. Dia melepaskan tanganku.

 

“DENGAR AKU LEE DONGHAE !!!” aku tersentak, kaget melihat air mata menganak sungai di pipinya. Ada apa sebenarnya?

 

“Selama lebih dari dua tahun aku mengenal Eunhyuk.. Aku tau dia memiliki perasaan padaku. Dan aku juga tau saat dia akan melakukan hal itu.. Dia mengatakan padaku kalau dia akan melakukan ini, aku tidak bisa berbuat apa-apa.. Tapi mohon mengerti kondisiku Donghae.. Tolong…” dia terduduk, menangis sambil menutup muka dengan kedua telapak tangannya. Kenapa?

 

“Bukannya aku ingin membiarkannya mati bunuh diri.. Tapi coba kau lihat di atas sana.. Di dalam kamarnya KIBUM tidak sadarkan diri.. Dia kolaps tadi.. Apa mungkin aku meninggalkannya dalam kondisi separah ini? KATAKAN PADAKU DONGHAE!!! APA AKU HARUS MENINGGALKANNYA???” Siwon berteriak, lebih seperti teriakan orang yang sedang putus asa. Aku hanya berdiri mematung.

 

“Kibum sakit Donghae.. Entah sampai kapan aku bisa melewati hari-hariku dengannya.. Tidakkah menurutmu dia terlalu muda untuk segala macam penyakit itu? Dari kecil aku mengenalnya.. Dari kecil pula dia selalu selemah ini.. Aku sudah berjanji untuk selalu melindunginya.. Dan saat dia begini, AKU TIDAK BISA MENINGGALKANNYA UNTUK EUNHYUK!! TIDAK BISA!!”

 

Siwon.. ternyata sedang dalam situasi sesulit ini.. Kim Kibum itu sekarang sakit?? Kalau aku jadi dia aku juga tidak akan meninggalkan Kibum.. Tapi bagaimana dengan Eunhyuk? Eunhyuk-KU? Dia bahkan masih menggumamkan nama Siwon saat aku memegang tangannya. Ya Tuhan.. Apa ini? Bagaimana?

 

“Maafkan aku Donghae.. Sampaikan juga pada Eunhyuk.. Aku begini karena aku tau Eunhyuk memiliki orang sepertimu yang akan selalu menjaga dan melindunginya.. Sedangkan Kibum? Kibum-ku? Dia hanya memilikiku saja. Hanya aku saja.. Bahagiakan dia kalau kau memang mencintainya. Tugasmu adalah meyakinkannya, bahwa kau bisa membahagiakannya jauh lebih baik daripada yang mampu aku lakukan.”

 

Aku menatap Siwon, kali ini bukan dengan tatapan kemarahan. Orang ini memiliki hati yang baik.. Kenapa aku bisa buruk sangka dan mengiranya sejahat itu? Kata-katanya benar.. Sudah saatnya Lee Donghae.. berhenti menjadi seorang pengecut. Yang hanya mampu mencintai dari jauh, tanpa bisa berbicara jujur tentang perasaannya.

 

Aku berlari ke luar meninggalkan Siwon yang masih menangis. Aku segera memacu mobilku ke rumah sakit. Donghae  bodoh!! Seharusnya aku menemani Eunhyuk..

 

Aku segera masuk ke rumah sakit dan menuju ke ruangan dokter yang menangani Eunhyuk, dokter Park EeTeuk. Dia terlihat sedikit kaget melihatku yang terengah-engah karena berlari.

 

“Hh.. Eunhyuk.. Bagaimana keadaannya?” tanyaku masih susah payah mengatur napas. Dokter EeTeuk menunduk sedikit, ini pertanda tidak baik.. Jangan.. Jangan bilang Eunhyuk-ku tidak selamat.. Dia orang yang kuat,, tidak mungkin dia selemah itu.

 

“Dia kehilangan banyak sekali darah. Saat kau membawanya ke sini.. sudah sedikit terlambat..” aku kehilangan seluruh tenagaku. Aku terduduk di lantai dan air mataku langsung tumpah begitu saja. Tidak.. Seseorang.. kumohon katakan ini bercanda.. Ini lelucon..

 

Dokter EeTeuk menghampiriku, berlutut di sampingku. Dia mengelus punggungku, mencoba menenangkanku. Tapi bagaiman bisa aku tenang? Aku terus menangis, tidak malu sedikitpun.

 

“Tapi dia sangat kuat.. Dia yang tidak menyerah dengan keadaannya. Dia bertahan, Donghae-ssi.. Dia bisa bertahan walalupun kehilangan darah sebanyak itu. Dia benar-benar lelaki yang hebat..” aku menatap dokter EeTeuk dengan tatapan tidak percaya. Dia lalu mengangguk. Seketika dadaku yang tadinya sangat sesak kini berubah menjadi sangat lapang dan ringan.

 

“Dia mungkin menunggumu membangunkannya.” Kata Dokter EeTeuk sambil tersenyum. Aku segera berlari ke ruangan Eunhyuk yang dikatakan Dokter EeTeuk. Dia masih terbaring di sana, dengan selang dimana-mana. Aku terdiam melihatnya yang pucat bagaikan mayat, hanya saja dia masih bernapas walaupun dibantu dengan selang oksigen. Dan dari monitor itu masih terdengar detak jantungnya. Dia masih ada.. Masih bersamaku..

 

Aku memegang tangannya. Dingin..

“Eunhyuk-ah.. Ayo bangun.. Kau kuat Hyukkie, kau pasti bisa bila hanya seperti ini.. Tahan sakitnya ya.. Ada aku di sini..” aku mencium tangannya dan meletakkannya di pipiku yang basah. “Saranghae..”

 

Eunhyuk POV

 

Tidak ada siapa-siapa di sini.. Dimana ini? DI surga? Jelas tidak mungkin.. Di neraka? Tidak panas.. Lalu ini dimana?

 

“Eunhyuk-ah…”

Ada yang memanggilku. Siwon? Oh.. bukan.. itu.. Donghae.. Tapi dia dimana? Aku takut di sini, temani aku.. Donghae  temani aku..

 

“Ayo Hyukkie, raih tanganku..” dia mengulurkan tangannya. Aku tidak sendiri.. Ada Donghae, dan dia memintaku untuk ikut dengannya. Tapi.. Bukankah aku sedang menunggu Siwon? Aku hampir saja meraih tangan Donghae saat suara Kibum mengagetkanku.

 

“Eunhyuk Hyung..” Kibum menangis.. Kenapa dia menangis? Apa yang telah dilakukan Siwon padanya? Tapi kemudian Siwon datang ke arahnya, dan menghapus air matanya.

 

“Ada aku Kibum-ah..” kata Siwon lembut, dan Kibum memeluknya, meyandarkan kepalanya ke dada Siwon. Kibum tersenyum.. Hatiku senang sekali melihatnya tersenyum bahagia seperti itu.. Tapi.. Ini tidak benar.. Bukankah aku mencintai Siwon? Bukankah seharusnya aku cemburu melihatnya memeluk Kibum? Tapi kenapa sekarang tidak lagi? Aku malah senang jika Kibum bahagia..

 

Aku kembali melihat ke arah Donghae , tapi dia mau kemana? Dia berjalan menjauhiku. Sakit.. Hatiku tiba-tiba sakit melihat punggungnya yang semakin jauh dariku.. Aku segera berlari ke arahnya, dan meraih tangan kanannya. Dia memandangku dengan tatapan sedih.. Dia menangis.. Air mataku juga reflek jatuh karena melihat airmatanya.

 

“Donghae -ah.. Temani aku..” dia menggeleng lemah. Dia sudah tidak mau lagi menemaniku? Dia sudah bosan menghadapiku? Maafkan aku.. aku.. mohon jangan tinggalkan aku..

 

“Aku akan meminta Siwon datang untukmu.. Kau harus bahagia Eunhyuk-ah.. meskipun bukan denganku.. Kau mencintainya kan? Aku akan membawanya ke sini untukmu..” dia melepaskan  pegangan tanganku, lalu berjalan menjauhiku. Seiring dengan terlepasnya tangannya dari tanganku, rasa sakit mulai menjalar di tubuhku. Menyusup sangat lambat, namun terasa mematikan. Aku terjatuh,, aku mencoba memanggil Donghae  namun dia tidak berbalik untuk melihatku.. Jangan.. Donghae  jangan pergi dariku… Ah.. sakit ini menguasaiku..

 

Donghae  POV

 

Dia tidak juga membuka matanya. Aku tidak berguna.. Heh.. Hanya bisa menangis sambil berpegang pada harapan konyol, bahwa dia akan sembuh dan membuka hati untukku. Bodoh!! Dia sekarang pasti ingin berada di dekat Siwon.. Dia pasti ingin yang memegang tangannya itu Siwon, bukan pengecut sepertiku..

 

“Baiklah.. Aku akan meminta Siwon datang untukmu.. Kau harus bahagia Eunhyuk-ah.. meskipun bukan denganku.. Kau mencintainya kan? Aku akan membawanya ke sini untukmu, agar kau cepat sadar..” aku melepaskan tangannya, lalu berjalan ke arah pintu. Aku menghapus air mataku sebelum keluar dari ruangan Eunhyuk. Hatiku memang hancur,, tapi bagiku Eunhyuk lebih penting..

 

“Emmhh…” aku mendengar leguhannya, lalu aku berbalik dan segera berlari ke arahnya. Ya Tuhan, dia berkeringat.. Pasti ini sangat sakit baginya. Aku membelai rambutnya dan memegang tangannya lagi.

 

“Hae… Lee.. Donghae..” dia memanggil namaku!! Hah.. Terimakasih Tuhan!!

 

“Aku di sini Eunhyuk-ah..” dia membuka matanya perlahan-lahan, lalu setetes air mata jatuh dari kedua sudut matanya. Ada apa? Kenapa dia menangis? Apa dia kecewa karena yang berada di sini aku, bukan Siwon?

 

“Jangan.. tinggalkan.. aku..” bisiknya dari balik masker oksigen. Tentu.. Tentu saja aku tidak akan meninggalkanmu.. Lalu dia kembali memejamkan matanya.

 

“Aku…” dia terisak lemah. “Aku.. takut.. Temani aku…” aku duduk di kursi samping tempat tidurnya. Aku menghapus airmatanya.

 

“Tidak akan.. Aku tidak akan meninggalkanmu..” aku mencium tangannya. Aku sangat bahagia. Dia ingin AKU menemaninya.. Dia menginginkanku,, bukan Siwon..

 

“Hae.. Donghae-ah…” panggilnya masih dengan mata terpejam. “Katamu.. kau.. mencintaiku??” tanyanya.. IYA.. Benar Eunhyuk.. Itu benar..

“Aku.. ingin kau mengatakannya lagi…” dia menatap mataku yang basah dan bengkak.

 

“Saranghae.. Jeongmal saranghae.. Aku mencintaimu EUNHYUK.. Sangat..” dia tersenyum kecil. Ya Tuhan,, terimakasih.. Aku bisa melihatnya tersenyum lagi..

 

“Aku senang.. aku bahagia mendengar itu darimu..” katanya. Bahkan aku lebih bahagia..

 

“Neo animyeon andwae.. Jangan tinggalkan aku Eunhyuk-ah.. Jangan pernah melakukan hal sebodoh itu lagi..” kataku, dia mengangguk.

 

“Aku berjanji…” jawabnya. Aku memeluk tubuhnya yang masih terbaring lemah itu, dan aku merasakannya membalas pelukanku. Tidak ada yang akan membuatku sebahagia ini.. Life couldn’t get better.. Aku ingin semuanya seperti ini saja. Jangan pernah berubah, dengan Eunhyuk disampingku, dan aku bisa dengan bebas mencintainya..

 

Life couldn’t get better..
I’ll hold you in my arms and fly
We’ll fly towards the blue moon
I’ll kiss you when you’re sleeping
Life couldn’t get better
..
Open your heart and take my hand
Life couldn’t get bette
r..


-FIN-

Okehh… Selesai sudah FF gajebun ini.. Awalnya yang jadi Hyukkie Oppa itu KEY, trus yang jadi Hae Oppa itu Jonghyun.. Yang jadi Siwon Oppa itu Minho dan Kibum oppa itu Taemin.. Yang jadi dokter sebenernya Onew.. Gimana FF nya? Aku agak susah gitu kalau Maincast-nya Eunhyuk.. Entah kenapah.. Mungkin karena dia suka grepe-grepe My Donghae kali.. Hohoho.. Dikomen yaaahhh….