Diposkan pada 로맨스 ♥ Romance, 계속 ♥ Countinue, 불안감 ♥ angst, Fanfiction

Hope is a Dream that Never Sleeps Part3

Author: Aisora Hyunnie

 

Disclaimer : Tribute ehh, salah! Dedicated to Uri Yeobo, Yonin, Chingu, Oppa, Hyung, Dongsaeng, Appa (?), Ahjussi (??), Haraboji (???) “Evil Game Cho Kyu Hyun”

Warning (ngerangkep ma AN) : Setelah baca ff ini diharapkan tidak ada keributan ataupun unjuk rasa apalagi demonstrasi *appan sich??*

Jika setelah baca ff ini ada yang keberatan, silahkan bantai Kyumong *inno smile*

Dui buqi, kalo ada ejaan Mandarin yang salah ato ngaco, cz Author emang sotoy binti ke-PD-an hahahah

_______________________________________

10 years later, Beijing 2nd February 2008…

Hari ini Yan Lin yang sudah berganti nama menjadi Hyun Ae kembali ke Beijing untuk memenuhi janjinya bersama Kui Xian 10 tahun yang lalu. Hari yang paling ia nantikan selama sepuluh tahun  ini. Akhirnya ia bisa bertemu kembali dengan Kui Xian, sahabat masa kecilnya, malaikat penjaganya, sekaligus cinta pertamanya. Hyun Ae penasaran, kira – kira sekarang Kui Xian seperti apa? Apakah ia tumbuh menjadi seorang pria tampan seperti bayangannya, atau malah berubah menjadi jelek? Hyun Ae hanya tertawa sendiri membayangkan akan seperti apa wajah Kui Xian.

Lanjutkan membaca “Hope is a Dream that Never Sleeps Part3”

Diposkan pada 로맨스 ♥ Romance, 가족 ♥ Family, 계속 ♥ Countinue, 불안감 ♥ angst, Fanfiction

Ye-Won (Your Maid) Part 5

I’m back dengan lanjutannya….

Silakan dibaca ya..

Siwon POV

Aku sudah bersiap ke kampus, dan ketika aku sarapan Kim ahjussi memberikan sesuatu padaku, sebuah amplop dan sebuah kertas kecil.

Siwon anakku..

Saengil chukkahamnida..

Maafkan appa, tidak bisa menemanimu hari ini,

Tapi appa berjanji akan pulang secepat mungkin dan merayakannya bersama, OK?

Itu uang cash untuk mentraktir teman-temanmu.

Heh? Sekarang aku ulang tahun? Bahkan aku tidak ingat. Tapi appa.. ah.. Dengan ini berarti sudah tiga kali aku melewati ulang tahunku sendiri. Aku ingin sekali memotong kue dan menyuapi appa sebagai orang yang paling kusayangi dalam hidupku. Tapi selalu saja tidak sempat. Ya sudah lah.. Aku mengambil amplop itu, isinya uang. Dalam jumlah yang banyak. Cih!! Dia kira ini cukup untuk membayar semua kasih sayang yang tidak dia berikan padaku?

Mana Yesung hyung? Tiba-tiba saja dia muncul dari arah dapur membawa dua kotak bekal. Haha.. Sejak waktu itu aku selalu menyuruh Ahjumma untuk menyiapkan dua bekal setiap hari. Agar Yesung yang kecil ini tidak kekurangan gizi lagi.

“Hyung…” panggilku saat kami ada di dalam mobil. Yesung hyung menoleh ke arahku yang sedang mengemudikan mobil. “Kau tau sekarang hari apa?” tanyaku. Ah.. Bodoh. Mana mungkin dia tau ulang tahunku..

“Hari ulang tahunmu kan?” katanya. Jadi dia ingat? Tapi kenapa dari tadi dia malah tidak memberi selamat sedikitpun? Menyebalkan.

“Kau tidak berniat memberiku selamat? Jangankan memberi kado, Saengil chukka saja tidak kau ucapkan. Hyung macam apa..”

“Saengil chukkahamnida Tuan Muda..” katanya memotong ucapanku. Aku menarik napas panjang.

“Semakin hari kau semakin meyebalkan saja Yesung!” kataku, lalu dia terkikik.

“Mau pergi ke suatu tempat?” katanya, aku menoleh skeptis.

“Kemana? Jangan aneh-aneh!!”

Lanjutkan membaca “Ye-Won (Your Maid) Part 5”

Diposkan pada 로맨스 ♥ Romance, 가족 ♥ Family, 계속 ♥ Countinue, 불안감 ♥ angst, Fanfiction

Ye-Won (Your Maid) Part 4

Anyeongg… Ini lanjutannya.. Kalo pada bosen sama ceritanya bilang aja ya…

Ye-Won (Your Maid) Part 4

*********

YeSung sudah kembali ke rutinitasnya semula, kuliah sambil menjadi pelayan pribadi untuk SiWon. Dan SiWon juga sudah kembali menjadi dirinya yang semula, angkuh, dingin, sombong, dan tukang perintah.

“Ya! Cepat sedikit.. Aku bisa telat masuk ke klub Taekwondo.” Kata SiWon ketus. Seperti biasa, yeSung selalu menuruti apa yang diperintahkan SiWon. Dia membawakan semua perlengkapan SiWon, dan setelah itu baru kembali ke kelasnya.

Aku pikir dia sudah berubah.. ternyata masih sama saja.. Aish.. Orang sepertinya mana mungkin bisa berubah?’ pikir YeSung.

Dua jam kemudian YeSung keluar dari kelasnya dan mendapati SiWon sudah menunggu di depan pintu. Tanpa berkata apapun SiWon menarik tangan Yesung dan menuju kantin. Dia menyuruh Yesung duduk di salah satu kursi, dan Siwon duduk di kursi sebelahnya. Yesung hanya menuruttinya tanpa membantah. Siwon kemudian membuka tasnya dan mengambil kotak bekal yang dibawanya dari rumah, membukanya kemudian menyodorkannya ke dekat Yesung.

“Cepat makan.” Perintahnya. Yesung hanya bengong tidak percaya akan apa yang barusaja didengarnya.

“Aish.. Lama sekali orang ini..” Siwon mengambil kotak bekal itu lalu mulai menyuapi Yesung. Yesung benar-benar terkejut melihat aksi Siwon, dia menatap Siwon heran sebelum Siwon memberi isyarat untuk membuka mulut. Dia patuh saja, dia mulai makan dengan tenang dengan disuapi Siwon. Semua mahasiswi-mahasiswi yang melihatnya terheran-heran, ada yang menatap cemburu, ada juga yang men-death-glare Yesung karena merebut pangeran mereka.

Yesung mulai terlihat makan dengan terpaksa. Tiba-tiba dia tersedak, dan Siwon segera memberikan—tepatnya, meminumkan—segelas air padanya.

“Gwenchana?” tanya Siwon khawatir. Yesung mengangguk sambil mengatur napasnya. “Sudah kenyang?” tanya Siwon lagi. Yesungpun mengangguk lagi. Siwon lalu menghentikan suapannya. Dia lalu memanggil pelayan, kemudian pelayan itu datang dengan segelas besar susu. Siwon menyodorkannya juga pada Yesung.

Lanjutkan membaca “Ye-Won (Your Maid) Part 4”

Diposkan pada 로맨스 ♥ Romance, 가족 ♥ Family, 계속 ♥ Countinue, 불안감 ♥ angst, Fanfiction

Ye-Won (Your Maid) Part 3

Anyeongg lagi… Mianhae tadi aku salah post… Ini yang benernyah..

Aku mau lanjutin ceritanya yah…

Pada mau baca kan….

**********

Ye-Won (Your Maid) Part 3

***********

Sekitar jam tiga pagi Yesung terbangun dan kaget mendapati dirinya tertidur di kasur Siwon sedangkan Tuan Mudanya itu tertidur di sofa. Yesung bangkit dari posisi tidurnya dan kain kompres terjatuh ke pangkuannya.

‘Apa ini kerjaan Tuan Muda? Aku hanya ingat dia menggendongku, dan mengataiku merepotkan. Bukankah dia sangat sombong dan dingin? Kenapa bisa berubah 180 derajat seperti ini?’ pikir Yesung. Dia lalu memutuskan untuk keluar dari kamar Siwon sebelum dia bangun dan memarahinya lagi. Kondisinya sekarang sedang tidak baik untuk mendapatkan hal-hal buruk seperti itu.

Yesung masuk ke kamarnya dan segera berbaring di tempat tidur sambil menarik selimutnya sampai batas leher. Yesung masih belum tertidur saat appanya masuk ke dalam kamarnya dan duduk di tepi tempat tidurnya. Appanya mungkin tau kalau Yesung belum tidur. Tidak seperti biasa, appanya tidak menunjukkan tanda-tanda kemarahan.

“Aku melihat apa yang dilakukan tuan muda padamu tadi.” Kata appanya. Yesung hanya diam dengan posisi membelakangi appanya. “Tuan muda sepertinya sangat perhatian padamu.” Lanjutnya.

Yesung kemudian duduk dan menatap appanya. “Baru kali ini dia seperti itu. Memangnya kenapa?” tanya Yesung. Tidak biasanya appanya berbicara dengan nada biasa seperti itu.

“Ini bisa menjadi kesempatan. Kau harus bisa menggunakannya.” Kata appanya dengan senyuman licik di wajahnya. Yesung mengerutkan keningnya pertanda tidak mengerti maksud appanya.

“Aku tidak mengerti.” Kata Yesung datar. Appanya menghembuskan napas berat.

Lanjutkan membaca “Ye-Won (Your Maid) Part 3”