Diposkan pada 로맨스 ♥ Romance, 미스테리 ♥ Mystery, 가족 ♥ Family, 계속 ♥ Countinue, 비극 ♥ Tragedy, Fanfiction

Black Heart . . . Part 5

Rika terus menatapi wajah Kyuhyun yang sudah tertidur pulas. Seulas senyum tersungging di bibirnya melihat namja galak dan dingin itu tertidur manis seperti anak kecil. Dia senang karna Kyuhyun sudah tidak menolak kehadirannya lagi di rumah ini. Entah kenapa melihat Kyuhyun tertidur pulas membuat dirinya juga mengantuk, akhirnya Rika merebahkan kepalanya ditepi ranjang Kyuhyun dan perlahan memejamkan mata.

~~~~~~~~~

Saat ku bangun aku melihat gadis itu tertidur di tepi ranjangku. ‘Dia pasti kelelahan karna menjagaku seharian.’ Kataku dalam hati. Hari sudah gelap, sepertinya aku tertidur cukup lama. Ku ambil kompresan yang masih berada di dahiku dan meletakkannya kedalam baskom lalu ku sentuh dahiku dengan punggung tangan. ‘Ku rasa demamnya sudah turun, kepalaku juga tidak sepusing tadi. Ini berkat dia…’ Ku tatap sosok Rika lekat-lekat untuk sesaat. “Rika, gomawo…” Ujarku sepelan mungkin agar dia tidak terbangun.

Aku haus, tenggorokanku rasanya kering sekali. Ku pedarkan penglihatanku ke segala sisi ruangan, berharap bisa menemukan sesuatu yang dapat ku minum. ‘Ah…itu dia!’ Ku lihat di meja belajarku ada gelas yang masih terdapat sisa air didalamnya. Perlahan aku bangun dan mencoba beranjak dari ranjangku dengan hati-hati. Syukurlah, kursi rodaku tidak begitu jauh dari sisi ranjang, jadi aku dapat meraihnya hanya dengan menjulurkan tangan saja. Aku turunkan kedua kakiku satu-persatu, kemudian bersiap memindahkan tubuhku ke kursi roda. Namun pada hitungan ke 3 aku gagal memindahkannya dan terhempas kembali ke ranjang, sepertinya aku masih terlalu lemas, mengangkat tubuhku sendiri saja aku belum mampu.

Lanjutkan membaca “Black Heart . . . Part 5”

Diposkan pada 로맨스 ♥ Romance, 불안감 ♥ angst, 비극 ♥ Tragedy, Fanfiction, 한방 ♥ Oneshoot, Uncategorized

DEAR GOD / SONGFICT / KYUMIN / 1SHOT

Yeah.. This is my first song-fic..
I don’t own Super Junior, but in GOD’s name I really wish I do.
Please read,, and leave marks..
And this is it..

DEAR GOD
Ala Author RUN DEPIL RUN RUN *upsss*
RUN12 maksudnya..

Enjoy..

***

A lonely road crossed another cold state line..
Miles away from those I love purpose hard to find..

Aku berjalan sendiri. Sepi, sunyi, dingin.. Aku kembali memikirkan namja itu.. Ah, siapa aku? Hanya seorang namja bodoh yang dengan brengseknya bisa mempermainkan namja sebaik dia. Aku menyesal,, tapi apa ini sudah terlalu terlambat?

While I recall all the words you spoke to me..
Can’t help but wish that I was there where I’d love to be..

Semua kata-kata tulusnya terulang lagi dalam ingatanku. Caranya berbicara, caranya tertawa, suara seraknya saat dia menahan tangis.. Semuanya terdengar seperti alunan musik pilu yang semakin merobek-robek hatiku. Seandainya aku bisa kembali lagi ke saat itu.. Saat dimana dia tertawa karena ulahku, saat dia marah karena candaanku, saat dia menangis karena mengkhawatirkanku. Tapi sayangnya.. tidak bisa lagi..

Lanjutkan membaca “DEAR GOD / SONGFICT / KYUMIN / 1SHOT”

Diposkan pada 로맨스 ♥ Romance, 미스테리 ♥ Mystery, 계속 ♥ Countinue, 비극 ♥ Tragedy, Fanfiction

Black Heart . . . Part 4

“Ommo~ Kyuhyun-ssi!!!” Rika menjerit histeris saat menemukan tubuh Kyuhyun yang tergeletak menggigil kedinginan dan membiru di lantai. “Kyu, gwaenchana??? Ya! Kau bisa mendengar suaraku kan?” Rika mengguncang-guncang pelan tubuh Kyuhyun, tapi tidak ada reaksi apa-apa dari Kyuhyun. Rika memegang tangan Kyuhyun untuk mengangkat tubuh yang tergeletak itu. ‘Dingin sekali tangannya…’ Gadis itu berusaha menarik tubuh Kyuhyun dan memindahkannya ke atas ranjang. Namun apa daya Rika tidak berhasil menggesernya sedikit pun, tubuh Kyuhyun 2x lebih berat dari tubuhnya yang mungil. Rika menghentikan aksinya mengangkat tubuh Kyuhyun. Dia berfikir sejenak, kemudian dengan sigap Rika mengambil bantal serta selimut yang ada diatas ranjang lalu segera menyelimuti tubuh Kyuhyun dan meletakkan bantal untuk menyangga kepala namja itu.

Lanjutkan membaca “Black Heart . . . Part 4”

Diposkan pada 로맨스 ♥ Romance, 불안감 ♥ angst, 비극 ♥ Tragedy, Fanfiction, 한방 ♥ Oneshoot

Eun-Hae (Life Couldn’t Get Better)

Anyyeonggg readerrr… Kali ini aku narik-narik simpanan suami ke dua aku, Lee DongHae..

 

This is originally Jong-Key fic made by me, but since our blog post SUJU fanfic only, I replace my cast and the choosen members are…

Cast: Eunhyuk (clapping hands.. Finally I MADE it!! Finally Hyukkie become my MAIN CAST),, Donghae,, Siwon,, Kibum

Disclaimer: I don’t own them. If I do, you will not read this, cos I will be so busy taking care of them. Kekeke..

 

So sorry if this is so LAME, but I tried my best.. Kekeke..

Happy readingg…

 

 

Eunhyuk POV

 

Darah.. Aku selama ini selalu takut dengan darah. Tapi sekarang tidak lagi. Aku menikmati rasanya darah mengalir dari tubuhku, juga bau darah itu sendiri. Sakit.. Rasanya sakit.. Tapi ringan.. Aku sudah tidak ingin apa-apa lagi. Hanya menantikan orang yang kucintai menemukan tubuh bersimbah darahku ini, dan aku ingin mengatakan bahwa aku mencintainya untuk yang terakhir kali.

 

Kenapa aku memilih mati dengan cara seperti ini? Mengiris urat nadi dan mati perlahan kehabisan darah. Sakitnya akan lebih lama.. Tapi itu yang ingin aku rasakan.. Rasa sakit.. Alasannya? Simpel saja. Karena ini nyawaku, dan aku berhak menentukan bagaimana caraku mati. Agar orang yang kucintai itu nantinya akan selalu mengingatku.

 

Pandangan mataku mulai mengabur. Sakit di pergelangan tanganku menjalar sampai ke jantung. Tapi dia belum juga datang.. Siwon.. Jangan sampai aku mati sebelum melihat wajahnya untuk terakhir kalinya. Sebelum dia tau betapa aku mencintainya..

 

Senyum getir sengaja kusunggingkan. Aku teringat semua kenangan yang telah aku lalui bersamanya. Indahnya suaranya,, tatapan matanya,, caranya tertawa,, tampannya wajahnya.. Ah.. Sesuatu yang tidak akan aku temukan lagi setelah aku mati.. Di surga apa aku masih bisa melihatnya tertawa?  Hahaha.. Aku pasti bermimpi.. Bukannya orang yang mati bunuh diri itu akan masuk neraka?

 

Aaarrgghhh…. Sakit sekali ternyata.. Choi Siwon… Hahaha.. Bukankah aku menyedihkan? Aku mencintainya, bahkan lebih dari apapun. Tapi karena aku seorang Lee Eunhyuk yang pengecut,, seseorang yang tidak mampu untuk sekedar menunjukkan rasa cintanya, aku harus mati di sini sendiri.. Aku begitu sangat mencintainya, dan aku tidak bisa menghadapi kenyataan kalau dia memilih Kim Kibum, orang yang selama ini kuperlakukan seperti adik kandungku sendiri.

 

Uhuk.. Darah kental kehitaman keluar dari mulutku. Rasanya.. parah. Rasa darah ternyata tidak enak. Darah keluar dari mana-mana.. Bagus,, kematianku hanya menghitung menit saja. Dan dia belum juga datang. Tuhan.. Ah, masih berhakkah aku memohon pada Tuhan untuk melihat wajahnya sekali lagi? Aku.. sejujurnya.. ingin mati di pelukan orang itu..

 

Air mataku menetes satu-satu dari mataku yang terpejam. Sakit menghujam di sekujur tubuhku. Darahku tinggal berapa? Setengahnya? Sepertiganya? Oksigen sepertinya sudah berhenti dialirkan ke seluruh tubuhku. Aku takut penglihatanku menghilang.. Napasku tinggal satu-satu.. Hhh.. Siwon.. Aku melihat Siwon tersenyum dalam pejaman mataku.. Kenapa?? Kenapa harus Kim Kibum, Siwon????

 

Aku masih mendengar suara pintu dibuka, derap langkah kaki.. Ada berapa orang? Aku juga tidak tau.. Tapi suara itu.. Bukan.. Suara itu bukan suara Siwon, tapi.. Donghae ??

 

“Eunhyuk-ssi!!” Ya Tuhan, haruskah dia berteriak sekeras itu? Kepalaku berdenyut nyeri mendengarnya. Dia berlutut di dekat tubuhku yang penuh noda darah, dia melilitkan sapu tangannya ke pergelangan tangan kiriku. Napasku semakin sesak, aku ingin mengatakan kalau aku akan menunggu Siwon di sini, tapi untuk bernapas saja aku sulit.

 

Tiba-tiba aku merasakan udara mengisi paru-paruku. Donghae  meniupkan udara ke paru-paruku. Apa yang dilakukan orang ini? Ah… Dia mengangkat tubuhku dengan satu gerakan. Apa aku seringan itu? Tidak… Jangan Donghae ..

 

“A..ku.. ingin.. Siwon.. Choi Siwon.. hh…” kata-kataku tercekat, aku kehabisan udara. Lagi-lagi, Donghae  meniupkan udara ke mulutku yang sekarang berada dalam bopongannya. Dia akan membawaku kemana?

 

“Jangan bicara lagi, Eunhyuk-ah.. Tahan sedikit lagi ya..” Tidak.. Donghae  aku mohon.. Air mata jatuh ke pipiku, aku terisak lemah. Suara Donghae  bernada sangat cemas, dan dia menangis. Dia menangisiku? Bodoh, untuk apa dia menangisi Eunhyuk pengecut yang hampir mati ini?

 

Aku ingin sekali meminta maaf padanya.. Karena tidak memiliki kemampuan untuk membalas cintanya. Aku terlalu terperangkap dalam imajinasiku akan Siwon. Aku hanya mencintainya.. Tapi disaat memalukan seperti ini kenapa malah Donghae  yang menangisiku? Yang memberiku udara berkali-kali agar organ-organ tubuhku tidak mati?

 

“Arrrgghhh…” sakit.. sudah dekat.. Aku.. aku tidak kuat lagi.. Aku memejamkan mataku rapat-rapat tapi kemudian Donghae  mengguncang-guncangkan tubuhku yang digendongnya.

 

“Jangan tidur dulu, Eunhyuk.. Sebentar lagi..” Di mana aku? Oh.. DI dalam mobil.. Aku tidak tau butuh berapa lama agar kami sampai di rumah sakit.. Ya.. Rumah sakit.. Meskipun aku tidak melihatnya, tapi dari baunya saja aku bisa tau.. Ajaib.. Mengapa aku bisa bertahan selama ini? Apa persediaan darahku segitu banyaknya? Aku merasakan Donghae  memegang tanganku, dan dia berbisik pelan di telinga kiriku.

 

“Kau akan selamat Eunhyuk.. Kau kuat.. Berjuang, Jewel.. Sa.. saranghae..” haha, aku menyeringai sedikit.. Donghae .. Cinta apa yang sedang kau bicarakan pada orang yang sudah sekarat sepertiku? Aku sudah tidak ingin hidup lagi Donghae .. Tidak dengan kenyataan Siwon mencintai Kibum.. Hatiku akan sangat tersiksa,, jauh lebih tersiksa daripada sakit yang kurasakan sekarang..

 

“Siwon.. hh.. hh..” aku mencintainya.. Dia dimana? Aku membutuhkannya.. Ah.. Apa ini? Kakiku mati rasa, dan perlahan seluruh tubuhku ikut mati rasa.. Jangan bilang ini pengaruh obat bius.. Hei.. Jangan.. Tolong jangan selamatkan aku.. Aku mohon.. Lalu gelap, dan tanpa suara apapun..

 

xxXXxx

 

Donghae  POV

 

Aku terus menangis dan berdoa untuk Eunhyuk.. Tuhan.. Apa yang sedang terjadi? Eunhyuk.. Dia pasti selamat kan Tuhan? Kau tidak sejahat itu kan padaku? Ambil semuanya Tuhan, tapi aku mohon jangan Eunhyuk.. Jangan..

 

Siwon.. Ya.. Dia yang harus aku cari sekarang. Aku akan membuatnya meminta maaf di depan Eunhyuk.. Aku akan memaksanya mencintai Eunhyuk.. Memang hatiku pasti akan sakit membiarkan orang yang kucintai bersama orang lain. Sakit hati? Apa itu penting bagiku? Kebahagiaan Eunhyuk adalah kehidupan bagiku. Dan melihat Eunhyuk begini? Artinya kematian bagi Siwon.

 

Aku mengendarai mobilku ke rumah Kim Kibum. Aku tau jelas Siwon ada di sana. Aku buka pintu rumah itu dengan paksa. Kulihat Siwon duduk di sofa. Segera kuraih kerah bajunya sampai dia berdiri.

 

“Siwon!!” apa? Kenapa dia seperti ini? Kenapa dia sepucat ini? Apa yang sedang terjadi? Matanya memancarkan kesedihan yang sangat.. Dan raut wajahnya lelah.. Aku.. aku kasihan melihatnya..

 

“Lee Donghae..” panggilnya lemah sambil tersenyum getir. Melihat senyumannya jantungku bagaikan berdecit.. Sakit.. Senyumannya ini.. senyuman yang paling disukai Eunhyuk di dunia.. Kenapa harus dia? Kenapa harus bajingan ini Eunhyuk?

 

“Lihat keadaannya sekarang gara-gara kamu!! GARA-GARA KAU SIWON!!” aku berteriak dan kemudian meninju mukanya sampai dia terduduk di sofa. Dia tidak membalas. Wajahnya masih sama seperti tadi, tenang namun terlihat sedih.. Sangat sedih.. Dia lagi-lagi tersenyum. Cih!!

 

“Jangan bunuh aku sekarang Donghae.. Dia.. dia..” aku meninju mukanya sekali lagi. Saat ini Eunhyuk sedang berjuang melawan maut karena dia, dan dia memintaku untuk tidak membunuhnya? Hahaha.. Dia kira dunia akan berpihak sebanyak itu padanya? Tidak.. Yang dia butuhkan sekarang adalah kemurahan hatiku.. Tapi sayang.. Lee Donghae  tidak memiliki belas kasihan bila itu sudah menyangkut LEE EUNHYUK.

 

Dia menangis. Siwon menangis. Bangsat ini menagis di hadapanku? Mau muntah aku melihat tangisannya. Apa yang membuat dia begini? Merasa bersalah?

 

“Dia di rumah sakit sekarang!! Ikut aku!!” aku menarik pergelangan tangannya menggunakan seluruh tenaga yang kumiliki. Namun kemudian dia berontak. Dia melepaskan tanganku.

 

“DENGAR AKU LEE DONGHAE !!!” aku tersentak, kaget melihat air mata menganak sungai di pipinya. Ada apa sebenarnya?

 

“Selama lebih dari dua tahun aku mengenal Eunhyuk.. Aku tau dia memiliki perasaan padaku. Dan aku juga tau saat dia akan melakukan hal itu.. Dia mengatakan padaku kalau dia akan melakukan ini, aku tidak bisa berbuat apa-apa.. Tapi mohon mengerti kondisiku Donghae.. Tolong…” dia terduduk, menangis sambil menutup muka dengan kedua telapak tangannya. Kenapa?

 

“Bukannya aku ingin membiarkannya mati bunuh diri.. Tapi coba kau lihat di atas sana.. Di dalam kamarnya KIBUM tidak sadarkan diri.. Dia kolaps tadi.. Apa mungkin aku meninggalkannya dalam kondisi separah ini? KATAKAN PADAKU DONGHAE!!! APA AKU HARUS MENINGGALKANNYA???” Siwon berteriak, lebih seperti teriakan orang yang sedang putus asa. Aku hanya berdiri mematung.

 

“Kibum sakit Donghae.. Entah sampai kapan aku bisa melewati hari-hariku dengannya.. Tidakkah menurutmu dia terlalu muda untuk segala macam penyakit itu? Dari kecil aku mengenalnya.. Dari kecil pula dia selalu selemah ini.. Aku sudah berjanji untuk selalu melindunginya.. Dan saat dia begini, AKU TIDAK BISA MENINGGALKANNYA UNTUK EUNHYUK!! TIDAK BISA!!”

 

Siwon.. ternyata sedang dalam situasi sesulit ini.. Kim Kibum itu sekarang sakit?? Kalau aku jadi dia aku juga tidak akan meninggalkan Kibum.. Tapi bagaimana dengan Eunhyuk? Eunhyuk-KU? Dia bahkan masih menggumamkan nama Siwon saat aku memegang tangannya. Ya Tuhan.. Apa ini? Bagaimana?

 

“Maafkan aku Donghae.. Sampaikan juga pada Eunhyuk.. Aku begini karena aku tau Eunhyuk memiliki orang sepertimu yang akan selalu menjaga dan melindunginya.. Sedangkan Kibum? Kibum-ku? Dia hanya memilikiku saja. Hanya aku saja.. Bahagiakan dia kalau kau memang mencintainya. Tugasmu adalah meyakinkannya, bahwa kau bisa membahagiakannya jauh lebih baik daripada yang mampu aku lakukan.”

 

Aku menatap Siwon, kali ini bukan dengan tatapan kemarahan. Orang ini memiliki hati yang baik.. Kenapa aku bisa buruk sangka dan mengiranya sejahat itu? Kata-katanya benar.. Sudah saatnya Lee Donghae.. berhenti menjadi seorang pengecut. Yang hanya mampu mencintai dari jauh, tanpa bisa berbicara jujur tentang perasaannya.

 

Aku berlari ke luar meninggalkan Siwon yang masih menangis. Aku segera memacu mobilku ke rumah sakit. Donghae  bodoh!! Seharusnya aku menemani Eunhyuk..

 

Aku segera masuk ke rumah sakit dan menuju ke ruangan dokter yang menangani Eunhyuk, dokter Park EeTeuk. Dia terlihat sedikit kaget melihatku yang terengah-engah karena berlari.

 

“Hh.. Eunhyuk.. Bagaimana keadaannya?” tanyaku masih susah payah mengatur napas. Dokter EeTeuk menunduk sedikit, ini pertanda tidak baik.. Jangan.. Jangan bilang Eunhyuk-ku tidak selamat.. Dia orang yang kuat,, tidak mungkin dia selemah itu.

 

“Dia kehilangan banyak sekali darah. Saat kau membawanya ke sini.. sudah sedikit terlambat..” aku kehilangan seluruh tenagaku. Aku terduduk di lantai dan air mataku langsung tumpah begitu saja. Tidak.. Seseorang.. kumohon katakan ini bercanda.. Ini lelucon..

 

Dokter EeTeuk menghampiriku, berlutut di sampingku. Dia mengelus punggungku, mencoba menenangkanku. Tapi bagaiman bisa aku tenang? Aku terus menangis, tidak malu sedikitpun.

 

“Tapi dia sangat kuat.. Dia yang tidak menyerah dengan keadaannya. Dia bertahan, Donghae-ssi.. Dia bisa bertahan walalupun kehilangan darah sebanyak itu. Dia benar-benar lelaki yang hebat..” aku menatap dokter EeTeuk dengan tatapan tidak percaya. Dia lalu mengangguk. Seketika dadaku yang tadinya sangat sesak kini berubah menjadi sangat lapang dan ringan.

 

“Dia mungkin menunggumu membangunkannya.” Kata Dokter EeTeuk sambil tersenyum. Aku segera berlari ke ruangan Eunhyuk yang dikatakan Dokter EeTeuk. Dia masih terbaring di sana, dengan selang dimana-mana. Aku terdiam melihatnya yang pucat bagaikan mayat, hanya saja dia masih bernapas walaupun dibantu dengan selang oksigen. Dan dari monitor itu masih terdengar detak jantungnya. Dia masih ada.. Masih bersamaku..

 

Aku memegang tangannya. Dingin..

“Eunhyuk-ah.. Ayo bangun.. Kau kuat Hyukkie, kau pasti bisa bila hanya seperti ini.. Tahan sakitnya ya.. Ada aku di sini..” aku mencium tangannya dan meletakkannya di pipiku yang basah. “Saranghae..”

 

Eunhyuk POV

 

Tidak ada siapa-siapa di sini.. Dimana ini? DI surga? Jelas tidak mungkin.. Di neraka? Tidak panas.. Lalu ini dimana?

 

“Eunhyuk-ah…”

Ada yang memanggilku. Siwon? Oh.. bukan.. itu.. Donghae.. Tapi dia dimana? Aku takut di sini, temani aku.. Donghae  temani aku..

 

“Ayo Hyukkie, raih tanganku..” dia mengulurkan tangannya. Aku tidak sendiri.. Ada Donghae, dan dia memintaku untuk ikut dengannya. Tapi.. Bukankah aku sedang menunggu Siwon? Aku hampir saja meraih tangan Donghae saat suara Kibum mengagetkanku.

 

“Eunhyuk Hyung..” Kibum menangis.. Kenapa dia menangis? Apa yang telah dilakukan Siwon padanya? Tapi kemudian Siwon datang ke arahnya, dan menghapus air matanya.

 

“Ada aku Kibum-ah..” kata Siwon lembut, dan Kibum memeluknya, meyandarkan kepalanya ke dada Siwon. Kibum tersenyum.. Hatiku senang sekali melihatnya tersenyum bahagia seperti itu.. Tapi.. Ini tidak benar.. Bukankah aku mencintai Siwon? Bukankah seharusnya aku cemburu melihatnya memeluk Kibum? Tapi kenapa sekarang tidak lagi? Aku malah senang jika Kibum bahagia..

 

Aku kembali melihat ke arah Donghae , tapi dia mau kemana? Dia berjalan menjauhiku. Sakit.. Hatiku tiba-tiba sakit melihat punggungnya yang semakin jauh dariku.. Aku segera berlari ke arahnya, dan meraih tangan kanannya. Dia memandangku dengan tatapan sedih.. Dia menangis.. Air mataku juga reflek jatuh karena melihat airmatanya.

 

“Donghae -ah.. Temani aku..” dia menggeleng lemah. Dia sudah tidak mau lagi menemaniku? Dia sudah bosan menghadapiku? Maafkan aku.. aku.. mohon jangan tinggalkan aku..

 

“Aku akan meminta Siwon datang untukmu.. Kau harus bahagia Eunhyuk-ah.. meskipun bukan denganku.. Kau mencintainya kan? Aku akan membawanya ke sini untukmu..” dia melepaskan  pegangan tanganku, lalu berjalan menjauhiku. Seiring dengan terlepasnya tangannya dari tanganku, rasa sakit mulai menjalar di tubuhku. Menyusup sangat lambat, namun terasa mematikan. Aku terjatuh,, aku mencoba memanggil Donghae  namun dia tidak berbalik untuk melihatku.. Jangan.. Donghae  jangan pergi dariku… Ah.. sakit ini menguasaiku..

 

Donghae  POV

 

Dia tidak juga membuka matanya. Aku tidak berguna.. Heh.. Hanya bisa menangis sambil berpegang pada harapan konyol, bahwa dia akan sembuh dan membuka hati untukku. Bodoh!! Dia sekarang pasti ingin berada di dekat Siwon.. Dia pasti ingin yang memegang tangannya itu Siwon, bukan pengecut sepertiku..

 

“Baiklah.. Aku akan meminta Siwon datang untukmu.. Kau harus bahagia Eunhyuk-ah.. meskipun bukan denganku.. Kau mencintainya kan? Aku akan membawanya ke sini untukmu, agar kau cepat sadar..” aku melepaskan tangannya, lalu berjalan ke arah pintu. Aku menghapus air mataku sebelum keluar dari ruangan Eunhyuk. Hatiku memang hancur,, tapi bagiku Eunhyuk lebih penting..

 

“Emmhh…” aku mendengar leguhannya, lalu aku berbalik dan segera berlari ke arahnya. Ya Tuhan, dia berkeringat.. Pasti ini sangat sakit baginya. Aku membelai rambutnya dan memegang tangannya lagi.

 

“Hae… Lee.. Donghae..” dia memanggil namaku!! Hah.. Terimakasih Tuhan!!

 

“Aku di sini Eunhyuk-ah..” dia membuka matanya perlahan-lahan, lalu setetes air mata jatuh dari kedua sudut matanya. Ada apa? Kenapa dia menangis? Apa dia kecewa karena yang berada di sini aku, bukan Siwon?

 

“Jangan.. tinggalkan.. aku..” bisiknya dari balik masker oksigen. Tentu.. Tentu saja aku tidak akan meninggalkanmu.. Lalu dia kembali memejamkan matanya.

 

“Aku…” dia terisak lemah. “Aku.. takut.. Temani aku…” aku duduk di kursi samping tempat tidurnya. Aku menghapus airmatanya.

 

“Tidak akan.. Aku tidak akan meninggalkanmu..” aku mencium tangannya. Aku sangat bahagia. Dia ingin AKU menemaninya.. Dia menginginkanku,, bukan Siwon..

 

“Hae.. Donghae-ah…” panggilnya masih dengan mata terpejam. “Katamu.. kau.. mencintaiku??” tanyanya.. IYA.. Benar Eunhyuk.. Itu benar..

“Aku.. ingin kau mengatakannya lagi…” dia menatap mataku yang basah dan bengkak.

 

“Saranghae.. Jeongmal saranghae.. Aku mencintaimu EUNHYUK.. Sangat..” dia tersenyum kecil. Ya Tuhan,, terimakasih.. Aku bisa melihatnya tersenyum lagi..

 

“Aku senang.. aku bahagia mendengar itu darimu..” katanya. Bahkan aku lebih bahagia..

 

“Neo animyeon andwae.. Jangan tinggalkan aku Eunhyuk-ah.. Jangan pernah melakukan hal sebodoh itu lagi..” kataku, dia mengangguk.

 

“Aku berjanji…” jawabnya. Aku memeluk tubuhnya yang masih terbaring lemah itu, dan aku merasakannya membalas pelukanku. Tidak ada yang akan membuatku sebahagia ini.. Life couldn’t get better.. Aku ingin semuanya seperti ini saja. Jangan pernah berubah, dengan Eunhyuk disampingku, dan aku bisa dengan bebas mencintainya..

 

Life couldn’t get better..
I’ll hold you in my arms and fly
We’ll fly towards the blue moon
I’ll kiss you when you’re sleeping
Life couldn’t get better
..
Open your heart and take my hand
Life couldn’t get bette
r..


-FIN-

Okehh… Selesai sudah FF gajebun ini.. Awalnya yang jadi Hyukkie Oppa itu KEY, trus yang jadi Hae Oppa itu Jonghyun.. Yang jadi Siwon Oppa itu Minho dan Kibum oppa itu Taemin.. Yang jadi dokter sebenernya Onew.. Gimana FF nya? Aku agak susah gitu kalau Maincast-nya Eunhyuk.. Entah kenapah.. Mungkin karena dia suka grepe-grepe My Donghae kali.. Hohoho.. Dikomen yaaahhh….

 

 

 

 

 

Diposkan pada 로맨스 ♥ Romance, 비극 ♥ Tragedy, Fanfiction, 한방 ♥ Oneshoot, 우정 ♥ Friendship

Between Love and Friendship

Based on True Story

 

I live wherever you live in

I hope we can know each other although just say ‘hi’

 

Hyegun POV

 

Hari ini hari pertamaku masuk sekolah setelah kepindahanku ke Korea. Aku dikirim ke sini karena orang tuaku ingin aku serius belajar. Tidak seperti di Jepang yang hanya ada tekanan dari nenek.

O ya, namaku Momoko Daigo, tapi karena aku ada di Korea, namaku Kang Hyegun. Sekarang aku sudah terdaftar di suatu sekolah di daerah Kagnam yang bernama Chungdamn High. Aku dengar sih murid-muridnya sangat pintar. Jadi, beruntung sekali aku bisa bersekolah di sini.

“Kang Hyegun imnida. Aku berumur 14 tahun. Dan aku berasal dari Jepang. Jadi, mohon bantuannya…” tuturku memperkenalkan diri saat awal orientasi siswa berlangsung, yang langsung disambut dengan pelongo-an oleh anak-anak kelasku. Aku rasa mereka heran, kenapa orang Jepang sepertiku bisa nyasar ke sini.

“Ya sudah, kau duduklah lagi…” perintah Yong Eun Jae, sunbae-ku dari kelas 11 yang merupakan OSIS pemandu kelasku, 1-E.

“Ne, sunbaenim…” Aku pun duduk di tempat yang aku duduki tadi.

Dua hari kemudian, orientasi siswa benar-benar berlangsung. Yang kemarin itu sih masih pra-nya. Jadi selama tiga hari ke depan, kita, murid baru, benar-benar akan diuji mental dan kesabarannya.

Sampai pada suatu hari yang masih saja orientasi siswa, aku kehilangan bandana kelasku. “OMO, mati aku… Bisa dimarahi orang sekelas nih aku… Nanti aku dikira tak bertanggung jawab lagi… Ukh…” Aku pun mencari-cari bandana kelasku ke sana kemari. Aku bingung hingga aku tak menyadari bahwa aku sudah ada di kawasan aula.

Lanjutkan membaca “Between Love and Friendship”

Diposkan pada 로맨스 ♥ Romance, 계속 ♥ Countinue, 비극 ♥ Tragedy, Fanfiction, 우정 ♥ Friendship

Hope is a Dream that Never Sleeps Part 2

Author : Ayuka Sora JunghyukjoongkikyuKaitoraogawa Lee

OST. :

  1. Hope is a Dream that Never Sleep (Super Junior Kyu Hyun)
  2. Blue Tomorrow (SuJu – M)

Disclaimer : Tribute ehh, salah! Dedicated to Uri Yeobo, Yonin, Chingu, Oppa, Hyung, Dongsaeng, Appa (?), Ahjussi (??), Haraboji (???) “Evil Game Cho Kyu Hyun”

 

Warning (ngerangkep ma AN) : Setelah baca ff ini diharapkan tidak ada keributan ataupun unjuk rasa apalagi demonstrasi *appan sich??*

Jika setelah baca ff ini ada yang keberatan, silahkan bantai Kyumong *inno smile*

Tapi jika ada yang jatuh cinte ama saia, dengan senang hati saia menerima kiriman parcell dan juga angpao *maklum Imlek Buuuu~*

Dui buqi, kalo ada ejaan Mandarin yang salah ato ngaco, cz Author emang sotoy binti ke-PD-an hahahah

 

 

A Month Later…

Hari ini hari yang sama sekali tidak diduga oleh Yan Lin karena tiba – tiba saja ada sepasang suami istri yang datang ke panti asuhan tempat tinggalnya dan berkata akan mengangkatnya sebagai anak. Saat ini Yan Lin sedang berada di ruangan Ibu Kepala Panti bersama dengan pasangan suami istri yang sama sekali belum pernah ia kenal itu.

Qingren, (*Sweetheart) kamu mau kan ikut bersama Amma dan Papa? Kamu mau kan menjadi putri kami?” tanya wanita muda itu sembari menggenggam tangan Yan Lin. Tampak ada harapan dalam matanya.

“A.. aku.. tidak mau…” jawab Yan Lin lirih.

Lanjutkan membaca “Hope is a Dream that Never Sleeps Part 2”

Diposkan pada 로맨스 ♥ Romance, 계속 ♥ Countinue, 비극 ♥ Tragedy, Fanfiction, 우정 ♥ Friendship

Hope is a Dream that Never Sleeps Part 1

Tittle: ♥ Hope is a Dream that Never Sleeps

Genre: Terserah

Lenght: Oneshot [4 Chapts + Epilog]

OST. :

  1. Hope is a Dream that Never Sleep (Super Junior Kyu Hyun)
  2. Blue Tomorrow (SuJu – M)

Disclaimer : Tribute ehh, salah! Dedicated to Uri Yeobo, Yonin, Chingu, Oppa, Hyung, Dongsaeng, Appa (?), Ahjussi (??), Haraboji (???) “Evil Game Cho Kyu Hyun”

Warning (ngerangkep ma AN) : Setelah baca ff ini diharapkan tidak ada keributan ataupun unjuk rasa apalagi demonstrasi *appan sich??*

Jika setelah baca ff ini ada yang keberatan, silahkan bantai Kyumong *inno smile*

Tapi jika ada yang jatuh cinte ama saia, dengan senang hati saia menerima kiriman parcell dan juga angpao *maklum Imlek Buuuu~*

Dui buqi, kalo ada ejaan Mandarin yang salah ato ngaco, cz Author emang sotoy binti ke-PD-an hahahah

Yasud, nh Author dah ilang separo kesadarannya, jd langsung ajah, Yi.. Erl.. San…

Check this one out! *ala VJ MTV #gubraaaxxx*

Beijing, 31st December 1997…

Seorang bocah lelaki tengah berdiri di depan sebuah club malam di pusat kota Beijing. Tak berapa lama kemudian keluar lah seorang wanita muda dari club itu yang langsung menghampiri bocah lelaki itu.

“Kui Xian, maaf ya, tadi Amma (*Mother) masih menunggu Mr. Chen memberikan gaji Amma dulu. Kau sudah lapar?” tanya wanita itu.

“Hemm, dan aku ingin makan mie di tempat Paman Lim.” Jawab si bocah yang dipanggil Kui Xian itu.

Lanjutkan membaca “Hope is a Dream that Never Sleeps Part 1”

Diposkan pada 로맨스 ♥ Romance, 미스테리 ♥ Mystery, 계속 ♥ Countinue, 비극 ♥ Tragedy, Fanfiction, 우정 ♥ Friendship

Dan Hujan pun Berhenti… (part.1)

Cr : novel berjudul sama, karya Farida Susanti

Editor/rewriter : Cha_sungmin

 

Rating : PG-15

 

#1 Dalam Hujan Sore Itu…

Namanya Kyuhyun, Cho Kyuhyun. Matanya kosong, kering, tapi sangat kuat. Wajahnya tenang. Bibirnya tampak terluka, pertanda dia adalah orang yang sering berkelahi. Auranya benar2 campur aduk ya, membuat semua orang lama mengamatinya, berusaha ingin mengerti, namun tidak akan pernah bisa mengerti.

Kyuhyun memegang segelas air sambil tersenyum, ia ingat bahwa baru saja dia dikeroyok oleh Eunhyuk dan genk-nya –musuh bebuyutannya-. Diingat-ingatnya lagi sensasi yang ia rasakan saat dia ditendang, dipukuli, dan dibanting2, seakan dia plastic kresek. Sakit!?? Tidak, dia tidak merasakan apa2 lagi, ini sudah biasa terjadi padanya.

Tapi bukan itu yang membuatnya tertawa, sebuah ingatan sangat lekat dimemorinya.

Jadi tepat ketika kyu meringis terkapar berlepotan darah dimulut dan hidungnya, saat Eunhyuk dan teman2nya sudah pergi meninggalkannya, matanya yang saat itu sudah remang-remang menangkap sesuatu pandangan yang cukup ANEH untuk terjadi di Seoul, tepatnya dipohon disamping tubuhnya.

Kyuhyun mengerenyit, mencoba menganalisis penglihatannya, bahkan sesekali mengerjap2kan matanya, rasa sakit dibadannya hilang begitu saja, digantikan oleh rasa penasaran yang menggelitik akalnya.

BAYANGKAN,

Seorang gadis kurus, tirus, berambut panjang menjuntai, dengan kulit kuning sekusam pasir pantai, sedang berdiri dibawah pohon –didepan sekolahnya-, mati2an menggantungkan boneka2an dari kain putih di dahan pohon itu. Kyuhyun yang sempat tinggal di Jepang selama 5 tahun tau jelas apa itu, benda itu bernama TERU-TERU BOZU –tradisi penangkal hujan khas Jepang-

Tapi agak tidak wajar orang Korea ikut2an menggantungkan hal2 seperti itu dipohon sekolahnya =WAHUTRI Senior High School, SMA Kyuhyun- ? Bukankah orang Korea suka hujan?

Mmmm, tapi Kyuhyun juga pengecualian. Kyuhyun tidak suka hujan. Tapi, menyadari ternyata ada orang yang seperti itu juga, kyu lumayan kaget. Awalnya dia berusaha tidak perduli akan tingkah laku si kurus itu, tapi ternyata rasa penasarannya lebih besar dari ketidak peduliannya. Dalam keadaan terkapar tidak bisa bergerak, kyuhyun memberanikan diri bertanya pada gadis itu.

“Hei! Kenapa menggantungkan itu?”

Gadis itu menoleh sejenak, kemudian kembali dengan kegiatannya –tanpa memperdulikan pria yang terkapar dan berdarah tidak jauh darinya-

“Biar hujan g turun”

“Loh, emang kenapa kalo turun?”

“Aku keburu mati sebelum aku bunuh diri” (???)

Kyuhyun tercengang bingung, “Kamu… kamu mau bunuh diri?”

“Ya, asal g hujan”

“……”

Lanjutkan membaca “Dan Hujan pun Berhenti… (part.1)”