Diposkan pada 가족 ♥ Family, 계속 ♥ Countinue, Fanfiction, 우정 ♥ Friendship, 유머 ♥ Humor, Straight

* Si Galau, Si Alay, dan Si Labil *

Cast:

–          Donghae si Galau (orangnya mellow, sensitif/ terlalu perasa, tukang ngelamun, ganteng, baik sama siapa aja, murah senyum, selalu gagal dalam percintaan, pintar)

–          Eunhyuk si Alay (orangnya penuh dengan semangat, Over dalam segala hal, Suka melebih-lebihkan sesuatu, update dalam segala hal, rame, hyperactive & kreatif)

–          Ryeowook si Labil (orangnya kekanak-kanakan, berpikiran pendek, polos, gampang terpengaruh, panikan, anti pacaran apalagi wanita)

–          Lee Shiori, Noona pertama eunhyuk (orangnya tegas, agak galak, smart, cantik, dan suka jail)

–          Lee Marycrishty, Noona kedua eunhyuk (orangnya cantik, lucu, easy-going, baik, ramah, penyayang, suka hal-hal yang romantis.

(Chapter-2) Why do you like a girl?

*Eunhyuk POV*

DUG! DUG! “NYUKIEEE!! Ayo cepat keluar!! Kita tau kau pasti ada didalam! Cepat buka pintunya!!!”

‘Waduh, gimana nih?? Ini masalah harga diri! Kalau aku keluar, bisa-bisa aku didandanin cewek lagi! AKU NGGAK MAUUU!!! Tapi.. pagi ini aku harus ke kampus, bagaimana ini??!!!’ >o<)/

“Cepat buka pintunya!! Klo pintunya masih tidak kau buka, kami akan melakukan hal yang lebih memalukan dari yang kemarin!!”

Ancaman itu membuat aku ingin menyerahkan diriku ke mereka, tapi.. masa harus jadi Cewek lagi T___T kalau aku diam pasti hal memalukan dulu terulang lagi sekarang. Tapi, Ahhhh… GOD, Pliss jangan kasih saya Pilihan kayak gini!!

BRUUUKKK!!!! *pintunya berhasil di dobrak*

“OH MY GOD!” bisikku pasrah menghadapi kenyataan bersama mereka.

“Hahahahaha.. Kena Kau!!! SIAP-SIAP RASAKAN AKIBATNYA MENENTANG KAMI! Hahahaha..”

“Ahhhh… Jangan! Aku nggak mau! Anyone, Help me!! Eommah, Appah! Ahhhh… Tolong aku!” aku mencoba teriak sekeras mungkin, berharap ada yang menolongku.

“Heh bocah! Percuma saja kau panggil mereka, kau lupa ya? Kemarin kan mereka pergi keluar kota! Dan.. SEKARANG KAMI AKAN MENGUBAHMU!!!”

“AHHHHH!!! Dasar Setan Neraka! Lepaskan aku! Aku mau kuliah!!!! >o<” aku merontah-rontah berusaha melarikan diri.

“Tenanglah, kami tidak akan menyakitimu! Eon, aku ikat dulu yaa biar nih anak nggak bisa gerak”

“Ya, cepat kau ikat dia! Aku sudah tidak sabar, tanganku gatal!”

“Siaaappp!! >O<”

“Ahhhhhhh.. Kalian terkutuk! Kalian Terkutuk!!” teriakku tak berdaya.

Lanjutkan membaca “* Si Galau, Si Alay, dan Si Labil *”

Diposkan pada Fanfiction, 한방 ♥ Oneshoot, 유머 ♥ Humor

Kyu White

Mi-cha present : “Kyu White” a parody of Snow Whiite 😀

Title                 : Kyu White

Author             : Elzami Haqie (yeoja)

~~~~~~~~~~~~~~~~~

Disclaimer       : Semua bukan milik saya kecuali plot dan Kyu tentunya

Ps. Aku mau jelasin nih, disini Heechul ama Kyuhyun oppa jadi cewek yaa dan semuanya author POV

Annyeong, ini ff pertama saya yang dapat dipastikan ini adalah ff gagal karena ini jayus. yak, tahukah anda, *tentu aja engga soalnya belum dikasi tau* bahwa saya dapat ide setelah liat iklan kartu as yg snow white itu looh, juga setelah saya nonton EHB ep 12 yg nahan nafas di air itu, dan Super Junior’s Foresight episode 12 *reader : gimana bisa?* *Author : yaa, bisa saja* Eh, temen-temenku yang namanya kesebut juga guru ips satu-satunya(?), Pak Sarjono, pinjem nama yaa, kekeke. Disini soalnya saya dan kawan-kawan mo ngeksis…Okeh, cekidot!

Once upon a time *sok inggrisan* disebuah kerajaan yang bernama Junior Super Kingdom *males nyari nama, hehe* hiduplah seorang putri cantik nan tampan(?) yang bernama Kyu White. Kenapa ia namanya seperti itu? Karena ibunya yang ngasih nama karena kulitnya putih seperti salju. Terutama wajahnya, meski wajahnya berlubang-lubang(?) tak halus bekas jerawat karena dia ga doyan sayur.

Lanjutkan membaca “Kyu White”

Diposkan pada 로맨스 ♥ Romance, Fanfiction, Genre, 한방 ♥ Oneshoot, 유머 ♥ Humor, Type

(HyukRi’s Story) .:♥ The Couple of Y*d”ng ♥:.

“Waaaaah..”

“Itu Hyuk lihaat…”

Eunri dan Hyukjae sedang terhipnotis melihat tayangan yang terlarang bagi anak dibawah umur 17. Ya, mereka adalah pasangan paling mesum diantara pasangan yang lainnya. Eeteuk hanya pasrah dan bersyukur bahwa masih ada yang berminat pada dongsaengnya yang satu ini.

***

“Waaah..” ucap Hyukjae yang masih terpukau dengan film yang barusan ditontonnya bersama Eunri.

“Ya Lee Hyuk Jae! Apa kau masih kepikiran sama yang tadi huh?! Dasar otak mesum!” bentak Eunri sambil memukul kepala Hyukjae dengan tempat kaset.

“Aigoo.. aku hanya menghayati filmnya tahu… apa kau sudah melupakannya begitu saja?” rintih Hyukjae sambil mengelus kepalanya yang sakit.

“Aku kan tidak terlalu nafsu sepertimu, king of yadong..” ucap Eunri sambil membereskan beberapa kaset film dan memasukkannya ke tas.

Saat mereka berdua keluar kamar, didepan mereka sudah ada Yuki yang berdiri sambil berkacak pinggang.

“Sudah kukatakan berapa kali, aku tidak ingin ada yadong dirumahku ini!” bentak Yuki pada HyukRi’s couple.

Eunri maupun Hyukjae hanya meringis saat dimarahi oleh Yuki. Mereka kabur begitu saja sebelum Yuki memarahi mereka lebih jauh.

“Aigoo.. mengapa bisa ada pasangan seperti mereka di dunia ini?” keluh Yuki sambil duduk di sofa.
“Mereka menonton film yadong lagi?” tanya Eeteuk disampingnya.
“Uhm.. entah apalagi yang harus kukatakan pada mereka berdua..” keluh Yuki lagi.
“Itu kan memang hobi mereka jagiya.. kita sendiri kan sudah pernah “melakukannya”..” goda Eeteuk.
“Oppaa..” ucap Yuki malu.

“Tak kusangka ternyata hyung sudah pernah melakukannya..” ucap Hyukjae tiba-tiba dari belakang.
“Kapjagi! Aigoo.. kau mengagetkan aku saja!” seru Eeteuk.

“Hahahaha.. jadi bagaimana rasanya?” tanya Hyukjae sambil duduk di sofa di depan TeuKi’s couple.
“Iya.. bagaimana rasanya?” timpal Eunri sambil duduk disamping Hyukjae.

“Aigoo.. Eeteuk oppa hanya bercanda.. kami belum pernah melakukannya..” kilah Yuki.
“Ani.. rasanya itu sangat menyenangkan. Kalian tahu? Yuki awalnya malu-malu, tetapi ternyata dia hebat juga lho..” ucap Eeteuk yang membuat HyukRi’s couple terpukau.

“Wah.. sepertinya aku bisa membayangkan sehebat apa kalian berdua..” ucap Hyukjae kagum. Eunri mengangguk semangat.
“Jangan kau bayangkan bodoh!” umpat Yuki kesal sambil melempar bantal sofa ke arah Hyukjae tapi ia berhasil menghindar.

“Jadi sudah berapa kali kalian melakukannya?” tanya Eunri kemudian.
“Hmm.. berapa ya?” pikir Eeteuk.
“Sudahlah.. jangan kau teruskan topik ini atau aku tidak akan mau melakukannya denganmu lagi.” ancam Yuki.
“Hehehe.. arasseo jagiya..” ucap Eeteuk sambil mengacak-acak rambut kekasihnya.

***

“Oppa.. aku sudah tidak tahan lagi..”
“Bersabarlah sedikit lagi.. ini sudah hampir selesai..”

“Aw! Apa yang kau lakukan?! Kau bisa serius tidak sih Jeong Su?!”
“Yuki-ya.. bertahanlah sedikit lagi…”

Hyukjae dan Eunri sedang menguping suara-suara yang terdengar dari kamar Eeteuk dan Yuki. Karena pikiran mereka sudah terkotori, maka otak mereka dengan mudah mentraslate suara-suara itu dengan cepat.

“Mereka sedang melakukan “itu”?” tanya Eunri memastikan.
“Sepertinya.. aigoo sepertinya mereka berdua sudah pro..” puji Hyukjae.
“Tetapi sepertinya tadi Eeteuk oppa melakukan sedikit kesalahan pada Yuki..” ucap Eunri.
“Uhm..” ucap Hyukjae mengiyakan.

“Hey, apa yang kalian lakukan?!” seru Sungmin tiba-tiba dari belakang mereka. HyukRi’s couple yang terkaget tidak sengaja membuka pintu kamar TeuKi’s couple yang memang tidak terkunci. Di dalam terlihat Eeteuk dan Yuki sedang memasang sebuah lukisan di atas kasur.

“Apa yang sedang terjadi?” tanya Eeteuk bingung.
“Aku memergoki mereka sedang menguping di depan pintu..” ucap Sungmin sedikit kesal.

“Tadi kami berdua mendengar suara aneh dari kamar hyung.. kami kira kalian sedang melakukannya..” ucap Hyukjae.
“Suara aneh apa?” tanya Yuki tidak mengerti.
“Suara aneh seperti kalian sedang melakukan “sesuatu”.” jawab Eunri sambil membuat tanda kutip dengan kedua tangannya.

Yuki dan Eeteuk saling berpandangan lalu mereka berdua tertawa saat mengetahui apa yang dimaksud oleh HyukRi’s couple.

“Aigoo.. kalian ini memang benar-benar pasangan yadong.. apa hanya hal-hal mesum yang ada di otak kalian, huh?” tanya Eeteuk sambil menyelesaikan memasang lukisan.
“Seharusnya otak kalian itu dicuci..” ucap Yuki sambil turun dari kasur.

“Sudahlah jagiya, jangan terlalu marah pada mereka..” ucap Eeteuk sambil menenangkan Yuki.
“Arasseo oppa..” ucap Yuki.

***

“Hyukjae-ya.. aku bosan membaca FF ini…” keluh Eunri saat mereka berdua sedang membaca FF di sebuah blog.
“Bagaimana kalau kita baca FF NC?” usul Hyukjae.

Mereka berdua melihat kesekeliling memastikan bahwa Yuki tidak ada didekat mereka.

“Baiklah.. kajja..” ucap Eunri setelah yakin bahwa Yuki berada dalam jarak aman dari mereka.

Mereka berdua pun larut dalam cerita bertuliskan NC 21.

***

“Hyukjae-ya.. kau pasti sedang membaca NC..” ucap Donghae dari belakang mereka.
“Aish.. kau menganggetkan aku saja!” seru Hyukjae.
“Habis, masa kalian tidak menyadari kedatangan kami?” tanya Donghae. Ternyata Donghae datang bersama Hyera yang menggendong Shira.

“Maafkan kami, kami tadi sedang sibuk jadi tidak menyadari kedatangan kalian..” ucap Eunri.
“Hahaha… gwaenchanayo Eunri-ya.. ternyata kebiasaanmu dari SMA masih saja tidak hilang ya..” ucap Hyera. Eunri hanya meringis ketika Hyera berkata seperti itu.

“Dimana Eeteuk hyung dan Yuki?” tanya Donghae sambil melihat ke sekeliling rumah yang tampak sepi.
“Mereka berdua dan Sungmin sedang keluar untuk membeli makanan..” jawab Eunri.
“Memangnya iya?” tanya Hyukjae pada Eunri.

“Kau ini benar-benar tidak memperdulikan keadaan sekitar jika sudah berurusan dengan yadong.” ucap Eunri sambil memandang Hyukjae kesal.

“Sudahlah kalian tidak usah bertengkar..” ucap Hyera menengahi.

Mereka berempat pun menunggu kepulangan TeuKi’s couple dan Sungmin diruang tengah sambil menonton televisi.

***

“Kami pulaang…” sahut Sungmin saat masuk kedalam rumah.
“Ah, Hyera-ssi kau sudah datang?” ucap Yuki sambil menaruh bawaannya di meja makan dan menghampiri Hyera.

“Ne.. dimana Eeteuk oppa?” tanya Hyera.
“Dia sedang memarkirkan mobil.. aigoo.. Shira sudah bertambah berat rupanya..” ucap Yuki sambil menggendong Shira.

“Annyeong hyung..” sapa Donghae yang melihat Eeteuk masuk kedalam.
“Annyeong Donghae-ya..” sapa Eeteuk balik.

“Donghae-ssi… kau sudah berapa kali berhubungan dengan Hyera..?” tanya Hyukjae tiba-tiba.
“Ya..! itu urusanku dan Hyera.. mana boleh kau tahu..” seru Donghae sambil memukul kepala Hyukjae.

“Aigoo… Eunri-ssi, lihat apa yang telah dongsaengku lakukan..” keluh Hyukjae.
“Kau ini mau tahu saja urusan dapur orang Hyukjae-ssi..” ucap Eunri.
“Memangnya siapa yang menanyakan hal yang sama pada Eeteuk hyung?” Hyukjae memandang kesal pada Eunri.
“Tetapi kau yang tadi duluan bertanya hal aneh pada Eeteuk oppa..” bela Eunri.

“Sudahlah.. ini kotak kalian..” ucap Sungmin sambil menyodorkan sekotak besar bibimbap pada mereka berdua.

Disaat suasana sudah tenang karena semuanya sedang menikmati bibimbap yang tadi dibeli, Hyukjae dan Eunri kembali memulai aksinya.

“Oppa.. kalau bibimbap ini belum dipotong bukankah bentuknya masih panjang?” pancing Eunri.
“Kau benar Eunri-ssi… panjang dan besar…” ucap Hyukjae.
“Bisa puas kalau begitu?” tanya Eunri.
“Tentu saja….” jawab Eunhyuk sambil menyuapi Eunri dengan bibimbap secara perlahan.

“Aigoo.. kalian berdua ini benar-benar…” ucap Yuki kesal.

“Waeyo? Kami berdua kan sedang membicarakan bibimbap memangnya ada yang salah?” tanya Eunri dengan memasang wajah sok polos.
“Jangan-jangan otakmu sudah teracuni oleh yadong..” goda Hyukjae.

“Ini semua juga gara-gara kalian berdua tahu…” bela Yuki.

“Sepertinya virus yadong kita sudah mengenai Yuki, Eunri-ssi..” ucap Hyukjae.
“Kau benar, Hyukjae-ssi..” balas Eunri sambil tersenyum evil kearah Yuki.

“Ya! Kalian berdua sangat menyebalkan!” ucap Yuki kesal sambil melempar sumpit yang ia pegang kearah HyukRi’s couple namun gagal mengenai mereka berdua.

“Hyung.. seharusnya kau cuci otak kekasihmu itu..” ucap Hyukjae sambil menggelengkan kepalanya.
“Baiklah.. nanti malam akan kucuci otaknya..” ucap Eeteuk sambil mengerling kearah Yuki.

“Ternyata malaikat bodoh ini juga berotak yadong..” ucap Yuki sambil meninju lengan Eeteuk. Eeteuk hanya tertawa melihat kelakukan kekasihnya.

“Kalian benar-benar the couple of yadong…” ucap Yuki pasrah pada HyukRi’s couple.

“Yes, we are the couple of yadong!” seru Hyukjae dan Eunri bersamaan sambil berangkulan membuat semua orang termasuk Yuki tertawa melihat tingkah laku mereka berdua.

~FIN~

Diposkan pada 로맨스 ♥ Romance, Fanfiction, 한방 ♥ Oneshoot, 유머 ♥ Humor

FF / PSYCHO LOVE SERIES / WHEN WE HAVE A WAR

Annyeong yorobun… Aku datang lagi.. Kali ini sambil meluk-meluk Lee Sungmin *dikuliti ELF sedunia*.. Ini ceritanya Sungmin selama pacaran sama Raein.. Pasangan PSYCHO itu.. Kalau gaje maap ya.. Kan yang bikin PSYCHO.. Hehehe..

Enjoyy reading….

~~*~~
“Lee Sungmin! Datang ke hadapanku dalam tiga menit atau kubunuh!” seruku keras-keras, lalu menekan tombol akhiri panggilan di ponselku. Aku yakin di seberang sana telinganya berdengung karena suara melengking parah seperti milikku. Sudah lebih dari tiga jam aku terlantar di halte bis menunggunya mengembalikan peralatan melukisku. Entah untuk apa dia meminjamnya dan selama lebih dari dua minggu dia tidak menyentuh alat-alat itu, tapi juga tidak mengembalikannya padaku.

Ya, bagus sekali. Waktunya sudah habis. Lihat saja apa yang akan aku lakukan kalau dia sampai di sini nanti. Lima menit berlalu, batang hidungnya belum juga kelihatan. Kupastikan hari ini adalah hari tersial bagi Lee Sungmin. Dia akan menyesal karen telah bangun tadi pagi.

“Raein-ah.. Mianhae.. hosh.. hosh..” apa-apaan dia? Dia tidak membawa apapun selain badannya sendiri. Dia menantangku ya? Hm…

“YAAA!!! AISHH!!” aku melangkah pergi dari halte bus dengan langkah dihentak-hentakkan setelah sekuat tenaga menginjak kaki kanan Sungmin dengan kakiku. Dia terlonjak sambil berteriak-teriak kesakitan. Masih untung aku tidak memakai high heels, kalau aku memakainya aku akan menginjakkan bagian tumit di jempol kakinya.

“YA!! RAEIN-AH!!!!” awas saja kalau kau tidak mengejarku, Sungmin.. Hanya Tuhan yang tau apa yang akan aku lakukan. Dan benar saja, dia entah dimana saat aku membalikkan badanku. Sebenarnya aku berharap dia akan mengikutiku dan mohon-mohon maaf karena sudah membuatku kesal. Aish.. Sepertinya aku lupa kalau nama pacarku itu adalah Lee Sungmin, dan pikiran seorang Lee Sungmin gak bakal nyampe ke bagian situ.

“Idiot!, pabo!, autis! Aish.. Jinjja..” makiku sambil tetap melihat ke belakang. Saat aku mengalihkan pandanganku ke depan lagi, tiba-tiba saja orang itu sudah ada di hadapanku sampai aku hampir saja menabraknya.

“Annyeonghaseyo.. Lee Sungmin imnida.. Mannaseo bangapseumnida.. Oh.. neomu yeppeo yo..” Aku mengalihkan pandanganku dari wajah innocentnya. Dia kira jurus murahan seperti itu mempan untukku? Jangankan terlihat cute, dia malah terlihat semakin pabo di mataku.

“MENYINGKIR DARI JALANKU ATAU BESOK PAGI KAKIMU BENGKAK!” teriakku, tapi bukan Sungmin namanya kalau seperti itu saja dia takut.

“Oh.. Aku takut sekali..” katanya dengan nada dibuat-buat. “JAGI-YA MIANHAE YO.. AKU MENCINTAIMUUUUU…… Hmpphh… hmph…” aku membekap mulutnya sebelum lebih banyak lagi orang memandang aneh ke arah kami. Lelaki memang tidak punya malu.

“Lee Sungmin, kau benar-benar suka bikin malu!” kataku sambil menyeretnya jauh-jauh dari orang-orang yang melemparkan tatapan hei-cewek-aneh-dan-kekasihnya-yang-gak-kalah-aneh-enyahlah!. Aku membungkuk-bungkukkan badanku seolah-olah bilang maafkan-lelaki-bodoh-ini-dia-tidak-gila-kok. Sungmin tertawa-tawa dalam bekapanku. Kan? Dia memang tidak ada malu.

“AAAWWWW!!!” dia menggigit tanganku. Gila! Cowok ini sudah gila! Aku segera melepaskan bekapanku, takutnya ada rencana lain selain gigitan maut untuk mengerjaiku.

“Haaaahh.. Gitu dong,, kan lega.. Kalau aku mati dalam bekapanmu kan gak lucu, mati dalam dekapanmu, nah.. itu baru keren..” oke, oke.. Dengan kalimat itu Sungmin memberitau semua reader kalau dirinya se-pabo itu.

“Aku menunggumu lebih dari tiga jam!” kataku ketus.

“Aku tertidur lebih dari tiga jam.” Jawabnya santai. Aishh.. mengesalkaaaannnn..

“Kau meminjam alat melukisku lebih dari dua minggu!” ketusku lagi.

“Dan aku belum mengembalikannya sampai sekarang.” Santainya lagi. Aku mengepalkan tangan kananku, mengumpulkan cakra agar pukulanku nantinya kan mematikan.

“Kau berjanji mengembalikannya hari ini!!”

“Dan aku lupa…” dia ber-aegyo di depanku. Kalau namaku adalah Lilin, aku pasti sudah meleleh. Tapi namaku adalah Raein, dan itu tidak akan pernah terjadi.

Bugh! Satu pukulan melayang ke mukanya. Oke, tidak keras kok. Aku hanya menggunakan seperempat cakraku saja.

“ARGGHH… Raein-ah!! Kau gila!” dia memegangi hidungnya yang sekarang sudah memerah. Aku menahan tawaku, puass.. aku puas…

“Memang! Kan dulu sudah aku peringatkan! Siapa suruh pacaran sama cewek gila sepertiku!” aku memeletkan lidahku lalu meninggalkannya di tempat itu. Diam-diam aku tertawa mengingat ekspresinya.

“Ya! Raein-ah.. Aku kan sudah minta maaf.. Ayolah..” aku berbalik tiba-tiba membuatnya sedikit terkejut. Aku melemparkan deathglare padanya.

“Tatapan macam apa itu?” tanyanya. Demi Tuhan, ada gak sih yang lebih konyol daripada dia di dunia ini?

“Ini namanya death-glare!” kataku, dia terkikik geli. Ya ya.. Aku memang selucu itu.

“Jangan lakukan itu lagi. Matamu itu besar Raein, kau seharusnya sadar itu!!” dia tertawa sambil memegangi perutnya. Sabar Raein, sabar.. Kau bisa membunuhnya nanti kalau dia sudah mengembalikan alat lukismu.

“Kau yang seharusnya sadar kalau kata-katamu barusan akan mempersulitmu memperoleh maaf dariku.” Kataku dingin. Tawanya seketika hilang berganti dengan suasana horor. Haha.. Aku memang seseram itu.

“Mianhae.. Kau mau aku melakukan apa? Bilang saja.” Katanya. Oke..

“Lakukan sesuatu yang keren.” Kataku. Dia berpikir sebentar, lalu tiba-tiba lampu hemat energi lima watt muncul di atas kepalanya. Pertanda ide cemerlang baru saja terlintas di otaknya.

Sorry sorry sorry sorry nega nega nega monjeo nege nege nege pajyeo pajyeo pajyeo boryeo baby..

Hahaha.. Sekarang dia dance sorry-sorry di hadapanku. Aku memalingkan mukaku walaupun dancenya agak bagus juga.. Tetap gak cukup

“Gak bagus. Kau pikir kau itu anggota Super Junior apa?” kataku ketus. Dia langsung berhenti.

Baby baby baby ooohh… my baby baby baby ooohhh….

“Tambah hancur!” kataku lagi. Dia berpikir lagi.

Almost paradise.. taeyang boda to nunbushi.. Neol hyanghan naui sarangi..

“Aku benci Gu Junpyo.” Kataku setelah melihatnya berlagak seperti kochboda namja.

Dokbareohae nea jeongmal badboy, saramputan yeogi shippun..

“Oh.. sekarang jadi anggota So Nyuh Shi Dae?” dia berhenti lagi dan lagi.

Semua yang kau lakukan, it’s magic.. Semua yang kau berikan it’s magic..

“Apa tuh?” tanyaku tidak mengerti *ceritanya kan akuh orang Korea gitu mana kenal ama Lyla. Hehehe*

“Ini lagunya Lyla tau! *loh, Sungmin kok bisa tau? Sungmin memang wawasan internasional.* “Jadi kau maunya apa? Aku capek nih.. Ntar aku nge-dance kayak SM*SH baru tau rasa kamu!” *oh.. Jangaaaannn Miinnn…* kata Sungmin sambil mengerucutkan bibirnya.

“Ya terserah sih.. Kalau capek ya berhenti aja..” kataku. Dia seperti berpikir lagi. Kali ini dia sedikit menundukkan kepalanya. Dia menatapku lembut, menarik napas dan memejamkan sebentar matanya.

“Mianhae.. My love.. Dorasoneun neoreul bumyeon sarangi gochyeogado.. Shigani ijeya negedo boigo itjimaann.. Sarangiran ireomuro oneungora saenggakhaeji.. Nege ireeohke seumyeodeulgo isseotda neungeol.. Mollaseoso…” oh… Suara Sungmin enak banget.. Lumayan lah, daripada dia ngedance kayak boyband abal yang lain. Aku tersenyum sedikit menandakan hatiku sudah luluh. *jiahh*. Dia memang tau lagu kesukaanku.

“Kau tertawa chagi?” tanyanya dengan wajah takut-takut. Aku sudah hampir tertawa keras melihatnya begitu.

“Iya pabo!” kataku, dia tertawa sambil menghembuskan napas lega. “Jadi chagi, aku sudah dimaafkan?” tanyanya lagi. Aku hanya mengangguk kecil.

“Iyyeesss……” dia melompat kegirangan ke arahku.

Chu~~

Mataku melebar saat merasakan sesuatu menyentuh bibirku. Sesuatu terasa menjalar di bawah kulitku, akupun jadi merinding, pikiranku blank sama sekali, otakku kosong tiba-tiba. Sensasinya gila-gilaan.. Sungmin menyusupkan tangannya ke rambut hitamku, memperkuat tekanan bibirnya di bibirku. Aku lumpuh tiba-tiba, perasaanku jadi aneh. Aku menggerakkan bibirku sedikit, menyadari reaksi itu Sungmin menurunkan tangannya ke punggungku lalu mendekapku erat. Aku tidak membuka mulutku, tidak ingin Sungmin bertindak lebih jauh dari ini. Tapi sepertinya Sungmin tidak keberatan, dia cukup puas dengan bibirku saja. Pelan dan sangat lembut, tanpa sadar aku menutup mataku, menikmatinya juga. Setelah agak lama Sungmin melepaskan ciumannya dan menatapku lembut dengan kedua tangannya memegang pipiku seolah-olah tidak ingin aku melihat ke arah lain selain ke matanya. Dia mengelap bibirku dengan ibu jari tangan kanannya, lalu menatapku lembut.

“Demi Tuhan, Raein.. Aku cinta padamu. Saranghae.. saranghae..” dia menempelkan keningnya di keningku.

“Saranghae..” bisiknya sekali lagi. Aku merasa bunga-bunga bermekaran di sekelilingku, kupu-kupu beterbangan.. Ah.. Sungmin.. Bagaimana bisa kau membuatku seperti ini..

Dia mengecup bibirku sekali lagi, hanya sebentar saja.

“Na do saranghae..” kataku lalu mengecup bibirnya cepat seperti yang dia lakukan barusan. Seketika mukaku memanas.

“Aigoo.. muka merahmu manis sekali chagi..” katanya sambil membelai pipiku.

Aku merasa mukaku semakin panas. Dengan satu gerakan cepat aku menginjak kakinya yang kiri. Dia mengerang kesakitan sambil terlonjak-lonjak dengan satu kaki. Pemandangan itu lucu sekali.

“Ya! Kukira kau sudah memaafkanku!” katanya sambil meniup-niup sepatunya. (?) Maksudnya mungkin ingin meniup jempol kakinya.

“Itu untuk mencuri ciuman pertamaku!” kataku. Seenaknya saja dia mencuri keperawanan bibirku yang sudah aku jaga sejak lama. Kurang ajar.

“Kukira kau memberikannya dengan ikhlas padaku..” dia mengerucutkan bibirnya lagi, aish.. aku tidak percaya lelaki imut seperti dia ini seorang psycho.

“Enak saja! Bibirku ini mahal tau!” kataku, “kalau besok kau tidak mengembalikan alat lukisku aku akan mengahajarmu!” lalu aku berlari meninggalkannya.

“YA!! Kalau aku bisa menangkapmu kau akan merasakan yang lebih daripada sekedar ciuman seperti tadi!!!” dia mulai mengejarku. Omonaaa… Tidakkk….

“Coba saja kejar kalau bisa!” Aku mehrong ke arahnya.

“Jangan menyesal Raein!!!” dia benar-benar mengejarku. Omonaaa…. Siapa saja selamatkan akuu….

*FIN*

Oke yorobun.. Ini FF tergaje yang pernah ada, gak punya inti cerita, gak punya klimaks, pokoknya gaje segaje gajenya.. Aku Cuma terlalu stres karena Ujian yang gak ada habisnya. Mind to leave any comment? Kita terbuka kok untuk komentar.. Kalau gak komen aku bakal nikah sama LEE SUNGMIN, hayooo… masih gak rela kan?? Oh ya, mian karena banyak sekali kata-kata yang ngebodoh-bodohin Umin.. Kepala aku pun udah benjol nih ditimpukin batu sama istri2 Umin.. Hehe.. Kayak gini lah kalau pasangan PSYCHO cekcok, untung aja main castnya Sungmin, coba kalau Kangin? Huah.. Bisa abis author.. Khkhkh..

Mind to comment? Komen donk..

Diposkan pada 로맨스 ♥ Romance, Fanfiction, Genre, 한방 ♥ Oneshoot, 유머 ♥ Humor, Type

[T.A.L.E.S.] .:♥ When They Meet Each Other ♥:

(The Angel and Little Evil’s Story)
.:♥ When They Meet Each Other ♥:
Yuki berjalan tergesa-gesa menuju rumahnya. Ini semua bukan tanpa alasan. Di perjalanan pulang tadi ia menerima pesan dari kekasihnya bahwa ia dan teman-temannya akan main ke rumah. Sebenarnya ia senang kekasihnya mengunjunginya, tetapi jika mengingat pesannya yang tidak pernah dibalas membuatnya ingin membakar kekasihnya itu hidup-hidup.

***
“Hyung tidak apa-apa kalau kita masuk duluan?” tanya Ryeowook hati-hati.
“Geokjeongma.. Yuki pasti akan mengerti..” jawab Eeteuk santai.
Eeteuk pun mengeluarkan kunci cadangan dan membuka pintu rumah didepannya. Kemudian ia pun masuk lebih dulu diikuti yang lainnya.

***
Begitu Yuki membuka pintu rumahnya, ia terlonjak kaget karena tidak biasa melihat rumahnya yang tiba-tiba ramai.

“Kapjagi! Aigoo.. kenapa oppadeul sudah masuk duluan sih?” tanya Yuki sambil mengelus dada.
“Mianhae Yuki-ya.. tadi Eeteuk hyung yang menyuruh kami masuk..” ucap Ryeowook yang
menghampirinya yang sedang melepas sepatu.

“Sini aku bawakan tasmu..” ucap Ryeowook sambil menggendong tas Yuki.
“Gomawo…” ucap Yuki.

Ia pun berjalan ke ruang tengah yang kini penuh sesak dengan manusia. Setelah menyandarkan tubuh di sofa, Yuki mulai mengamati keadaan sekitarnya. Kyuhyun dan Eunhyuk oppa sedang asyik bermain PS3, Heechul dan Donghae terlihat bermain ayunan di taman, Ryeowook dan Sungmin oppa memasak di dapur, Yesung dan Siwon oppa sepertinya sedang ada di kamar studio, sedangkan Shindong oppa asyik ber-twitter ria di komputernya.

Lanjutkan membaca “[T.A.L.E.S.] .:♥ When They Meet Each Other ♥:”

Diposkan pada 로맨스 ♥ Romance, Fanfiction, Genre, 프롤로그 ♥ Prolog, 유머 ♥ Humor

[T.A.L.E.S] Introduction

Annyeonghaseyo.. ^^

 

perkenalkan saya author baru disini.. ^^

ini posting pertama saya jadi maaf klo agak gimana gitu hehe.. ^^

yuk diliat….^^

 

About T.A.L.E.S.’s world

Apaan itu T.A.L.E.S? nama makanan kah?

bukaaan.. mesti diakui itu benar.. (?)

maksud author, T.A.L.E.S. itu adalah kepanjangan dari The Angel and Little Evil’s Story.. nah apa lagi itu?

The Angel and Little Evil’s Story adalah project FF lepas yang dibuat oleh seorang siswi SMA yang sedang mengalami keadaan krisis karena sudah berada di tingkat akhir yaitu author aka saya.. XD

FF ini bercerita tentang kehidupan percintaan antara Eeteuk SJ dan kekasihnya yang seorang mahasiswi di sebuah universitas di Korea bernama Yuki.

Meski Eeteuk adalah orang yang romantis, tetapi ia jarang menunjukan sifatnya itu pada kekasihnya yang selalu mengajaknya berkelahi atau beradu pendapat. Mereka memang bukan pasangan yang akur tetapi mengingat usia pacaran mereka yang sudah dua tahun lebih, kita tidak perlu lagi meragukan cinta mereka satu sama lain.

Selain Eeteuk dan Yuki, author juga bikin FF lepas tapi tidak terlepas dari T.A.L.E.S (?)

mau tau apa aja? mari dilihat.. :

♥ KyuIn’s Story : Kyuhyun dan Inhyun. Pasangan yang maniak dengan games terutama Starcraft. Kyuhyun selalu membawa Inhyun ke game station setiap minggunya. Buat ngapain? Tentu aja main game..

♥ HaeRa’s Story : Donghae dan Hyera. Kedua pasangan ini sama-sama populer di dunianya masing-masing dan sama-sama suka menangis. Kini mereka berdua sudah memiliki anak bernama Shira..

♥ HyukRi’s Story : Hyukjae dan Eunri. Ini adalah pasangan yadong yang selalu saja beryadong ria dimanapun mereka berada. Tingkat keyadongan Eunri hanya satu tingkat dibawah Hyukjae, kekasihnya. Selalu mau tahu urusan “pribadi” pasangan lain.

♥ SiRae’s Story : Siwon dan Raena. Pasangan paling muda tapi paling romantis. Sama-sama taat agama dan sering mengeluarkan nasihat-nasihat dengan bahasa tingkat tinggi sampai-sampai tidak bisa dimengerti oleh otak yang dibawah rata-rata.

di project FF ini baru ada lima pasangan dengan keunikannya masing-masing. Sebenarnya author mau nambah pasangan lagi tapi masih bingung.

ayo siapa yang mau dipasangin sama Heechul, Hangeng, Yesung, Kangin, Sungmin, Ryeowook, Kibum?  ^^

Karena Shindong udah ada yang punya yaitu Nari makannya author gak berani buat merusak hubungan mereka berdua dengan imajinasi author yang kadang-kadang keluar batas.. XD tapi kalo sekedar jadi cameo gak masalah kan? hehe..

buat para readers harap maklum kalo ngerasa ceritanya terkadang seperti nyata karena project ini memang sebagai sarana author untuk melampiaskan mimpinya yang pastinya susah untuk dijadikan kenyataan. ^^

with love from author labil.. XD

myjungsoo4ver

Diposkan pada 로맨스 ♥ Romance, Fanfiction, 한방 ♥ Oneshoot, 유머 ♥ Humor

LUCIFER

Author: Shin Hye Kyung/Ryeongri

Note: Bayangin Sungmin yang kekanak-kanakan, polos dan imut-imut yah, ini sebanarnya FF Shinee(Minho dan Taemin), berhubung di sini harus cast Suju, aku ubah aja deh.

~~~~~~~~~~

“Kau boleh tinggal di sini sesuka hatimu. Anggap saja rumah sendiri.” Kata Nenek Min

yang membuat mataku berbinar-binar. Bagai mana tidak?? Remaja 16 tahun yang pontang-panting hidup sendiri di kota sebesar Seoul dan baru diusir dari kontrakan kini mendapat tempat berteduh yang sangat mewah, seperti istana. Tuhan itu maha adil, saat kita dengan ikhlas menolong orang lain, maka tuhan akan membalas 10 kali lipat. Ini semua berawal dari beberapa jam yang lalu, saat aku menjadi gembel yang diusir dari kontrakan karena menunggak bayar empat bulan, aku melihat nenek Min yang hampir saja ditabrak oleh sebuah truk, dan taraaaaaaaaa!!! Aku berhasil menyelamatkan beliau. Awalnya beliau ingin memberiku uang sebagai imbalan, tapi aku menolak, yang benar saja??? Itu pamrih namanya. Saat beliau tahu aku tidak punya tempat tinggal, beliau langsung membawaku kerumahnya dan memberiku tempat tinggal. Ini seperti sebuah drama-drama yang aku tonton di tv, tapi sekali lagi aku katakan Tuhan  itu maha adil.

“Orang tuamu tinggal dimana?”

“Orang tua saya tinggal di desa.” Satu lagi alasanku tetap tidak mau meninggalkan Seoul walaupun aku tidak punya tempat tinggal, yaitu aku tidak mau kembali ke desa. Itu sama saja artinya aku harus mengucapkan selamat tinggal pada Aikido, yang telah membawaku sampai ke Seoul bahkan mendapatkan beasiswa di sekolah elite yang kebanyakan tempat sekolah anak orang-orang super kaya.

“Kau sekolah di mana?”

“Saya sekolah di Geumsaekyo senior high school.”

“Oh ya? Cucuku juga sekolah di situ.”

“Aku pulang.” Suara seorang namja memberi salam.

“Nah itu dia.” Kata nenek Min menunjuk ke arah cucunya. Mataku terbelalak saat melihat kearahnya. OMG! Apa aku mimpi??? Cucu nenek Min itu ternyata… Kyuhyun!!!!! Prince di sekolahku. Aku akan tinggal satu atap dengannya???? Aku tidak bisa membayangkan ekspresi teman-teman perempuanku saat mengetahui kalau aku akan tinggal satu rumah dengannya. Apalagi Sungmin, pasti ia akan shock berat.

Kyuhyun menatapku, aku membalasnya dengan senyuman.

“Mau apa orang aneh itu di sini?” Katanya ketus yang langsung membuyarkan semyumanku. What!!!! Kenapa ekspresinya begitu??? Ini tidak seperti yang aku bayangkan.

“Kyu, kau tidak boleh begitu, sekarang Gyo Sun akan tinggal bersama kita. Dia kan menjadi temanmu.”

“Aku tidak perlu teman seperti dia. Mana mau aku berteman dengan cewek aneh yang telah melemparku dengan kotoran.” Nenek Min terkejut.

“Aniyo… Waktu itu aku tidak sengaja.” Aku membela diri.

Lanjutkan membaca “LUCIFER”