Diposkan pada Fanfiction, 한방 ♥ Oneshoot, 형제 ♥ Brothership, 우정 ♥ Friendship

Jangan Ambil Hyungku!

Title : Jangan ambil Hyungku!

Author : Metha’Kyuyunjae04′putri

Rated : K+

Genre : friendship

Disclaimer : mungkin uda ada epep yang temanya kaya gini. Tapi, epep ini murni, asli dan sah milik saya. Super Junior dan DBSK bukan milik saya. Mereka milik Tuhan, diri sendiri dan milik ELF dan Cassie.

Happy reading…

Lanjutkan membaca “Jangan Ambil Hyungku!”

Diposkan pada 로맨스 ♥ Romance, 계속 ♥ Countinue, Fanfiction, 형제 ♥ Brothership

Sleeping Prince (part-1)

19:00 MC di Star King.
21:00 DJ di sukira.

……..

Aku mengelahkan nafas panjang setelah melihat buku note milik menejerku. Entah kenapa hari ini aku merasa sangat lelah. Aku ingin lekas pulang, masuk kamar, ganti baju, cuci kaki, lalu tidur dengan slimut yang hangat. “Hmm.. Pasti enak!” batinku

5 tahun sudah aku menggeluti profesi menjadi seorang artis,  sebuah impian yang sudah aku impi-impikan sejak kecil. Ternyata menjadi seorang artis tidak semenyenangkan yang aku kira dulu. Pekerjaan ini sangat melelahkan, justru semakin terkenal malah jadwal semakin padat. Terkadang aku terlalu memaksakan diri untuk melakukan semuanya, sehingga aku melupakan kondisi kesehatanku sendiri. Dan sepertinya malam ini tenagaku sudah terkuras habis, pengeliatanku mulai kabur, tubuhku lemas. BRUKKKK!
Lanjutkan membaca “Sleeping Prince (part-1)”

Diposkan pada 로맨스 ♥ Romance, 미스테리 ♥ Mystery, 가족 ♥ Family, 계속 ♥ Countinue, Fanfiction, 형제 ♥ Brothership, 우정 ♥ Friendship

Protected Brother . . . Part 15

Annyeonghaseo chingudeul! \(^o^)/

Akhirnya Protected Brother part 15 di posting juga~

Mian buat chingudeul yang udah nungguin lanjutan FF ini kelamaan, aku memang hiatus dari dunia perFFan selama sebulan ini.

Buat part 15 ini sebenarnya aku ngga yakin sama alurnya, tapi berhubung banyak chingudeul yang nanyain baik di FB mau pun di Twitter akhirnya di posting juga.

~~~~~


“Haaaaah….” Kyuhyun menghela hafas berat. Pikirannya kini berkecamuk hebat hanya karna seorang gadis memenuhi seluruh ruang yang ada di kepalanya, siapa lagi kalau bukan minji. Ya, gadis itulah yang mampu membuat Kyuhyun jadi seperti ini. Galau~

Sekolah telah usai sekitar 30 menit yang lalu dan sebagian besar murid sudah pulang sejak tadi, namun tidak bagi Kyuhyun. Entah mengapa dia enggan beranjak dari kursinya, yang Kyuhyun lakukan hanya melamun memandangi ranting-ranting pohon dari sisi jendela tempatnya duduk.

Sampai…

Drrrrrrrrtt . . . . Drrrrrrrrtt . . . . Drrrrrrrrtt . . . . Drrrrrrrrtt . . . .

Ponsel yang ada di saku celananya bergetar. Kyuhyun meraihnya dengan malas dan melihat siapa yang telah mengganggu dirinya dari dunia lamunan.

~Sungmin Hyung Calling~

Ternyata hyung terimutnya yang menghubungi Kyuhyun.

“Yeoboseo.”

“Ya! Kyunnie, kau masih ada didalam kelas kan? Ayo cepat keluar! Kakiku sudah pegal nih…” Kata Sungmin memerintah dengan setengah merengek.

“Ah…mian hyung, sebentar lagi aku selesai.” Kyuhyun terpaksa berbohong.

“Memangnya kau sedang apa dikelas? Kenapa lama sekali…”

“A..aku sedang piket hyung, tapi sekarang sudah selesai.”

“Kalau begitu ayo cepat keluar, aku menunggumu di tempat biasa.”

“Ne hyung.”

Kyuhyun memutuskan sambungan teleponnya lalu memasukan segala buku-buku yang ada di atas meja. Setelah selesai dia mulai melangkahkan kakinya meninggalkan kelas. Lorong-lorong koridor kelas tampak sepi tak berpenghuni, padahal masih ada beberapa murid yang sedang mengikuti eskul di sekolah, tapi suasana sekolahnya hampir mirip seperti komplek pemakaman.

Kyuhyun terus melangkahkan kakinya tanpa ragu sedikit pun, tidak memperdulikan suasana sekolah yang bisa membuat bulu kudunya berdiri.

Lanjutkan membaca “Protected Brother . . . Part 15”

Diposkan pada 로맨스 ♥ Romance, 미스테리 ♥ Mystery, 가족 ♥ Family, 계속 ♥ Countinue, Fanfiction, 형제 ♥ Brothership, 우정 ♥ Friendship

Protected Brother . . . Part 14

Akhirnya bisa posting lanjutan Protected Brother lagi, maaf ya buat reders yang udah nunggu lama. ^^

~~~~~~~~

 

Tok… Tok… Tok…

Eeteuk mengetuk pintu kamar Kyuhyun dengan senampah makanan ditangannya. “Kyu, hyung membawakanmu makanan, kau harus makan.” Tidak ada jawaban dari dalam kamar. “Hyung masuk ya?” Eeteuk membuka knop pintu kamar Kyuhyun perlahan. Dilihatnya Kyuhyun tengah bebaring sambil memainkan sehelai pita berwarna pink yang di yakini Eeteuk adalah milik Minji.

“Kenapa tidak menjawab hyung?” Tanya Eeteuk pelan, lalu berjalan mendekati Kyuhyun dan duduk ditepi ranjang. “Ayo makan, Sungmin sudah memasakan bubur terenak untukmu.”

Kyuhyun terpaksa menatap Eeteuk. “Aku tidak lapar hyung…” Ujar Kyuhyun lemah hampir seperti sebuah bisikkan.

“Aish… kau ini sedang masa pemulihan, jadi harus makan yang banyak supaya cepat sembuh.” Kata Eeteuk sambil membantu meninggikan bantal Kyuhyun. “Ayo aaaaaa….” Kyuhyun yang awalnya enggan untuk membuka mulut pun akhirnya menyerah dan menuruti perintah hyungnya untuk membuka mulut.

Saat sedang menyuapi, Eeteuk terus memperhatikan tingkah dongsaengnya yang masih memainkan pita yang ada ditangannya dengan tatapan sedih. “Hyung sebenarnya tidak ingin ikut campur masalah pribadimu, tapi melihatmu seperti ini juga hyung tidak akan tinggal diam. Kenapa kau bersikap kasar seperti itu pada Minji tadi siang?”

“…..” tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Kyuhyun.

“Hahh… kau tau wajah Minji terlihat sedih sekali saat kau mengusirnya.” Eeteuk menghela nafas mengingat kejadian siang ini.

“Aku hanya tidak ingin terus bergantung pada dirinya hyung.” Akhirnya Kyuhyun mau bicara juga mengenai kejadian tadi siang. “Selama ini… aku sudah merepotkannya dengan menjagaku setiap saat. Itu membuat diriku terlihat lemah dan bodoh dihadapannya.” Kyuhyun memejamkan matanya agar Eeteuk tidak dapat melihat bahwa hatinya sedang menangis. “Disini…” Tangan Kyuhyun memegang dadanya. “Entah bagaimana muncul perasaan ketergantungan pada dirinya yang amat sangat besar. Sedangkan mana mungkin Minji mau terus berada disisi pria lemah sepertiku, karna aku hanya akan menjadi beban baginya, hyung. Jika dia berada disisiku lebih lama lagi… aku takut nanti tidak akan bisa melepaskannya…” Kyuhyun membuka matanya dengan senyuman yang dipaksakan.

Lanjutkan membaca “Protected Brother . . . Part 14”

Diposkan pada 계속 ♥ Countinue, 불안감 ♥ angst, Fanfiction, 형제 ♥ Brothership

My Everything Part 1

Author            : Ayuka Sorahyunnie

Ost.                    : My Everything

Disclaimer   : Special Val – Day (Telat)

AN                      : This is special for all KyuHae biased…

Author lg gag ada mood bikin epep Romance buat Valentine – an

Yg ada di otak cuma cerita tragic duand =_=”

Mianhae~ *bow*

Siapin tissue n Boneka Teddy (Serius deh!!)

****************************************************************

 

Prolouge…

Kadang kita tidak tahu betapa kita menyayangi seseorang sampai kita kehilangannya. Dia yang selalu menyayangi kita, melindungi, bahkan rela menukakan kehidupan yang ia miliki untuk menyelamatkan nyawa kita. Tapi, apa hal itu adil? Saat kita baru menyadarinya, orang itu telah pergi meninggalkan kita. Meninggalkan perasaan bersalah yang mendalam. Juga sebuah penyesalan panjang. Andai waktu dapat berputar kembali, ingin rasanya menebus segala kesalahan yang telah diperbuat. Tapi, sekali lagi, segalanya akan terasa percuma saat memang semuanya sudah terlambat…

==***==

 

Seoul… 3rd February, 2000…

“Saengil chukkahamnida.. Saengil chukkahamnida.. Saranghaneun Kyuhyun-ah.. Saengil chukkahamnida!!”

 

Hari ini adalah hari ulang tahun Kyuhyun yang ke-12. Ulang tahunnya kali ini dirayakan dengan meriah. Ia mengundang teman – teman sekolahnya. Heechul, ayahnya dengan setia mendampinginya. Tampak jelas raut kegembiraan di wajah manis Kyuhyun.

 

“Nah, sekarang tiup lilinnya.” Pinta ayahnya.

 

Blooww~

 

Kyuhyun meniup lilin – lilin itu hingga padam semua yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari para tamu undangannya. Setelah itu Kyuhyun memotong kue ulang tahunnya dan menyuapkannya pada ayahnya. Ayahnya langsung mencium keningnya dan mengusap kepalanya dengan penuh kasih sayang.

Lanjutkan membaca “My Everything Part 1”

Diposkan pada 가족 ♥ Family, Fanfiction, 한방 ♥ Oneshoot, 형제 ♥ Brothership

Kyu-Hae (My Forever Hyung)

Cast: KyuHyun, DongHae, EunHyuk, JungSu dikit.. khkh..
Disclaimer: mereka punya Tuhan, SUJU punya SM, dan ceritanya punya saya.. Jadi kalo gaje, ya wajar..
KyuHyun POV
Sudah satu minggu Appa dan Umma pergi ke luar kota untuk menjenguk Halmoeni yang sedang sakit. Aku tinggal di rumah bersama kakakku, DongHae. Hubungan kami tidak begitu dekat, kami hanya berbicara seperlunya, dan segalanya serba seperlunya. Bukan karena aku tidak menyayangi DongHae, hanya saja aku sedikit tidak suka dengan perlakuannya yang terlalu memanjakanku.
Aku tidak pernah terlalu memperhatikan DongHae. Yang aku tau hanyalah dia selalu merepotkan Appa dan Umma. Dia selalu saja sakit, seringkali dia mimisan atau bahkan pingsan tanpa sebab. Dia bahkan juga tidak pernah ikut kegiatan olahraga di sekolah. DongHae selalu saja terlihat pucat dan lemah, berbeda denganku. Aku adalah bintang sepakbola. Bahkan di tahun pertamaku di Sekolah menengah aku sudah menjabat sebagai kapten. Tapi DongHae selalu bisa mengalahkanku dalam prestasi akademik. Dia pintar, bahkan tanpa harus sekolah.
Dibalik semua sikap tidak acuhku pada DongHae, dia tetap saja berlaku sebagai kakak bagiku. Dia selalu mengurusiku, menasehatiku, baik padaku. Dia tidak peduli pada sikapku yang dingin padanya. Tapi tingkah lakunya yang seperti ini yang aku tidak suka, aku tidak suka diperlakukan seperti adik.
Umma mengatakan pada kami bahwa Halmoeni harus dirawat di rumah sakit. Mereka belum bisa pulang ke rumah dalam waktu dekat, jadi aku harus tinggal berdua dengan DongHae dalam waktu yang lebih lama. Kami tidak pernah benar-benar berinteraksi secara langsung. Hanya pagi-pagi saat sarapan, DongHae akan bertanya-tanya tentang pelajaranku, atau dia bertanya bagaimana rasa nasi goreng yang dibuatnya. Malam harinya aku ada di kamarku dan dia juga ada dalam kamarnya.
Malam ini cukup dingin. Aku hanya membaca majalah otomotif sambil berbaring di kamarku. DongHae mungkin sudah tidur, karena dari tadi dia tidak mengeluarkan suara sedikitpun. Lama-lama aku bosan juga di dalam kamar. Aku akhirnya memutuskan untuk keluar dan menuju ruang keluarga untuk menonton televisi.
Saat aku melewati kamar DongHae, pintunya sedikit terbuka. Akupun menlihat sedikit ke dalamnya. DongHae membelakangiku, dia sedang berbicara di telepon.

Lanjutkan membaca “Kyu-Hae (My Forever Hyung)”

Diposkan pada 로맨스 ♥ Romance, 가족 ♥ Family, 계속 ♥ Countinue, Fanfiction, 형제 ♥ Brothership

GARDEN HOLIC (part-2)

  • Cast: All member superjunior
  • Genre: gaje
  • Author: Anita sukarini

Annyeong…

setelah semedi 2 minggu dari before n after lebaran, akhirx baru bisa nyelesain part 2 *malas banget sehh lo*

okey,,,,,

silakan baca sebelum diskonek atawa inet babo

GARDENHOLIC (part 2)

Kibum Haraboji mendekati Minrim dengan tatapan heran karena tiba-tiba saja cucu kesayangan tercintanya menangis tersedu-sedu. Minrim menunduk menatap seluruh tanaman kebunnya. Air mata turun dengan derasnya dari kedua mata sipitnya. Kibum langsung trenyuh dengan keadaan cucunya. Didekatinya cucu kesayangannya, dan dielusnya rambut halusnya. Minrim menoleh ke arah harabojinya masih sambil terisak.

“Sayang, gwenchana? Kenapa cucu kesayangan haraboji ini menangis?”tanya Kibum sambil merangkul cucu kesayangannya dengan penuh kasih sayang.

“Hiks…hiks…Haraboji, Minrim sedang sedih,”kata Minrim sambil membenamkan kepalanya ke dada Kibum.

“Aigo, kenapa cucu Haraboji ini sedih. Udah remaja kok masih nangis. Cup…cup…cup,”kata Kibum. Heheheheheh, udah 17 tahun masih cengeng, anakku maafkan umma hiks… *ditemplang*.

“Haraboji, Minrim sedih karena tanaman-tanaman Minrim layu semua, huwaaaaaaaa….,”kata Minrim, tangisnya makin menjadi-jadi membuat Kibum bingung setengah hidup. Kibum memalingkan mukanya ke arah kebun yang selama ini selalu diurus oleh cucunya Minrim. Mata Kibum langsung melotot lebar ʘ_ʘ melihat kebunnya kini sudah berantakan. Apalagi ditambah dengan pemandangan layunya sayur-sayur di sana.

“OMOOOOO… apa yang terjadi??? Astaga… pantas saja cucuku ini sedih, kebunnya jadi berantakan. Siapa yang tega merusak kebunmu cucuku,” seru Kibum. Bukannya berhenti terisak, Minrim malah tambah nangis. Tangisannya makin keras. Kibum makin bingung.

“Lhah, kok malah tambah keras sih nangisnya. Jangan-jangan cucuku ini kesambet siluman jin botol penunggu nih kebun. Yaaaaa!!! Tak kan kubiarkan!”seru Kibum sambil menampakkan muka killernya karena geram. Sementara itu Minrim masih nangis.

THUKS!!!

Tiba-tiba ada yang menggetoks kepala Kibum. Membuat Kibum meringis. Ia lalu menoleh ke arah orang yang berani sekali berbuat hal itu padanya.

“Siapa yang bera….”belum selesai bicara, Kibum langsung menghentikan kata-katanya. Di belakangnya kini tampak sesosok yeoja tua keriput *dikerek ma tokohnya ^^V* sedang memandangi Kibum dengan tatapan penuh amarah sampai keluar asap di atas kepalanya *lebai* ϾϿ. Kibum langsung tersenyum melihat istrinya yang tampak marah. Dilihatnya istrinya membawa sebuah sapu lidi. Kibum baru sadar, bahwa dia baru saja digethoks pake sapu yang sekarang sedang ada dalam genggaman istrinya.

“Eh….jagi… mau nyapu yahhh?”tanya Kibum sambil tersenyum.

“Jagi…jagi… apa yang kamu lakukan pada cucuku sampai dia nangis gini hahhh???”tanya Eunhee Halmoeni sambil menatap Kibum horror. Kibum tak tahu harus menjawab apa, toh dia tak merasa bersalah, kenapa istrinya langsung menuduh yang macam-macam terhadapnya.

“Eh… Eunhee sayang, jangan menuduh gitu dong, tadi waktu aku ke sini Minrim udah nangis. Aku tanya kenapa eh, dia malah tambah nangis,”kata Kibum memberi penjelasan. Eunhee menggeleng tak percaya terhadap suaminya.

“Kagak percaya, gotjimal!!!”kata Eunhee. Kibum makin bingung akut.”Sayang, udah ya cup… apa yang harabojimu lakukan sampai kamu bisa nangis begini?”tanya Eunhee pada Minrim sambil mengelus kepala Minrim. Namun Minrim tak menjawab. Eunhee langsung melotot pada suaminya.

“Aduh jagi-ya, percaya aku ga ngapa-ngapain cucu kita. Suerrrr!!! Kayanya Minrim menangis gara-gara melihat kebunnya yang rusak berantakan,”kata Kibum masih berusaha menjelaskan pada istrinya dengan pantang menyerah.

Eunhee yang masih mengelus-elus Minrim, karena mendengar penjelasan dari suaminya langsung menoleh ke arah kebun dan ikutan melotot, lebih lebar dari Kibum.

“HYAAAK!!! Kebun kita! Sayuran kita! Mengapa??? Ottokeh???”seru Eunhee lebih heboh dari Minrim dan Kibum tadi. Minrim langsung berhenti menangis dan menatap halmoeninya dengan penuh tanda tanya (?).

“Ha..Hal..Halmoen…Halmoeni kenapa?”tanya Minrim masih terbata-bata.

“Sayang, Minrim. Halmoeni kaget melihat sayur-sayuran yang ada di kebun kok layu semua. Padahala Halmoeni mau manen tuh sayur mau Halmoeni masak buat makan malam nanti. Halmoeni pikir sayuran di kebun lebih segar dan bebas zat-zat kimia karena Minrim selalu memupuk sayur itu dengan pupuk kandang dan pupuk kompos yang alami,”kata Eunhee.

Kontan Minrim shock mendengar kata-kata dari halmoeninya.

“HUWEEEEEEEEEEEEEEE…… Halmoeni jahat! Masa sayuranku mau dibunuh waaaaaaaaaaa!!!”seru Minrim lalu mulai nangis lagi membuat Kibum dan Eunhee kebingungan keliling-keliling kebun. *dilempar ke jurang ama tokoh yang bersangkutan*.

“Udah..udah sayang. Lagian Halmoeni bercanda kok. Heheheheh. Ga..ga.. Halmoeni Cuma mau nyapu kebun aja,” kata Eunhee. Minrim melirik halmoeninya dengan ragu. Eunhee mengangguk dan tersenyum maniiiiiissssss banget untuk cucunya.

“Bener, Halmoeni cuman mau nyapu kebun aku. Ga mau manen kan?” tanya Minrim dengan penuh keraguan. Eunhee mengangguk dan mengelus kepala cucunya dengan penuh kasih sayang yang tiada tara. “Ya udah, Minrim percaya kok ma Halmoeni,”kata Minrim membuat haraboji dan halmoeninya kini dapat bernapas lega.

“Ha…ha.. cucuku Minrim…”kata Kibum sambil tersenyum.

“Ya udah, Halmoeni yuk kita nyapu sekarang,”kata Minrim langsung merebut sapu lidi yang tadinya ada pada genggaman halmoeninya. Langsung dengan semangat 90 *tahun lahirna aku /plakk!!!* Minrim menyapu seluruh kebunnya dengan secepat kilat. Padahal tuh sapu lidinya udah pendek abis gara-gara patah terus kalo dipake halmoeni buat nyapu depan rumah yang banyak batunya, sampai-sampai nih ya, Minrim bungkuk-bungkuk nyapunya, *kasihan amat, emang kagak ada sapu laennya pa*. Namun, saking sayangnya ama kebunnya, Minrim sudah tak peduli mau gimana bentuk sapu yang ia pakai. Pokoknya saat itu dia ingin kebunnya bersih. Kurang lebih 10 menit Minrim dah selesai nyapu dan sekarang Minrim menyiram kebunnya dan memberi pupuk yang dia ambil dari kandang sapinya Kibum Haraboji.

Kurang lebih satu jam, Minrim sudah selesai mengurusi kebunnya, dan kini semua sayur yang ada di sana sudah tampak bugar lagi dan segar. Lha, terus ngapain haraboji ama halmoeni? Mereka berdua nggak ngapa-ngapain, Cuma berdiri di luar kebun memperhatikan cucunya yang sedang sibuk *Ya ampyuuuuuuunnnnn*.

“Udah, Moni! Boji! Kita masuk yuk, Minrim laper….”kata Minrim sambil menarik Kibum dan Eunhee ke dalam rumah.

@@@@@@@@@@

Kebun, 8 pm KST……. *gaya nih*

Krik…krik…krik… *suara jangkrik*

Sawi Leeteuk sedikit membuka kelopaknya, sambil melirik kiri-kanan atas-bawah depan-belakang, dipikirnya sudah aman, Leeteuk langsung membuka lebar kelopaknya.

Krik…krik…krik…

“Wue! Berisik!” seru Heechul yang ternyata sudah terjaga dari tadi.

“Kamu tereak-tereak ama sapa sih Chul!?”tanya Leeteuk yang terkejut mendengar teriakan Heechul.

“Itu…tuh… si jangkrik. Dari tadi bunyi melulu, kagak tahu apa udah hampir budheg diriku dengernya, mending ya kalo bunyinya pake nada kaya kalo BB Super Junior lagi nyanyi. Lhah ini, udah ga ada nadanya, cempreng lagi!” kata Heechul. Si jangkrik yang mendengar omongan Heechul tersinggung. Dengan kesal, si jangkrik melempar beberapa butir pasir ke arah Heechul.

“WAAAAAAAAAAAAAA!!!” tereak Heechul membuat seluruh member kebun terbangun dengan shocknya.

“Aduh Hyung, ngapain sih tereak-tereak? Ada ulet ya?” tanya Yesung malas, masih setengah ngantuk.

“Iya nih, lagi enak-enak tidur juga, huaaaaaahemmm,”kata Eunhyuk sambil menguap membuat seluruh member kebun yang setengah sadar (kecuali Leeteuk dan Heechul yang emang udah sadar sedari tadi) menutup idungnya.

“Bau mulut kamu lebih parah dari bau badan aku Nyuk,” kata Donghae.

“Huahemmmm, udah berisik ada bau aneh haaahhhh,” kata Kyuhyun setengah sadar.

“KALIAAAAAAAAAAAAAANNN!!!” seru Heechul kesal lalu melempari Eunhyuk, Donghae dan Kyuhyun dengan pasir yang menyebabkan matanya tadi kelilipan.

“Yakkk, Hyung kenapa lagi sih???”protes Kyuhyun sambil membersihkan badannya dari butiran pasir.

“Iya, nih. Heechul Hyung KYUmath neh,” kata Eunhyuk sambil menyemburkan butiran pasir yang masuk ke dalam mulutnya *idih*.

“Iya, aduh, nih pasir masuk ke lapisan umbiku yang paling dalem lagi, bantuin Nyuk!”kata Donghae.

Leeteuk hanya geleng-geleng kepala melihat dongsaeng-dongsaeng sayurnya pada berulah.

“Tuki, tulung yah, dongaeng-dongsaeng kau ini diajarin sopan-santun. Terutama si Heechul!”kata jangkrik pada Leeteuk.

“Oh, iya om jangkrik. Saya akan menasehatinya kok. Memang salah saya kurang dapat membimbing mereka jadinya begini deh,” kata Leeteuk sambil membungkukkan badannya 360° *muter dunk, emang!*.

“Okey, aku tinggal dulu mau ke kebun sebelah, jijay aku di sini,” kata jangkrik sinis langsung melesat pergi secepat kilat.

“Udah sono pergi yang jauh kagak usah balik,” kata Ryeowook.

“Bye…bye… annyeong…adios”kata Sungmin sambil melambai-lambaikan daunnya.

“Sudah…sudah, kalian jangan cari mati ama om jangkrik yah, cukup…cukup…”kata Leeteuk.

“Iya Teuki hyung, mian deh gara-gara kesarapan kita sering Hyung disalahin ama animal-animal lain. Mian…mian…”kata Siwon.

Langsung aja kesembilan member kebun itu langsung ng-edan-ce sorry sorry.

Sorry sorry sorry sorry nega nega nega moncho nege nege nege… bla…bla…

“SORRYYYYYYYYYYYYYYYY……” seru Kyuhyun menutup lagu sorry sorry. Kurang lebih 4 menit mereka nyanyi eh…. ternyata…..

“TEUKI HYUNG!!! BANGUUUUUUUUUUUUUUUUN!!!” seru kesembilan sayur membangunkan Leeteuk yang ternyata dari tadi udah tertidur dengan pulasnya.

“Eh…oh…apa apa?”tanya Leeteuk sambil toleh kanan toleh kiri dengan matanya yang sipit.

“Hyung sungguh ter…la…lu! kita udah nyanyiin lagu kesukaan Hyung mpe pegel-pegel, rontok nih daun gara-gara tabrakan ama Siwon and Yesung Hyung waktu ng-edan-ce, eh, ternyata kagak didengerin,”kata Shindong ngambek sampai semua payungnya mengkerut.

“Iya nih, padahal tadi aku ama Sungmin ng-edan-ce na udah top abis lhoh, sampe kita berdua tadi guling-guling di tanah hanya untuk Teuki Hyung,”kata Ryeowook langsung diperkuat oleh anggukan Sungmin.

“Hyung, aku udah susah payah nyanyiin Hyung. Ga denger apa kalo sekarang aku udah serak nih,”kata Kyuhyun ikut-ikutan ngambek.

“OMOOOOO…. mian…mian… kagak denger Hyung. Oh, maafkan Hyung yah dongsaeng-dongsaengku tersayang. Sorry maafin, mohon maaf lahir dan batin ya, minal aidin wal faizin…bla…bla….,”ocehan kagak nyambungnya ala leader kebon Leeteuk membuat seluruh member kebun merasa ngantuk, apalagi ujung-ujungnya malah Leeteuk nyanyi lagu Keong Racun.

“Sorry…sorry…sorry jek….dst” sampai lagu selesai.

“Udahan Hyung?”tanya Heechul saat Leeteuk sudah selesai nyanyi.

“Hah, apanya?”tanya Leeteuk ga ngerti.

“NYANYINYAAAAAA!!!”teriak seluruh member kebun membuat Leeteuk lepas dari pohonnya (??????).

Baru saja Leeteuk mau protes kepada dongsaeng-dongsaengnya tiba-tiba terjadi suatu hal yang tak terkira…..

BUGH!!!!!!! $#$##@#$$%%$#@#$%^&&^%$$##

Sebuah benda berwarna ungu tiba-tiba jatuh dari langit, menimpa Leeteuk yang sebenarnya mau berdiri dan membuat Leeteuk jadi pingsan lagi. Benda ungu yang bentuknya agak panjang itu mental dengan tragis ke arah semak-semak. Kebetulan di semak-semak itu ada pohon terong yang baru ditanam Minrim beberapa hari yang lalu sehingga belum berbuah. Semua member shock apalagi setelah mereka tahu bahwa leader mereka pingsan di tempat. Langsung semuanya berupaya untuk menyadarkan Leeteuk yang yang sedang pingsan.

“Hyung bangun…bangun Hyung,”kata Ryeowook yang udak mewek, takut terjadi apa-apa pada hyungnya tersayang. Namun Leeteuk tak kunjung bangun. Semua member memanggil-manggil nama Leeteuk tapi apa daya, Tuhan berkehendak lain, manusia hanya bisa berusaha dan hanya Tuhan lah yang memutuskan *dikerek ama dokter se-IDI*, sekeras usaha mereka membangunkan Leeteuk, namun Leeteuk juga tak mau bangun. Bahkan usaha mereka sampai yang ganas-ganas juga, Shindong melempari Leeteuk dengan spora gatalnya, Kyuhyun dan Heechul melempari dengan biji super pedasnya, Sungmin menindih-nindih Leeteuk dengan bodi bulet gedenya, Yesung melempar Leeteuk dengan ulet bulu yang dari kemarin ternyata udah nyarang di brokolinya Yesung *dilempar kertas sekilo ama istrinya Ecung oppa*, Eunyuk menggelitiki dengan bagian tubuhnya yang udah bentuk sedemikian hingga menyerupai sikat kamar mandi *Bahasa macam apa ini?????*, Siwon dan Ryeowook sampai mengipas-ngipasi Leeteuk dengan daunnya *nih, malah bukannya bangun malah keenakan tidur /PLAKK!!! NEXT!!!*, dan Donghae sampai mengeluarkan bau khas bawang bombaynya sehingga membuat member lain nangis bombay. Namun, apa daya, Leeteuk tak kunjung bangun.

Zzzzzzzzzzz……SRUGH……..

Semua member menoleh ke arah Leeteuk dan melirik ke arahnya. Ternyata……..

Leeteuk dengan senyum malaikatnya tidur dengan pulas di atas tanah….. membuat member lain pada ……. GEDUBRAKKK!!!

“Jiah, rupanya tidur,”kata Kyuhyun

“Aish!!! Kirain……….,”kata Siwon.

“Apa kalian mau kubantu untuk membangunkan teman kalian ini…?”tiba-tiba ada suara di belakang mereka. Sedikit terkejut dan dengan full penasaran, kesembilan member yang lagi frustasi high quality itu menoleh ke arah suara misterius tadi. Sesosok benda muncul dari balik semak-semak. Siapa dia???

@@@@@@@@@@

Di sebuah meja makan tampak sekumpulan keluarga duduk untuk makan malam. Kibum Haraboji, Eunhee Halmoeni, Richan Jumma, Minrim dan Hyunri duduk di sana dengan tenang menyantap makan malam mereka.

“Wah, masakan Jumma bener-bener enak,”kata Minrim memuji sambil menyuapkan sepotong kimbab ke dalam mulutnya *Eomma juga pengen sayang, /PLAK!!!*. namun, Richan tak bergeming terhadap kata-kata ponakannya. Memang ya, ahjumma ga punya hati! *dilempar biji paprika ama tokoh yang bersangkutan*.

“Umma, kok diam saja,”kata Hyunri. Richan melirik sebentar ke arah anaknya.

“Ga apa-apa sayang, ayo cepet dimakan,”kata Richan. Hyunri merasa tidak enak dengan Minrim yang sangat diabaikan oleh ummanya dan Minrim tanpa menghabiskan makanannya langsung berlari ke arah kamarnya. Hyunri melihat ada setetes air bening dari mata Minrim. Dia langsung menyusul sepupunya ke kamar. Sementara itu Richan hanya menghela napas.

“Richan, Appa tak suka dengan sikap kamu terhadap Minrim,”Kata Kibum sambil menatap tajam ke arah Richan. Namun Richan melanjutkan makanannya *anak ga sopan nih, masa diajak omong ama appanya dicuekin,,,,, kabur sebelum yang punya nama sewot karena dibikin karakter nyebelin, wkwkwkwwkwk*

“Richan!!!”seru Kibum marah.

“Richan, gimanapun juga Minrim itu ponakan kamu! Dia anak dari unni kamu Dongrim,”kata Eunhee. *kapan ya aku jadi punya hubungan darah ama Richan <~~~~~~ author babo!!!!*

“Umma, Appa!!! Justru itu! Justru karena Minrim anak dari unni aku jadi membencinya! Kalau bukan gara-gara dia, ga mungkin unni dan Sungmin oppa meninggal *maaf, ini hanya cerita fiktif belaka, ada kesamaan tokoh namun tak ada kesamaan nasib wehehehehe*.

“Richan, kamu jangan begitu. Unnimu dan suaminya meninggal dalam kecelakaan mobil, bukan karena Minrim dan itu sudah nasib!!!”kata Eunhee.

Richan menarik napasnya dalam-dalam.”Umma! mobil mereka kecelakaan gara-gara waktu itu mereka berusaha untuk menenangkan Minrim yang sedang menangis, sehingga Sungmin Oppa tidak konsentrasi pada kemudinya dan mobil mereka menabrak truk!” kata Richan sambil meneteskan air mata. *Ya Tuhan, oh my sungmin!!! Itu truk mainan punya ponakan kita yah, ditendank ma readers dari tadi nge-gaje*

“Iya, tapi Tuhan masih sayang pada kita Richan, buktinya Tuhan menyelamatkan Minrim yang waktu itu masih bayi,”kata Eunhee yang matanya udah berkaca-kaca. *me: Unn, mau tissu? Unni: unni??? Di sini aku umma kamu! Me: umma, mau tisu? Umma: emang aku udah tua apa dipanggil umma, setua itukah diriku???? ….Okey deh daripada ngedengerin author ama salah satu tokoh ribut, mending next aja yah…*

Richan langsung pergi ke arah kamarnya sambil menangis.

BLAM!!! Terdengar suara pintu kamar dibanting keras. Membuat Kibum dan Eunhee menutup telinga mereka.

“Jagi, bagaimana ini?”tanya Kibum pada istrinya tersayang dan hanya dibalas oleh Eunhee dengan gelengan kepala….

@@@@@@@@@@

“Nama aku Kangin si Terong Perkasa. Tadi aku sedang melakukan perang di kebun yang letaknya mungkin sangat jauh dari sini. Kami sedang berperang melawan hama dan gulma yang sudah mewabah di kampung sebelah. Namun, mereka berhasil menangkapku dan aku ditaruh di sebuah petasan yang tanpa sengaja dijatuhkan oleh seorang anak yang babo. Akhirnya karena petasan itu dinyalakan, aku sampai ke sini deh,”kata kangin dengan nada kaku ala tentara. Semua member mendengarkan kata Kangin si terong ungu dengan cermat, yah kecuali Leeteuk karena masih tidur pules.

“Jadi, kalian sedang berperang?”tanya Heechul. Kangin hanya mengangguk.

“Okey, katanya tadi kamu janji mau membangunkan Hyung kami,”kata Ryeowook sambil menoleh ke arah hyungnya.

Kangin langsung beranjak tanpa ba bi bu. Dia menuju ke semak-semka di mana tadi ia jatuh. Agak lama Kangin tidak muncul. Kurang lebih 2 menit, Kangin muncul dari balik semak-semak dengan membawa sebuah benda yang ukurannya separo dari tubuh Kangin bentuknya tabung. Kangin meletakkan di samping tubuh Leeteuk.

“Kalian semua mundur,”perintah Kangin. Dengan takut-takut seluruh menber itu mundur. Memperhatikan apa yang akan dilakukan oleh Kangin.

Kangin mengambil dua kerikil dan menggosok-gosok ala manusia purba sehingga muncul percikan api. Api itu diarahkan ke arah benda asing tadi. Semua member hanya melongo.

Setelah itu Kangin mundur 10 langkah dan langsung melakukan countdown

3…2…1………………………………….

DUARRRRRR!!!!!…..

Leeteuk bangun karena mendengar suara ledakan.

“Apa…apa…ada apa??????”seru Leeteuk dengan gaya latah dan jempalitan ga jelas. Setelah suasana agak tenang, dia menoleh ke arah lurus didepannya. Sebuah terong sedang menatap tajam ke arahnya……

Krik…krik…krik….

Setelah beberapa menit….

“Oh, begitu, jadi mana kamu Kangin ya. Perkenalkan nama aku adalah Leeteuk, biasanya sih dipanggil Teuki,”kata Leeteuk pada Kangin. Setelah mendengar cerita dari dongsaengnya tentang Kangin, Leeteuk tidak marah, malah merasa tersanjung karena kebunnya kedatangan pejuang. ^^

“Apa, nama Anda Teki?”tanya Kangin. Leeteuk langsung merasa down and drop.

“Ani…ani… bukan. Teki mah nama rumput Kangin, Teuki bukan Teki,”kata Shindong.

Kangin tampak berfikir,”O,…. Tuki?”tanya Kangin membuat Leeteuk GUBRAK!

“Bukan, Tuki! Emang Tukiyem apa??? Teuki… Teuki..”kata Kyuhyun udah sebel.

“Teuki,” kata Kangin pendek membuat seluruh member bernapas lega. Huft…..

“Okey, jadi selanjutnya apa yang akan kau lakukan Kangin-shi? Kamu sekarang terpisah dengan teman-temanmu,” tanya Teuki melupakan insiden teki dan tuki yang barusan terjadi. Kangin nampak berpikir keras. Dia tidak tahu apa yang akan ia lakukan sekarang. Bahkan saat ini ia sendiri tak tahu di mana ia berada.

“Hmmmm…. aku sendiri juga tidak tahu harus bagaimana, tapi yang jelas rombongan gulma-gulma itu masih merajalela. Mereka sudah menjajah hampir separuh kebun yang ada di dunia ini. Untungnya, ternyata mereka belum sampai ke sini. Tapi kalian harus tetap hati-hati karena aku yakin mereka pasti akan sampai di kebun ini,” kata Kangin panjang lebar sama dengan luas persegi panjang *dilempar pake penggaris segitiga*.

Nampak seluruh sayur yang ada di kebun itu terdiam, speechless. Mereka merasa takut kalau terjadi sesuatu dengan kebun rumah mereka tercinta.

“Lalu, apa yang sebenarnya mereka lakukan pada kebun-kebun yang berhasil mereka jajah?” tanya Sungmin penasaran. Kangin nampak menghela napas pelan.

“Mereka merampas seluruh makanan yang akan kita konsumsi, air dan mineral yang harusnya kita makan, mereka ambil dengan paksa. Mereka itu memang parasit! Yang lebih parah lagi, mereka menyuruh kita untuk kerja paksa. Mereka menyuruh kami semua untuk bekerja keras mengumpulkan air dan mineral untuk mereka. Dan kami harus menyetorkan makanan yang kami peroleh 80 persen! kami menyebut sistem ini sebagai “lomaksa” *kalo Jepang kan puya istilah romusha buat sistem kerja paksa ~~~>>> maksa banget nih nyama-nyamain ~~~~> readers : lo maksa!!!!*. benar-benar memaksa! Akibatnya sebagian besar dari penghuni kebun kami yang terdiri dari terong, bayam, singkong, pete, jahe, jengkol, pare, dan masih banyak lagi tanaman-tanaman lain mengalami busung lapar. Kami kurang gizi, dan kami hanya sedikit memiliki tenaga untuk melawan mereka,” terang Kangin sambil menangis, bukan karena merasa sedih, tetapi karena sejak tadi Donghae mengeluarkan aroma bawang bombaynya yang sudah seperti gas air mata.

“Aigo, kezam sekali mereka, sungguh ter…la…lu!!!” kata Shindong sambil geleng-geleng kepala.

“Iya, aku pasti akan memusnahkan si Jandi itu!!!” kata Kangin semangat dengan mata berapi-api *awas entar jadi terong bakar deh ~~~> /Plak!!!*

“Jandi? Nuguseyo?” tanya Eunhyuk sambil mengernyitkan togenya.

“Pemimpin rumput-rumput itu namanya Jandi,” kata Kangin.

Kesebelas sayur itu langsung termenung. Mereka sungguh takut kejadian menggenaskan itu akan terjadi pada diri mereka. Mereka takut kalau mereka nanti menjadi busung lapar. Entah apa yang terjadi kalau Kyuhyun, Sungmin, dan Ryeowook jadi busung lapar.

“Apa jadinya kalau aku mengalami busung lapar. Pasti aku akan menjadi kurus. Aku akan mejadi paprika ceking dan pasti bentuknya kaya Heechul Hyung. Hiks…” kata Kyuhyun memelas. Heechul langsung merah padam mendengar omongan Kyuhyun yang menyesakkan dadanya.

“Hei Kyu, di mana-mana yang namanya busung lapar itu perutnya jadi buncit. Malah aku yang bakal nangis semalam kalau sampai aku jadi buncit jadi kaya kamu!!!” kata Heechul tak mau kalah. Keduanya sudah siap melakukan perang lokal namun dicegah oleh Leeteuk.

“Kalau kalian berdua bertengkar lagi, akan kulempar ke kebun samping,” kata Leeteuk pelan tapi garang. Kyuhyun dan Heechul langsung diam. Mereka tahu kalau di kebun sebelah isinya adalah tanaman-tanaman berduri seperti mawar, kaktus, bunga putri malu, de el el.

“Hiks… aku menyesal mengapa kemarin aku sempat ingin menyuruh si ulet buat kerja rodi,” kata Ryeowook sambil terisak.

“Sudahlah, sekarang kita harus pikirkan sesuatu untuk mencegah kejadian tragis yang dialami oleh kebun-kebun itu,” kata Leeteuk.

“Kita semua harus bekerja sama melawan gulma-gulma itu. Kita harus mempersiapkan diri untuk melawan gulma-gulma itu seandainya saja mereka semua sampai di sini,” kata Kangin penuh semangat.

“Maksudmu, kita akan berperang???” tanya Yesung kaget. Kangin mengangguk dengan pasti dan tegas.

“Kita harus memanfaatkan waktu kita, aku akan melatih kalian bagaimana cara menghadapi mereka nanti,” kata Kangin.

“Kami???” seru kesepuluh sayur di sana serempak.

@@@@@@@@@@

Esok paginya sebelum berangkat ke sekolah, Minrim menyempatkan diri untuk menonton berita di televisi. Matanya masih sembab karena menangis semalam. Untung Hyunri dapat menenangkannya. Kebetulan acara saat itu adalah berita petang *lho…lho…lho…*. Minrim menyaksikan berita di televisi itu dengan seksama.

Pemirsa, jumpa lagi dengan saya Kang Hodong dalam Berita Petang. BEnar-benar membeRI warTA yang PEnting, akTuAl dan bukan bohoNGan. Pagi ini kami akan memberikan informasi mengenai peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di seluruh dunia. Berita utama pagi ini adalah mengenai suatu bencana yang sangat meresahkan para pekebun di seluruh dunia. Para pekebun di daerah Seoul merasa resah karena tanaman-tanaman kebun mereka diserang sekumpulan rumput-rumput liar atau sering kita sebut gulma. Gulma-gulma ini sangat sulit dibasmi. Bahkan herbisida yang mereka gunakan untuk memusnahkan tanaman-tanaman penganggu tersebut juga tidak mempan. Apakan hal ini menunjukkan adanya resistansi yang muncul pada diri gulma? Ataukah gulma-gulma itu telah mengalami mutasi yang menyebabkan mereka terus mengganas, sehingga sulit untuk dibasmi? Kejadian ini sudah mencapai separuh dari Korea bahkan juga di luar negeri. Sesaat lagi akan kita dengar laporan dari Shin Dongyup dari lokasi.

Minrim tiba-tiba merasakan badannya dingin semua. Dia merasa ketakutan.

“Oh My God! Apa yang terjadi? Astaga, aku harus melindungi kebunku dari serangan gulma itu. Aku tak mau kejadian buruk itu menimpa sayur-sayur di kebunku,” gumam Minrim.

To be continue……

okey selesai……..

😀

Diposkan pada 로맨스 ♥ Romance, 미스테리 ♥ Mystery, 계속 ♥ Countinue, Fanfiction, 형제 ♥ Brothership, 우정 ♥ Friendship

Protected Brother . . . Part 13

Annyeong semua… (^o^)/

Mian aku baru bisa post PB part13′na hari ini. 10 hari ini aku sakit, bengek + demam tinggi *ngga ada yang tanya* jd ngga bs menlanjutkan FF, tapi hari ini kondisi badanku sudah jauh lebih baik.


Setelah menempuh waktu yang cukup lama akhirnya Kibum dan Eunhyuk sampai di sebuah sekolah yang cukup ternama bernama SMP Daegu.

“Jadi ini sekolah Jin Ki sepupumu itu?” Tanya Kibum sambil menatap kagum bangunan yang ada di hadapannya.

“Ne.”

“Besar juga gedung sekolahnya untuk tingkat SMP.” Ujar Kibum menatap berkeliling gedung sekolah Jin Ki.

“SMP Daegu termasuk sekolah terelit di Korea. Aku akan menghubungi Jin Ki dan memberitahu bahwa kita sudah sampai di sekolahnya.” Eunhyuk mengambil ponsel dari dalam saku celananya dan segera menghubungi Jin Ki.

Saat Eunhyuk sibuk dengan ponselnya, Kibum keluar dari dalam mobilnya menatap kagum bangunan putih besar yang menjulang tinggi keatas itu. Entah ada berapa banyak anak yang bersekolah disini. Di halaman depan sekolah ini terdapat sebuah taman indah yang cukup luas. Keindahannya bertambah dengan ditumbuhinya bunga mawar di sekitar taman. Kibum pun melangkahkan kakinya untuk melihat-lihat sekitar bangunan itu. Sekilas Kibum melihat sekelompok siswa sedang mengancam seorang laki-laki paruh baya dengan kasar. “Ternyata ada sekelompok anak sok jagoan juga disini.” Kibum berkata pada dirinya sendiri. Tanpa memperdulikan apa yang dilihatnya, Kibum kembali mendekati Eunhyuk.

“Kau sudah menghubungi Jin Ki?” Tanya Kibum pada Eunhyuk.

“Ne, sudah.  Tapi dia baru bisa menemui kita saat jam istirahat, sekitar setengah jam nanti.” Ujar Eunhyuk sambil menatap jam yang ada dipergelangan tangannya.

“Baiklah, kalau begitu kita tunggu saja dimobil.” Kibum kembali memasuki mobilnya.

Jam istirahat SMP Daegu…

Jin Ki segera belari keluar kelasnya untuk menemui Kibum dan Eunhyuk ditempat parkiran. “Hyung!” Panggil Jinki sambil berlari menuju Eunhyuk dan Kibum. “Mian, sudah membuat kalian menunggu lama.”

“Gwaenchana Jin Ki-ah, lagian kami juga tidak menunggu terlalu lama.” Ujar Eunhyuk santai.

“Sekarang kau bisa mengantarkan kami pada anak yang menyebarkan video itu?” Sebenarnya Kibumlah yang sejak tadi sudah tidak sabar menunggu kedatangan Jin Ki.

“Ne. Ayo ikut aku!” Jin Ki menyuruh Eunhyuk dan Kibum untuk mengikuti langkahnya.

~~~~~~~~~~

Ternyata Jin Ki membawa Eunhyuk dan Kibum ke kantin sekolahnya. Saat mereka berjalan melalui koridor-koridor kelas, banyak pasang mata yang menatap kearah mereka, lebih tepatnya para yeoja terpesona dengan sosok Kibum yang super tampan.

Dikantin Jin Ki menunjuk seseorang yang sedang duduk ditengah-tengah kerumunan orang yang merupakan kelompok anak-anak nakal. Ya, dialah senior Jin Ki yang bernama Key. Kali ini Kibum tidak salah menilai sosok yang bernama Key itu. Sungguh berantakan, urakan, dan kasar. Key dikelilingin oleh siswa-siswa yang patuh dan tunduk dengannya. ‘Dia kan anak yang sok jagoan itu…’ Batin Kibum menyadari sosok Key adalah anak yang mengancam laki-laki paruh baya yang dilihatnya tadi.

“Biar aku yang menghadapinya.” Eunhyuk yang sudah siap mental untuk menghajar Key harus dapat memendam amarahnya karna dicegah oleh Kibum.

“Jangan…! Kau jangan gegabah, ingat kita ada disarang mereka. Kau mau nanti kita berurusan juga dengan pihak sekolah?” Mendengar perkataan Kibum nyali eunhyuk langsung menciut.

“Lalu bagaimana kita menanyakan tentang video itu, hyung?” Tanya Jin Ki penasaran.

“Sebaiknya kita tanyakan itu padanya setelah pulang sekolah.” Ujar Kibum sambil menimbang-nimbang resiko saat dia menanyakan tentang video itu pada Key. Ada kemungkinan akan ada sedikit perkelahian, karna kelihatannya Key bukanlah orang yang mudah diajak bicara baik-baik.

~~~~~~~~~~

Lanjutkan membaca “Protected Brother . . . Part 13”