Because That Is You

Standar

Author by: Nirwana (http://www.nichanpark.wordpress.com)  @nirwana_ncjw

Anyeong!! ^^

Saya kembali dengan FF baru

Makasih ya buat apresiasi kalian di FF ku yang sebelumnya. Gamsahamnida ^Bow^

Aku harap pada suka sama Oneshootku yang baru ya. RCL please….

 

“Hey!! Apa kau akan tetap duduk ditempat itu?” Tanya seorang gadis berperawakan pendek berpipi pualam tembam dan sedikit berisi. Gadis itu berjalan mendekatinya lalu duduk dihadapan pria itu.

Pria itu mendongak. Mengalihkan fokus pandangannya dari buku agenda yang ada ditangannya. “Aku akan menunggumu disini.” Ujarnya lembut lalu kembali fokus terhadap buku agendanya.

“Cish…” Gadis itu mencibir. Dia merasa penasaran lalu mencoba mencoba mengintip apa yang sedang ditulis oleh pria itu. “Apa yang sedang kau kerjakan?”

Pria itu langsung menutup buku agenda manakala gadis dihadapannya itu mencoba mencuri lihat kearah buku agenda miliknya. “Lihat apa kau? Lebih baik kau urusi muridmu yang tidak menang olimpiade!!” Hardiknya.

“Coba kau yang mengurus mereka! Sudah bagus kalau mereka bisa lolos tahap dua karenamu!” Dan gadis itu meninggalkan pria itu dengan mulut yang masih saja menggurutu kesal.

Kyuhyun. Cho Kyuhyun. Nama pria itu. Pria itu tersenyum saat melihat apa yang ada dalam buku agenda miliknya. Sebuah lukisan seorang pria dan wanitanya. Mereka berdua terlihat bahagia dalam balutan pakaian pernikah mereka.

Dia teringat saat minggu lalu, dia memerkenalkan Byulhyun kepada keluarganya sebagai gadis yang ia pilih untuk menjadi pasangan hidupnya. Ralat. Yang lebih tepat, gadis yang rupanya hatinya tetapkan sebagai separuh lain dari dirinya. Dan saat itu, Kakaknya, Ahra, menanyakan alasan kenapa Kyuhyun memilih gadis itu.

Jujur dia tidak tahu, kenapa dia memilih Byulhyun. Yang ia tahu hanyalah dia selalu merasa bila Byulhyun bisa selalu melangkapi hidupnya.

Dan kini dia terusik. Terusik untuk mencari alasan kenapa hatinya memilihnya. Kenapa bukan gadis lain. Bukan karena dia tidak mencintai Byulhyun. Justru karena dia ingin mencintai gadis itu, dia merasa harus tahu alasannya.

-=.=-

She is one in million …

Kyuhyun sadar. Amat sangat sadar, bila masih banyak gadis yang jauh lebih baik dari pada Byulhyun. Tapi ada hal yang membuat Kyuhyun merasa dia jauh lebih baik dari pada gadis manapun. Bagi Kyuhyun, Byulhyun adalah gadis yang paling baik diantara jutaan gadis lain di dunia ini.

Tapi apa? Apa yang membuat gadis itu selalu menjadi yang terbaik di mata Kyuhyun? Kyuhyun sendiri tak tahu apa alasannya.

Kyuhyun memerhatikan Byulhyun yang kini tengah memberi motivasi untuk anak didiknya yang baru kalah dari olimpiade beberapa hari lalu.

“Manusia memang tidak ada yang sempurna. Normalnya memang seperti itu. Karena itu sudah menjadi takdir kita. Kita terkadang malas, kadang kurang peduli, penuh nafsu dan ambisi, sombong, menjad penakut, dan kadang tidak berani berbuat sesuatu walaupun kita tahu itu benar. Kita juga terkadang tidak belajar dari kesalahan. Kita selalu menginginkan harta, kekuasaan, dan kebahagian tanpa mau berjuang dan berkorban dan bahkan mau mencurinya dari orang lain.” Ujar gadis itu bijak.

Kyuhyun ikut mendengarkan penuturan Byulhyun. Kemudian Byulhyun menambahkan, “Tapi, manusia memang diberikan Tuhan sebuah anugerah yang luar biasa. Kita memiliki kemampuan untuk belajar dan berubah. Kita bisa berbuat baik dan makin baik. Walau membutuhkan waktu bertahun-tahun, tuhan juga pada akhirnya akan memberikan sedikit ujian untuk membuat manusia berubah demi kebaikan. Jadi anggap saja, kekalahan kita waktu lalu, adalah cara Tuhan untuk mengingatkan kita bahwa kita tidak boleh sombong. Kita sudah terlalu percaya diri akan kemamupuan kita jadi kurang memersiapkan.”

Keurom, Kim Saem, apa yang harus kita lakukan?” tanya salah seorang muridnya.

Byulhyun tersenyum lalu terlihat berpikir. “Minggu depan masih ada kesempatan. Kita harus belajar seakan-akan kita belum tahu banyak. Kita belajar seakan-akan kita orang biasa yang haus akan pengetahuan. Jangan berpikir kita adalah yang terbaik, karena akan membuat kita cepat puas! Arrachi?”

“Ne Saem!!” Keenam murid Byulhyun menjawab serempak dengan wajah berseri-seri.

Cohda! Mari kita buktikan, Tim B bisa melakukannya!”

NE~!!”

Kyuhyun tersenyum melihat pemandangan dihadapannya. Kini dia tahu dimana letak perbedaan Byulhyun dengan gadis lain.

Byulhyun. Pada gadis seumurunnya, banyak gadis yang memilih untuk pergi bersama teman temannya, berbelanja, dan sibuk menggaet pria seumurannya. Tapi tidak dengan Byulhyun. Gadisnya itu memilih untuk mendidikasikan dirinya untuk membantu murid muridnya meraih medali dalam olimpiade.

Gadisnya juga berpikiran jauh lebih dewasa. Bahkan jauh lebih dewasa dibandingkan Kyuhyun yang berumur empat tahun lebih tua.

Dan juga, gadis seumuran dia, sulit untuk membangkitakan semangat dan memotivasi remaja berumur lima belas tahun. Kyuhyun tersenyum lebar. Terbesit rasa bangga dalam hatinya.

Dia sudah menemukan satu alasan untuk mencari tahu jawaban kenapa hatinya bisa memilih Byulhyun. Tapi ini baru satu alasan. Cukupkah hanya dengan satu alasan untuk mencintai seseorang?

-=.=-

She is a little angelic devil that spell on me …

Kyuhyun dan Byulhyun berjalan beriringan. Sementara Byulhyun mengalungkan tangannya di lengan kiri Kyuhyun.

Berdua. Berjalan bersama ditaman selama musim semi. Tidak ada yang lebih baik dari pada ini untuk berkencan.

Oppa! Disana ada yang menjual permen kapas.” Ujar Byulhyun sambil menenjuk sebuah kios yang menjual permen kapas.

“Lalu?”

“Lalu? Aku mau.” Ujar Byulhyun manja.

“Kalau mau kau beli saja. Apa susahnya!” Balas Kyuhyun.

Byulhyun melepas rangkulan tangannya. Dia menatap Kyuhyun tidak percaya. Dia memukul lengan Kyuhyun cukup keras. “Belikan satu untukku!!”

“Memang kau tidak bisa beli sendiri?” Jawab Kyuhyun malas.

“Aku tunggu di kursi taman itu!” Ujar Byulhyun sambil menunjuk salah satu bangku kosong ditaman itu. “Kau harus membelikan satu untukku! Aku tidak mau tahu!!” ujarnya. Lalu tanpa menunggu balasan Kyuhyun, dia langsung berjalan meninggalkan Kyuhyun. Kyuhyun menghela nafasnya. Lalu dengan santai mengikuti Byulhyun dari belakang.

Byulhyun merasa ada yang mengikutinya, dia membalikan tubuhnya. Dan saat berbalik, badan Kyuhyun tepat selengkah dibelakangnya. “YA!! Kenapa kau tidak berjalan kesana dan membelikanku permen kapas?” bentaknya kesal. Dengan paksa dia membalikan bada Kyuhyun dan mendorongnya menuju kios itu. “Cepat belikan aku permen kapas itu!!”

Arra!” ujar Kyuhyun pasrah lalu berjalan sendiri menuju kios permen kapas itu. Dari pertama kali, Kyuhyun akan mengiyakan ucapan Byulhyun. Tapi entah kenapa, dia ingin menguji, bisakah dia menolak permintaan Byulhyun. Dan ternyata tidak bisa. Dia tersenyum mengingat itu.

“Dua permen kapas, Ahjussi!” Ujar Kyuhyun memesan permen kapas.

Dia berbalik dan menyandarkan punggungnya di dinding kios itu. Matanya terus menatap Byulhyun yang asik dengan buku yang sedang ia baca.

Dia teringat saat dia dan Sungmin sedang bertengkar dan menyuarakan aksi diam. Disaat semua member lain sudah menyerah untuk membujuk mereka karena hasilnya nihil. Ajaibnya, saat Byulhyun menyuruhnya untuk memulai pembicaraan dengan Sungmin, tanpa berpikir dua kali, dia langsung melakukannya.

Entah untuk alasan apa, Kyuhyun tidak bisa menolak ucapan Byulhyun. Semua yang gadis itu katakan selalu ia turuti. Entahlah. Perkataan gadis itu seakan memiliki sihir agar Kyuhyun bisa menurutinya.

Dipirkan lagi, gadis itu bukan tipe gadis yang akan manja dengan kekasihnya. Byulhyun bersikap sedikit kasar padanya. Mengingat Kyuhyun memiliki julukan ‘Evil Magnae’ di grupnya, Byulhyun bersikap seperti itu juga untuk menghadapi Kyuhyun.

Dengan sifat gadis itu yang sama seperti dirinya –evil, sedikit kasar dan bertindak semaunya. Entah kenapa, dia tidak memersalakannya. Semua itu tidak masalah bagi Kyuhyun, selama gadis itu tetap menjadi miliknya dan ada disisinya, dan asalkan gadis itu tetap Byulhyunnya.

Kyuhyun tersenyum memikirkan hal itu. Dia mengacak-acak rambutnya. Bagaimana bisa, raja iblis sepertiku dikalahkan gadis primitif itu?

“Tuan, ini permen kapas yang kau pesan.” Ujar Ahjussi penjualnya.

“Ah ne.” Kyuhyun menerima dua permen kapas berwarna biru langit itu. Lalu memberikan beberapa lembar won untuk membayarnya. “Ini uangnya.”

Ahjussi itu menerimanya sambil tersenyum. “Gamsahamnida. Apa dia kekasihmu? Dari tadi kau terus memerhatikan gadis itu sambil tersenyum.” Tanyanya sambil menunjuk arah taman.

Jinjayo?” Dia meras malu saat Ahjussi memerhatikannya sedang mengamati Byulhyun. Lalu Kyuhyun mengikuti arah yang ditunjuk Ahjussi itu. Dia tersenyum saat Ahjussi itu menunjuk Byulhyun yang tengah duduk dan masih membaca bukunya sambil mendengarkan musik. “Ne, Ahjussi.”

“Begitu? Melihat gadis itu kurasa dia tidak bisa bersanding denganmu.” Ujarnya sambil mengembil uang kembalian.

Mwo?” Kyuhyun kaget dan sangsi mendengar penuturan Ahjussi itu. Dengan kikuk dia menerima uang kembaliannya.

“Tapi melihat kalian berjalan bersama tadi, entah kenapa, kalian terlihat serasi.” Ujar Ahjussi itu sambil tersenyum lebar.

Gamsahamnida.” Ujar Kyuhyun sambil tersenyum puas dan bahagia lalu berjalan mendekati Byulhyun.

“Ini permen kapasmu.” Ucapnya setelah duduk disamping Byulhyun kemudian memberikan satu permen kapas itu.

Byulhyun menyimpan bukunya kedalam tas lalu menerimanya sambil tersenyum. “Gomawo. Mau?” Byulhyun menyodorkan sebelah dari earphonenya. Kyuhyun mengambil earphone itu lalu memasangnya di telinga kirinya. Detik berikutnya mereka menikmati permen kapas itu dalam diam.

“Adik kecil! Kemarilah!” Panggil Byulhyun. Kemudian seorang gadis kecil berumur tujuh tahun berjalan mendekati Byulhyun dan Kyuhyun. “Dari tadi kau memerhatikan Eonnie ya?”

Gadis kecil itu tidak menjawab dan hanya terus memerhatikan permen kapas ditangan Byulhyun. Seolah mengerti, Byulhyun tersenyum. “Kau mau permen kapas ini?”

Gadis kecil itu mengangguk. Byulhyun menoleh menatap Kyuhyun yang masih asik sendiri dengan permen kapasnya. Byulhyun menyenggol lengan Kyuhyun.

Kyuhyun menoleh malas. “Apa?”

“Berikan permenmu! Gadis kecil ini mau permen!” Perintahnya.

“Berikan saja punyamu! Kau punya sendiri, kan?” Balas Kyuhyun malas lalu kembali menjumput perman kapas itu dan memasukannya kedalam mulut.

“Cish…” Desisnya kesal. Byulhyun langsung mengambil perman kapas yang ada di genggaman Kyuhyun.

“YA!!” Seru Kyuhyun tidak terima.

Byulhyun menatap Kyuhyun dan melakukan ­merong. Kemudian menatap pada gadis kecil dihadapannya. “Ini untukmu!” ujar Byulhyun lalu menyerahkan permen kapas milik Kyuhyun kepada gadis kecil itu.

Jinja?” Tanya gadis itu dengan wajah berseri. Gadis itu mengambil permen kapas itu. “Gomawoyo, Eonnie!!” ujarnya senang lalu menatap Kyuhyun dengan tatapan menyebalkan. “Oppa pelit!!” Ujarnya polos lalu melakukan merong pada Kyuhyun kemudian berbalik pergi meninggalkan Byulhyun dan Kyuhyun untuk berkumpul kembali bersama teman-temannya.

“YA!! Bocah itu benar-benar… Sudah bagus aku mau memberikan permen itu padanya.” Ujarnya kesal.

“Bukan kau yang memberikannya. Tapi aku.” Timpal Byulhyun santai.

“Lalu kenapa kau memberikan permenku? Yang mau membantunya itu kau. Bukan aku!” Ucap Kyuhyun kesal.

“YA!! Kalau aku memberikan permenku, aku makan apa?”

“Seharusnya kau pikirkan itu juga untukku. Sekarang aku makan apa?” Tanyanya kesal.

“Itu bukan urusanku.” Jawab Byulhyun acuh lalu kembali menikmati permen kapasnya.

“Ck…” Kyuhyun berdecak kesal. Marahpun tidak ada gunanya. Permennya tidak akan kembali padanya. Kesal, Kyuhyun membuang mukanya kesembarang arah sambil sedikit memanyunkan bibirnya.

Tiba-tiba Kyuhyun tersentak saat Byulhyun menyodorkan sejumput permen kapas di depan mulutnya. Kyuhyun menoleh menatap Byulhyun. “Mogo!” Ucap gadis itu pelan. Kyuhyun membuka mulutnya lalu memasukan permen kapas itu kedalam mulutnya. Dia melumat permen kapas itu sambil tersenyum.

Sementara Byulhyun kembali menikmati permen kapasnya sambil mengangguk-anggukan kepala sesuai irama lagu, Kyuhyun malah terus memandangi Byulhyun.

Gadis ini. detik sebelumnya dia bisa bersikap mengerikan. Detik ini berubah acuh. Dan detik berikutnya dia bisa bersikap manis.

Gadis ini bisa berubah sifatnya kapanpun ia mau. Sikap ini yang membuat Kyuhyun bisa merasakan asam manis dan pahitnya hubungan asmasaranya.

Sikap Byulhyun yang berubah-ubah membuat Kyuhyun tidak pernah bosan bersama gadis itu. Membuat Kyuhyun selalu ingin terus berada disamping gadis itu.

-=.=-

Her smile is everything…

Kyuhyun kini tengah duduk di salah satu kursi sebuah berdiri disebuah café. Sesekali matanya memeriksa adakah gadis yang tengah ia tunggu itu datang. Tapi gadis yang ia tunggu belum juga muncul.

Dia merogoh kantungnya dan segera mengeluarkan sesuatu dari dalamnya. Dia menggenggam erat benda itu. Tekadnya sudah bulat. Hal ini tidak bisa ditunda. Dia sudah berkorban banyak untuk hal ini.

“Kyuhyun-ah, kapan gadis itu datang?” Tanya salah seorang temannya yang duduk tak jauh dari Kyuhyun.

“Sabarlah sedikit. Sebentar lagi dia pasti datang.” Ujar Kyuhyun penuh harap. Setalah mengatak hal itu, dia memasukan benda yang ada digenggamannya kembali ke dalam kantongnya.

Dan detik berikutnya, gadis yang ia tunggu perlahan melangkah mendekati café. Kyuhyun langsung berbalik. “Dia datang!!” Serunya. Kemudian dia segera berderap menuju mejanya. Setelah dia duduk, dia langsung merapikan pakaiannya.

Kyuhyun menyiapkan senyum untuk menyambut Byulhyun. Tapi senyum di wajah Kyuhyun perlahan memudar karena melihat raut wajah sendu dari Byulhyun.

Kyuhyun bangkit dari duduknya kemudian mendekati Byulhyun. “Byulhyun-ah, uleo wae?”

Byulhyun menatap Kyuhyun dengan matanya yang sembab. Bukannya menjawab, Byulhyun langsung memeluk Kyuhyun. Kyuhyun merasakan bahu yang bergetar dan pakaiannya yang mulai basah karena airmata.

Waeyo?” Byulhyun masih terisak. Kyuhyun menggiringnya menuju meja. Byulhyun duduk berdahapan dengan Kyuhyun. Byulhyun masih menangis dengan isakan kecil. Kyuhyun tidak bertanya lagi. Dia menunggu Byulhyun untuk lebih tenang.

Melihat gadis yang ia cintai menangis, tidak ada lagi yang lebih mengerikan dari pada melihat Byulhyun menangis dihadapannya seperti ini. Ini jauh lebih mengerikan dari pada apapun. Ini adalah salah satu hal yang Kyuhyun benci dan takuti.

“Sudah bisa bercerita?” Tanya Kyuhyun setelah Byulhyun menghentikan isak tangisnya.

Byulhyun menghapus airmatanya lalu mengangguk. “Mianhae.”

Mian? Wae?”

“Untuk hadiah anniversary kita, Aku menjanjikan medali untukmu. Tapi olimpiade kemarin aku gagal mendapatkan medali. Aku hanya mendapatkan posisi ke empat.” Ujarnya penuh dengan rasa bersalah.

Kyuhyun tersenyum pahit. Demi dirinya, gadis ini belajar siang malam untuk memersiapkan olimpiadenya. Karena dia, gadis ini menangis karena tidak bisa memberikan medali yang ia janjikan untuknya.

Kyuhyun bahagia, karena dia tahu, gadis itu berjuang keras demi membuatnya bahagia karena rasa bangga memiliki gadis yang dapat memenangkan olimpiade. Tapi dia juga sedih karena mendapati fakta gadisnya ini berjuang keras untuk mendapatkan medali walau akhirnya medali itu tidak berhasil ia dapatkan.

Hati Kyuhyun bergejolak. Dia tidak tahan melihat raut sedih juga sendu yang gadis itu tampakan. Dia meraih tangan Byulhyun yang ada diatas meja. Dia menggenggam erat tangan Byulhyun. “Gwaenchana. Kau sudah berusaha keras.”

“Tapi aku tidak bisa menghadiahkan medali itu untukmu.”

Gwaenchana. Aku akan sedih dan marah bila kau hanya mengucapkan janji tanpa usaha. Aku sudah melihat usaha kerasmu. Jadi itu tidak masalah. Posisi keempat juga sudah bagus.”

Keundae…”

“Sst… Kau sendiri selalu bilang padaku bila yang paling penting adalah usahanya. Kalau hasilnya, kita lihat nanti.”

“Hasil menunjukan seberapa keras kita berusaha. Jadi usahaku kurang keras. Ini tetap salahku.”

“Kau ini keras kepala sekali?!” Desisnya heran. “Aku tidak peduli. Mau kau membawa pulang medali itu atau tidak. Yang aku pedulikan itu usahamu untuk membuktikannya. Aku selalu percaya kau bisa, mungkin saja ini bukan rejekimu. Lagipula, kau sudah punya banyak medali. Coba hitung berapa medali yang kau dapat!”

“Berarti prestasiku menurun.”

Kyuhyun berdecak kesal lalu menyandarkan tubuhnya dipunggung kursi. “Kau ini keras kepala sekali?!” Ujarnya jengah. Kemudian dia menggerakan tangannya mendekati kepala Byulhyun lalu mengetuk pelan kepala gadis itu. “Kepalamu ini terbuat dari baja, huh?”

Byulhyun menangkis tangan Kyuhyun kesal. “Jauhkan kepalamu. Gara-gara kau terus mengelus kepalaku, kinerja otakku menurun!” Tuturnya kesal

“Itu memang kaunya saja yang tidak…” Ucapan Kyuhyun terhenti kala air muka Byulhyun kembali muram. Baru saja Byulhyun kembali bersikap ketus seperti biasa.

Kyuhyun merutuki dirinya sendiri. Dia tidak tahan melihat wajah muram dan sedih dari gadisnya ini. Rasanya jauh lebih baik bila gadis itu bersikap ketus dan mengomelinya dari pada harus melihat gadis ini diam dalam rasa bersalah menghasilkan mimik mendung diwajahnya.

“Aku permisi sebentar.” Pamit Kyuhyun. Byulhyun hanya bergumam tidak jelas menjawab untuk menjawabnya.

Byulhyun menggembungkan pipinya kesal. Marah, kesal, sedih, kecewa juga merasa bersalah kini tengah ia rasakan. Dia menghembuskan nafasnya. Semua yang Kyuhyun katakan benar. Yang lebih penting adalah usaha ketimbang hasilnya.

Dia menyeruput espresso di cangkirnya. Sudah lima menit dia menunggu, tapi Kyuhyun belum juga kembali. Byulhyun mengedarkan pandangannya. Dia terpaku saat matanya menangkap sosok Kyuhyun yang sudah berganti pakaian dengan kemeja putih dengan jas hitam yang sangat pas ditubuhnya. Dia duduk kursi di balik piano dengan posisi siap untuk memainkan gran piano berwarna hitam itu.

“Lama sekali untuk membuatmu menyadariku ada disini.” Tuturnya. Dan tanpa babibu lagi, jari lentik Kyuhyun mulai menekan tuts dari gading itu satu persatu membentuk rangkaian nada yang indah.

 

Nae maeumeun geudaereul deudjyo meoributeo palkkeutkkaji

Chingudeul nareul nollyeodo nae gaseumeun modu geudaeman deullyeoyo

Hana dul set geudaega utjyo sumimeojeul geotmangatjyo

Geudae misoreul damaseo maeil sarangiran yorihajyo

 

Eonjena bamijina gago ddo bamijina gago ddo bamijina

Nan gieogi heemihaejyeodo

Eonjena nae ammeun misojitneun nae nuneun ddeonaji anhketdago geudael

Yongwonhi~

 

Nae maeumeun geudaereul deudjyo meoributeo palkkeutkkaji

Sesangi modu useodo nae gaseumeun modu geudaeman deullyeoyo

Hana dul set geudaega utjyo sumimeojeul geotmangatjyo

Geudaeui gireul damaseo maeil saranghanda kiseuhajyo

Yongwonhi love you love you love you love you love you love you~

Oh my baby my love

 

 

Byulhyun terpaku ditempatnya. Dia terpana akan penampilan Kyuhyun barusan. Karena terlalu fokus, dia tidak memerhatikan bila para pengunjung café sudah berdiri berjajar dan saling berhadapan dianataranya dan Kyuhyun membuat sebuah jalur. Mereka membawa lilin dan bunga mawar putih secara selang seling. Karena mereka membawa lilin, lampu di café dimatikan. Dan byulhyun tidak mneyadari itu semua.

Setelah Byulhyun menyadari itu, dia tersenyum dan juga ingin menangis haru. Air matanya sudah tergenang dipelupuk saat Kyuhyun kini sudah ada di hadapannya.

“Sst.. Uljima! Aku melakukan ini untuk menghiburmu! Jangan menangis lagi! Aku tidak suka itu!” ucap Kyuhyun smabil menghapus air mata Byulhyun yang sempat jatuh.

“Aku menangis karena terharu. Iblis sepertimu bisa seperti ini juga?” Tuturnya tanpa rasa bersalah.

Neo!” Sela Kyuhyun tapi tertahan. Gadis ini merusak suasana saja! Gumamnya. “Aku tidak peduli itu air mata bahagia atau apa. Yang paling penting, aku tidak suka bila air mata itu keluar dari matamu! Kau harus mengeluarkan senyum! Arra?”

Wae? Aku hakmu melarang aku untuk menangis?”

Kyuhyun menghela nafasnya. Kemudian dia berlutut dengan gaya para ksatria. Tangan kanannya menyodorkan Byulhyun sebuah kotak bludru berwarna biru muda. Dan dengan satu tangan, dibukanya kotak itu.

 

Byulhyun terpana melihat isi kotak itu, sepasang cincin. Byulhyun mengerti dengan keadaan seperti ini. tapi dia tidak mau berharap banyak. dia membeiarkan Kyuhyun meneruskan berbicara menjelaskan maksudnya.

“Untuk selamanya, ijinkan aku! Ijinkan aku untuk menjadi sandaranmu saat kau lelah.  Menjadi lenteramu untuk menuntun jalan dikegelapan. Menjadi sapu tangan ataupun jari tanganmu untuk menghapus air matamu. Menjadi mulutmu yang akan terus membuatmu tersenyum.

“Ijinkan aku untuk menjadi separuh jiwamu. Untuk melengkapi hatimu. Juga ijinkan aku untuk menghuni hatimu selamanya. Ijinkan aku untuk menjadi satu-satunya pria yang bisa memilikimu seutuhnya. Karena itulah aku memintamu menjadi isteriku. Ijinkan aku menikahimu…” tuturnya. Kyuhyun mengangkat kotak ittu lebih tinggi. “Kau mau menikah denganku?”

Sudah tidak ada lagi air mata yang tergenang. Semua bulir bening itu sudah meluncur dengan mulus dipipinya. Dia tidak bisa menjawab pertanyaan Kyuhyun. Serasa otaknya kehilangan semua kosa kata yang ia miliki. Byulhyun hanya bisa mengangguk sambil tersenyum bahagia.

Lega dan bahagia langsung menyelimuti diri Kyuhyun. Dia berdiri dan langsung memeluk Byulhyun. “Gomawo. Aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia.”

“Kuharap itu bukan janji kosong.”

Kyuhyun melepas pelukannya untuk bisa melihat Byulhyun. “Aku tidak akan membiarkan satupun bulir airmata jatuh kepipimu. Aku akan bayar berapapun dan melakukan apapun demi melihat senyum dari bibirmu.”

Byulhyun terpaku. Dia menatap mata Kyuhyun. Mencari celah kecil akan kebohongan yang tersirat. Namun hanya keteduhan dan ketegasan yang ada dalam pancaran matanya menadakan bila dia serius dan tidak berbohong. Byulhyun tersenyum bahagia.

Tiada yang lebih indah dari pada seulas senyum yang dipaparkan gadis itu. Melihat senyum itu merekah, dia juga akan merasakan bahagia yang jauh lebih besar. Dia tidak suka melihat Byulhyun menangis, karena dia akan merasakan sakit yang lebih besar dibandingkan yang gadis itu rasakan.

Oleh karenanya, dia akan bayar berapapun dan melakukan apapun untuk sebuah senyum dari bibir gadis yang ia cintai.

-=.=-

She is the most beautiful thing ever …

Ditutupnya majalah itu dan dia mengembalikan majalah itu ketempat asalnya. Dia mengambil bantal sofa tempat yang ia duduki. Dia melipat dan memukul bantal itu berulang kali karena kesal. Bila saja bantal itu adalah seorang manusia, sudah dipastikan, wajahnya sudah tidak berbentuk lagi.

Tak lama, keluar seorang bertubuh mungil kengkap dengan seragam karyawan keluar dari balik tirai yang ada dihadapannya.

Kyuhyun memeluk bantal yang ada digenggamannya. “Berapa lama lagi aku harus menunggu?” Ujarnya kesal.

Pegawai itu tersenyum lalu membungkukan badannya. “Maaf atas kelambatan kami.” Ujarnya memohon maaf. Kemudian pegawai itu menarik tali yang bergantung disampingnya. Seiring ditariknya tali itu, tirai dihadapan Kyuhyun perlahan terbuka.

Mata Kyuhyun langsung fokus pada satu sosok yang menyita perhatian matanyanya dari pertma kali tirai itu terbuka.

Tubuh mungilnya tengah berdiri ditengah ruangan dengan dinding kaca. Tubuh pendek gadis itu terlihat lebih tinggi dengan sepasang sepatu berhak tinggi. Bahu gadis itu terbuka sempurna memaparkan indahnya kulit yang gadis itu miliki. Gaun putih dengan aksen lipatan dengan kerumpulan bunga dari pinggang hingga pangkal paha di sisi kanan gaun itu. Rambut gadis itu diikat kecil. Sebuah mahkota dari kecil ada diatas kepalanya. Sementara dua buah anting kecil mengampit kupingnya dengan indah. Tangannya yang dibalut sarung tangan tipis memegang replika buket bunga mawar putih.

Kyuhyun terpana. Untuk keseian kalinya dia mengerjapkan matanya. Gadis yang ia cintai berdiri dihadapannya mengenakan gaun pengantin dan tampak tersenyum malu. Kyuhyun merasakan bila sekali lagi dia jatuh cinta dengan sosok dihadapannya.

Byulhyun mungkin tidak secantik Shin Minah ataupun Song Hyekyo. Badannya juga tidak memiliki S-Line sempurna seperti milik Shin Sekyung ataupun Lee Dahae. Badannya juga tidak setinggi member-member Nine Muses. Tapi dari semua kekurangan fisik Byulhyun, justru itulah yang membuat Kyuhyun jatuh cinta pada gadis itu.

Dari kekurangan itu, Byulhyun juga masih memiliki kelebihannya. Dia memiliki mata yang tergolong lebar dengan kelopak mata ganda sejak lahir. Hidung mancung tanpa operasi. Rambut hitam lebat alami. Walaupun Byulhyun tidak secantik yeoja idol saat ini, tapi dengan wajahnya yang alami, banyak yang iri dengan hal ini dan Kyuhyun bangga akan hal itu.

Byulhyun mungkin bukan gadis yang sempurna. Sama seperti dirinya. Dia juga tidak sempurna. Tapi Kyuhyun berjanji untuk seumur hidupnya bahwa dia akan mencintai Byulhyun dengan sempurna.

-=.=-

Kyuhyun membalikankan badannya. Jantung berdebar dalam penantiannya untuk melihat pintu megah didepannya terbuka. Dan terdengar sebuah alanan nada indah dari sebuah piano yang dimainkan oleh Ryeowook diiringi petikan gitar Sungmin. Dan musik itu ditemani oleh indahnya suara Jongwoon. Dan saat Jongwoon menyanyikan kata pertama dalam lagu itu, pintu itu terbuka. Menampakan seorang gadis yang sudah menghuni selama empat tahun dalam hati Kyuhyun.

Gadis itu berjalan. Perlahan. Langkah demi langkah ia berjalan mendekati tempat dimana Kyuhyun berada. Altar suci. Dan setiap langkah mendekat yang gadis itu lakukan, hatinya berdebar semakin cepat. Tidak pernah ia rasakan jantungnya berpacu secepat ini.

“Kutitipkan putriku padamu.” Ucap ayah dari gadis itu.

Kyuhyun mengangguk kemudian menatap gadis itu. Dia menengadahkan tangannya. Dan gadis itu tersenyum manis sambil meraih tangan Kyuhyun. Dan saat itu juga jantung Kyuhyun serasa meledak dan darahnya berdesir hangat.

Mereka berbalik kemudian menghadap pendeta. Dan setelah mereka mengucapkan janji suci dan menunggu pendeta memberkati mereka. Mereka berdoa.

“Tuhan terimakasih karena kau sudah mengirim gadis ini untuk menjadi bagian penting dalam hidupku. Aku berjanji tidak akan pernah menyia-nyiakan dan menyakitinya. Itu sumpahku. Kau bisa menghukumku seberat mungkin bila aku mengingkarinya.”

Doa Kyuhyun dalam hati sambil memejamkan matanya. Kyuhyun berbalik dan kini mereka berhadapan. Tangan mereka saling menggenggam satu sama lain. Kyuhyun menggerakan kepalanya mendekati Byulhyun yang mulai memejamkan matanya.

Dan bibir Kyuhyun mencium lembut bibir gadisnya ini. ah bukan. Gadisnya ini kini adalah isterinya. Dan kini ia tahu alasan kenapa Kyuhyun memilih Byulhyun. Karena Byulhyun adalah Byulhyun. Tidak peduli tentang kekurangan bahkan kelebihannya. Selama gadis ini tetap Byulhyun, dia akan selalu mencintai Byulhyun.

Kyuhyun meraih pinggang Byulhyun dan mendekatkan tubuh gadis itu padanya agar Kyuhyun dapat menciumnya lebih dalam.

“Byulhyun-ah, terimakasih karena kau telah mencintaiku dan selalu menemani hari-hariku. Aku akan terus mencintai dan selalu menjagamu hingga akhir hayatku.”

– fin –

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s