FF—–> PERFECTION ‘TAI WAN MEI’ part 3 “NC or PG (Whatever)”

Standar

PERFECTION

part 3

by. Park hyochan

Darah serta Jiwa yg telah setia di persembahkan untuk SANG MAHA PENGENDALI…

Semuanya telah dimulai…

PERBURUAN DAN PENGHANCURAN!!!!!

WARNING!!!!!!

OK.. SEBELUM ANDA-ANDA MEMBACA NI FF, SAYA PERINGATKAN!!!!!

BAGI KALIAN YG MERASA ISTRI DARI 8 NAMJA GANTENG DI ATAS, AKU HARAP KALIAN TIDAK SYOK JANTUNG MENDADAK.

KARENA, INI FF TERBEJAT YG PERNAH SAYA BUAT SELAMA INI.

JADI SAYA MOHON, SIAPKAN MENTAL, PIKIRAN, JANTUNG, HATI DAN PERASAAN ANDA SEKALIAN.^^

BAIKLAH.. KATAKAN KALO SAYA GILA, SINTING, SARAP, STRESSS ATAU APAPUN…

PS: BAGI YG BELUM DEWASA… HATI-HATI.. NI BACA’N BUKAN UNTUK DI TIRU^^

HIHIHIHIHIHIHI

SEKIAN.. GAMSAHAMNIDA^^ *BOW*

DON’T LIKE DON’T READ, SEE, AND BASHING!!!!!

PAERFECTION

Hari ini langit seakan bersahabat dg manusia. Cerah nan indah..

GLAMIS CASTILE

Sungmin duduk diam di ruang makan. Entah apa yg tengah ia lakukan tapi yg pasti seulas senyum licik nan menanatang terukir di bibir tipisnya.

Jari jemarinya sibuk membolak balik sebuah dadu.

Tiba-tiba..

‘PRIANGGGGGG!!!! BRUAKKKKK!!!!!!!’

“Aakkhh..!!”rintih Zhoumi tersungkur di lantai. Tidak lama muncul kyuhyun dari balik jendela kaca yg pecah itu.

“Kau kalah hari ini.”ucap kyuhyun penuh dg kesombongan lalu pergi meninggalkan Zhoumi yg masih tersungkur di latai. Noda hitam kental keluar dari sudut bibirnya

“Cih!! Dasar evil!!”gerutu zhoumi

Sungmin beranjak dari kursinya lalu menghampiri zhoumi yg mulai berdiri

“Wae??!!”tanya zhoumi tak bersahabat

“Malam ini di hutan lumpur ujung bukit. Aku harap kau tdk terlambat.”ucap sungmin dg senyum manisnya lalu berlalu meninggalkan zhoumi

“Cih!!”

2 PM Seoul

Namsan Tower

Angin sejuk bertiup menerpa setiap inci wajah Henrry yg tengah menikmati keindahan kota dan menghirup udara segar.

Udara segar??? Baginya, Darahlah yg paling segar melebihi air di mana pun.

Ia pejamkan ke 2 matanya membiarkan setiap irama merdu dari hembusan angin mengisi di gendang telinganya. Tapi saat itu, tiba2 sebuah suara mengusik pendengarannya. Sebuah suara musik. Alunan sebuah Violin yg terdengar sangat merdu.

Henrry membuka matanya dan mencoba mencari dimana suara indah itu berasal.

Dengan kekuatannya, dalam sekejap dirinya kini tiba di sebuah studio musik yg tdk jauh dari Namsan Tower. Tempat dimana alunan violin itu berasal.

Tubuh henrry berhenti saat matanya melihat seseorang tengah bermain violin di sebuah ruangan yg sunyi.

Dia pun masuk begitu saja kedalam ruangan itu.

Henrry duduk diam di salah satu kursi yg ada di sana. Seseorang itu, yg ternyata adalah seorang perempun belum menyadari keberadaan Henrry.

Tidak lama alunan violin itu pun berhenti..

‘prokk prokk prokk’

Henrry bertepuk tangan saat gadis itu berhenti memainkan violinya. Spontan si gadis pun menoleh kearah suara itu.

“Permainan yg bagus.”puji henrry

“Anda ini.. siapa??”tanya gadis itu

“Naega..??”henrry balik bertanya dan beranjak menghampiri gadis itu

“Henrry imnida..”ucapnya seraya mengulurkan tangannya

Gadis itu tdk menyambut uluran tangan dari henrry. Dia masih menatap henrry penuh tanda tanya.

“Jangan takut. Aku hanya kebetulan lewat. Dan telingaku mendengar alunan merdu dari violinmu itu. Lalu aku datang kesini. Apa penjelasanku cukup??”tanya henrry

“??!”gadis itu menatap henrry

“Boleh.. aku tahu namamu??”tanya henrry dg senyumnya

“Oh, choneun Lee sunhi imnida.”jawab gadis itu akhirnya

“Lee Sunhi?? Nama yg bagus. Kau suka bermain violin??”tanya henrry mulai basabasi

“Begitulah. Ini hanya sekedar hobby.”jawab sunhi

“Owh.. tapi permainanmu sangat bagus. Aku suka.”puji henrry

Sunhi hanya tersipu malu

“Anda terlalu memuji henrry,ssi.”ucapnya

“Panggil saja aku henrry. Rasanya sangat formal.”ujar henrry

“Oh, jika ku panggil ‘Oppa’, apa kau keberatan??”tanya sunhi

“Oppa??!! Tentu saja tidak. Ini untuk pertama kalinya ada yg memanggilku dg sebutan oppa.”jawab henrry seraya tersenyum lucu

“Oh, jinjjayo??! Mungkin karena wajahmu yg terlihat awet muda.”ucap sunhi membuat henrry tdk bisa menahan ketawanya

“Kau ini bisa saja. Apa kau sdh selesai latihan??”tanya henrry

“Mm. Aku harus kembali ke tempat kerja ku. Bagaimana dg mu oppa??”tanya sunhi

“Aku, juga harus kembali ke tempatku.”jawab henrry

“Maksudmu, pulang kerumah??!”

“Bisa di bilang begitu. Ohya, dimana kau tinggal??”tanya henrry ingin tahu

“Oh, aku tinggal di Apertemen yg ada di ujung jalan sana.”jawab sunhi seraya menunjukan gedung apartemennya

“Oh.. Apa aku boleh mampir lain hari??”tanya henrry

“Tentu saja oppa. Datanglah, kita bisa bermain violin bersama.”ucap sunhi dg senyum manisnya

“Guraeyo??? Ok. Tunggu saja, aku pasti akan mampir suatu hari.”ucap henrry

“Nde. Aku pergi dulu oppa, Annyeong.”sapanya lalu pergi meninggalkan henrry yg masih berdiri diam disana.

“Undanganmu, pasti akan ku hadiri…”gumam henrry lalu seketika menghilang dari tempat itu

Malam ini…

Ryeowook duduk diam di sebuah batang pohon yg tidak jauh dari kastil. Malam ini bukan bulan purnama, tapi cahaya bulan masih setia menerangi bumi.

Mata ryeowook menatap jauh kearah awan kelam yg ada di atas sana. Saat itu, tiba2 angin dingin berhembus menerpa tubuh kecilnya, dan sosok hyochan telah duduk diam disampingnya.

Ryeowook menoleh dan tersenyum spt biasa.

“Butuh teman??”tanya hyo lembut

“Sepertinya begitu.”jawab ryeowook

Hyochan hanya tersenyum manis. Hening~

“Hyo-a..”ucap ryewook akhirnya

“Hem??”

“Benarkah, semua ini telah diatur oleh Dewa Kematian??”tanya ryeowook tanpa menatap gadis cantik disampingnya itu

“Waeyo??”hyochan balik bertanya

Ryeowook menatap tajam ke2 bola mata hyochan.”Jadi benar jika jiwamu..”ryeowook tdk sanggup meneruskan ucapanya. Ia memalingkan wajahnya.Hyochan hanya tersenyum manis.

“Aku tahu resikonya. Dan aku yg memutuskannya.”jawab hyochan

“Lalu bagaimana bisa kami diam begitu saja??!!”bentak ryeowook

“Vampire hanya berburu dan meminum darah.”jawab hyo santai

“Tapi tdk bagi kami ber8!!! Jiwamu juga sama pentingnya, ara??!!!”ucap ryeowook

“Arasso.. Kenapa akhir2 ini kau jadi sering marah2??”tanya hyochan

“Molla..”jawab ryeowook singkat

“Apa aku kurang perhatian pdmu??”tanya hyo semakin menatap wajah ryeowook

“Menurutmu bagaimana??”ryeowook balik bertanya

Hyochan tersenyum manis

“Arasso.. Ayo masuk. Atau kau ingin berburu dulu??”tanya hyo dg mengerlingkan salah satu matanya

“Ya.. apa kau pikir saat ini aku masih bisa berburu dg benar??”ledek ryeowook lalu menggendong tubuh hyochan dan terbang menuju kastil

Sementara itu di Hutan Lumpur

‘SRAKKKKK!!! BRUAKKKKK!!! BUUKKKK!!!’

Sungmin dan Zhoumi masih asik saling menghantam satu sama lain. Mereka masih belum menyerah untuk adu kekuatan, walau luka sudah penuh di sekujur tubuh mereka.

“Kau pikir bisa mengalahkanku?? Cih!! Jangan harap Lee Sungmin!! Terima ini!!!!!”zhoumi mengeluarkan kuku2 tajamnya dan mulai menyerang sungmin

“Aku ini tdk selemah yg kau kira. Hiaattt!!!’sungmin membalas dg tendangan kekinya

Saat tengah seru2nya bertarung, tiba2 muncul sosok Lilith yg tiba2 menyerang mereka ber2.

“Sial!!! Muncul juga makhluk jelek itu!!”cibir sungmin lalu terbang menyerang lilith itu

“Dasar pengganggu!!!”komen zhoumi lalu menyusul sungmin

Hari hampir pagi ketika Ryeowook terjaga dari tidurnya. Sehelai kain sutra berwarna merah marun menyelimuti tubuhnya yg tak berpakaian. Sosok hyochan yg memanjakannya beberapa jam yg lalu, kini sudah tdk ada.

Ryeowook melihat secangkir embun sudah ada di sebuah meja yg ada di samping ranjangnya. Dia menghela nafas lalu kembali melanjutkan tidurnya.

Hari berikutnya. Saat Sunhi kembali dari tempat kerjanya, dia terkejut melihat sosok Henrry ada di depan pintu Apartemennya.

“Henrry oppa.”pekik sunhi terkejut

“Hai.. Kau sudah pulang.”ucap henrry seraya tersenyum

“Kenapa kau ada di sini??”tanya sunhi

“Oh, aku menunggumu pulang.”jawab henrry

“Menungguku?? Ada apa?? Silahkan masuk oppa.”ujarnya setelah membuka pintu apartemennya

“Gomawo.”jawab henrry lalu masuk kedalam

“Kenapa oppa tdk menghubungiku dulu?? Apa oppa sudah lama menungguku??”tanya sunhi

“Anio, aku baru sampai. Lagi pula aku tidak punya nomer ponselmu.”jawab henrry lalu duduk di sofa

“Oh iya, aku lupa memberikan nomer ponselku. Mianhae oppa.”sesal sunhi

“Gwaenchana.”

“Oppa ingin minum sesuatau??”tawar sunhi

“Minum??!! Iya, tolong segelas air mineral.”jawab henrry

“Chakkanman..”jawab sunhi lalu menuju dapur

“Apartemen yg nyaman. Bersih dan rapi.”puji henrry

“Oppa suka sekali memuji.”jawab sunhi dari arah dapur

“Aku bicara apa yg ku lihat. Sunhi-ya, kau tinggal dg siapa disini??”tanya henrry

“Aku tinggal sendirian di sini. Ibuku sudah meninggal dan ayahku, entah kemana perginya.”jawab sunhi pelan

“Oh, jongmal mianhae.”sesal henrry

“Gwaenchana oppa, ini silahkan diminum.”ucap sunhi dg senyum

“Gomawo.”

Sementara itu di Kastil

Hyochan menghampiri Donghae yg sedang sibuk memakai jubahnya di kamarnya.

Donghae tersenyum dan di balas senyuman manis dari hyochan.

Tanpa berkata apa2, hyochan mengambil alih memasangkan jubah itu pada tubuh donghae. Donghae hanya tersenyum manis.

“Gomawo.”ucap donghae

“Untuk apa??”tanya hyochan menatap mata donghae

“Semuanya..”jawab donghae

“Huh??! Memangnya, apa yg sudah ku lakukan untukmu??”tanya hyo lagi

Donghae memeluk tubuh ramping hyochan. Hening untuk beberapa saat.

“Kau tahu..”ucap donghae pelan

“Hem??”

Donghae melepas pelukannya dan menatap hyochan.

“Kau.. adalah satu2nya hidupku yg paling berharga.. I Need You, Forever..”ucap donghae lembut

Hyochan hanya tersenyum manis menanggapinya

“Aku akan menyempurnakan hidupmu..”jawab hyochan

“Semua itu tdk penting, asalkan kau selalu disisihku.”jawab donghae

“Arasso… ” hyo pun memeluk donghae kembali. Donghae menenggelamkan wajahnya di bahu putih nan mulus milik hyochan

Hari mulai gelap, tapi Henrry masih berada di Apartemen milik sunhi. Mereka tengah asik bermain violin. Henrry menunjukan kehebatanya bermain violin di depan sunhi.

“Wah, permainan violinmu bagus sekali oppa.”puji sunhi

“Gomawo..”jawab henrry dg senyum

“Sekarang, giliranmu.”ujar henrry

“Baiklah…”jawab sunhi lalu mulai memainkan violinya

Henrry mengamatinya dg seksama.. Mata tajamnya tdk lepas dari sosok gadis itu.

Dari balik jendela kaca yg ada di belakang tubuh henrry tiba2 muncul awan hitam kelam yg seolah2 menyelimuti malam di kota.

Sunhi menghentikan permainan violinnya dan melihat keluar jendela.

“Sepertinya akan turun hujan.”ucapnya

“Waeyo?? Kau tdk suka dg hujan??’tanya henrry

“Tidak juga. Ah, oppa ini sdh waktunya makan malam. Oppa ingin makan sesuatu??”tawar sunhi seraya menuju ke dapur

“Aku, makan apa saja.”jawab henrry dg berjalan menuju jendela kaca itu

Sikap dan raut wajahnya nuali berubah seiring tertutupnya langit dg awan hitam itu.

‘Prianggggg!!!!’

Sunhi tdk sengaja menjatuhkan gelas yg ada di sampingnya.

“Aakh!!”pekiknya kerena pecahan kaca berhasil melukai jarinya

Henrry yg melihat itu langsung menghampirinya

“Sunhi, gwaenchana??”tanyanya

“Gwaenchana oppa. Hanya luka kecil.”jawab sunhi

Tanpa pikir panjang, hebrry pun menghisap jari sunhi itu

“??!! Oppa, kau tdk perlu melakukannya.”tolak sunhi tapi henrry tdk bergeming

Semakin lama ia menghisap jari sunhi, semakin ingin dia menikmati darah segar yg ada di yubuh sunhi

“Oppa, kau menyakitiku.”ujar sunhi lalu menaraik jarinya

“Oh, mianhae.”ucap henrry

“Tidak apa2. Ayo kita makan malam. Aku hanya bisa membuat Nasi kare.”ucap sunhi

“Ah, tidak apa2. Selamat makan..”ucap henrry lalu mulai memakan nasi kare itu

“Ottokke oppa??!”tanya sunhi penasaran

“Enak^^.”jawab henrry dg mulut penuh dg makanan

“Syukurlah..”

Setelah makan malam selesai, henrry pergi ke toilet dan memuntahkan semuanya disana.

“Oppa, kau tdk apa2??!”tanya sunhi dari luar

“Aku baik2 saja.”jawab henrry bohong

“Ah, sial!!! Perutku terasa tdk enak sekail”gumam henrry

Tidak lama henrry pun keluar. Dia tersenyum manis pd sunhi

“Oppa lama sekai di dalam sana. Gwaenchanayo??!”tanya sunhi lagi

“Gwaenchana.”jawab henrry dg senyum

“Oh.. Aku cuci piring dulu.”ujar sunhi lalu berlaru

Langkah henrry mengikuti sunhi menuju kedapur. Tiba2 ia memeluk tubuh sunhi dari belakang. Sunhi benmar2 terkejut 1/2 mati.

“Op-Oppa.. kau kenapa??”tanyanya kikuk

“Stt.. biarkan spt ini .”pinta henrry dan sunhi pun diam menurut

“Sunhi-ya.. Mungkin ini terdengar sangat bodoh. Tapi, aku tdk tahu harus bagaimana.”ucap henrry tiba2

“Apa maksudmu, oppa??”tanya sunhi

“Saranghae..”bisik henrry tiba2

“O-Oppa…”

Henrry membalikkan tubuh sunhi kehadapannya dan menatapnya dalam.

“Aku mencintaimu sunhi..”ucap henrry

“??!”

Pelam tapi pasti, henrry mencium bibir sunhi. Lembut dan basah..

Cukup lama mereka saling berciuman, bertukar salvina hangat. Lalu henrry menggendong tubuh sunhi menuju kamar milik sunhi tanpa melepas ciuman mereka.

Henrry membaringkan tubuh sunhi di atas ranjang dg pelan. Menunindihnya, memeluknya, menciuminya. Cukup lama mereka berguling2 dan akhirnya kini, Kemeja putih milik henrry sudah ada si tubuh sunhi dan henrry sendiri kini telah telanjang dada.

Jemari lentik sunhi menari2 di dada bidang henrry. Sementara henrry masih asik menciumi tubuh sunhi.

Mereka mulai bercinta di balik kelambu putih yg menutupi ranjang.

Saat itu, dari balik pintu kamar, muncul sosok yg berjalan masuk mendekati mereka. Sosok itu mengambil violin yg ada di kursi yg terletak tdk jauh dari ranjang itu.

Dia mulai memainkan violin tersebut.

Seiring kemesraan dan nafsu yg henrry dan sunhi cipta, sosok itu semakin kuat memainkan violin itu. Seolah mengiringi percintaan yg sedang berlansung.

“Hen..rry..op-ppa… aah.. pelan.. pe..lan..aahh..”rancau dan desah sunhi

Dari balik tirai jendela yg tertium angin kencang, sosok bulan purnama mulai menampakkan wujudnya.

Bola mata henrry berubah menjadi merah. Dan kini taring tajam itu mulai muncul.

Dengan penuh hasrat dan nafsu disertai alunan violin yg makin menggila, Henrry pun tak bisa mengontrol dirinya.

Taring tajam itu mulai menancap di leher jenjang sunhi.

“Aakkhh!!! Aahh.. O-Oppa… aahh.. kau..menyakitiku… aahhh… Jebal op-ppa….Aakhh!!!!”teriak sunhi

Henrry semakin kuat mengisap darah di leher sunhi

“Je-jeballl oppaaaa…. Aakkhhh!!!! Kyaaa….!!!! Hen..rry oppa… Aakkhhh!!!!”ronta sunhi. Dia mencoba melepaskan diri dari cengraman henrry tapi dirinya mulai kehilangan tenaga dan tubuhnya seakan2 mati rasa.

Alunan dari violin itu semakin kuat. Dan..

“KYAAAAAAAAA..!!!!!!!!!!!”

‘BRUAKKKKKK!!!!!’

Alunan violin itu terhenti bersama teriakan kematian dari Lee sunhi. Violin itu hancur dan berhasil melukai leher putih sosok itu.

“AARRGGGHHHH…”erang henrry lalu menatap sosok sunhi yg terkapar tak bernyawa di atas ranjangnya.

Henrry tersenyum evil dan berjalan menuju sosok yg mematung di dekat jendela itu.

Memeluk sosok itu,yg tdk lain adalah sosok hyochan. Mendenguekan hidungnya di rambut dan tengkuk hyo.

Noda darah segar masih mengotori setiap sudut bibirnya.

Hyochan menatap henrry dan tersenyum.

“Sudah kenyang??”tanya hyo

“Hem..”henrry masih menciumi tengkuk hyo, lalu beralih menjilat luka yg ada di leher putih itu.

Henrry mengendong tubuh hyo lalu menbawanya pergi melewati jendela kamar itu.

KEMATIAN!!!!!! ITULAH JAWABANYA..

TBC

SEGITU DULU YA^^

SEMOGA SUKA.. TUNGGU LANJUTANYA~

GAMSAHMNIDA *bow*

14 responses »

  1. ya ampun….
    aku msh bingung ma cerita’y,, gak da perbedaan setting tempat n wktu’y. mian~~

    siapa sih si hyochan, smpe2 s’begitu berharga’y bagi mereka b’8..

  2. oh.. aq tw.. hyochan itu..
    apa ya?
    pokokny beda ma 8 namja vampir itu deh, em.. kayak pawangny.. iya kan? xD #ngasal

    daebak..
    tapi lama2 bosen juga kalo cuman satu2 yang di ceritain, coba kalo dlm 1 part tu diceritainnya 2 perburuan, jadi ga akan bosen nunggu sebenernya ni cerita intinya kayak gimana,🙂
    itu cmn saranku lho, heuheu..

    at least di tunggu part. 4 nya..🙂

  3. Itu vampire nya kenapa abis ngelakuin itu terus dihisap darahnya sampe meninggal? (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) sungguh tidak berperikkevampiran T.T btw kereeeeeeen!! Tapi masih penasaran sama hyo~ who is she?

  4. aq tau!! hyo itu authornya!!!
    iya kan?? *itu sih, emang kenyataan#gubrakk*
    kayaknya si hyo itu ‘sesuatu* yg klo kebunuh bsa fatal tuk namja b’8 itu khan????? *asbun*
    lah, si ryeowook-nya kapan dong??? eunhyuk juga????

    ok, ditunggu ya^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s