My Everything Part 1

Standar
Author            : Ayuka Sorahyunnie

Ost.                    : My Everything

Disclaimer   : Special Val – Day (Telat)

AN                      : This is special for all KyuHae biased…

Author lg gag ada mood bikin epep Romance buat Valentine – an

Yg ada di otak cuma cerita tragic duand =_=”

Mianhae~ *bow*

Siapin tissue n Boneka Teddy (Serius deh!!)

****************************************************************

 

Prolouge…

Kadang kita tidak tahu betapa kita menyayangi seseorang sampai kita kehilangannya. Dia yang selalu menyayangi kita, melindungi, bahkan rela menukakan kehidupan yang ia miliki untuk menyelamatkan nyawa kita. Tapi, apa hal itu adil? Saat kita baru menyadarinya, orang itu telah pergi meninggalkan kita. Meninggalkan perasaan bersalah yang mendalam. Juga sebuah penyesalan panjang. Andai waktu dapat berputar kembali, ingin rasanya menebus segala kesalahan yang telah diperbuat. Tapi, sekali lagi, segalanya akan terasa percuma saat memang semuanya sudah terlambat…

==***==

 

Seoul… 3rd February, 2000…

“Saengil chukkahamnida.. Saengil chukkahamnida.. Saranghaneun Kyuhyun-ah.. Saengil chukkahamnida!!”

 

Hari ini adalah hari ulang tahun Kyuhyun yang ke-12. Ulang tahunnya kali ini dirayakan dengan meriah. Ia mengundang teman – teman sekolahnya. Heechul, ayahnya dengan setia mendampinginya. Tampak jelas raut kegembiraan di wajah manis Kyuhyun.

 

“Nah, sekarang tiup lilinnya.” Pinta ayahnya.

 

Blooww~

 

Kyuhyun meniup lilin – lilin itu hingga padam semua yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari para tamu undangannya. Setelah itu Kyuhyun memotong kue ulang tahunnya dan menyuapkannya pada ayahnya. Ayahnya langsung mencium keningnya dan mengusap kepalanya dengan penuh kasih sayang.

Sementara pesta itu berlangsung dengan meriah di tepi kolam renang di samping rumah mewah milik Heechul, ada seorang anak lelaki lain yang diam – diam mengintip dari balik pintu menuju tempat berlangsungnya pesta itu. Ia tersenyum melihat betapa meriahnya pesta itu. Tiba – tiba ada yang menyentuh bahunya hingga membuatnya terlonjak karena kaget.

 

“Tuan Muda, anda baik – baik saja?” Tanya Leeteuk, manager rumah tangga di kediaman Heechul.

 

“Ne, Ahjussi, aku hanya sedikit kaget dengan kedatangan Ahjussi.” Jawab anak itu sembari mengelus dadanya.

 

“Mengapa Tuan Muda tidak ikut pesta Tuan Muda Kyuhyun?” Tanya Leeteuk. Mendadak ekspresi wajah anak itu menjadi murung.

 

“Tuan Muda…”

 

“Gwaenchana Ahjussi. Aku hanya tidak ingin merusak pesta Kyuhyun dan mempermalukannya di hadapan teman – temannya.” Jawab anak itu sembari tersenyum.

 

“Tuan Muda…”

 

“Ahh, sebaiknya aku ke kamarku saja sebelum Kyuhyun menyadari keberadaanku.” Potong anak itu lalu beranjak dari hadapan Leeteuk.

 

Ia agak kesulitan melangkah karena keadaannya yang tidak seperti anak normal lainnya. Ia cacat. Kaki kirinya cacat dari lahir sehingga ia harus menggunakan crutch untuk membantunya berjalan. Perlahan ia naik ke lantai dua menuju kamarnya dengan diiringi tatapan iba dari Leeteuk. Sepeninggal anak itu ada seorang lelaki yang menghampiri Jungsoo. Ia adalah Ryeowook, koki keluarga Heechul.

 

“Hyung, ada apa?” Tanya Ryeowook. Leeteuk hanya menghela nafas berat tanpa menoleh Ryeowook. Lalu Ryeowook mengikuti arah pandang Leeteuk dan ia segera paham.

 

“Mengapa anak sebaik dia harus mengalami hal ini?” gumam Leeteuk.

 

“Apa Tuan Muda Kyuhyun melarangnya ikut pesta ulang tahunnya lagi?” Tanya Ryeowook. Leeteuk mengangguk lemah.

 

“Kasihan Tuan Muda Donghae. Padahal ia kan, juga anak di keluarga ini. Tapi sepertinya Tuan Besar Heechul pilih kasih. Beliau lebih menyayangi Tuan Muda Kyuhyun.” Lanjut Ryeowook.

 

“Wookie-ah, jaga bicaramu. Kau mau dipecat?”

 

“Mian Hyung. Aku hanya tidak tega mlihat Tuan Muda Donghae diperlakukan tidak adil di rumahnya sendiri.”

 

“Dan kita tidak punya hak untuk mencampuri urusan keluarga ini. Kita hanya dibayar untuk bekerja pada mereka.”

 

“Ara Hyung.”

 

Anak laki – laki tadi bernama Donghae. Dia dua tahun lebih tua dari Kyuhyun dan dia putera sulung Heechul. Tapi dia berbeda dengan adiknya yang telahir sempurna. Donghae terlahir cacat dengan kaki kirinya yang tidak sempurna, jadi sejak ia bisa berjalan ia harus menggunakan crutch untuk bertumpu saat ia melangkah. Ibunya meninggal dua tahun yang lalu karena kecelakaan. Tepatnya karena menyelamatkan nyawa Donghae saat akan tertabrak mobil. Sejak saat itulah Heechul berubah sikap padanya. Heechul selalu menyalahkan dia atas kematian ibunya. Sejak saat itu Heechul selalu bersikap dingin padanya dan bahkan membeda – bedakan kasih sayang untuknya dan Kyuhyun.

 

Sementara Kyuhyun, ia memang tidak pernah menganggapnya kakak dari pertama ia bisa mengenalinya sebagai kakak. Kyuhyun malu mempunyai saudara yang cacat seperti Donghae. Kyuhyun yang terlahir sempurna tanpa cacat tumbuh sebagai seoang anak yang sombong karena kelebihannya. Ia memang terlahir dengan beberapa kelebihan. Ia sangat pintar, tampan, berbakat di berbagai bidang, dan selalu menjadi kesayangan. Sangat kontras dengan Donghae yang selalu dikucilkan bahkan oleh keluarganya sendiri. *(nepok2 pundak Hae) mian Hae, aku (sengaja) membuatmu menderita di sini #EvilLaugh #plaaakkk*

 

===============

 

4 years later… 2004…

 

Tiinn tiinn tiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnnn!!!!

 

Donghae segera menyambar tas sekolahnya di atas meja belajarnya saat mendengar bunyi klakson dari luar rumahnya untuk yang kesekian kalinya. Jika saja kakinya tidak cacat, pasti saat ini ia sudah berlari menuju pintu keluar agar ia tidak membuat orang yang telah menunggunya menjadi semakin marah. Ia terus menyeret kakinya menuruni tangga dan melewati ruang makan lalu ia berhenti sejenak. Di sana ia melihat Heechul, ayahnya sedang membaca koran sembari menikmati kopi paginya.

 

“Selamat pagi, Appa. Aku berangkat dulu.” Sapa Donghae sekaligus pamit pada ayahnya. Tapi Heechul hanya diam saja dan bepura – pura tidak menganggap kehadiran Donghae.

 

Tiiiinnnn tttiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn!!!!! *berisik bgt sih!!! #plaaakk*

 

Donghae terkesiap lalu berbalik meninggalkan ruang makan. Di depan pintu ia bertemu Ryeowook.

 

“Pagi Hyung.” sapa Donghae.

 

“Tuan Muda, anda tidak sarapan dulu?” Tanya Ryeowook.

 

“Tidak sempat Hyung.” Jawab Donghae polos lalu kembali melangkahkan kakinya tapi Ryeowook menahan langkahnya.

 

“Tunggu. Ini, saya sudah menyiapkan bekal untuk Tuan Muda.” Kata Ryeowook sembari menyerahkan sebuah lunch bag pada Donghae yang langsung tersenyum menerimanya.

 

“Gomawo Hyung. Aku berangkat dulu.”

 

“Hati – hati Tuan Muda.”

 

Lalu Donghae kembali melangkah menuju pintu keluar dan ia sedikit bernafas lega. Ia menatap adiknya telah berdiri di samping mobilnya yang langsung memberinya tatapan kesal saat ia tiba di sampingnya.

 

“Kau mau membuatku datang terlambat ke sekolah?!” hardik Kyuhyun kesal.

 

“Mian Kyu.”

 

“Kalau kau memang masih ingin berangkat ke sekolah bersamaku, berusahalah untuk tidak menyusahkanku! Apa kau tidak bisa lebih cepat sedikit?!”

 

“Kau kan tahu, aku…”

 

“Jangan karena kau cacat lalu kau bisa membuatku menunggumu seperti ini setiap hari! Kau pikir aku sopirmu apa?!”

 

“Mian…”

 

“Dengar ya, sebenarnya aku malas harus datang ke sekolah bersamamu! Kalau saja mereka tidak tahu kalau kau adalah kakakku, aku malas mengakuimu sebagai kakak!” bentak Kyuhyun. Donghae menatapnya tak percaya.

 

“Kyu? Segitu bencinya kah kau padaku?”

 

“Iya!”

 

Donghae kehabisan kata – kata. Selama ini ia memang tahu kalau Kyuhyun tidak menyukainya, tapi ia sungguh tidak menyangka bahwa adiknya akan mengatakan hal itu. Itu terdengar sangat menyakitkan di telinga Donghae.

 

“Heii!! Sampai kapan kau akan berdiri di situ?! Kau tidak mau pegi ke sekolah, hah?!” bentak Kyuhyun dari dalam mobil.

 

Donghae terkesiap lalu segera menyadari bahwa Kyuhyun sudah menunggunya di dalam mobil. Ia pun segera membuka pintu mobil dan duduk di bangku penumpang di samping Kyuhyun yang telah siap dengan kemudinya. Lalu Kyuhyun pun segera menjalankan mobilnya menuju ke sekolah mereka.

 

SM High School…

 

Kyuhyun menghentikan mobilnya dan memarkirkannya di area parkir yang telah disediakan pihak sekolah. Lalu ia segera turun diikuti oleh Donghae. Tanpa menoleh pada kakaknya, ia langsung melangkah meninggalkan Donghae di tempat parkir. Donghae pun berusaha mengejar langkahnya. Tentu saja ia mengalami kesulitan. Karena selain kakinya memang cacat tubuh Kyuhyun juga jauh lebih tinggi, jadi langkah yang diambil pemuda itu tentu lebih lebar dari langkahnya. Merasa putus asa, akhirnya Donghae setengah berteriak memanggilnya.

 

“Kyuuu!!” *keak manggil Kyuubi, keke, cocok ma Kyuhyun “The Demon Fox” ahhaha*

 

Namun Kyuhyun sama sekali tidak menghiraukannya. Ia malah mengeluarkan iPod nya dan segera menyumpal telinganya dengan earphone. Donghae masih terus berusaha mengejarnya namun tanpa sengaja kakinya kesandung hingga ia terjatuh. Donghae meringis kesakitan karena telapak tangannya terluka. Tiba – tiba ada seseorang yang meraih bahunya dan membantunya berdiri. Donghae menatap orang itu lalu tersenyum.

 

“Kau tidak apa – apa Hae?” Tanya orang itu.

 

“Gwaenchana Hyuk, gomawo.” Jawab Donghae. Ternyata orang itu adalah Eunhyuk, sahabatnya semenjak ia masuk SMA.

 

“Ada apa?” Tanya seorang lagi yang baru datang menghampiri mereka.

 

“Tidak apa – apa Bummie-ah.” Jawab Donghae pada Kibum, sahabatnya yang lain.

 

Lalu ia membungkuk hendak mengambil beberapa bukunya yang terjatuh. Tapi dengan cepat Kibum segera mengambil buku – buku itu dan menyerahkannya pada Donghae. Sekali lagi Donghae berterima kasih dan tersenyum pada mereka. Meski selama ini Donghae selalu dikucilkan dan dipandang remeh orang lain, tapi ia merasa beruntung karena masih memiliki sahabat seperti mereka. Meski mereka berdua juga berasal dari kalangan terpandang dan juga termasuk jajaran siswa popular di SM High School sekolah elit tempatnya belajar, tapi mereka berdua tidak malu berteman dengan Donghae. Malah mereka sangat baik padanya. Donghae sangat bersyukur karenanya.

 

“Heii, kau melamun?” Tanya Eunhyuk sembari mengibas – ngibaskan tangannya di depan wajah Donghae. Donghae terkesiap dan segera menebar senyum manis pada kedua sahabatnya yang terlihat khawatir itu.

 

“Aku hanya sedang berpikir, betapa beruntungnya aku mempunyai sahabat seperti kalian, gomawo.” Kata Donghae dengan tulus. Matanya mulai berkaca – kaca. Sementara Eunhyuk dan Kibum hanya saling pandang.

 

“Kami juga beruntung mempunyai teman sepertimu Hae.” Balas Kibum.

 

“Iya, kami beruntung mempunyai teman sebaik dirimu Hae.” Tambah Eunhyuk.

 

Mendengar perkataan kedua sahabatnya itu membuat Donghae meneteskan air mata haru. Eunhyuk dan Kibum tersenyum karena mereka tahu bahwa Donghae memang sedikit kelewat sensitive dan mudah terharu. Lalu mereka berdua segera memeluk Donghae. Mereka akan terus seperti itu seandainya suara bel tanda pelajaran telah dimulai tidak membuyarkan mereka. Donghae segera menghapus air matanya dan berjalan bersama kedua sahabatnya menuju kelas mereka.

 

Di kelas, ia melihat Kyuhyun telah duduk di bangkunya sembari mendengarkan musik dari iPod nya dan mata yang tetap focus pada PSP miliknya. Meski jarak usia mereka dua tahun tapi mereka satu kelas di SMA. Kyuhyun yang sangat cerdas dengan mudah mengikuti program kelas akselerasi saat SMP dan SMA, jadi sekarang ia duduk di kelas tiga SMA sama seperti Donghae.

 

Donghae, Eunhyuk, dan Kibum segera menuju bangku mereka masing – masing karena Shindong Songsaenim telah masuk kelas dan siap memulai pelajaran. Kyuhyun pun juga segera menyimpan PSP nya dan melepas earphone di telinganya.

 

“Joheun achimsinika yeorobeun!” seru Shindong Songsaenim.

 

“Joheun achimsinika Songsaenim!” sahut para siswa.

 

“Baiklah, kita mulai pelajaran hari ini. Sebelumnya, tolong kalian keluarkan tugas kalian kemarin.”

 

“Apa ada yang tidak mengerjakan tugas?” Tanya hindong Songsaenim.

 

Beberapa siswa saling berpandangan. Tiba – tiba ada seorang siswa yang duduk di bangku paling belakang mengangkat tangan kanannya.

 

“Donghae?!” panggil Shindong Songsaenim yang membuat seluruh siswa beralih menatap Donghae.

 

“Apa kau tidak mengerjakan tugas?” Tanya Shindong Songsaenim.

 

“Mianhamnida Songsaenim.” Jawab Donghae sembari menundukkan wajahnya. Shindong menghela nafas.

 

“Sekarang kau keluar dari kelas ini dan temui Bapak di kantor setelah jam pelajaran usai, arasseo?!”

 

“Ne Songsaenim.” Jawab Donghae.

 

Lalu ia mula melangkah keluar kelas diiringi tatapan sinis dari beberapa siswa dan tatapan prihatin dari beberapa siswa yang tak lain adalah kedua sahabat Donghae. Sementara Kyuhyun hanya mendecih tak acuh pada kakaknya itu. Di luar kelas, Donghae hanya berdiri di depan pintu, bingung harus melakukan apa. Akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke perpustakaan sembari mnunggu jam pelajaran usai.

 

===============

 

Few minutes later…

 

“Bapak harap kau tidak mengulanginya lagi. Kau tahu kan, sebentar lagi kau akan menghadapi ujian. Lebih serius lah dalam belajar. Donghae-ya, Bapak tahu kau bukan tipe siswa pemalas. Jika memang kau mengalami kesulitan dalam pelajaran, kau bisa meminta bantuan pada Bapak. Bukankah Kyuhyun itu saudaramu?” Tanya Shindong setelah ceramahnya.

 

“Nde??” Shindong menghela nafas.

 

“Kau bisa minta bantuan Kyuhyun dalam belajar bukan?”

 

“Emff, iya.” Jawab Donghae lirih.

 

“Baiklah. Sebagai hukumanmu, Bapak minta kau mengejakan ulang tugas itu sebanyak lima kali dan kumpulkan minggu depan, arasseo?”

 

“Arasseo Songsaenim.”

 

“Kalau begitu kau boleh keluar.”

 

“Gamshahamnida.”

 

Lalu Donghae membungkukkan badannya sedikit sebelum akhirnya ia melangkah keluar dari ruang guru. Ia menghela nafas lega begitu keluar dari ruang Guru. Lalu ia kembali ke dalam kelas untuk mengikuti pelajaran selanjutnya. Beruntung hari itu guru yang seharusnya mengajar sedang berhalangan hadir, jadi kelas Donghae jam kosong. Beberapa siswa tampak membentuk beberapa kelompok dan asyik dengan obrolan mereka. Ada juga yang keluar kelas dan pergi ke kantin. Sedang Kyuhyun bersama dua sahabatnya, Sungmin dan Siwon juga tampak sedang mengobrol. Tapi lebih tepatnya hanya Sungmin dan Siwon yang mengobrol, sementara Kyuhyun seperti biasa sibuk dengan PSP nya dan tampak acuh dengan keadaan sekitarnya. Donghae tersenyum tipis mengamati tingkah adiknya itu.

 

“Hae, Donghae-ya?!” panggil seseorang.

 

Donghae menoleh dan mendapati Eunhyuk dan Kibum sedang duduk di sudut kelas di bangkunya. Donghae tersenyum lalu menghampiri dua sahabatnya itu. Kemudian ia duduk di kursi samping tempat duduknya karena kursinya sendiri sedang ditempati Eunhyuk.

 

“Hae, bagaimana?” Tanya Eunhyuk.

 

“Huh??”

 

“Shindong Songsaenim memarahimu?” giliran Kibum yang bertanya. Donghae tersenyum melihat ekspresi dua sahabatnya itu. Ia dapat menangkap aura khawatir dan penasaran dari keduanya.

 

“Hanya diceramahi sedikit dan beliau menyuruhku mengerjakan tugas tadi sebanyak lima kali sebagai hukumannya.” Jawab Donghae. Eunhyuk dan Kibum serentak menghela nafas.

 

“Keundae…”

 

“Mwo?”

 

“Aku tidak mengerti cara mengerjakan tugas tadi.” Jawab Donghae polos.

 

“Itukah alasan mengapa kau tidak mengumpulkan tugas dari Shindong Songsaenim?” Tanya Kibum penasaran. Donghae mengangguk.

 

“Bukankah kau dan Kyuhyun bersaudara?” Tanya Eunhyuk. Dua orang di depannya menatapnya sambil mengangkat alis.

 

“Maksudku, Kyuhyun kan sangat pintar, apa dia tidak membantumu mengerjakan tugas?” lanjut Eunhyuk. Donghae menghela nafas. Ingatannya kembali pada kejadian semalam.

 

<flashback>

 

Donghae berdiri di depan pintu kamar Kyuhyun dengan ragu. Tangan kanannya memeluk beberapa buah buku. Beberapa saat kemudian akhirnya ia memutuskan untuk mengetuk pintu kamar Kyuhyun. Setelah dapat sahutan dari dalam, perlahan Donghae membuka pintu kamar Kyuhyun dan masuk ke dalam. Ia melihat Kyuhyun sedang sibuk di depan layar laptop nya dan juga beberapa buku di sampingnya. Pelahan ia berjalan mendekati adiknya itu.

 

“Kyu?”

 

“Hnn?”

 

“A.. aku…”

 

“Cepat katakan apa maumu dan cepat pergi dari sini karena aku masih sibuk.” Potong Kyuhyun dingin tanpa menoleh pada Donghae.

 

“Aku mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas dari Shindong Songsaenim. Bisakah kau membantuku?” pinta Donghae. Kyuhyun menghentikan aktivitasnya sejenak.

 

“Aku tidak bisa.” Jawabnya dingin sembari melanjutkan pekerjaannya.

 

“Tapi Kyu, aku benar – benar tidak mengerti cara mengerjakannya. Tolonglah Bantu aku kali ini saja. Kalau aku tidak mengumpulkan tugas ini besok Shindong Songsaenim pasti akan menghukumku.” Pinta Donghae lagi, kali ini ia sampai memelas di hadapan Kyuhyun. Kyuhyun menoleh menatapnya lalu tersenyum sinis.

 

“Lihat, mengerjakan tugas seperti itu saja kau tidak bisa. Kau memang tidak berguna Hae.” Kata Kyuhyun. Ia memang tidak pernah memanggil Donghae dengan sebutan Hyung, karena ia tidak pernah menganggap Donghae sebagai kakaknya.

 

“Mwo?”

 

“Dengar, aku tidak akan pernah mau membantumu dan aku tidak peduli jika besok kau mendapat hukuman atau apapun itu, karena itu bukan urusanku. Sekarang keluarlah dari kamarku karena aku masih sibuk.” Lalu Kyuhyun kembali menghadap layar laptop nya.

 

“Tapi Kyu….”

 

“Kerjakan tugasmu sendiri Hae, kalau kau tidak ingin diremehkan orang lain. Sekarang keluar dari kamarku! Kau hanya menggangguku saja.”

 

Dengan langkah berat akhirnya Donghae keluar dari kamar Kyuhyun. Kyuhyun hanya meliriknya sekilas dan tersenyum sinis saat Donghae membuka pintu kamarnya dan keluar. Lalu ia kembali berkonsentrasi pada tugasnya.

 

<flashback end>

 

“Hae?!” seru Eunhyuk sembari mengguncang pelan bahu Donghae yang menjadi tersentak kaget karenanya.

 

“Mwo?” tanyanya polos.

 

“Kau melamun lagi?” Tanya Kibum.

 

“Aniyo, aku hanya bingung cara mengerjakan tugas dari Shindong Songsaenim, sementara minggu depan tugas itu harus dikumpulkan.” Jawab Donghae lesu.

 

“Hae, kau kan masih punya kami.” Kata Eunhyuk sembari menyentuh pelan bahu Donghae.

 

“Benar Hae, kami pasti akan membantumu. Jadi tenanglah.” Tambah Kibum.

 

Donghae menatap kedua sahabatnya dengan mata berkaca – kaca. *lagi n selalu!! #plaaakk*

 

“Gomawo Hyukkie, Bummie.” Kata Hae tulus yang disambut dengan senyuman tulus dari Eunhyuk dan Kibum.

 

==***==

 

Donghae sedang berjalan sendirian di koridor sekolah. Tangan kanannya memegang beberapa tumpuk kertas tugasnya yang akan ia serahkan pada Shindong Songsaenim. Beruntung ada Eunhyuk dan Kibum yang membantunya sehingga ia bisa mengerjakan tugas itu. Di tengah perjalanan menuju ke ruang guru, ia bertemu dengan Zhoumi dan Henry. Saat mereka berpapasan, tiba – tiba Zhoumi dengan sengaja menabrakkan bahunya pada Donghae yang langsung membuat namja itu jatuh teduduk. Kertas – kertas tugasnya berserakan di lantai.

 

“Ohh, lihat siapa yang sedang terduduk di sini? Donghae!” ejek Henry sembari tersenyum sinis.

 

Donghae tidak mempedulikan mereka. Karena Donghae tahu, Zhoumi dan Henry adalah siswa yang suka mencari masalah dan mengganggu siswa lain. Ia berkonsentrasi untuk mengumpulkan kertas – kertas tugasnya. Namun tiba – tiba ada sebuah kaki yang menginjak kertas – kertasnya. Donghae mendongak dan mendapati Zhoumi sedang tersenyum sinis menatapnya.

 

“Singkirkan kakimu.” Pinta Donghae, mencoba bersabar.

 

Zhoumi tidak menggubris kata – kata Donghae. Ia malah menggilas kertas – kertas tadi menggunakan sepatunya hingga membuat kertas – kertas tadi kotor dan rusak. Donghae membelalak menatap kertas tugasnya lalu beralih menatap Zhoumi.

 

“Apa yang telah kau lakukan?!”

 

“Mwo? Aku hanya membersihkan sepatuku. Memangnya kenapa?” balas Zhoumi.

 

“Kau membuat kertas tugasku rusak!”

 

“Memangnya aku peduli?”

 

“Kau?! Apa kesalahanku pada kalian sehingga kalian melakukan ini padaku?!” seru Donghae. Henry berjongkok di hadapannya dan tersenyum sinis.

 

“Karena kau sangat menyebalkan. Kau adalah orang yang tidak berguna. Kami selalu kesal setiap melihatmu.” Jawab Henry.

 

“Mwo?!”

 

“Sudahlah, kita tinggalkan dia. Lihat, dia memang tidak berguna. Sampai – sampai adiknya sendiri malas mengakuinya. Aku kasihan pada Eunhyuk dan Kibum karena mempunyai teman yang menyusahkan seperti dia.” Ejek Zhoumi. Donghae terdiam mendengarnya.

Lalu Henry berdiri dan bersiap melangkah bersama Zhoumi.

 

“Jangan bawa – bawa keluarga dan teman – temanku!” bentak Donghae. Zhoumi dan Henry menghentikan langkah mereka dan berbalik pada Donghae.

 

“Mwo?”

 

“Jangan pernah bawa – bawa keluarga dan teman – temanku!” ulang Donghae.

 

“Lalu kau mau apa Hae? Mereka saja tidak peduli padamu, untuk apa kau peduli pada mereka?” Tanya Zhoumi sinis.

 

“Dengar, apa kau tidak sadar juga bahwa kau itu sangat menyusahkan. Kau itu hanya manuia tidak berguna. Kau sampah!!” kata Henry sembari mendorong bahu Donghae hingga membuatnya terjengkang.

 

“Lihat, bahkan untuk membela dirimu sendiri saja kau tidak bisa. Jangan sok hebat di hadapan kami. Memangnya apa yang bisa dilakukan orang cacat sepertimu yang bahkan untuk berdiri saja harus memakai tongkat.” Hina Zhoumi yang disusul tawa meremehkan darinya dan Henry.

 

Lalu mereka berdua beranjak meninggalkan Donghae yang terdiam dalam duduknya. Perlahan Donghae mengumpulkan kertas – kertas tugas miliknya yang sudah tidak berbentuk lagi. Setelah ini ia pasti akan mendapat hukuman lebih berat dari Shindong Songsaenim karena tidak bisa mengumpulkan tugas tepat waktu.

 

Tiba – tiba ia melihat ada beberapa pasang kaki berhenti di depannya. Ia mendongak dan melihat Kyuhyun, Sungmin, dan Siwon berdiri di hadapannya.

 

“Kyu?” panggil Donghae.

 

“Apa yang kau lakukan? Kau menghalangi jalanku.” Kata Kyuhyun dengan nada dingin.

 

“Mian, aku sedang mengumpulkan kertas tugasku. Tadi aku tidak sengaja menjatuhkannya.” Jawab Donghae berbohong sembari tersenyum bodoh. Kyuhyun mendecih setengah kesal.

 

“Jeongmal Baboya!” kata Kyuhyun acuh lalu melanjutkan langkahnya yang disusul dua temannya.

 

Donghae hanya mengerjapkan matanya bingung pada Kyuhyun. Sekilas Sungmin mempehatikan Donghae yang sedang kesusahan mengumpulkan kertas – kertasnya. Ia jadi iba melihatnya.

 

“Kyu?” panggil Sungmin.

 

“Hnn?”

 

“Apa tidak sebaiknya kita membantu Donghae?” Tanya Sungmin. Kyuhyun langsung menghentikan langkahnya dan menatapnya kesal.

 

“Kau dengar sendiri kan, kalau si Bodoh itu yang menjatuhkan kertas – kertas tugasnya, jadi biarkan dia sendiri yang melakukannya.”

 

“Tapi dia kan kakakmu.”

 

“Lalu, apa masalahnya denganmu?” Tanya Kyuhyun dingin.

 

“Kau harus membantunya saat dia mengalami kesulitan.” Jawab Sungmin lirih.

 

“Apa peduliku? Dan sejak kapan kau jadi peduli padanya?” Tanya Kyuhyun sinis.

 

“Boe?!”

 

“Dengar, jika kau memang peduli padanya, bantu saja dia. Kau juga bisa berteman dengannya. Tapi, jangan pernah mencoba mendekatiku atau bergaul denganku lagi.” Kata Kyuhyun, lalu ia melangkah meninggalkan dua temannya.

 

“Kyu?!”

 

“Sudahlah Sungmin-ah, kau tahu kan seperti apa Kyuhyun? Jangan kau masukkan dalam hati kata – katanya tadi.” Kata Siwon mencoba menenangkan Sungmin yang tampak kesal karena Kyuhyun.

“Anak itu benar – benar sudah keterlaluan.” Geram Sungmin. Siwon hanya menghela nafas melihat kepergian Kyuhyun.

===============

<flashback>

Kyuhyun sedang berjalan menyusuri koridor sekolah hendak menuju kantin. Tanpa sengaja ia melihat Donghae yang sedang memunguti kertas – kertas yang berserakan di sekitarnya. Tapi ia tidak sendiri. Kyuhyun juga melihat Zhoumi dan Henry di sana. Ia beranggapan bahwa saat ini Donghae sedang dikerjai oleh Zhoumi dan Henry. Meski ia melihat kakaknya sedang diganggu orang lain, tapi sedikitpun tidak ada niat Kyuhyun untuk menolong ataupun membela Donghae. Ia hanya memperhatikan mereka dari balik dinding di belokan kelas.

“Jangan bawa – bawa keluarga dan teman – temanku!” Kyuhyun mendengar Donghae membentak Zhoumi dan Henry. Alisnya jadi bekerut.

“Mwo?”

“Jangan pernah bawa – bawa keluarga dan teman – temanku!” ulang Donghae.

“Lalu kau mau apa Hae? Mereka saja tidak peduli padamu, untuk apa kau peduli pada mereka?” Tanya Zhoumi sinis.

“Dengar, apa kau tidak sadar juga bahwa kau itu sangat menyusahkan. Kau itu hanya manuia tidak berguna. Kau sampah!!” kali ini Henry menghina Donghae. Kyuhyun melihat Henry mendorong tubuh kakaknya hingga jatuh terjengkang.

“Lihat, bahkan untuk membela dirimu sendiri saja kau tidak bisa. Jangan sok hebat di hadapan kami. Memangnya apa yang bisa dilakukan orang cacat sepertimu yang bahkan untuk berdiri saja harus memakai tongkat.” Hina Zhoumi yang disusul tawa meremehkan darinya dan Henry.

Kyuhyun mengepalkan tangannya melihat hal itu. Tapi ia juga kesal pada Donghae yang lemah dan tidak bisa membalas mereka. Jadi ia membiarkan saja mereka menghina kakaknya. Kyuhyun tidak peduli atau berpura – pura tidak peduli. Ia melihat Zhoumi dan Henry melangkah meninggalkan Donghae hingga ia sendiri dikejutkan oleh kedatangan dua sahabatnya, Sungmin dan Siwon yang terlihat bingung menatapnya. Ia pun mengajak keduanya untuk beranjak.

<flashback end>

 

Kyuhyun menghela nafas berat. Ia sedang duduk di bawah pohon di taman belakang sekolahnya yang sepi sembari menikmati sekaleng soda. Tiba – tiba ia melihat Zhoumi dan Henry sedang berjalan menuju taman itu. Perlahan Kyuhyun bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah mereka. Zhoumi dan Henry terlalu asyik dengan obrolan mereka sehingga mereka tidak menyadari bahwa Kyuhyun berjalan tepat ke arah mereka. Saat mereka berpapasan Kyuhyun sengaja menabrakkan bahunya pada bahu Zhoumi hingga namja itu terjatuh dan minuman yang dibawa Kyuhyun tumpah ke seragam Zhoumi.

“Yaa!! Apa yang kau lakukan?! Apa kau buta, hah?!” bentak Zhoumi. Kyuhyun tersenyum sinis.

“Hehh, lihat, sekarang siapa yang sedang terduduk di sini? Zhoumi.” Balas Kyuhyun sinis, menirukan ucapan Henry saat mereka mengerjai Donghae tadi.

“Neo?!!”

Kyuhyun hanya tersenyum sinis kemudian bersiap melangkah meninggalkan mereka.

“Ohh, jadi sekarang seorang Kyuhyun sudah mulai peduli pada kakaknya yang cacat itu?” sindir Henry sinis.

Kyuhyun menghentikan langkahnya sembari mengepalkan tangannya menahan emosi.

===============

~TBC to

6 responses »

  1. waduhh…banjir bandang…kok kyu kejam banget…dah tau hae tukang nangiz …hiks-hiks…malang bener naseb mu hae..*peluk donghae*…disarankan buat author agar segera memposting next part na…gw ska alur crita’na…bikin gw nangiz bareng donghae..*plaakk* ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s